Pemberian sertifikat tanah secara simbolis oleh BPN Rohul
ROKAN HULU, Tribun Riau- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Rokan Hulu (Rohul) bersama pihak Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah, bagikan 350 sertifikat tanah gratis ke masyarakat, melalui program Pendaftaran Tanah Sistemik Lengkap (PTSL) tahun 2017.
Kegiatan pembagian sertifikat gratis program PTSL, digelar di kantor Desa Pematang Berangan, Senin (28/5/2018) pagi, dihadiri Sekdes Herfan Efendy, perwakilan dari BPN Rohul Kasi Infrastruktur Dwi Tuhu.A dan Priyo serta petugas lainnya.
Perwakilan BPN Rohul Priyo menyatakan, di program PTSL tahun 2017 dan baru dibagikan kali ini, ada 350 sertifikat yang dibagikan ke masyarakat. Dirinya berharap, sertifikat yang diserahkan sebagai hak milik yang kuat dan turun menurun serta berlaku selamanya.
“Sehingga, saya ingatkan bagi penerima bantuan Program PTSL, agar merawat tanda batas. Kalau bisa buat tanda batas yang permenen. Kemudian, dengan sudah diberokan sertifikat tanah ini kesejahteraan masyarakat juga status tanah mereka lebih jelas. Berharap sertifikat bisa berguna dan tingkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Priyo.
Sementara itu, untuk di Rohul sendiri program PTSL yang dilaksanakan ada bantuan 7500 sertifikat tanah gratis. (mad)
JAKARTA,Tribun Riau- Bagi anda yang baru pulang dari Suriah, siap-siap berurusan dengan pihak Kepolisian. Pasalnya, pihak Kepolisian akan segera memeriksa atas dugaan keterlibatan dengan organisasi ISIS atau pelatihan militer lainnya. Jika bukti sudah
Hal tersebut dilakukan setelah UU Antiterorisme yang baru disahkan.
“Kalau misalnya bukti sudah jelas ya lakukan proses hukum,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal saat dikonfirmasi, Ahad (29/5).
Menurut Iqbal, Polri akan melakukan pengawasan bersama Badan Nasional Penanggulan Teror (BNPT) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sesuai dengan fungsinya masing-masing. “Nanti akan diatur siapa yg nanti akan di depan, siapa yg akan proses hukum, siapa yang lakukan penindakan,” kata dia.
Kendati demikian, untuk upaya pencegahan, Iqbal berharap agar semua pemangku kebijakan di Indonesia dapat saling bekerja sama hingga ke tingkat akar rumput. Ia berpendapat senjata menanggulangi teroris dimulai dari pengawasan orang tua pada anak-anak agar tidak sampai terpapar ekstremisme.
Polri merespons baik revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU Antiterorisme) yang telah disahkan DPR Jumat (25/5). UU tersebut dianggap sebagai UU yang lebih pro aktif dibanding UU sebelumnya. Polri pun siap memgimplementasi UU tersebut dengan maksimal.
Dalam UU Antiterorisme tersebut, terdapat beberapa perubahan terkait teknis kepolisian. Perbedaan itu di antaranya, kepolisian juga bisa menindak WNI yang pernah terlibat dalam pelatihan militer di negara lain.
Pasal 12B ayat (1) menyatakan setiap orang yang dengan sengaja menyelenggarakan, memberikan, atau mengikuti pelatihan militer, pelatihan paramiliter, atau pelatihan lain, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dengan maksud merencanakan, mempersiapkan, atau melakukan tindak pidana terorisme, dan/atau ikut berperang di luar negeri untuk tindak pidana terorisme dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun. (rci/red)
Pemberitan bantuan pada saat kegiatan Safari Ramadhan Kecamatan Rambah, Rokan Hulu, Senin (28/5/2018) malam
ROKAN HULU,Tribun Riau- Pada pelaksanaan safari Ramadhan tingkat Kecamatan Rambah di Masjid Istiqomah di Dusun kampung bukit Desa Menaming,diketahui Desa Menaming tahun 2018 ini mendapatkan bantuan permbangunan baik dari APBN, APBD Riau serta APBD Rohul mencapai Rp10 miliar lebih.
Itu terungkap, dalam pidato Camat Rambah Muhammad Franovandi, S.STP, M.Si, Senin (28/5/2018) malam, saat safari Ramadhan 1439 Hijriyah yang dihadiri KUA Rambah, Abdurrahman Jailani, Sekcam Rambah, Kepala Desa Menaming Firdaus, Kapolsek Rambah Hermawan, Sekcam, para kades, lurah, Sekdes, jemaah, Ketua dan pengurs BPD, serta perangkat desa.
Camat Rambah menyatakan, dirinya berterima kasih kepada Kades Menaming yang sudah berupaya dan bekerja dengan maksimal, sehingga desa Menaming tahun ini mendapatkan bantuan pembangunan Rp10 miliar lebih baik dari APBD Rohul, Provinsi maupun kavupaten/ kota
“Sehingga saya menghimbau, seluruh elemen masyarakat Menaming bisa mendukung program Kepala desa di desanya. Karena tanpa dukungan, maka pelaksanaan pembangunan tidak akan berjalan dengan baik,” sebut Camat Muhammad Franovandi yang akrab disapa Ovan.
Selain itu, dirinya juga ingatkan seluruh masyarakat agar mengecek identitas masing masing, apa itu KTP, KK, buku nikah yang harus dimikiki 1 orang 1 buku nikah. Bagi yang belum mengurusnya, segera lakukan pengurusan di UPTD Rambah, sehingga di Kecamatan Rambah kedepannya data penduduknya dapat diketahui serta valid.
Kemudian, dikatakan Kades Menaming Firdaus dirinya sangat berterima kasih ke camat Rambah dan rombongan, yang sudah menggelar Safari Ramadhan tingkat Kecamatan Rambah. Kegiatan digelar dengan dimulai buka puasa bersama di kediaman Kades Menaming, dilanjutkan Shalat Magrib, Shalat Isa kemudian pelaksanaan tarawih dan witir.
Firdaus menyebutkan, tahun 2018 ini pembangunan di desa mereka pesat. Sehingga berterima kasih kepda pemerintah, pusat, provinsi, kabupaten kecamatan yang sudah memperhatikan dan membimbing desa mereka.
“Apa yang sudah saya idamkan, puncak bantuan selama saya memimpin Kades 11 tahun desa kita baru kali ini menerima bantan besar Rp10 miliar, ditambah 1 unit eksapator untuk desa menaming maupun desa tetangga lainnya,” harap Firdaus.
Di kegiatan itu, juga ada yang berbeda. Karena penceramah yang mengisi tausiyah kegiatan Safari Ramadhan kecamatan Rambah, panitia hadirkan Bonita Zahra tamatan SDN 025 Rambah yang merupakan putri asli dari Menaming. Diceramahnya, dibawakan ceramah dengan tema “Keutamaan berpuasa di bulan ramadhan” dan mendapat apresiasi dari para kaum bapak dan ibu-ibu jemaah masjid.
Kapolsek Rambah, AKP Hermawan yang ikut dalam rombongan safari Ramadhan juga berikan amanat, bahwa pada selama pelaksanaan shalat Tarawih dan witir di masjid-masjid belum ada laporan masyarakat pemilik sepeda motor yang kendaraannya hilang di masjid.
Kemudian, Kapolsek juga menghimbau masyarakat Menaming menjaga kamtibmas di desa mereka.Kemudian, juga diminta seluruh masyarakat agar, mengaktifkan kembali poskamling. Kemudian terkait adanya isu isu yg berkembang agar jangan langsung dipercaya. (mad)
GUNUNGTOAR, Tribun Riau – Bupati Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sangat menginginkan warganya terus menggalakan kegiatan agama ditengah tengah masyarakat. Salahsatu caranya kata Mursini adalah dengan melaksanakan magrib mengaji. Bahkan Mursini meminta orang tua mematikan siaran televisi saat waktu magrib.
“Salah-satu cara yang efektif untuk mempilter arus globalisasi yang dapat kita lakukan adalah dengan menggalakkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat seperti kegiatan magrib mengaji,” ujar Bupati Mursini.
Sebagai bentuk keseriusannya selaku bupati untuk mengajak masyarakat menggalakan kegiatan kegamaan, Pemkab Kuansing telah mencanangkan kegiatan subuh berjemaah dan magrib mengaji. Bahkan dirinya selaku Bupati Kuansing juga telah mengeluarkan surat edaran.
Tujuan dari kegiatan ini menurut dia, untuk mendekatkan diri anak-anak dan generasi penerus bangsa terhadap keagamaan guna menangkal dari perbuatan tidak baik.
Dia mengharapkan dengan banyaknnya generasi Kuansing yang pandai mengaji kedepannya juga akan menjadi aset bagi Kuansing bilamana ada lomba-lomba mengaji atau musabaqah baik pada tingkat kecamatan, provinsi maupun nasional.
“Sehingga nantinya Kuansing memiliki qori dan qoriah andalan yang siap tampil bila mana ada lomba MTQ,” kata bupati menerangkan.
Harapan itu disampaikan Mursini didepan warga Kecamatan Gunung Toar saat acara safari ramadan di mesjid Nurul Falah, Desa Teberau Panjang tadi malam, Senin (28/5/18).
Sementara itu, Camat Guntor Sadarianah, mengatakan bahwa Program magrib mengaji yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kecamatan Gunung Toar dengan melakukan minitoring program tersebut ke tingkat yang ada di Kecamatan Gunung Toar.
“Kami menginginkan agar program Pemkab Kuansing ini benar-benar berjalan di kehidupan masyarakat. Karena itu kami telah meminta aparatur pemerintah desa untuk menindaklanjuti program ini dengan cara memberitahukan kepada masyarakat, pengurus masjid maupun guru-guru surau agar melakukan kegiatan magrib mengaji baik di masjid, musallah, surau maupun di rumah pribadi masyarakat,” tutup Camat Gunung Toar Sadarisnah.
Safari Ramadhan di masjid Nurul Falah Desa Teberau Panjang kemarin dihadiri Wabup, H Halim, Wakil Ketua I DPRD Kuansing, Sardiono, Sekda Kuansing, DR. Dianto Mampanini SE, Istri Bupati Emisafitri, Kakanmenag Drs. Jisman, kepala OPD, pejabat eselon III dan IV di lingkup Pemkab Kuansing, Upika Kecamatan Gunung Toar dan ratusan masyarakat Teberau Panjang. (hen)
HULU KUANTAN, Tribun Riau- Masyarakat Kecamatan Hulu Kuantan dibuat resah oleh aksi pencurian hewan ternak jenis kerbau sejak beberapa bulan terakhir. Pencurian kerbau milik warga tersebut diduga dilakukan kawanan pencuri dengan menggunakan truk untuk mengangkut hasil curiannya. Hal itu disampaikan salah seorang warga Desa Serosah, Kasdi Hartono, Senin (28/5/18) kemarin.
Dia menyebutkan, saat ini warga setempat mulai resah dengan pencuri kerbau belakangan ini yang semakin menjadi-jadi. Bahkan sipencuri seakan akan mengetahui gerak gerik peternak.
“Padahal kami selalu ronda. Dua hari yang lalu empat ekor kerbau milik warga Desa Serosah hilang dari kandangnya. Kami minta pihak kepolisian untuk mencari pelakunya,” ujar Kasdi Hartono.
Tono melanjutkan, kejadian tersebut bukan sekali dua kali terjadi. Beberapa bulan yang lalu masyarakat sempat kejar-kejaran dengan pencuri. Saat itu kawanan pencuri menggunakan mobil. Ketika dipergoki warga, kawanan tersebut kabur melewati jalan lintas Telukkuantan menuju Pekanbaru.
“Kawanan pencuri hewan ternak ini tergolong nekad. Mereka bisa mencuri empat tempat dalam satu malam. Kami menduga, pencuri ini mengetahui seluk beluk kampung ini. Kemarin kami sudah melaporkan ke polisi. Kami berharap polisi bisa menangkap pelaku. Sebab masyarakat sudah mulai geram,” ujar Kasdi Hartono. (hen)
TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Lagi lagi soal anggaran yang minim, menjadi salahsatu penyebab anjloknya prestasi pendidikan siswa di Kabupaten Kuansing Singingi (Kuansing) pada UN Tahun 2018 ini. Dimana Kabupaten Kuansing hanya bertengger pada peringkat terakhir dari seluruh kabupaten/kota se Provinsi Riau.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuansing melalui Kabid Dinas Pendidikan, Masrul Hakim saat berbincang dengan Tribunriau.com, Senin (28/5/18) siang menyebutkan, banyak hal yang menjadi faktor penyebab anjloknya prestasi tersebut.
Masrul Hakim menjelaskan, faktor anggaran menjadi salahsatu penyebab utama. Sebab, untuk meningkatkan mutu kependidikan itu perlu diadakan kegiatan peningkatan kompetensi mutu pendidikan. “Jadi ini kita yang tidak pernah ada. Sebab dananya gak ada,” tutur Masrul Hakim.
Padahal kata Masrul Hakim, anggaran untuk kegiatan itu sudah sering diajukan, namun, tidak pernah dikabulkan. “ Kalau untuk UN kita hanya ada untuk cetak soal dan untuk pengawasan. Jadi mandirilah sekolah dengan dana Bos selama ini,” ucap Masrul.
Semestinya hal ini tidak demikian, setidaknya dibutuhkan dana sekitar Rp1 miliar pertahun untuk kegiatan-kegiatan pelatihan dan peningkatan mutu kependidikan. Kebutuhan dana tidak hanya untuk itu ucapnya, kegiatan pelatihan calon kepala sekolah juga semestinya diadakan. Sebab peranan kepala sekolah dalam mengembangkan dan memajukan sekolah menjadi satuan pendidikan yang berkualitas cukup besar.
Persyaratan bakal calon kepala sekolah harus memiliki sertifikat pelatihan calon kepala sekolah. “Sementara kita belum punya yang demikian, karena anggaran untuk kegiatan itu tidak ada,” ucap Masrul lagi.
Kendatipun demikian, Masrul tidak membantah apa yang disebutkan oleh salah seorang anggota DPRD Kuansing, Musliadi, bahwasanya mereka telah menyetujui penggaran 20 persen sesuai dengan ketetapan undang-undang pendidikan. Namun anggaran itu hanya untuk keseluruhan. Temrasuk gaji dan kegiatan fisik lainya. “Jadi yang besar itu hanya untuk kegiatan fisik. Bangun sekolah atau buat pagar misalnya. Sedangkan untuk peningkatan kompetensi mutu, tidak ada,” beber Masrul Hakim.
Sekedar diketahui, kualitas pendidikan di sekolah sangat tergantung kepada kualitas diri kepala sekolah. Kepala Sekolah yang berkualitas adalah kepala sekolah yang memiliki keunggulan dalam lima kompetensi. Kompetensi tersebut terdiri atas kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan kompetensi sosial.
Selain kompetensi tersebut, seorang kepala sekolah harus memiliki bekal kepemimpinan. Tugas pokok kepala sekolah adalah memimpin dan mengelola guru dan staf untuk bekerja sebaik-baiknya demi tercapainya tujuan sekolah.
Di negara-negara maju masalah kepala sekolah ditangani oleh lembaga tersendiri yang khusus melatih kemampuan kepala sekolah dan mempersiapkan calon kepala sekolah. Di Singapura misalnya, ada lembaga ”Leadership School” khusus untuk melatih kepala sekolah dan mempersiapkan calon-calon kepala sekolah. Lembaga ini sudah go internasional. Begitu juga di Malasyia, Korea Selatan, Australia dan negara-negara Eropa memiliki lembaga sejenis. Sedangkan di Indonesia seiring dengan lahirnya Permendiknas No.28 thun 2010 sudah terbentuk Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS). (hen)
Bupati Rohul, H Sukiman, di Kecamatan Kepenuhan, saat kegiatan Safari Ramadhan
ROKAN HULU,Tribun Riau– Melalui APBD Rokan Hulu (Rohul) 2018, Pemkab Rohul kucurkan Rp39.749.220.000 untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Kepenuhan.
Dana yang dikucurkan untuk di Kecamatan Kepenuhan tersebut, menurut Bupati Rohul, H Sukiman, Jumat (25/5/2018), sebagai bentuk dalam mewujudkan visi misi Bupati Rohul dalam membangun desa menata kota.
“Pemkab Rohul tahun ini untuk di Kecamatan Kepenuhan, prioritaskan pembangunan infrastruktur jalan-jalan ke desa dan pembangunan jembatan, terutama yang menjadi pusat aktifitas dan urat nadi perekonomian masyarakat,” terang Bupati Sukiman.
Bupati Rohul juga menyatakan, Pemkab Rohul mengalokasikan untuk pembangunan di Kecamatan Kepenuhan melalui APBD 2018 sebesar Rp39.749.220.000, seperti untuk peningkatan dan pembangunan jalan Desa Kepenuhan Hilir dengan dana Rp 200 juta, pembukaan jalan baru RW IV Kelurahan Kepenuhan Tengah Rp200 juta, peningkatan jalan Desa Sei Rokan Jaya Rp 100 juta.
Kemudian, peningkatan jalan Desa Kepenuhan Hilir Rp 150 juta, peningkatan jalan Kesra – Kampung Panjang – Muara Jaya (Multiyears) Rp 7.500.000.000, Kawasan Multi Years Rp 135 juta, Pembangunan Box Culvert Desa Kepenuhan Baru Rp 100 juta.
Selain itu sebut Bupati, pembangunan Box Culvert Desa Kepayang Rp 200 juta, Pemiliharaan Jalan Lintas Provinsi Simpang Kubu Baru Lama Rp200 juta, Peningkatan jalan Kasimang-Ulak Patian-Rantau Binuang Sakti Rp18.209.220.000, Pembangunan Jembatan Sei Batang Lubuh Ruas Jalan Kota Tengah-SP3 Rp12.550.000.000, Peningkatan jalan poros Desa Kepenuhan Barat Mulya 200 juta.
“Sehingga total pembangunan Kecamatan Kepenuhan melalui APBD 2018 sekitar Rp39.749.220.000. Pembangunan infrastruktur jalan merupakan sebagai akses penting bagi masyarakat baik dalam sektor pendidikan, perdagangan serta sebagai urat nadi perekonomian masyarakat. Dengan adanya pembangunan, maka diharapkan masyarakat dapat menjaga jalan tersebut agar tidak dilintasi oleh kendaraan yang melebihi tonase tinggi,” imbaunya.
Bupati juga menyatakan, Pemkab Rohul akan mewujudkan pembangunan sesuai dengan aspirasi masyarakat, sehingga perlunya komitmen masyarakat untuk menjaga hasil pembangunan yang dilakukan pemerintah agar adapat digunakan dalam waktu lebih lama. (mad)
ROKAN HULU,Tribun Riau– Guru agama Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), saat ini nasibnya terkatung-katung dan statusnya belum jelas karena masih memiliki dua induk.
Belum jelas statusnya guru agama PNS di Rohul, itu diakui Kepala Kementrian Agama (Kakan Kemenag) Rohul, Drs H.Syarudin.M.Sy, Jumat (25/5/2018).
Menurut Syahrudin, sampai sekarang nasib guru agama PNS dari tingkat SD hingga SLTA masih terkatung katung, sehingga pihaknya tidak bisa mengurus guru agama PNS sepenuhnya.
“Berdasarkan data, guru agama dari tingkat SD, SLTP hingga SLTA dalam catatan resmi ada 1500 guru agama PNS dan non PNS. Namun kebanyakan mereka sudah memenuhi standart sebagai guru agama yang telah memenuhi standart guru agama. Hanya saja, nasib guru agama PNS di Rohul memiliki dua induk, karena untuk gaji yang mengeluarkannya Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Rohul sedangkan dana sertifikasi mereka Kemenag yang membayarkannya,”
“Kita ingin, guru agama inpasing atau setara dengan PNS lainnya. Namun dari 1500 guru agama yang ada di Rohul, yang di bawah Kementrian Agama hanya 30 orang saja, selebihnya dinas yang mengangkatnya. Seharusnya, keberadaan guru agama di Rohul di bawah Kemeng,” terang Kakan Kemenag Syahrudin.
Dengan status memiliki dua induk, Kemenag menyatakan, dirinya prihatin dengan nasib guru agama di Rohul. Karena status mereka juga tiak bisa setara dengan PNS lainnya, yang keberadaannya di bawah naungan satu instansi saja (induk).
Sementara itu, saat ini sekolah-sekolah di Rohul masih sangat sangat kekurangan tenaga guru agama. Bahkan, kekurangan guru agama diakui para pihak sekolah sehingga mereka terkadang memberdayakan guru PNS atau komite juga honorer, sebagai guru agama.
“Itu memang benar, kita masih kekurangan guru agama untuk di sekolah-sekolah. Hanya saja kita kesulitan, karena terbatasnya tenaga guru agama kemudian status mereka juga masih di bawah dua instansi,” kata Kakan Kemenag Syahrudin. (mad)
JAKARTA,Tribun Riau- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyatakan bahwa kondisi mata kirinya semakin membaik. Ia berharap mata kirinya dapat menjadi tumpuan untuk penglihatannya.
“Minggu lalu saya baru kembali dari Singapura untuk perawatan dan Alhamdulillah mata kiri saya sudah semakin membaik dan diharapkan bisa menjadi tumpuan untuk penglihatan,” kata Novel di gedung KPK, Jakarta, Senin (28/5). Kedatangan Novel ke KPK untuk menghadiri penyerahan jabatan sebagai Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK kepada penggantinya Yudi Purnomo Harahap.
Ia mengatakan, untuk mata kanan, banyak masalah salah satunya pembuluh darah pada kornea. “Yang kanan memang kondisinya banyak masalah di antaranya tumbuhnya pembuluh darah di kornea, yang itu dokter tidak bisa mengharapkan lebih jauh lagi kecuali hanya diupayakan untuk sekadar stabil,” ucap Novel.
Ia menyatakan bahwa ke depan penglihatannya akan banyak terbantu dengan mata kirinya. “Jadi, saya mungkin ke depan akan banyak terbantu dengan mata kiri yang hasil operasi. Proses itu belum selesai karena saraf di mata kiri saya masih lemah, saya minta doa dari semuanya semoga proses penyembuhannya bisa semakin lebih cepat,” ungkap Novel.
Selain itu, Novel juga menyatakan bahwa dirinya masih akan melakukan kontrol setiap bulan ke Singapura terkait pemeriksaan matanya. “Ya sekarang kontrolnya setiap bulan, setiap bulan saya kontrol. Dalam proses sehari-hari saya rawat jalan,” kata dia.
Atas kondisinya itu, Novel pun menyatakan masih belum bisa kembali bekerja di KPK. “Saya belum masuk kantor karena masih dalam kondisi sakit, masih dalam pemulihan,” kata dia.
Novel disiram air keras oleh dua pengendara motor pada 11 April 2017 seusai shalat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Mata Novel mengalami kerusakan sehingga harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.
Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP-Elektronik (KTP-El). Sampai saat pun ini belum ada perkembangan terkait pihak yang diduga sebagai pelaku dalam penyerangan Novel tersebut.
ROKAN HULU,Tribun Riau -Tahun ini, 40 Kelompok Usaha Masyarakat (Kube) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menerima bantuan dari dana APBN 2018, yang diperuntukan peningkatan ekonomi keluarga miskin.
Itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disos P3A) Rohul, Drs.M.Ruslan.M.Si melalui Sekretaris Disos P3A Damri Poti didampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Sosial Neti Herawati .S.Kep, Jumat (25/5/2018).
Dikatakan Damri Poti, ke 40 Kube penerima bantuan, masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang, total bantuan yang diterima per kelompoknya Rp20 juta. Sehingga total bantuan yang dikucurkan bagi 40 Kubedi Rohul tahun ini capai Rp800 juta.
“Program tersebut sasarannya dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga miskin, yang sudah sudah masuk basis data terpadu sumbernya dari Badan Pusat Statisti (BPS). Nantinya, dana Kube di transfer langsung melalui kelompoknya masing-masing,”
“Kemudian, dari Kube tersebut nantinya dibagikan ke masing-masing penerima, dan Kube yang dikucurkan untuk bantuan jenis usaha ternak sapi, ternak kabing, lele dumbo, usaha isi ulang air masak yang saat ini programnya baru tahap verifikasi. Setelah itu baru kita mengunpulkan calon penerima Kube yang diperkirakan dicairkan bisa saat Ranadhan atau bisa usa lebaran Idul Fitri mendatang,” sebut Damri Poti.
Damri Poti menyatakan, pihaknya hanya sebagai pengawasan pelaksanaan kegiatan. Kemudian, perogram itu nantinya didampingi petugas agar peserta Kube melaksanakan kegiatan usaha bantuan tersebut, sehingga dana yang diterimanya bisa melaksanakan usaha sesuai yang diusulkannya. (mad)