Beranda blog Halaman 1278

Fenomena Cakada Korupsi, Ini Kata KPK

JAKARTA,Tribun Riau – Calon Kepala daerah (Cakada) yang pernah divonis dalam kasus korupsi terkadang masih bisa memenangkan hati rakyatnya sehingga kembali menjadi kepala daerah. Fenomena ini menjadi persoalan yang mengherankan KPK.

“Ada pula fenomena menarik, bahwa di negara ini, masyarakat tidak masalah jika gubernur atau wali kota terlibat korupsi, dan bahkan jika mereka sudah diumumkan sebagai tersangka. Ini adalah fenomena, paradoks yang harus kita atasi dengan kampanye intensif dan edukasi serta komitmen kuat untuk bekerja memberantas korupsi,” kata penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari dalam diskusi ‘Evaluasi Capaian Indonesia atas Komitmen Antikorupsi Internasional’, di Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris, Jalan Patra Kuningan Raya, Jakarta Selatan, Rabu (2/5/2018).

Dalam diskusi itu, hadir pula Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik dan Dubes Denmark Rasmus Abilgaard Kristensen. Tsani kemudian menyinggung tentang tahun politik yang tidak menentu dan tidak bisa diprediksi apabila dikaitkan dengan urusan pemberantasan korupsi.

“Dan dari sejarah KPK, kami menghadapi tantangan dalam kasus korupsi yang melibatkan sosok high profile dan juga yang mempunyai banyak uang. Yang seperti disampaikan Mr Moazzam tadi, tidak semua orang di sini senang dengan pemberantasan korupsi yang diinisiasi KPK,” kata Tsani.

Untuk itu, Tsani meminta publik untuk selalu menjaga transparansi dan kinerja KPK. Dia berharap jangan sampai KPK mengkhianati kepercayaan publik dalam memberantas korupsi.

“Tidak mungkin bagi kami bebas dari korupsi, jadi kami butuh kritik massa untuk membantu memenangkan perang antikorupsi,” tutur Tsani.  (dtc/red)

Pelantikan PWI Dumai Dinilai Ciderai Keadilan

DUMAI, Pelantikan Pengurus PWI Dumai Periode 2017-2020 versi ketua terpilih Kambali pada Selasa (2/5/2018) dinilai menciderai rasa keadilan, pasalnya sebagian besar anggota biasa yang membubuhkan tandatangan penolakan Konferensi pada Desember 2017 lalu belum merasa diakomodir.

Salah satunya Tony Marisi SE, mantan pengurus PWI Dumai Periode 2014-2017 ini menyesalkan sikap PWI Provinsi dan PWI Pusat yang tidak mendengarkan kedua belah pihak.

“Harusnya kan didengar dulu dari kedua belah pihak, jangan asal ‘sekubu’ lalu membenarkan satu pihak tanpa mendengar sepatah katapun dari pihak lainnya,” ujarnya kepada Tribunriau.com, Senin (1/5/2018).

Terlebih lagi PWI Pusat, lanjut Tony, seharusnya bisa netral dalam menyikapi permasalahan di daerah.

“Kongkalikongnya tingkat tinggi, dulu (pada konferensi PWI Dumai 5 Desember 2017, red) menyatakan tidak sah anggota muda yang sedang proses menjadi anggota biasa untuk dijadikan sebagai peserta, malah tegas dikatakan Sekjend PWI (Hendry Ch Bangun,red) bahwa itu tidak sah dan PWI Pusat tidak akan mengeluarkan SK jika diajukan oleh pihak Kambali cs, tapi kok tiba-tiba malah mengeluarkan SK, ada apa?,” kata Tony sambil mempertanyakan netralitas PWI Pusat.

Dijelaskan juga oleh Tony, pelanggaran terhadap Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga sudah jelas, juga sudah dikirimkan oleh ketua koordinator (Darwis Joon Viker, red) kepada PWI Pusat dan PWI Provinsi.

“Sudah tiga kali (surat penolakan serta fakta lapangan) dikirim, namun tidak ada pemanggilan, tidak ada head to head (pertemuan,red), tiba-tiba sehari sebelum pelantikan mau bertemu, kan percuma,” tegas Tony.

Harusnya, lanjut Tony, PWI Provinsi Riau menunda pelantikan dan memanggil kedua belah pihak serta mencari solusi.

Lain dari itu, Tony juga menyatakan adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan salahseorang pengurus PWI Dumai, dirinya mendesak agar Darwis Joon Viker segera melaporkan serta mengawal laporan tersebut.

“Terlebih lagi ada dugaan tindak pidana, saya mendesak pak Joon agar secepatnya melaporkan hal tersebut dan juga mengawal kasus tersebut agar lebih cepat ditangani,” pungkasnya.

Selain Tony Marisi SE yang ikut membubuhkan tanda tangan penolakan Konferensi PWI Dumai Desember 2017 lalu itu, anggota biasa lainnya yaitu Ibnu Chalik. Secara terpisah dirinya menyarankan kepada Darwis Joon Viker selaku koordinator dari 10 anggota yang menolak tersebut menempuh jalur diatas PWI, yaitu Dewan Pers.

“Kalau tidak didengar (PWI Provinsi dan Pusat,red), jalan terakhir jalur Dewan Pers, setidaknya bisa lebih steril tanpa ada kepentingan untuk menyelesaikan kisruh tersebut,” ujarnya kepada wartawan via seluler, Senin (1/5/2018). (tim)

Diduga Prioritaskan TKA, Pemerintah Didesak Jelaskan Isi MoU dengan RRC

Adminiatrator National Energy Administration Republik Rakyat China (RRC), Nur Bekri dan Menteri ESDM Ignasius Jonan
Adminiatrator National Energy Administration Republik Rakyat China (RRC), Nur Bekri dan Menteri ESDM Ignasius Jonan

JAKARTA,Tribun Riau- Diduga memprioritaskan tenaga kerja asing (TKA), Pemerintah didesak membuka isi Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Republik Rakyat China (RRC).

Bukan tanpa sebab, menurut Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Saleh Partaonan Daulay, ada dugaan MoU tersebut ditindaklanjuti dengan pelaksanaan turn-key project, dimana proyek-proyek Tiongkok di Indonesia mengharuskan tenaga kerjanya didatangkan dari negara asalnya.

“PAN mendorong agar pemerintah membuka secara transparan isi MOU antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok yang dilaksanakan di Great Hall of the People oleh para pejabat Indonesia dan Tiongkok di awal periode pemerintahan sekarang ini,” ujar dia di Kantor DPP PAN, Jl. Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (1/5).

Saleh melanjutkan, MOU tersebut juga penting dibuka agar tidak terjadi keresahan di masyarakat.

“Karena itu, PAN meminta agar turn-key project yang melibatkan investasi Tiongkok di Indonesia dan investasi asing pada umumnya ditinjau kembali karena dinilai tidak menguntungkan Indonesia,” demikian Saleh. (rmol/red)

Pengamat Ini Nilai Kisruh Menteri Rini jadi Beban Politik Jokowi

Menteri BUMN Rini Sumarno
Menteri BUMN Rini Sumarno

JAKARTA,Tribun Riau- Menteri BUMN Rini Sumarno dinilai dapat menjadi beban bagi Jokowi untuk maju di Pilpres 2019 mendatang, selain rekaman percakapan dengan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, Rini juga menjadi sorotan karena ulahnya menggonta-ganti Direksi BUMN.

Begitu dikatakan pengamat pasar modal, Adler Haymans Manurung dalam surat elektronik yang dilansir RMOL, Selasa (1/5).

Selama memimpin BUMN, menurut dia, tak ada prestasi yang menonjol oleh Rini. Sebaliknya, banyak kebijakan Rini sebagai yang justru kontraproduktif bagi kemajuan perusahaan plat merah.

“Tidak ada yang cemerlang selama kepemimpinannya,” kata Adler.

“Pergantian direksi secara cepat tidak membuat BUMN makin baik, sebaiknya pergantian dengan alasan yang jelas,” katanya.

Rini Soemarno, lanjut Adler, akan menjadi beban politik Presiden Jokowi. Apalagi, Jokowi ingin maju kembali sebagai petahana di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

“Sebaiknya Presiden mengevaluasi keberadaan Rini di kabinet,” tandasnya. (rmol/red)

Pemerintah Diminta Jelaskan Alasan Revisi Permenaker 35/2015

Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay
Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay

JAKARTA,Tribun Riau- Partai Amanat Nasional (PAN) menyoroti revisi Permenaker 35/2015 tentang Perubahan atas Permenaker 16/2015 Tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri.

Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay meminta Hanif menjelaskan alasan revisi.

“PAN meminta Menteri Tenaga Kerja menjelaskan secara terbuka alasan utama revisi,” ujarnya di Kantor DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Selasa (1/5)

Lebih lanjut Saleh mengatakan revisi diindikasikan memberi kemudahan bagi TKA untuk masuk ke Indonesia.

“Lebih tepatnya, revisi tersebut disinyalir sebagai upaya pemerintah untuk mengakomodir ketentuan yang termaktub dalam mekanisme turn key project,” tukasnya (rmol/red)

Empat Tuntutan Buruh di Depan Istana Negara

JAKARTA,Tribun Riau- Puluhan ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) turun ke jalan merayakan May Day di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (1/5).

Dalam may day ini, setidaknya ada empat tuntutan yang disuarakan mereka. Pertama, turunkan tarif dasar listrik (TDL), bahan bakar minyak (BBM), dan harga pangan.

Tuntutan mereka kedua penolakan upah murah dan cabut PP 78/2015 tentang Pengupahan serta tambahan komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari 60 item menjadi 84 item (24 item baru).

“Tolak TKA buruh kasar dari China, cabut Perpres Nomor 20 tahun 2018 tentang TKA. Plusnya adalah hapus outsourcing dan pilih presiden RI 2019 yang pro buruh,” papar Presiden KSPI, Said Iqbal.

Iqbal menegaskan, saat ini yang dibutuhkan bukan Perpres 20/2018, melainkan lebih pada penegakan aturan terhadap TKA unskill dari Tiongkok. Sebab ada potensi membahayakan kedaulatan NKRI.

“Tujuan investasi masuk ke Indonesia, termasuk investasi dari China seharusnya mengurangi angka kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru bagi rakyat Indonesia,” tegas Iqbal.

Ia curiga penerbitan Perpres 20/2018 ada kaitannya dengan perhelatan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

“Kalau memang tidak ada kaitannya dengan Pileg dam Pilpres 2019, maka sebaiknya Presiden Joko Widodo mencabut Perpres Nomor 20 tahun 2018,” desaknya.

Perpres Nomor 20 tahun 2018 tersebut, menurut dia, tidak mencantumkan secara tegas kewajiban bagi TKA untuk melakukan transfer of job dan transger of knowledge terhadap pekerja Indonesia. Termasuk tidak ada kewajiban TKA wajib didampingi oleh 10 orang pekerja lokal untuk kepentingan transfer of job dan transfer of knowledge tersebut. (rmol/red)

Sering tak Tahu, Jokowi Seperti Amnesia

Koordinator KORSA, Amirullah Hidayat
Koordinator KORSA, Amirullah Hidayat

JAKARTA,Tribun Riau- Sudah seringkali Jokowi bersikap tidak tahu atas kebijakan yang dikeluarkannya sendiri. Pernyataan seperti ini justru menunjukkan Jokowi amnesia dalam memimpin pemerintahan.

“Tentu kita masih ingat kisruh lima hari sekolah, yang sampai hampir membenturkan dua ormas besar di negeri ini Muhammadiyah dan NU,” ulas koordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa), Amirullah Hidayat dalam keterangannya.

Padahal kebijakan Lima Hari Sekolah adalah hasil rapat terbatas yang dipimpin oleh presiden. Tetapi karena kebijakan itu ditolak sebagian ormas NU, maka Jokowi pun membatalkan.

“Berarti dia lupa bahwa sekolah lima hari itu dilaksanakan Mendikbud karena perintahnya,” terang Amirullah.

Belum lagi, lanjut Amirullah, pernyataan yang dikeluarkan Jokowi beberapa hari lalu yang berkaitan pergantian direktur utama Pertamina.

“Jokowi mengatakan dia tidak mengetahuinya, ini kan aneh, masak seorang presiden tidak tau bahwa Menteri BUMN Rini Soemarno adalah bawahannya, apalagi Pertamina adalah salah satu BUMN vital di negeri ini,” sangsinya.

Dia khawatir nasib serupa juga nantinya dialami Peraturan Presiden 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

“Bisa saja akan dibantahnya karena banyaknya penolakan yang dilakukan oleh rakyat, terutama kelompok-kelompok buruh,” cetusnya.

Sepengetahuan dia, sikap Jokowi tidak mengetahui dan membantah seperti ini biasanya dilakukan oleh orang yang menderita amnesia. Dan bila tetap dipertahankan berkuasa maka besar taruhannya bagi negeri ini.

“Oleh karena itu kami akan melakukan gerakan 2019 Ganti Presiden,” tegasnya. (rmol/red)

Kaos #DiaSibukKerja Nimbrung di MayDay Jakarta, Ini Kata Buruh

seorang pria yang menggunakan kaos bertaggar DiaSibukKerja mondar-mandir di kerumunan masa buruh yang sedang memperingati May Day di depan Patung Kuda, Jakarta Pusat
seorang pria yang menggunakan kaos bertaggar DiaSibukKerja mondar-mandir di kerumunan masa buruh yang sedang memperingati May Day di depan Patung Kuda, Jakarta Pusat

JAKARTA,Tribun Riau- Kaos bertanda pagar (tagar) #DiaSibukKerja nampak hadir kembali di kerumunan massa.

Kali ini kaos putih bergambar seorang yang menyingsingkan lengan baju dan bertulis tagar #DiaSibukKerja hadir di tengah kerumunan buruh yang menggelar unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh di Patung Kuda, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (1/5).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, pria berambut ikal itu nampak mondar-mandir di tengah kerumunan massa aksi. Tidak ada satupun massa aksi yang menghiraukan keberadaan pria tersebut.

Sementara saat hendak diambil gambar oleh awak media, pria itu sempat berusaha untuk menutupi wajahnya dan langsung menghindar.

Di saat bersamaan, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengimbau para buruh untuk tidak mudah diprovokasi pihak manapun.

“Hari ini adalah aksi May Day yang damai, tertib, dan tidak untuk merusak,” serunya saat berorasi.

Pada gelaran Car Free Day di Jakarta kemarin, (Minggu, 29/4), sempat terjadi kericuhan antara pemakai kaos bertagar #DiaSibukKerja dengan kaos bertagar 2019GantiPresiden.

Ada pula insiden seorang ibu berkaos #DiaSibukKerja bersama anaknya diduga menjadi korban perundungan saat berjalan melewati kelompok orang berkaos #2019GantiPresiden. (rmol/red)

Virus Sadar Lalu Lintas Harus Disebar sejak Usia Dini

PEKANBARU,Tribun Riau- Pasca Bimbingan Teknis Sadar Lalu Lintas Usia Dini, yang dilaksanakan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah IV Provinsi Riau-Kepri, pada 25-26 April 2018, sebanyak 40 peserta sepakat membentuk Komunitas Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) Provinsi Riau.

“Para peserta begitu antusias untuk membentuk komunitas, kami dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV sangat senang dan akan mendukung komunitas ini,”  kata Adjie Panatagama Kepala BPTD Wilayah IV Riau-Kepri kepada Madaniy.

Persoalan yang paling mendasar dalam lalu lintas darat adalah rendahnya kesadaran dalam berlalu lintas masyarakat, dana salah satu upaya yang paling efektif adalah menanamkan nilai kesadaran tersebut kepada anak-anak mulai dari usia dini.

“Peserta Bimtek SALUD, selain dari unsur BPTD, juga diikuti para guru TK dan PAUD se-Provinsi Riau serta unsur organisasi kemasyarakat. Alhamdulillah semua peserta termotivasi secara positif, output sebuah kegiatan yang sangat positif bagi kita semua,” kata Adjie bangga.

Dikatakan Adjie,komunitas ini diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dan kepolisian, dalam menularkan virus sadar berlalu lintas kepada masyarakat, dimulai dari usia dini.

“Murid-murid TK dan PAUD merupakan prioritas utama kita, sebelum secara berjenjang ke tingkat SD, SMP, SMA, mahasiswa dan masyarakat umum,” katanya.

Pengurus Terbentuk

Bertempat di ruang rapat kantor BPTD Wilayah IV Riau-Kepri, dihadiri sekitar 30 peserta Bimtek dan jajaran BPTD, susunan pengurus Komunitas SALUD Riau resmi terbentuk.

“Alhamdulillah, pengurusnya sudah terbentuk dan akan kami umumkan secepatnya, setelah SK diterbitkan Kepala BPTD,” kata Imelda, Sekretaris Komunitas terpilih.

Didampingi Wakil Ketua terpilih Rio Rita dan Wiwik, komunitas ini akan menggelar perkenalan kepada masyarakat pada hari Minggu (6/5/2019) di kawasan Car free Day sekaligus menggelar kreatifitas murid-murid TK/PAUD se-Kota Pekanbaru.

“Insya Allah hari Minggu,kami akan memperkenalkan diri kepada masyarakat, bersama anak-anak TK/PAUD se-Kota Pekanbaru,” kata Rio Rita yang diamini Wiwik.

Sumber: Humas SALUD Riau

Cegah Gesekan Politik di CFD, Wagub DKI Lakukan Ini

Wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno
Wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno

JAKARTA,Tribun Riau- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan berkoordinasi dengan Bawaslu untuk mencegah gesekan yang terjadi di Car Free Day (CFD) terkait gerakan politik. Sandiaga ingin tidak ada gesekan massa terkait perbedaan dukungan politik di CFD.

“Eskalasinya nanti akan koordinasikan dengan Bawaslu karena Pergubnya sudah sangat baik,” kata Sandiaga di Perpusnas, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (29/4/2018).

Sandiaga berjanji akan mengusut kericuhan yang sempat terjadi di CFD Thamrin, Jakarta Pusat tadi pagi. Dia berjanji bila menemukan pelanggaran akan menindaknya dengan tegas.

Baca juga: Taggar #DiaSibukKerja Diintimidasi? Ini Pernyataan Polisi

“Kita tunggu hasilnya. Kita telaah dan kasih tindakan tegas,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, ada video viral yang memperlihatkan warga berkaus #2019GantiPresiden dan relawan Joko Widodo yang memakai kaus #DiaSibukKerja di CFD.

Salah satu kelompok kemudian terlihat mengacungkan uang ke kelompok lain. Uang juga diacungkan ke seorang ibu yang membawa anaknya yang masih bocah. (dtc/red)

Terbaru

Populer