Aroma Tak Sedap Dari Kotoran Ayam Di Fery Penyebrangan Sungai Selari – Bengkalis.


Tribunriau.com. Sabtu,30/05/2026. Pelabuhan Roro Sungai Selari menuju Bengkalis belakangan terus berupaya dalam meningkatkan pelayanan penyebrangan bagi masyarakat yang menggunakan jasa Fery Penyebrangan ini, bahkan akhir – akhir ini terus mendapat tanggapan positif dari masyakat.

Namun hal tersebut juga membuat masyarakat semakin membuka diri lebih berani memberikan masukan dan koreksi terhadap Permasalahan yang mereka temui pada saat aktifitas menggunakan jasa Fery Penyebrangan ini.

Salah satunya seperti yang disampaikan Mahendra yang mengeluhkan ketika ke Bengkalis, merasa sangat terganggu dengan bau aroma yang sangat menyengat dari kotoran ayam yang diangkut menggunakan mobil pickup.

“Apakah tidak bisa, mobil pengakut ayam ini, disediakan trip khusus saja seperti mobil bahan bakar, karena ini sangat merugikan kita, selain aroma bau busuk, belum lagi kendaraan yang berada tepat disamping mobil ayam tersebut juga kecipratan kotoran ayam pada jok Honda nya” Ujar Beliau.

Kita berharap ini dapat menjadi perhatian, bagi Pihak berwenang untuk dapat mencarikan solusi atas permasalahan ini, karena selain kenyamanan tentu juga akan sangat dimungkinkan bisa merugikan kesehatan.

Mahendra juga menyampaikan, Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis terkesan melakukan pembiaran terhadap operasional angkutan hewan ternak yang menimbulkan pencemaran dan berdampak pada kenyamanan masyarakat maupun penumpang roro, padahal ada aturan yang mengatur itu, Undang – undang 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup, Undang – undang ini dengan jelas melarang setiap orang melakukan perbuatan yang menyebabkan pencemaran. Dishub diharapkan lebih profesional dalam menjalankan perannya, setidaknya ada kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat untuk menangani masalah ini misalnya dengan mewajibkan angkutan menutup bak mobil dengan terpal. ( R461L )