Semesta Riau Puluhan Rumah di Tasik Putri Puyu Butuh Perhatian Pemerintah

Puluhan Rumah di Tasik Putri Puyu Butuh Perhatian Pemerintah

BERBAGI

KUDAP, Tribunriau- Puluhan rumah di Desa Kudap kecamatan Tasik Putri Puyu, kabupaten Meranti butuh perhatian pemerintah.

Pasalnya, puluhan rumah yang berlokasi di RT 04 RW 01 Dusun 01 baru jalan Sekoyan, Dusun 01 dan RT 15, RW 04 dalam kondisi tidak layak huni, pantauan awak media, Minggu (14/2), beberapa lokasi seperti di Desa Subrantas juga terdapat rumah tidak layak huni.

Ketika awak media menyapa salah seorang pemilik rumah, Iyah (60) mengatakan kondisi rumahnya sudah sangat miris, bocor dan dinding terbuat dari daun rumbia, ditambah dengan statusnya sebagai janda.

“Mohonlah bantuan kepada kepala desa agar rumah kami dapat bantuan,” pintanya.

Hal yang sama juga disampaikan Mik (60), dengan status janda, sudah 12 tahun rumahnya jika hujan datang basah karena bocor. “Saya minta kepada kepala desa dan pemerintah agar rumah kami dapat bantuan, kerja sehari-hari cuma membuat atap rumbia, itu pun tidak cukup untuk makan sehari-hari, apalagi untuk membangun rumah, mana ada dana,” ujar Mik berharap rumahnya tahun ini mendapat bantuan dari pemerintah.

Hal serupa juga disampaikan Adiong yang meminta kepada pemerintah agar tahun ini mendapat bantuan rumah layak huni.

Sementara itu, Kepala Desa Kudap, Sutrisno, SE, MM ketika dimintai tanggapan terkait hal tersebut mengatakan bahwa beberapa rumah tersebut sudah pernah diajukan untuk mendapatkan bantuan, namun sampai saat ini kurang dapat perhatian.

“Namun sampai saat ini nampaknya kurang diperhatikan, jadi untuk kedepannya, kepada pemerintah khususnya provinsi bisa lebih memperhatikan masalah ini, karena di Kudap ini ada rumah yang tidak layak huni sekitar 50 unit, dan ini pernah kita ajukan pada tahun 2016 namun belum terealisasi, mudah-mudahan melaui Tribunriau ini pemerintah bisa dengar dan memperhatikan masalah ini, khususnya Desa kudap ini,” ujar Kades.

Dilanjutkan Kades, terlebih di masa Pandemi ini, tentunya ekonomi masyarakat semakin menurun.

“Jadi saya berharap saat ini melalui Tribunriau, mungkin sebagai mediator ke pemerintah bisa menyampaikan aspirasi kami, bisa melalui anggota dewan provinsi agar bisa untuk membantu dan memperhatikan permasalahan kami di Desa Kudap,” ungkapnya.

Dinas Perkim Kabupaten Meranti hingga berita ini diterbitkan belum berhasil dihubungi.

Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Zulkarnain