Beranda blog Halaman 1264

Hasil UN SMP Anjlok, Dewan Sebut Bupati Mursini Tak Punya Ambisi

TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Dua tahun belakangan ini hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMP tidak menggembirakan. Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) berada pada posisi paling buncit se Provinsi Riau. Buruknya prestasi tersebut, Bupati Mursini pun diminta melakukan evaluasi terhadap dunia pendidikan ini.

Banyak faktor yang membuatnya prestasi ini anjlok. Kurang perhatiannya dinas terkait atau anggaran yang relatif minim. Selain itu kekurangan guru juga menjadi perhatian pemerintahan setempat.

Terkait anggaran, salahseorang anggota DPRD Kuansing, Musliadi membantah masalah minimnya anggaran untuk pendidikan ini. Kata Musliadi, perhatian mereka terhadap pendidikan selalu berlebih. “Kita mengalokasikan anggaran yang memadai untuk pendidikan. Kami sudah menganggarkan melebihi ketentuan yang ditetapkan oleh Undang-undang,” ujar Musliadi saat berbincang dengan Tribunriau.com via telepon, Sabtu (26/5/18).

Sementara itu, kekurangan guru bukan juga jadi persoalan, kata Musliadi, “Kita tidak kekuarangan guru kok. Yang PNS ya, hanya saja guru-guru itu menumpuk disuatu tempat. Penyebarannya tidak merata.,” tuturnya.

Persoalan yang terjadi sekarang adalah soal keberanian seorang kepala daerah untuk men-presure orang-orang yang membidangi masalah pendidikan, guru-guru dan kepala sekolah. “Sebenarnya pak Mursini sudah mempunyai jawaban. Disaat tahun 2017 lalu Kuansing juga berada diposisi paling buncit. Seharusnya beliau sudah mengevaluasi secara kesluruhan penyelenggara pendidikan ini. Kinerja guru harus dipacu, kesejahteraan mereka harus ditingkatkan,” katanya.

Lanjutnya, dan yang terjadi di Kuansing ini adalah kelemahan dari bupati, kurang mem-presure terhadap penyelenggara pendidikan ini. “Maka saya katakan, pemimpin itu harus punya ambisi untuk memperbaiki kualitas pendidikan ini, ini yang masih kurang pak Mursini nya,’ beber Musliadi.

Sambung Musliadi lagi, sebenarnya Bupati Mursini sudah mempunyai jawaban karena, pada tahun 2017 lalu prestasi pendidikan Kuansing juga anlok. Terus pada tahun 2018 ini posisi pendidikan Kuansing masih juga sama peringkatnya dengan tahun 2017 lalu. Posisi paling rendah se Provinsi Riau. “Artinya, tidak ada perbaikan yang dilaukan oleh pemerintah. Jadi terkesan dibiarkan,” pungkas Musliadi.

Jadi, kata Muslidi, dari hasil 2017 lalu itu mestinya Bupati Mursini sudah melakukan langkah-langkah untuk mem-presure penyelenggara pendidikan, supaya tidak terulang lagi kejadian serupa. “Ini yang sangat kita sayangkan, bupatinya tidak punya ambisi untuk memperbaiki dunia pendidikan ini,” cetus Musliadi.

Sementara itu Sekda Kuansing,, DR Dianto Mampanini saat dikonfirmasi melalui pesan singkat enggan berkomentar banyak. Kata Sekda Dianto, untuk masalah ini sudah diklarifiasi langsung oleh bupati.

Sedangkan Wakil Bupati Kuansing, H Halim saat berbincang dengan Tribunriau.com, Jumat (25/5/18) kemarin juga meminta Bupati Mursini agar segera melakukan evaluasi terhadap jajaran terkait. “Ganti Kadisnya,” tutur Halim singkat. (hen)

Miris, Negeri Pencetak Profesor Terbanyak Ini Justru Rangking Terakhir se Riau.

TELUK KUANTAN, Tribun Riau– Sungguh tak membanggakan. Hasil Ujian Nasional tingkat SMP sederajat Kabupaten Kuantan Singingi ( Kuansing) tahun 2018 ini menepati peringkat terakhir se Provinsi Riau. Peringkat ini sama dengan tahun 2017 lalu.

Dua kali berada diposisi paling buncit merupakan hal yang cukup memalukan. Apalagi Kuansing sebelumnya merupakan lumbung pendidikan. Banyak tenaga didik dihasilkan dari daerah ini. Dari daerah ini juga banyak para profesor berasal. Misalnya, Prof Dr Muchktar Lutfi.

Muckhtar Lutfi adalah guru besar pertama Riau yang berasal dari Kuansing. Selanjutnya, Prof Marbakri. Beliau adalah guru besar Ilmu hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (fisp) Universitas Riau. Kemudian Prof Maswardi Rauf.

Seterusnya Prof Aras Mulyadi yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Riau. Selanjutnya sejarawan, Prof Suwardi MS. Dan banyak lagi orang pintar lainya.

Beberapa bulan lalu, Gubernur Riau Arsyajuliandi Rahman saat membuka rapat koordinasi teknis (Rakornis) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan se Provinsi Riau di Telukkuantan dengan lantang menyebutkan, “Dulu di Kuansing banyak orang pintar. Sekarang juga masih,” kata Andi Rahman waktu itu.

Namun kini, citra baik itu semakin memudar seiring anjloknya prestasi yang ditorehkan. Sebenarnya peringkat terakhir ini bukan saja terjadi dizaman pemerintahan Bupati Mursini. Pada periode Pemerintahan Bupati Sukarmis juga pernah terjadi. Waktu itu pada tahun 2013. Kuansing berada pada peringkat 12 hasil UN untuk SLTA dari 12 kabupaten/kota se Riau. Tapi, pada masa pemerintahan Sukarmis ini juga Kuansing pernah memperoleh peringkat pertama hasil UN tingkat SLTA se Provinsi Riau. (hen)

Bupati Minta Seluruh Elemen Dukung Program dan Kebijakan Pemkab Rohul

Bupati Rohul H.Sukiman dan Pjs Sekda H.Abdul Haris S.Sos Msi sedang melaksanakan kegiatan di Mesjid Agung Islamic Center Rohul baru-baru ini.
Bupati Rohul H.Sukiman dan Pjs Sekda H.Abdul Haris S.Sos Msi sedang melaksanakan kegiatan di Mesjid Agung Islamic Center Rohul baru-baru ini.

ROKAN HULU,Tribun Riau- Bupati Rohul H Sukiman, meminta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Rohul agar dapat mendukung program serta kebijakan yang dilaksanakan Pemkab Rohul.

Kata Bupati H Sukiman, Jumat (25/5/2018), tanpa adanya dukung secara bersama, maka apa yang menjadi misi serta visi Kabupaten Rohul tahun 2016-2021 maka akan sulit terwujud.

“Program dan kebijakan yang dilaksanakan pemerintah daerah, diharapkan didukung oleh masyarakat. Sehingga kedepannya, Kabupaten Rohul lebih maju dan masyarakat sejahtera. Karena untuk memajukan pembangun di Rohul harus bersama-sama dan gotong royong,” tambahnya.

Bupati H Sukiman, juga meminta ke Camat dan kepala desa se-Kabupaten Rohul, agar dapat meningkatkan pelayanan ke masyarakat, disamping harus peka terhadap persoalan yang terjadi di wilayah kerjanya.

“Tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, mustahil visi-misi yang kita emban bisa tercapai,” sebut Bupati Sukiman. (mad)

Malam ke-4, Camat Rambah Safari Ramadhan ke Desa Sialang Jaya

Kegiatan Safari Ramadhan, Camat Rambah dan Upika di Desa Sialang Jaya
Kegiatan Safari Ramadhan, Camat Rambah dan Upika di Desa Sialang Jaya

ROKAN HULU, Tribun Riau- Pemerintah kecamatan Rambah, menggelar safari Ramadhan malam ke-4 di Surau Dingin Rahmatullah di Dusun Harapan, Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, Kamis (24/5/2018) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Rambah Mumammad Franovandi.S.STP.M.Si, Kapolsek Rambah AKP Hermawan, KUA Rambah Abdul Rahman Jailany.MSy, Danramil, Kades se-kecamatan Rambah, Kades Sialang Jaya Yuherman Daulay, Ketua BPD, tokoh masyarakat, sesepuh Desa Sialang Jaya Alimuddin Daulay, TP-PKK, kepala Dusun, RW, RT, Tokoh Agama dan masyarakat.

Kegiatan bertema “Menyemarakkan Syiar Islam dan Menjalain Silatulrrahmi antara perangakat desa maupun sesama kades se-Kecamatan Rambah dan masyarakat”.

Kades Sialang Jaya Yuherman Daulay, berterima kasih ke masyarakat yang tidak ada lagi membedakan waktu Pilkades yang digelar tahun lalu, kini masyarkat kompak mendukung program pemerintahaan dan tidak ada lagi membedakan pro kontra antara sesama pendukung di Pilkades 2016 yang lalu,” terang Yuherman.

Camat Rambah Muhammad Franovandi, juga memberikan sumbangan bantuan berupa untuk pembangunan Surau dan KUA Rambah sumbangkan Al-quran untuk dipergunakan bagi masjid dan surau yang ada di desa tersebut.

Camat juga berterima kasih, kepada Kades Sialang Jaya yang sudah bersusah payah menyediakan perbukaan puasa dan makanan yang disajikan oleh TP PKK Sialang Jaya di kegiatan Safari Ramadhan tingkat kecamatan Rambah.

Camat Rambah, dikesempatan itu juga menghimbau ke masyarakat agar mengurus KTP,KK dan Akte kelahiran karena di kantor camat sudah ada UPTD.

“Karena, sistim admitrasi masih banyak masyarakat kita yang engan mengurusnya, sementara administrasi kependudukan sangat penting bagi anak kita dalam melanjutkan sekolah,” kata Camat Rambah.

Di kegiatan itu juga diisi tausiyah dari Ustad H.Abdul Rahman Jailani, tentang hikmah puasa ,mulai menaha segala galanya dan ada perubahan di bulan puasa tahun ini. (mad)

Di Provinsi Riau, Hanya Rohul yang Tak Miliki Bumi Perkemahan

ROKAN HULU, Tribun Riau- Dari 12 kabupaten/ kota di Provinsi Riau, hanya kabupaten Rokan Hulu (Rohul) saja yang kini tidak memiliki bumi perkemahan untuk kegiatan kepramukaan. Sementara bumi perkemahaan, harus dimiliki karena dalam lomba Kepramukaan bumi perkemahan akan dinilai tertinggi 100.

Itu disampaikan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Rohul, Drs.H. Ibnu Ulya.M.Pd melalui Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwurcab Gerakan Pramuka Rohul H.Khairul Akmal, Kamis (24/5/2018), sikapi batalnya dibangun bumi Perkemahan Kepramukaan Rohul di Desa Serombo Indah Kecamatan Rambah Hilir.

Disebutkan Khairul Akmal yang juga menjabat Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, semula 10 hektar lahan untuk bumi perkemahan di Desa Serombo Indah ternyata masuk dalam Kawasan Hutan Konfersi. Sehingga tidak dapat dijadikan kawasan Bumi Perkemahan Kepramukaan.

“Semula, sudah ada 10 hektar lahan hibah di Desa Serombo Indah, namun itu masuk dalam kawan hutan Konfersi, yang nantinya tidak bisa dibangun sarana prasarana pendukung untuk kegiatan Kepramukaan. Sehingga kita harus mencari lahan pengganti untuk bumi pekemahan yang permanen,”

“Kita berusaha dengan bantuan Bupati Rohul H Sukiman selaku Kamabicab Gerakan Pramuka Rohul, agar bisa mencarikan lahan sebagai bumi perkemahan yang permanen, dengan luas 10 hektar dan luas itu sudah sangat ideal untuk bumi perkemahaan di kabupaten,” terang Khairul Akmal.

Sementara saat ini, hanya kabupaten Rohul yang belum memiliki bumi perkemahan permanen. Padahal di Kepramukaan, bumi perkemahan salah satu nilai tertinggi untuk penilaian Kabupaten tergiat di bidang Pramuka.

Khairul Akmal juga menyatakan, lahan seluas 10 hektar yang diperuntukan bumi perkemahan, kedepannya bukan saja sebagai kegiatan kepramukaan. Namun, rencannya bila lahan itu sudah ada maka akan dibuat perusahaan air mineral, termasuk objek wisata pendiikan edukasi, seperti out bond bagi OPD, masyarakat maupun pelajar di Rohul.

“Rohul sering kalah terus saat bertanding pada ajang Kepramukaan, karena kita tidak miliki bumi perkemahaan permanen, sementara nilai memiliki bumi perkemahaan permanan bisa 100 point sehingga Rohul kerap berada di juara 2 dan 3 saja,” kata Khairul Akmal. (mad)

Baznas Rohul Salurkan Bantuan RSLH

ROKAN HULU, Tribun Riau- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), selama bulan Suci Ramadhan tahun ini salurkan bantuan Rumah Sehat Layak Huni (RSLH), bantuan konsumtif bagi fakir miskin dari dana zakat, serta bantuan untuk anak yatim dari dana infaq sedakah.

Hal itu disampaikan Komisioner Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Rohul, Drs.H.Tarmizi didampingi Komisioner Bidang Pengumpulan, H.Abdul Wahid Nasution, Kamis (24/5/2018) di kantornya, terkait bantuan BAZNAS yang disalurkan saat pelaksanaan Safari Ramadhan, yang dilaksanakan Bupati Rohul H Sukiman, serta Pejabat Sekda Rohul H Abdul Haris Lubis di 16 kecamatan di Rohul.

Dijelaskan Tarmizi, untuk bantuan RSLH diberikan 1 unit per kecamatan dengan dana Rp40 juta per unitnya, kemudian bantuan konsumtif bagi fakir miskin dimana per desa 10 orang dengan total Rp5 juta per desanya.

“Bantuan konsumtif bagi fakir dari dana zakat asnaf fakir di 148 desa dan kelurahan se Rohul, dengan jumlah penerina 1480 orang. Sehingga total yang akan diberikan bagi bantuan konsumtif fakir miskin di 148 desa/ kelurahan Rp740 juta, masing masing warga menerima Rp500 ribu dari zakat asnaf fakir,” jelas Tarmizi.

Kemudian dijelaskan Tarmizi lagi, untuk bantuan anak yatim itu dari infaq dan sedekah yang masuk ke BAZNAS Rohul yakni Rp5 juta per kecematan dengan total bantuan Rp80 juta untuk di Rohul, dan masing masing anak yatim menerima Rp250 ribu dan penerima ditentukan oleh KUA.

“Semua bantuan diberikan saat kunjungan Bupati Rohul H Sukiman dan Pj Sekda Rohul H Abdul Haris ke masjid-masjid, saat pelaksanaan Safari Ramadhan tingkat Kabupaten Rohul tahun ini. Juga ada bantuan di luar itu seperti bantuan ke mualaf dan korban rumah kebakaran serta lainnya, yang bersifat insedentil dari BAZNAS Rohul,” kata Tarmizi lagi.(Mad)

Seorang Tersangka Bawa Sabu, Tiga Penjudi di Desa Suka Maju Diciduk Polisi

ROKAN HULU,Tribun Riau- Anggota Polsek Tambusai gerebek lokasi perjudian jenis qiu qiu di sebuah kebun kelapa sawit milik warga di Desa Suka Maju, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Dari penggerebekan Minggu (20/5/2018)‎ sekitar pukul 11.30 Wib, anggota Polsek Tambusai menciduk 3 lelaki, sedangkan 3 lainnya berhasil kabur. Ketiga penjudi ditangkap, yakni TS (37) warga‎ Rimba Marsawa Desa Tingkok Kecamatan Tambusai. Sedangkan 2 tersangka lagi merupakan warga Desa Suka Maju yaitu MHS (33) dan AW (36)‎.

Diakui Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua S.Ik, M.Si, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono SH, dari penggerebakan itu selain menyita 28 lembar kartu domino, anggota Polsek Tambusai juga menyita uang tunai sebesar Rp930 ribu berbagai pecahan.

Jelas Ipda Nanang, penggerebekan berawal informasi masyarakat diterima anggota Polsek Tambusai‎ Bripka Andi Supriyadi pada Minggu pukul 10.00 Wib, di kebun sawit di Desa Suka Maju ada aktivitas perjudian.

Kemudian informasi langsung ditindaklanjuti Kapolsek Tambusai AKP Yulihasman S.Sos, dan memerintahkan 3 anggotanya untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap para pelaku.

Saat di TKP ungkap Ipda Nanang, polisi langsung gerebek dan berhasil menangkap 3 laki-laki yakni terlapor TS, MHS, dan AW. Namun, tiga pelaku lainnya berhasil melarikan diri saat dilakukan penangkapan.

Saat penangkapan, Bripka Andi Supriyadi, melihat salah seorang terlapor berinisial AW membuang tas kecil ke dalam semak. Saat diperiksa, ternyata tas berisikan 1 paket diduga narkotika jenis sabu, timbangan digital, 2 bal plastik TIK kecil, 1 gunting, 3 mancis, dan uang tunai‎ Rp 304 ribu.

“Lalu pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Tambusai guna penyidikan lebih lanjut,” ucap Ipda Nanang. (mad)

Aksi di Kantor Bupati Rohul, Ini Tuntutan Massa MPR

ROKAN HULU,Tribun Riau- Diperkirakan 20an massa tergabung Masyarakat Peduli Rokan Hulu (MPR), gelar aksi damai ke Kantor Bupati Rohul serta Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul, Kamis (24/5/2018)‎ siang.

Aksi damai diawali di Kantor Bupati Rohul, dan mendapat pengjagaan puluhan personel Polres Rohul dan Satpol PP Rohul. Orator aksi‎ Wikki Yuliandra juga Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, sampaikan 7 poin pernyataan sikap.

MPR mengimbau ke Bupati Rohul H. Sukiman, agar tidak terlibat dalam lalu lintas lelang proyek di Rohul dan bersikap netral. Kedua, meminta Bupati evaluasi Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul sebelum didefenitifkan.

Kemudian, meminta Bupati agar cepat merealisasikan janji-janji politik sesuai dengan visi misi “Membangun Desa Menata Kota” yang sampai hari ini belum maksimal, atau terealisasikan dengan baik. Poin empat, meminta Bupati Sukiman ikut dukung penegakan hukum di Rohul, terutama kasus korupsi. Ke lima, MPR minta Pemkab Rohul menciptakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat Rohul.

Poin enam, tingkatkan mutu pelayanan kesehatan dan pelayanan publik lainnya di Kabupaten Rohul, dan ke tujuh meminta Bupati Rohul prioritaskan putera daerah.

“Kita bukan benci dengan pejabat, namuni kami ingin Rohul dipimpin orang-orang yang bersih, dan peduli dengan kesejahteraan rakyat. Ini semua untuk rakyat Rohul,” lantang Wikki dalam orasinya.

‎Saat aksi di Kantor Bupati, massa MPR diterima Asisten III Bidang Administrasi Setdakab Rohul H. Helfiskar SH, MH, Kabag Hukum Setdakab Rohul Edi Suherman‎, Kepala Satpol PP Rohul Andianto SH, dan Plt Kabag Umum Setdakab Rohul merangkap Kabag Protokoler dan Perlengkapan Setdakab Rohul Soni Efrinal.

Pernyataan sikap yang sudah ditandatangani Korlap aksi, kemudian diserahkan ke Kabag Hukum Setdakab Rohul untuk diserahkan kepada Bupati Rohul Sukiman.‎

Setelah meninggalkan kantor Bupati, MPR melanjutkan ke Kantor Kejari Rohul, massa MPR meminta Bupati Rohul Sukiman segera merealisasikan janji-janji politiknya dan tidak berpihak terhadap praktik korupsi. (mad)

Camat Rambah dan Kades Sialang Jaya Sosialisasi dan Launching DD serta ADD 2018

Sekretaris DPMPD Rohul Arie Gunadi S.STP, Camat Rambah M. Franovandi S.STP,Msi, Kapolsek Rambah AKP Hermawan, Danramil Rambah, Kades Sialang Jaya Yuherman Daulaylaunching DD dan ADD 2018 melalui program Desa Padat Karya Tunai di Desa Sialang Jaya.
Sekretaris DPMPD Rohul Arie Gunadi S.STP, Camat Rambah M. Franovandi S.STP,Msi, Kapolsek Rambah AKP Hermawan, Danramil Rambah, Kades Sialang Jaya Yuherman Daulaylaunching DD dan ADD 2018 melalui program Desa Padat Karya Tunai di Desa Sialang Jaya.

ROKAN HULU,Tribun Riau – Pemerintah Desa (Pemdes) Sialang Jaya serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sosialisasi sekaligus launching Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2018 di Dusun Harapan Kecamatan Rambah melalui Desa Padat Karya Tunai, Rabu (23/5/2018) pagi kemarin.

Di kegiatan tersebut, dihadiri Sekretaris DPMPD Rohul Arie Gunadi S.STP, Camat Rambah M. Franovandi S.STP,Msi, Kapolsek Rambah AKP Hermawan, Danramil Rambah, Kades Sialang Jaya Yuherman Daulay, tokoh agama, tokoh adat dan pendamping desa serta pendamping lokal desa.

Arie Gunadi dalam arahannnya menyatakan, sebagai desa yang memiliki potensi untuk dikembangkan tentunya dengan dukungan pemerintah pusat dan provinsi berupa alokasi anggaran dan bantuan dalam rangka mempercepat pembangunan di seluruh desa dalam segala sektor.

“Sehingga diharapkan, dengan pengelolaan DD serta ADD jangan sampai ada pihak pemerintahan desa yang tersandung kasus tindak pidana korupsi, ”

“Seluruh Pemdes merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan pengelolaan ADD dan DD, sehingga diharapkan dalam pengelolaan anggaran yang telah disediakan itu dapat lebih efektif dan efisien serta berjalan dengan baik. Apalagi Rohul memiliki program prioritas pembangunan yakni percepatan pembangunan infrastuktur, pengembangan energi serta ketahanan pangan dan pertanian,” terang Arie Gunadi, yang juga mantan Camat Rambah.

Tambah Arei lagi, dengan diterbitkannya undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, Pemkab Rohul kini tentunya akan terus berupaya melaksanakan pembinaan penyusunan administrasi dan tata cara pengorganisasian di tingkat desa.

“Sehingga diharapkan agar seluruh Pemdes, tidak terjadi keterlambatan realisasi anggaran yang disediakan tersebut dan dalam pelaksanaannya supaya mempekerjakan tenaga kerja setempat serta harus mengutamakan kualitas bangunan agar bisa dimanfaatkan dalam waktu panjang,” harap Arie.

Kemudian, Camat Rambah juga mengharapkan ke seluruh perangkat desa agar melaksanakan pengelolaan dana desa dan alokasi dana desa itu sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

“Jangan sampai ada Kades dan perangkat yang terjerat kasus tindak pidana korupsi akibat menyelewengkan anggaran desa itu,” imbau Franovandi.

Kemudian jelas Camat lagi, penggunaan DD meliputi penyelenggaraan Pemdes, pembangunan desa pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat dan sebagainya, jelasnya berharap benar-benar dilaksanakan dengan baik dan Pemdes juga harus dapat mengayomi dan membina masyarakatnya.

Kemudian, Kades Sialang Jaya Yuherman Daulay, dirinya akan priritaskan insfratur jalan ke perkebunan masyarakat dan pengembangan perekonomian kemasyarakatan ,apa lagi aturan udah berubah “dengan desa padat karya tunai”.

“Kita utamakan mutu dan menberdayakan masyarakat tempatan yang ekonomi lemah dan membuka lapangan kerja bagi yang penggangguran di desa kita,”jelas Yuherman. (mad)

Sidang KDRT di Rohil, Ini Pengakuan Istri Terdakwa

ROHIL, Tribunriau- Pengadilan Negeri Rokan Hilir (PN Rohil) kembali menggelar sidang pidana terkait kasus percobaan pembunuhan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh Fs alias Satria (27) warga Kepenghuluan Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil, yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Rutan Kelas II B Bagansiapiapi, Rabu (23/05/2018) Pukul 15.30 WIB.

Menurut keterangan Pipin saksi korban istri terdakwa, saat itu korban sedang berada di dalam kamar bersama terdakwa, terdakwa mengajaknya pergi ke kota Dumai, tetapi ia hanya diam saja, tiba-tiba terdakwa mengatakan akan memberikan hadiah kalung buat dirinya, dengan meminta korban untuk membuka kalung lama yang saat itu dipakai korban, dan menyuruh dirinya menutup matanya dengan menggunakan baju kaos warna hitam.

“Setelah menutup mata, saya dibawa ke ruang tengah rumah dan disuruh duduk,” ujarnya memberikan saksi.

Setelah itu ia duduk, namun saat itu juga terdakwa mencekik lehernya dengan tali sambil mengatakan “Bentar lagi mati kau”.

“Saya mencoba meronta melepaskan diri dan berlari ke arah dapur, suami saya juga mengejar saya dan mencekik leher saya lagi, saat itu tangan saya tanpa sadar menarik rak piring di samping saya, hingga terjatuh ke lantai bersama saya,” terangnya.

Dilanjutkan Pipin, pada saat yang bersamaan, tersangka mengambil pecahan piring kaca yang berserakan dan menusuk bagian perut korban dan lengan bagian kiri. “Mati kau, mati kau,” ujar Pipin menirukan kata terdakwa waktu itu.

“Saat itu saya menusuk mata tersangka dengan jari saya untuk membela diri, akhirnya tersangka merasa kegelapan, pada saat itulah saya lari ke dapur keluar lewat pintu samping,” jelas Pipin.

Atas keterangan Pipin, terdakwa FS alias Satria telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum melanggar pasal 340 jo,pasal 53 KUHPidana tentang percobaan pembunuhan dan Pasal 44 ayat 1 jo pasal 5 hutuf a Undang-Undang No.23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga.

Majelis hakim di pimpin oleh Rudi Ananta SH MH MSi,hakim anggota Lukman Nulhakim SH MH dan Rina Yose SH,dan jaksa penuntut umum Adity SH,penasehat hukum terdakwa Muhammad Hasip Nasution SH.(to)

Terbaru

Populer