Beranda blog Halaman 1266

Menuju Kampus Teknopreneur 2035, UPP Kuliah Umum dan Buka Puasa Bersama

UPP Rohul gelar kuliah umum hadirkan Narasumber, Prof DR Ir H Rokhmin Dahuri MS, hadir Rektor UPP, DR Adolf Bastian MPd, Ketua Dewan Pembina YPRH, H Achmad , Ketua Yayasan Pembangunan Rohul, Ir H Hafith Syukri MM, Anggota DPRD Riau Rusli Ahmad dan lainnya.
UPP Rohul gelar kuliah umum hadirkan Narasumber, Prof DR Ir H Rokhmin Dahuri MS, hadir Rektor UPP, DR Adolf Bastian MPd, Ketua Dewan Pembina YPRH, H Achmad , Ketua Yayasan Pembangunan Rohul, Ir H Hafith Syukri MM, Anggota DPRD Riau Rusli Ahmad dan lainnya.

Rokan Hulu, Tribun Riau – Agar tercapai Kampus Teknopreneur tahun 2035 mendatang, Universitas Pasir Pangaraian (UPP) Rokan Hulu (Rohul) menggelar kuliah umum di Aula Kampus UPP, Selasa (22/5/2018) sore kemarin.

Kuliah Umum tersebut, mengusung tema “Perspektif Islam Dalam Meningkatkan Kontribusi Perguruan Tinggi dan Alumninya Dalam Making Indonesia-4” dengan Narasumber, Prof DR Ir H Rokhmin Dahuri MS, dan Kuliah Umum juga dikemas dengan kegiatan Buka Puasa Bersama.

Dalam kegiatan itu, hadir Rektor UPP, DR Adolf Bastian MPd, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pembangunan Rokan Hulu (YPRH), Drs H Achmad MSi, Ketua Yayasan Pembangunan Rohul, Ir H Hafith Syukri MM, Anggota DPRD Riau Rusli Ahmad, Ketua Hulubalang, Safaruddin Poti, Pimpinan DPRD Rohul, Hardi Chandra, para Dosen UPP dan tamu undangan lainnya serta para mahasiswa UPP.

Rektor UPP, DR Adolf Bastian berterimakasih, kepada pemateri yang sudah meluangkan waktunya untuk mengisi kuliah umum dan buka puasa bersama di UPP. Adolf juga berharap agar mahasiswa dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh narasumber.

Pemateri, Prof DR Ir H Rokhmin Dahuri MS mengatakan, tidak ada alasan umat islam untuk tidak maju. Untuk itu, dirinya mengingatkan agar ramadhan dijadikan momentum umat islam untuk merefleksikan diri menyiapkan sumber daya manusia berkualitas menghadapi tantangan globalisasi.

H Rokhmin yang juga Guru besar IPB dan Mantan Menteri Kelautan menambahkan, untuk menuju sebuah peradaban kemajuan sebagai bangsa dan negara, Rokhmin Dahuri juga mengingatkan pentingnya menjadikan pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan lembaga pendidikan khususnya perguruan tinggi.

“Tidak ada suatu bangsa ataupun negara maju di dunia ini yang maju dengan memgabaikan pembangunan sumber daya manusianya,” tegasnya.

Prof Rokhmin yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Kemaritiman menegaskan, setidaknya ada tiga alasan umat islam harus maju dan berkembang. Pertama karena ayat pertama dalam Alquran adalah perintah untuk membaca atau “Iqra”.

Lalu, banyak ayat al Quran yang menggambarkan keutamaan orang-orang yang berilmu atau berpenddikan dan ketiga banyak hadits yang mewajibkan atau menganjurkan untuk menuntut ilmu.

Selain memaparkan tentang konsep islam dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, dalam kuliah umum dan buka puasa bersama tersebut, Prof Rokhmin juga membeberkan tentang konsep pembangunan bangsa dan perekonomian nasional dari berbagai sektor termasuk tantangan global.

Kemudian Ketua Dewan Pembina YPRH, Drs H Achmad M.Si dalam sambutannya meminta, UPP secepatnya dapat di negerikan, dengan alasan bila dibandingkan jumlah penduduk Riau hanya satu universitas tinggi di Riau yang berstatus negeri yaitu Universitas Riau.

“Dari 12 Kabupaten/Kota di Riau, UPP merupakan salah satu universitas yang sudah dinegerikan,” harap Achmad.

Sedangkan Ketua Prodi Manajemen UPP, Arrafiqurrahman SE, MM,‎ mengatakan upaya menggali UMKM di Kabupaten Rohul melalui seminar, sesuai dengan visi UPP dalam menyiapkan mahasiswa teknopreneur.

“Berharap kegiatan ini dapat mengenalkan kepada mahasiswa tentang perkembangan UMKM di Rokan Hulu dan beberapa permasalahan UMKM, serta beberapa strategi yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” jelasnya. (mad)

Ratusan Warga Jadi Korban Banjir, Rambah Samo Terparah

Pejabat Sekda Pemkab Rohul Abdul Haris langsung tinjauan lokasi banjir di Desa Teluk aur dan Desa lubuk Napal bersama , Camat Rambah samo, kaban Bappenda, dan Sekjen PMI Rohul
Pejabat Sekda Pemkab Rohul Abdul Haris langsung tinjauan lokasi banjir di Desa Teluk aur dan Desa lubuk Napal bersama , Camat Rambah samo, kaban Bappenda, dan Sekjen PMI Rohul

Rokan Hulu, Tribun Riau- Dampak hujan deras yang mengguyur wlayah Rokan Hulu (Rohul), Riau sejak kemarin, sebabkan meluapnya sejumlah aliran sungai Rohul, seperti Batang Lubuh dan Sungai Batang Sosah, termasuk sejumlah sungai kecil lainnya.

Akibat meluapnya beberapa sungai di wilayah Rohul, menyebabkan air masuk ke pemukiman dan perumahan rumah warga. Sehingga, pemukiman dan kawasan pemukiman digenangi banjir,seperti di Dusun Nogori Desa Babussalam Kecamatan Rambah.

Banjir terparah juga terjadi di di Dusun Lubuk Napal, Dusun Ngarai Desa Lubuk Napal serta Desa Teluk Aur, kecamatan Rambah Samo. Banjir akibat meluapnya sungai Duo yang mengalir di daerah tersebut, dengan Ketinggian air mencapai 1 hingga 2 meter

Kemudian dari data, jumlah korban akibat banjir di Desa Teluk Aur sekitar 45 Kepala Keluarga, di Desa Lubuk Napal sekitar 136 KK.

“Banjir terjadi akibat curah hujan yg tinggi, seingga meluapnya Sei Duo. Kini Tim BPBD Rohul sudah melakukan evakuasi terhadap korban yang memerlukan bantuan,” sebut Kepala Pelaksana BPBD Rohul, Aceng Herdiana, Rabu (23/52018) sore.

Aceng mengaku, bantuan yang tersedia saat ini baru berupa mie instan dan aqua dari PT SAI Surau Gading. BPBD masih berkoordinasi dengan pihak desa untuk menangani dan menyisir lokasi banjir yang parah.

Tim yang terlibat di lapangan selain BPBD juga POLRI, TNI, PMI dan pemerintah kecamatan, dibawah kendali PUSDALOPS terus melakukan pantauan dan siaga bencana di daerah itu.

BPBD Rohul juga menetapkan status tiga sungai besar Sei Rokan naik status Waspada banjir, Sei Batang Lubuh siaga banjir dan Sei Batang Sosa waspada.

Pj Sekda Rohul H.Abdul Haris Lubis. S.Sos,M.Si, Rabu sore juga langsung melakukan peninjauan di lokasi banjir terparah di Desa Teluk Aur dan Desa lubuk Napal didampingi Plt Kepala Bapenda Rohul, Bisman S.Si M.Si, Camat Rambah Samo, Adi Irawan, S.Stp, Sekjen PMI Rohul dan beberapa Kades.

Pj Sekda berharap, warga yang jadi korban banjir untuk bisa selalu waspada baik terjadap keluarganya juga harta benda mereka. Bila memang banjir sudah cukup tinggi dan membahayakan, sebaiknya warga korban banjir agar mengungsi saja.

“Kita juga minta, dinas terkait memberikan bantuan ke warga baik evakuasi, tempat tinggal sementara mereka selama banjir juga sembako, sehingga musibah banjir di bulan Ramadhan ini bisa meringankan beban masyarakat korban banjir,” harap Abdul Haris.

Abdul Haris juga menyatakan, musibah banjir di bulan Ramadhan ini merupakan cobaan, dan dirinya berharap masyarakat tabah menghadapinya. (mad)

Safari Ramadan, Anggota DPRD Kota Pekanbaru ke Masjid Paripurna Al-Ukhuwwah

Foto bersama usai kegiatan Safari Ramadhan Anggota DPRD Kota Pekanbaru di Masjid Paripurna Al-Ukhuwwah
Foto bersama usai kegiatan Safari Ramadhan Anggota DPRD Kota Pekanbaru di Masjid Paripurna Al-Ukhuwwah

PEKANBARU,Tribun Riau- Untuk pertama kalinya, Masjid Paripurna Al-Ukhuwwah di RW 02 kelurahan Air Putih, Tampan disambangi Ketua DPRD kota Pekanbaru Sahril, SH didampingi Ketua Fraksi Partai Golkar, Ida Yulita Susanti SH dalam rangka kegiatan Safari Ramadan.

Safari Ramadan Ketua DPRD Pekanbaru pada Selasa (22/5/2018) ini disambut antusias oleh jamaah masjid, tak sedikit harapan dan masukan yang disampaikan melalui ajang silaturahmi dan sebagai wadah menyerap aspirasi masyarakat tersebut.

Kegiatan safari Ramadan tersebut, diawali dengan Salat Isya berjamaah kemudian dilanjutkan ceramah agama oleh Ustadz Syahruddin Siregar dengan tema “Zakat dan Peranan Umat”.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Ketua DPRD Pekanbaru sekaligus penyerahan bantuan kepada masyarakat dan pengurus masjid.

“Kegiatan safari ramadan ini memang selalu rutin dilaksanakan Pemko Pekanbaru dan DPRD Pekanbaru. Selain sebagai ajang silaturahim, kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat yang mungkin saja tidak bisa tertampung dalam kegiatan reses anggota dewan,” ungkap Sahril.

Untuk ke Masjid Paripurna Al-Ukhuwwah ini, lanjut Sahril memang untuk pertama kalinya, dan banyak banyak hal yang disampaikan pengurus masjid dan juga masyarakat. Terutama berkaitan dengan bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Sahril minta masyarakat bila yang ingin menyampaikan aspirasi, disebutnya hal itu sah-sah saja asalkan sesuai mekanisme yang ada.

“Sampaikan langsung kepada Ibu Ida Yulita Susanti, karena beliau wakil rakyat dari dapil Tampan,” ungkap Sahril.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti mengungkapkan, bahwa kedatangan Ketua DPRD Pekanbaru memang sudah sejak lama dinantikan warga Perumahan Bina Widya Unri.

Pasalnya, tidak semua masyarakat berkesempatan bisa bertemu langsung dengan ketua atau anggota wakil rakyat di DPRD Pekanbaru ataupun pejabat Pemko Pekanbaru sekalipun.

“Kalau untuk pejabat di legislatif, memang baru Ketua DPRD Pekanbaru yang baru kami ajak kesini. Sebelumnya, belum ada. Ini daerah yang sangat istimewa,” jelasnya.

Keistimewaan itu katanya karena Masjid Paripurna di Kecamatan Tampan ini memang masih membutuhkan banyak anggaran pembangunan. “Semoga kedatangan saya dan ketua, bisa memberikan semangat bagi warga,” terang Ida.

Ida menjelaskan pada tahun ini, ada sebanyak 10 masjid dan 5 musala di Pekanbaru yang mendapatkan bantuan dari Pemko Pekanbaru.

Dalam kesempatan ini, Sahril dan Ida Yulita Susanti menyerahkan bantuan untuk pembangunan gedung serbaguna bagi warga perumahan serta penyerahan Alquran dan sajadah kepada pengurus masjid. Bahkan dalam waktu dekat, Masjid Paripurna Al-Ukhuwwah juga akan menerima bantuan 6 unit AC dan dana pembangunan kubah mesjid yang sudah dimasukkan ke dalam APBD Perubahan 2018.

Oknum Pejabat Pemkab Rohil Diduga Terima Upeti

ROHIL, Tribunriau- Oknum pejabat Pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diduga menerima upeti dari Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit Riau Makmur (PT SRM) yang beroperasi di Wilayah Kepenghuluan Teluk Mega, Kecamatan Tanah Putih.

Dugaan tersebut ditenggarai dari pembiaran terhadap operasi perusahaan PT SRM meski sedang menjalani sanksi dari Bupati Rohil akibat pencemaran lingkungan akhir-akhir ini.

Sebelumnya, Bupati Rohil telah mengeluarkan surat keputusan Nomor (544) Tahun 2017 tertanggal 4 Desember 2017,memutuskan dan menetapkan PT.SRM telah melakukan pelanggaran pasal 69 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

PT. SRM di wajibkan untuk menghadirkan ahli kesurakan lingkungan dan ahli menghitung kerugian Lingkungan hidup sesuai yang sudah diatur dalam Undang- Undang No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, namun sepertinya UU itu dan Sanksi Bupati tidak berlaku bagi PKS SRM.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rohil, Suwandi S.Sos saat dikonfirmasi melalui Kabid Penaatan M. Nurhidayat SH mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup masih menunggu hasil kajian dari Universitas Muhammadiah Riau (Umri).

“Kita menunggu hasil kajian yang turun ke lapangan di PKS SRM beberapa bulan yang lalu,”ucapnya.

Bahkan, PKS SRM juga belum melakukan pembayaran ganti rugi terhadap kerugian akibat kerusakan dan tempat usaha warga yang terkena dampak limbah PKS SRM beberapa waktu lalu.

Dan yang paling sadisnya lagi, ternyata pihak PKS SRM yang dari awal pernah menjanjikan akan menabur benih ikan kedalam sungai rokan,tetapi 1sampai kini tidak pernah dilakukan oleh pihak PKS SRM. (to)

Rp14 M Habis 10 Hari, Doni Irawan: Kemana Dibelanjakan?

TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Mantan bendahara umum Setda Kuansing, Doni Irawan dibuat kesal teman sejawat. Oleh karena itu dirinya mempertanyakan penggunaan dana setelah APBD Perubahan cair sebanyak Rp14 miliar.

“Dalam 10 hari menjelang akhir tahun 2016 uang sebanyak Rp14 miliar habis. Hanya tersisa sekitar Rp90 juta saja. Kemana saja uang itu dibelanjakan,” tanya Doni saat berbincang dengan Tribunriau.com, Selasa (22/5/18).

Mestinya kata Doni, dengan ketersediaan anggaran sebanyak itu, bendahara yang sekarang harus sudah melunasi semua tunggakan yang ditinggalkannya sewaktu menjabat. Termasuk tunggakan listrik sebesar Rp 1 miliar. “Tapi ini ndak. Tak ada uang yang saya pinjamkan dibayarnya. Termasuk uang listrik yang telah dipakai itu,” ujarnya.

Menurut hemat Doni, dengan dana sebanyak itu tidak masuk akal hanya tersisa Rp90 juta saja. Sebab selama dirinya menjabat sebagai bendahara di Setda Kuansing, pengeluaran per satu bulan itu hanya berkisar lebih kurang tiga sampai empat miliar saja.

Sedangkan bendahara yang baru itu, kata Doni, baru mulai menjabat sejak tanggal 23 oktober 2016. Sementara dana APBD Perubahan baru cair 10 hari terakhir menjelang akhir tutup tahun. “Mestinya BPK harus melakukan uji petik terhadap pengeluaran pada tahun itu,” saran Doni.

Sementara itu, bendahara umum Setda Kuansing, Verdi Ananta mengaku pengeluaran sebanyak itu sudah sesuai dengan kebutuhan waktu itu. Sekecil apapun pengeluaran, kata Verdi telah dicatat dan memiliki bukti. Sekanjutnya kata Verdi, mengenai pembayaran tunggakan listrik sebesar Rp1 miliar itu, dirinya memang mengakui tidak mau membayarkannya. Sebab pembayaran rekening listrik itu sudah dibukukan oleh bendahara lama, Doni Irawan.

“Uangnya sudah diambil dan sudah dibukukan. Tentu tidak mungkin saya harus membayarnya kembali. Tumpang tindih jadinya. Gak berani saya. Itu sudah menyalahi aturan,” ucap Verdi.

Kini Pemkab Kuansing menjadwalkan menganggarkan kembali pembayaran rekening listrik itu pada APBD Perubahan 2018 mendatang. Sebab berdasarkan audit BPK ditemukan ada utang ke PLN sebesar Rp1 miliar lebih. Dan utang tersebut harus dibayar.

Manajer PLN Cabang Teluk Kuantan, Darman belum lama ini juga mengakui jika Pemkab Kuansing akan berencana membayar sisa tunggakan itu. “Ya, saya dengar Pemkab akan segera melunasi,” tutur Darman.

Ketua LSM Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes meminta BPK agar melakukan uji petik pengeluaran Pemkab Kuansing pada tahun itu. “Telusuri saja. Apakah sudah sesuai dengan peruntukannya pengeluaran tahun itu. Jangan sampai pembayaran yang sama dilakukan dua kali,” ujar Nerdi.

Terkait persoalan ini, Sekretaris Pos Perjuangan Rakyat (Pospera) Provinsi Riau, Khairul Ikhsan mendorong penegaj hukum agar serius menindaklanjuti persoalan ini ke meja hukum. Supaya penggunaan uang rakyat tidak terbuang sia-sia. “Kalau dibiarkan begitu saja tentu rakyat yang rugi. Jika penegak hukum bungkam, maka, kami akan melakukan orasi usai lebaran idul fitri nanti,” kata Khairul Ikhsan. (hen)

Safari Ramadan Bupati Kuansing, Ini Tiga Usulan Warga Kecamatan Hulu Kuantan

Safari Ramadhan Bupati Kuansing di Kecamatan Hulu Kuantan
Safari Ramadhan Bupati Kuansing di Kecamatan Hulu Kuantan

HULUKUANTAN, Tribun Riau- Warga di Kecamatan Hulu Kuantan mempergunakan kesempatan safari Ramadan Pemkab Kuansing tadi malam, Selasa(22/5/18) untuk mengusulkan sejumlah pembangunan ke Bupati Mursini. Melalui camat setempat, Hamiyudin menyampaikan aspirasi warga ditiga desa. Desa Sungai Alah, Desa Sungai Pinang dan Desa Tanjung.

Usulan yang disampaikan oleh Camat Hamiyudin itu adalah, pembangunan irigasi untuk pertanian. Selama ini kata Hamiyudin, warga di tiga desa itu hanya mengandalkan tadah hujan untuk bercocok tanam.

“Dan jika musim kemarau tanah kering kerontang,” kata Hamiyudin.

Selain itu, Hamiyudin juga meminta Bupati Kuansing agar mau membangunkan tembok penahan tebing sepanjang 50 meter di Desa Sungai Alah. Sebab tebing yang ada sekarang sudah mulai roboh dan merambat kejalan umum. Jika tidak cepat dibangun, maka dikhawatirkan akan mengganggu kepentingan umum.

Tidak hanya itu, warga setempat juga mengharapkan pengaspalan jalan dari Desa Sungai Alah menuju Desa Sampurago sepanjang lebih kurang 500 meter.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut Bupati Mursini mengaku telah mencatat seluruhnya aspirasi warga. “Nanti akan ditindaklanjuti oleh dinas teknis terkait,” ujar Bupati Mursini.

Dalam kesempatan itu tadi malam, Bupati Mursini juga mengatakan khusus Kecamatan Hulu Kuantan tahun 2017 lalu dan 2018 ini cukup banyak pembangunan dilakukan. Misalnya jalan sepanjang 4,5 km dari Mudik Ulo ke Serosa telah diaspal. Salahsatu contoh lainnya pada tahun ini Hulu Kuantan mendapatkan bantuan 85 ha bibit sawit.

Safari Ramadhan tadi malam diselenggarakan di Masjid Baitul Makmur Desa Sungai Alah. Turut hadir bersama bupati, Kapolres Kuansing AKBP. Fibri Karpiananto SH, asisten, staf ahli, kepala OPD, Kamenag Kuansing, Ketua Tim Penggerak PKK Kuansing Dra Emi Safitri, dan para isteri kepala OPD.

Kedatangan tim safari ramadhan Pemkab Kuansing ini disambut oleh Camat Hulu Kuantan Hamiyudin, S.Sos beserta upika dan masyarakat Kecamatan Hulu Kuantan.(hen)

Soal Tunggakan Listrik, Ini Pengakuan Mantan Bendahara Setda Kuansing

TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Pemkab Kuansing masih menunggak listrik sebesar Rp1 miliar kepada PLN cabang Telukkuantan pada tahun anggara. 2016 lalu.

Tunggakan itu kini menjadi persoalan, sebab, dana untuk pembayaran itu sudah dianggarkan namun, tidak dibayarkan kepada PLN. Sementara dana tersebut telah habis dipergunakan untuk kegiatan lain.

Menurut informasi, persoalan tersebut telah mulai diselidiki oleh Tipikor Polres Kuansing. Bahkan, sejumlah pihak terkait, disebut-sebut telah diperiksa penyidik. Termasuk mantan bendahara umum Setda Kuansing, Doni Irawan.
Doni Irawan kepada Tribunriau.com, Selasa (22/5/18) siang mengaku dirinya merasa dizolimi oleh temannya sendiri atas kasus tersebut. Teman yang disebut Doni itu tak lain bendahara umum Setda Kuansing saat ini, Verdi Ananta.
“Ya. Saya merasa dizolimi oleh dia,” tutur Doni.
Perlahan-lahan Doni menceritakan persoalan itu awal mula terjadi. Dulu kata Doni, sewaktu dirinya masih menjabat sebagai bendahara umum Setda Kuansing, pada pertengahan bulan Juni 2016 terjadi kekosongan di Kas Daerah (Kasda).
Sementara kegiatan di Sekretariat Daerah (Sekda) terus saja berjalan. Misalnya, kegiatan kepala daerah dan wakilnya keluar daerah. Begitupun juga kegiatan Sekda itu sendiri. “Jadi untuk menutupi biaya itu saya harus mencari solusi lain. Solusinya dengan cara mencari pinjaman kepihak ketiga,” jelas Doni.
Doni menjelaskan, pada tanggal 31 Mei 2016 dirinya mengajukan Ganti Uang (GU) sebanyak Rp7.8 miliar. Uang itu kata Doni hanya bertahan sampai pertengahan Juni 2016, karena banyaknya tunggakan untuk pembayaran kegiatan Pemkab Kuansing yang harus diselesaikannya saat itu.
“Ada beberapa kegiatan yang dibiayai dari dana GU itu termasuk untuk pembayaran mandi balimau kasai di Muara Lembu, motorcross, biaya pelantikan bupati dan wakil bupati, dan lain-lain,” beber Doni.
Selain itu kata dia, juga ada untuk pembayaran kegiatan sukuran pasca kemenangan pasangan MH di Desa Kopah. “Misalnya untuk bayar tenda dan makan minum saat acara sukuran di Kopah waktu itu. Itu juga kami bantu,” katanya.
Selanjutnya kata dia, dana GU sebesar Rp7.8 miliar itu juga digunakan untuk pembayaran hutang-hutang dibeberapa percetakan. “Pokoknya pada pertengahan Juni itu Kasda kita kosong,” paparnya.
Lalu, cerita Doni, karena kekosongan Kasda, dirinya lantas memberitahukan kepada Sekda Muharman untuk mencarikan solusi. “Sekda waktu itu malah balik bertanya ke saya. Apa yang bisa dipakai, dipakai saja dulu,” ujar Doni menirukan ucapan Sekda Muharman kepada dirinya waktu itu.
Atas arahan Sekda itu, Doni lantas menyodorkan beberapa alternatif kepada Sekda Muharman. Alternatif lain adalah dengan mencarikan pinjaman kepada pihak ketiga termasuk menggunakan uang untuk pembayaran listrik. “Jadi dana listrik itu dipakai dulu, nanti kalau APBD Perubahan 2016 sudah cair baru diganti. Sekda pun menyetujui waktu itu,” akunya.
Lanjut Doni, maka uang listrik itupun digunakan, termasuk dirinya juga mencari pijaman kepada pihak lain. Bukan hanya itu saja, Doni juga menggadaikan SK dan rumahnya ke Bank untuk menutupi biaya kegiatan pemerintah itu sejak Juni hingga pertengahan Oktober 2016. Total uang dicarikan Doni itu sekitar Rp3 miliar banyaknya.
Lantas, pada tanggal 23 Oktober 2016 itu kebijakan Bupati Mursini berubah. Doni yang menjabat sebagai bendahara umum diganti dengan Verdi Ananta. Akibat pergantian jabatan bendahara inilah pangkal masalah mulai timbul.
“Dana listrik yang telah dipakai dan pinjaman uang kepada pihak ketiga tidak dibayarkan oleh bendahara yang baru setelah dana APBD perubahan dicairkannya. Padahal dana itu dipakai untuk kegiatan pemerintahan bukan untuk pribadi. Bearti kan dia mau menzolimi saya,” ujar Doni dengan nada agak sedikit tinggi.
“Seandainya Verdi  mau membayar dana listrik yang telah dipakai itu, tentu masalah tunggakan ini tidak akan terjadi,” ujarnya kesal.(hen)

Menu Takjil Ini Jadi Primadona di Kuansing

TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Berburu jajanan takjil sudah menjadi tradisi bagi umat Muslim setiap bulan Ramadan. Banyak lokasi yang menjadi tujuan masyarakat untuk mencari makanan untuk menu berbuka puasa.

Seperti yang ada di lokasi Tugu Dayung Taman Jalur Kota Telukkuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ini. Setiap tahunnya, lokasi ini selalu menjadi salah satu pusat jajanan takjil warga jelang waktu berbuka.

Dari pantauan Tribunriau.com, Selasa (4/5/18) sejak pukul 15.30 WIB lokasi sudah diserbu warga untuk berburu aneka kuliner yang dijajakan pedagang di sepanjang jalan.

Beraneka jajanan mulai makanan ringan seperti mihun goreng, gorengan-gorengan, puluik kucuang, kue lapis, es cendol, es buah, kolak, hingga ketan durian. Sementara makanan berat berat yakni rendang daging, ayam goreng, orek tempe, telor balado dan sayur daun singkong hingga soto ayam.

Tak ketinggalan makanan khas warga setempat gulai “cipuik” juga turut dijajakan ditempat ini. Bahkan jenis makanan ini menjadi primadona warga untuk santapan berbuka.

Harga yang ditawarkan untuk setiap makanan di tempat ini terbilang terjangkau, mulai dari harga Rp1.000 untuk makanan ringan hingga Rp10.000 untuk makanan berat. Tergantung besarnya porsi yang dipilih.

Hiruk pikuk pengunjung yang datang menjelang berbuka dan selepas shalat tarawih tak jarang membuat Kota Jalur ini macet. Hadirnya beragam penjual makanan dan pengunjung serta keragaman jenis-jenis makanan dari berbagai desa diseputaran itu, dipercaya dapat menciptakan rasa saling menghargai dan merayakan keragaman masakan melalui jalur kuliner. (hen)

Asik Nyabu, Dua Warga Kuansing Ini Diamankan

TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Bukannya memperbanyak amal pada bulan Ramadan ini, dua warga ini, AD(41) dan RI (30) malah memakai Narkoba jenis Sabu, Sabtu ( 19/5/18) lalu.
Aksi mereka ketahuan saat personil Polsek Kuantan Mudik melaksanakan Patroli Gabungan TNI – Polri di lokalisasi Bate Bukit Betabuh Desa Kasang, Kecamatan Kuantan Mudik.
Sesampai dicafe milik, Sri Wahyuni, patroli gabungan ini menjumpai ada dua orang tamu berinisial AD (41) dan RI(30). Keduanya dilakukan penggeledahan di sekitar TKP.  Dan juga dilakukan penggeledahan badan. Sewaktu dilakukan penggeledahan itu, di sekitar TKP,  anggota gabungan TNI-POLRI menjumpai kaca pirex dan peralatan lainnya untuk menghisab sabu.
Setelah diinterogasi, kedua pelaku mengakui dan diakui bahwa mereka baru saja selesai menggunakan narkotika jenis sabu.
“Selanjutnya pelaku dan saksi dibawa ke Polsek Kuantan Mudik untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kapolres Kuansing AKBP Pibri Karpiananto melalui Kasubag Humas AKP Lumban kepada wartawan beberapa waktu lalu.(hrn)

Pasca Bom Surabaya, Ini Jumlah Terduga Teroris yang Ditangkap

JAKARTA,Tribun Riau- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan operasi kontraterorisme pasca peristiwa teror bom di Surabaya, Jawa Timur. Operasi tersebut digelar pada 13 Mei hingga 20 Mei 2018.

“Dalam tujuh hari, sebanyak 74 teroris ditangkap,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal dalam keterangan tertulisnya.

Sebanyak 14 diantaranya tewas karena melawan petugas maupun karena teror yang dilakukannya. Di Jawa Timur, Polri menangkap 31 orang, empat diantaranya tewas.

Di Banten dan DKI Jakarta, 16 orang ditangkap dua tewas. Lalu, di Jawa Barat, delapan orang ditangkap serta empat yang tewas.

Selanjutnya, di Riau, sembilan orang dibekuk, empat di antaranya tewas. Di Lampung, empat orang, di Sumatera Utara, enam orang ditangkap.

Iqbal menuturkan, penangkapan ini juga merupakan langkah Polri dalam mencegah aksi terorisme.

Tiga gereja di Surabaya mengalami pengeboman pada Ahad (13/5). Lalu Mapolrestabes Surabaya juga dibom pada Senin (14/5). Malam harinya sebuah Rusun di Wonocolo, Sidoarjo juga meledak. Total yang meninggal dalam insiden itu sejauh ini adalah 25 orang, 13 pelaku dan 12 lainnya aparat dan warga sipil.

Lalu pada Rabu (16/5), Mapolda Riau juga diserang. Empat dari lima penyerang tewas dan seorang anggota polisi tewas dalam insiden penyerangan tersebut. (rci/red)

Terbaru

Populer