ROHIL, Tribunriau – Kepala kepolisian sektor (kapolsek) Bangko kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau Buka puasa bersama upika, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh pemuda, personel polsek Bangko dan Bhayangkara, jumat (17/5/19) di kantor polsek Bangko jalan perwira Bagansiapiapi.
“Kegiatan Buka puasa bersama dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi kepada masyarakat di bulan suci Ramadhan ini dan selayaknya kita berbagi bersama, ” kata polsek Bangko kompol James.I.S Rajagukguk, S.ik usai acara buka bersama.
“tadi sore kita juga melaksanakan Takjil kepada masyarakat yang berada di Bagansiapiapi.
keterangan poto : kapolsek Bangko Kompol James.I.S.Rajagukguk, S.ik didampingi istri memberikan sembako kepada pengurus Pasentren
Selanjutnya kita juga memberikan bantuan berupa sembako kepada anak yatim dan juga kepada pondok pasantren di kecamatan Bangko.
“Kegiatan ini dilakukan agar pihak kepolisian polsek Bangko bersama masyarakat kecamatan Bangko bisa semakin dekat, ” harapnya. (hen)
Tambang – (TRIBUNRIAU.COM) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Yusri, M.Si selaku ketua Tim ll Safari Ramadhan 1440 H Kabupaten Kampar mengunakan Rakit Kayu untuk menuju tempat safari ramadhan di Mesjid Nurul Iman Dusun I Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang, Kamis (16/05)
Selain Sekda Kamoar juga hadir dalam rombomgan tersebut Asisten III Administrasi Umum Ir Nurhasani. MM, para kepala Dinas, Sekretaris, Kabid dan Bagian yang mewakili OPD serta Pengurus Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Kampar.
Menyerahkan bantuan pambangunan Masjid Nurul Iman Dusun l Desa Taluk Kenidai sebesar 30 Rp bantuan amil zakat nasional (Baznas) kabupaten kampar sebesar 1.5 juta rupia untuk 15 orang, Qur,an Kartu indonesia sehat (KIS) dan sebanyak 435 E- KTP untuk sekecamatan tambang,
Sebelum memberikan sambutan seperti biasa Sekda Kampar bantuan Hana Hiba sebesar Rp 30 juta, bantuan amil zakat nasional (Baznas) Kabupaten kampar sebesar Rp 15 juta untuk 15 orang, menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk se-Kecamatan Kampar, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Rastra dari Dinsos Kampar, e-KTP dari Disdukcapil Kampar.
Dalam sambutannya Dt Yusri menyampaikan kepada masyarakat untuk meningkatkan keamanan di setiap desa dengan cara mrnghidupkan kembali jaga pos ronda. Sebab bukan saja kejahatan pekat lain, peredaran nakoba juga semakin marak ke tingkat desa.
Kepada masyarakat khsusunya ninik mamak Yusri yang juga merupakan Datuk Bandaro Mudo berpesan agar menjaga tanah ulayat (adat) dengan tidak menjual, sebab sejauh ini belum ada pabrik tanah. Akan tetapi anak cucu kita akan terus kembang.
Terakhir untuk dikatahui bahwa masyarakat Tambang juga patut bersyukur, karena pembangunan Kabupatem Kampar akan terus dilakukan secara merata. Dimana untuk Kecamatan Tambang sendiri APBD Kampar pada tahun 2019 ini lebih kurang Rp 118 milyar. (Shm).
TANJUNG PINANG, Tribunriau- Yayasan BP3KR meminta pemerintah provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan pemerintahan kabupaten/kota untuk lebih memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua BP3KR Kepri, H Husrin Hood dalam konferensi persnya, Kamis (16/5/2019) kemarin.
Dijelaskannya, sistem pemerintahan yang berkonsep pada kepentingan rakyat dengan alokasi APBD yang tepat sasaran, memungkinkan terbukanya kesempatan yang seluas-luasnya bagi Pemda untuk mengembangkan berbagai layanan dengan prioritas kepentingan masyarakat, bukan hanya pengusaha atau golongan.
Salah satu bidang yang cukup mendapat perhatian saat ini adalah bidang ekonomi. Desentralisasi memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan berbagai potensi dan peluang ekonomi demi terwujudnya pertumbuhan serta peningkatan pendapatan masyaraka
Fakta yang terjadi saat ini, jauh berbeda dengan awal tujuan dari BP3KR saat memperjuangkan Kepulauan Riau menjadi Provinsi sendiri.
Dimana saat ini, lanjut Ketua BP3KR, mulai dari pelayanan kesehatan, sektor pendidikan, rumah layak huni dan semua yang mencangkup pada kebutuhan masyarakat, merupakan prioritas utama.
“Dinilai alokasi dana pemerintah kebesaran volume APBD itu lari ke infrastruktur, lebih-lebih lagi alokasi dana yang memprioritaskan kawasan KEK dan FTZ, sehingga sektor-sektor yang menjadi tumpuhan mata pencarian masyarakat tidak diperhatikan, apalagi dikembangkan. Contoh kecil, sektor pertanian, perikanan, atau upaya berbasis pengembangan ekonomi lokal dan hal-hal yang serupa, sehingga perputaran ekonomi masyarakat saat ini, masih diprihatinkan,” ujarnya.
Jadi, dengan kondisi ekonomi yang terlihat jelas, seharusnya Pemda itu peduli, perhatikan, dan bertindak cepat dengan suatu konsep atau gagasan yang mengutamakan peningkatan ekonomi pedesaan.
Dalam hal ini untuk pencapaian tersebut, Pemda mengurangi alokasi dana untuk infrastruktur.
Memang peningkatan infrastruktur itu penting, namun jauh lebih penting dan bermanfaat apabila perhatian Pemda ke masyarakat itu diimplementasikan dengan berbagai program atau bantuan langsung yang menyentuh ekonomi lokal.
“Jangan sampai rakyat kita itu menjadi pasien para rentenir, selain angka pengangguran yang saat ini terus bertambah, berbagai pelayanan untuk kebutuhan rakyat masih dinilai minim dan tidak terjangkau oleh program-program Pemda,” ucapnya.
Dengan momen bulan suci Ramadhan ini, menyambut Idulfitri, alangkah indahnya Pemprov, dan pemerintah daerah dapat melakukan upaya-upaya atau mencetuskan program yang benar-benar bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Agar kontribusi kegiatan Pemda lewat program berbasis pada peningkatan pendapatan rakyat, masyarakat miskin,
BP3KR mengharapkan pemerintah daerah serius untuk memperhatikan kondisi ekonomi yang menimpa masyarakat saat ini. Prospek perbaikan ekonomi rakyat pedesaan merupakan salah satu keinginan kami, agar masyarakat pada umumnya bisa merasakan penyaluran dana APBD dan program Pemda. Alokasi APBD benar-benar tersalur pada tempat yang tepat dimana prioritasnya membantu masyarakat miskin,” pintanya.
“Dari awal pembentukan provinsi Kepri, itu karena memiliki satu keinginan untuk masyarakat lebih diperhatikan, diutamakan, dinomorsatukan dengan konsep kegiatan yang bersentuhan langsung pada perekonomian lokal. Jangan sampai kejadian rumah disita karena pinjaman ke rentenir tidak bisa dibayarkan lagi. Hal ini menandahkan ketidak pedulian kita terhadap sesama. Biarlah momentum bulan ramahdan kita bersama menjadikan rakyat Kepri itu sejatehra dan berdaya guna untuk peluang-peluang usaha kecil menengah,” tutupnya mengakhiri konferensi pers.
(Amri)
BANGKINANG KOTA – (TRIBUNRIAU.COM) Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Kampar amankan dua pelaku narkoba pada Kamis dinihari (16/5) sekira pukul 02.00 Wib di wilayah Kota Bangkinang.
Dua pelaku yang diduga sebagai bandar shabu ini adalah DL alias DW (Pr 34) warga Desa Pulau Sarak Kec. Kampar dan NA alias ND (Lk 33) warga Kampung Lintang Danau Bingkuang Kec. Tambang.
Keduanya ditangkap di rumah kontrakan tersangka DW yang berlokasi di Gang Keluarga Kelurahan Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kota.
Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain 2 paket narkotika jenis shabu yang dibungkus plastik bening dengan berat 7,68 gram, 12 lembar plastik bening kosong, 1 unit Hp merk Nokia, 1 buah bong, 1 buah kaca pirek dan beberapa peralatan penggunaan shabu lainnya.
Pengungkapan kasus ini berawal pada Kamis dinihari (16/5) sekira pukul 02.00 Wib, saat itu Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar mendapat informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi transaksi narkotika disalahsatu rumah yang berlokasi di Gang Keluarga Kelurahan Bangkinang.
Menindaklanjuti informasi tersebut Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar langsung mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan penyelidikan, setelah memastikan keberadaan target kemudian dilakukan penggerebekan.
Petugas berhasil mengamankan seorang wanita dan seorang pria yang diduga sebagai pelaku narkoba, pada saat akan diamankan salahsatu tersangka yaitu DW berusaha membuang barang bukti.
Kemudian disaksikan aparat desa setempat dilakukan penggeledahan dan ditemukan 2 paket narkotika jenis shabu dengan berat 7,68 gram serta sejumlah barang bukti lainnya terkait kasus ini.
Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH melalui Kasat Narkoba Iptu Asdisyah Mursid SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Asdi bahwa kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, jelasnya.(shm)
TAMBANG – (TRIBUNRIAU.COM) Unit Reskrim Polsek Tambang amankan seorang pelaku KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) pada Rabu pagi (15/5) di Dusun IV Kedataran Desa Padang Luas Kecamatan Tambang.
Tersangka kasus KDRT yang diamankan Aparat Kepolisian ini adalah LI alias EF (Lk 34) warga Desa Padang Luas Kec. Tambang Kab. Kampar.
EF dilaporkan ke Polsek Tambang oleh Katminem yang merupakan istrinya, karena telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya itu pada Jumat malam (10/5) di rumahnya.
Peristiwa ini berawal pada Jumat (10/5) sekira pukul 20.30 wib, saat itu korban (Katminem) baru pulang ke rumah dengan tujuan untuk mengetahui apakah suaminya EF membawa istri mudanya yang bernama Nadila kerumah.
Setelah masuk kedalam rumah, korban bertemu dengan EF suaminya lalu bertanya mengapa pohon jambu yang dibelakang rumah ditebang.
EF saat itu hanya diam saja, lalu korban mengambil sebilah parang didapur untuk menebang pohon jambu dibelakang rumah mereka, saat korban menebang pohon jambu tersebut tiba-tiba datang EF sambil marah-marah hingga terjadi cekcok mulut.
Kemudian EF mengambil parang dari tangan korban dan mengarahkannya keleher korban sambil berkata “Ku Bunuh Kau”, tidak sampai disitu, EF yang emosi lalu meremas dengan kuat mulut korban dan mencakar wajahnya serta menyikut dadanya hingga terjatuh.
Saat korban terjatuh, EF sang suaminya makin kalap dan membenturkan kepala korban ke lantai hingga bibirnya memar dan pelipis mata kirinya luka robek, selain itu kepalanya mengalami luka memar hingga bengkak.
Atas kejadian tersebut korban merasa tidak senang lalu melaporkannya ke Polsek Tambang untuk pengusutannya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH perintahkan Unit Reskrim Polsek Tambang untuk melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.
Selanjutnya pada hari Rabu (15/5) sekira pukul 10.05 wib, anggota Reskrim Polsek Tambang mendapat informasi dari keluarga korban bahwa pelaku sedang berada dipasar Danau Bingkuang.
Atas informasi itu Tim Opsnal Polsek Tambang langsung mendatangi Pasar Danau Bingkuang untuk mencari pelaku dan berhasil mengamankannya lalu membawanya ke Polsek Tambang.
Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikannya bahwa tersangka EF telah diamankan di Polsek Tambang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(shm)
BANGKINANG KOTA-(TRIBUNRIAU.COM) Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Kampar sosialisasikan tata cara penggunaan aplikasi e-Monev Bappeda Kabupaten Kampar. Acara sosialisasi ini dilaksanakan di aula Bappeda Kabupaten Kampar, Rabu (15/5/19).
Kegiatan sosialisasi e-Monev ini dibuka Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Afrizal, S.Sos mewakili Bupati Kampar. Peserta sosialisasi terdiri dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat se-Kabupaten Kampar, operator OPD dan Kecamatan serta pejabat dan staf dilingkup Bappeda Kabupaten Kampar.
Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Afrizal saat membuka sosialisasi ini menyampaikan bahwa aplikasi e-Monev adalah sistem informasi monitoring dan evalausi pembangunan berbasis elektronik untuk memonitor dan mengevaluasi kerja dan kinerja kegiatan OPD dan Pemerintah Daerah. Evaluasi kerja didasarkan atas perkembangan pelaksanaan fisik dan serapan dana kegiatan sedangkan evaluasi kinerja didasarkan atas perkembangan indikator input dan output kegiatan.
Disampaikan Afrizal bahwa penerapan aplikasi e-Monev ini merupakan tindak lanjut dari penerapan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 tahun 2017. Dimana dalam Permendagri itu pemerintah daerah dituntut untuk menjaga konsistensi antar dokumen perencanaan serta melakukan monitoring dan evaluasi kinerja secara berkala untuk melihat kinerja pelaksanaan pembangunan serta menjaga agar pelaksanaan pembangunan sesuai dokumen perencanaan daerah.
Dijelaskan Afrizal, bawah kegiatan menjga konsistensi dokumen perencanan yang banyak mulai dari RPJMD, RKPD hingga APBD, apalagi memantau kinerja dan evaluasi sungguh amat sulit kalau dilakukan secara manual. Untuk itu inovasi berbasis teknologi informasi perlu dilakukan supaya kegiatan perencanaan, monitoring dan evaluasinya mudah dilakukan secara cepat dan efektif.
Kabid Litbang Perencanaan dan Pengendalian (LPP) Yusdiyen Hadinata, S.Si, M.Si menjelaskan kerangka acuan kerja pengembangan aplikasi e-Monev. Disampaikannya bahwa aplikasi e-Monev ini memiliki menu atau modul antara lain, menu halaman depan atau dashboard, menu master, menu dokumen DPA dan DPA-P, menu monitoring , menu evaluasi, menu laporan dan menu pengaturan.
Adapun jenis laporan yang dihasilkan oleh aplikasi e-Monev ini antara lain Modul laporana monitoring yang terdiri dari realisasi fisik dan keuangan (RFK), form B rekap berdasarkan program, form C rekap berdasarkan kegiatan. Kemudian menu laporan evaluasi yang terdiri dari evaluasi Renja Perangkat Daerah, LPKJ, laporan evaluasi program kegiatan triwulan laporan SAKIP Kabupaten dan Laporan SAKIP Perangkat Daerah.
Setelah dibuka oleh kepala Bappeda dilanjutkan dengan diskusi dan penyampaian tata cara pengunaan aplikasi secara teknis oleh Tenaga ahli dari PT Lexion Indonesia Muhammad Alimin, ST. Diskusi dipandu oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Kampar M. Fadli Mukhtar, MSc. Para peserta dibimbing oleh tenaga ahli bagaimana mengunakan aplikasi ini sampai peserta betul-betul paham dan mahir menggunakan aplikasi ini.(shm)
Bangkinang Kota –(TRUBUNRIAU.COM) Sesuai dengan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa telah mengatur bahwa pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa ditempuh melalui Pendampingan atau Pendamping Desa.
Dengan demikian Pemdampingan atau atau biasa disebut Pendamping Desa merupakan salah satu Instrumnen penting untuk mempercepat kemandirian dan Kesejahteraa masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Kampar Drs Yusri,M.Si saat membuka Rapat Koordinasi Pendamping Desa Se-Kabupaten Kampar yang dilaksanakan di Aula Bupati Kampar Bangkinang Kota, kamis (16/5/19).
Lebih lanjut Yusri menambahkan bahwa pendamping Desa telah dimulai sejak tahun 2016, seiring dengan waktu perkembangan pendamping di Kabupetan Kampar untuk selalu memiliki semangat yang sama dan Up Grate diri.
Untuk diketahui bahwa pada tahun 2016 dana Desa untuk Kabupaten Kampar adalah sebesar lebih kurang Rp 151 milyar, pada tahun 2017 lebih kurang Rp 192 milyar serta tahun 2018 sebesar Rp 185 milyar.
Untuk itu para pendamping dituntut untuk terus mendampingi proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang mengarah kepada Dana Desa, selain itu juga bisa mekoordinir tumbuh kembangnya prakarsa, kesadaran dan partisipasi masyarakat serta teroptimalisasi pemamfaatan SDM, SDA serta sumber daya pembangunan.
Dengan demikian Yusri bergharap agar para tenaga pendamping Desa bisa bekerja sebaik mungkin, walaupun mungkin terkadang dalam pekerjaan ini banyak yang bersipat sosial tampa ada anggaran.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Febrinaldi Tridarmawan dalam laporannya menyampaikan harapan kepada pendamping Desa bisa menyelesaikan regulasi APBD tepat waktu, hal ini perlu agar semua program yang akan di lakukan dapat di selesaikan dengan baik.
Untuk itu sekali lagi, mari kita kawal semua proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Desa dengan baik menuju kesejahteraan masyarakat program yang telah direncanakan.
Sedangkan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa ELLY YUDIA, SE menyampaikan bahwa tenaga pedamping di Kabupaten Kampar saat ini tercatat lebih kurang 67 orang.
Dimana dari jumlah tersebut terbagi sebagai tenaga ahli sebanyak 6 orang pendamping pemberdayaan untuk Kecamatan berjumlah 32 orang serta teknik infrastruktur 19 orang. (shm)
Kapolres Tanjung Pinang foto bersama usai acara buka bersama
TANJUNG PINANG, Tribunriau– Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, SIK, MH beserta jajaran menggelar buka puasa bersama Pemulung di Kota Tanjungpinang, bertempat di TPA Jalan Ganet Tanjungpinang, Rabu (15/5/2019).
AKBP Ucok Lasdin Silalahi, SIK, MH menyampaikan, kegiatan ini digelar sebagai sarana menjalin silaturahmi dan saling berbagi di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan rahmat ini.
Pemulung memiliki peran penting dalam menjaga terpeliharanya kualitas kebersihan dan diharapkan dapat bersama-sama pihak Kepolisian mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Tanjungpinang.
“Kegiatan berbuka puasa bersama warga dan para pemulung ini dilaksanakan sebagai bentuk kesetaraan dan penghormatan kami kepada bapak dan ibu sekalian,” ujar Kapolres.
(amr)
Bangkinang Kota, (TRIBUNRIAU.COM) Puluhan masyarakat Kampar Kiri datangi kantor DPRD Kampar, merasa pelayanan camat kurang bagus, sampaikan pada komisi 1, minta camat Farid diganti.
Masyarakat Kampar kiri yang datang menemui ketua komisi 1 adalah ketua dan anggota himpunan pelajar dan mahasiswa Kampar Kiri serantau yang dipimpin Reza, serta masyarakat dan 13 orang kepala desa dari 19 desa yang ada di Kec. Kampar kiri, Selasa 13/5/2019.
Kedatangan masyarakat ini di tampung oleh ketua komisi 1 Repol Sag, diruang banggar DPRD Kampar, tak lama berselang hadir Camat Kampar Kiri Farid yang baru memjabat lebih kurang 3 bulan.
Terjadi nya komplit anatara masyarakat dan Camat Kampar Kiri ini disebabkan oleh persoalan tidak maunya Camat Farid menanda tangani SKGR masyarakat yang datang memgurus surat tanah terasebut.
“Kami hanya di janji janjikan saja selama ini tanpa ada langkah kongkrit terhadap penyelesai surat tanah kami, kami datang menjumpai Camat, kami disuruh melengkapi surat surat, setelah kami lengkapi, masih menunda nunda lagi, sehingga kami sangat kecewa terhadap sikap Camat Farid” demikian disampaikan Reno Kepala Desa Teluk Paman pada Tribunriau.com selasa 13/5/2019.
Hampir senada yang di sampaikan Reza ketua Hipemaski,” kami mendapat laporan dari masyarakat Kampar Kiri bahwa pelayanan Camat Farid tidak bagus, dan kami coba sampaikan secara dialskusi namun tidak mampan, merasa kecewa kami melakukan unjuk rasa dan melakukan penyegelan kantor Camat Kampar Kiri” jelas reza
“Surat tanah ini sangat penting bagi masyarakat Kampar Kiri, masyarat tidak punya uang di Bank dan tidak punya kartu ATM, hanya surat tanah ini lah yang akan dijdikan uang, ada warga kami sedang di rawat di RS Awal Bros, menunggu surat tanah inilah untuk membiayai warga kami yang sedang di rawat di RS Awal Bros, namun camat Farid tidak kunjung mau menanda tangani surat tanah tersebut dan selalu mengelak” tambah Reza.
“Camat Farid selalu beralasan bahwa tanah kami masuk kawasan hutan, kenapa camat sebelumnya menanda tangani surat tanah kami, dan camat Farid hanya berbicara persoalan itu saja tanpa ada solusi yang kongkrit, camat berjanji akan membawa KPH Kampar kiri untuk turun memastikan apa tanah kami masuk kawasan atau tidak, tapi itu hanya janji janji saja tidak ada langkah langkah penyelsaian yang jelas” imbuh Reza.
Sementara ketua Komisi 1 Repol Sag mencoba menengahi persoalan antara masyarakat dan Camat kampar kiri, namun apa yang terjadi ketua komisi 1 marah besar, kerana Camat Farid bicara itu ke itusaja tanpa ada solusi dan penyelesaian yang jelas, akhirnya Repol Sag menutup rapat saat Camat Farid masih sedang bicara.(shm)
TAPUNG -(TRIBUNRIAU.COM) Bulan Ramadhan yang penuh berkah telah memotivasi banyak orang untuk berbuat kebaikan, sepertinya hal ini juga yang menginisiasi Jajaran Polsek Tapung yang pada sabtu (11/5) lalu mengadakan bagi Takjil dan memberikan santunan untuk anak yatim.
Kegiatan bagi takjil ini dipimpin langsung Kapolsek Tapung AKP Sanny Handityo SH SIK, didampingi Ketua Ranting Bhayangkari Tapung Ny. Zabrina Wibowo Sanny beserta personel Polsek Tapung dan anggota Bhayangkari.
Sebanyak 100 paket Takjil dibagikan kepada pengendara motor dan pengemudi mobil dan truck yang melintas dijalan raya depan Mapolsek Tapung, kurang dari satu jam semua paket takjil untuk buka puasa ini habis dibagikan.
Sebelum acara pembagian takjil ini didahului dengan pemberian santunan kepada 15 anak yatim yang diadakan bersamaan dengan acara arisan bulanan Bhayangkari, sekaligus merayakan Ulang Tahun Ketua Ranting Bhayangkari Tapung Ny. Zabrina Wibowo Sanny yang ke-31.
Acara diakhiri dengan buka puasa bersama keluarga besar Polsek Tapung dan juga diikuti anak-anak yatim yang sengaja diundang dalam acara ini.
Kapolsek Tapung AKP Sanny Handityo SH SIK saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT dan juga bentuk kepedulian kita bagi sesama, semoga apa yang kita lakukan ini bermanfaat bagi masyarakat dan bernilai ibadah bagi kita, ungkapnya.(shm)