Hasil UN SMP Peringkat Terendah, Bupati Mursini: Kita Akan Berlari

Bupati Mursini Saat Meninjau UN di Salah Satu Sekolah di Kuansing.

TELUKKUANTAN, Tribun Riau – Hasil ujian nasional berbasis Komputer (UNBK) SMP/MTs diumumkan hari ini, Jumat (25/5/18) lalu. Dari hasil tersebut, diketahui rata-rata nilai siswa di Kabupaten Kuansing menjadi yang terendah se Provinsi Riau. Peringkat ini diperoleh Kuansing kurun waktu dua tahun terakhir.

Untuk tingkat kabupaten/kota, rata-rata nilai UNBK SMP/MTs tertinggi masih Kota Pekanbaru dengan total nilai 217,27 untuk empat mata pelajaran. Sementara rata-rata terendah adalah Kabupaten Kuansing dengan total nilai 163,65.

Dengan anjloknya prestasi tersebut, banyak pihak menuntut agar Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) segera melakukan perbaikan. Sebab keadaan dunia pendidikan Kuansing saat ini berbanding jauh terbalik dengan kondisi sebelumnya. Kuansing sebelumnya dikenal sebagai lumbungnya orang pintar. Banyak tenaga didik yang tersebar di beberapa daerah berasal dari Kuansing. Begitupun juga para Profesor. Kuansing masih memegang rekor di Riau ini.

Kira-kira apa yang akan dilakukan Bupati Mursini setelah dua tahun mendapat prestasi terendah ini? Begini jawabannya.

“Kita paling bawah lagi ya. Kedepan kita akan evaluasi total,” katanya

Evaluasi total tersebut kata Bupati, tidak hanya di dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan, namun juga kepala sekolah dan guru. Meski begitu, Bupati masih berfikir positif tentang hasil tersebut.

“Kita lihat nilainya dulu dan bandingkan dengan tahun lalu. Kalau nilainya naik, berarti rata-rata kabupaten lain juga naik. Kalau mau meningkat, maka kita jangan jalan kaki, harus berlari,” katanya.

Orang nomor satu di Kuansing ini menduga mungkin masih terpuruknya rata-rata nilai UNBK SMP/MTs di Kuansing disebabkan mutasi kepala sekolah (Kasek) yang dilakukannya jelang UNBK.

“Mutasi kepala sekolah yang baru itu kan dekat dengan ujian. Sehingga mereka belum sempat bekerja maksimal untuk mendongkrak nilai UNBK,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kuansing Yusri Rasul membenarkan bahwa nilai rata-rata UNBK SMP/MTs Kuansing berada di peringkat paling bawah.

“Betul, nilai rata-rata Kuansing paling rendah. Namun, jika dilihat keseluruhan rata-rata tiap kabupaten tidak terlalu banyak selisihnya. Hal ini menandakan ada persaingan cukup ketat,”katanya.

Masih kata Yusri, melihat nilai rata-rata Kuansing di urutan paling terakhir maka Dinas Pendidikan kedepan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Mulai dengan peningkatan kompetensi guru dan metode pembelajaran.

“Sebenarnya kita sudah berusaha maksimal dari awal, seperti peningkatan kompetensi guru serta tryout, namun ternyata hasilnya kurang memuaskan,” katanya.

Kedepan masih kata Yusri, Dinas Pendidikan akan melatih para guru SD dan SMP mengajar dengan pendekatan pembelajaran aktif. Dengan begitu, guru dapat memperbaiki konsep dan memahami konten materi yang akan disampaikan kepada murid dengan lebih baik. “Kita juga akan melatih guru dengan forum KKG (Kelompok Kerja Guru) untuk guru SD dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) di masing-masing daerah untuk meningkatkan profesionalisme,” katanya.

Yusri pun mengakui bahwa Kuansing mendapat peringkat terakhir dalam dua tahun terakhir. Tentu kondisi ini lanjutnya, menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan.

“Kita akan berusaha keras agar kedepan nilai rata-rata UNBK kita tidak di urutan paling bawah,” tutup Yusri (hen)