Bengkalis (B.Solapan), Tribunriau – Warga Jalan Siaga I, Kilometer 4 Tegal Sari Kulim, RT 02, RW 01, Desa Pematang Obo, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, semakin geram saat mengetahui salah seorang tetangganya mengimpor daging sapi dengan jumlah yang besar dan dijual dipasaran tanpa mengantongi dokumen perizinan sebagaimana mestinya.
Hal itu sudah berlangsung sekitar 3 tahun, Pemerintah Desa termasuk RT/RW setempat tidak mengetahui aksi warganya tersebut.
Penelusuran wartawan dilapangan, rumah megah berdinding warna hijau tersebut sekilas dari luar terlihat seperti biasa, namun didalamnya tersusun rapi sejumlah lemari pendingin berukuran sedang berisi daging impor yang diketahui asal negeri Kincir Angin Amsterdam.
Menurut pengakuan penjual dan sekaligus pemilik usaha tersebut, Riki Kurnia menjelaskan setelah daging daging itu sampai di Indonesia melalui distributor yang ada di Pekanbaru, lalu disimpan sebelum dipasarkan. Bahkan daging yang diduga menggunakan pengawet, dapat bertahan hingga setahun dan tidak perlu perizinan dimana dipasarkan, dikarenakan penyalur yang ada di Pekanbaru pastinya telah memiliki izin.
Terpisah, Kepala desa Pematang Obo, Pangibulan Sirait saat ditemui wartawan mengakui tidak mengetahui aktifitas warganya tersebut.
Menurutnya, pihaknya pernah mengabulkan permintaan Riki itu berupa surat keterangan usaha dikarenakan pengurusan bantuan UMKM yang baru baru ini marak diminta warga.
“Saya tidak tahu ada izinnya atau tidak, setahu saya, beberapa waktu lalu pernah meminta surat keterangan usaha untuk UMKM,” terangnya, Kamis (26/11/20).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi BPPOM selaku badan yang berwenang terkait produk daging impor tersebut. (jlr).
Bengkalis, Tribunriau – Keberhasilan Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Bengkalis dalam mengungkap kasus peredaran uang palsu (upal) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan menangkap tersangka merupakan seorang residivis diwilayah Hukum Polsek Mandau.
Tersangka berinisial K adalah warga Jalan Kejaksaan, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
Demikian dikatakan Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, SIK, MT, didampingi Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi, SIK kepada sejumlah wartawan pada acara press release, Kamis (26/11/20).
Menurutnya terkait masalah pencurian sepeda motor, tersangka K saat digeledah ditemukan kunci T dan tersangka juga mengakui selama tahun 2020 telah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak enam kali.
“Kemudian kami melakukan pemeriksaan LP dan ada empat LP di Kecamatan Mandau yang melibatkan nama tersangka KUR,” papar Kapolres.
Dijelaskannya lagi, tersangka K melakukan tindak pencurian sepeda motor didampingi oleh rekannya AR, yang saat ini telah berada di lapas Bengkalis dengan kasus berbeda. K tidak hanya terlibat dalam kasus Curanmor, tersangka juga terlibat dalam kasus peredaran uang palsu (Upal), yang dicetak tersangka K menggunakan printer dan diedarkan di wilayah Mandau.
“Mendapatkan informasi tersebut, Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi, SIK, Kanit Pidum IPDA Fauzi Surya Candra. S. Tr. K, dan Tim Opsnal BKO 125, segera melakukan penyelidikan dan mengamankan satu orang tersangka berinisial MJ yang diduga menguasai uang palsu tersebut,” tutur Kapolres.
Diteruskannya, saat digeledah Tim mendapatkan 7 lembar uang palsu, lalu Tim mengintrogasi MJ, dan tersangka mengaku mendapatkan uang palsu dari tersangka K yang tinggal di Jalan Kejaksaan, Duri.
“Kemudian Tim melakukan pengecekan terhadap uang yang didapat dari MJ dan benar uang tersebut palsu, segera Tim Opsnal BKO 125 melakukan pengejaran ke rumah tersangka KUR, namun tersangka tidak ada ditempat,” tandas Kapolres.
Lalu, sambungnya, berselang beberapa hari Tim kembali mendapatkan info, bahwa tersangka K berada dirumah dan segera Tim melakukan penggerebekan dan tersangka KUR berhasil diamakan.
“K mengaku, benar telah memberikan upal tersebut kepada tersangka MJ dan juga mengaku mendapatkan upal tersebut dari tersangka S yang masih DPO.
Saat ini K telah diamankan ke Polres Bengkalis dengan dua kasus Curanmor dan peredaran upal, guna penyidikan lebih lanjut, dan kedua tersangka dikenakan pasal 36 ayat (2 dan 3) UU RI No.7 tahun 2011, ancaman hukuman 10-15 tahun penjara dengan denda 10-50 milyar, serta K dikenakan pasal 363 pasal (2) KUHPidana tentang pencurian, dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 9 tahun,” tutup Kapolres.(jlr/hms).
Ketua DPC PKN Asahan, Mhd.Idrus Tandjung, SH, didampingi Ketua Harian, N.Said berfoto dengan tukang becak usai bagikan masker dan nasi bungkus
ASAHAN, Tribunriau. Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Karya Nasional (DPC PKN) Kabupaten Asahan membagi bagi masker dan nasi bungkus di bundaran Tugu Juang 45 di jalan Imam Bonjol – Cokroaminoto, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumut, Jum’at (27/11/2020).
Ketua DPC PKN Asahan, Mhd.Idrus Tandjung, SH didampingi Ketua Harian, N.Said mengatakan, bahwa bagi bagi masker dan nasi bungkus merupakan cara perkenalan atau silaturahmi dengan masyarakat secara langsung. Dan juga organisasi ini tergolong masih muda, tetapi sudah berdiri di 20 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota di bumi NKRI ini.
Ketua DPC PKN Asahan, Mhd. Idrus Tandjung, SH menyematkan masker kepada pencari bahan bekas didampingi ketua Harian DPC PKN Asahan, N.Said.
“Ini salah satu cara memperkenalkan PKN kepada masyarakat dan juga silaturahmi di hari Jum’at yang penuh berkah”, ujar Idrus.
Selanjutnya Sekretaris PKN Asahan Teci Septerio, Simanjuntak disimpang tugu Juang 45 Kisaran, membagikan masker dan nasi menyampaikan, bahwa kegiatan untuk masyarakat akan pentingnya kesehatan di masa pandemi Covid19 meski Kabupaten Asahan sudah New Normal namun harus tetap mematuhi aturan Protokol Kesehatan (Prokes).
“Mari kita sama sama menjaga kesehatan yang dimulai dari diri kita, keluarga kita, saudara kita dan orang lain, tetap menggunakan masker walaupun dimana berada”, ujar Teci yang didampingi Rusliono selaku Bendahara DPC PKN Asahan.
Pantauan dilapangan, terlihat Pengurus DPC PKN Kabupaten Asahan yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Ketua Harian, serta pengurus DPC PKN Kab.Asahan sedang membagi masker dan nasi bungkus disambut masyarakat sekitar dengan antusias dan simpati. (tec)
Tribunriau- Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memimpin apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) seluruh Indonesia di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2020). Kegiatan ini diikuti oleh 34 Kapolda dan 493 Kapolres.
Karena masih Pandemi Covid-19 atau virus corona, beberapa Kapolda dan Kapolres mengikuti acara ini secara virtual. Hal itu dilakukan demi menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa, dalam arahannya Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan beberapa arahan tegas kepada seluruh jajarannya di Indonesia. Diantaranya, terkait dengan penanganan Covid-19.
Kapolri, dikatakan Irjen Pol Argo, menginstruksikan untuk para Kasatwil tidak ragu-ragu untuk menegakan protokol kesehatan di masyarakat.
“Jadi kegiatan Apel Kasatwil ini berkaitan dengan beberapa hal. Penanganan Covid-19 bahwa penekanan pada undang-undang yaitu para Kapolda harus menegakkan protokol kesehatan, tidak ada keragu-raguan bersama dengan TNI, Satpol PP dan tokoh masyarakat,” kata Irjen Pol Argo.
Kemudian arahan tegas selanjutnya adalah, para Kapolda dan Kapolres diminta untuk netralitas harga mati dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020. Selain itu, jajaran juga diinstruksikan menjaga keamanan saat pesta demokrasi itu berlangsung.
“Berkaitan dengan Pilkada Serentak 2020, tentunya dengan adanya Pilkada ini mulai dari para Kapolda, Kapolres yang ada Pilkada nya serentak di 270 provinsi, kabupaten/kota akan melakukan pengamanan TPS, mengamankan kotak surat suara, himbauan tentang perhitungan suara dan pentahapan-pentahapan lainnya. Dalam Pilkada penekanannya adalah netralitas harga mati,” ujar Irjen Pol Argo.
Kampar,- Sempena HUT I DPD IMO Indonesia Kota Dumai, dengan tema “Mengangkat Potensi Budaya dan Pariwisata di Provinsi Riau”, pengurus mencoba untuk mengeksplore objek wisata Sungai Hijau Kampar untuk diketahui oleh calon wisatawan lainnya.
Objek wisata yang berada di Salo Kecamatan Kampar ini dialiri air yang jernih, dilengkapi beberapa pondok untuk berteduh, objek wisata Sungai Hijau 4 Kampar ini pantas anda kunjungi saat liburan.
Terdapat 4 tingkat anak sungai yang bisa memanjakan anak anda dengan ketinggian tidak lebih dari sepinggang pria dewasa.
Tentunya orang tua juga harus memantau aktifitas anak ketika berada di dalam anak sungai yang berwarna kehijauan ini.
Berada jauh dari perkotaan, membuat kondisi objek wisata ini sejuk, selain itu, fasilitas toilet dan mushola juga disediakan oleh pengelola.
Untuk diketahui, anda hanya perlu merogoh saku anda senilai 5 Ribu per orang ketika memasuki objek wisata ini, untuk biaya parkir mobil dikenakan sebesar 5 ribu.
Namun, beberapa kekurangan yang seharusnya menjadi perhatian bagi pengelola adalah akses jalan.
Pantauan pengurus DPD IMO Indonesia Kota Dumai ketika berkunjung, akses jalan masuk ke objek wisata tersebut masih kurang layak untuk dilalui beberapa mobil, terlebih untuk mobil yang rendah/ceper.
Ketua DPD IMO Indonesia Kota Dumai, Faisal Arif merasa objek wisata tersebut sangat layak dikunjungi ketika liburan, namun masalah akses jalan adalah hal penting yang harus diperhatikan, baik bagi pengelola maupun pemerintah.
“Objeknya bagus, sejuk, airnya mengalir dan bersih, jika dikelola dengan baik, tentunya ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dan mengangkat nama Kabupaten Kampar,” ujar Arif.
“Tapi ya itu, selalu saja masalah akses jalan yang menjadi keluhan wisatawan, pihak pengelola seharusnya juga memprioritaskan hal tersebut,” sambungnya.
Dijelaskan Arif, pemerintah tentunya harus punya solusi, karena ini juga membantu masyarakat tempatan dalam hal ekonomi, dan pemerintah Kampar juga dapat nama baik.
“Jangan hanya karena ini tidak ada hubungannya dengan PAD, lantas pemerintah tutup mata seolah akses jalan bukanlah persoalan besar,” jelasnya.
Sangat disayangkan, lanjut Arif, jika objek sebagus ini tidak bisa dimanfaatkan oleh pemerintah. “Setidaknya, wisatawan merasa puas dengan bagusnya akses jalan di Kabupaten Kampar, dan itu poinnya,” pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang pengelola Sungai Hijau 4 mengatakan rencananya yang akan membangun akses jalan masuk tersebut, hanya saja tentunya butuh dukungsn dari pengelola lainnya, yaitu Sungai Hijau 1, 2 daj 3.
“Rencananya (pembangunan jalan) tentu ada, tapi kita juga menunggu respon dari rekan-rekan pengelola lainnya,” ujar pengelola yang tak ingin namanya dipublish.
Dikatakannya, objek wisata ini pada hari libur tahun baru atau hari besar lainnya selalu dipadati wisatawan dari berbagai provinsi, terbanyak dari Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Usai menikmati keindahan sungai hijau dan secangkir kopi, selanjutnya, tim eksplore Budaya dan Wisata IMO Indonesia Dumai ini juga akan mengunjungi beberapa objek wisata di daerah lainnya. (tim)
DUMAI, Tribunriau- Jelang Pilkada serentak pada Desember 2020 mendatang, seluruh elemen yang berada di Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai mendeklarasikan Peduli Pemilu Anti Money Politic, Senin (23/11/2020).
Deklarasi tersebut diadakan di Aula Kantor Camat Dumai Kota Jalan Pattimura, Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai.
Turut hadir dalam deklarasi tersebut, Plt. Camat Dumai Kota, Anggi Sukma Buana, S.STP, MIP, Kapolsek Dumai Kota, IPTU Hardiyanto, S.E, M.Si, Danramil 01 Dumai yang diwakili oleh Wadanramil Kapten Junaidi, Kepala Puskesmas Dumai Kota dr. Hidayatsyah, Ketua PPK Dumai Kota Novery, S.E beserta anggota.
Selain itu, juga dihadiri oleh Ketua Panwascam Dumai Kota Agusti Murni, S.Pd, Lurah Se-Kecamatan Dumai Kota, Ketua KNPI Dumai Kota, Ahmad Daniel, beberapa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Kota Dumai, serta tokoh agama.
Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, Plt Camat Dumai Kota Anggi Sukma Buana dalam kata sambutannya mengajak seluruh elemen yang hadir untuk turut membantu mensosialisasikan pentingnya pemilu yang bersih dari money politic.
“Saya mengajak semua yang ada di ruangan ini sama-sama membantu mensosialisasikan, bagaimana kita melaksanakan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Dumai pada tanggal 9 Desember 2020 untuk melaksanakan Pilkada Secara Damai,” ujar Anggi.
Terkait isu-isu yang mengarah ke perpecahan, lanjut Anggi, masyarakat diharap agar tidak terprovokasi.
“Baik terkait isu politik, isu agama, maupun isu lainnya, mohon jangan mudah terpancing emosional, disaring terlebih dahulu, untuk membantu kami dari Pihak Pemerintahan bersama TNI dan Polri untuk menjaga kondusifitas masalah sosial di lingkungan kita sekitarnya,” tambahnya.
Semoga, harap Anggi, Pilkada kota Dumai berjalan lancar, damai dan siapapun yang terpilih nantinya menjadi Walikota dan Wakil Walikota Dumai, itulah yang telah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Acara Kegiatan Deklarasi Masyarakat Peduli Pemilu Anti Money Politik Kecamatan Dumai Kota – Kota Dumai berlangsung tertib dan selesai sekira pukul 17.15 wib. (rilis)
Berikut bunyi deklarasi yang dibaca bersama: DEKLARASI MASYARAKAT PEDULI PEMILU ANTI MONEY POLITIK KECAMATAN DUMAI KOTA – KOTA DUMAI
Kami Elemen Masyarakat Kecamatan Dumai Kota – Kota Dumai Menyatakan:
1. Tolak dan Lawan Money Politik Dalam Pilkada Serentak Th. 2020 Yang Berintegritas di Kec. Dumai Kota – Kota Dumai.
2. Mengawal Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Dari Money Politik Karena Merupakan Ancaman Besar Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat.
3. Tidak Membenarkan Money Politik Sebagai Sarana Meraih Simpati Pemilih Karena Mencederai Integritas Dan Kedaulatan Rakyat.
4. Mengajak Pemilih Untuk Menentukan Pilihannya Secara Cerdas Berdasarkan Visi Misi Dan Program Kerja Para Calon Kepala Daerah.
5. Mendukung Kegiatan Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Terhadap Praktek Money Politik dan Tindak Pidana Pemilihan Yang Dilakukan Oleh Lembaga Pengawas Pemilu.
6. Tidak Akan Melakukan Intimidasi Kekerasan Atau Aktifitas Dalam Bentuk Apapun Yang Dapat Mengganggu Proses Penanganan Pelanggaran Tindak Pidana Money Politik dan Tindak Pidana Lainnya.
Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Pada saat menghadiri acara penguburan Pdt.Tohap Hutapea yang meninggal dunia pada hari Minggu sore kemarin, para tokoh suku Batak Duri bertemu di Jl.Stadion, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Selasa (24/11/20) siang.
Walaupun beda pilihan di pilkada Bengkalis tahun ini, para tokoh suku Batak itu tampak harmonis satu sama lain, dan saling bercanda ria, sepertinya tidak ada beban diantara mereka, ini menandakan persatuan dikalangan suku Batak tetap solid dan bersatu.
Seperti dikatakan Manuasi Nainggolan, SH, MH selaku Ketua DPC FBI (Forum Batak Intelektual) Kabupaten Bengkalis didampingi Sabarman Damanik beserta anggota yang hadir, bahwa orang Batak harus menunjukkan contoh yang baik dalam bermasyarakat, walaupun beda pilihan di pilkada ini, kita tetap junjung persatuan.
“Persatuan itu yang utama, walaupun kami mendukung Kasmarni dan Bagus Santoso (KBS) nomor 3, kami juga menghormati pilihan teman-teman, mari kita foto bersama,” kata Manuasi kepada Sihol Pangaribuan, Pdt.Daud Gultom, Pdt.Gortap Sinaga dan yang lainnya.
Sihol Pangaribuan pun menjawab dengan senyum, “Ok mari kita photo bersama, walaupun saat ini kita beda pilihan, tetapi secara adat Batak kita bersaudara,” ujar Sihol yang merupakan pendukung KDI (Kaderismanto dan Iyet Bustami) dan Caleg dari PDIP untuk tingkat Propinsi Riau itu didampingi Pdt.Daud Gultom, dan Pdt.Gortap Sinaga yang mendukung paslon AMAN nomor 2.
Sebelumnya DPC FBI Kabupaten Bengkalis menyempatkan mengisi acara penguburan Pdt.Tohap Hutapea (65), memberikan kata penghiburan bagi keluarga yang ditnggalkan yang dipimpin Ketua DPC FBI Manuasi Nainggolan, SH, MH, dan bantuan dana sekedar pengganti papan bunga kepada istri almarhum br Siahaan.
“Selamat jalan Pdt.Tohap Hutapea, pelayananmu akan dikenang sepanjang masa oleh umat Kristen,” ucap Manuasi.
Alm.Pdt.Tohap Hutapea merupakan dulunya seorang pekerja di PT.Chevron Pasific Indonesia (CPI) bergelut di dunia kebebasan, lalu sakit parah yang menurut medis sudah sulit disembuhkan, tetapi karena ada seorang Pendeta yang melayani almarhum di salah satu Rumah Sakit Jakarta, bila almarhum mau sembuh oleh kuasa Tuhan Yesus, almarhum harus bertobat dan jadi Pendeta.
Tampak hadir di acara itu,mantan anggota DPRD Bengkalis periode 2014-2019 Fransiska Sinambela, para Pendeta GBI (Gereja Bethel Indonesia) se Duri, Pendeta GBI dari Pekanbaru, para tokoh masyarakat suku Batak, tokoh pemuda, tokoh Partai dan lainnya.(jlr).
Hadir dalam acara tersebut Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, S.I.K, MT, Kasat Narkoba Polres Bengkalis AKP Syahriza, SE, MH, M.Si dan PJU Polres Bengkalis.
Adapun tersangka yang diamankan berjumlah 4 orang, yakni N s Erol Bin Nurdin, M.S Al HIN Bin Ali,S B Als Icam Bin Nur dan
N I Alias Wadi Bin Tokid.
Dari keempat tersangka, diamankan barang bukti berupa 5 (lima) bungkus plastik klip bening yang berisikan serpihan
Kristal diduga narkotika jenis shabu, 1(satu) unit timbangan digital, 1 (satu) unit Handphone merk Infinix warna hitam, 1 (satu) buah dompet warna hitam, Uang tunai senilai Rp500.000.
Selain itu, turut diamankan juga 1 (satu) paket Narkotika Jenis sabu, 1 (satu) buah handphone Merk VIVO warna abu-abu, disita dari N R AIs Erol Bin Nurdin, 1 (satu) Buah handphone Merk VIVO, 1 (satu) Unit sepeda Motor Merk Jupiter MX yang disita dari M. S Als Hin Bin Ali.
Juga 7(tujuh) paket kecil Narkotika jenis Shabu, 4 (empat) lembar bungkusan plastik pack Bening, 1 (satu) buah kotak plastik warna hijau, 1 (satu) unit Handphone Oppo warna Dongker, 1 (satu) buah gunting, Uang tunai Rp.200.000, 1(satu) unit kendaraan motor merk Kawasaki D’Traker.
Keempat tersangka kini ditahan di Polres Bengkalis guna proses hukum lebih lanjut. (rilis)
DUMAI,- Sejumlah pejabat dan tokoh Masyarakat di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai menggelar deklarasi peduli pemilu anti money politik, Selasa (24/11/2020).
Acara deklarasi digelar di Aula Kantor Camat Sei. Sembilan Jalan Cut Nyak Dien RT.05, Kel. Lubuk Gaung, Kec. Sei. Sembilan – Kota Dumai.
Deklarasi pemilu anti money politik itu turut dihadiri Camat Sei. Sembilan yang diwakili oleh Kasi Pen Bapak Haji Fauzan, Danramil 03 Sei. Sembilan Kapten Inv. Hendra, Kapolsek Sei. Sembilan AKP. Rinaldy P. SH, Ketua PPK Sei. Sembilan Bapak Jamil, Ketua Panwas Sei. Sembilan Bapak Azhar, Kapus Sei. Sembilan diwaki oleh dr. Siti Zamzamah, Para Lurah Kecamatan Sei. Sembilan, Ketua Ormas PP, FKPPI dan KNPI Sei. Sembilan, Para Timses paslon 01, 02, 03 dan 04 Sei. Sembilan, Babinsa Kel. Basilam Baru Serka Ujang Efendi, Para Bhabinkamtibmas Polsek Sei. Sembilan serta Tomas Toda, Todat.
Camat Sei. Sembilan yang diwakili oleh Kasi Pen Bapak Haji Fauzan dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Camat Sei Sembilan dikarenakan ada tugas dinas.
Dijelaskan Fauzan, deklarasi masyarakat Peduli Pemilu Anti Money Politik ini berdasarkan UUD. No. 07 Thn 2017 tentang pelanggaran pemilu dan tindak pidana pemilu.
“Bahwa setiap orang yang diduga sengaja saat pemungutan suara menjanjikan/memberikan uang/materi lainnya kepada pemilih lainnya supaya tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih peserta pemilu tertentu atau menggunankan hak pilihnya dgn cara tertentu sehinggah surat suaranya tidak sah dipidana dengan penjarah atau denda,” ujar Fauzan.
Senada dengan itu, Danramil 03 Sei. Sembilan Kapten Inv. Hendra dalam sambutannya meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing emosional.
“Semua sudah diatur, mohon apapun pelaksanaan kampanye menjelang 9 Desember 2020 mendatang, terkait masalah adanya Isu-Isu yang dapat membawa perpecahan, baik terkait isu politik, isu agama, maupun isu lainnya, mohon jangan mudah terpancing emosional namun disaring terlebih dahulu, untuk membantu kami dari Pihak Pemerintahan bersama TNI dan Polri untuk menjaga kondusifitas masalah sosial di lingkungan kita sekitarnya.
Dan kami menghimbau kepada masyarat jgn terpengaruh dengan money politik atau serangan pajar pada saat nanti pemilihan paslon,” pintanya.
Kemudian, Kapolsek Sungai Sembilan, AKP. Rinaldy P. SH menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan mengawal tahapan-tahapan pemilu hingga selesai.
“Dalam hal pemilu ini kami melakukan pengawalan dari tahapan demi tahapan tidak lama lagi tanggal 09 Desember kita akan melakukan pesta demokrasi,” ujarnya.
“Saya mengajak semua yang ada di ruangan ini sama-sama membantu mensosialisasikan, bagaimana kita melaksanakan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Dumai pada tanggal 9 Desember 2020 untuk melaksanakan Pilkada Secara Damai,” tambahnya.
Dijelaskan Kapolsek, dalam Pilkada ini tidak ada membedakan Suku, agama, RAS, karena semua sama masyarakat Dumai khususnya, umumnya Indonesia.
“Semoga Pilkada kota Dumai berjalan lancar, damai dan siapapun yang terpilih nantinya menjadi Walikota dan Wakil Walikota Dumai, itulah yang telah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” harapnya.
Untuk diketahui, isi deklarasi tersebut sebagai berikut:
“Kami Elemen Masyarakat Kecamatan Sei. Sembilan – Kota Dumai Menyatakan:
1. Tolak dan Lawan Money Politik Dalam Pilkada Serentak Th. 2020 Yang Berintegritas di Kec. Sei. Sembilan – Kota Dumai.
2. Mengawal Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Dari Money Politik Karena Merupakan Ancaman Besar Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat.
3. Tidak Membenarkan Money Politik Sebagai Sarana Meraih Simpati Pemilih Karena Mencederai Integritas Dan Kedaulatan Rakyat.
4. Mengajak Pemilih Untuk Menentukan Pilihannya Secara Cerdas Berdasarkan Visi Misi Dan Program Kerja Para Calon Kepala Daerah.
5. Mendukung Kegiatan Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Terhadap Praktek Money Politik dan Tindak Pidana Pemilihan Yang Dilakukan Oleh Lembaga Pengawas Pemilu.
6. Tidak Akan Melakukan Intimidasi Kekerasan Atau Aktifitas Dalam Bentuk Apapun Yang Dapat Mengganggu Proses Penanganan Pelanggaran Tindak Pidana Money Politik dan Tindak Pidana Lainnya.”
Kegiatan Deklarasi Masyarakat Peduli Pemilu Anti Money Politik Kecamatan Sei. Sembilan – Kota Dumai selesai sekira pukul 10.45 WIB, selama kegiatan berlangsung berjalan aman, lancar dan kondusif. (rilis)
JAKARTA | Pandemi COVID-19 sangat berdampak pada industri wisata tanah air, terpuruknya sektor pariwisata sembilan bulan terakhir sejak pandemi membuat banyak pihak merasa turut prihatin.
Pasalnya, Industri pariwisata adalah salah satu sektor strategis nasional yang memiliki banyak industri turunan dan menjadi roda penggerak ekonomi di wilayah. Ujar yakub ismail ketua umum IMO-Indonesia, sabtu 21/11/20 di jakarta
Atas kondisi tersebut, kami IMO-Indonesia (organisasi badan usaha media online -red) tergerak untuk dapat membantu bangkitnya industri pariwisata di seluruh wilayah tanah air dalam bentuk pemberitaan.
Tentunya sebagai organisasi media online kami membuka ruang agar dapat bersinergi dengan banyak pihak baik ditingkat nasional dan regional agar kiranya partisipasi tersebut dapat segera terwujud dengan berbagai trobosan serta berbagai program, Jelas yakub
“Adapun upaya tersebut kami lakukan sebagai bakhti dan cinta kami kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tengah dilanda pandemi COVID-19”.
Lebih lanjut, yakub menuturkan bahwa media khususnya online adalah mitra yang strategis dalam menggaungkan pariwisata nusantra, untuk itu …., kami juga menghimbau kepada segenap dewan pimpinan wilayah agar dapat turut ambil bagian dengan bersinergi bersama Dinas Pariwisata Provinsi dan kabupaten/kota di wilayah.
Kiranya, kami juga akan menyampaikan sinergitas kepada Asosiasi Pemerintahan Kota (APEKSI -red), Asosiasi Pemerintahan Kabupaten (APKASI-red), Asosiasi Pariwisata serta Kadin Indonesia sebagai wadah dari dunia usaha, Jelas yakub
Yang selanjutnya secara bersama sama mencari trobosan agar dapat menggaungkan wisata nusatara dengan tetap menyelaraskan penerapan protokol kesehatan yang sesuai.
Sehingga sektor pariwisata dapat survive dan memayungi industri UMKM turunannya, hal ini tentunya sejalan dengan upaya dari kementerian pariwisata sekaligus menjadi peta jalan wisata diberbagai daerah yang akan menjadi laporan kami kepada kementerian Pariwisata, pungkasnya