Beranda blog Halaman 1420

Polisi Sebar Foto Pelaku Penculikan dan Pembunan Bayi Jeanette

PEKANBARU, Tribunriau- Polisi telah menyebar foto pelaku Yul alias Dona (19) yang merupakan pembantu rumah tangga keluarga Jeanette. Penyebaran foto tersebut terkait kasus penculikan dan pembunuhan bayi warga Jalan Angkasa yang menghebohkan Pekanbaru.

Ciri-ciri pelaku yang berasal dari Tembilan Hulu, Indragiri Hilir (Inhil), antara lain: tinggi badan sekitar 155 cm, perawakan badan kurus, rambut hitam lurus sebahu, mata bulat hitam dengan pandangan tajam, dan kulit sawo matang dan terkadang memakai jilbab.

Sedangkan ciri khususnya yakni, ada tahi lalat di bagian atas bibir kiri dan kanannya, serta di bagian bawah bibir. Bagi masyarakat yang menemukan pelaku tersebut, mohon dapat memberikan informasi, atau menghubungi Mapolresta Pekanbaru di Jalan Ahmad Yani atau di call center 081266781111 atau kantor polisi terdekat.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Harianto Watratatan didampingi Kasat Reskrim Kompol Arief Fajar Satria mengungkapkan penyebaran foto tersebut adalah upaya penyelidikan agar pelaku tertangkap.

“Tim kita juga terus melacak keberadaan pelaku. Dengan penyebaran foto dan identitasnya, pelaku akan tertangkap,” kata Arief Fajar, Jumat (1/8/14) di Mapolresta Pekanbaru.

Sebelumnya, korban dinyatakan hilang, Jumat (25/7/14). Pihak keluarga melihat dari CCTv korban dilarikan oleh pembantunya itu. Orang tua korban, Indra (25) dan Irene (20) beserta keluarga dan kerabat menyebarkan informasi agar Jeanette ditemukan.

Beredarnya informasi tersebut membuat heboh Pekanbaru, khususnya di dunia maya dari jejaring sosial Blackberry Messanger (BBM), Twitter, Facebook, Kaskus dan lainnya. Putri pertama Indra itu akhirnya ditemukann. Namun dalam keadaan tewas mengenaskan di belakang rumahnya. (rtc)

2 Oknum PNS Diduga Bakar Lahan Diringkus Polsek Bukit Batu

Dua tersangka MS (35), oknum Guru PNS, Buruh Kebun NikN (47), memperlihatkan lokasi lahan yang sengaja dibakar. Akibatnya, mereka harus berurusan dengan hukum.

BENGKALIS, Tribunriau- Kepolisian Sektor (Polsek) Bukitbatu meringkus dua tersangka, diduga para pelaku pembakar lahan di Dusun Murni, Desa Dompas, Kecamatan Bukitbatu, Bengkalis, Senin (28/7/14) lalu.

Penangkapan kedua pelaku tersebut langsung dipimpin Kapolsek Bukitbatu Kompol Sasli Rais. Ternyata, salah satunya adalah oknum Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SMN 1 Siakkecil berinisial MS (35), warga Jalan Stadion 2, Desa Dompas. Sedangkan seorang lagi adalah buruh kebun, NikN (47), warga Jalan Perjuangan Desa Sejangat, Kecamatan Bukitbatu.

“Tiga personil turun ke TKP Karhutla setelah mendapat informasi dari warga Dompas dan Kades Helmi bahwa ada titik api di Dusun Murni, Desa Dompas. Selanjutnya Tim turun ke dan melihat dua orang pelaku sedang berusaha memadamkan api yang diakui kebun milik seorang guru tersebut seluas dua hektar dan sengaja dibakar untuk membersihkan lahan untuk ditanam bibit sawit,” ungkap Kompol Sasli Rais kepada wartawan belum lama ini.

Kompol Sasli menjelaskan, bahwa Pemilik Kebun MS yang terletak di Jalan Yahya, RT/RW 006/003 Dusun Murni, Desa Dompas, sudah diingatkan dan ditegur oleh warga Desa Dompas beberapa hari sebelum tertangkap agar jangan membakar lahan karena saat ini cuaca panas terik. Akan tetapi, pada Senin tersebut sekitar pukul 09.30 WIB, MS kembali membakar lahan miliknya dan api sudah membesar dan tidak dapat dikendalikan, selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Dompas dan dilaporkan ke Polsek Bukitbatu.

“Luas lahan yang sudah dibakar sekitar satu hektar, barang bukti yang diamankan satu unit mancis, satu bungkus rokok, satu ember dan dua batang kayu bekas bakar. Selanjutnya kedua tersangka diamankan ke Polsek Bukitbatu guna penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

Akibat adanya kebakaran yang disengaja oleh oknum Guru PNS di SMA itu, upaya pemadaman langsung dilakukan oleh tim dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Dompas 10 personil dan Tim Damkar 5 personil serta tiga unit alat pemadam kebakaran dan api berhasil dijinakkan.(rtc)

Polda Riau Tetapkan 74 Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan

PEKANBARU, Tribunriau- Sejak dilaksanakannya Operasi Siaga Bencana Asap pada awal April lalu hingga memasuki Agustus ini, Jumat (1/8/2014) siang, Polda Riau menetapkan 74 orang tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta perambahan hutan.

Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono, Jumat (1/8/2014) mengatakan, sejauh ini Polda Riau tengah menangani sebanyak 49 kasus yang terdiri dari 19 berkas perkara mengenai karhutla serta sebanyak 30 berkas perkara mengenai perambahan hutan (ilegal loging).

“Sejak operasi penaggulangan bencana asap dari Januari sampai 4 April lalu, ada beberapa kasus yang sudah diserahkan ke jaksa penuntut (JPU-red) sebanyak 23 kasus yang diajukan proses persidangan. 13 diantaranya sudah divonis,” terangnya.

Sebelumnya, Kapolda menyebutkan, sejak digelarnya Operasi Penanggulangan Bencana Asap yang dimulai dari Januari sampai dengan tanggal 4 April 2014 lalu, Polda Riau telah berhasil memproses sebanyak 70 kasus karhutla yang juga di antaranya terdapat kasus perambahan dan ilegal loging.

“26 kasus masih sidik (penyidikan,red), tahap satu ada 12 kasus, yang sudah dinyatakan lengkap atau P21 ada 8 berkas perkara. Tahap dua ada 2 berkas, 1 kasus sudah dalam proses pengajuan penuntutan,” tambah Condro.

Dijelaskan Condro, terkait situasi dan kondisi terkini, personil Polda Riau masih berada di lokasi yang terdeteksi rawan kembali terjadi kebakaran, seperti halnya di beberapa kecamatan di Kabupaten Rohil yang sampai saat ini masih ditemukan 11 titik asap tipis bekas pembakaran.

“Seratus personil Brimob bersama personil Polres sampai pagi ini masih bertugas di lapangan. Maklumat terus disebarkan,” pungkas Kapolda. (rtc)

Penyeberangan Roro Air Putih Bengkalis Macet

Kendaraan roda empat antri hingga kiloan meter ketika hendak menyeberang di Pelabuhan Roro Air Putih (Pulau Bengkalis) menuju Sungai Selari (Pakning), Jumat (1/8/14).

BENGKALIS, Tribunriau- Arus penyeberangan di Air Putih (Pulau Bengkalis) menuju Sungai Selari (Pakning) Pulau Sumatera memasuki Lebaran Idul Fitri (H+5), Jumat (1/7/14) membludak luar biasa.

Antrean panjang kendaraan terutama roda empat di Pelabuhan Penyeberangan (Roro) Air Putih (Pulau Bengkalis) tidak dapat dihindari. Akibatnya, para pengguna jasa penyeberangan harus menunggu hingga sekitar 12 jam baru dapat menyeberang.

Situasi antrean ini juga tidak meleset dari perkiraan sebelumnya, meskipun lebih dari empat unit armada dikerahkan untuk memaksimalkan layanan penyeberangan. Namun belum mengatasi masalah antrean panjang dan memakan waktu lama, karena hanya tersedia satu unit dermaga penyeberangan di pulau tersebut ketika menghadapi lonjakan penumpang pada saat hari-hari besar atau libur.

“Sudah antre dari pukul 05.00 WIB subuh tadi pak. Baru bisa menyebrang pukul 17.00 WIB nanti,” keluh Iwan, salah seorang pengguna jasa penyeberangan Air Putih (Pulau Bengkalis) tujuan Pekanbaru.

Antrean kendaraan di Pelabuhan Roro Air Putih tidak hanya terjadi pada roda empat. Kendaraan roda dua juga terpaksa menunggu lama, bahkan dibandingkan dari tahun sebelumnya menjadi cukup parah. Antrian kendaraan roda dua itu, sempat membludak ratusan meter atau sudah mencapai di depan Kantor Camat Bengkalis. Sementara itu, antrian panjang kendaraan roda empat sudah melewati Kantor Mapolsek Bengkalis atau sekitar dua kiloan meter lebih.(rtc)

97 Titik Panas Terdeteksi di Riau

Ilustrasi

PEKANBARU-Memasuki Agustus, berdasarkan Satelit Terra dan Aqua dari BMKG, terpantau ada 104 titik panas di Sumatera, dimana 97 di antaranya berada di Riau.

Dari 97 titik panas di Riau, Rohil menjadi kabupaten terbanyak ditemukannya titik panas, mencapai 52 titik atau lebih dari setengah titik panas di Riau ada di Rohil.

45 titik lainnya di 3 kabupaten/kota lainnya, yaitu Bengkalis ada 13 titik panas, Dumai 30 titik dan Rohul ada 2.

Menurut Agus Wibowo dari Pusat Data dan Informasi BNPB, Jum’at (1/8/14), confidence mencapai > 70%. Dengan kata lain, ada 55 titik panas di Riau yang berkemungkinan merupakan titik api.

“Titik panas yang berkemungkinan merupakan titik api ada di Bengkalis sebanyak 3 titik api, Dumai ada 22 titik api, Rohil ada 29 titik api dan di Rohul ada 1 titik api. Lagi-lagi, Rohil terbanyak terpantau titik panas yang berkemungkinan titik apinya,” terang Agus.

Disinggung mengenai cuaca di Riau, Agus mengatakan bahwa cuaca di Riau berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi pada sore atau malam hari hampir disebagian besar wilayah Riau.

Pembantu Diduga Culik Balita 2,5 Tahun di Pekanbaru

PEKANBARU- Dona (21), warga Indragiri Hilir yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga sedang diburu aparat Polresta Pekanbaru. Ia terindikasi sebagai penculik sekaligus pembunuhan terhadap anak majikannya yang masih balita, Jeanette Gracia (2,5).

“Kuat indikasi kasus penculikan sekaligus pembunuhan dilakukan pembantu rumah tangga. Tim sudah dibentuk untuk tim untuk memburu pelakunya,” kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Robert Hariyanto kepada wartawan Jumat (1/8/14).

Dijelaskan Robert, Jeanette diculik 25 Juli 2014 lalu Saat ditinggal memasak sang nenek. Berdasarkan rekaman CCTV, Dona yang baru bekerja empat hari membawa kabur korban. Sementara ada seorang pria mengendarai sepeda motor menunggu pelaku di depan rumah orangtua korban, Perumahan Jondul Pekanbaru.

Setelah empat hari hilang, mayat korban ditemukan dengan usus terburai di WC umum. Awalnya keluarga korban tidak percaya kalau bayi itu adalah anak mereka. Namun setelah dilakukan visum dan autopsi, mereka hanya bisa pasrah. (rtc)

4 Unit Mesin Genset Tambahan Sudah Beroperasi di Meranti

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi saat meninjau lokasi pemasangan 4 unit mesin genset di Jalan lintas Gogok Darussalam.

SELATPANJANG- Akhirnya 4 unit tambahan mesin genset Pembangkit listrik PLN Rayon Selatpanjang, Kamis (31/7/2014) pagi sudah mulai dioperasikan untuk melayani kebutuhan masyarakat Kepulauan Meranti.

Demikian info disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi usai meninjau langsung lokasi pemasangan 4 unit mesin genset itu di Jalan lintas Gogok Darussalam.

Uji coba pengoperasian mesin genset secara bertahap dari 4 Mesin + Trafo tersebut yaitu running (parallel) engine 1 secara bertahap-tahap, awal dibebani 200 KW terus ditingkatkan per jam nya sebesar 100 KW hingga dibebani maksimum 1000 KW dalam 1 atau 2 hari ini.

Dengan asumsi penambahan daya sebesar 1000 KW nantinya, maka pemadaman tersisa 500 KW dan pola pemadaman 3-1 berubah menjadi 4-1 bahkan pemadaman akan menjadi 10-1 ( 10 hari hidup dan 1 hr mati bergiliran).

“InsyaAllah kita sama-sama berdo’a, Listrik PLN ini nihil Pemadaman seperti di kota besar Jakarta, karena itu harapan terbesar saya untuk kemajuan & Kesejahteraan Masyarakat kepulauan Meranti, Amin YRA,” ungkapnya.(rtc)

4 Ruko dan 2 Rumah di Rohul Rusak Akibat Angin Puting Beliung

Ilustrasi

PASIRPANGARAIAN, Tribunriau- Angin puting beliung terjadi pada Selasa (29/7/14) malam, sedikitnya 4 rumah toko (ruko) dan 2 rumah di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) rusak.

Kepala Desa Bangun Jaya, Jambari mengungkapkan, bencana angin puting beliung itu terjadi di RW 5 Dusun II Karang Tengah, Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun 4 ruko dan 2 rumah milik warga mengalami rusak.

“Ada dua rumah tertimpa kayu jati. Ada juga seng ruko dan rumah terangkat,” kata Jambari kepada riauterkinicom di ujung telepon, Rabu (30/7/14) sore.

Jambari mengakui sudah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tambusai Utara dan Polres Rohul. Namun demikian, karena keluarganya sedang berduka cita, dia tidak sempat melapor ke Camat Tambusai Utara dan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul.

“Karen sibuk, mamak (ibu,red) kandung saya meninggal dunia, maka Pak Sekdes yang mengurusnya. Pak Kasi yang mengecek ke lapangan,” jelas Jambari.

Di tempat terpisah, Kepala BPBD Rohul Aceng Herdiana yang sedang berada di Pekanbaru mengakui belum mengetahui jumlah bangunan yang rusak akibat bencana puting beliung Selasa malam tadi.

“Saya belum menerima informasi itu (puting beliung, red) Pak Camat dan Pak Kades belum ada laporan ke kami,” jelas Aceng di ujung telepon, Rabu sore.(rtc)

Hot Spot Bersih dari Wilayah Rohul

Ilustrasi

PASIRPANGARAIAN, Tribunriau- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rokan Hulu (Rohul) memastikan titik api di wilayah kerjanya sudah bersih, Rabu (30/7/14),

Beberapa hari sebelum memasuki perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini, pihak Polres dan BPBD Rohul mendeteksi 24 titik api tersebar di lima kecamatan. Puluhan titik api itu diantaranya ditemukan di Kecamatan Rokan IV Koto dan Bonaidarussalam.

“Sampai hari ini (Rabu, red), titik api sudah zero,” kata Kepala BPBD Rohul Aceng Herdiana via selulernya, Rabu (30/7/14) malam.

Untuk memadamkan 24 titik api di lima kecamatan, tim BPBD Rohul dibantu sekitar 240 personil Polres Rohul dan anggota TNI, serta masyarakat. Namun demikian, dinas terkait di lingkungan Pemkab Rohul disayangkan tidak terlihat.

Aceng, sebelumnya, mengungkapkan untuk memadamkan titik api di Rokan IV Koto, pihaknya menurunkan armada pemadam kebakaran ke lokasi. Sedangkan di daerah lain, petugas terpaksa melakukan secara manual.

Selama Idul Fitri di hari pertama sampai hari ketiga, petugas dari BPBD, Polres Rohul dan TNI bekerja keras untuk memadamkan titik api. Pihak BPBD Provinsi Riau juga menjatuhkan sedikitnya 26 bom air di 24 titik kebakaran. Kerja keras petugas baru terlihat di hari ketiga Lebaran.

Aceng mengakui proses pemadaman terkendala peralatan. Sebab itu pihaknya berharap turun hujan. Namun, sampai api padam, hujan tidak kunjung turun. (rtc)

Dhani Datangi Dewan Pers Tak Jadi “Potong Burung”

Ahmad Dhani bersama Dewan Pers

Tribunriau- Ahmad Dhani kembali mendatangi Dewan Pers, Kamis (24/7) siang, untuk menyelesaikan laporannya terhadap 17 media terkait tweet palsu ‘potong kemaluan Dhani’ beberapa waktu lalu.Setelah berdiskusi dengan Dewan Pers, kemudian pentolan Dewa 19 itu dikonfrontir dengan delapan perwakilan media yang hadir. Jelang maghrib, Dhani baru memberikan keterangan persnya.

“Dalam risalahnya, delapan media akan memuat permohonan maaf kepada Ahmad Dhani. Permasalahan ini tidak dibawa ke hukum, apabila risalah dipenuhi. Mas Dhani dapat memberi hak jawab tanpa potongan,” kata kuasa hukum Dhani, Ramdan Alamsyah di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (24/7).

Sementara menurut Dhani, dirinya punya alasan sendiri mengapa melaporkan 17 media yang dianggap mencemarkan namanya. Suami Mulan Jameela itu ingin memberikan efek jera kepada media supaya lebih berhati-hati lagi dalam menyebarkan berita.

“Saya sebenarnya warga negara Indonesia ingin punya pers yang baik, karena ada modus baru untuk menjatuhkan seseorang dalam pemberitaan. Ini bukan pertama kali, sebelumnya sudah pernah terjadi seperti Fadly Zon dan Mahfud MD. Saya berharap agar media tidak mengulangi modus yang sama,” kata Dhani.
Terakhir, pihak Dewan Pers menyebut bahwa kasus ini sudah menemui titik temu. Hanya saja, tinggal menunggu pertanggungjawaban dari media terkait untuk membersihkan nama baik bos Republik Cinta Manajemen tersebut.

“Kami berhasil menyelesaikan, meski berbeda-beda sesuai dengan sifat medianya. Kami berharap semua media ini bisa pulihkan nama baik Dhani, karena akibat tweet tersebut setelah diumumkan Jokowi-JK pemenang pemilu, banyak yang menagih ke Dhani. Padahal itu nggak lain cuma screen print dan disebarkan lewat media,” papar Yoseph, Ketua Bidang Hukum Dewan Pers.

Seperti diberitakan sebelumnya, media sosial sempat heboh setelah akun anonim mengunggah gambar yang mengatasnamakan Ahmad Dhani. Pada gambar itu, tertulis bahwa mantan suami Maia Estianty ini akan memotong kelaminnya jika capres jagoannya, Prabowo Subianto kalah dalam Pemilu Presiden.
Sekitar 17 media yang mengutip dan menyebarkan berita itu kemudian dilaporkan oleh Dhani. Ayah empat anak itu menyebutkan nama baiknya dicemarkan akibat tersebarnya berita bohong tersebut.

Terbaru

Populer