Beranda blog Halaman 998

Belasan Organisasi Masyarakat dan Kepemudaan di Riau Deklarasi Anti Money Politic

Pelalawan – Hari Pemungutan dan Penghitungan suara Pemilihan Kepala daerah Tahun 2020 tinggal 18 (delapan belas) hari lagi. Suhu politik terasa semakin memanas, angka Pelanggaran semakin meningkat dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Ini menjadi dasar munculnya semangat bersama 19 Organisasi Masyarakat dalam mendeklarasikan gerakan anti money politic. Deklarasi dibacakan dan ditandatangani di depan Ketua Bawaslu Riau, Wakapolda dan Forkompimda. Deklarasi ini menandai meningkatnya Partisipasi masyarakat terhadap Pengawasan Pilkada di Riau.

Deklarasi Masyarakat Peduli Pemilu Anti Money Politic Provinsi Riau dilaksanakan di Balai Seminai Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan berharap dengan deklarasi ini Partisipasi masyarakat meningkat dengan bersama-sama menolak Money Politic dan bersama sama ikut mengawal proses Pilkada serentak di Riau.

Usai Deklarasi seluruh organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan bersama-sama menandatangani pernyataan yang berisikan Tolak dan Lawan Money Politic, ikut mengawal Pilkada 9 Kabuoaten/ Kota di Provinsi Riau, tidak membenarkan Money Politik sebagai sarana meraih simpati Pemilih, mengajak pemilih untuk menentukan Pilihannya secara cerdas, mendukung kegiatan Pengawasan dan penanganan pelanggaran serta menolak segala bentuk intimidasi, kekerasan atau aktifitas dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu proses Pemilihan Kepala Daerah.

Organisasi Masyarakat dan Organisasi Kepemudaan yang melaksanakan Deklarasi yaitu Lembaga Adat Melayu Riau, Pemuda Muhammadiyah Riau, GP Ansor Riau, BADKO HMI Riau, KNPI Riau, Pemuda Pancasila, Koordinator Wilayah 13 GMKI, IMM Riau, Pagar Nusa Riau, PSHT Riau, Koordinator BEM se-Riau, PKC PMII Riau Kepri, KAMMI Riau, PWI Riau, FKDM Riau, BMRB Riau, FPK Riau, GMNI Riau dan PMKRI.

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan menyampaikan harapan bahwa “Deklarasi ini bukan hanya seremonial, namun kita semua yang telah mendeklarasikan anti money politic ini benar-benar bisa menolak money politic dan mengajak masyarakat untuk ikut menolak politik uang ini agar Pilkada yang bermarwah dapat terwujud di Provinsi Riau,” harapnya.

Ketua Banser Riau, Purwaji juga menyampaikan “jangan sampai organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan yang mendeklarasikan anti money politic ini sampai melanggar dan diproses oleh penegak hukum karena melanggar aturan dalam Pemilihan Kepala daerah,” tegasnya.

Di hadapan Forkompinda Provinsi Riau dan 19 organisasi Masyarakat serta Organisasi Kepemudaan Riau, Rusidi menyampaikan dengan Deklarasi Masyarakat Peduli Pemilu anti Money Politic ini memunculkan harapan baru yaitu Zero Money Politic di Provinsi Riau khususnya.

“Saya yakin dengan semangat bersama untuk menolak Money Politic oleh seluruh masyarakat, cita-cita kita untuk mewujudkan Pemilu yang berkulitas dan berintegritas dengan harapan baru Zero Money Politic,” tuturnya.

Rusidi menyadari jika pihaknya memiliki personil pengawas yang terbatas dalam melakukan pengawasan secara menyeluruh. Oleh sebab itu perlu dukungan dari masyarakat yang peduli terhadap Pemilu.

Ini merupakan amanat UU 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah yaitu pada pasal 131 ayat (1) dan (2) yang menjadi dasar diselenggrakannya kegiatan ini.

Dimana dalam Pasal 131 ayat 1 berbunyi, “untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Pemilu atau Pemilihan dapat melibatkan partisipatif masyarakat.”

Adapun bentuk pengawasan partisipatif masyarakat yang dimaksud sebagimana yang dijelaskan Pasal 131 ayat 2 yakni Pengawasan di setiap tahapan, Pendidikan politik bagi pemilih, Survey atau jajak pendapat, Penghitungan cepat Pemilu atau pemilihan boleh dilakukan oleh masyarakat.

“Deklarasi anti Money Politic merupakan sebuah amanat dari UU 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, yakni pada Pasal 131 ayat 1 dan 2 terkait dengan Pengawasan Partisipatif Masyarakat,” tutur Rusidi.

Selanjutnya Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Riau Brigjend Tabana Bangun menegaskan “jika ada pelanggaran pada Pemilihan Kepala Daerah mari sama-sama kita lawan, kita semua yang menandatangani Deklarasi ini khususnya dan semua masyarakat umumnya wajib melawan Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi,” ujarnya.

Selanjutnya, sambutan Gubernur Riau yang diwakili oleh asisten I Jenri Salmon Ginting berharap dalam Pilkada serentak Tahun 2020 khususnya di Riau bisa lebih berkualitas dari Pemilihan-Pemilihan sebelumnya.

“jika ada laporan Pelanggaran diharapkan dapat ditindak tegas baik oleh Pengawas Pemilu dan juga oleh Penegak Hukum” tegas Jenri saat membacakan sambutan Gubernur Riau.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama tepat pukul 12.00 WIB sesaat sebelum azan zuhur berkumandang. (rilis)

KPU Bengkalis Adakan Simulasi Pemungutan Suara

Bengkalis, Tribunriau – Menjelang waktu pencoblosan surat suara pilkada pada 9 Desember nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis, adakan simulasi pemungutan dan perhitungan suara serta rekapitulasi hasil perhitungan suara di TPS, dengan mengutamakan penerapan protokol kesehatan, di lapangan Tugu Bengkalis, Sabtu (21/11/20).

Simulasi kali ini, lebih memperhatikan protokol kesehatan masyarakat, seperti memakai masker, cuci tangan, cek suhu, pakai sarung tangan plastik dan juga jaga jarak, selama pelaksanaan pemungutan suara petugas maupun masyarakat wajib patuhi protokol kesehatan.

Ketua KPU Kabupaten Bengkalis Fadillah Al Mausuly mengatakan, tujuan simulasi yang digelar hari ini, untuk memberikan pelatihan atau pendidikan kepada penyelenggara, teknis bagaimana cara pemungutan dan perhitungan suara serta rekapitulasi hasil perhitungan suara di TPS, dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Pelatihan ini juga akan berlanjut ditingkat PPK, ke PPS dan dilanjutkan KPPS, kita berharap dengan adanya simulasi seperti ini, pelaksanaan pilkada di Kabupaten Bengkalis berjalan sesuai dengan harapan kita bersama. Tentunya segala kegiatan pelaksanaan pilkada tahun ini, harus mengutamakan protokol kesehatan, terutama kami ingatkan kepada semua petugas pilkada wajib patuhi protokol kesehatan,” imbaunya.

Sementara itu Penjabat Bupati Bengkalis diwakili Kepala Kesbangpol Kabupaten Bengkalis H Hermanto Baran mengatakan, pesan dari Pj Bupati Bengkalis untuk pelaksanaan pilkada tahun ini harus tetap memperhatikan protokol kesehatan, wajib mematuhi protokol kesehatan.

“Kita tidak ingin pelaksanaan pilkada tahun kali ini, menjadi klaster penambahan kasus Covid-19, pastinya Pemerintah Kabupaten Bengkalis sangat menyambut baik serta mendukung atas terlaksananya pilksana di Kabupaten Bengkalis,” ujarnya.

Kemudian Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, SIK, MT mengatakan, pihaknya siap untuk menurunkan anggota untuk pilkada di Kabupaten Bengkalis.

“Kami sudah siapkan anggota untuk pengamanan pelaksanaan pilkada di Kabupaten Bengkalis, kami juga terus mengingatkan kepada anggota Polri agar terus disiplin dengan protokol kesehatan,” tegas Kapolres (jlr/disk).

Suku Batak Jl.Tegar Beralih Dukungan Ke Kasmarni

Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Waktu pencoblosan sudah diambang pintu, masyarakat di Kabupaten Bengkalis mulai memilih siapa calon yang benar-benar layak memimpin negeri junjungan ini.Ketika warga melihat calon bupati yang lebih simpatik dari calon bupati sebelumnya, mereka spontan alihkan dukungan. Seperti yang terjadi saat kampanye dialogis, calon bupati Bengkalis nomor urut 3 Kasmarni S.Sos MMP di Jalan Tegar, Kelurahan Pematang Pudu, Jumat (20/11/20).

Ada beberapa tokoh suku Batak disitu menyatakan alih dukungan karena tertarik figur calon bupati Kasmarni yang dinilai merakyat, nasionalisme dan tidak membedakan suku dan agama,“Kami dukung ibu Kasmarni, kami siap memenangkan KBS. Kasmarni Bupati, KBS menang, menang, menang, horas, horas, horas,’ ujar B Sihaloho.

Selain B.Sihaloho, sejumlah tokoh Batak di Tegar juga siap memenangkan Kasmarni jadi Bupati yaitu, P Manurung, O Manik dan Sitorus yang ikut hadir menyatakan sikap didepan Kasmarni yang berkampanye dialogis hari itu.

“Ini yang namanya demokrasi. Kemarin kami sempat mengulosi salah seorang calon bupati. Tapi hari ini kami dukung Ibu Kasmarni. KBS kami sebut 3 kali, Horas pun kami sebut 3 kali, Itu tanda dukungan kami ke ibu Kasmarni,” ungkap Haloho.

“Ibu Kasmarni orangnya lembut dan murah senyum. Kami yakin beliau bisa mengayomi masyarakat yang dipimpinnya,” sebut Haloho.

Kemudian, Kasmarni S.Sos MMP kembali memperkenalkan diri agar masyarakat mengenal sosoknya dan tak salah pilih dalam pencoblosan 9 Desember nanti. “Tak kenal maka tak sayang. Tak sayang, maka tak cinta. Saya Kasmarni S.Sos, MMP, putri melayu yang memberanikan diri maju sebagai calon bupati. Mudah-mudahan bapak/ibu membulatkan hati mendukung saya dan tak berubah lagi ke lain hati,” harap Kasmarni.

Disebutkannya, dia tak perlu mengaku ngaku dari suku Jawa, Batak, Minang dan lainnya hanya karena ingin mau mendapatkan dukungan warga. Baginya cukup menyatakam jati diri sebenarnya karena semua suku merupakan keluarga dan sahabatnya.

“Tak perlu mengaku suku ini dan itu hanya untuk dapat dukungan. Cukup jadi diri sendiri saja. Bagi saya, semua suku adalah keluarga dan sahabat. Terkhusus untuk suku Batak, tak terhitung ulos yang ada lemari saya. Itu tanda cinta yang diberikan ketika saya menghadiri pesta dan acara keluarga, inshaallah dan doakan saya tetap seperti itu jika diberi amanah menjadi bupati nanti,” ungkap Kasmarni.

Hadir di acara kampanye itu, Koordinator pemenangan Kecamatan Mandau, Ustad Darmizal, 3 ustad kondang kota Duri, Salman Mirza, Syamsir Khan Lubis, dan Abdul Kholid, tokoh masyarakat, tim relawan KBS, personil polisi, panwaslu Mandau dan segenap hadirin (jlr).

GMMA Asahan Bersama Keluarga Almarhum Buya Taufan Gama Simatupang Bagi Ratusan Nasi Kotak

Sekjen GMMA Kab.Asahan, Aris Ardi Sitorus akan membagi kepada masyarakat nasi kotak sedekah dari keluarga alm, H.Taufan Gama Simatupang.
Sekjen GMMA Kab.Asahan, Aris Ardi Sitorus akan membagi kepada masyarakat nasi kotak sedekah dari keluarga alm, H.Taufan Gama Simatupang.

ASAHAN, Tribunriau. Gerakan Muda-Mudi Adz-Dziniyah (GMMA), Kabupaten Asahan bersama keluarga Almarhum Drs. H.Taufan Gama Simatupang, MAP membagikan ratusan nasi kotak di seputaran Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumut, Jum’at (21/11/2020).

Sekretaris Jendral GMMA Kabupaten Asahan, Aris Ardi Sinaga saat bagikan makanan mengatakan, bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mendoakan Buya Taufan Gama Simatupang supaya mendapatkan tempat yang terbaik diSisinya, Di mudahkan jalan nya menuju Surganya Allah.

“Ini untuk mendoakan buya H. Taufan Gama Simatupang semoga ditempatkan di jannatul firdaus mu Ya Allah. Dan semoga Apa yang kami Perbuat Hari ini, menjadi Pahala, dan Pahala nya untuk Orang Tua kami, yang sudaah Tiada”, kata Aris Ardi Sinaga selaku Sekjen GMMA Kab.Asahan.

Adapun kegiatan pembagian makan berbentuk nasi kotak dibagikan setelah usai Sholat Jum’at siang, bersama Imam Akbar Abdulmanan Simatupang dan ke empat Kakaknya (Anak Almarhum Buya H. Taufan Gama Simatupang).

Pembagian nasi kotak khususnya buat tukang becak dan buruh harian dan masyarakat yang kurang mampu yang ada di lokasi halaman Mesjid Agung Kisaran, depan Kantor Bupati Asahan, Alun alun dan Taman Kota, Pondok Sei Dadap, Hesa Air Genting, Simpang empat, Teluk Dalam, PTPN Padasa, Sijabut Teratai, Sei Alim Hasak, Sentang Palang, dan berakhir dijalan Imam Bonjol. (tec)

GMMA Pulau Rakyat Gelar Maulid di Desa Persatuan

ASAHAN, Tribunriau. Gerakan Muda Mudi Adz-Dziniyah (GMMA)
binaan Ummi Hj. Winda Fitrika TGS tergabung dalam Remaja Mesjid Jami’ At – Taqwa melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 1442 H, di Desa Persatuan, Kecamatan Pulo Rakyat, Kabupaten Asahan, Sumut. kemarin.

Dalam ceramah peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yaitu, Ustadz Ten Nopember Sitorus, S.Ag menyampaikan, bahwa ummat Islam agar meneladani Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) dan mencintainya sepenuh hati. Sebagai tauladan ummat, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok manusia yang luar biasa yang kemuliaannya tidak dimiliki oleh makhluk apapun di dunia.

Adapun peringatan Maulid Nabi SAW sesungguhnya bukan bid’ah yang dihukumi ahli neraka. Bagaimana mungkin orang bersalawat kepada Nabinya masuk api neraka.

Justru peringatan Maulid Nabi, hukumnya hampir menjadi wajib di zaman sekarang dimana banyak orang tidak mengenal Nabinya. Apalagi umat Islam di zaman sekarang banyak yang kehilangan makna dan hakikat hidupnya.

“Ketahuilah bahwa yang pertama kali diciptakan oleh Allah bukan dunia dan seisinya, melainkan Nur-nya Nabi Muhammad SAW. Artinya, sebelum ada dunia, Nur Rasulullah SAW atau cahayanya Rasulullah itu sudah ada. Dan kita semua berkumpul di sini bersalawat itu karena Allah”, ujar Ustadz Tan Nopember Sitorus, S.Ag.

Kemudian, Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah rahmat terbesar yang diberikan Allah untuk alam semesta. Sangkin mulianya, keringat Beliau pernah disimpan dalam botol dan dijadikan minyak wangi. Ketika berjalan, Beliau juga dinaungi awan.

“Inilah hakikat Maulid Nabi yang kita gelar. Kita bercerita tentang kemuliaan Beliau agar kita bisa meneladaninya”, ujar Ustadz Tan Nopember Sitorus, S.Ag.

Di akhir ceramahnya, beliau mengatakan bahwa negara tidak akan eksis tanpa keberadaan media. Peran media sangat membantu kemajuan bangsa. Beliau berpesan kepada pekerja media agar memberikan pemberitaan yang benar dan berusaha mencerdaskan umat.

beliau juga mengajak jamaah agar menghidupkan sunnah-sunnah Nabi. Salah satu amalan yang disampaikannya adalah mendawamkan tidur dalam keadaan berwudhu dan berdoa agar bisa mimpi Rasulullah SAW.

Sementara itu, Sekretaris GMMA Kab.Asahan, Aris Ardi Sinaga,Jum’at (21/11/2020) mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tingkat keimanan, supaya agar lebih dekat dengan sang pencipta. Dan peringatan Maulid Nabi ini merupakan yang pertama kali digelar. Kegiatan semacam ini diharapkan bisa digelar secara rutin mengingat manfaat dan barokahnya yang luar biasa.

“Pegangan kita ialah Allah dan Rasul-Nya, semoga kita semua tetap menjadi pengikut Rasulullah SAW hingga hari kiamat,” ungkap Aris.

Kegiatan peringatan maulid Nabi Nabi Muhammad SAW, dihadiri, pemerintah kecamatan, Ketua Imtaq, Ketua BKM, tokoh agama, TNI, Polri dan masyarakat setempat.(tec)

Semakin Membludak Dukungan Kaum Wanita Pada KBS

Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Sepertinya tak terbendung lagi dukungan dari kaum wanita yang rata-rata ibu-ibu, kepada paslon nomor urut 3 KBS (Kasmarni & Bagus Santoso), semakin hari semakin bertambah banyak dan membludak, hingga hari ini ada 4 titik acara kampanye dialogis KBS seperti di Jl.Aman Gg.Seroja, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Jumat (20/11/20) siang.

Tampak kaum ibu-ibu/wanita duduk ditenda utama yang berjumlah 50 kursi, sesuai aturan KPU karena dalam suasana pencegahan penularan Covid-19.Dibelakang juga ada kaum wanita yang duduk dan berdiri termasuk kaum pria/bapak-bapak diperkirakan mencapai ratusan orang, dengan antusiasnya ingin berjumpa langsung dengan Kasmarni, S.Sos, MMP  calon bupati idolanya.

Sesekali mereka dipandu jurkam KBS  teriakkan, Kasmarni ..bupati, KBS menang, menang, menang, coblos nomor..3.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan, bahwa mereka sudah solid mendukung dan memenangkan paslon KBS nomor urut 3 pada pemilihan 9 Desember mendatang.

Dikampung Sukaramai, Kelurahan Babusalam, kampanye dimulai pukul 15.00 Wib itu, juga dipenuhi kaum ibu, sedikit kaum bapak dan pemuda.

Selaku tokoh pemuda Derianto mengucapkan selamat datang kepada Kasmarni beserta rombongan dan mengungkapkan,” tempat kami ini bu adalah tempat banjir yang dipenuhi kiriman air dari Jl.Hangtuah dan Jl.Sudirman, kalau ibu datang kemarin pas banjir pasti ibu lihat sendiri, kami mohon ibu kirim tim khusus kesini bu untuk bisa mencari solusinya,  banyak pemuda/i yang menganggur disini bu, dan tolong dibangun sekolah di Kelurahan Babusalam ini bu, karena belum ada sekolah dibangun di kelurahan ini bu,” paparnya.

Selanjutnya kampanye di Jl.Imambonjol yang dimukai pukul 16.15 Wib itu, salah seorang tokoh pemuda Ridho mengungkapkan kenapa memilih KBS, alasan pertama adalah, karena duet maut birokrat dan politikus, kedua, karena sepak terjang Kasmarni selama di birokrasi, ketiga, karena Kasmarni sederhana dan bersahaja.

“Keunggulan ibu bukan karena istri seorang bupati, tetapi karena prestasi ibu di birokrasi.Jadilah pemimpin yang membela kaum fakir miskin dan amanah, semoga ibu jadi bupati,” tutupnya.

Kasmarnipun mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat yang hadir pada saat itu, dan mengungkapkan bahwa dia satu-satunya wanita yang berani mencalonkan diri, dan satu-satunya wanita calon pemimpin pemerintahan di Riau ini.

“Sudah 2 bulan ini saya kampanye hampir semua di wilayah Kabupaten Bengkalis ini, yang menonjol hadir di tempat adalah kaum wanita.Ini menandakan bupatinya nanti seorang wanita.Apalagi tahun ini tahun bunga, yang identik dengan seoranģ wanita, untuk itu bapak/ibu sekalian pada tanggal 9 Desembet nanti coblos nomor 3 yang berbaju bunga,” ujarnya.

“Mengenai banjir di kamping Sukaramai, undang saya waktu banjir, jangan fotonya saja yang diberikan kepada saya,” candanya dengan seloroh.

“Kalau saya jadi bupati, akan saya cari solusinya,” sambungnya lagi.

Lalu, mengungkapkan serta menjelaskan 8 poin program KBS kedepannya untuk mencapai Visi terwujudnya Kabupaten Bengkalis yang bermarwah, maju dan sejahtera.Misi mewujudkan pengelolaan potensi keuangan daerah, sumber daya manusia yang efektif dalam memajukan perekonomian, mewujudkan reformasi birokrasi serta penguatan nilai-nilai agama dan budaya Melayu menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan masyarakat yang berkarakter, dan mewujudkan penyediaan infrastruktur yang berkwalitas dan mengembangkan potensi wilayah perbatasan untuk kesejahteraan.

Kemudian, diteruskannya, 8 program unggulan KBS yaitu, memberikan bantuan dana untuk pembangunan 1 milyar tiap desa, kelurahan dan kecamatan, pelayanan sistim kependudukan berbasis molduk yaitu, mobil pelayanan petugas dinas dukcapil untuk mendatangi masyarakat ke kantor desa dan kelurahan untuk pengurusan KTP, KK, Akte dll.

Dan dipadukan ke Kartu, KBS Pintar yaitu, memberikan beasiswa bagi anak sekolah yang berprestasi (baik anak orang miskin maupun kaya) dan bantuan peralatan sekolah bagi anak sekolah yang kurang mampu, KBS Kesehatan yaitu, suatu program berobat gratis ke Puskesmas dan Rumah Sakit, khusus di Desa yang jauh dari kota, pelayanan Puskesmas akan ditingkatkan menjadi pelayanan rawat inap seperti Rumah Sakit.  KBS Tanggap Sosial yaitu, suatu program sosial data yang akurat untuk mendata masyarakat yang berhak menerima BLT, dan program bantuan pasar murah 3 bulan sekali, KBS Tenaga Kerja yaitu, berusaha untuk menempatkan tenaga kerja lokal minimal 70 % ke perusahaan, dan membuka kembali balai latihan kerja (BLK) bagi putra/i yang menganggur agar bisa mandiri dan berpeluang membuka usaha baru, KBS Program Pemberdayaan Wanita yaitu, membina kelompok usaha ibu rumah tangga,  dan dibantu modalnya, tujuannya untuk membantu perekonomian keluarga.

“Agar hal itu terwujud, saya mohon keiklasan bapak/ibu semua untuk mencoblos nomor 3 di pilkada nanti.Tetapi, jangan sampai kita bermusuhan sesama tetangga, karena beda pilihan ataupun pandangan, karena hal itu biasa dalam berdemokrasi.Kalau orang tidak mau pilih dengan pilihan kita biarkan saja jangan dipaksa.Apalagi tanggal 9 Desember sudah dekat, semakin banyak hujatan dan menjelek-jelekkan saya, kalaupun ada orang yang menjelek-jelekkan kita, diamkan saja.Kalau saya ada bermasalah dengan hukum, saya tidak mungkin bisa hadir disini, yang penting pada waktunya nanti kita dapatkan yang terbaik,” tutup Kasmarni dengan yel-yel Kasmarni…bupati, KBS…menang, menang, menang, coblos nomor…3.

Sebelumnya pada pagi hari kampanye KBS juga telah terlaksana dengan baik di Tegar, Kelurahan Pematang Pudu, para konstestan dari suku Batak sebelumnya mendukung paslon lain, kini mendukung dan memenangkan KBS.

Acara kampanye dialogis itu dihadiri oleh jurkam KBS, Ustadz Salman Mirza, Ustadz M. Sobri, Ustadz Abdul Qodri, Ustadz Darmizal, Pengusaha sukses Saido, Manuasi Nainggolan beserta anggota FBI (Forum Batak Intelektual), Sabarman Damanik, Fransisca Sinambela, para tim relawan KBS (Pandawa, Serasi, Kasih, dll), unsur polisi, panwaslu Mandau dan tokoh masyarakat.(jlr).    

Masyarakat Suku Minang D.Barat Siap Menangkan KBS

Bengkalis (Mandau) – Keuletan dan kesabaran yang dilakukan oleh sosok Kasmarni dalam menjalani pertemuan-pertemuan mulai acara deklarasi tim relawan KBS hingga kini masa kampanye dialogis, sepertinya banyak mendapat simpatik dari berbagai tokoh agama, politik, adat/suku, pemuda dan wanita.Kali ini datang dari suku Minang Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis (19/11/20).

Acara kampanye yang dibanjiri kaum perempuan itu dilakukan di Jl.Obor III Gg.Aljihad RT 03 RW 06, Jl.Obor III, RT 02 RW 12, Jl.Akasia RT 02 RW 10, Jl.Bandes RT 03 RW 04, Jl.Kamboja RT 03 RW 04.Para kaum perempuan yang banyak dari ibu-ibu itu, menyatakan sikap mendukung dan memenangkan KBS pada pemilihan 9 Desember nanti.

Apalagi setelah ditanyakan oleh jurkam Ustadz Syamsir Khan dan Ustadz Salman Mirza kepada kaum ibu-ibu itu, rata-rata menjawab kalau Kabupaten Bengkalis 5 tahun kedepan diharapkan dipimpin seorang perempuan yaitu, Kasmarni.

“Apa alasannya kenapa ibu pilih Kasmarni,” tanya jurkam.”Karena dia seorang perempuan,” ucap ibu-ibu.”Apalagi,” tanya jurkam,”karena dia memiliki hati seorang ibu, baik dan sabar,” jawab ibu-ibu.

Tokoh masyarakat Jl.Bandes Junaidi mengungkapkan, bahwa masyarakat Jl.Bandes sudah solid mendukung dan memenangkan paslon KBS. “Ini nampaknya kaum ibu yang banyak datang bu Kas (panggilan akrab nama Kasmarni) , karena kaum bapak sedang bekerja, mohon dimaklumi, tetapi suara mereka akan tetap pada bu Kas,” ucapnya.

Kemudian tokoh masyarakat Jl.Obor III Ustadz Zulkifli Nain mengatakan dengan singkat,” mana yang baik itu yang kita pilih,” ujarnya.

Kasmarnipun mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat suku Minang yang hadir pada saat itu, dan mengungkapkan bahwa dia satu-satunya wanita yang berani mencalonkan diri, dan satu-satunya wanita calon pemimpin pemerintahan di Riau ini.

Lalu, mengungkapkan serta menjelaskan 8 poin program KBS kedepannya untuk mencapai Visi terwujudnya Kabupaten Bengkalis yang bermarwah, maju dan sejahtera.Misi mewujudkan pengelolaan potensi keuangan daerah, sumber daya manusia yang efektif dalam memajukan perekonomian, mewujudkan reformasi birokrasi serta penguatan nilai-nilai agama dan budaya Melayu menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan masyarakat yang berkarakter, dan mewujudkan penyediaan infrastruktur yang berkwalitas dan mengembangkan potensi wilayah perbatasan untuk kesejahteraan.

Kemudian, diteruskannya, 8 program unggulan KBS yaitu, memberikan bantuan dana untuk pembangunan 1 milyar tiap desa, kelurahan dan kecamatan, pelayanan sistim kependudukan berbasis molduk yaitu, mobil pelayanan petugas dinas dukcapil untuk mendatangi masyarakat ke kantor desa dan kelurahan untuk pengurusan KTP, KK, Akte dll.

Dan dipadukan ke Kartu, KBS Pintar yaitu, memberikan beasiswa bagi anak sekolah yang berprestasi (baik anak orang miskin maupun kaya) dan bantuan peralatan sekolah bagi anak sekolah yang kurang mampu, KBS Kesehatan yaitu, suatu program berobat gratis ke Puskesmas dan Rumah Sakit, khusus di Desa yang jauh dari kota, pelayanan Puskesmas akan ditingkatkan menjadi pelayanan rawat inap seperti Rumah Sakit.  KBS Tanggap Sosial yaitu, suatu program sosial data yang akurat untuk mendata masyarakat yang berhak menerima BLT, dan program bantuan pasar murah 3 bulan sekali, KBS Tenaga Kerja yaitu, berusaha untuk menempatkan tenaga kerja lokal minimal 70 % ke perusahaan, dan membuka kembali balai latihan kerja (BLK) bagi putra/i yang menganggur agar bisa mandiri dan berpeluang membuka usaha baru, KBS Program Pemberdayaan Wanita yaitu, membina kelompok usaha ibu rumah tangga,  dan dibantu modalnya, tujuannya untuk membantu perekonomian keluarga.

“Agar hal itu terwujud, saya mohon keiklasan bapak/ibu semua untuk mencoblos nomor 3 di pilkada nanti.Tetapi, jangan sampai kita bermusuhan sesama tetangga, karena beda pilihan ataupun pandangan, karena hal itu biasa dalam berdemokrasi.Kalau orang tidak mau pilih dengan pilihan kita biarkan saja jangan dipaksa, kalaupun ada orang yang menjelek-jelekkan kita diamkan saja, yang penting pada waktunya nanti kita dapatkan yang terbaik,” tutup Kasmarni dengan yel-yel Kasmarni…bupati, KBS…menang, menang, menang, coblos nomor…3.

Kampanye juga dilakukan di Jl. Jeruk Manis Sebanga, Kelurahan Talang Mandi pada pukul 09.00-10.00 Wib, dan Jl.KH.Ahmad Dahlan, Kelurahan Balik Alam, dimulai pada pukul 20.00 Wib hingga 21.30 Wib, yang juga didatangi kebanyakan kaum ibu-ibu.

Acara kampanye dialogis itu dihadiri oleh jurkam KBS Ustadz Syamsir Khan, Ustadz Salman Mirza, Ustadz M. Sobri, Ustadz Abdul Qodri, para tim relawan KBS, unsur polisi, panwaslu Mandau dan tokoh masyarakat.(jlr).  

Masyarakat Suku Jawa Desa Pamesi Janji Coblos No.3

Bengkalis (B.Solapan), Tribunriau – Kampanye dialogis Paslon nomor 3 KBS (Kasmarni & Bagus Santoso) yang selalu dibanjiri kaum wanita, hari ini berlanjut ke wilayah yang jauh dan melintasi perkebunan kelapa sawit milik PT.Murini, masyarakatnya didominasi oleh suku Jawa dan tampak yang hadir kebanyakan kaum wanita, di Dusun Muda Desa Pamesi, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Rabu (18/11/20).

Acara yang dimulai pada pukul 16.00 Wib itu, dibuka dengan doa oleh Ustadz Sobri dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari panitia.

Eko Pambudi mengatakan, bahwa masyarakat yang berdomisili disitu sudah 20 tahun lamanya, mereka sepakat untuk memenangkan KBS dan mencoblos nomor 3 pada pemilihan 9 Desember nanti.Kalau calon bupati seorang wanita pasti memiliki hati seorang ibu, akan memberikan perhatian kepada anaknya

“Sesuai dengan 8 program unggulan KBS, kami harapkan ibu Kasmarni memperhatikan kami ini sebagai anak, tolong diberi solusi terhadap kondisi jalan kami ini, karena masih menumpang dengan tanah perusahaan, agar akses keluar masuk kami bisa bebas, karena yang biasanya pihak perusahaan menutup  pukul 18.00 Wib,” ungkapnya.

Kemudian diteruskan oleh jurkam KBS yaitu, Ustadz Syamsir Khan Lubis dan Ustadz Salman Mirza, yang begitu membuat suasana yang gembira dan menyenangkan masyarakat yang hadir, serta mengajak mereka untuk tidak mudah percaya kepada issu dan omongan orang yang menyesatkan atau menjelek-jelekkan paslon nomor 3. 

Kasmarni, S.Sos, MMP mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada tuan rumah beserta panitia dan masyarakat yang bersedia hadir di acara kampanye itu, yang didominasi oleh kaum wanita.

“Mengenai akses jalan keluar masuk yang merupakan tanah perusahaan, bila saya jadi bupati, akan saya upayakan membicarakannya kepada pihak manajemen perusahaan, atau akan diambil solusinya supaya tidak ditutup pada pukul 18.00 Wib, sambil menunggu kita bangun jalan sendiri,” kata Kasmarni.

Lalu, mengungkapkan serta menjelaskan 8 poin program KBS kedepannya untuk mencapai Visi terwujudnya Kabupaten Bengkalis yang bermarwah, maju dan sejahtera.Misi mewujudkan pengelolaan potensi keuangan daerah, sumber daya manusia yang efektif dalam memajukan perekonomian, mewujudkan reformasi birokrasi serta penguatan nilai-nilai agama dan budaya Melayu menuju tata kelola pemerintahan yang baik dan masyarakat yang berkarakter, dan mewujudkan penyediaan infrastruktur yang berkwalitas dan mengembangkan potensi wilayah perbatasan untuk kesejahteraan.

Kemudian, diteruskannya, 8 program unggulan KBS yaitu, memberikan bantuan dana untuk pembangunan 1 milyar tiap desa, kelurahan dan kecamatan, pelayanan sistim kependudukan berbasis molduk yaitu, mobil pelayanan petugas dinas dukcapil untuk mendatangi masyarakat ke kantor desa dan kelurahan untuk pengurusan KTP, KK, Akte dll, Kartu KBS Pintar yaitu, memberikan beasiswa bagi anak sekolah yang berprestasi (baik anak orang miskin maupun kaya) dan bantuan peralatan sekolah bagi anak sekolah yang kurang mampu, KBS Kesehatan yaitu, suatu program berobat gratis ke Puskesmas dan Rumah Sakit, khusus di Desa Pamesi pelayanan Puskesmas akan ditingkatkan menjadi pelayanan rawat inap seperti Rumah Sakit.  

KBS Tanggap Sosial adalah suatu program sosial data yang akurat untuk mendata masyarakat yang berhak menerima BLT, dan program bantuan pasar murah 3 bulan sekali, KBS Tenaga Kerja adalah berusaha untuk menempatkan tenaga kerja lokal minimal 70 % ke perusahaan, dan membuka kembali balai latihan kerja (BLK) bagi putra/i yang menganggur agar bisa mandiri dan berpeluang membuka usaha baru, KBS Program Pemberdayaan Wanita yaitu, membina kelompok usaha ibu rumah tangga dan dibantu modalnya, tujuannya untuk membantu perekonomian keluarga.

“Agar hal itu terwujud, saya mohon keiklasan bapak/ibu semua untuk mencoblos nomor 3 di pilkada nanti.Tetapi, jangan sampai kita bermusuhan sesama tetangga, karena beda pilihan ataupun pandangan, karena hal itu biasa dalam berdemokrasi.Kalau orang tidak mau pilih dengan pilihan kita biarkan saja jangan dipaksa, kalaupun ada orang yang menjelek-jelekkan kita diamkan saja, yang penting pada waktunya nanti kita dapatkan yang terbaik,” tutup Kasmarni dengan yel-yel Kasmarni…bupati, KBS…menang, menang, menang, coblos nomor…3.

Sebelumnya telah dilakukan kampanye di Jl. Siak Desa Simpang Padang, Desa Tambusai Batang Dui, yang hadir juga didominasi kaum wanita.

Acara kampanye dialogis itu dihadiri oleh jurkam KBS Ustadz Syamsir Khan, Ustadz Salman Mirza, Ustadz Sobri, Ustad Abdul Qodri, para tim relawan KBS, unsur polisi, panwaslu Bathin Solapan dan tokoh masyarakat.(jlr).  

Sekitar 1,5 Tahun Jadi Tersangka, Wako Dumai Akhirnya Ditahan KPK

Jakarta – Setelah sekitar 1,5 tahun menyandang status tersangka, Walikota (Wako) Dumai, Zulkifli AS akhirnya ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penahanan tersebut guna kepentingan penyidikan, sebelumnya KPK pada tahun 2019 lalu sudah menetapkan Zul AS sebagai tersangka, namun tidak ditahan.

Demikian dikatakan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

“Untuk kepentingan penyidikan, KPK akan melakukan penahanan kepada tersangka ZAS selama 20 terhitung sejak 17 November sampai 6 Desember 2020 di Rutan Cabang KPK Polres Metro Jakarta Timur,” katanya.

Zulkifli ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Zulkifli juga disangkakan menerima gratifikasi.

Kasus pertama, Zulkifli diduga memberikan Rp 550 juta kepada Yaya untuk mengurus DAK pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kota Dumai. Sedangkan untuk perkara kedua, yaitu gratifikasi, Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

Zulkifli disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b Pasal 13 Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan untuk perkara kedua, Zulkifli dijerat dengan Pasal 12 B atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (detiknews/red)

Perang Bandar Narkotika di Bumi Lancang Kuning

Pekanbaru – Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau bersama Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru mengungkap perang bandar narkotika di Bumi Lancang Kuning. Perang karena perebutan wilayah ini melibatkan kelompok Medan dan sindikat narkoba Kota Dumai.

Kepala Polda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi menjelaskan, perang bermula ketika jaringan narkoba Malaysia memasok 46 kilogram sabu dan 10 butir pil ekstasi. Barang haram untuk kelompok Medan ini masuk melalui pelabuhan rakyat di Kota Dumai.

Kelompok Dumai mendapat informasi ini dan ingin ambil bagian. Mereka menghadang kelompok Medan pembawa narkoba dimaksud di daerah Bukit Kapur menggunakan senjata api.

“Seorang dari kelompok Dumai, Zul, menembak ke udara dua kali sehingga sopir meninggalkan truk pembawa 46 kilogram sabu dan 10 ribu butir ekstasi,” kata Agung, Senin petang, 16 November 2020.

Setelah truk tinggal, kelompok Dumai mengambil 20 kilogram sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi. Mereka tak sempat mengambil semua sebagai antisipasi serangan balik dari kelompok Medan.

“Yang tersisa di truk ditemukan lebih dahulu oleh anggota, itulah kasus sabu tak bertuan pada 29 September lalu,” ucap Agung.

Agung menjelaskan, pihaknya sudah menangkap kurir narkoba kelompok Medan yang tertinggal di truk itu. Begitu juga dengan seorang pengacara karena turut mengontrol perjalanan sabu dari Dumai tujuan Medan.

Agung menyebut kelompok Medan ini juga melibatkan narapidana di Lapas Pekanbaru, Adi. Nama ini selalu keluar masuk penjara karena mengendalikan peredaran narkoba dari Malaysia, Dumai, Pekanbaru dan Medan.

Hasil jarahan 20 kilogram sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi tadi, terang Agung, dibagi-bagi kelompok Dumai. Tersangka Zul sebagai pencegat dan penembak mendapatkan bagian 4 kilogram sabu.

Selanjutnya, tersangka bernama Marno yang diduga sebagai pemimpin kelompok mendapatkan 10 kilogram sabu dan 10 ribu butir pil ekstasi.

“Berikutnya tersangka Brewok, Nyoto, Putra, Belong, Ivan, Aung dan lainnya juga mendapat bagian masing-masing,” kata Agung didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Komisaris Besar Victor Siagian SIK.

Dari tersangka Zul, kepolisian juga menyita uang Rp200 juta diduga hasil jualan narkoba. Turut pula disita 3 kilogram lebih sabu diduga hasil jarahan 20 kilogram karena belum terjual.

Kapolda menerangkan, sejauh ini ada 9 anggota kelompok bandar narkoba Dumai tertangkap. Jumlah ini bisa saja bertambah nantinya karena penyidik masih mengembangkan kasus ini.

Awal Tertangkap Kelompok Dumai
Agung menjelaskan, kelompok Dumai tertangkap setelah Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru menangkap empat orang dalam mobil Toyota Innova pada 13 November 2020. Mobil itu dicurigai membawa sabu dari Dumai ke Pekanbaru.

“Dari mobil itu, petugas juga menemukan 4 pucuk senjata api,” kata Agung.

Satu persatu anggota dari kelompok tertangkap di berbagai lokasi, baik itu di Pekanbaru ataupun di Rokan Hilir, sehingga berjumlah 9 orang. Petugas juga menyita dua senjata api lagi.

Satu tersangka, tambah Agung, terpaksa ditembak petugas karena berusaha merebut senjata api sitaan. Tersangka ini juga mencoba kabur ketika penggeledahan di sebuah rumah.

“Total ada enam senpi, teridiri dari lima rakitan dan satu pabrikan. Dari semua itu ada yang dirusak dan dijadikan pisau,” kata Agung.

Dalam kasus ini, petugas juga menyita puluhan butir peluru. Senjata ini digunakan untuk perang antara bandar narkoba, termasuk mencegat 46 kilogram sabu dan 10 ribu butir ekstasi di Dumai.

“Senjata ini tak menutup kemungkinan untuk melawan polisi,” ucap Agung. (liputan6)

Terbaru

Populer