DUMAI, Tribunriau- Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah dilalui bersama pada 9 Desember 2020 kemarin, kini saatnya kita merajut tali silaturahmi demi persatuan.
Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Surimai Hengki, ST dalam rilis yang diterima redaksi Tribunriau.com.
“Dengan usainya proses pemungutan suara, maka kelompok pendukung pasangan calon, yang sejauh ini telah terbentuk bahkan memunculkan fanatisme tersendiri, untuk bisa kembali membaur dan mengedepankan aspek kekeluargaan juga kebersamaan,” ujarnya.
Dikatakan pria yang akrab disapa Hengki ini, masyarakat telah menyalurkan hak pilih sesuai dengan keinginannya masing-masing, berdasarkan penilaian masing-masing, tentunya untuk yang terbaik.
“Untuknya, siapapun yang tampil sebagai pemenang, kita sebagai masyarakat Kota Dumai tetap harus menjaga hubungan silaturrahim, agar rasa kekeluargaan sebagai warga Kota Dumai tetap terjaga. Apapun hasilnya kita harus terima dengan besar hati. Kalaupun tidak puas dengan hasil perhitungan, tentunya ada jalur yang konstitusional yang bisa ditempuh,” tambahnya.
Ia mengajak kepada segenap elemen masyarakat, untuk kembali merajut semangat kekeluargaan sebagai warga Kota Dumai. “Jangan sampai karena beda pilihan, lantas hubungan silaturrahim dan semangat kekeluargaan akan hancur sehingga akan menghambat kemajuan daerah, dan juga menghimbau agar warga Kota Dumai tidak berlebihan dalam eforia menyambut kemenangan Paslon yang menjadi pemenang di Pilkada Kota Dumai lewat hitung cepat, mohon kita semua menahan diri dalam bereforia agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat menggangu ketertiban umum sehingga dapat merugikan diri sendiri,” jelasnya.
Selain berpesan kepada warga Kota Dumai, Hengki juga meminta kepada seluruh Paslon yang menjadi kontestan di Pilkada Kota Dumai agar tetap menenangkan massa pendukung masing-masing, sehingga daerah yang terkenal dengan kota minyak, tetap dalam keadaan aman dan kondusif sembari menunggu hasil akhir perhitungan versi KPU. (rilis)
Pekanbaru, Tribunriau – Kepolisian Daerah Riau yang dipimpin oleh Irjen Agung Setia Imam Effendi, SIK hari ini mengadakan konferensi pers terkait keberhasilan Tim Opsnal Polresta Pekanbaru dan Polres Bengkalis dalam mengungkap sindikat narkoba di empat lokasi berbeda, di Mapolda Riau, Selasa (08/12/20).
Dikatakan Kapolda, hanya dalam kurun waktu 9 hari saja (28 Nopember hingga 6 Desember 2020), Tim telah berhasil menggulung sindikat narkoba di empat lokasi berbeda dengan membekuk 11 orang pelaku dan 2 orang dinyatakan DPO.
“Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan barang haram yang cukup membelalakkan mata. Setidaknya 94 kilogram sabu, 22 ribu butir pil ekstasi berbagai merk, 1 unit speedboad berkekuatan mesin 60 PK, 1 unit roda 4 grand livina, 1 unit sepeda motor, serta 15 unit handphone berbagai merk,” ujar Irjen Agung.
Lebihlanjut Kapolda menjelaskan, bahwa di lokasi pertama, pada hari Rabu (28/11) di TKP kos-kosan Eksekutif Jalan Cemara Gading Tangkerang Barat Pekanbaru, tim opsnal Direktorat Narkoba yang dipimpin AKBP Hardian Pratama SIK, berhasil menyergap 2 orang pelaku (RAD dan JIM), serta mengamankan barang bukti diantaranya 4 (empat) bungkus plastik bening yang di duga berisi Pil Ekstasi warna orange logo WB, yang disimpan dalam jok sepeda motor silver BM 3093 AAV dan menyita 2 unit handphone dari pelaku.
“Ditempat kedua, tim Polsek Bantan yang diback up Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkalis, membekuk 3 orang pelaku (DUL, AND, NAS) serta barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 3 buah tas berisi 44 bungkus Shabu, sebuah tas berisi 5 bungkus besar berisi ekstasi, 1 unit speedboad dan mesin tempel 60 PK dan 5 unit Handphone,” kata Irjen Agung.
Diteruskan Kapolda, pengungkapan bermula pada Sabtu (28/11), dimana Kapolsek Bantan AKP Zulmar SH mendapat informasi akan ada penyelundupan Narkotika dari Negara Malaysia ke wilayah Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, yang selanjutnya melakukan pengintaian selama delapan hari di wilayah pesisir laut Bantan. Hingga pada Minggu (6/12) sekira jam 10.30 Wib terlihat 1 unit Speedboad di sungai Jangkang, hendak merapat ke tepi sungai yang didalamnya terdapat dua orang dan satu orang yang sedang menunggu di darat. Begitu Speedboad sudah merapat, tim Polsek Bantan yang diback up Sat Narkoba Polres Bengkalis, langsung melakukan penyergapan dan berhasil menangkap para pelaku tanpa perlawanan.
“Dilokasi ketiga, giliran tim Harimau Kampar menggulung 3 orang sindikat narkoba (FRI, JEF, HER) dan 1 lainnya dinyatakan DPO (PEN). Dari ketiga pelaku tersebut, tim berhasil mengamankan 30 kg sabu yang terbungkus dalam 30 kemasan serta 2 unit handphone,” sebut Irjen Agung.
Lanjut Kapolda, bermula dari informasi masyarakat yang diterima oleh tim pada hari Senin (30/11), tentang rencana pengiriman barang haram dari negeri jiran Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut di daerah Bengkalis. Informasi tersebut dimatangkan oleh tim, dan pada keesokan harinya (Selasa 1/12) diperoleh informasi bahwa barang tersebut sudah berada dalam penguasaan pelaku FRI, yang saat itu berada dirumahnya di Jalan Perjuangan Gg.Mandiri Bengkalis. Tak membuang waktu, tim Harimau Kampar yang dipimpin oleh Kasubdit I Ditresnarkoba AKBP Hardian Pratama SIK, langsung melakukan penyergapan terhadap pelaku dirumah tersebut dan mengamankan barang bukti 30 kilogram shabu yang tersimpan di belakang rumah serta menyita 2 unit handphone.
“Shabu tersebut menurut pengakuannya merupakan perintah dari pelaku JEF dan rencananya akan diserahkan kepada pelaku PEN (DPO),” sebut Irjen Agung lagi.
Pada kasus keempat, sambung Kapolda, tim dari Polsek Payung Sekaki berhasil mengamankan 3 orang pelaku (AFR, FAR, RIA) pada Sabtu (5/12) sekira jam 12.30 Wib di simpang lampu merah stadion Kaharudin Nasution Jalan Yos Sudarso Rumbai Pekanbaru.
Berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh Kapolsek Polsek Payung Sekaki, IPTU Agung Rama Setiawan, SIK, M.Si tentang akan adanya transaksi narkoba disatu lokasi. Tim langsung bergerak dan mendapati sebuah mobil grand livina warna hitam BM 1168 JW, yang sedang berhenti di simpang empat lampu merah Stadion. Tim yang dipimpin langsung Kapolsek memepet mobil tersebut, dan berhasil mengamankan penumpang. Setelah dilakukan pemeriksaan percakapan WA dari handphone, didapati percakapan yang mencurigakan. Sehingga langsung dilakukan penggeledahan di dalam mobil dan ditemukan 20 (dua puluh) bungkus paket besar berisikan Narkotika jenis shabu.
“Kita akan terus lakukan upaya pengungkapan dan membawa para tersangka hingga ke proses pengadilan. Saya mengajak semua masyarakat untuk bersama bersinergi memberantas narkoba ini, kita tau para pelaku selalu menggunakan cara cara baru dan kita akan terus kejar mereka,” tegas Irjen Agung.
Para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 20 (dua puluh) tahun.(jlr/hms).
Pekanbaru- Selama 70 Hari masa Kampanye. Bawaslu Riau telah memproses 105 Pelanggaran Pemilihan di 9 Kabupaten/Kota se-Riau, Selasa (8/12/2020).
Hal tersebut disampaikan Rusidi saat menggelar rapat Evaluasi Pengawasan Kampanye pada Pilkada serentak Lanjutan Tahun 2020 bersama awak media lokal dan nasional di Aula Sekretariat Bawaslu Riau, Jalan Adi Sucipto no.284 Komplek Transito Pekanbaru, Pukul 10.00 WIB.
Bawaslu Kabupaten/Kota se Riau telah melakukan penindakkan terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi dalam 2 tahapan yaitu tahapan pencalonan dan tahapan kampanye. Total Pelanggaran yang di proses oleh Bawaslu se-Riau sebanyak 105 yang bersumber dari temuan pengawas sebanyak 70 kasus dan laporan masyarakat sebanyak 35 kasus. Dari 105 Pelanggaran tersebut, kasus Netralitas ASN menduduki posisi teratas.
“Total dugaan Pelanggaran yang di proses oleh Bawaslu se-Riau sebanyak 105 Pelanggaran yang bersumber dari temuan sebanyak 70 kasus dan laporan yang disampaikan oleh masyarakat kepada pengawas pemilu sebanyak 35 kasus, kasus netralitas ASN teratas.” Imbuhnya.
Dari 70 kasus Temuan tersebut, kasus terbanyak berada di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan jumlah kasus sebanyak 18. Kasus terbanyak ke dua berada di Kabupaten Pelalawan dengan jumlah kasus sebanyak 17 Kasus. Sedangkan Jumlah temuan terendah berada di Kabupaten Bengkalis yakni sebanyak 3 kasus saja.
Untuk 35 Laporan yang bersumber dari aduan masyarakat, Bawaslu se-Riau mencatat dengan rincian 7 laporan di Kota Dumai, 6 Laporan di Kabupaten Kuantan Singingi, 5 laporan di Kabupaten Indragiri Hulu, 4 Laporan di Kabupaten Bengkalis dan Siak, 2 laporan di Kabupaten Rokan HIlir dan Kabupaten Kuantan Singingi, dan 1 laporan di KabupatenRokan Hulu dan Meranti.
Masih berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu se-Riau, terkait penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) sampai dengan tanggal 5 Desember 2020, Penertiban telah mencapai angka 100% yakni sebanyak 9.519 APK. Dengan rincian Jumlah APK yang di tertibkan tertinggi berada di Kabupaten Rokan Hilir dengan Jumlah APK sebanyak 4.006 APK. Disusul Kabupaten Bengkalis dengan jumlah APK sebanyak 1.618. Sedangkan jumlah APK yang ditertibkan terendah berada di Kabupaten Kuantan SIngingi sebanyak 257 APK dan Kota Dumai sebanyak 310 APK.
Untuk Kabupaten Rokan HIlir, Jumlah APK terbanyak yang ditertibkan merupakan APK dari Pasangan Calon (Paslon) Afrizal-Sulaiman dengan jumlah APK sebanyak 1.268 APK. Untuk Paslon Asri Auzar-Fuad Ahmad jumlah APK yang ditertibkan sebanyak 946 APK. Lanjut, Paslon Cut Andika-M.Rafik jumlah APK yang ditertibkan sebanyak 897 APK, dan Paslon Suyatno-Jamiluddin sebanyak 895 APK.
Pada Penertiban APK di Kabupaten Bengkalis, Jumlah APK terbanyak milik Paslon Indragunawan-Syamsu D dengan Jumlah APK sebanyak 426 APK. Disusul dengan APK Paslon Abi Bahrun-Herman sebanyak 420 APK. Untuk Paslon Kasmarni-Bagus Santoso jumlah APK yang ditertibkan sejumlah 414 APK. Dan APK Paslon Rizal Kaderismanto-Sri Barat (Iyet) jumlah APK yang ditertibkan sebanyak 358 APK.
Dalam kesempatan yang sama Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Neil Antariksa A.Md., S.H., M.H menerangkan Berdasarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye dan hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Riau selama kurang lebih 70 Hari Kampanye, Bawaslu mencatat sebanyak 9.252 Kali. Jumlah Pertemuan terbatas dan atau tatap muka terbanyak yakni di kabupaten Pelalawan sebanyak 1.716 pertemuan. Disusul Kabupaten Bengkalis dengan Jumlah Pertemuan sebanyak 1.451 kali. Dan yang terendah berada di Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 477 kali.
Pasangan Calon yang terbanyak melakukan pertemuan terbatas atau tatap muka urutan pertama yaitu Paslon Zukri Misran-Nasarudin dari Kabupaten Pelalawan sebanyak 639 Kali. Lalu disusul oleh Paslon Alfedri-Husni Merza dari Kabupaten Siak sebanyak 628 kali.
Kemudian Paslon Adi Sukemi-M.Rais dari Kabupaten Pelalawan sebanyak 535 Kali. Dan Terakhir Paslon yang paling sedikit melakukan pertemuan tatap muka yakni Paslon Nurhadi-Toni Sutianto dari Kabupaten Inhu sebanyak 37 kali.
“Berdasarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye dan hasil pengawasan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Riau selama kurang lebih 70 Hari Kampanye, Bawaslu mencatat sebanyak 9.252 Kali jumlah Pertemuan terbatas dan atau tatap muka terbanyak yakni di kabupaten Pelalawan sebanyak 1.716 pertemuan. Disusul Kabupaten Bengkalis dengan Jumlah Pertemuan sebanyak 1.451 kali. Dan yang terendah berada di Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 477 kali.” Ucapnya.
Lanjut, Neil juga menyampaikan berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu se-Riau selama 70 hari masa Kampanye untuk pertemuan dengan metode dalam jaringan (daring) kurang diminati oleh Paslon Pilkada 2020, padahal secara aturan bentuk kampanye ini diperbolehkan.
Terbukti dari hasil pengawasan Bawaslu ditemukan sebanyak 478 kali pertemuan webinar yang dilakukan oleh Paslon di Kota Dumai dengan rincian Paslon Hendri Sandra-Rizal Akbar sebanyak 250 Kali. Disusul Paslon (Alm.) Eko Suharjo-Syarifah sebanyak 111 Kali. Kemudian untuk Paslon Paisal-Amris sebanyak 57 Kali dan Paslon Edi Sepen-Zainal Abidin sebanyak 60 Kali.
“Lalu, untuk pertemuan dengan metode daring tampaknya kurang diminati oleh Paslon, padahal secara aturan bentuk kampanye ini diperbolehkan. Hal ini dibuktikan dengan Jumlah Pertemuan sebanyak 478 kali yang dilakukan oleh Paslon Pilkada di Kota Dumai dengan rincian Paslon Hendri Sandra-Rizal Akbar sebanyak 250 Kali. Disusul Paslon (Alm.) Eko Suharjo-Syarifah sebanyak 111 Kali. Kemudian untuk Paslon Paisal-Amris sebanyak 57 Kali dan Paslon Edi Sepen-Zainal Abidin sebanyak 60 Kali,” tuturnya.
Terhadap Paslon yang melanggar Kampanye, Bawaslu se-Riau telah mengeluarkan sebanyak 26 surat peringatan tertulis yang dikeluarkan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota sejak 26 September sampai 5 desember 2020, dengan rincinan Paslon Sukiman-Indragunawan Dari Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 5 Surat Peringatan, Paslon Hafith Syukri-Erizal dari Kabupaten Rohul sebanyak 4 Surat, Paslon Said Arif Fadilla-Sujarwo sebanyak 3 surat.
Untuk Pelanggaran Kampanye yang telah dibubarkan oleh pihak kepolisian dibantu oleh pengawas pemilu dilapangan sebanyak 5 Kali dengan rincian Paslon Nurhadi-Toni Sutianto dari Kabupaten Inhu terjadi di Kecamatan Lirik, Paslon Andi Putra-Suhardiman Amby dari Kabupaten Kuantan SIngingi dibubarkan karena jumlah peserta kampanye melebihi dari 50 orang yang bertempat di Kecamatan Singingi Hilir, Paslon Kaderismanto-Sri Barat alias Iyet Bustami dari Kabupaten Bengkalis dibubarkan karena melakukan kegiatan Kampanye berupa penyebaran bahan kampanye di kecamatan Pinggir oleh Tim Pemenangan tanpa STTP.
Terakhir, Paslon Asri Auzar-Fuad Ahmad dari Kabupaten Rokan Hilir dan Paslon Afrizal Sintong-H.Sulaiman dari Kabupaten Rokan HIlir terpaksa dibubarkan karena melaksanakan kampanye tanpa STTP.
Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat, Data da Informasi, Amiruddin Sijaya memaparkan terkait sosialisasi regulasi Peraturan Bawaslu 16 Tahun 2020 tentang Pengawasan Pemungutan dan Penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah serentak Lanjutan Tahun 2020.
Adapun point-point yang dipaparkan amir yakni tentang Pelaksanaan Pengawasan Pemungutan dan Perhitungan suara berdasarkan daftar pemilih dan pengguna hak pilih, pembuatan TPS, perlengkapan pemungutan suara dan perlengkapan lainnya, prosedur dan tata cara pelaksanaan pemungutan suara, prosedur dan tatacara penghitungan suara, penggunaan teknologi sirekap dan penerapan Protokol kesehatan.
Kemudian, Amir menjelaskan juga tentang peraturan Bawaslu nomor 17 Tahun 2020 tentang Pengawasan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Lanjutan Tahun 2020.
Dalam Pemaparannya, Amir menegaskan bahwa dalam melaksanakan Pengawasan Rekapitulasi hasil Penghitungan suara secara berjenjang berpedoman pada standar tata laksana pengawasan rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilihan, Peraturan Perundang-undangan dan Protokol Kesehatan Pencegahan serta Pengendalian Covid-19.
“Dalam melaksanakan Pengawasan Rekapitulasi hasil Penghitungan suara secara berjenjang berpedoman pada standar tata laksana pengawasan rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilihan, Peraturan Perundang-undangan dan Protokol Kesehatan Pencegahan serta Pengendalian Covid-19, seluruh Pemilih serta penyelenggara Pemilihan wajib mematuhi Protokol Kesehatan yang berlaku dengan cara menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta menjauhi kerumunan,” ucapnya. (rilis)
Tribunriau- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah membentuk tim guna melakukan penyelidikan terkait informasi yang tengah hangat di publik.
Informasi tersebut terkait beberapa orang dari Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang dikabarkan oleh pihak Kepolisian tewas akibat baku tembak.
“Komnas HAM RI melalui Pemantauan dan Penyelidikan telah membuat Tim Pemantauan dan Penyelidikan. Saat ini, Tim sedang mendalami informasi untuk memperdalam berbagai informasi yang beredar di publik,” tulis Komnas HAM melalui akun twitternya @KomnasHAM, Senin (7/12/20).
Dalam twit berikutnya, Komnas HAM menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mengumpulkan fakta-fakta dari beberapa pihak.
“Tim juga sedang mendalami informasi dan mengumpulkan fakta-fakta dari pihak langsung. Termasuk, menggali keterangan dari FPI secara langsung yang saat ini sedang berlangsung,” tulisnya pada twit berikutnya.
Komnas HAM berharap agar semua pihak dapat bekerjasama, termasuk pihak kepolisian.
“Untuk memperkuat pengungkapan peristiwa yang terjadi, kami berharap semua pihak mau bekerja sama dan terbuka. Harapan ini juga kami sampaikan kepada pihak Kepolisian. Proses awal ini telah diperoleh beberapa keterangan secara langsung dan sedang dilakukan pendalaman,” tulis @KomnasHAM.
Penulis: Iskandar Zulkarnain
KETERANGAN PERS
Komnas HAM RI melalui Pemantauan dan Penyelidikan telah membuat Tim Pemantauan dan Penyelidikan. Saat ini, Tim sedang mendalami informasi untuk memperdalam berbagai informasi yang beredar di publik.
Jakarta, Tribunriau – Hari ini rencananya pihak Polda Metro akan memeriksa MRS, setelah panggilan kedua dilayangkan pekan lalu. Merespons rencana pemeriksaan MRS, sebelumnya beredar di media sosial bahwa pengikut MRS akan datang dalam jumlah besar, untuk mengawal proses pemeriksaan MRS di Polda Metro Jaya.
Dengan sigap, polisi pun melakukan penyelidikan terhadap identitas penyebar pesan kepada pengikut MRS itu. Tak disangka, anggota Polda Metro Jaya mendapat serangan dalam proses penyidikan, yaitu penodongan senjata api (senpi) dan senjaya tajam (sajam) oleh pengikut MRS di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dini hari tadi.
“Ya benar. Anggota yang menjadi korban akan membuat laporan polisi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono soal penyerangan terhadap polisi oleh pengikut MRS, dalam siaran pers pada Senin, 7 Desember 2020.
Menurut Irjen Pol Argo Yuwono, kronologi kejadian sesuai dengan yang diterangkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imran, yakni peristiwa penyerangan terjadi pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Japek. Saat mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengkuti kendaraan pengikut MRS, tiba-tiba mobil anggota Polda Metro Jaya dipepet dan disetop dua kendaraan pengikut MRS. Saat inilah terjadi penodongan senpi dan sajam berupa samurai dan celurit ke arah anggota oleh pengikut MRS.
Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam, langsung mengambil tindakan tegas terukur. 6 Orang pengikut MRS meninggal dunia, sementara 4 lainnya melarikan diri.
Dalam kasus ini, petugas mengalami kerugian materil berupa rusaknya kendaraan yang ditabrak pelaku dan adanya bekas tembakan senpi pelaku di TKP.
Dengan adanya kejadian ini, Kapolda Metro Jaya berpesan kepada MRS untuk mematuhi hukum yang berlaku, dalam hal ini memenuhi panggilan penyidik dalam rangka penyidikan.
Kapolda Metro Jaya menegaskan, petugas akan mengambil langkah sesuai KUHAP bila MRS tak mengindahkan panggilan kedua. Kapolda juga berpesan kepada HRS dan pengikutnya untuk tak menghalang-halangi proses penyidikan, karena perbuatan tersebut juga ada ancaman pidananya.
Terkait kaburnya 4 pengikut MRS yang turut menyerang anggota Polda Metro Jaya dini hari tadi, Kadiv Humas Irjen Pol Argo Yuwono menyampaikan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo akan membantu pengejaran 4 orang tersebut.
“Kabareskrim menyampaikan bahwa Bareskrim akan memback up Polda Metro Jaya, mencari 4 pelaku lainnya yang melarikan diri sampai ketemu,” tandas Irjen Pol Argo Yuwono.(jlr/hms).
RUPAT, Tribunriau- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bengkalis melakukan verifikasi terkait pemekaran desa di Kecamatan Rupat.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Camat Rupat, Kabupaten Bengkalis, Senin (7/12/2020).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut beberapa Lurah di Kecamatan Rupat, Kepala Desa, BPD, Kepala Dusun, Tokoh Adat, Tokoh Agama serta dari LPMK.
Salah seorang perwakilan DPMD Bengkalis, Fitra Rama kepada awak media ini mengatakan bahwa ada 5 proposal pemekaran yang sudah masuk.
“Yaitu Desa Cingam, desa Batu Panjang, desa Darul Aman, desa Pergam, Terkul dan Teluk Lecah,” ujarnya.
Ia mengimbau agar semua persyaratan dapat dilengkapi untuk tahun mendatang.
Dijelaskannya, bahwa hingga hari ini belum satupun desa yang sudah melengkapi persyaratan untuk pemekaran.
“Jadi mereka kami berikan waktu untuk melengkapi proposal, yang belum melengkapi itu agar segera diantar ke dinas PMD sesuai peraturan menteri dalam negeri
No 1 tahun 2017 tentang penataan desa, setelah mereka melengkapi persyaratan nanti kita verifikasi ke kabupaten Bengkalis, baru kita cek desanya, perkembangannya bagai mana, apakah itu bisa persiapan atau tidak, kalau memenuhi syarat yang 5 desa kenapa tidak?,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang aktifis LSM, Herman menyayangkan ketika nama Kelurahan Tanjung Kapal tidak masuk dalam list.
“Padahal sudah berapa tahun musyawarah, rapat sekian tahun mengajukan pemekaran desa, kelurahan Tanjung Kapal, setelah kita ketahui tidak ada nama kelurahan tanjung kapal, saya berfikir gimana kelemahan sampai tidak ada nama tanjung kapal? sangat disayangkan, cuma nanti kita lihat verifikasi yang kedua, apakah masih boleh atau tidak nanti kita lihat sama-sama,” ungkap Herman, ketua LSM Pekat Rupat.
Penulis:Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Zulkarnain
RUPAT, Tribunriau- Anggota Kepolisian, TNI, Satpol PP serta anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) menjaga secara ketat box dan kertas suara yang bakal digunakan untuk Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.
Informasi yang berhasil dirangkum, terdapat 80 kotak suara yang telah tiba di Rupat dan saat ini berada di Aula Kantor Camat Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Pantauan awak media, terdapat 4 personil dari Kepolisian, 2 dari TNI, 5 dari Satpol PP serta 2 lagi dari PPK terlihat sedang berjaga-jaga.
Salah seorang petugas PPK ketika dimintai keterangan mengatakan bahwa hari ini sudah sampai 80 pcs box/kotak suara.
Situasi di lapangan terlihat kondusif dan aman.
Penulis: Johanes Mangunsong
Editor: Iskandar Zulkarnain
DUMAI, Tribunriau- Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Dumai yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Dumai Surimai Hengki, S.T mengajak masyarakat Kota Dumai untuk dapat mematuhi Protokol Kesehatan (prokes) pada saat pencoblosan berlangsung nantinya.
“Harapan Pemuda Muhammadiyah Kota Dumai dan kita semua dalam penyelenggaraan pemilu berlangsung kondusif, damai, dan yang terpenting saat ini menjaga kesehatan bagi semua yang terlibat langsung,” ujarnya.
Dikatakannya, dengan mematuhi anjuran prokes yang telah ditetapkan, masyarakat terlindungi dari penularan wabah Covid 19 di Kota Dumai, demi kesehatan masyarakat, agar selalu sehat dan terliat ceria dalam pesta rakyat yang ditaja di masa Pandemi Covid 19.
“Kesehatan yang paling utama, terpenting adalah tidak adanya Klaster Pilkada, ini harapan kita,” tambahnya.
Ia juga berharap agar masyarakat dapat memilih Calon yang berintegritas, punya Visi dan Misi yang akan membangun Kota Dumai, peduli terhadap kesehatan dan pendidikan.
“Selain Gakkumdu Pemilu, kami elemen masyarakat juga menghimbau kepada pemilih untuk menggunakan hak pilih sesuai dengan pemikirannya, bukan karena iming-iming materi, kita sudah mendeklarasikan untuk menolak Money Politic, ini demi masa depan bangsa yang lebih baik, karena Pemilih dan Pemimpin yang baik adalah cermin bagi kemajuan Bangsa,” pungkasnya. (rilis)
Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Setelah selesai melakukan kampanye dialogis di wilayah daratan (Kecamatan Mandau, Bathìn Solapan dan Talang Muandau), dan hari ini terakhir di Kecamatan Pinggir, Kasmarni, S.Sos, MMP paslon nomor urut 3, menyempatkan diri menyapa warga di pasar tradisional Jl.Dewi Sartika, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (05/12/20).
Kasmarni mendatangi pasar Dewi Sartika itu, dikawal oleh ratusan tim relawan KBS dimulai pukul 07.00 Wib, dengan berjalan kaki sambil keliling menyapa para pedagang dan para pembeli.Ada juga sesekali ia membeli sayur mayur dan tomat.
Tampak juga para pedagang menyambut dengan gembira dan menyebutkan “Kasmarni bupati, nomor 3,” sambil mengacungkan tangannya 3 jari. Dan ada juga yang mengatakan,”hidup Kasmarni, hidup nomor 3″.
Kemudian ada pedagang dan pembeli yang meminta masker bergambar KBS no.3 kepada rombongan Kasmarni.Tak hanya itu, ada juga pedagang yang meminta berfoto bersama Kasmarni, sambil teriakkan yel-yel,” Kasmarni bupati, KBS…menang, menang, menang, coblos nomor 3.”
Sesampai di Jl.Pertanian lapangan Terminal oplet, Kasmarni juga mendatangi dan menyapa ibu-ibu yang sedang melakukan senam pagi, dan kaum ibu-ibu menyempatkan berfotoria bersama Kasmarni.Selanjutnya Kasmarni sarapan bersama rombongan di salah satu warung Jl.Obor Gg. Cantik Manis, lalu berangkat ke Pinggir naik mobil, konvoi bersama seluruh tim KBS yang selalu setia mengawal perjalanan kampanye Kasmarni.
Konvoi iringan mobil Kasmarni bersama tim relawan dimulai dari Jl.Jendral Sudirman depan pasar Dewi Sartika, lalu bertemu dengan tim relawan ESA nomor urut 4 yang sepertinya sedang membagi-bagikan kalender dan masker ESA sampai masuk ke tengah jalan, sehingga menimbulkan sedikit kemacetan lalulintas kendaraan.
Tampak warga berkendaraan, acapkali menolak ketika dikasih masker Esa oleh tim relawan ESA.Dan sadisnya ada seorang tim relawan ESA yang berdiri di tembok pagar sambil memperagakan tangannya beberapa kali dengan isyarat diduga tidak senonoh (tersorot kamera wartawan).
Konvoi iringan rombongan Kasmarni tetap berjalan dan bertemu juga beberapa orang ibu-ibu tim relawan AMAN nomor urut 2 dipinggir jalan sambil mengacungkan tangan 2 jari, perjalanan berlanjut melalui simpang Garoga, Jl.Hangtuah, simpang pokok jengkol menuju Kecamatan Pinggir tempat kampanye terakhir.
Pada kesempatan itu, Kasmarni mengucapkan banyak terimakasih kepada tim relawan KBS dari Mandau dan Bathin Solapan, yang selalu setia mengawal perjalanannya mulai pagi tadi, hingga selesai kampanye di beberapa titik wilayah Kecamatan Pinggir.
“Terimakasih bapak/ibu, tugas kita belum selesai, tolong dikawal terus lumbung-lumbung suara KBS, rapatkan barisan, jangan lengah, diharapkan semua masyarakat pendukung KBS datang ke TPS untuk mencoblos pada 9 Desember nanti, agar nyata kemenangan ada di pihak kita, sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak kepada bapak ibu semua,” ujar Kasmarni.
Tampak hadir pada kegiatan itu, Ustadz Darmizal, Ustadz Syamsir Khan, Ustadz Salman Mirza, Syaipul Ardi (anggota DPRD Bengkalis dari PAN), Farida (annggota DPRD Riau dari Nasdem), Rosmawati Sinambela (anggota DPRD Bengkalis dari Nasdem), Manuasi Nainggolan beserta anggota FBI (Forum Batak Intelektual), Yefri Ornando (Ketua Tim Relawan Rekab), tim relawan Pandawa, Sabarman Damanik dan Fransiska Sinambela dari tim relawan Serasi, tim relawan kaum milenial, dan tim relawan KBS lainnya (jlr).
Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Hari pencoblosan sudah diambang pintu, kampanye dialogis Kasmarni, S.Sos, MMP calon bupati nomor urut 3 di 3 titik membahana dan menggelegar suara para pendukungnya, di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Jumat (04/12/20).
Di titik pertama di Jl.Karang Anyer II, Kelurahan Air Jamban dikediaman Oloan Sitindaon Gg.Sekolah RT 06 RW 11, mayoritas pendukungnya adalah suku Batak dan Jawa sangat semangat meneriakkan yel-yel KBS menang, menang, menang, Kasmarni bupati, coblos nomor 3.
Dikesempatan itu, Dewi Sitindaon mengucapkan terimakasih kepada Manuasi Nainggolan beserta anggota FBI yang telah membantu mereka untuk persiapan acara itu, dan mengungkapkan pengalamannya ketika menjadi tim sukses Amril Mukminin pada pilkada 2015 lalu, dan hasilnya suara Amril menang signifikan di TPS mereka.
“Kami waktu pilkada tahun 2015 mendukung pak Amril dan menang, suaranya terbesar di TPS kami, dan sekarang kami juga mendukung ibu Kasmarni, kami doakan ibu menang nantinya,” tutupnya.
Lalu Ustadz Darmizal selaku Kordinator Tim Sukses Pemenangan Kasmarni dan Bagus Santoso (KBS) Kecamatan Mandau, dan Jurkam KBS Kabupaten Bengkalis, mengajak semua pengunjung untuk tetap pada pendiriannya mencoblos nomor 3 pada pemilihan 9 Desember nanti.Dan memaparkan fungsi kartu KBS untuk 5 tahun kedepan, bila terpilih KBS nomor urut 3.
“Bapak/ibu sekalian kita harus menangkan ibu Kasmarni jadi bupati, karena dia dari Mandau-Pinggir, dan semua program-programnya akan dilaksanakan setekah dia dilantik jadi bupati, terutama untuk kartu BPJS hesehatan, kalau ibu Kasmarni jadi bupati bapak/ibu tidak bayar lagi, gratis berobat ke Puskesmas maupun ke Rumah Sakit.Kemudian KBS Pemberdayaan Perempuan, ibu-ibu nanti akan dibina dalam suatu kelompok, apa itu bidang menjahit, usaha keripik, pertanian, perikanan, kerajinan tangan dan lainya, nanti modalnya dibantu, mau kan ibu-ibu?,”ujar Darmizal dengan nada tanya.”Mau,” jawab ibu-ibu.
Kasmarni mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat setempat dan mengingatkan kepada hadirin, agar tidak terpancing dengan ejekan orang lain ataupun menjelek-jelekkan paslon nomor urut 3.
“Yang penting kita yakin menang, dimana sekarang ini mereka menebarkan isu bahwa merekalah yang paling kuat, dan paling hebat, seolah-olah mengecilkan kita.Yang penting bapak/ibu kita tidak usah terpengaruh, kita tetap berjuang, pada harinya nanti tanggal 9 Desember kita memperoleh kemenangan.Ikan sepat ikan gabus, pilihan tepat Kasmarni Bagus.Matahari terbit dipagi hari terbenam indah di sore hari, pilkada serentak sebentar lagi, jangan lupa pilih Kasmarni,” tutupnya.
Setelah itu, Ketua DPC FBI (Forum Batak Intelektual) didampingi Penasehat Efendi Simanjuntak, Bendahara Sabarman Damanik beserta anggota dan Oloan Sitindaon menyematkan ulos ke tubuh Kasmarni, sebagai lambang kecintaan dan dukungan suku Batak pada Kasmarni, dibarengi musik dan lagu Kasmarni bupati.
Kemudian kampanye dilanjutkan ke Jl.Dewi Sartika (pasar), Kelurahan Balik Alam, yang banyak diramaikan oleh kaum ibu-ibu.
Terakhir kampanye di Jl.Pertanian, Kelurahan Duri Barat dikediaman Amel, yang membludak didatangi kaum ibu-ibu juga.
Dipenghujung acara, datang kaum milenial dengan menaiki 2 mobil pick up, turun didepan area kampanye dan masuk menyalami Kasmarni sembari teriakkan Kasmarni bupati.
Akhirnya Manuasi Nainggolan didaulat menyanyikan lagu ciptaannya dengan judul “Kasmarni Bagus”, sontak semua pengunjung berjoget ria bersama Kasmarni, meluapkan rasa gembiranya karena sudah menyelesaikan semua jadwal kampanye.
Acara kampanye dihadiri juga oleh Ustadz Syamsir Khan, Ustadz Abdul Kholik, Ustadz M.Sobri, Ustadz Darmizal, tim relawan KBS, Manuasi Nainggolan beserta anggota FBI, Sabarman Damsnik, Fransiska Sinambela, perwakilan partai pengusung (PAN, PBB, Nasdem, Gerindra dan Demokrat), tokoh masyarakat, tokoh agama, tim relawan kaum milenial, personil polisi, dan panwaslu Mandau.(jlr).