TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Hari ini, Senin (28/5/18) Pemerintahan Kabupaten Kuatan Singingi (Kuansing) menggelar Operasi Pasar (OP) di Lapangan Limuno Telukkuantan. Beragam kebutuhan pokok dijual dengan harga yang relatif lebih murah dari harga biasanya.
Misalnya, Beras Thailand hanya dijual Rp 94500 per 10 kilogram. Pada hari biasanya beras ini dijual dengan harga Rp111 ribu per 10 kilogram. Beras Thailand ini kualitasnya sama dengan kualitas beras “anak daro”.
Selanjutnya Telur hanya dijual Rp38 ribu satu papan, sementara harga biasa Rp 45 ribu per papan. Kemudian Daging Kerbau dari India tapi pemotongannya di Bogor, dari harga normal Rp120 ribu dijual menjadi Rp80 ribu saja.
Selain harga eceran, kegiatan yang ditaja Dinas Perdagangan Kabupaten Kuansing ini juga menyediakan kebutuhan pokok dalam bentuk paket komplit. Paket komplit tersebut terdiri dari beras Thailand 10 kg, Tepung Terigu “Kita” 1 kg, Gula Pasir 1 kg, Minyak Goreng Kita 1 kg. Paket ini hanya dijual dengan harga Rp126 ribu.
“Sedangkan paket Rp118 ribu juga ada tanpa minyak goreng,” tutur Kasubag Humas pemberitaan Pemkab Kuansing, Selfi Keswita kepada Tribunriau.com tadi pagi.
Kedua jenis paket ini kata Selfi Keswita, diadakan oleh Pemkab Kuansing melalui Diskoperindagkop yang bekerjasama dengan Bulog.
Perempuan yang akrab disapa Ikes ini juga menjelaskan, selain Bulog, juga ada beberapa unit usaha yang mensuplai barang dengan harga murah dalam kegiatan itu. Diantaranya, Swalayan Indrako, Indomaret dan Farm.
Dirincikannya, Indrako memasok beberapa produk dalam bentuk paket diantaranya, Blue band, Minyak Goreng Fortun, Sirup Abc, Tepung Terigu 1 kg, Gula Pasir 1 kg. Untuk kesemua produk ini, Indrako hanya mematok harga Rp 50 ribu per paket.
Sementara Telur di suplai oleh Farm.
Sedangkan Indomaret menyediakan Roti Kaleng, minum soft dring dan sirup. Untuk semua produk ini, Indomaret juga menjual lebih murah 15-20 persen dari harga biasa.
Operasi Pasar hari ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kuansing, Drs Mursini. Terlihat hadir mendampingi bupati tadi pagi Sekda, Dr Dianto Mampanini. Selain itu juga turut hadir Kadis Perindagkop, Tarmis dan Kepala Bulog. (hen)
Ilustrasi - Peserta UNBK tengah serius menyelesaikan soal
JAKARTA, Tribun Riau- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkapkan rerata hasil UN SMP tahun 2018 terjadi penurunan jika dibandingkan di tahun 2017 lalu. Penurunan terjadi di mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia dan Matematika.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Totok Suprayino mengatakan mapel rerata Bahasa Indonesia dari yang 70,79 persen di tahun 2017 kini 66,97 persen di tahun 2018. Sementara itu mapel Matematika menjadi mapel yang mengalami penurunan cukup tinggi. Rerata Matematika di tahun 2017 48,63 persen, tahun ini menjadi 44,38 persen.
Totok menolak jika penurunan nilai rerata tersebut diartikan dalam makna sebenarnya. Menurutnya, dengan semakin banyaknya sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maka kecurangan akan semakin sulit dilakukan, sehingga hasilnya tidak terdistorsi dengan kecurangan.
“Bukan menurun, tapi terkoreksi, kenapa dikatakan terkoreksi, karena nilai yang tahun lalu seolah-olah tinggi itu bukan (nilai) sesungguhnya, nilai palsu karena diperoleh dengan cara curang misalnya,” katanya.
Sebaliknya, Totok lebih lanjut menjelaskan, mapel yang nilai reratanya mengalami kenaikan justru Bahasa Inggris. Menurutnya naiknya nilai rerata mapel Bahasa Inggris tersebut disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah ketertarikan siswa terhadap Bahasa Inggris yang terus meningkat.
“Eksposur anak pergaulan bahasa inggrisnya juga pengaruh. Anak di HP lihat bahasa inggris, di TV bahasa inggris, internet bahasa inggris, kemungkinan membantu. Tapi juga kemungkinan peran guru juga besar, karena masif nih, semua rata2 naik,” ucapnya. (rci/red)
Kelima pelaku judi song berikut barang bukti sudah diamankan di Mapolres Rohul
ROKAN HULU,Tribun Riau– Satuan Reskrim Polres Rokan Hulu (Rohul), mengamankan 5 pria yang diduga Pelaku Perjudian Jenis Kartu Remi, Jumat, (25/5/ 2018) Sekira Pukul 15.00 Wib di sebuah warung warga di Desa Surau Gading Kecamatan Rambah Samo,kabupaten Rokan Hulu -Riau.
Informasi yang dihimpun menyebutkan kelima pelaku yang ditangkap, itu yakni, ARN, (40) warga Desa Sungai Salak Rambah Samo, AR (32) warga Surau Gading, AM (41) warga Desa Lubuk Napal, IW (50) warga Lubuk Napal dan AH (52) warga Surau Gading.
Kronologis kejadian berawal Pada hari Jumat, (25/5/ 2018) sekira pukul 14.00 wib, Kasat Reskrim Polres Rohul mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Desa Surau Gading, Rambah Samo ada perjudian yg meresahkan warga karena berlangsung pada bulan Ramadhan.
Mendapatkan informasi tersebut Kasat Reskrim meneruskan kepada team buser Polres Rohul untuksegera dilakukan penyelidikan dan menyelusuri info tersebut.
Setelah dilakukan penyelidikan sekitar pukul 15.00 wib team buser sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tepatnya di warung warga bernama Eko ada 5 orangg sedang bermain judi jenis song.
Seketika itu team langsung melakukan penangkapan dan mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp. 770.000 dan satu set kartu remi.
Kemudian team buser membawa 5 orang pelaku dan barang bukti ke Mapolres Rohul guna untuk ditindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku.
“Saat ini kelima pelaku judi song itu berikut barang bukti sudah diamankan di Mapolres Rohul,” kata Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua.S.IK,M.Si melalui Paur Humas Ipda Nanang Pujiono SH, Minggu (27/5/2018). (mad)
TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Momen Ramadan digunakan oleh Ketua DPC PDIP Kuansing, H Halim untuk merajut silaturahmi dengan sejumlah warga. Tadi malam Ahad, (27/5/18) H Halim yang juga Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) itu terlihat hadir saat acara buka bersama dengan masyarakat Desa Petai di Kediaman salah seorang pengurus PDIP Kuansing, Kasniwati.
Setelah acara buka bersama, H Halim beserta rombongan melanjutkan kegiatan Safari Ramadhan yang dipusatkan di Mesjid yang ada didesa tersebut. Dalam kesemoatan itu turut mendampingi, Drs. H. Zulkifli, Tokoh Masyarakat Kuansing, H. Ermedi, Pengurus, Kader, dan Simpatisan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuantan Singingi.
Atas kehadiran Wabup Halim kedesa tersebut, Kepala Desa Petai sangat berterimakasih atas kehadiran H. Halim dalam kegiatan safari Ramadhan, selain itu masyarakat Desa Petai memohon aspirasi untuk dapat di bantu dalam pembangunan Turap di samping Masjid, yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Jika tidak segera di lalukan pembangunan, Turap dikhawatirkan akan mengakibatkan Bangunan Masjid Desa Petai ini mengalami Longsor.
Senada dengan itu, Ketua DPC PDIP H. Halim menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada segenap masyarakat Desa Petai yang masih konsisten untuk bersama-sama menjalankan Ibadah Sholat Tarawih berjamah. Hal ini sebagai wujud dari ciri-ciri peningkatan nilai kesalehan dan ketakwaan sebagai hambah Allah SWT.
Dalam merespon aspirasi masyarakat Desa Petai tersebut, H. Halim akan berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk mencarikan solusi atas persoalan tersebut, Dalam kesempatan itu, H. Halim memberikan bantuan untuk kemakmuran masjid sebesar 10 Juta. Sementara untuk Ibu-Ibu Majelis Taklim, H Halim juga membantu sebesar Rp2 Juta, dan untuk Kepemudaan sebesar 3 Juta Rupiah.
“Besar harapan saya agar silaturahmi dan ukhuwah islamiyah dapat terus terjalin, dan dapat bersama-sama menyukseskan pembangunan di Kabupaten yang kita cintai ini,” tutup Halim. (hen)
TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Sederetan panjang cerita persoalan tunggakan rekening listrik Pemkab Kuansing tahun 2016 lalu sebesar Rp1 miliar cukup menarik untuk disimak. Tuding-tudingan kian gencar dilontarkan. Siapa yang menikmati hingga siapa yang bersalah. Bahkan dimedia sosial facebook nama Bupati Kuansing ikut dikait kaitkan sebagai penikmat uang tersebut. Benarkah demikian?
Sebagai orang yang mengetahui pengeluaran uang waktu itu, mantan bendahara umum Setda Kuansing, Doni Irawan membantah jika uang listrik Pemkab Kuansing itu mengalir ke kantong pribadi bupati. “Saya tidak setuju dengan status -status di media sosial itu yang menyebutkan adanya uang rekening listrik itu mengalir ke kantong pribadi bupati. Itu tidak benar. Saya tidak pernah mengatakan itu,” ujar Doni saat berbincang dengan Tribunriau.com, Jumat (25/5/18) lalu.
Doni mengaku terus memantau komentar komentar dimedia sosial terkait persoalan rekening listrik itu. Karena itu Doni meminta media untuk menjelaskan kepada publik bahwasanya tidak pernah dirinya menyebutkan bahwasanya uang untuk pembayaran rekening listrik itu mengalir kekantong pribadinya bupati. “Yang benar itu adalah, uang tersebut dipergunakan untuk kegiatan pemerintahan yang didalamnya ada kegiatan bupati. Jadi bukan pribadinya,” ujar Doni menjelaskan.
Untuk mendudukan persoalan tersebut, Doni mengaku telah beberapa kali ingin bertemu dengan bupati. Bahkan Doni siap dikomprontir dengan bendahara umum Setda Kuansing yang sekarang, Verdy Ananta dan juga dengan mantan Sekda Muharman. “Hal ini supaya persoalan tersebut jelas dan cepat diselesaikan,” ucapnya.
Sebab, kata Doni, akibat tidak dibayarkannya tunggakan listrik itu oleh Verdy Ananta, saat ini dirinya telah menanggung hutang yang tidak sedikit banyaknya. Kata Doni, dirinya harus menanggung beban utang kepada bank sebesar Rp12 juta perbulan dengan pinjaman awal sebesar Rp500 juta. “Belum lagi kepihak lain. Total keseluruhannya Rp3 miliar,” ungkap Doni.
Uang sebanyak itu dipergunakan untuk membiayai kegiatan pemerintah mulai dari pertengahan Juli hingga berakhir masa jabatannya pertengahan November 2016.
Seperti diberitakan Tribun.com sebelumnya, Pemkab Kuansing masih menunggak listrik sebesar Rp1 miliar kepada PLN cabang Telukkuantan pada tahun anggaran 2016 lalu.
Tunggakan itu kini menjadi persoalan, sebab, dana untuk pembayaran itu sudah dianggarkan namun, tidak dibayarkan kepada PLN. Sementara dana tersebut telah habis dipergunakan untuk kegiatan lain.
Menurut informasi, persoalan tersebut telah mulai diselidiki oleh Tipikor Polres Kuansing. Bahkan, sejumlah pihak terkait, disebut-sebut telah diperiksa penyidik. Termasuk mantan bendahara umum Setda Kuansing, Doni Irawan.
Doni Irawan mengaku dirinya merasa dizolimi oleh temannya sendiri atas kasus tersebut. Teman yang disebut Doni itu tak lain bendahara umum Setda Kuansing saat ini, Verdi Ananta.
Dulu kata Doni, sewaktu dirinya masih menjabat sebagai bendahara umum Setda Kuansing, pada pertengahan bulan Juli 2016 terjadi kekosongan di Kas Daerah (Kasda). Sementara kegiatan di Sekretariat Daerah (Sekda) terus saja berjalan. Misalnya, kegiatan kepala daerah dan wakilnya keluar daerah. Begitupun juga kegiatan Sekda itu sendiri. “Jadi untuk menutupi biaya itu saya harus mencari solusi lain. Solusinya dengan cara mencari pinjaman kepihak ketiga,” jelas Doni.
Doni menjelaskan, pada tanggal 31 Mei 2016 dirinya mengajukan Ganti Uang (GU) sebanyak Rp7.8 miliar. Uang itu kata Doni hanya bertahan sampai pertengahan Juni 2016, karena banyaknya tunggakan untuk pembayaran kegiatan Pemkab Kuansing yang harus diselesaikannya saat itu.
“Ada beberapa kegiatan yang dibiayai dari dana GU itu termasuk untuk pembayaran mandi balimau kasai di Muara Lembu, motorcross, biaya pelantikan bupati dan wakil bupati, dan lain-lain,” beber Doni.
Selain itu kata dia, uang itu juga ada dipergunakan untuk pembayaran kegiatan sukuran pasca kemenangan pasangan MH di Desa Kopah. Misalnya untuk bayar tenda dan makan minum, “Itu juga kami bantu,” kata Doni.
Selanjutnya kata dia, dana GU sebesar Rp7.8 miliar itu juga digunakan untuk pembayaran hutang-hutang dibeberapa percetakan. “Pokoknya pada pertengahan Juli itu Kasda kita kosong,” paparnya.
Lalu, cerita Doni, karena kekosongan Kasda, dirinya lantas memberitahukan kepada Sekda Muharman waktu itu untuk mencarikan solusi. “Sekda waktu itu malah balik bertanya ke saya. Apa yang bisa dipakai, dipakai saja dulu,” ujarnya.
Atas arahan Sekda itu, Doni lantas menyodorkan beberapa alternatif kepada Sekda Muharman. Alternatif lain adalah dengan mencarikan pinjaman kepada pihak ketiga termasuk menggunakan uang untuk pembayaran listrik. “Jadi dana listrik itu dipakai dulu, nanti kalau APBD Perubahan 2016 sudah cair baru diganti. Sekda pun menyetujui waktu itu,” akunya.
Lanjut Doni, maka uang listrik itupun digunakan, termasuk dirinya juga mencari pijaman kepada pihak lain. Bukan hanya itu saja, Doni juga menggadaikan SK dan rumahnya ke Bank untuk menutupi biaya kegiatan pemerintah itu sejak Juli hingga pertengahan Oktober 2016.
Lantas, pada tanggal 23 November 2016 itu kebijakan Bupati Mursini berubah. Doni yang menjabat sebagai bendahara umum diganti dengan Verdi Ananta. Akibat pergantian jabatan bendahara inilah pangkal masalah mulai timbul.
“Dana listrik yang telah dipakai dan pinjaman uang kepada pihak ketiga tidak dibayarkan oleh Verdy setelah dana APBD perubahan dicairkan.
“Seandainya Verdi mau membayar dana listrik yang telah dipakai itu, tentu masalah tunggakan ini tidak akan terjadi,” ujarnya kesal.
Sementara itu, bendahara umum Setda Kuansing, Verdy Ananta mengakui jika dirinya memang tidak mau membayarkannya. Sebab pembayaran rekening listrik itu sudah dibukukan oleh bendahara lama, Doni Irawan.
“Uangnya sudah diambil dan sudah dibukukan. Tentu tidak mungkin saya harus membayarnya kembali. Tumpang tindih jadinya. Gak berani saya. Itu sudah menyalahi aturan,” tutup Verdy. (hen)
ROKAN HULU, Tribun Riau – Wardi (30) korban yang ditemukan meninggal mengapung di Sungai Rokan Dusun Sei Murai Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), Riau, Kamis (24/5/2018) sekira Pukul 08.00 Wib, ternyata masih dalam masa penyembuhan dari sakit kejiwaan.
Menurut Yunus, salah seorang keluarga korban, bahwa korban benar adalah Wardi sesuai celana yang digunakan serta tanda tato di lengan korban
Disebutkannya, Korban Wardi baru dibawa dari Medan, Sumatera Utara (Sumut)sekitar 2 bulan yang lalu karena mengalami gangguan jiwa dan masih dalam tahap penyembuhan.
“Korban masih tahap penyembuhan di Surau Majelis Zikir Al Hidayah Kota Lama, namun selama tahap penyembuhan korban sering kabur dari surau, namun setelah dicari ditemukan kembali di sekitar Kota Lama,” kata Yunus yang juga adik ipar korban.
Dijelaskan Yunus, terakhir pada hari Selasa 22 Mei 2018 sekitar 06.30 wib, seorang warga bernama Ujang melihat korban sedang berada di jembatan Sei Rokan Kelurahan Kota lama.
Saat itu, lanjutnya, Ujang menyuruh pulang namun korban tidak mau, sehingga Ujang menghubungi adik iparnya dan saat adik ipar dan keluarga yang lain pergi ke jembatan korban sudah tidak ada.
“Pada hari Kamis (24/5/2018), itulah kami mendapat informasi bahwa korban ditemukan dalam kondisi mengapung di sungai Rokan tepatnya Dusun Sei Murai Desa Muara Dilam,” jelas Yunus.
Keluarga korban telah menerima dengan ikhlas atas meninggalnya korban dan menyatakan tidak perlu dilakukan otopsi.
“Selanjutnya korban dibawa pihak keluarga dan jemaah menuju Surau Majelis Zikir Al Hidayah dan rencananya sore ini di makamkan di pemakaman umum Dusun Pecandang Kelurahan Kota Lama,” kata Kapolres Rohul melalui Paur Humas Ipda Nanang Pujiono,SH, Jumat (25/5/2018). (mad)
Wakil Bupati Kuansing H Halim Saat Memberikan Sambutan Dihadapan Ratusan Warga Koto Simandolak.
TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Warga Desa Koto Simadolak, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengeluhkan bantuan pemerintah sejak dua tahun belakangan ini yang dinilai kurang adil. Warga tersebut lantas curhat kepada Wakil Bupati Kuansing, H Halim tadi malam, Sabtu (26/5/18) saat menghadiri acara Safari Ramadan yang diselenggarakan di Mesjid Jamik setempat.
Yang dikeluhkan warga tersebut yakni terkait bantuan beras miskin yang diberikan pemerintah kepada warga tak sesuai dengan data yang diajukan. Sejak dua tahun belakangan ini, pemerintah hanya memberikan bantuan beras miskin (Raskin) hanya untuk 20 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan warga miskin yang sejatinya berhak menerima bantuan tersebut jauh lebih banyak ketimbang jumlah tersebut.
Warga menjelaskan, pada tahun 2016 lalu warga miskin yang menerima bantuan Raskin ini sebanyak 187 KK. Namun, pada tahun 2017 dan 2018 ini angka penerima Raskin itu menjadi berkurang 20 KK. Sedangkan warga miskin di Desa tersebut bukannya berkurang tapi bertambah. “ Sudah dua tahun ini diusulkan penambahan, namun Dinas Sosial Pemkab Kuansing tetap tidak menerimanya,” ujar Kades Simadolak, Deswanriadi kepada Wabup Halim.
Deswanriadi menambahkan, karena bantuan tersebut tidak sesuai dengan data penerima tahun sebelumnya sehingga warga bersepakat tidak mau menerimanya hingga saat ini. “Kalau kami terima justru akan menimbulkan kegaduhan dimasyarakat. Sebab data yang dimiliki oleh pemerintahan desa bahwa yang harus menerimanya sebanyak 187 KK,” bebernya sembari berharap Wabup Halim mau menyelesaikan persoalan tersebut.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Kuansing, H Halim menyampaikan bahwa, beliau sebagai wakil bupati akan selalu bekerja keras bagaimana masyarakat Kuansing ini dapat terangkat kesejahteraannya. Terkait persoalan bantuan yang dikeluhkan warga itu, Wabup Halim akan menindaklanjutinya. Dalam kesempatan itu, Wabup Halim memberikan sumbangan pribadi sebesar Rp10 juta. Wabup berharap sumbagan tersebut dipergunakan bagi kemakmuran Mesjid Jamik Koto Simandolak.
Istri Wakil Bupati Kuansing, Yuni Warti halim juga terlihat hadir. Selain itu juga terlihat hadir mantan wakil Bupati Kuansing, Drs H Zulkifli, tokoh masyarakat setempat, H ermedi serta sejumlah pengurus dan fungsionaris DPC PDIP Kuansing. Sementara pemberi tausiyah dibacakan oleh ustadz Fitra. (hen)
ROKAN HULU, Tribun Riau – Polsek Kepenuhan Rokan Hulu (Rohul), Riau berhasil mengamankan Seorang pria berinisial AP (35), Diduga pelaku perjudian jenis batu Domino pada Kamis (24/5/2018) sekira pukul 22.00 wib di Los Pasar Sp 2 Desa Kepenuhan Baru Kecamatan Kepenuhan.
Pelaku AP yang berprofesi sebagai Buruh, beralamat di SP 2 jalur 2 Desa Kepenuhan Baru, diamankan bersama barang bukti Satu set batu domino warna hijau sebanyak 28 buah, Uang tunai sebesar Rp. 40.000 dan Satu buah pena.
Kronologis penangkapan berawal
Pada Kamis, 24 Mei 2018 sekitar jam. 20.00 wib, Bripka Andi Afrimadona mendapat informasi dari masarakat bahwa di Los Pasar Sp 2 Desa Kepenuhan Baru ada orang yang sedang melakukan perjudian Batu Domino.
Mendapat informasi tersebut atas perintah Kapolsek Kepenuhan Iptu Yani Marjoni, SH Kanit Reskrim Bripka Andi Afrimadona dan anggotanya melakukan penyelidikan tentang informasi tersebut.
Setelah melakukan pengintaian dan di lihat di los pasar Desa Kepenuhan Baru tersebut ada orang yang sedang bermain judi, selanjutnya polisi melakukan penangkapan terhadap satu pria yang mengaku bernama AP bermain judi batu domino bersama tiga temannya.
Sedangkan tiga orang rekannya sempat melarikan diri saat digrebek polisi.
Selanjutnya pelaku di amankan dan di bawa ke Polsek Kepenuhan untuk di Proses lebih lanjut,”kata Kapolres Rohul melalui Paur Humas Ipda Nanang Pujiono SH, Jumat (25/5/2018). (mad)
ROKAN HULU, Tribun Riau- Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), intruksikan pihak sekolah dari tingkat SD hingga SLTP di Rohul mewajibkan pelaksanaan kegiataan kepramukaan di seluruh sekolah.
Itu ditegaskan Kadisdipora Rohul, Drs H.Ibnu Ulya, Jumat (25/5/2018), karena menurutnya kegiatan Pramuka wajib, dan nantinya dimasukan dalam ektra kulikuler dan masuk penilaian pelajar.
“Bagi sekolah yang tidak mau melaksanakan kegiatan Kepramukaan, berarti tidak mau laksanakan aturan yang berlaku. Karena, sejak 2012 sebenarnya kepramukaan sudah dilaksanakan, vakum tidak vakum itu tergantung sekolahnya yang melaksanakannya,” jelas Ibnu Ulya.
Ibnu Ulya menyatakan, pentingnya kegiatan Pramuka karena untuk pembinaan karakter anak, nantinya disana kelas ada kurimulum, dana operasional serta mengacu ke materi. Kegiatan Pramuka juga ada jenjang, disamping segi umur juga ada tingkatannya sehingga melalui usia kelompok itulah mereka mengambil jenjang kelompok.
“Kegiatan Pramuka harus diaktifkan di seluruh sekolah di Rohul, karena ini penting dalam melakukan pembinaan karakter dan mental anak. Kemudian, juga diatur ketentuan sehingga tidak ada alasan lagi sekolah di Rohul yang tidak melaksanakan kegiatan Kepramukaan,” sebutnya. (mad)
Bupati Mursini Saat Meninjau UN di Salah Satu Sekolah di Kuansing.
TELUKKUANTAN, Tribun Riau – Hasil ujian nasional berbasis Komputer (UNBK) SMP/MTs diumumkan hari ini, Jumat (25/5/18) lalu. Dari hasil tersebut, diketahui rata-rata nilai siswa di Kabupaten Kuansing menjadi yang terendah se Provinsi Riau. Peringkat ini diperoleh Kuansing kurun waktu dua tahun terakhir.
Untuk tingkat kabupaten/kota, rata-rata nilai UNBK SMP/MTs tertinggi masih Kota Pekanbaru dengan total nilai 217,27 untuk empat mata pelajaran. Sementara rata-rata terendah adalah Kabupaten Kuansing dengan total nilai 163,65.
Dengan anjloknya prestasi tersebut, banyak pihak menuntut agar Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) segera melakukan perbaikan. Sebab keadaan dunia pendidikan Kuansing saat ini berbanding jauh terbalik dengan kondisi sebelumnya. Kuansing sebelumnya dikenal sebagai lumbungnya orang pintar. Banyak tenaga didik yang tersebar di beberapa daerah berasal dari Kuansing. Begitupun juga para Profesor. Kuansing masih memegang rekor di Riau ini.
Kira-kira apa yang akan dilakukan Bupati Mursini setelah dua tahun mendapat prestasi terendah ini? Begini jawabannya.
“Kita paling bawah lagi ya. Kedepan kita akan evaluasi total,” katanya
Evaluasi total tersebut kata Bupati, tidak hanya di dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan, namun juga kepala sekolah dan guru. Meski begitu, Bupati masih berfikir positif tentang hasil tersebut.
“Kita lihat nilainya dulu dan bandingkan dengan tahun lalu. Kalau nilainya naik, berarti rata-rata kabupaten lain juga naik. Kalau mau meningkat, maka kita jangan jalan kaki, harus berlari,” katanya.
Orang nomor satu di Kuansing ini menduga mungkin masih terpuruknya rata-rata nilai UNBK SMP/MTs di Kuansing disebabkan mutasi kepala sekolah (Kasek) yang dilakukannya jelang UNBK.
“Mutasi kepala sekolah yang baru itu kan dekat dengan ujian. Sehingga mereka belum sempat bekerja maksimal untuk mendongkrak nilai UNBK,” ungkapnya.
Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kuansing Yusri Rasul membenarkan bahwa nilai rata-rata UNBK SMP/MTs Kuansing berada di peringkat paling bawah.
“Betul, nilai rata-rata Kuansing paling rendah. Namun, jika dilihat keseluruhan rata-rata tiap kabupaten tidak terlalu banyak selisihnya. Hal ini menandakan ada persaingan cukup ketat,”katanya.
Masih kata Yusri, melihat nilai rata-rata Kuansing di urutan paling terakhir maka Dinas Pendidikan kedepan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Mulai dengan peningkatan kompetensi guru dan metode pembelajaran.
“Sebenarnya kita sudah berusaha maksimal dari awal, seperti peningkatan kompetensi guru serta tryout, namun ternyata hasilnya kurang memuaskan,” katanya.
Kedepan masih kata Yusri, Dinas Pendidikan akan melatih para guru SD dan SMP mengajar dengan pendekatan pembelajaran aktif. Dengan begitu, guru dapat memperbaiki konsep dan memahami konten materi yang akan disampaikan kepada murid dengan lebih baik. “Kita juga akan melatih guru dengan forum KKG (Kelompok Kerja Guru) untuk guru SD dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) di masing-masing daerah untuk meningkatkan profesionalisme,” katanya.
Yusri pun mengakui bahwa Kuansing mendapat peringkat terakhir dalam dua tahun terakhir. Tentu kondisi ini lanjutnya, menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan.
“Kita akan berusaha keras agar kedepan nilai rata-rata UNBK kita tidak di urutan paling bawah,” tutup Yusri (hen)