ROKAN HULU, Tribun Riau – Wardi (30) korban yang ditemukan meninggal mengapung di Sungai Rokan Dusun Sei Murai Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), Riau, Kamis (24/5/2018) sekira Pukul 08.00 Wib, ternyata masih dalam masa penyembuhan dari sakit kejiwaan.
Menurut Yunus, salah seorang keluarga korban, bahwa korban benar adalah Wardi sesuai celana yang digunakan serta tanda tato di lengan korban
Disebutkannya, Korban Wardi baru dibawa dari Medan, Sumatera Utara (Sumut)sekitar 2 bulan yang lalu karena mengalami gangguan jiwa dan masih dalam tahap penyembuhan.
“Korban masih tahap penyembuhan di Surau Majelis Zikir Al Hidayah Kota Lama, namun selama tahap penyembuhan korban sering kabur dari surau, namun setelah dicari ditemukan kembali di sekitar Kota Lama,” kata Yunus yang juga adik ipar korban.
Dijelaskan Yunus, terakhir pada hari Selasa 22 Mei 2018 sekitar 06.30 wib, seorang warga bernama Ujang melihat korban sedang berada di jembatan Sei Rokan Kelurahan Kota lama.
Saat itu, lanjutnya, Ujang menyuruh pulang namun korban tidak mau, sehingga Ujang menghubungi adik iparnya dan saat adik ipar dan keluarga yang lain pergi ke jembatan korban sudah tidak ada.
“Pada hari Kamis (24/5/2018), itulah kami mendapat informasi bahwa korban ditemukan dalam kondisi mengapung di sungai Rokan tepatnya Dusun Sei Murai Desa Muara Dilam,” jelas Yunus.
Keluarga korban telah menerima dengan ikhlas atas meninggalnya korban dan menyatakan tidak perlu dilakukan otopsi.
“Selanjutnya korban dibawa pihak keluarga dan jemaah menuju Surau Majelis Zikir Al Hidayah dan rencananya sore ini di makamkan di pemakaman umum Dusun Pecandang Kelurahan Kota Lama,” kata Kapolres Rohul melalui Paur Humas Ipda Nanang Pujiono,SH, Jumat (25/5/2018). (mad)












