Beranda blog Halaman 1267

Prihatin, Begini Kondisi Gedung Abdul Rauf di Kuansing

Kondisi Gedung Abdul Rauf Kuansing yang sudah dikelilingi semak belukar
Kondisi Gedung Abdul Rauf Kuansing yang sudah dikelilingi semak belukar

TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Gedung pemberian PT RAPP yang diberi nama Abdul Rauf di Kuantan Singingi (Kuansing) kini kondisinya sangat memprihatinkan, pasalnya gedung tersebut nyaris tertutup oleh semak belukar.

Padahal, gedung tersebut pernah menjadi kantor pusat pemerintahan sementara pada periode Bupati Sukarmis.

Meskipun sudah diinstruksikan untuk dibersihkan, namun kondisi bangunan tersebut hingga kini tampak terabaikan. “Karena itu perlu dibersihkan,” ujar Wakil Bupati Kuansing, H Halim beberapa waktu yang lalu.

Tidak terawatnya gedung Abdul Rauf ini diduga imbas dari pembangunan Hotel Kuansing yang terbengkalai. Menurut rencana awal, gedung Abdul Rauf akan difungsikan sebagai aula pertemuan dan dibuat menyatu dengan hotel kuansing, namun pada periode Mursini-Halim, pembangunan tersebut belum kunjung dilanjutkan.

Pantauan wartawan di lapangan, selain gedung Abdul Rauf, beberapa aset lain milik pemkab yang terlihat tidak terawat diantaranya Hotel Kuansing, Universitas Islam Kuansing, dan Pasar Berbasis Modern.

Pemerintahan MH Diminta Merawat Aset

Banyaknya aset Pemkab yang ditelantarkan tanpa manfaat yang jelas, masyarakat Kuansing meminta pemerintahan Mursini-Halim segera memperhatikan dan memfungsikan aset-aset yang seharusnya masih bisa dimanfaatkan. Karena bangunan itu merupakan aset milik seluruh masyarakat yang dibangun menggunakan uang daerah.

“Tolong dipedulikan. Jangan dibiarkan hancur baru dirawat,” ujar Ketua LSM Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes.

Setakad ini, kata Nerdi, belum ada tanda tanda pemerintahan MH serius menjaga aset ini. “Mereka terkesan membiarkan,” ujar Nerdi.

Mestinya, lanjut Nerdi, sejumlah aset itu harus dijaga dan dirawat. Jika tidak, pihaknya akan melaporkan pembiaran tersebut ke penegak hukum. (hen)

Tindakan yang Termasuk Terorisme, Perlu Kejelasan

JAKARTA,Tribun Riau- Mantan menteri hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra menuturkan Pansus Rancangan Undang-undang (RUU) Antiterorisme tidak perlu memuat definisi tentang terorisme. Sebab menurutnya, definisi selalu tidak bisa mencakup segala hal yang ingin dimasukkan.

“Definisi itu akan selalu menimbulkan perdebatan dan definisi itu selalu tidak bisa mencakup segala hal yang ingin kita masukkan. Contoh kita mau mendefinisikan manusia, apa manusia itu, kan enggak selesai-selesai. Jadi enggak ada gunanya,” kata dia dilansir Republika, Selasa (22/5).

Yusril menjelaskan, yang paling penting dalam penyusunan produk hukum itu adalah rumusan yang jelas, tidak multiftafsir, dan mengandung kepastian hukum. Sehingga, dia menilai pendefinisian terorisme itu tidak perlu dan cukup menyusun berbagai perbuatan yang termasuk sebagai tindakan terorisme.

Di dalam Perppu nomor 1 tahun 2002, yang kemudian disahkan menjadi UU 15/2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme pada 2003 (UU Antiterorisme), diatur mengenai perbuatan-perbuatan yang termasuk tindakan terorisme. Misalnya, barang siapa meledakkan bom yang mengancam keselamatan jiwa orang lain adalah tindakan terorisme.

“Itu kan jelas. Jelas artinya. Jadi enggak usah didefinisikan teroris itu apa. Jadi lebih baik enggak usah dibuat definisinya itu, ikuti saja Perppu Terorisme yang lama, yang dibuat pada 2002. Tanpa harus berdebat panjang tentang definisi terorisme,” tutur menteri Hukum dan Perundang-undangan periode 2001-2004 ini.

Yusril juga mengakui, perdebatan soal definisi terorisme itu sudah ada sejak dirinya menjabat menteri hukum dan perundang-undangan. Hingga akhirnya, dia mengambil kebijakan untuk tidak mendefinisikan terorisme. “Tapi menyebutkan perbuatan mana saja atau apa saja yang dapat dikualifikasikan sebagai terorisme,” katanya.

Sebelumnya, anggota Panitia Khusus (pansus) revisi UU anti-terorisme, Arsul Sani, menyampaikan, saat ini tersisa dua opsi dari definisi terorisme. Dua opsi tersebut yakni fraksi yang mendukung frasa motif politik, ideologi, dan ancaman keamanan negara dimasukan dalam batang tubuh UU. Serta fraksi yang mendukung frasa tersebut dituangkan dalam bab penjelasan.

Fraksi partai pendukung pemerintah telah menyepakati agar frasa motif politik, ideologi, dan ancaman keamanan negara tidak dimasukkan dalam frasa tersebut di dalam pasal, namun menempatkannya di dalam bab penjelasan umum. Sedangkan, fraksi di luar pemerintahan menyepakati frasa definisi tersebut dimasukkan dalam pasal undang-undang tersebut.

Wakil Ketua Pansus RUU Antiterorisme Supiadin Aries sepakat jika definisi terorisme harus ada dalam Revisi Undang undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (Antiterorisme). Itu kata Supiadin lantaran adanya definisi untuk memperjelas sasaran dari Revisi UU Antiterorisme.

“Definisi ini memang harus. Karena dengan definisi kita tau sasaran apa. Karena kalau tanpa definisi itu akan menyasar ke orang-orang yang tertentu saja, kita tidak mau itu menyasar ke kelompok-kelompok tertentu,” ujar Supiadin.

Karena itulah poin definisi tersebut menjadi salah satu perdebatan dalam pembahasan RUU Antiterorisme. Namun, perdebatan yang terjadi poin definisi terkait masuknya unsur motif politik dan ideologi dalam kategori definisi terorisme.

Terkait hal itu, ia menilai fraksinya sepakat jika definisi terorisme yang didalamnya terdapat unsur motif politik, ideologi, dan ancaman keamanan negara masuk di Revisi UU namun dalam bagian penjelasan.

“Masalah ideologi itu penting memang dalam definisi, nanti ideologi itu akan masuk dalam penjelasan. Bahwa definisi itu ujung-ujungnya mempunyai motif dan tujuan tertentu,” kata Supiadin.

Namun Supiadin memastikan pembahasan RUU Antiterorisme bisa segera selesai karena sudah tidak ada perbedaan substansi dalam RUU tersebut. Rencananya, rapat pembahasan lanjutan Revisi UU Antiterorisme dilakukan pada Rabu (23/5) mendatang.

“Alhamdulilah kita sudah sepakat. substansinya sudah clear,” ujarnya. (rci/red)

Yayan dan Cecep VS John Wick, Ini Jadwal Tayangnya

Trio The Raid, Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Cecep Arif Rahman
Trio The Raid, Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Cecep Arif Rahman

Tribun Riau- Artis laga Indonesia kembali terlibat di film Hollywood. Dua pemeran The Raid, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman dikabarkan ikut serta dalam John Wick: Chapter 3, yang dibintangi aktor Keanu Reaves.

Menurut laporan THR, Yayan dan Cecep berperan sebagai pembunuh profesional yang akan bertarung dengan John Wick (Keanu Reeves). Mereka pun akan berdampingan dengan Tiger Hu Chen.

John Wick: Chapter 3 juga melibatkan aktor serial Hawaii Five-0 dan Agents of S.H.I.E.L.D. Mark Dacascos dan Jason Mantzoukas.

Film ketiga ini melanjutkan cerita dari film sebelumnya. Mantan pembunuh bayaran Wick yang mencoba hidup tenang dan normal semakin jauh dari keinginan itu setelah membunuh anggota serikat pembunuh bayaran internasional, High Table. Banyak pembunuh bayaran mengincar dan bersedia menghabisi nyawa Wick.

Chad Stahelski akan kembali menduduki kursi sutradara. Sedangkan Chris Collins, Marc Abrams, dan Shay Hatten akan menulis naskahnya. John Wick: Chapter 3 dijadwalkan tayang di bioskop 17 Mei 2019. (rci/red)

Fadli Zon Klaim Koalisi Solid

Fadly Zon bersama Amien Rais foto bersama
Fadly Zon bersama Amien Rais foto bersama

JAKARTA,Tribun Riau- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Fadli Zon mengaku senang jika ada partai yang masih mau bergabung ke koalisi Partai Gerindra.

Sejauh ini diketahui masih ada beberapa partai yang belum menentukan sikap, oleh karena itu Fadli menilai bergabungnya salah satu dari partai tersebut dirasa akan menambah energi dari koalisi pendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Tapi tentu yang sudah cukup intensif adalah dengan PAN dan PKS ya. Berikutnya saya kira dengan Demokrat dan juga PKB,” kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/5).

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno diketahui menemui Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Jumat (18/5) malam. Deputi Media dan Humas Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana, mengatakan pertemuan menjajaki peluang kerja sama pada Pilpres 2019 mendatang.

Selain itu Fadli juga menyebut akan ada pertemuan antara Prabowo dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam waktu dekat. “Ya Insya Allah nanti. Saya kira memang waktu itu kan Pak Prabowo kan waktu terakhir datang ke tempat Pak SBY juga mengundang ke tempatnya Pak Prabowo, saya kira nanti diatur bagaimana pertemuannya,” ungkap Fadli.

Fadli juga mengatakan dalam pertemuan tersebut, kedua partai akan melakukan penjajakan terlebih dahulu. “Kalau dengan PKS dan PAN, saya kira Insya Allah semakin solid lah,” katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menyatakan, partainya belum menentukan arah koalisi pada pilpres 2019. Roy menyadari, saat ini ada dua poros utama dalam Pilpres 2019 yakni kubu Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Namun, ia menegaskan, Partai Demokrat belum memikirkan untuk merapat ke salah satu poros meski sudah diharapkan oleh Partai Gerindra untuk merapat. “Jadi memang kami belum mengarah ke salah satu poros apa pun agar bisa mendapatkan masukan aspirasi yang clear dari semua masyarakat. Tidak hanya mendukung poros tertentu,” ucap Roy. (rci/red)

Tak Hanya Berpuasa Ramadhan, Pogba Juga Lakukan Ini

Tribun Riau- Gelandang Manchester United (MU) Paul Pogba masih melakukan kegiatan rutin pada bulan suci Ramadhan. Selain berpuasa, gelandang asal Prancis itu juga melakukan ibadah umrah.

Ritual itu tergambar melalui unggahan video terbaru Pogba, Selasa (22/5), di akun Instagram miliknya. Di rekaman tersebut, terlihat Pogba melakukan swavideo dengan latar belakang Ka’bah, sebuah bangunan suci umat Islam yang terletak di dalam Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Pogba merekam kegiatan tersebut sembari menunjukkan kepada pengikutnya di Instagram latar Ka’bah dan ribuan Muslim di belakangnya.

“Tempat ini sangat, sangat, sangat indah,” ucap Pogba dalam video tersebut. “Dan rasanya, saya bahkan tak bisa menjelaskannya kepada Anda,” kata pemain Muslim itu melanjutkan.

Ini bukan kali pertama Pogba pergi umrah ke Tanah Suci. Tahun 2017 lalu, ia menyambut Ramadhan dengan melaksanakan ibadah umrah. Kala itu, ia melaksanakannya pada tiga hari setelah MU menjuarai Liga Europa. Namun, untuk tahun ini, skuat Iblis Merah tak meraih gelar sama sekali. (rci/red)

“Gunakan Speaker Masjid dengan Bijak”

JAKARTA, Tribun Riau- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas menyetujui kebijakan pembagian penggunaan speaker masjid. Speaker luar digunakan sebagai pengeras suara ketika azan, sedangkan speaker dalam masjid bisa difungsikan saat ceramah. Pembagian ini dilakukan untuk menciptakan suasana kondusif di sekitar tempat beribadah tanpa mengganggu siapa pun.

Ketika mengumandangkan azan, speaker luar wajib digunakan. Sebab, tujuan azan adalah untuk memanggil orang beribadah sehingga dibutuhkan pengeras suara yang mampu menjangkau jarak jauh. “Kalau tidak di-loud speaker, tujuan azan sebagai pemanggil umat Islam tidak tercapai,” ujar Anwar dilansir Republika, Selasa (22/5).

Namun, kondisi ini akan berbeda saat pengajian atau ceramah. Tidak seperti azan, materi pengajian dan ceramah memang ditujukan untuk mereka yang memang sudah datang ke masjid. Sementara itu, orang yang tidak datang ke masjid cenderung tidak siap mendengarkan materinya.

Apabila masyarakat yang tidak siap ini justru dipaksakan untuk mendengar, hal tersebut berpotensi menimbulkan rasa terganggu. Mereka juga tidak dapat mendengar penjelasan secara utuh karena merasa ketidaksiapan tersebut. Dampaknya, materi ceramah yang tertangkap akan memiliki perbedaan makna dengan yang disampaikan di masjid.

Akan tetapi, ada kondisi pengecualian. Anwar mengatakan, speaker luar masjid bisa digunakan untuk ceramah dan pengajian apabila memang jamaah yang datang sangat banyak sampai harus duduk di luar bangunan. “Tujuan speaker itu kan untuk membantu memperjelas penjelasan penceramah atau ketika pengajian agar bisa disimak oleh orang yang memang sudah siap mendengarkan,” ucap Anwar yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Menurut Anwar, pembagian penggunaan speaker ini memang tidak wajib dan mutlak diterapkan di semua masjid. Sebab, ada beberapa masjid yang memiliki lingkungan cenderung homogen. Namun, untuk lingkungan yang heterogen, kebijakan ini akan berdampak signifikan dalam menimbulkan simpati.

Belakangan ini, tersebar selebaran tentang penggunaan speaker luar masjid yang lebih baik. Di dalamnya, tertulis anjuran untuk menggunakan pengeras suara luar untuk azan. Adapun ceramah dan tadarusan cukup dengan speaker dalam.

Anjuran itu bukan tanpa alasan. Dalam selebaran, tertulis juga bahwa di sekitarnya ada tetangga non-Muslim, ada yang sakit, atau punya bayi. Mereka mungkin saja terganggu, tetapi khawatir menegur karena takut dibilang tidak toleran. Dalam pengantar terakhir, selebaran ini mengajak umat Islam untuk menunjukkan citra Islam yang positif sebagai rahmatan lil alamin. (rci/red)

Baliho Bacaleg Marak, Ini Peringatan Panwaslu Kuansing

Mardius Adi Saputra SH, Ketua Panwaslu Kabupaten Kuantan Singingi
Mardius Adi Saputra SH, Ketua Panwaslu Kabupaten Kuantan Singingi

TELUK KUANTAN, Tribun Riau- Mulai menjamurnya baliho beberapa Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) di Kabupaten Kuansing, membuat Panwaslu Kuansing geram. Hal itu disampaikan Ketua Panwaslu Kuansing, Mardius Adi Saputra SH kepada wartawan, Senin (21/5/18).

“Jika para Bacaleg tidak bisa tertib, ada dugaan pidana menanti mereka. Artinya, Bacaleg dari berbagai parpol layaknya belum bisa melakukan kampanye dalam bentuk apapun. Jadwal dari KPU RI kampanye Pemilu tersebut baru boleh dilakukan pada tanggal 23 September hingga 13 April 2019. Diluar itu, bisa dipidana,” tutur Mardius Adi.

Mardius menambahkan, Panwaslu Kuansing tidak akan tinggal diam menyangkut kampanye dluar jadwal tersebut. Pihaknya akan memanggil semua pimpinan partai dan Bacaleg yang berani memasang alat peraga kampanye di Kuansing.

“Untuk saat ini yang boleh ditampilkan ke publik adalah bendera, umbul-umbul, gambar partai. Itupun jika ada kegiatan internal partai, misalnya temu kader. Dengan catatan selesai kegiatan semua atribut tersebut harus segera dibersihkan. Ingat, Panwaslu Kuansing tidak main-main,” tegas Mardius. (hen)

Safari Ramadhan Perdana, Bupati Kuansing ke Pasir Emas Singingi

Safari Ramadhan Perdana Bupati Kuansing
Safari Ramadhan Perdana Bupati Kuansing

TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Drs. H. Mursini, M.Si mengajak seluruh umat Islam di Kecamatan Singingi khususnya untuk memperbanyak amal ibadah dan menghidupkan Masjid, seperti ibadah tarawih di masjid dan mushola, serta tadarus Al-Quran.

Demikian disampaikan Bupati Mursini saat memberikan sambutan pada safari Ramadhan Pemkab Kuansing, di Masjid Al-Muhajirin Desa Pasir Emas Kecamatan Singingi, Senin (21/05/18) malam.

“Pada bulan yang mulia ini juga, kami mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga situasi dan kondisi di wilayah masing-masing sehingga tetap kondusif, tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan. Meningkatkan etos kerja, disiplin dan pengabdian sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing-masing sehingga roda penyelenggaraan pembangunan dapat terus berjalan. Selain itu, mari kita selalu berupaya meningkatkan kualitas keimanan, ketaqwaan dan keilmuan,” ajak Bupati Mursini.

Dalam safari perdana Bupati Mursini malam tadi, juga menyampaikan bahwa beberapa waktu ke depan Provinsi Riau akan melaksanakan Pilgub Periode 2018-2023. Untuk itu, Bupati Mursini menghimbau seluruh masyarakat Kuansing, khususnya Kecamatan Singingi agar dapat berperan aktif menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya, jaga kekompakan, ketertiban, hindari perpecahan dan konflik di masyarakat, menjaga persatuan dan kesatuan yang menjadi ciri khas daerah Kuansing dengan motto “Basatu Nagori Maju”.

Terlihat hadir rombongan Bupati Kuansing yang berkesempatan ikut pada safari Ramadhan di Pasir Emas Singingi tadi malam, Wabup H.Halim, Sekda Dr.H.Dianto Mampanini, SE, MT, Kapolres, Kajari, Dandim, Kepala Kemenag, Ketua TP PKK Kabupaten dan anggota, Ketua DWP, Sejumlah Anggota DPRD wilayah Singingi, Para Asisten, Kepala OPD, Sekretaris, Kabag, Kabid, Kasubag, Camat, Upika, Ketua Baznas, Kades dan BPD.

Sementara Kabag Kesra Sawir, SH.MH juga menambahkan kepada Kasubag Informasi, media cetak dan elektronik disela-sela berbuka bersama, bahwa Pasir Emas Singingi adalah Gelar Safari Ramadhan Pemkab Kuansing perdana. Setelah Singingi ini, akan ada 14 Kecamatan lagi yang akan dikunjungi Pemkab Kuansing pada kegiatan Safari Ramadhan, dan akan menurunkan sebanyak 13 orang Mubaligh. Mereka adalah DR. Hamdani Purba, LC, MA, Bakhtiar Saleh, S.Ag, MH, Drs Jisman, MA, Drs. Sarpeli, Irsyad Aziz, H. Supendri, SH.I, Hendrita, S.Ag, Ahdanan Saleh, S.Ag, Bustanur, S.Ag, H. Nurlisman, Drs. H. Zulbahri, Masrul Hakim, S.Ag, H. Masran Ali, S.Ag. Para Mubaligh ini akan hadir bersama Bupati dan rombongan, menyampaikan Tausiyah Ramadhan di seluruh Kecamatan di Kuansing.

Sedangkan masjid yang dituju setelah Masjid Al-Muhajirin Desa Pasir Emas Singingi ini, antara lain Masjid Baitul Makmur Desa Sungai Alah Hulu Kuantan, Masjid Taqwa Desa Gunung Kesiangan Benai, Masjid Al-Irsyad Desa Teluk Pauh Pangean, Masjid Muthaharrah Desa Teratak Rendah Logas Tanah Darat, Masjid Nurul Falah Desa Teberau Panjang Gunung Toar.

Selanjutnya, Masjid Nurul Iman Desa Rantau Sialang Kuantan Mudik, Masjid Baiturrahman Desa Sungai Paku Singingi Hilir, Masjid Nurul Huda Desa Muara Petai Pucuk Rantau, Masjid Al-Muhajirin Desa Geringging Baru Sentajo Raya. Kemudian, Masjid Al-Muhtadin Desa Pulau Panjang Hulu Inuman, Masjid Al- Falah Cerenti, Masjid Ansyahrullah Desa Pulau Kijang Kuantan Hilir, Masjid Baitu Sa’adah Desa Sungai Sorik Kuantan Hilir Seberang, dan Masjid Raya Kopah Desa Kopah Kuantan Tengah. (hen)

Rais: KSB Kampung Tua Dapur 12 untuk Masyarakat Tempatan

Sekretaris Tim Penataan Kampung Tua Dapur 12, Rais
Sekretaris Tim Penataan Kampung Tua Dapur 12, Rais

BATAM,Tribun Riau- Penataan Kavling Siap Bangun (KSB) yang sudah disediakan seluas 5 Hektar melalui tim penataan Kampung Tua Dapur 12 diperuntukkan bagi masyarakat tempatan, nelayan serta masyarakat yang memiliki kebun di daerah sekitar Kampung Tua Dapur 12.

Demikian dikatakan Sekretaris Tim Penataan Kampung Tua, Rais kepada Tribun Riau, Senin (20/5/2018).

“Dengan pertumbuhan masyarakat di sini yang sudah mulai padat, serta pertumbuhan ekonomi yang masih sulit di Batam, dengan kondisi yang sempit ini perlu kami buat KSB, agar masyarakat semakin mudah mendapatkan pemukiman yang baik,” ujarnya.

Dalam konsepnya, lanjut Rais, wilayah tersebut akan dilengkapi beberapa fasilitas, seperti jalan yang cukup lebar, pasar dan kantor yayasan.

“Sudah ada sekitar 300 warga Kampung Tua yang sudah bergabung ke KSB kita, KSB kita lebih murah daripada KSB lainnya yang berada di lokasi Batam,” lanjut Rais.

Selain itu, KSB Kampung Tua juga didukung oleh semua perangkat, yaitu RT, RT, Lurah, Camat, BPN, BP Batam serta Walikota Batam.

Dijelaskannya, KSB Kampung Tua bukan untuk diperjual belikan kepada masyarakat di luar lingkungan Kampung Tua.

“Ini sangat membantu masyarakat tempatan, KSB ini tidak untuk diperjual belikan kepada orang di luar lingkungan Kampung Tua, karena kita buat surat perjanjian agar masyarakat disini mendapatkan rumah dengan harga murah,” jelasnya.

Terakhir, pihaknya juga bersedia untuk membayarkan WTO kepada BP Batam. “Kita juga siap untuk membayarkan WTO kepada BP Batam,” pungkasnya. (LIAN)

Tarawih di Monas Batal, Ini Alasannya

Sandiaga Uno respon isu penutupan Exotic karena politik

JAKARTA,Tribun Riau – Pemprov DKI Jakarta membatalkan rencana salat tarawih berjemaah di Monas. Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengatakan keputusan tersebut ditetapkan berdasarkan diskusi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah ormas Islam.

“Pak Gubernur (Anies Baswedan) sampaikan bahwa tentunya kita harus mengikuti apa yang diinginkan oleh para ulama dan tadi sudah kita koordinasikan juga dengan teman-teman NU, Muhammadiyah, di MUI. Dan akhirnya setelah kita pertimbangkan, kita akan ikuti saran dari ulama (membatalkan salat tarawih di Monas),” kata Sandiaga di gedung Indosat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).

Sandiaga menuturkan acara salat tarawih bersama tetap akan diselenggarakan, tapi berpindah tempat. Salah satu opsinya adalah Masjid Istiqlal.

“Kita lagi mencoba berkoordinasi dengan Masjid Istiqlal, apakah bisa melakukan satu koordinasi supaya buka puasa dan tarawihnya bisa dilakukan di Masjid Istiqlal,” terang Sandiaga.

Muhammadiyah jadi salah satu ormas Islam yang mengkritik rencana Pemprov DKI menggelar salat tarawih bersama di Monas. Muhammadiyah menyarankan agar salat tarawih di Monas ini dikaji ulang untuk mencegah timbulnya konflik.

MUI pun bersikap serupa. Ketum MUI KH Ma’ruf Amin menyarankan Pemprov menggelar salat tarawih di masjid.

“Kita tidak tahu maksudnya apa, tujuannya apa, ya kan harus ada tujuannya, karena saya tidak tahu motifnya apa, kalau saya sih sebagusnya tarawih itu di masjid,” kata Ma’ruf kepada detikcom kemarin. (dtc/red)

Terbaru

Populer