Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto didampingi Kasat Reskrim, AKP Ramadhani dan Kasubbag Humas, AKP Slamet Riyadi serta Wakil Ketua KPAD Asahan, Awaluddin, memaparkan kronologi atas tiga kasus pelecehan anak dibawah umur dalam gelar release di Mapolres Asahan.
ASAHAN, Tribunriau – Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto, didampingi Kasat Reskrim, AKP M. Ramadhani, dan Kasubbag Humas, AKP Slamet Riyadi serta Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Asahan, Awaluddin hadir dalam gelar release perkara tiga kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur dengan lokasi berbeda beda dan masing-masing dilakukan oleh pelaku ayah kandung, ayah tiri dan seorang tenaga pendidik.
Kapolres Asahan mengatakan, bahwa ketiga kasus ini menjadi perhatian besar karena pelakunya adalah orang terdekat para korban.
“Ketiga pelaku merupakan orang terdekat dari para korban yang seharusnya melindungi korban”, ujar Kapolres dihadapan para Jurnalis yang meliput dihalaman Mapolres Asahan, Rabu (17/02/2021) sekira pukul 16.30 Wib.
Masih kata Perwira dua melati ini, bahwa peristiwa tidak senonoh terjadi di Kecamatan Silau Laut pada hari Sabtu di Bulan Januari 2021 sekira pukul 22.00 Wib dengan pelaku berinisial AS (18) yang berprofesi seorang tenaga pendidik, kemudian di Kecamatan Air Joman pada hari Kamis (8/10/2020) dengan pelaku berinisial S (49) yang merupakan ayah tiri korban dan di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge pada bulan Juli tahun 2016, sekira pukul 22.00 Wib dengan pelaku berinisial SS (61) yang merupakan ayah kandung korban.
“Adapun Ketiga pelaku kita jerat dengan Pasal 82 UU Perlindungan anak dengam ancaman 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun di tambah 1/2 dari pidana pokok karena di lakukan orang tua korban dan tenaga pendidik”, ujar AKBP Nugroho Dwi Karyanto.
Diakhir kesempatan beliau menghimbau agar masyarakat dan orang tua dapat menjaga anak-anak dan jangan acuh terhadap anak.
Terpisah, Ketua KPAD Asahan, Irsan Kumala melalui Wakil ketua KPAD Asahan Awaluddin memberikan apresiasi kepada Polres Asahan yang cepat dan tanggap dalam menangani kasus ini.
“Kami memberikan apresiasi dan selalu mendukung Polres Asahan dalam menangani segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap anak. Kami berharap kasus seperti ini tidak terulang kembali di Asahan”, ungkap Awal. (tec)
Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Seorang warga Kelurahan Babusalam, terduga melakukan pengedaran shabu ditangkap Tim Opsnal Polsek Mandau, Polres Bengkalis, di Jl.Nusantara 1, Lapangan Kuning, Kelurahan Babusalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Senin (15/02/21).
Terduga adalah JS, Laki-laki, tinggal di Jl. Lumba-lumba Kelurahan Babusalam Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Sedangkan barang bukti yang disita Tim Opsnal yaitu; 1). 21 (dua puluh satu) paket Narkotika jenis Shabu. 2). Uang hasil penjualan sebesar Rp. 120.000,- (seratus dua puluh ribu rupiah). 3). 1 (satu) buah Handphone merk Nokia 230 warna Putih. 4). 1 (satu) buah Kotak Rokok Gudang Garam warna Coklat sebagai tempat menyimpan Shabu. 5). 1 (satu) buah Plastik Klip ukuran Besar. 6). 1 (satu) Unit Sepeda Motor Yamaha Vega ZR warna Putih Hitam tanpa Nopol.
Seperti dijelaskan Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, SIK, MT melalui Kapolsek Mandau Kompol Arvin Heriyadi, SIK, Selasa (16/02/21) sore.
Lebihlanjut dijelaskan Kapolsek, dimana pada hari Senin, tanggal 15 Februari 2021, pukul 13.00 Wib, Team Opsnal Polsek Mandau melakukan penyelidikan terhadap penyalahgunaan Narkotika Jenis Shabu di TKP, berdasarkan hasil penyelidikan didapat informasi bahwa akan terjadi transaksi di TKP, sehingga Tim melakukan pengintaian di seputaran TKP. Pada pukul 13.30 Wib, Tim mengetahui target berada di TKP dengan mengendarai sepeda motor dan ketika target berhenti, Tim langsung melakukan penangkapan terhadap target tanpa melakukan perlawanan.
“Kemudian dilakukan penggeledahan badan dan barang, ditemukan barang bukti tersebut,” kata Arvin.
Diteruskan Kapolsek, setelah dilakukan introgasi terhadap JS mengatakan, bahwa Shabu miliknya diperolehnya dari K, kemudian dilakukan pengejaran terhadap K yang tinggal di Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, namun sesampainya di rumahnya, Tim Opsnal belum berhasil menemukan K (DPO).
“Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Mandau, guna proses penyidikan lebih lanjut,” tutup Arvin.(jlr).
Pekanbaru, Tribunriau – Secara Virtual Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi, SH SIK MSi mengikuti Rapim (Rapat pimpinan) TNI-Polri Tahun 2021, di Ruang Video Konference Markas Komando Polda Riau, Jalan Pattimura No.13 kota Pekanbaru, Riau, Senin (15/02/21).
Selain dihadiri Kapolda Riau, juga dihadiri oleh Danrem 031/Wirabima Brigjen Inf M Syech Ismed SE MHan, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi Kustoro, dan beberapa pejabat utama masing masing juga hadir dalam Rapim TNI-Polri ini.
Rapim TNI-Polri kali ini mengambil tema “Dilandasi Profesionalisme, Soliditas dan Sinergitas, TNI-Polri Siap Mendukung Penanggulangan Paripurna Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Menjaga Kesatuan dan Persatuan Bangsa Menuju Indonesia Maju”.
Kepada wartawan disela sela mengikuti Rapim TNI/Polri di Ruang Video Konference Mako Polda Riau, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, bahwa kegiatan Rapim TNI-Polri ini merupakan rapat untuk membahas kondisi kekinian yang menyangkut tugas tugas profesional institusi TNI-Polri ditengah tengah kondisi pandemic yang membutuhkan kinerja terpadu dan konrehensif.
Dalam hal ini, TNI, Polri dan seluruh stakeholder terkait harus bersatu padu untuk menertibkan seluruh lini masyarakat agar patuh protokol Kesehatan.
“Realisasinya adalah dengan penerapan PPKM yang harus benar benar dipatuhi oleh masyarakat,” terang Sunarto singkat.
ROHIL, Tribunriau – kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sebagai Daerah siaga kebakaran Hutan dan lahan (karhutla) Tahun 2021.
Demikian dikatakan Bupati Rohil H.Suyatno, pada Rapat koordinasi penangulangan kebakaran hutan dan lahan kabupaten Rokan Hilir Tahun 2021, di Gedung H.Misran Rais Bagansiapiapi, senin (15/2/21).
Hadir wakil DPRD Basiran nur efendi, Damdim 0321/ Rohil letkol Agung Rachman wahyudi ,S.I.P, m.pol,kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto,SH.SIK, kejari Rohil, camat se- kabupaten Rokan Hilir.
” Rapat hari ini, karena 10 hari yang lalu saya menghadap pak Gubernur Riau (Gubri), beliau sudah di intruksikan oleh bapak Menko Polhukam RI terkait dengan bencana alam khususnya kebakaran hutan dan lahan di provinsi Riau,” jelas Suyatno.
Adapun Pesan yang telah di sampaikan oleh Bapak menko Polhukam RI kepada Bapak Gubri, provimsi Riau salah satu provinsi yang setiap tahun dilanda kebakaran Hutan dan lahan. Alhamdulillah Tahun kemaren berkurang karhutla dikabupaten Rokan Hilir, ini bagi yang bekerja keras kita semua atau terjadi perubahan iklim.
Dikatakanya, Sekarang pemerintah sudah punya persiapan, saya memberikan apresiasi kepada Bapak kapolda Riau beserta jajaran yang ini merupakan contoh untuk tingkat Nasional .
Gubri juga berpesan kepada saya, untuk kabupaten Rokan Hilir dan beberapa kabupaten kota di provinsi Riau, kita harus mempersiapkan diri, sekaligus menetapkan siaga bencana kebakaran Hutan dan Lahan .
” Mudah – mudahan nanti kedepan kabupaten Rokan Hilir seperti Tahun 2020 , kita sepakat Rokan Hilir ini supaya Bupati mengeluarkan SK tanggap darurat terjadi bencana kebakaran Hutan dan lahan di kabupaten Rokan Hilir,” ujar suyatno.
Kerja keras Bapak / ibu semua sangat kami hargai, termasuk perusahaan – perusahaan yang ada dinegeri ini , juga Dandim, kapores, kejari, karena selama ini perusahaan ada juga yang membantu.
” Mari kita bekerja sama dalam menghadapi persoalan yang ada di kabupaten Rokan Hilir, terutama sekali kita menghadapi kebakaran hutan dan lahan,” ajak suyatno. (hen)
KUDAP, Tribunriau- Puluhan rumah di Desa Kudap kecamatan Tasik Putri Puyu, kabupaten Meranti butuh perhatian pemerintah.
Pasalnya, puluhan rumah yang berlokasi di RT 04 RW 01 Dusun 01 baru jalan Sekoyan, Dusun 01 dan RT 15, RW 04 dalam kondisi tidak layak huni, pantauan awak media, Minggu (14/2), beberapa lokasi seperti di Desa Subrantas juga terdapat rumah tidak layak huni.
Ketika awak media menyapa salah seorang pemilik rumah, Iyah (60) mengatakan kondisi rumahnya sudah sangat miris, bocor dan dinding terbuat dari daun rumbia, ditambah dengan statusnya sebagai janda.
“Mohonlah bantuan kepada kepala desa agar rumah kami dapat bantuan,” pintanya.
Hal yang sama juga disampaikan Mik (60), dengan status janda, sudah 12 tahun rumahnya jika hujan datang basah karena bocor. “Saya minta kepada kepala desa dan pemerintah agar rumah kami dapat bantuan, kerja sehari-hari cuma membuat atap rumbia, itu pun tidak cukup untuk makan sehari-hari, apalagi untuk membangun rumah, mana ada dana,” ujar Mik berharap rumahnya tahun ini mendapat bantuan dari pemerintah.
Hal serupa juga disampaikan Adiong yang meminta kepada pemerintah agar tahun ini mendapat bantuan rumah layak huni.
Sementara itu, Kepala Desa Kudap, Sutrisno, SE, MM ketika dimintai tanggapan terkait hal tersebut mengatakan bahwa beberapa rumah tersebut sudah pernah diajukan untuk mendapatkan bantuan, namun sampai saat ini kurang dapat perhatian.
“Namun sampai saat ini nampaknya kurang diperhatikan, jadi untuk kedepannya, kepada pemerintah khususnya provinsi bisa lebih memperhatikan masalah ini, karena di Kudap ini ada rumah yang tidak layak huni sekitar 50 unit, dan ini pernah kita ajukan pada tahun 2016 namun belum terealisasi, mudah-mudahan melaui Tribunriau ini pemerintah bisa dengar dan memperhatikan masalah ini, khususnya Desa kudap ini,” ujar Kades.
Dilanjutkan Kades, terlebih di masa Pandemi ini, tentunya ekonomi masyarakat semakin menurun.
“Jadi saya berharap saat ini melalui Tribunriau, mungkin sebagai mediator ke pemerintah bisa menyampaikan aspirasi kami, bisa melalui anggota dewan provinsi agar bisa untuk membantu dan memperhatikan permasalahan kami di Desa Kudap,” ungkapnya.
Dinas Perkim Kabupaten Meranti hingga berita ini diterbitkan belum berhasil dihubungi.
Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Zulkarnain
BATAM, Tribunriau- Setelah melalui pemilihan yang diikuti oleh seluruh RT, RW, tokoh masyarakat, penggerak PKK dan kader posyandu, Marudut Situmorang akhirnya terpilih menjadi Ketua LPN Sei Pelunggut.
Lammarudut Situmorang terpilih usai berhasil meraup 47 suara di pemilihan tersebut.
Pemilihan ketua LPM dan ketua Karang Taruna diadakan di kantor Lurah Sei Pelunggut, acara tersebut dihadiri oleh Lurah Sei Pelunggut, Babinsa Sei Pelunggut serta tokoh masyarakat, Minggu (14/2/2021).
Lammarudut Situmorang yang juga akrab disapa pak Morgana dalam kata sambutanya mengatakan akan berusaha serta berkoordinasi dengan kelurahan dan unsur pemerintah.
“Saya segera akan mematangkan lahan pembangunan Puskesmas yang belum ada di Kelurahan Sei Plunggut, kedepannya akan bermitra dengan kelurahan, LPM merupakan Lembaga pemerintahan di tingkat kelurahan akan selalu memberikan masukan dan dorongan kepada Lurah dan Camat demi percepatan pembangunan di bidang kesehatan dan bidang infrastruktur bagi masyarakat Sei Plunggut serta menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Ketua RW 9, Mansur yang juga tokoh masyarakat Dapur 12 mengharapkan setelah Lammarudu Situmorang menjadi ketua LPM akan memberikan warna baru bagi pembangunan di semua sektor pembangunan di Kelurahan Sei Plunggut dan dapat bermitra kepada Kelurahan demi percepatan pembangunan dan dapat dinikmati masyarakat.
KUDAP, Tribunriau- Lahir pada tahun 1930an, Mujeum alias Sekoyan dikenal masyarakat sebagai pahlawan yang gagah berani mengusir Penjajahan Belanda kala itu, Namanya diabadikan di Jalan Sekoyan RT 15 RW 02 Kudap Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Meranti.
Sekoyan, gelar yang didapatkan Mujeum itu berasal dari penamaan tentara Belanda yang berarti memiliki kekuatan yang luar biasa, yaitu satu koyan sama dengan beban berat 250kg.
Ketika masyarakat Kudap dipaksa bekerja tanpa imbalan oleh Penjajah, Mujeum alias Sekoyan mengajak rekan-rekannya untuk ‘memberontak’ dan menyatukan kekuatan.
Salah satu history yang paling menarik dari Sekoyan adalah pertarungannya dengan Tongbinsalam yang sama-sama memiliki ilmu kebatinan.
Tongbinsalam adalah mata-mata dari Penjajah, juga orang yang ditugaskan penjajah untuk mengutip upeti dari masyarakat.
Pertarungan antara Sekoyan dan Tongbinsalam itu terjadi di Desa Kudap, pertarungan yang luar biasa itupun disaksikan oleh rekan mereka masing-masing.
Diawali dengan pertarungan tanpa senjata, Tongbinsalam beberapa kali terjungkal, merasa akan kalah, Tongbinsalam akhirnya mengambil serta menggunakan senjata parang untuk membalas Sekoyan.
Tak lama Tongbinsalam mengayunkan parangnya, Sekoyan juga mengambil tombak untuk mengimbangi pertarungan.
Tak lama menggunakan senjata, Sekoyan berhasil menancapkan tombaknya di dada Tongbinsalam, darah pun akhirnya membasahi sekujur tubuhnya.
Mendapat kabar kalau tukang pukulnya sudah tewas, maka keesokan harinya datang satu kompi pasukan tentara Belanda mengepung Desa Pereban hendak menangkap Koyan sehingga terjadi lagi pertempuran antara Koyan dengan tentara Belanda, akhirnya beberapa orang tentara tewas di tangan Koyan dan rekan-rekannya.
Melihat situasi yang sudah gawat, maka Belanda mengirim pasukan tambahan dibawah Komando Marsose Weo Jango, kembali pertempuran sengit diantara kedua belah pihak, namun naas bagi pasukan Belanda, Marsose Weo Jango serta anak buahnya berhasil ditaklukkan oleh Koyan CS.
Mendengar kabar kalau Komandan kompi juga tewas, membuat Belanda semakin gusar, komandan tentara Belanda lalu mengirim pasukan elitnya dengan jumlah yang lebih banyak lagi dengan senjata lengkap menuju Desa Pereban.
Mendapat kabar bahwa akan didatangi oleh pasukan dengan jumlah yang banyak, Koyan dan rekan-rekannya mengungsi ke Batu Pahat, Johor, Malaysia.
Setibanya di Malaysia, raja di Malaysia mendapat kabar kalau Sekoyan berada di negerinya dan memerintahkan pasukannya mencari keberadaan Koyan.
Akhirnya Koyan dijemput dan dibawa ke Istana serta ditawarkan menjadi Panglima di kerajaan Malaysia, namun Sekoyan tetap menolak. Lalu Raja Malaysia meminta pemerintah Indonesia menjemput Koyan untuk dibawa pulang, akhirnya koyan menyerahkan diri dan ditangkap, dia dipenjara di Selat Panjang, Riau.
Kemudian dibuang ke Ambarawa yang saat ini bernama Nusakambangan, beberapa tahun menjalankan hukuman akhirnya bebas pulang ke Desa Kelahirannya, Desa Pereban menjalani sisa umurnya. Koyan tutup usia pada tanggal 12 April 1986.
Pandemi Covid-19 sampai saat ini belum usai. Hal ini berpengaruh terhadap semua sektor kehidupan termasuk perekonomian di Indonesia terutama yang paling berdampak adalah UMKM.
UMKM buat saya seperti pemuda pemudi pejuang, UMKM mati satu, tumbuh seribu. Mereka tetap hidup walau digempur oleh Corona Virus. Mereka berjuang hingga titik darah penghabisan.
Pandemi Covid-19 menghajar semua lini kehidupan kita hari ini. Tanpa terkecuali. Semua orang dalam bidang apapun menghadapi situasi yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan sama sekali. Sekali lagi, sama sekali.
Kita bertaruh di hadapan pilihan yang tidak bisa dicomot satu dan mengesampingkan yang lain, isi perut dan kesehatan badan. Di satu sisi, kesehatan adalah kebutuhan yang tak bisa dikesampingkan. Kalau badan tidak
sehat, tidak ada yang bisa dilakukan. Maka wajib bagi kita untuk tetap sehat dan, lebih-lebih pada hari ini, yang harus kita patuhi adalah protokol kesehatan.
Akan tetapi, untuk tetap sehat, badan juga butuh asupan. Dari mana asupan sehat bisa
diperoleh? Jelas dari makanan. Lalu dari mana makanan diperoleh? Dibeli pakai uang. Dari mana uang diperoleh? Dari bekerja. Tidak bekerja, tidak dapat uang. Tidak punya uang, tidak bisa beli makan. Tanpa makanan, tiada asupan. Badan tanpa asupan, nutrisi tubuh berkurang. Tubuh yang tak tercukupi gizinya rentan terserang penyakit. Simalakama semacam ini yang sedang dihadapi pengusaha.
Menutup usaha artinya akan ada banyak pekerja yang kehilangan sumber penghasilannya. Terus menjalankan usaha, belum keruan jelas untungnya. Mengibarkan bendera putih memang begitu mudah dilakukan.
Tetapi, selalu ingat bahwasanya mental lemah begini bukanlah mental seorang pengusaha sejati. Seorang pengusaha sejati adalah mereka yang siap benar menghadapi segala kemungkinan di depan. Termasuk situasi yang bagi orang lain adalah jalan buntu, mereka selalu bisa melihat ada celahnya.
Pengusaha sejati bukanlah jenis orang yang bisanya cuma tahu untung berapa, tetapi tidak mau mencarikan solusi ketika ada masalah di depan mata. Sobat.. situasi pandemi ini memang susah, tapi jangan menyerah.
Usaha barbershop saya bukan tidak terguncang dalam situasi pandemi ini. Seperti yang sudah saya katakan tadi, pandemi ini benar-benar tidak pandang bulu, semua sektor usaha dihajar sampai babak belur. Termasuk usaha pangkas rambut milik saya di Dumai. Virus yang tak kasat mata ini membuat pelanggan tidak berani keluar rumah, apalagi untuk memotong rambutnya.
Pada masa-masa awal pandemi, hampir setiap hari para pekerja saya hanya datang ke kios dan tidak melakukan apa-apa. Tidak ada pelanggan yang datang artinya tidak ada pemasukan. Kas perusahaan bukan lagi terguncang, tapi jika diibaratkan kapal, rasa-rasa hampir karam. Kapal kami mulai bocor.
Terlalu lama berdiam dan semata-mata pasrah pada keadaan hanya memperburuk situasi dan membuat kapal kami lebih cepat karam.
Mumpung baru setakat hampir, artinya masih ada usaha lain yang bisa dilakukan untuk mencegah kapal tenggelam ke dasar lautan. Tidak bisa tidak, kami harus berbenah.
Saya harus meyakinkan pekerja saya bahwa masa sulit ini bukan kiamat. Saya katakan pada mereka, “Kalau kita bersama-sama, kita pasti bisa melewati situasi sulit ini. Kalau semangat kita sama, kita pasti mampu bertahan menghadapi keadaan rumit ini. Sekali kita bisa melewatinya dengan selamat, tidak ada lagi hal yang perlu kita takuti.”
Berbenah, bagi saya, bukan dimulai dari fasilitas maupun sarana-prasarana, melainkan dimulai lebih dulu dari manusianya – para pekerja saya. Mereka adalah aset utama yang menggerakkan roda usaha ini. Apa gunanya fasilitas serba canggih kalau hanya dikerjakan manusia-manusia tanpa semangat? Kalau modelnya seperti itu, hanya tunggu waktu kehancuran akan tiba.
Lantas, saya dan tim duduk sama rendah. Berbagi keluh-kesah. Bergandengan tangan. Saling menguatkan. Tujuannya untuk menyamakan visi dan semangat. Dari sini, kemudian kami bisa melihat lebih jernih situasi yang sedang terjadi; tantangannya sekaligus solusinya.
Tantangan dari pandemi di sektor usaha kami adalah meyakinkan orang bahwasanya memangkas rambut di tempat kami aman. Setidaknya, kami mengusahakan banyak hal untuk meyakinkan orang-orang.
Situasi duduk antar pelanggan diperlebar, direnggangkan, diberi jarak. Setiap alat pangkas selalu steril sebelum dan sesudah digunakan. Para pekerja yang bertugas pun wajib memakai masker dan faceshield. Kami pun turut menyediakan masker bagi pelanggan yang datang. Di luar kios, dilengkapi pula dengan tempat cuci tangan. Singkat kata, protokol kesehatan benar-benar menjadi pedoman dan acuan kami guna meyakinkan pelanggan.
Promosi maupun potongan harga maupun bonus – bonus juga diberikan guna memberikan pengalaman tambahan buat pelanggan. Selain itu, lewat media sosial, kami juga menyampaikan edukasi perihal tata cara aman memangkas rambut dalam situasi pandemi. Dari sini, situasi yang semula serba gelap dan tak menentu mulai terlihat titik terangnya.
Kapal yang sebelumnya rasa-rasa hendak karam mulai bisa ditambal lubangnya satu persatu. Neraca keuangan yang pada awal-awal pandemi begitu menggemaskan, kini mulai membaik walau memang secara kesuluruhan belum stabil sebelum pandemi, setidaknya mulai menunjukkan
optimisme.
Kalau ditanyakan kepada saya, apakah situasi pandemi ini berat dan susah bagi pengusaha, jawaban saya tidak berubah: “Ya, memang berat dan susah.” Tetapi, menyerah bukanlah opsi yang tersedia dalam kamus kerja seorang pengusaha sejati. Setidaknya, itulah yang saya yakini. Karena tidak mungkin Tuhan menimpakan suatu kondisi yang tidak mampu dilewati hambaNya. Karena itu, dengan berpikir dan bertindak tepat, selalu ada solusi. Selalu.*
Penulis adalah Seorang Pengusaha Muda. Salah satu usahanya Barbershop dengan nama D’Barbershop yang buka di Kota Dumai dan Tanjungpinang. Selain itu, kini ia menjabat sebagai Komisaris PT ADIFA Samudera Dumai. Ia juga aktif di beragam Organisasi Kepemudaan dan baru-baru ini selesai mengikuti Diklat Lemhanas RI.
Teks foto: Penjabat Bupati Bengkalis H. Syahrial Abdi dan Sekda H.Bustami HY
Bengkalis, Tribunriau – Untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran lahan dan hutan (karlahut) selama musim kemarau, selama 9 bulan ke depan, terhitung Rabu, 10 Februari – 31 Oktober 2021, Kabupaten Bengkalis berada dalam status siaga darurat bencana Karlahut.
Status siaga darurat ini ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bengkalis Nomor: 115/KPTS/II/2021. Keputusan tertanggal 10 Februari 2021 itu, ditandatangani Penjabat Bupati Bengkalis H. Syahrial Abdi.
“Tujuan ditetapkannya status siaga darurat ini adalah dalam rangka penanggulangan Karlahut di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini,” sebut Syahrial.
Dan sebagai pertimbangan ditetapkannya status siaga darurat, karena berdasarkan data BMKG Pekanbaru, perkiraan cuaca pada bulan Februari 2021 akan terjadi kemarau panjang di Kabupaten Bengkalis.
“Kemudian, pada 6 – 8 Februari lalu, telah terdeteksi muncul titik api/panas di Kecamatan Rupat dan Talang Muandau, serta, telah terjadi Karlahut Kecamatan Bengkalis, Bantan dan Rupat,”ungkap Syahrial pada isi surat keputusan bupati tersebut.
Silahkan klik di sini untuk mengetahui Keputusan Bupati Bengkalis Nomor: 115/KPTS/II/2021 tentang penetapan status siaga darurat bencana Karhutla tersebut.(jlr/disk).
KUDAP, Tribunriau- Belasan Warga Gang Sekoyan RT 15 RW 04 Dusun 04 Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Meranti mengeluh terkait lemahnya arus listrik serta sering kali mati hidup.
Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan pada alat elektronik seperti televisi milik belasan warga.
Pantauan awak media ini di lapangan, Kamis (14/2) salah seorang warga yang akrab disapa Man menuturkan bahwa dari tahun 2019 hingga 2020, bahkan hingga saat ini kondisi tersebut belum ada solusi dari pihak terkait.
“Sampai saat ini sudah dua unit televisi yang terbakar, sejak tahun 2019 sampai 2020, bahkan saat ini belum ada perbaikan dari pihak PLN, mohonlah PLN dapat secepatnya memperbaiki kondisi ini,” ujar Man berharap agar pihak PLN cepat merespon.
Alat elektronik milik salah seorang warga yang rusak akibat kondisi spaning listrik rendah.
Demikian juga warga lainnya, Aden yang sangat kecewa dengan kondisi listrik tersebut.
“Mohonlah kepada PLN supaya bisa menambah travo agar kami bisa memakai kulkas dan supaya terang, tidak hidup mati lagi,” pinta Aden.
Beberapa warga lainnya yang ditemui awak media ini juga mengeluhkan hal yang sama serta berharap ada solusi cepat untuk mengatasi hal tersebut.
Sementara itu, Ketua RT setempat, Edi menuturkan pada media ini bahwa dirinya sudah berulang kali menyampaikan ke Kades Kudap dan biro yang ada di kecamatan supaya secepatnya ada penggantian kabel serta penambahan travo agar tidak ada lagi yang terbakar atau konslet dikarenakan arus listrik yang lemah.
Bahkan, alat elektroniknyapun pernah terbakar karena kondisi listrik yang miris tersebut. “Televisi saya juga pernah terbakar,” ungkap Edi.
Pada hari yang sama, Kades Kudap, Sutrisni, SE, MM ketika ditemui di ruangan kerjanya mengatakan pihaknya sudah pernah menyampaikan keluhan warga tersebut kepada pihak PLN.
“Masalah ini sudah pernah kami sampaikan kepada PLN Bandul dan Belitung, tindak lanjutnya tinggal menunggu keputusan dari PLN Selat Panjang, karena kabel yang di ujung itu sangat kecil dan arus yang masuk tidak kuat, kebutuhan masyarakat dengan listrik belum maksimal, mudah-mudahan secepatnya ditanggapi walaupun sudah beberapa tahun ini belum ada tanggapan, mudah-mudahan dengan melalui media ini akan cepat direspon,” harapnya.
Terkait alat elektronik warga yang rusak, Sutrisno mengatakan bahwa ia sedang berusaha berbuat yang terbaik untuk mencari solusi terkait masalah listrik tersebut.
“Kita menunggu respon dari pemerintah juga, mudah-mudahan direalisasikan dengan cepat, termasuk infrastruktur di Kereban,” tukasnya.
Selain soal listrik, masalah jalan rusak juga ditanggapi oleh Sutrisno, dikatakannya, pihaknya sudah pernah mengajukan anggaran, namun karena kondisi covid-19, anggaran tersebut terpotong.
“Jalan ini sebenarnya jalan pada zaman Bengkalis dulu, sudah sangat lama dan rusak, kita sudah mengalokasikan, tapi karena covid, anggarannya terpotong,” tukas Kades Kudap ini.
Dari pihak PLN Meranti, Ferizal Syukri ketika dikonfirmasi terkait masalah spaning listrik yang rendah tersebut mengatakan bahwa kondisi tersebut dikarenakan line yang terlalu panjang, dari Belitung hingga Tanjung Padang.
“Pecah jaringan namanya, pengulangnya pider mengkilau, panjang jaringannya mulai dari Belitung sampai ke Tanjung Padang satu line,” ujarnya.
“Kondisinya karena dia linenya terlalu panjang dari Belitung ke Tanjung Padang, jadi apabila ada gangguan di Pangkal, tetap mengakibatkan di ujung, begitu juga sebaliknya,” tambahnya.
Terkait tegangan listrik, ia mengatakan sudah monitor, pihaknya juga dalam waktu dekat akan mengajukannya ke Selat Panjang.
“Kami punya rencana, karna yang sudah terpasang itu SKUnya yang dipakai dua pass, jadi dalam waktu dekat kami akan mengajukan juga ke Selat Panjang untuk kebutuhan material karena kami di bawah Selat Panjang, jadi dalam waktu dekat akan kami ganti untuk menaikkan tegangannya di ujung, karena di ujung masih ada masyarakat yang mau masuk listrik,” pungkasnya.