Beranda blog Halaman 1184

Klarifikasi BPOM RI Terkait Video Bubuk Kopi Krimer Menyambar Api

Tribun Riau- Beberapa hari belakangan ini, media sosial dipenuhi dengan video yang tampak beberapa kopi siap saji, seperti Kopi cap Luwak, Coffemix dan lain-lainnya mudah menyambar api, hal tersebut dikaitkan dengan isu adanya bubuk mesiu di dalam kopi yang dimaksud.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) mengeluarkan klarifikasi atas beredarnya video tersebut.

Berikut klarifikasi dari Badan POM RI:

PENJELASAN BPOM RI

TERKAIT KOPI GULA KRIMER

Sehubungan dengan beredarnya video di jaringan media sosial yang meresahkan masyarakat tentang produk Kopi cap Luwak, BPOM RI memandang perlu memberi penjelasan sebagai berikut:

1. Berdasarkan pengelompokan produk pangan, Kopi cap Luwak termasuk dalam kategori minuman serbuk kopi gula krimer, dengan komposisi produk antara lain gula, krimer nabati, dan kopi bubuk instan. Produk tersebut telah melalui evaluasi keamanan dan mutu oleh BPOM RI serta telah mendapatkan nomor izin edar.

2. Dalam video tampak bahwa produk Kopi cap Luwak terbakar. Hal ini terjadi karena produk tersebut berbentuk serbuk, ringan dan berpartikel halus serta mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah sehingga mudah terbakar dan menyala. Seperti telah dijelaskan BPOM RI sebelumnya, bahwa produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar atom karbon), kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori dapat terbakar/menyala jika disulut dengan api.

3. Disekitar kita terdapat banyak bahan pangan yang mudah terbakar, seperti terigu, kopi bubuk, kopi-krimer, merica bubuk, cabe bubuk, kopi instant, putih telur, susu bubuk, pati jagung, biji-bijian, kentang. Hal ini bukan berarti bahan pangan tersebut berbahaya atau tidak aman untuk dikonsumsi.

4. BPOM RI melakukan evaluasi keamanan, mutu, dan gizi pangan termasuk terhadap semua bahan yang digunakan untuk pembuatan pangan olahan sebelum pangan tersebut diedarkan dan memberikan nomor izin edar (MD atau ML) yang dicantumkan pada labelnya. Apabila produk pangan sudah memiliki nomor izin edar BPOM RI, berarti produk tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat.

5. BPOM RI mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu melakukan cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kedaluwarsa) sebelum membeli dan mengonsumsi produk Obat dan Makanan. Pastikan kemasannya dalam kondisi baik, baca informasi pada labelnya, pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa.

Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @HaloBPOM1500533, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. (rilis)

Sedang Tayang di Bioskop Indonesia: ‘Aruna dan Lidahnya’

Film Aruna dan Lidahnya sedang tayang di berbagai bioskop Indonesia. Film bercerita tentang Aruna, yang melakukan petualangan kuliner bersama kedua sahabatnya Nad dan Bono. Dan kemudian bertemu dengan Farish, rekan kerja yang
pernah ia taksir.

Film dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Oka Antara, Nicholas Saputra, dan Hannah Al Rashid ini mengajak masyarakat melihat makanan khas di kota Surabaya, Pamekasan, Pontianak, dan Singkawang.

Film ini memanjakan pencinta kuliner maupun menjadi sarana informasi mengenai kuliner Indonesia.

Melalui cerita yang diadaptasi lepas dari novel Laksmi Pamuntjak, empat karakter manusia menyusuri kekayaan rasa di Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

Aruna, Farish, Nad, dan Bono menelusuri makanan dan menyisihkan perbedaan atas nama petualangan
kuliner. Secara personal para pemeran mengaku terkesima dengan makanan-makanan yang baru mereka temui.

Salah satu yang jadi favorit kesemuanya adalah Bakmi Kepiting Pontianak. Nicholas Saputra mengatakan, “Bakmi rumahan yang dibuat dengan sangat lembut sehingga dapat menyerap rasa dari kepiting dengan baik. Kepitingnya juga disajikan segar.”

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI pun mendukung film Aruna dan Lidahnya, “Tidak ada cara berpromosi yang lebih efektif untuk mengangkat film dan kuliner selain melalui film itu sendiri. Film ini melakukannya dengan renyah dan berselera tinggi.”

Film ini memang mempromosikan kuliner Indonesia yang kaya. Perjalanan para sahabat mencoba berbagai kuliner Indonesia bisa jadi inspirasi bagi siapapun yang hendak melakukan road
trip mengenal Indonesia.

Para pemeran pun merasa senang dapat menemukan referensi baru makanan. Hannah Al Rashid berujar, “Berkat film Aruna dan Lidahnya, kami menyadari betapa luasnya kuliner Indonesia. Ini baru lima kota yang dijajaki. Dari lima kota tersebut, 80 persen menu belum pernah dirasakan sebelumnya.”

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indriwati turut memberikan pendapat positif, “Saya benar-benar menyukai cara film ini menampilkan kehidupan sehari-hari tapi mempunyai kedalaman cerita. Saya suka sekali aktingnya Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Dipersiapkan oleh Palari Films untuk Aruna dan Lidahnya Hannah Al Rashid, dan Oka Antara. Saya rasa mereka bisa memberikan banyak sekali pelajaran tanpa harus menggurui. Bicara tentang lidahnya, kuliner Indonesia luar biasa. Saya harap banyak masyarakat dapat menonton film Aruna dan Lidahnya. Ini adalah cerita tentang kita, tentang kekayaan budaya kita, tentang diri kita, tentang perasaan kita, tentang cara kita bergaul, tentang banyak sekali kekayaan dari kuliner Indonesia yang banyak sekali
bahkan kita tidak tahu.”

“Adegan bersama Nico perbicangannya sangat natural. Kami saling menimpali, bukan kayak menghafal skrip. Kerja bareng Nico mencerminkan persahabatan kami dalam real life . Kami seperti berasa tidak kerja. Nyamannya akting bareng sahabat. Film ini sangat cair,” papar Dian Sastrowardoyo mengenai proses pembuatan film.

Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Hannah Al Rashid, dan Oka Antara banyak menuai pujian karena dirasakan mampu mengeluarkan penampilan yang belum pernah dilihat dalam
film-film sebelumnya.

Tanggapan yang sama juga disampaikan oleh Reza Rahadian setelah menyaksikan Aruna dan Lidahnya. “Suka banget filmnya, tidak melodramatis, semuanya sangat mulus, perjalanan cerita mereka berempat, saya sih happy banget nontonnya, to be honest. Saya berharap orang-orang akan berbondong nonton film ini, karena bukan hanya kulinernya yang menarik, itu sudah pasti, tapi perjalanan cerita mereka juga menarik. Mudah dicerna
dan saya yakin banget banyak orang relate sama film ini.”

Begitu pula dengan Iqbaal Ramadhan yang merasakan energi menyenangkan, “All i can say is this is a wonderful movie . Film ini disajikan seringan mungkin. Bikin kita ingin nonton dua
tiga kali. Chemistry antar pemainnya tidak usah diragukan lagi. Setelah nonton film ini tidak cuma bahagia, tapi ada sesuatu yang bisa dibawa pulang. Aruna dan Lidahnya adalah satu
paket yang utuh. Top notch!” (rilis)

Bursa Kerja, Merry Willian: SMK 5 Batam Siapkan Kompetensi Siswa

BATAM,Tribun Riau- Dalam rangka memenuhi kriteria calon tenaga kerja (Naker) yang dibutuhkan dunia industri, SMK 5 Batam tengah mempersiapkan beberapa kompetensi.

Demikian dikatakan Merry Willian, S.Si salah seorang tenaga pengajar di SMK 5 Batam kepada Tribunriau.com di ruang kerjanya, Sabtu (29/9/2018).

“Dalam memenuhi kreteria calon tenaga kerja yang akan direkrut menjadi tenaga kerja di dunia industri yang berasal dari siswa pelajar yang ada di bursa tenaga kerja khusus SMK 5, kita mempersiapkan beberapa kopetensi,” ujarnya.

Dijelaskannya, sekitar 32 Perusahaan sudah melakukan MoU dengan SMK 5 Batam, untuk memenuhi standar naker yang dibutuhkan, pihaknya terus memberikan pelatihan, magang dan praktek bagi guru, hal tersebut dilakukan untuk menyamakan mindset dengan dunia industri.

“Ada 32 perusahaan yang sudah menbuat MOU kepada Sekolah SMK 5, untuk memenuhi standar tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan yang bergerak di dunia industri, kita memberikan pelatihan, magang dan langsung praktek bagi guru-guru di perusahaan agar mindset sama dengan mindset dunia industri, agar dapat menerapkan hasil magangnya kepada siswa yang akan bekeja di perusahaan, lalu kita memenuhi alat praktek bagi siswa, sehingga dasar-dasar yang dibutuhkan perusahaan itu dapat kita penuhi, kemudian kita memenuhi karakter siswa, karena dunia industri mengutamakan itu, inilah
modal siswa menjadi pekerja yang handal dan tangguh, sebelum mereka tamat kita memberikan pelatihan softskil kepada guru, dan mengajarkan dan mempraktekkan kepada siswa,” jelasnya.

Ditambahkannya, keuntungan perusahaan industri langsung merekrut tenaga kerja ke sekolah salah satunya untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kompetensi dan spesifikasi yang dibutuhkan

“Kemudian bisa menjadi tindak lanjut, kalau terjadi komplain dari prusahaan, kita survei, tanyakan apa kekurangan pekerja kita, sehingga kita dapat mengevaluasi kekurangan kita, kemudian hubungan kita dengan perusahaan dapat terjalin kerjasama yang baik, saat ini ini perusahan yang sering merekrut pekerja dari kita adalah PT Philips, PT Tenaris dan PT Rois. dan siswa kita sudah ada juga yang magang ke Jepang,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga sering membawa siswa dan guru berkunjung langsung ke lokasi perusahan industri galangan kapal, melihat cara kerjanya dan prakteknya agar mereka bisa membandingkan bagai mana teori dan praktek langsung di lapangan.

“Siswa sangat senang dan termotivasi sekali dan sangat berminat, kemudian kita menghimbau ke pemerintah agar dapat membantu alat praktek, seperti mesin kapal, alat bubut dan perlengkapan praktek sesuai dengan kebutuhan dunia industri, kita mengharapkan ada sinergi dengan disnaker, dinas pendidikan, dan dinas perindustrian, serta dunia industri agar mensupport
dunia pendidikan, agar dunia industri memberikan pemahaman dan ruang kepada kita sehingga terjalin kerjasama yang baik, dan menyambut kita,” harapnya. (pilian)

HUT Rohil ke 19, Pemkab Gelar Sunat Massal

Asisten 1 setdakab Rohil H. Feri Farya didampingi direktur RSUD Dr. Tribuana, saat menggelar sunatan massal di RSUD Dr. Pratomo di Bagansiapiapi
Asisten 1 setdakab Rohil H. Feri Farya didampingi direktur RSUD Dr. Tribuana, saat menggelar sunatan massal di RSUD Dr. Pratomo di Bagansiapiapi
ROHIL, Tribunriau – Pemerintah Kabupaten (pemkab)  Rokan Hilir (Rohil) mengadakan sunatan massal dalam rangka memperingati Hari ulang Tahun Rokan Hilir yang ke – 19, Sabtu (29/9/18) di RSUD Dr. Pratomo Bagansiapiapi.

Sunatan massal tersebut  ditargetkan sebanyak 100 orang dengan usia 11 tahun, selain kecamatan Bangko juga ada kecamatan lain di Kabupaten Rokan Hilir.

“Kita semua sama-sama maklum kabupaten Rokan Hilir ini tidak terjadi begitu saja, tapi ada usaha, ada upaya yang dilakukan oleh pendiri kabupaten Rokan Hilir saat masih bergabung dengan Kabupaten Bengkalis, Sehingga pada hari ini kita Doakan para pendiri kabupaten Rokan Hilir senantiasa mendapat Rahmat Dari Allah. SWT,” kata asisten 1 setdakab Rohil  H. Feri Farya.
Kemudian di usia yang ke – 19 ini, tambah feri Farya, Kabupaten Rokan Hilir sudah ada kemajuan di berbagai bidang, tetapi kita menyadari masih banyak yang perlu kita tingkatkan lagi. apalagi belakangan ini, mungkin kita sudah sangat maklum, sehingga kegiatan – Kegiatan pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan agak tersendat.
“Mari kita Doakan bersama – sama agar Daerah kita kembali dapat melakukan kegiatan-kegiatan. ke semua nya itu adalah adalah untuk masyarakat,” ujarnya.
“Saya melihat dan menaruh harapan kepada anak-anak kita yang ada sunatan massal ini  sebagai penerus generasi di masa depan. untuk itu, mari kita bimbing, bina  dan jangan sampai salah jalan, “harap Feri Farya. (hen)

Caleg Pasang Iklan di Media; Bawaslu: Bisa Dipidana

PEKANBARU, Tribunriau- Meskipun sudah memasuki masa kampanye Pemilu dan Pilpres 2019, calon legislatif (caleg) dilarang memuat iklan kampanye di media cetak ataupun online.

Demikian dikatakan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau, Rusidi Rusdan kepada Tribunriau.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (29/9/2018).

Dijelaskannya, bahwa pemuatan iklan kampanye bagi caleg sudah ada jadwalnya, namun saat ini belum boleh.

“Belum boleh, jadwalnya tanggal 23 Maret sampai 13 April 2019,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, bagi caleg yang kedapatan memasang iklan di media cetak ataupun online, maka caleg tersebut bisa dipidana.

“Pidana, ancaman penjara 24 bulan, denda 24 juta,” jelasnya.

Namun, pelanggaran tersebut, lanjut Rusidi, tidak membatalkan status caleg.

Hingga saat ini, pihak Bawaslu Riau sudah beberapa kali menegur peserta pemilu, namun pelanggaran tersebut diakuinya belum ada yang diproses sebagaimana mestinya.

“Sampai saat ini walaupun terdapat beberpa pelanggaran masih kita berikan pengertian dengan komunikasi aktif ke beberapa caleg, blm ada yang sampai kita proses,” pungkasnya.

Sementara itu, pantauan Tribunriau di beberapa media online, terlihat iklan kampanye dari caleg DPRD Kota/Kabupaten maupun dari caleg DPRD Provinsi Riau.  (red)

Polsek Benai Sambangi Masyarakat Desa Tebing Tinggi Simandolak

KUANTAN SINGINGI, Tribun Riau- Polsek Benai melalui Kanit Binmas Polsek Benai, Aipda Juni Faisal melaksanakan sambang dan silaturahmi dengan masyarakat Dusun Harapan Desa Tebing Tinggi Simandolak Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi. Jumat (28/09/2018).

Kapolres Kuansing, AKBP Fibri Karpiananto SH SiK melalui Kapolsek Benai, Iptu Dadan Warda mengatakan kegiatan ini untuk menyampaikan Kamtibmas di Desa Tebing Tinggi Simandolak.

Selain itu Polsek Benai mengajak untuk bersama-sama menyukseskan Pileg dan Pilpres 2019 yg aman dan damai, dan juga menolak Berita Hoax yg bisa mengganggu kamtibmas.

“Kegiatan ini untuk mendekatkan antra Polri dan masyarakat. Pendekatan ini dilakukan secara persuasif agar masyarakat lebih mudah memahami.” ujar Kapolsek.

Ditambahkannya, Kegiatan ini juga sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas dalam peningkatan peran serta seluruh element lapisan masyarakat untuk membantu Polri dalam hal pemeliharaan kamtibmas.

“Kegiatan sambang kunjungan silaturahmi ini dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas mewujudkan sikon kamtibmas yang aman dan kondusif.” terangnya. (hbi)

KPU Bersama Bawaslu Rohul Sosialisasikan Aturan Kampanye

KPU dan Bawaslu Rohul, sosialisasikan aturan kampanye
KPU dan Bawaslu Rohul, sosialisasikan aturan kampanye

ROKAN HULU,Tribun Riau- Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mensosialisasikan hal-hal yang dilarang dalam berkampanye bagi calon legislatif tahun 2019 mendatang, yang kini telah memasuki masa kampanye.

Sosialisasi tersebut digelar, khusus untuk partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), karena partai lainnya sudah disosialisasikan terlebih dahulu. Kegiatan itu, dihadiri oleh ketua KPU, Komisioner Bawaslu, Seketaris partai Gerindra, dan para caleg dari empat dapil maupun caleg untuk provinsi.

Dikatakan Komisioner Bidang Penindakan Bawaslu, Gummer Siregar, Kamis (27/9/2018) kemarin menyatakan, pihaknya tengah mensosialisasikan apa saja yang menjadi larangan kampanye bagi masing – masing caleg. Selain itu, parpol juga harus melaporkan dana kampanye yang disediakan oleh partainya ke KPU dan Bawaslu.

“Karena di dalam Undang – Undang nomor 7 tahun 2017, sudah diatur apa saja yang menjadi larangan kampanye bagi caleg, juga apa saja yang diperbolehkan berkampanye dan termasuk siapa saja yang boleh melakasanakan kampanye,” jelas Gummer.

Seketaris Gerindra yang juga Caleg dari Partai Gerindra, Abdul Halim mengatakan, tujuan dari sosialisasi yang diikuti oleh partai Gerindra dan caleg, agar masing- masing calon bisa mengerti dan memahami apa yang dilarang dan diperbolehkan dalam pelaksanaan kampanye nantinya.

“Salah satunya, juga untuk pemberian sembako agar tidak melebihi Rp 25 ribu per paketnya, termasuk baju maupun yang lainnya tidak melebihi Rp60 ribu per paketnya,” ucap Abdul Halim.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, Abdul Hakim berharap kemasing – masing caleg, agar tidak melanggar apa yang sudah menjadi ketentuan dari PKPU termasuk Bawaslu Rohul. (mad)

Satpol PP Rohul Gelar Rapat Yustisi Bersama Pabung dan Kapolsek Rambah

ROKAN HULU,Tribun Riau- Upaya dalam melakukan tindakan penertiban terhadap warga masyarakat, aparatur, atau badan hukum yang melakukan pelanggaran serta tengakan Peraturan Daerah (Perda), salah satu kewenangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Upaya melaksanakan tugasnya, Satpol PP dan Pemdam Kebakaran Rohul gelar rapat Koordinasi Tim Yustisi dalam pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat) di Kantor Satpol PP Rohul.

Rapat tersebut dipimpin Kakan Satpol PP Rohul Andi Yatno diwakili Seketaris Satpol PP Syahrudin, juga dihadiri Dandim 0313/KPR Letkol Inf Beny Setiyanto diwakili perwira penghubung (Pabung) Kabupaten Rohul, Kapten Inf Raflis Jon, Kapolsek Rambah AKP Hermawan, Kanit 1 Pidum Polres Rohul IPDA Jon Heri SH, Para Camat serta instansi terkait lainnya.

Pabung Kabupaten Rohul Kapten Inf Raflis Jon menjelaskan, dalam kegaitan penertiban, penegakan yang akan dilaksanakan, perlunya melibatkan tokoh agama serta tokoh adat.

“Terkait minuman keras (Miras) serta pelayannya dalam kegiatan penertiban, kita perlu mengajak keterlibatan tokoh agama, tokoh adat,” sebut Kapten Inf Raflis Jon dalam kata sambutanya, Kamis (27/09/2018).

Pabung Rohul juga berharap, seluruh Instansi di Rohul harus bisa kompak dalam melaksanakan tugas sampai penyelesaiaanya.

”Mari kita kompak, untuk menyelesaikan permasalahan jika menemukan permasalah itu, dengan bersama-sama,” harapnya.

”Jangan sampai nanti setelah ditangkap, kita minta tidak ada saling menyalahkan intansi yang telah melaksanakan kegiatan tersebut,” ucap Kapten Inf Raflis Jon.

Sikapi hal itu, Kapolsek Rambah AKP Hermawan mengatakan, pihaknya Polsek Rambah sudah banyak menerima laporan dari masyarakat yang berada di daerah hukum Polsek Rambah.

“Sebagai kapolsek Rambah dan rekan kami dari Camat dan Danramil 02/Rambah, sudah banyak menerima laporan dari masyarakat terkait Pekat,” sebut AKP Hermawan.

”Saran saya, kita harus sering turun ke lapangan melaksanakan kegiatan penertiban. Kami dari Polsek Rambah dan Koramil, siap bersama laksanakan pekerjan penertiban. Berharap kita duduk bersama dan kedepannya dapat bersama bekerja sama,” tegasnya.

Hasil rapat koordinasi tim Yustisi yang telah dilaksanakan, mendapat kesepakatan, setiap peraturan daerah yg telah ada dapat di sosialisasikan ke masyarakat. Seluruh tempat usaha kafe, membuat hiburan dan menyediakan minuman keras ’Tuak’ kedepan akan ditertibkan.

“Point lainnya, dari 16 Kecamatan yang ada di Rohul kedepannya seluruhnya akan di tertibkan, untuk melaksanakan tugas Satpol PP Rohul akan gandeng TNI dan Polri,” jelas Kapolsek Rambah. (mad)

‘Munuga’ Padi di Ladang, Tradisi Masyarakat Rohul Yang Mulai Memudar

Kadisparbud Yusmar bersama pegawai dan masyarakat, ikut manuga padi di ladang yang merupakan tradisi masyarakat
Kadisparbud Yusmar bersama pegawai dan masyarakat, ikut manuga padi di ladang yang merupakan tradisi masyarakat

ROKAN HULU,Tribun Riau- Tradisi “Munuga” atau kegiatan awal menanam padi di ladang oleh masyarakat Rokan Hulu (Rohul) yang bisa saat bercocok tanam padi setiap setahun sekali, kini mulai pudar dan bahkan hampir tidak dikenal oleh generasi muda di Rohul.

Munuga padi di ladang, dilaksanakan untuk memulai tanam padai dalam rangka memenuhi kehidupan masyarakat petani. Karena, kegiatan Munuga dilaksanakan sekali dalam se tahun yang dikerjakan secara bergotong royong, dan bersama-sama yang disebut dengan istilah purari (bekerja pada sebuah ladang secara bersama sama dan bergiliran dalam waktu yang ditentukan dan disepakati).

“Sementara, tradisi Manuga padi di ladang tersebut penuh dengan nilai-nilai kekeluargaan, ke kekerabatan, saling peduli dan membentuk jiwa kebersamaan. Namun apa jadinya bila generasi muda kita tidak mengenal Manuga, sehingga kita perlu melestarikannya dan menyampaikannya ke masyarakat khususnya pemuda di Rohul,” kata Kadisparbud Rohul, Drs Yusmar M.Si, Kamis (27/9/2018).

Kadisparbud Rohul Yusmar bersama para pegawainya, serta sejumlah masyarakat, Rabu (26/9/2018) kemarin, ikut Manuga padi di Ladang, di lahan milik tokoh adat dam Budayawan Rohul Taslim M, bergelar Datuk Intan Moge yang juga pengurus LAMR Rohul, di Jalan Kubu Manggis, Kecamatan Desa Rambah Tengah Utara, Kecamatan Rambah.

Datuk Intan Moge sengaja mengundang kadisparbud dan sejumlah pegawainya, untuk ikut Munuga Padi di ladang, agar kedepannya tradisi tersebut tidak hilang ditelan zaman. Kemudian, itu menjadi tradisi turun temurun yang nantinya tidak lekang dan hilang ditelan zaman.

Yusmar menyatakan, tradisi Munga padi diladang, juga memberikan peradaban antara manusia dan lingkungan. Karena Munuga mempunyai adab dan cara-cara yang lazim di gunakan untuk mengarap tanah, sehingga terjadi kontak bathin hubungan harmonis antara manusia dan alam.

“Sehingga berharap hasil yang diperoleh juga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik,” ujarnya

“Dari tradidi Muga yang ditunjukan Datuk Intan Moge, sebagai sikap norma serta nilai-nilai kekeluargaan dan kekerabatan. Bagi generasi sekarang sudah terlupakan pada hal masih berlangsung dan tetap hidup dan silaksanakan di negeri ini,” jelas Yusmar.

Sebut Yusmar lagi, Munuga juga merupakan bagian dari kebudayaan yang dapat menjalin hubungan sesama dan hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan menuju suatu kehidupan yang penuh dengan keseimbangan.

“Dengan demikian tradisi munuga juga memberikan nilai-nilai peradaban dalam bersikap dalam bermasyarakat, dan ini harus dipertahankan,” ucap Yusmar. (mad)

Selama Dua Jam, Sulteng Diguncang Gempa Hingga 7 Kali

Lokasi gempa di Sulawesi Tengah (sumber: BMKG)
Lokasi gempa di Sulawesi Tengah (sumber: BMKG)

Tribun Riau- Dalam kurun waktu dua jam, Provinsi Sulawaesi Tengah (Sulteng) diguncang gempa hingga 7 Kali.

Gempa diawali dengan kekuatan 7.7 SR yang dapat memicu tsunami pada pukul 17.02 WIB, Jumat (28/9/2018), diikuti dengan gempa susulan hingga pukul 19.27 WIB, rata-rata gempa susulan berkisar 5 hingga 6 SR.

Dikutip dari Tweet akun resmi BMKG, Gempa berkekuatan 7.7 SR tersebut terpusat di 27 KM dari arah Timur Laut Donggala, Sulteng.

BMKG awalnya merilis bahwa gempa tersebut berpotensi tsunami, namun beberapa saat setelahnya peringatan dini tersebut dinyatakan telah berakhir.

Pantauan beberapa media di beberapa daerah Sulteng, banyak bangunan yang roboh akibat gempa tersebut, namun hingga kini belum didapati keterangan jumlah korban jiwa dari bencana alam tersebut. (red)

Terbaru

Populer