Bangkinang Kota, (TRIBUNRIAU.COM) Puluhan masyarakat Kampar Kiri datangi kantor DPRD Kampar, merasa pelayanan camat kurang bagus, sampaikan pada komisi 1, minta camat Farid diganti.
Masyarakat Kampar kiri yang datang menemui ketua komisi 1 adalah ketua dan anggota himpunan pelajar dan mahasiswa Kampar Kiri serantau yang dipimpin Reza, serta masyarakat dan 13 orang kepala desa dari 19 desa yang ada di Kec. Kampar kiri, Selasa 13/5/2019.
Kedatangan masyarakat ini di tampung oleh ketua komisi 1 Repol Sag, diruang banggar DPRD Kampar, tak lama berselang hadir Camat Kampar Kiri Farid yang baru memjabat lebih kurang 3 bulan.
Terjadi nya komplit anatara masyarakat dan Camat Kampar Kiri ini disebabkan oleh persoalan tidak maunya Camat Farid menanda tangani SKGR masyarakat yang datang memgurus surat tanah terasebut.
“Kami hanya di janji janjikan saja selama ini tanpa ada langkah kongkrit terhadap penyelesai surat tanah kami, kami datang menjumpai Camat, kami disuruh melengkapi surat surat, setelah kami lengkapi, masih menunda nunda lagi, sehingga kami sangat kecewa terhadap sikap Camat Farid” demikian disampaikan Reno Kepala Desa Teluk Paman pada Tribunriau.com selasa 13/5/2019.
Hampir senada yang di sampaikan Reza ketua Hipemaski,” kami mendapat laporan dari masyarakat Kampar Kiri bahwa pelayanan Camat Farid tidak bagus, dan kami coba sampaikan secara dialskusi namun tidak mampan, merasa kecewa kami melakukan unjuk rasa dan melakukan penyegelan kantor Camat Kampar Kiri” jelas reza
“Surat tanah ini sangat penting bagi masyarakat Kampar Kiri, masyarat tidak punya uang di Bank dan tidak punya kartu ATM, hanya surat tanah ini lah yang akan dijdikan uang, ada warga kami sedang di rawat di RS Awal Bros, menunggu surat tanah inilah untuk membiayai warga kami yang sedang di rawat di RS Awal Bros, namun camat Farid tidak kunjung mau menanda tangani surat tanah tersebut dan selalu mengelak” tambah Reza.
“Camat Farid selalu beralasan bahwa tanah kami masuk kawasan hutan, kenapa camat sebelumnya menanda tangani surat tanah kami, dan camat Farid hanya berbicara persoalan itu saja tanpa ada solusi yang kongkrit, camat berjanji akan membawa KPH Kampar kiri untuk turun memastikan apa tanah kami masuk kawasan atau tidak, tapi itu hanya janji janji saja tidak ada langkah langkah penyelsaian yang jelas” imbuh Reza.
Sementara ketua Komisi 1 Repol Sag mencoba menengahi persoalan antara masyarakat dan Camat kampar kiri, namun apa yang terjadi ketua komisi 1 marah besar, kerana Camat Farid bicara itu ke itusaja tanpa ada solusi dan penyelesaian yang jelas, akhirnya Repol Sag menutup rapat saat Camat Farid masih sedang bicara.(shm)










