TELUK KUANTAN, Tribun Riau– Sungguh tak membanggakan. Hasil Ujian Nasional tingkat SMP sederajat Kabupaten Kuantan Singingi ( Kuansing) tahun 2018 ini menepati peringkat terakhir se Provinsi Riau. Peringkat ini sama dengan tahun 2017 lalu.
Dua kali berada diposisi paling buncit merupakan hal yang cukup memalukan. Apalagi Kuansing sebelumnya merupakan lumbung pendidikan. Banyak tenaga didik dihasilkan dari daerah ini. Dari daerah ini juga banyak para profesor berasal. Misalnya, Prof Dr Muchktar Lutfi.
Muckhtar Lutfi adalah guru besar pertama Riau yang berasal dari Kuansing. Selanjutnya, Prof Marbakri. Beliau adalah guru besar Ilmu hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (fisp) Universitas Riau. Kemudian Prof Maswardi Rauf.
Seterusnya Prof Aras Mulyadi yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Riau. Selanjutnya sejarawan, Prof Suwardi MS. Dan banyak lagi orang pintar lainya.
Beberapa bulan lalu, Gubernur Riau Arsyajuliandi Rahman saat membuka rapat koordinasi teknis (Rakornis) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan se Provinsi Riau di Telukkuantan dengan lantang menyebutkan, “Dulu di Kuansing banyak orang pintar. Sekarang juga masih,” kata Andi Rahman waktu itu.
Namun kini, citra baik itu semakin memudar seiring anjloknya prestasi yang ditorehkan. Sebenarnya peringkat terakhir ini bukan saja terjadi dizaman pemerintahan Bupati Mursini. Pada periode Pemerintahan Bupati Sukarmis juga pernah terjadi. Waktu itu pada tahun 2013. Kuansing berada pada peringkat 12 hasil UN untuk SLTA dari 12 kabupaten/kota se Riau. Tapi, pada masa pemerintahan Sukarmis ini juga Kuansing pernah memperoleh peringkat pertama hasil UN tingkat SLTA se Provinsi Riau. (hen)












