Beranda blog Halaman 1303

Saling Sindir Jokowi-Prabowo, Apa kata Ketum Muhammadiyah?

JAKARTA,Tribunriau- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto akhir-akhir ini terlihat saling sindir, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir akhirnya menanggapi perilaku tersebut.

“Rakyat jangan terlalu sensitif pada hal-hal sifatnya dialektika dan dialog retorika politik,” ujar Haedar setelah Halaqah Kebangsaan di Gedung Pusat Dakwah, Jakarta, kemarin.

Pasalnya, Haedar menegaskan, dialektika dan retorika politik merupakan bumbu dalam dunia demokrasi. Meskipun demikian, Haedar mengingatkan agar proses dialektika tersebut tetap pada jalur yang benar.

Haedar meyakini, Jokowi maupun Prabowo merupakan tokoh yang mampu memberikan suasana positif, kondusif, dan produktif dalam kehidupan demokrasi. Walaupun selama ini antar keduanya sering kali terlibat saling mengkritik.

“Hal paling penting bagaimana tetap berkonsentrasi dalam suasana yang saling menunjukkan kenegarawanan,” kata Haedar.

Terkait sikap Muhammadiyah pada pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019, kata Haedar, Muhammadiyah tidak akan masuk ke ranah dukung-mendukung. Muhammadiyah akan tetap berperan sebagai organisasi kemasyarakatan.

Dalam halaqah tersebut, Haedar menyebut, para pimpinan partai bersepakat memperbaiki sistem demokrasi. Bahkan, mereka juga bertekad menghilangkan biaya politik yang tinggi.

Pada saat yang sama, mereka juga ingin mendapatkan kepercayaan masyarakat agar menjadikan partai politik sebagai sarana agregasi kepentingan dan suara rakyat. (rci/red)

Isu Revisi UU No 22 Tahun 2009, Organda Rohil Angkat Bicara

ROHIL,Tribunriau- Pemerintah rencananya bakal mereveisi Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009, Organda Rohil menyatakan hal tersebut tak perlu dilakukan karena UU tersebut hingga kini masih relevan.

“Tak perlu, kenapa?, karena UU No 22 Tahun 2009 dirasa masih relevan dan sesuai,” ujar Ketua Organda Rohil, Parlin Asmi Pakpahan, Kamis (12/4/2018).

Terkait angkutan online yang ramai dibicarakan, jelas Asmi, untuk wilayah Rohil belum ada penyelenggaraannya.

“Angkutan umum Online (daring) merupakan transportasi Online yang menggunakan dan memanfaatkan kemajuan teknologi dengan aplikasi Online,” jelasnya.

Karena merupakan inovasi atau terobosan baru, lanjut Asmi, untuk wilayah Rohil sepertinya sangat kecil kemungkinan.

“Sangat kecil kemungkinannya ada, karena melihat dari karakteristik wiliayah serta masyarakatnya sendiri,” tambahnya.

Dikatakannya juga, angkutan online juga sudah diakomodir dalam peraturan menteri No 108 Tahun 2017. “Kalau ada angkutan Online di beberapa wilayah, mungkin dapat diatur kegiatannya melalui kebijakan dalam Peraturan Daerah (perda),” ujarnya memberi solusi terkait masalah tersebut. (to)

Kepemilikan BMW, Pengakuan Model Seksi Tabrak Driver Ojek Berubah

JAKARTA,Tribunriau- Polisi mengatakan mobil BMW yang dikendarai oleh model seksi majalah pria dewasa Tiara Ayu Fauzyah (25) saat menabrak driver ojek online, Nur Irfan (38), bukan miliknya. BMW itu milik teman Tiara.

Hal itu terungkap usai Tiara menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Setelah saya tanya, itu pinjaman. Dari temannya,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra saat dihubungi, Kamis 12 April 2018.

Halim menuturkan, pada saat awal kejadian kecelakaan tersebut, Tiara mengaku mobil tersebut adalah miliknya. Namun, saat diperiksa lebih lanjut Tiara mengaku mobil tersebut milik temannya.

“Di STNK atas nama Susan. Namun dia mengatakan ke saya pertama punya dia. Setelah kemarin kembali ditanya, punya temannya. Dia pinjam,” katanya.

Halim juga menjelaskan keluarga Tiara telah menemui Irfan di rumah sakit. Keluarga Tiara ingin kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, kata Halim, proses hukum kasus ini tetap dilanjutkan.

“Ia, dia inginkan (damai) tapi tidak bisa dalam hukum kan. Tetap dilanjutkan. Kalau itu (mediasi) hanya meringankan daripada tersangka saja,” ucapnya.

Tiara saat ini telah ditetapkan menjadi tersangka karena telah mengakibatkan korban luka berat. Tiara dijerat Pasal 310 ayat (3) UU nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan/atau denda Rp10 juta. (vci/red)

Soal Harta Kekayaan, Basaria KPK: Ada Calon Kepala Daerah yang Bohong

JAKARTA,Tribunriau- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mengingatkan pentingnya bagi para calon kepala daerah yang berkontestasi di Pilkada Serentak 2018 untuk membuat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Menurut dia, laporan tersebut merupakan salah satu upaya pemberantasan korupsi lewat transparansi.

“Ini juga sebenarnya merupakan alat pengawas terhadap diri sendiri. Karena nanti akan tahu kalau sekarang kekayaannya ada Rp 10 miliar, nanti satu tahun kemudian kalau sampai Rp 30 miliar atau Rp 40 miliar, silakan bertanya kepada diri sendiri. Apakah ini berasal dari yang halal atau bukan? Bukan tidak boleh karena bisa saja mendapat warisan dari orang tua,” kata Basaria di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/4).

Basaria mengungkapkan, selama ini ada calon kepala daerah yang membuat laporan harta kekayaan tidak sesuai dengan apa yang dimilikinya. Seperti contoh, ada calon kepala daerah yang melaporkan harta kekayaannya kurang dari harta yang dimilikinya.

“Ada yang dilaporkan Rp 10 miliar, ternyata kekayaannya Rp 15 miliar atau Rp 20 miliar. Biasanya para pejawat karena takut selama menjabat terlihat ada pertambahan yang luar biasa,” ujar Basaria.

Namun demikian, kata dia, ada juga yang melaporkan harta kekayaan melebihi apa yang dimilikinya. Tujuannya untuk mempermudah korupsi sehingga ketika terjadi penambahan harta yang signifikan, tidak terendus aparat penegak hukum.

“Dilaporkannya Rp 10 miliar, ternyata yang dimiliki adalah Rp 4 miliar. Modus-modus yang dilakukan ini akan diverifikasi oleh KPK. Khususnya nanti kalau sudah benar-benar terpilih menjadi kepala daerah,” kata Basaria. (rci/red)

Jelang Ramadhan, Polda Riau Tingkatkan Intensitas Razia

PEKANBARU,Tribunriau- Menjelang bulan Ramadhan tahun 2018, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau akan meningkatkan intensitas razia, Hal tersebut guna menciptakan kondusifitas di tengah-tengah masyarakat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hadi Poerwanto melalui Kasubdit III (Jatanras) AKBP Asep Iskandar mengungkapkan, razia itu nantinya digelar dengan beberapa sasaran, dan pihaknya sudah melakukan pemetaan (Mapping, red).

“Tentu, kita ada yang namanya K2YD (Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan, red). Menjelang Ramadhan ini, akan kita tingkatkan K2YD dibanding bulan-bulan sebelumnya,” ujar AKBP Asep Iskandar dilansir dari GoRiaucom.

Sasaran razia, jelas Asep, mulai dari penertiban aksi balap liar di ruas jalan di Kota Pekanbaru, razia ke tempat hiburan hingga warung remang-remang.

“Itu akan kita tingkatkan lagi pelaksanaannya, apalagi menjelang Ramadhan,” jelas Kasubdit III. (grc/red)

Diduga Tuna Wisma, Bocah di Pekanbaru Ini Meninggal Dalam Keadaan Meringkuk

PEKANBARU,Tribunriau- Seorang bocah yang diduga tuna wisma (tak punya tempat tinggal) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan meringkuk (tidur miring dan kaki menekuk ke perut), Kamis (12/4/2018).

Jasad bocah tersebut pertama kali dilihat oleh pemilik rumah saat hendak memasak. Ketika membuka pintu samping rumah, Jasmaniar sang pemilik rumah kaget melihat seorang bocah terbaring menyamping di lantai di bawah bangku kayu rumahnya.

Tak menunggu lama, Jasmaniar bergegas melaporkan kejadian tersebut ke RT lalu dilanjutkan ke Polsek Bukit Raya, Pekanbaru melalui Bhabinkamtibmas.

“Kita evakuasi jasad tersebut ke RS Bhayangkara Polda Riau,” ungkap Kapolsek Bukit Raya Kompol Pribadi melalui Kanit Reskrimnya Iptu EJ Manulang dilansir dari GoRiaucom.

Informasi yang diperoleh pihak kepolisian, anak laki-laki tersebut kerap dipanggil dengan nama Felix. Namun pada dirinya tak ditemukan identitas diri. “Dia kita duga tidak punya rumah dan tuna wisma,” terang EJ Manulang.

Pasca dibawa ke rumah sakit, Polsek Bukit Raya langsung berkoordinasi dengan pihak medis Bhayangkara Polda Riau, guna memastikan apakah ada hal-hal lain yang menyebabkan Felix meninggal dunia, atau mungkin diakibatkan sakit dan faktor lainnya.

Adapun anak laki-laki tersebut tampak mengenakan pakaian kaos hitam dengan celana jeans pendek. Tubuhnya juga kurus. Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan sepasang sendal jepit milik Felix.(grc/red)

Sosok TGB di Kancah Perpoltikan, Ini Kata Aa Gym

JAKARTA,Tribunriau- KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) kian akrab dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. Pada Ahad, 1 April 2018, bersama Ustaz Abdul Somad, mereka tampil bersama mengisi kajian di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung.

Kemunculan TGB di muka publik di luar NTB selalu menjadi perhatian. Ini lantaran namanya menjadi salah satu yang diunggulkan maju dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2019. Nama TGB selalu muncul dalam beberapa survei tentang elektabilitas capres dan cawapres 2019.

Lalu, adakah hubungan kebersamaan Aa Gym dengan TGB akhir-akhir ini terkait Pilpres 2019?

Dalam sesi wawancara khusus dengan detikcom pada Minggu, 8 April 2018, Aa Gym menjelaskan kedekatannya dengan TGB.

“Saya mah senang saja melihat orang baik, orang pintar, lebih tinggi ilmunya dari saya. Ya saya senanglah berguru kepada TGB, Ustaz Somad, Ustaz Adi Hidayat,” kata dia.

Aa Gym mengaku tak sedang berusaha mendongkrak popularitas TGB meski akhir-akhir ini sering mengajaknya mengisi kajian bersama. Menurut dia, soal popularitas sudah diatur oleh Tuhan sehingga tak perlu direkayasa. Selama bertemu ataupun mengisi kajian bersama, mereka juga tak membahas pilpres.

“Sudah kenal lama, kami sobatan saja,” kata Aa Gym.

Menurut Aa Gym, TGB adalah sosok yang berilmu dan akidahnya jelas dengan kemampuan memimpin teruji serta adil. Memang tak mungkin sempurna, tapi sejauh ini, dia mengaku respek terhadap apa yang dilakukan TGB.

“Hadirnya beliau (TGB) di kancah perpolitikan harus disyukuri,” tutur Aa Gym.

Sebelumnya, saat mengisi kajian bersama di Masjid Rahmatan Lil’Alamanin, Eco Pesantren Daarut Tauhiid, Kabupaten Bandung Barat, di depan ribuan jemaah, Aa Gym memberikan pertanyaan kepada TGB. “Bagaimana menjadi pemimpin yang adil, Ustaz?” tanya Aa Gym kepada TGB.

TGB pun menjawab bahwa satu hal yang paling utama untuk menjadi pemimpin yang adil adalah harus bisa menghilangkan kepentingan pribadi. Sebab, bila dalam kepemimpinan masih mementingkan kemauan atau keuntungan pribadi, sampai kapan pun sulit bersikap adil.

“Salah satu prinsip yang hadir ada, termasuk dalam memimpin itu keadilan. Menurut saya, paling penting (agar bersikap adil) membuang kemampuan pribadi,” kata TGB. (dtc/red)

Sukmawati dan Rocky Gerung, Masyarakat Menanti Kesigapan Polisi

JAKARTA,Tribunriau- Baru-baru ini, salah seorang pegiat media sosial, Permadi Arya atau dulunya keren dengan nama Abu Janda Al Boliwud melaporkan dugaan tindak pidana penodaan agama terhadap Rocky Gerung.

Dosen Universitas Indonesia (UI) ini sebelumnya pada salah satu acara di stasiun televisi mengatakan bahwa Kitab Suci itu fiksi, Fiksi dalam pemahaman yang tentunya berbeda dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Laporan tersebut juga telah diterima oleh Polda Metro Jaya. “Itu namanya masyarakat melapor ke Polda Metro, tentunya kita terima dengan menanyakan bukti-bukti yang ada,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Pihak Polisi juga akan mengklarifikasi dengan meminta keterangan dari pelapor. Dikatakan Kombes Argo, ada tim dan ada wasidik yang akan menilai apakah yang dilakukan Rocky Gerung memenuhi syarat atau tidak.

“Nanti kita akan memaparkan dari sana, dari tim dan ada wasidik, yang menilai apakah yang dilakukan itu memenuhi syarat atau tidak. Kalau itu memenuhi syarat, nanti kita lakukan penyidikan. Kalau tidak memenuhi syarat, kita hentikan. Kita tunggu saja,” ujar dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga telah menerima banyak laporan terkait dugaan tindak pidana penodaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati, hingga saat ini, putri dari Proklamator tersebut belum dipanggil karena pihak Polisi masih mendalami kasus tersebut.

Tentunya ini menjadi sebuah ‘penantian’ bagi masyarakat, sesigap manakah pihak Kepolisian menangani 2 kasus yang sama-sama diduga melakukan tindak pidana penodaan agama, siapakah yang duluan bakal dipanggil oleh pihak Kepolisian?. (red)

8 Bulan Menunggu, Perusahaan Milik H Yusko Hingga Kini Belum Bayar Gaji Karyawan

Surat pernyataan pimpinan perusahaan yang lama yang menyatakan gaji karyawan yang bernama Sartana belum dibayarkan, yaitu bulan Juli dan Agustus 2017.
Surat pernyataan pimpinan perusahaan yang lama yang menyatakan gaji karyawan yang bernama Sartana belum dibayarkan, yaitu bulan Juli dan Agustus 2017.

DUMAI, Tribunriau- Salah satu perusahaan Media milik H Yusrizal Koto (Yusko) hingga tahun 2018 ini belum membayar sisa gaji karyawannya yang sudah tidak lagi dipekerjakan.

PT Detil Inti Media (Harian Detil) yang beroperasi di Pekanbaru ini sudah menelantarkan gaji karyawannya sejak Agustus 2017 lalu, mantan karyawan ini masih berharap iktikad baik dari Owner (pemilik) perusahaan.

“Kami sudah bersabar dari bulan Agustus 2017 lalu, hingga kini tak ada kejelasan,” ujar mantan karyawan PT. Detil Inti Media, Sartana kepada Tribunriau.com, Rabu (11/4/2018).

Dijelaskannya, pada saat Agustus 2017 lalu, pihak perusahaan menyatakan tak memiliki kas untuk membayar gaji karyawan dan menunggu pencairan kontrak dari beberapa daerah.

“Dulu katanya gitu, nunggu cair kontrak, dah cair Oktober 2017, eh tidak juga dibayar,” tambahnya.

Dijelaskan juga oleh Sartana, kini perusahaan PT. Detil Inti Media itu sudah berganti pimpinan, kabar yang ia dapatkan, pimpinan yang baru bersikeras untuk tidak membayar gaji karyawan.

“Kabar yang saya dapatkan (belum diketahui kebenarannya), pimpinan yang baru H Dheny Kurnia yang bersikeras tak mau membayar, pak Haji Yusko katanya sudah menginstruksikan untuk membayar gaji kami, tapi tak tau kenapa H Dheny tak mau bayar,” tambah pria yang akrab disapa Tana ini.

Lebih lanjut, Sartana berharap pihak PT Detil Inti Media (Harian Detil) ataupun pemiliknya memiliki iktikad baik.

“Bayarlah gaji kami yang tak sesuai dengan UMK ni, cuma 2 bulan, kalau selevel pak Yusko, tak seberapolah tu,” ujarnya mengakhiri.

Pemilik atau Owner PT Detil Inti Media, H Yusrizal Koto hingga kini belum berhasil dihubungi, nomor ponsel pimpinan redaksi Harian Detil, H Dheny Kurnia juga tak berhasil untuk dimintai keterangannya. (isk)

Selama 4 Bulan, 1.646 Ha Lahan di Riau Ludes Terbakar

PEKANBARU,Tribunriau- Sepanjang empat bulan terakhir di tahun 2018, tercatat hampir seluas 1.646 hektare lahan di Bumi Lancang Kuning yang terbakar. Titik-titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah menyebar di seluruh 11 Kabupaten dan Kota.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur dilansir dari halloriau.com, Rabu (11/4/2018), siang, menyebutkan Kabupaten Kepulauan Meranti wilayah terparah yang mengalami kebakaran sepanjang awal 2018 ini.

“Rata-rata lahan di Meranti terbakar, adalah lahan gambut,” ujar Jim Gafur.

Untuk luas lahan dan hutan di wilayah di Kabupaten Meranti terbakar telah mencapai 896,61 hektare, dari data BPBD Riau. Lalu peringkat ke dua Kabupaten Bengkalis dengan total luas mencapai 159,5 hektare.

“Data-data ini semua berdasarkan data BPBD Riau hingga tanggal 9 April 2018,” sambung Jim Gafur.

Lalu dibelakangnya ada Kabupaten Siak dan Kabupaten Indragiri Hulu menempati posisi ke tiga dan empat dengan luas kebakaran terluas, masing-masing mencapai 131,5 hektare dan 121,5 hektare.

Kemudian, Kabupaten Rokan Hilir, luas lahan terbakar mencapai 80,75 hektare. Namun akan berpotensi meluas, setelah dalam sepekan terakhir titik api baru yang di Kecamatan Tanah Putih hingga hari ini belum bisa dikendalikan.

“Saat ini Riau sedang mengalami transisi cuaca. Pesisir sudah mengalami musim kemarau, di bagian Selatan masih cenderung hujan. Namun, situasi itu akan berubah hingga Mei mendatang diperkirakan seluruh Riau akan memasuki musim kemarau,” ujarnya. (hrc/red)

Terbaru

Populer