Nasional Saling Sindir Jokowi-Prabowo, Apa kata Ketum Muhammadiyah?

Saling Sindir Jokowi-Prabowo, Apa kata Ketum Muhammadiyah?

5
BERBAGI

JAKARTA,Tribunriau- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto akhir-akhir ini terlihat saling sindir, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir akhirnya menanggapi perilaku tersebut.

“Rakyat jangan terlalu sensitif pada hal-hal sifatnya dialektika dan dialog retorika politik,” ujar Haedar setelah Halaqah Kebangsaan di Gedung Pusat Dakwah, Jakarta, kemarin.

Pasalnya, Haedar menegaskan, dialektika dan retorika politik merupakan bumbu dalam dunia demokrasi. Meskipun demikian, Haedar mengingatkan agar proses dialektika tersebut tetap pada jalur yang benar.

Haedar meyakini, Jokowi maupun Prabowo merupakan tokoh yang mampu memberikan suasana positif, kondusif, dan produktif dalam kehidupan demokrasi. Walaupun selama ini antar keduanya sering kali terlibat saling mengkritik.

“Hal paling penting bagaimana tetap berkonsentrasi dalam suasana yang saling menunjukkan kenegarawanan,” kata Haedar.

Terkait sikap Muhammadiyah pada pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019, kata Haedar, Muhammadiyah tidak akan masuk ke ranah dukung-mendukung. Muhammadiyah akan tetap berperan sebagai organisasi kemasyarakatan.

Dalam halaqah tersebut, Haedar menyebut, para pimpinan partai bersepakat memperbaiki sistem demokrasi. Bahkan, mereka juga bertekad menghilangkan biaya politik yang tinggi.

Pada saat yang sama, mereka juga ingin mendapatkan kepercayaan masyarakat agar menjadikan partai politik sebagai sarana agregasi kepentingan dan suara rakyat. (rci/red)