Tribunriau- Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean memastikan dirinya akan ikut dalam aksi 22 Mei mendatang.
Namun, Ferdinand memberikan syarat, apa yang diminta Ferdinand?
Beberapa minggu belakangan ini, Istri mantan Presiden RI ke-6, Ani Yudhoyono mendapat perlakuan yang kurang mengenakan, bahkan terbilang brutal oleh Ferdinand.
Menanggapi cuitan @Akbar_Ltd, Ferdinand melalui akun Twitternya meminta buzzer yang sudah membuly Ani Yudhoyono agar meminta maaf.
“Suruh buzzer2 bangsat itu minta maaf, saya pastikan tgl 22 saya bersama rakyat menagih keadilan,” tulis @FerdinandHaean2.
Sebelumnya, @Akbar_Ltd memention Ferdinand sembari mempertanyakan keikutsertaan Ferdinand di aksi 22 Mei mendatang.
“Masak iya… Gara2 buzzer setitik, tokoh elite spt @RachlanNashidik @FerdinandHaean2 @jansen_jsp langsung manuver 180 derjat? Ayolah… Bulan puasa nih. Jujur kan asyik. Sepahit apapun itu. Kan ksatria. Anda jg tdk tau, apakah buzzer2 itu benar2 pro 02. Jgn2 cebi.
Tp okelah..,” tulis @Akbar_Ltd. (isk)
Tribunriau- Penetapan hasil suara Pemilu dan Pilpres 2019 secara berjenjang akan diumumkan beberapa hari kedepan.
Dari hasil penetapan tersebut, tentunya ada yang kalah dan menang, bagaimana artis Iwan Fals menyikapi itu?
Dalam cuitannya, @iwanfals mengajak agar pemenang untuk bekerjasama dengan pihak yang kalah dalam membangun Indonesia kedepan, Senin (20/5/2019).
Bagaimanapun gegap gempitanya para pendukung paslon, lanjut penyanyi legendaris ini, masing-masing pihak sudah mengetahui kelemahan dan kelebihan.
Karena itu, kata Iwan, ada baiknya pasca pesta rakyat ini, semua kembali saling bahu membahu demi kejayaan Indonesia.
“Selepas ini semua, sebaiknya yg menang ajak yg kalah bekerjasama (klo gak ada masalah hukum) bagaimanapun diantara gegap gempitanya para pendukung, masing2 pihak sudah taulah kelebihan maupun kekurangannya, sy pikir baik utk saling bahu membahu demi kejayaan… 🇮🇩,” tulisnya. (isk)
Selepas ini semua, sebaiknya yg menang ajak yg kalah bekerjasama (klo gak ada masalah hukum) bagaimanapun diantara gegap gempitanya para pendukung, masing2 pihak sudah taulah kelebihan maupun kekurangannya, sy pikir baik utk saling bahu membahu demi kejayaan… 🇮🇩
DUMAI, Tribunriau- Serikat Pekerja Kota Dumai (SPKD) menggelar buka bersama di Ballroom GrandZuri, Minggu (19/5/2019).
Buka bersama ini, digelar untuk mengikat erat silaturahmi antar pekerja dan antar anggota SPKD.
Demikian dikatakan Ketua SPKD, Ahmad Jhony Marzainur saat memberikan sambutan dalam acara buka bersama.
“Meskipun baru pertama kali ini, namun kami berharap acara ini dapat menjalin tali silaturahmi antar anggota, maupun antar pekerja,” ujar pria yang akrab disapa Jhoni ini.
Ditambahkan Jhony, kedepannya, dengan acara ini, tumbuh acara-acara serupa lainnya demi berjalannya roda organisasi yang sudah berjalan 18 tahun ini.
“Para pendiri SPKD juga sudah banyak yang mendahului kita, dan semoga jasa mereka dapat dikenang,” tambah Jhony.
Usai Ketua SPKD memberikan kata sambutan, berikutnya doa untuk para pendiri SPKD yang sudah meninggal dan dilanjutkan doa bersama serta berbuka puasa bersama. (isk)
Ani Yudhoyono saat ditemani suaminya, mantan Presiden RI ke-6 Bambang Susilo Yudhoyono
Tribunriau- Ani Yudhoyono, istri mantan Presiden RI ke-6 Bambang Susilo Yudhoyono yang sedang menjalani pengobatan di RS Singapura tampaknya menjadi objek bullyan, Ferdinand Hutahaean berang atas sikap buzzer yang dianggapnya sudah brutal.
“Pagi ini, sy menemukan bullyan yg sgt tdk berperi kemanusiaan dr buzzer setan gundul yg mengolok Ibunda Ani yg sedang sakit. Sikap itu sangat BRUTAL,” tulis Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitternya @FerdinandHaean2, Sabtu (18/5/2019).
Ferdinand menyebutkan ‘buzzer setan gundul’, yang hingga kini masyarakat juga masih bertanya-tanya, siapakah gerangan yang dimaksud.
Diakhir paragraf cuitan politisi Demokrat ini menyampaikan pernyataannya untuk berhenti mendukung Prabowo-Sandi.
“Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI,” cuit @FerdinandHaean2.
Dijelaskan Ferdinand, jika AHY, SBY serta kader lainnya yang dibully, ia masih dapat menerima, bahkan tersenyum.
“Bully AHY dan SBY serta bully KAMI, msh bisa saya terima. Kami jawab dengan santun tanpa caci maki. Bahkan Tersenyum karenavkalian tak tau apa yg terjadi,” tulis @FerdinandHaean2 melanjutkan cuitan berikutnya.
Namun, lanjut Ferdinand, jika sudah membawa nama Any Yudhoyono yang sedang berjuang melawan penyakitnya, Ferdinand menyatakan akan melawan dengan buzzer tersebut.
“Tp membawa2 Ibunda kami yg sedang berjuang melawan sakit, adlh PERILAKU YG LEBIH HINA DARI HEWAN. Anda akan saya lawan..!!,” tulisnya.
Pada cuitan berikutnya, Ferdinand mengaku sudah berniat untuk terus bersama, bahkan ia mengaku akan mengikuti rangkaian aksi pada tanggal 22. Namun, akibat ulah perilaku ‘buzzer setan gundul’ yang brutal membuly Ani Yudhoyono itu, dirinya membatalkan niat.
“Saya sudah niatkan hati untuk terus bersama bahkan sudah nyatakan akan ikut tanggal 22. Tapi perilaku idiot buzzer setan gundul yang punya hidden agenda dan kelakuan brutalnya membully Ibunda kami yang justru seharusnya didoakan, mk saya batalkan semua niat saya..!!,” @FerdinandHaean2.
Beberapa cuitan lainnya juga terlihat bahwa Ferdinand sangat marah ketika Ani Yudhoyono mendapat perlakuan yang dinilainya sudah diluar batas kewajaran, namun ada satu cuitan Ferdinand yang mengaku bahwa ia sedang emosi dan meminta maaf.
“siap brotherku..!! Maafkan saudarmu ini terbawa emosi karena Ibu ani itu sudah seperti ibu yang melahirkan saya. Kalau diganggu, maka apapun akan saya lakukan untuk membela,” tulisnya setelah dimention oleh @ekagumilars yang mengajak Ferdinand untuk santai sejenak dan kembali memainkan gitarnya.
“Bro @FerdinandHaean2 baiknya santai dulu.. Mainkan gitarnya kembali.. Bernyanyi kedamaian 😊 Ibu @Ani_Yudhoyono6 kita doakan semoga segera pulih, dan sehat kembali, Mari kawan, Aaminkan,” tulis @ekagumilars. (isk)
TANJUNG PINANG, Tribunriau – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun yang ke- 6, Samudera Ensamble menggelar kegiatan Lapak Seni Ramadhan di Halaman Bangsal Samudera, Ruko Gesya, Jalan Handjoyo Putro, Sabtu (18/5) sekitar pukul 16.00 Wib.
Dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadhan itu turut dihadiri oleh Wali Kota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Drs. Surjadi, MT, perwakilan dari Kapolres Kota Tanjungpinang dan para tamu undangan lainnya.
Ketua Samudra Ensemble, Supriyadi Hasanil dalam sambutannya mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan amal dalam mencari dana bantuan untuk Panti Asuhan.
“Samudra Ensemble yang berdiri sejak Tahun 2013 lalu, Insyaallah dapat menjadi contoh positif bagi para pelajar untuk mengenal musik tradisional,” ucap Hasanil.
Dikatakan Supriyadi Hasanil, selama tiga kali menggalang dana, Samudera Ensemble telah mendapatkan bantuan sebesar 2 Juta Rupiah yang nantinya akan diberikan kepada Panti Asuhan.
“Tahun lalu, kami menggalang dana dengan cara mengamen di jalanan, namun Tahun ini kami menggalang dana dengan cara mengunjungi Kantor-kantor yang berhubungan dengan Seni Budaya, seperti Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang ini,” ujar Hasanil.
Pada kesempatan yang sama Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd dalam sambutannya mengatakan, selama 6 Tahun Samudera Ensemble sudah mengharumkan Kota Tanjungpinang melalui seni musik tradisionalnya, bukan hanya di Kota Tanjungpinang saja, tetapi juga bagi Provinsi Kepulauan Riau.
“Sebagai Pemerintah, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besar nya kepada Samudera Ensemble, karena telah mengharumkan nama Kota Tanjungpinang dan mempunyai niat baik untuk membantu para anak-anak Panti Asuhan,” tutur Syahrul.
“Saya berharap semoga para pelajar yang ada di Kota Tanjungpinang ini dapat menyalurkan bakat yang ada untuk dikembangkan, tentunya dalam hal ini saya akan mendukung sepenuh nya,” pungkas Syahrul.
Diakhir kata sambutannya, Syahrul mengatakan akan niatnya dalam membuat acara yang lebih besar dari pada ini untuk Samudera Ensemble, apabila usianya menginjak 17 Tahun, menurutnya kegiatan seperti ini akan memotivasikan, mengajak dan menghimbau kepada pelajar atau para pemuda dalam mempelajari musik tradisional. (Amri)
Tribunriau- Salah seorang netizen pemilik akun @IreneViena mengklaim bahwa Prabowo tidak bakal membawa kasus dugaan kecurangan pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).
“Ga bakalan Prabowo ke MK,” tulis @IreneViena yang hingga saat ini belum diketahui siapa orang dibelakangnya, Sabtu (18/5/2019).
Ditambahkannya, kecurangan pemilu 2019 bukan saja terkait masalah pidana dan pelanggaran konstitusi, namun sudah masuk kepada ancaman eksistensi rakyat dan konstituen RI.
“Apalagi kecurangan pemilu 2019 ini bukan saja pidana dan pelanggaran konstitusi tapi juga sudah mengancam eksistensi kita sebagai rakyat dan konstituen RI,” lanjutnya dalam cuitan.
Dilanjutkan @IreneViena ini, masalah tersebut bukan lagi domain MK untuk menyelesaikannya, “Bukan domain MK lagi menyelesaikan masalah bangsa ini,” tulisnya.
Mirisnya lagi, @IreneViena mengklaim bahwa MK diisi oleh ‘dakocan istana’, “Blm lagi MK isinya dakocan istana semua,” tulisnya mengakhiri cuitan.
Cuitan @IreneViena ini menanggapi cuitan dari netizen lainnya, @pribumi_org yang menyatakan bahwa di sekitar Prabowo terdapat partai dan oknum yang memainkan peran dengan modus kadal, pura-pura polos namun akan menggiring Prabowo untuk melakukan gugatan ke MK.
“Waspadai pak @prabowo, disekitar koalisi anda ada partai & oknum yang mainkan modus kadal, alias pura pura polos yang akan menggiring anda pada penjebakan gugatan ke MK,” tulis @pribumi_org, Sabtu (18/5/2019).
Hingga saat ini, kubu pasangan calon (paslon) 01 maupun kubu paslon 02 belum menanggapi cuitan netizen ini. (isk)
Foto Prabowo sedang berangkat ke LN yang beredar di media sosial
Tribunriau- Dahnil A Simanjuntak mengklarifikasi foto Prabowo Subianto yang dikabarkan telah berangkat ke luar negeri (LN) seperti yang diberitakan salah satu media.
Hal tersebut dikatakannya melalui akun Twitter @Dahnilanzar, Jumat (17/5/2019).
Lebih lanjut dijelaskan Dahnil, hari Jumat itu Prabowo shalat Jumat di Hambalang dan beraktifitas seperti biasa di Kertanegara 4.
Namun, Dahnil tak menampik bahwa foto tersebut benar bahwa Prabowo sedang melakukan perjalanan ke LN, namun kejadiannya sudah lama.
“Siang tadi Pak @prabowo shalat jumat di Hambalang, dan sampai malam tadi beraktivitas di Kertanegara 4. Jadi, foto2 yg tersebar benar foto beliau ke LN, namun foto lama, jd adl fitnah apa yg disebar oleh situs penebar hoax sprt seword ini,” tulis @Dahnilanzar.
Siang tadi Pak @prabowo shalat jumat di Hambalang, dan sampai malam tadi beraktivitas di Kertanegara 4. Jadi, foto2 yg tersebar benar foto beliau ke LN, namun foto lama, jd adl fitnah apa yg disebar oleh situs penebar hoax sprt seword ini. https://t.co/mXofQ1rjRN
— Dahnil A Simanjuntak (@Dahnilanzar) May 17, 2019
Tribunriau- Beberapa partai politik (parpol) pasca pemilu tampaknya tidak akan mempercayai hasil keputusan KPU yang akan disahkan beberapa hari kedepan.
Namun, bagaimana pendapat pakar hukum tata negara menyikapi ketidakpercayaan tersebut?
Refly Harun melalui akun Twitternya @ReflyHZ menasehati anggota DPR yang juga telah memilih anggota KPU serta MK agar lebih jeli dalam melakukan penyeleksian dan pemilihan.
Anggota DPR, lanjut cuitan Refly, harus mencari sosok yang berintegritas dan memiliki independensi yang kuat, bukan orang yang memiliki lobi yang kuat ataupun malah orang yang gampang ditundukkan.
“Ketika sebagian parpol dan politisi tidak percaya KPU dan MK, nasehat saya cuma satu. Lain kali kalau memilih anggota KPU atau hakim konstitusi, carilah yang paling kuat integritas dan independensinya. Jangan hanya yg kuat lobi atau krn gampang ditundukkan,” cuit @ReflyHZ.
Dalam cuitan berikutnya, ia juga menyarankah hal itu bagi caleg-caleg yang menang, meskipun sekarang tidak mempermasalahkan atau protes atas kekalahan.
“Untuk yang menang pemilu, nasihatnya sama. Carilah yang paling berintegritas dan yang paling independen. Sekarang tidak mengeluh, tetapi begitu kalah, distrust yang sama akan muncul juga,” tulisnya melanjutkan cuitan sebelumnya.
Lebih jauh lagi, Refly juga menyarankan agar hal itu juga dilakukan untuk lembaga-lembaga lain yang dipilih oleh DPR, termasuk KPK.
“Hal yang sama berlaku pula untuk lembaga-lembaga lain yang anggotanya dipilih DPR, trmasuk KPK. Jangan sampai terus terjadi, kalian memilih kalian pula yang tidak mempercayai,” tulis @ReflyHZ. (isk)
Ketika sebagian parpol dan politisi tidak percaya KPU dan MK, nasehat saya cuma satu. Lain kali kalau memilih anggota KPU atau hakim konstitusi, carilah yang paling kuat integritas dan independensinya. Jangan hanya yg kuat lobi atau krn gampang ditundukkan.
Tribunriau- Adanya dugaan perpecahan antara Partai Demokrat dengan Koalisi Prabowo-Sandi tampak dari saling tuding-menuding antara kader Demokrat dengan pendukung Prabowo-Sandi.
Tak hanya saling tuding, bahkan cacian-pun kerap keluar dari beberapa netizen yang mengklaim dirinya sebagai pendukung Prabowo-Sandi kepada beberapa Kader Demokrat yang dianggap telah meninggalkan Prabowo-Sandi
Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyarankan agar semua untuk berhenti saling memaki.
Hal tersebut disampaikannya melalui akun Twitter miliknya @FerdinandHaean2, Jumat (17/5/2019).
Dikatakan Ferdinand, saling mencaci atau memaki tidak akan mencapai tujuan, dan untuk mencapai tujuan tersebut, harus dilakukan dengan perjuangan.
“Berhentilah saling memaki, stop saling mencaci. Lakukan yang bisa dilakukan untuk tujuan yang diyakini. Karena tak satupun tujuan bisa dicapai dengan caci maki dan sumpah serapah. Tujuan hanya bisa dicapai dengan BERJUANG..!! Sudahkan anda berjuang? Atau hanya sekedar caci maki?,” tulis @FerdinandHaean2. (isk)
Pakar Hukum Tata Negara dan Pengamat Politik, Refly Harun
Tribunriau- Cerita calon legislatif (Caleg) yang melakukan ‘serangan fajar’ agar dapat terpilih sudah terdengar dimana-mana.
Begitulah yang dicuitkan Refly Harun melalui akun Twitternya @ReflyHZ, Senin (13/5/2019) lalu.
Cerita tersebut, kata pakar hukum tata negara ini sangatlah miris.
Ia juga mempertanyakan, apakah ada yang sudah didiskualifikasi terkait temuan-temuan cerita ‘serangan fajar tersebut.
Diakhir kalimatnya, Refly mengkondisikan hal tersebut sebagai paradoks pemilu yang saat ini berlangsung di Indonesia.
“Cerita miris ttg caleg yang menyiram pemilih dg uang di subuh atau di fajar pencoblosan untuk bisa terpilih terdengar di mana-mana. Tapi adakah yg didiskualifikasi krn itu? Itulah paradoks pemilu kita,” tulis @ReflyHZ. (isk)
Cerita miris ttg caleg yang menyiram pemilih dg uang di subuh atau di fajar pencoblosan untuk bisa terpilih terdengar di mana-mana. Tapi adakah yg didiskualifikasi krn itu? Itulah paradoks pemilu kita.