Beranda blog Halaman 1144

Ulah Jarinya Nakal, Seorang Duda di Desa Karya Indah Terpaksa Mendekam di Sel Polsek Tapung

 

TAPUNG -(TRIBUNRIAU.COM)  Unit Reskrim Polsek Tapung Polres Kampar amankan seorang tersangka pencabulan terhadap anak dibawah umur di Desa Karya Indah Kec. Tapung pada Jumat dinihari (15/2/2019).

Pelaku kasus cabul yang diamankan pihak Kepolisian ini adalah MN alias OP (Lk 43) warga Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar.

OP sebelumnya dilaporkan oleh Hendri Lubis (38) ke Polsek Tapung, karena pria yang merupakan tetangganya ini diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak perempuannya yang baru berusia 4 tahun.

Terungkanya peristiwa ini berawal pada Rabu siang (13/2/2019) sekira pukul 11.30 wib, saat itu ibu korban sedang berada ditempat saudaranya masih di Desa Karya Indah bersama anaknya Marsya yang baru berusia 4 tahun.

Waktu itu ibu korban pergi ke warung untuk berbelanja, sementara anak perempuannya itu bermain disekitar rumah saudaranya, sepulang dari warung korban menghampiri ibunya dan mengatakan bahwa kemaluanya sakit sambil membisikkan ke ibunya kalau OP tadi memasukkan jari ke kemaluannya.

Lebih lanjut diceritakan oleh korban bahwa OP melarangnya menceritakan hal ini pada ibunya dan menjanjikan akan memberi uang jajan kepadanya, atas kejadian ini Ayah korban tidak terima lalu melaporkannya ke Polsek Tapung untuk pengusutannya.

Menindaklanjuti laporan ini Kapolsek Tapung perintahkan Panit Reskrim dan anggota Opsnal Polsek melakukan penyelidikan, pada Jumat dinihari (15/2/2019) sekira pukul 01.00 wib diketahui bahwa pelaku sedang berada di rumahnya di Desa Karya Indah dan langsung dilakukan penangkapan.

Setelah diinterogasi, OP mengakui perbuatannya dan selanjutnya dibawa oleh petugas ke Polsek Tapung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Tapung AKP Sanny Handityo SIK melalui Panit Reskrim Ipda Novris H. Simanjuntak SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Novris bahwa tersangka MN alias OP telah diamankan di Polsek Tapung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Ditambahkan Kanit Polsek Tapung, menurut pengakuan pelaku bahwa dirinya khilaf karena nafsunya tidak terlampiaskan disebabkan istrinya sudah lama meninggal dunia, jelasnya.(haim)

Bawaslu Rohil Sosialisasi Netralitas Pemilu 2019 Kepada Seluruh Stakeholder Palika

ROHIL, Tribunriau – Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) bekerja sama dengan Kecamatan Pasir Limau Kapas, melakukan kegiatan Sosialisasi Netralitas Pemilu 2019 Kepada Seluruh Stakeholder di Kecamatan Pasir Limau Kapas (palika), Kamis (14/2/19).

Koordinator Devisi penindakan pelanggaran Bawaslu Rohil, Bima mengatakan, Sosialisasi dilakukan agar meningkatkan pemahaman tentang makna netralitas kepada seluruh pemangku kepentingan diwilayahnya masing-masing dari mulai tingkat Kepenghuluan dan Perangkat Kepenghuluan serta BPKep.

Sedangkan RT dan RW tidak ada larangan ikut dalam berkampanye, akan tetapi Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir menghimbau dan memberitahukan kepada RT dan RW tidak menjadi pintu gerbang dan penyambung lidah dari caleg-caleg yang bermental korup untuk melakukan money politic dalam Pemilu 2019 ini, karena ada sanksi pidananya,” Ujarnya.

Ia menambahkan, Kecamatan – Kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir juga membuat hal serupa, sosialisasi netralitas kepada seluruh stakeholder sampai ketingkat bawah di kecamatan masing-masing, Bawaslu siap hadir dan memberikan penjelasan secara komperhensif tentang peraturan-peraturan Pemilu 2019.

“Saat ini, hanya Kecamatan Palika yang pertama kali menyambut irama tentang sosialisasi netralitas sampai ketingkat paling bawah, untuk itu Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Camat karena telah melakukan kegiatan sosialisasi ini,” kata Bima.

Sambil mengepalkan tangan mantan Pengacara Rokan Hilir ini menyampaikan : Cegah, Awasi, Tindak. Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu. (rls/hen)

Tawuran pelajar, Bupati suyatno : ini tidak bisa dibiarkan

ROHIL, Tribunriau – Terkait tawuran pelajar beberapa hari lalu, Bupati Rokan Hilir H. Suyatno mengatakan, Rabu (13/2/19) digedung H. Misran Rais Bagansiapiapi, tawuran pelajar adalah suatu pukulan terhadap kita pada dunia pendidikan, ini tidak bisa dibiarkan.

“Kita sudah melakukan rapat evaluasi semua sekolah yang ada di Bagansiapiapi, tidak hanya Negeri, Swasta juga. Disitu berkembang isu- isu yang miring terhadap anak-anak kita yang menuntut ilmu di masing – masing sekolah,” katanya.

“Saya tak perlu gambaran disini, tapi ini suatu pukulan terhadap kita pada dunia pendidikan, ini tidak bisa kita biarkan,” tegasnya.

Makanya peranan orang tua yang pertama kali, tokoh masyarakat, harus bersama-sama kita menyelesaikan tugas yang berat ini, saya pikir ini berat, karena selama ini tidak pernah seperti itu, kenapa baru-baru ini terjadi, ini yang perlu kita singkirkan, jangan sempat ada lagi anak-anak kita yang terpengaruh dengan hal-hal yang tidak benar.

Lanjutnya, Semalam saya sudah intruksikan setiap sekolah untuk membaca yasin setiap hari jumat, dibarengi dengan Dakwah, kita ada LDI dibagi setiap sekolah, setelah baca yasin lakukan tatapan Rohani, ini memberikan tunjuk ajar yang baik.

Bagi anak didik kita ternyata betul – betul tidak bisa dibina, itu semuanya diserahkan kepada pimpinan sekolah yang bekerja sama dengan komite sekolah, tapi tidak hanya memberhentikan begitu saja, tapi ada teguran pertama, kedua dan seterusnya.

Nah, teguran-teguran ini juga tidak diindahkan, baru nanti kepala sekolah bersama komite dengan mengundang orang tua mengambil sikap, apakah anak didik kita dikeluarkan atau tidak.

Hasil pertemuan semalam dengan pimpinan sekolah, insya Allah akan membuahkan hasil, “tutup suyatno. (hen).

Milad XX Yayasan Ar-Rhida Gelar Lomba Da’i se-Rohil

ROHIL, Tribunriau – Dalam Rangka Milad yayasan Ar-Rhida Bagansiapiapi XX, digelar lomba Da’i se-Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Rabu (13/2/19) di gedung pertemuan H. Misran Rais.

Lomba Da’i dibuka secara resmi oleh Bupati Rohil H. Suyatno, di ikuti Da’i berusia 17 sampai 35 Tahun, dimulai tanggal 13 – 14 februari 2019.

Bupati Rohil H. Suyatno mengatakan, tentunya pemerintah Daerah memberikan apresiasi, dorongan karena programnya cukup baik. tadi berkembang bahwa lomba Da’i ini bukan untuk kabupaten Rokan Hilir, tapi untuk provinsi Riau, tentunya program yang baik ini kita dukung setelah pemilu 2019 nanti.

“Kita akan buat lomba Da’i yang diselenggarakan di Rokan Hilir, “ujarnya.

Hasil dari pada lomba Da’i ini anak-anak akan diberikan pembinaan, mungkin ada lembaga Dakwah Indonesia, kementerian agama, yang terkait terus melakukan pembinaan .

Lomba Dai ini tidak hanya lingkungan kampus stai Ar-Rhida saja, tapi untuk umum, makanya berbagai sekolah ikut tampil.

“Mudah-mudahan dengan berlangsungnya lomba Dai ini semuanya berjalan lancar aman dan terkendali, sesuai dengan apa yang diinginkan,”harap Bupati Suyatno.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Ar-Rhida Bagansiapiapi, Rusli Efendi menjelaskan, Dalam Rangka Milad XX yayasan stai Ar-Rhida menyelenggarakan lomba Da’i dimaksudkan, untuk melahirkan Da’i – Da’i yang berilmu dan Da’i-Da’i menyampaikan pesan.

Tentu pesan ini buka juga pesan agama, akan tetapi juga pesan pembangunan. kita ingin lahir Dai yang sejuk (menyejukan), bukan Da’i-Da’i yang memprovokasi dan kegaduhan.

“kita betul-betul ingin melakukan rikrut mendaki, apalagi stai Ar-Rhida ada salah satu produk kita, yaitu menejemen Dakwah,”ujarnya.

Untuk hadiah 1 umroh, juara 2 sepeda motor, hadiah ketiga kita buat beasiswa, jadi betul-betul kita ingin membesarkan Da’i, Rohil, Riau, bahkan Da’i Nasional.

Di Rohil juga sudah pernah ikut aksi beberapa tahun yang lalu di tingkat Nasional, bahkan tahun 1988 putra Rohil menjuarai tingkat Nasional.

Stai Ar-Rhida sudah menamatkan 333 sarjana dan salah satu programnya disamping menejemen pendidikan islam, komunikasi Dunia islam, ekonomi syariah, tapi kita juga ada menejemen Dai yang khusus memproduk Dai-Dai, jadi ini bagian dari promosi kampus kita, “kata Rusli Efendi. (hen)

Pengurus DPD II Partai Golkar Rohil 2019 – 2024 Dilantik

ROHIL, Tribunriau – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masa Bhakti 2019 – 2024 yang diketuai H. Fuad Ahmad, sekretaris Jasmadi. SE resmi dilantik, 11 Februari 2019 di gedung pertemuan H. Misran Rais, Bagansiapiapi.

Pelantikan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Riau, Ir. H Arsyadjuliandi Rachman MBA, Surat keputusan (SK) dibacakan oleh Sekretaris Rizaldy. M. Abrus.

Hadir Bupati Rohil H Suyatno, anggota DPRD Habib Nur, Kepala OPD, partai Politik, Ormas dan tetamu undangan.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Riau, Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, pada hari ini H. Fuad resmi Nahkodai DPD II Partai Golkar Rokan Hilir. Seluruh kendali partai Golkar itu di tangannya kendalinya H Fuad.

“Segala sesuatu baik itu pemenang pemilu, kaderisasi tentunya itu harus melalui ketua DPD II Partai Golkar yang baru dilantik. Tugas tugas yang di emban kepada beliau sesuai program kerja dann ADRT partai Golkar,” paparnya.

Dijelaskannya, dalam 3 bulan nanti kita akan melaksanakan pemilihan secara serentak. Menurut saya akan kita lakukan kerja keras dan melakukan koordinasi kepada jajaran pengurus serta melakukan sosialisasi di tengah masyarakat.

Dalam soal pencoblosan akan ada lima kertas, itu menjadi tugas partai Golkar bagaimana mensosialisasikan kepada masyarakat. Tujuan tentu bagaimana masyarakat memberikan mandat melalui pesta demokrasi.

“Kita sudah mempunyai target , seluruh komitmen dalam Munas Golkar kita harus memenangkan yang kita usung, jadi kita wajib memenangkannya. Masing masing dapil sudah memiliki strategi, mudah mudahan bisa menang dalam pilkada nanti, “harap Andi

Bupati Rokan Hilir H. Suyatno menyampaikan takniah kepada H Fuad beserta jajaran yang telah dilantik sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Rohil.

“Semua partai sama, soal politik itu biasalah. Menghadapi Pileg dan Pilpres, mari menjaga satu dan kesatuan. Kita berikan hak politiknya, itu rakyat berhak berpolitik. Dalam membangun komunikasi politik itu biasa,”kata nya.

Suyatno menambahi, bahwa beda warna itu biasa, mari kita jaga satu dan kesatuan. Jadi pak Andi Rachman bagian dari Rokan Hilir, pada waktu itu pak Andi digandeng pak H. Annas Maamun. Semuanya adalah putra terbaik Rokan Hilir. (hen)

Kardinal Kasim: Setelah Catur Sugeng Susanto Dilantik, Harapan Masyarakat Kampar Harus Terwujud

Bangkinang Kota, (TRIBUNRIAU.COM) Banyak komentar datang dari kalangan masyarakat menjelang Bupati Kampar Dilantik Catur Sugeng Susanto SH, besok oleh Gubernur Riau Drs.Wan Tamrim Hasyim selasa 12/2/2019,
Kali ini komentar datang tokoh masyarakat Kampar Kardinal Kasim, anggota DPRD Kampar dari Partai PKP Indonesia, “bahwa program yang akan dijalankan oleh Catur Sugeng harus sesuai dengan harapan masyarakat.”
Demikian disampaikan  Kardinal Kasim kepada TRIBUNRIAU.COM senen 11/2/2019, disalah satu Caffe di Kota Bangkinang.
“Artinya lanjut Kardinal program pembangunan itu harus program prorakyat yang harus menyentuh kepada masyrakat kampar yang paling bawah, masyarakat Kampar masuh banyak yang miskin, jangan kita terlena dipembangunan fisik saja, sementara masyarakat miskin kita abaikan”.
 “Selain itu Kampar harus kondusif dari segala hal, biar satuan kerja perangkat daerah dilingkungan pemerintah daerah Kabupaten Kampar aman dan nyaman bekerja untuk membangun Negeri Serambi Makkah ini” kata ketua PKPI Kampar
“Soal wakil Bupati Kampar yang akan mendampingi Catur Sugeng  nanti kami serahkan saja kepada partai pengusung yang akan menentukannya, karena partai kami tidak ikut dalam mengusung Azis Catur di Pilkada Kampar kemaren, kami cuma berharap orang yang mendampingi catur kedepan betul betul bisa membantu catur dalam melaksanakan pembangunan dan menjalankan pemerintahan Kabupaten Kampar yang kondusif dan memberikan rasa aman sampai masa tugasnya berakhir”
“Kami berharap untuk menetapkan Wakil Bupati yang akan mendampingi Catur Sugeng tidak perlu berlarut larut, kapan perlu menjelang Pemilu nanti wakil Bupati Kampar sudah terpilih”.
“Kepada Partai pengusung agar sesegra mungkin melakukan langkah langkah kongkrit untuk mememelih wakil Bupati Kampar sesuai mekanisme yang amanatkan oleh undang undang” Tambah Kardinal.(haim)

Soal Sengketa Lahan, Kanwil BPN Riau Fasilitasi Masyarakat Koto Aman dan PT SBAL.

 

Pekanbaru ; (TRIBUNRIAU.COM) Rapat pembahasan permaslahan masyarakat Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar dengan PT. Sekar Bumi Alam Lestari (PT. SBAL) tentang Hak Guna Usaha (HGU) yang diadakan di Ruang Pertemuan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasioanal Provinsi Riau pada hari Senin, 11/02.

Ini menindak lanjuti hasil pertemuan masyarakat desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar  dengan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasioanal Provinsi Riau pada tanggal 21 Januari 2019 yang intinya menyepakati akan dilaksanakan rapat lanjutan dengan melibatkan pihak-pihak terkait yang di fasilitasi oleh Kanwil BPN Provinsi Riau.

Pertemuan antara masyarakat dan Pihak perusahaan dengan membawa bukti-bukti pendukung terhadap Izin usaha bagi perusahaan maupun Surat Bukti penguasaan tanah yang belum di ganti rugi.

Kepala BPN Provinsi Riau Drs. Lukman Hakim didampingi oleh Syafri Kepala Bidang Hubungan Hukum Pertanahan Kanwil BPN Provinsi Riau memfasilitasi pertemuan tersebut yang dihadiri oleh Bupati Kampar yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Setda Kampar Ahmad Yuzar, Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira, Kepala Dinas Perkebunan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Ir. Bustan, Dari pada Pihak Perusahaan Firman dan Robin P Hutagalung, BPN Kabupaten Kampar  Abdul Azis,  mewakili masyarakat Irfan Saputra, Dapson , Anton dan Kepala Desa Koto Aman Syofyan serta Camat Tapung Hilir Yuricho Efril.

Hadir juga pada kesempatan tersebut instansi terkait dari kepolisian Riau, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau,

Dikatakan kakanwil Rapat ini merupakan Rapat lanjutan yang memfasilitasi masyarakat Desa Koto Aman untuk melakukan pertemuan dengan PT. SBAL dan Pemkab Kampar” Kata Lukman Hakim.

Sementara itu Asisten Pemerintahan Setda Kampar Ahmad Yuzar bahwa Pemkab Kampar yang sedang giat-giatnya dalam membangun Kabupaten Kampar kita  sangat perlu Investasin namun disamping itu tidak ada hak-hak masyarakat yang terabaikan.

Untuk permasalahan antara PT SBAL telah terjadi bertahun-tahun dimana masyarakat menuntut untuk dapat di bayarkan ganti rugi atau dengan pola KPPA terhadap lahan yang di tuntut oleh masyarakat seluas lebih kurang 1.500 ha” Kata Ahmad Yuzar.

Pemkab Kampar terus mendorong hal ini dapat diselesaikan tanpa merugikan pihak manapun” Tambanya lagi.

Pemkab telah membentuk tim yang telah melakukan pertemuan sebanyak 12 kali, kita utamakan musyawarah dan mufakat untuk mencapai hasil terbaik.

Rentetan dari awal sampai saat ini belum juga tercapai kesepakatan hingga kita bertemu di kantor wilayah BPN Riau ini” Tambahnya lagi.

Kita terus mendorong agar masyarakat dan perusahaan dapat hidup berdampingan secara aman dan damai” Tutup Ahmad Yuzar.

Sementara perwakilan dari masyarakat Dapson yang didampingi oleh Irfan Saputra, Anton serta Ninik mamak dan kepala desa menyampaikan permasalahan lahan seluas 1500 ha yang di kelola PT. SBAL telah terjadi selama ini yang tak kunjung selesai, dengan pertemuan ini kita berharap dapat memberikan hasil yang saling menguntungkan” Kata Dapson yang menunjukkan berbagai bukti dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Sebelumnya diminta kepada seluruh peserta Rapat yang berkaitan dengan perizinan dan rekomendasi untuk dapat memberikan pengarahan dan menunjukkan berbagai bukti  rekomendasi dan penerbitan perizinan yang di keluarkan Kepada PT. SBAL.

Sementara dari mewakili PT SBAL Rubin P Hutagalung dan Firman menyampaikan hal-hal yang telah diperoleh oleh PT SBAL dalam legalitas operasional perusahaan.

Pertemuan memberikan rekomendasi untuk mengadakan pertemuan selanjutnya untuk pembahasan di Pemerintahan Kabupaten Kampar bersama dengan masyarakat dan perusahaan.(haim)

Untuk mengobati  Penyakit Obesitas Yang Didertanya, Gunawan Saputra Tunggu Uluran Tangan Pemkab Kampar 

Tapung Hulu,(TRIBUNRIAU.COM)
Gunawan Saputra, yang diduga mengalami penyakit Obesitas, berat badannya mencapai 240 kg lebih, setiap hari menjadi pemikirannya yang serius, untuk mengobati penyakit yang dideritanya.
Ketika ditemui TRIBUNRIAU.COM di Desa Rimba Beringin Kecamatan Tapung Hulu 10/2/2019, Gunawan yang masih berumur 26 tahun ini mengeluh dengan penyakit yang dideritanya, ia susah bergerak dan beraktifitas setiap hari.
Sementara ia harus memikul beban keluarganya yang serba berkekurangan, semenjak kedua orang tuanya tudak ada lagi tahun 2012 silam.
Gunawan yang bekerja setiap hari menjadi buruh jemput antar anak sekolah dengan penghasilan yang sangat kecil sekali, tidak sampai Rp 50.000.- /hari.
Dengan pengahasilan yang sangat kecil itu ia harus membiaya hidup kedua adiknya yang sekarang masih kelas 2 SMK Tapung Hulu. Sementara adiknya yang paling kecil sudah putus sekolah hanya tamat sekolah dasar.
Pernah ia coba untuk mengobati penyakit yang ia derita ke Puskesmas Tapung Hulu 1, namun apa jawaban petugas Puskesmas yang ia terima, hanya disuruh sabar menunggu program pengobatan dari pemerintah.
Sampai sekarang Gunawan bingung kemana ia harus mengadukan nasibnya, disamping hidupnya miskin ditambah lagi bagaimana cara mengobati penyakitnya yang dideritanya.
Hanya tinggal Pemkab Kamparlah satunya satunya yang ia harapkan untuk membantu beban keluarga dan memgobati penyakit yang ia derita.sangat dia tunggu uluran tangan Pemkab Kampar.(haim)

Bongkar Rumah Tetangganya, 2 Pemuda Diringkus Polsek Tapung Hulu

 

TAPUNG HULU -(TRIBUNRIAU.COM) Dua orang pemuda terpaksa mendekam di Sel tahanan Polsek Tapung Hulu, karena keduanya nekat membongkar rumah tetangganya dan mencuri uang, laptop serta Hp.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam (1/2/2019) lalu dan tepat seminggu kemudian pada Jumat (8/2/2019) berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Tapung Hulu.

Korban adalah Mangisi Sirait warga Desa Suka Ramai Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, sementara kedua pelaku yang merupakan tetangganya ini adalah PS (19) dan AT (17).

Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa Laptop merk Asus warna putih dan sebuah HP merk Vivo V5.

Peristiwa ini berawal Jumat (1/2/2019) sekira pukul 09.00 wib, saat itu korban bersama kedua anaknya pergi ke kebun di Kampung Damai HTI Desa Sungai Agung, lalu sekira pukul 17.30 Wib korban bersama keluarganya kembali kerumah.

Setiba didepan rumahnya, korban membuka pintu depan dengan cara memasukan tangan kedalam untuk membuka Grendel pintu, setelah itu masuk kedalam kamar.

Korban mendapati tas yang berisikan laptop telah hilang dan memeriksa Hp Vivo V5 dan 2 unit Hp Nokia serta uang Rp.3.800.000 yang disimpan dirumah telah raib.

Atas kejadian ini korban mengalami kerugian sekitar Rp10 juta dan langsung melaporkan kejadian tersebut pihak Kepolisian di Polsek Tapung Hulu.

Atas laporan ini, Kapolsek Tapung Hulu memerintahkan Kanit Reskrim dan Personil untuk melakukan penyelidikan, dari hasil penyelidikan ada indikasi pelakunya adalah 2 orang pemuda sebagai tetangga korban.

Lalu pada Sabtu pagi (9/2/2019) anggota Unit Reskrim bersama Bhabinkamtibmas Desa Kusau makmur mengamankan kedua pelaku, setelah diinterogasi keduanya mengakui perbuatannya dan menunjukkan tempat penyimpanan barang yang dicurinya.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH melalui Kapolsek Tapung Hulu AKP Agus Pranata SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Kapolsek bahwa kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Tapung Hulu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, jelasnya.(haim)

Heboh !! Warga Desa Tarai Bangun Temukan Jasad Pria Gantung Diri Kakinya Terlipat Lutut Hampir Menyentuh Tanah

 

TAMBANG -(TRUBUNRIAU.COM) Warga Perumahan Azziziah Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang tadi malam Sabtu (9/2/2019) sekira pukul 21.00 Wib, dihebohkan atas penemuan sesosok mayat pria muda dengan kondisi leher terjerat kabel listrik dan tergantung digerobak bekas di belakang rumah warga.

Korban diketahui bernama Juni Adragani, seorang remaja pria yang juga beralamat di Perumahan Azziziah Desa Tarai Bangun Kec. Tambang tidak jauh dari lokasi penemuannya.

Penyebab kematian korban masih misteri dan dalam proses penyelidikan oleh pihak Kepolisian, hal ini dikarenakan posisi korban yang tergantung tali ini kakinya terlipat dan lututnya hampir menyentuh tanah.

Para saksi dan warga yang melihat langsung di lokasi kejadian sempat memperdebatkan penyebab kematian korban ini, dan pihak Kepolisian dari Polsek Tambang serta Tim Inavis dari Satreskrim Polres Kampar malam tadi langsung mendatangi TKP.

Tim telah melakukan olah TKP lalu membawa korban ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk di Visum dan Otopsi guna mengetahui secara pasti penyebab kematiannya.

Kronologi penemuan korban ini berawal pada hari Sabtu (9/2/2019) sekira pukul 21.00 Wib, saat itu salahsatu saksi sdr. Zainal mendengar suara kresek-kresek dari belakang rumahnya namun saksi tidak terlalu menghiraukannya.

Beberapa saat kemudian saksi keluar dari rumahnya menuju warung dan berjumpa dengan Guru-guru Pesantren Arrum Mani yang berjumlah 4 orang serta beberapa warga sekitar.

Saksi kemudian menanyakan ada apa ramai-ramai dan mereka menyampaikan ada maling masuk kedalam Pesantren, lalu saksi menanyakan lagi apakah sudah ketemu malingnya dan dijawab oleh warga belum ketemu.

Teringat oleh saksi bahwa dia mendengar suara kresek-kresek dibelakang rumahnya beberapa saat lalu, maka diapun langsung mengecek kebelakang rumahnya dan melihat korban dalam posisi leher terikat dengan menggunakan kabel listrik wana putih pada gerobak miliknya yang sudah tidak terpakai lagi.

Kaget dengan temuan ini saksi lalu memanggil warga dan memberitahukan bahwa ada mayat yang tergantung pada gerobak dibelakang rumahnya dengan leher terikat menggunakan kabel listrik berwana putih.

Kondisi korban pada saat ditemukan terdapat luka lebam pada punggung bagian atas, dan korban menggunakan celana panjang Jeans warna biru tanpa baju.

Sekira pukul 23.00 Wib, Tim Inafis dari Polres Kampar dipimpin Ipda Samsunar tiba di TKP dan melakukan olah TKP bersama Unit Reskrim Polsek Tambang, saat diperiksa kondisi korban terdapat Air Mani keluar dari kelaminnya serta kotoran dari anusnya.

Setelah melakukan olah TKP pada pukul 01.00 Wib datang Ambulance dari Puskesmas Tambang, korban lalu dibawa petugas ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan Visum dan Otopsi.

Namun pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan membuat surat pernyataan penolakan yang ditandatangi lalu diserahkan kepada pihak Kepolisian.

Pada pukul 04.00 Wib, jenazah korban diantarkan oleh petugas Kepolisian ke rumah duka dan telah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk diselenggarakan pemakamannya. .

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH melalui Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Kapolsek bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini untuk mengungkap misteri kematian korban ini, jelasnya.(haim)

Terbaru

Populer