Beranda blog Halaman 1006

Kunker Pj Bupati Bengkalis Ke Rupat Utara

Bengkalis (Rupat Utara), Tribunriau – Hari ini Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis Syahrial Abdi beserta Penjabat (Pj) Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Hj. Herawati, tiba di pulau Rupat disambut Camat Rupat Utara Agus Sofyan dengan adat melayu, Rabu (14/10/20).

Tujuan kedatangan Syahrial Abdi beserta istri dalam rangka kunjungan kerja sekaligus penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dan kegiatan TP-PKK di Kecamatan Rupat Utara, besok Kamis.

Sambil melihat dan menikmati keindahan Pantai Teluk Rhu Kecamatan Rupat Utara, Pj Bupati langsung meninjau progres pembangunan pengaman pantai pulau kecil terdepan pulau Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis (lanjutan) tahun anggaran 2020.

Pembangunan pengaman pantai tersebut bersumber dari dana APBN dengan panjang 500 meter. 

Dikatakan Pj Bupati, Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah mengusulkan program ini di Provinsi Riau, bersyukur usulan tersebut sudah terpenuhi, semoga dengan dibangunnya pengaman pantai ini pulau Rupat Utara ini terhindar dari abrasi. 

“Dengan dibangunnya pengaman pantai ini kami menghimbau kepada masyarakat setempat untuk dapat menjaga infrastruktur ini, kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi”, ujar Syahrial. 

Diteruskannya, mudah-mudahan, esok Kamis di Kecamatan Rupat Utara akan dilaksanakan pertemuan dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia. 

“Pertemuan ini sangat baik sekali, dengan pertemuan BNPP nanti kita dapat mengusulkan Infrastruktur dan pengamanan pantai di Kabupaten Bengkalis serta unit Kantor Pelayanan Masyarakat, pertemuan esok juga kami mengundang lima Kecamatan terkait yakni, Kecamatan Bengkalis, Bantan, Bandar Laksamana, Rupat dan Rupat Utara”, sebut Syahrial.

Sementara Camat Rupat Utara Agus Sofyan mengatakan, bersyukur beberapa sektor penanganan pantai di Kecamatan Rupat Utara sudah di bangun. “Kami lihat progres pembangunannya di Desa Teluk Rhu sangat kokoh sekali, dengan akses jalan yang bagus dan kami berharap seluruh pantai di Rupat Utara ini tercover dengan baik”, ujar Agus.(jlr/disk).

Disdukcapil Rekam Keliling Di 9 Desa

Bengkalis, Tribunriau – Suatu terobosan langkah maju yang dilakukan pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bengkalis, guna merampungkan program pemerintah pusat untuk mendata jumlah penduduk di Indonesia, dengan melalui penerbitan E-KTP.

Sehingga Tim Reling (Rekam Keliling) dari Disdukcapil selama sepekan keliling kampung di Kecamatan Talang Muandau. Hasilnya, sebanyak 1.467 warga dari sembilan desa, terekam untuk penerbitan KTP elektronik, dimulai 29 September hingga 4 Oktober 2020 lalu, dipimpin langsung oleh Suyatno, selaku Kasi Pendataan Disdukcapil Bengkalis.

“Demikian dikatakan Kepala Disdukcapil Bengkalis Ismail, SH didampingi Suyatno,” Selasa (13/10/20).

Dijelaskanya, Tim Reling yang diterjunkan untuk merekam warga, sebanyak 7 orang terdiri dari, 4 tenaga operator rekam, 1 tenaga administrasi database, 1 tenaga operator UPT Kecamatan Pinggir dan 1 satu ketua tim perekaman. Untuk perekaman, tim dilengkapi dengan 2 set peralatan. Banyak tantangan dan liku-liku yang dihadapi Tim Reling.

“Meskipun demikian, tim yang dikomandai Suyatno ini tetap semangat dan tak kenal pantang menyerah. Buktinya selama sepekan non stop mereka bergerak dari desa ke desa dan dusun ke dusun. Intinya, bagi Tim Reling KTP elektronik, bagaimana mereka bisa memberikan pelayanan terbaik sehingga warga punya KTP,” ujar Ismail.

Dilanjutkannya lagi, diantara tantangan yang dihadapi, masalah jaringan internet yang kadang-kadang hilang. Padahal waktu itu, tim sudah bergerak ke lokasi, tiba-tiba jaringan mati/tidak online sampai beberapa jam.

“Kondisi ini tentu menjadi hambatan Tim, sementara Tim bekerja sangat tergantung dengan jaringan. Meski demikian, ini bukan sebuah hambatan bagi Tim. Teman-teman tetap sabar,” ungkap Ismail.

Selain itu, sambungnya, karena medan untuk menuju sembilan desa tersebut memang dikenal lumayan cukup berat. Ketika musim hujan, kondisi jalan ada yang melalui rusak berat, kemudian jarak tempuh yang cukup jauh dari desa ke desa, sangat jauh.

“Selama melaksanakan perekaman, Tim Reling menginap di rumah penduduk dan Kepala Desa Beringin serta kantor desa,” sebut Ismail.

Kemudian Suyatno mengatakan, berikut perjalanan dan lokasi-lokasi yang dilaksanakan selama sepekan. Lokasi pertama, dilaksanakan pada tanggal 28 sampai 29 September 2020, untuk merekam warga dari Desa Koto Pait Beringin, Desa Melibur, Desa Kuala Penaso, dan Desa Beringin. Proses perekaman dimulai dari pagi pukul 08.00 WIB hingga larut malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Melihat tingginya antusias warga yang ingin merekam data KTP elektronik, meskipun sampai larut malam, Tim Reling tetap semangat.

“Total warga yang melakukan perekaman pada lokasi pertama sebanyak 432 orang,” terang Suyatno.

Tak kenal lelah, setelah dua hari melayani perekaman pada empat desa, selanjutnya pada hari ketiga tim melanjutkan perjalanan menuju Desa Tasik Serai Timur. Tepatnya Rabu 30 September 2020, tim melakukan perekamanan warga dari Desa Tasik Serai Timur, Desa Tasik Tebing Serai dan Desa Serai Wangi.

Proses perekaman yang berlangsung selama dua hari terhadap warga tiga desa tersebut, pada 1 Oktober 2020, Alhamdulillah sebanyak 442 warga terekam administrasi dan bakal segera memiliki KTP elektronik. Meski harus melayani perekaman sampai pukul 23.00 WIB, namun tim yang berjumlah tujuh orang tetap semangat untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Buktinya, pada 2 hingga 3 Oktober 2020, tim bergerak menuju Desa Tasik Serai. Alhasil selama dua hari di desa tersebut, dilakukan perekaman terhadap 531 warga,” ungkap Suyatno.

Diteruskanya, khusus untuk Dusun Bagan Benio dan Dusun Semendak, tim memutuskan harus mencari hari lain. Karena untuk menempuh ke dua dusun tersebut, harus menggunakan perahu sampan melintas sungai.

“Diputuskan pada 4 Oktober 2020, tim melakukan perekaman di dua dusun dengan jumlah warga yang direkam sebanyak 50 orang,” tutup Suyatno. (jlr/disk).

Peduli Terhadap Sesama, Imam Akbar Taufan Gama Simatupang Gelar Khitanan Massal

ASAHAN, Tribunriau. Mewujudkan
rasa kepedulian terhadap sesama, Imam Akbar Simatupang, putra bungsu dari almarhum H.Taufan Gama Simatupang, MAP mantan Bupati Asahan menggelar kegiatan bakti sosial dengan melakukan khitanan massal yang diikuti sebanyak 29 orang anak yang berasal dari Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Sumut.

Adapun pelaksanaannya khitanan massal digelar di Rumah Khitan di Jalan Malik Ibrahim no16 Kisaran, pada Minggu (11/10/2020).

Imam Akbar Taufan Gama Simatupang menyampaikan, bahwa kegiatan ini mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar, khususnya warga tidak mampu, serta sebagai semangat dan meneladani aktivitas sosial yang kerap dilakukan oleh almarhum ayahandanya semasa hidup.

“Mudah mudahan kegiatan ini bisa membantu masyarakat yang kurang mampu atau mungkin merasa berat untuk melakukan khitan karena terkendala biaya dan ini wajib bagi anak lelaki sebelum ia beranjak dewasa sesuai dengan tuntutan agama Islam. Khitan termasuk bagian dari bersuci dalam tuntunan syiar Islam”, ujar Imam sambil memohon doa dari masyarakat Asahan agar ibundanya Hj.Winda Fitrika menang dalam Pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020.

Terpisah, Murniati, orang tua dari salah satu anak yang dikhitan, mengucapkan terimakasih kepada Imam dan keluarga almarhum Taufan Gama Simatupang karena memberikan fasilitas khitan terhadap anak mereka.

“Kami sangat berterimakasih, atas kebaikan hati dari keluarga almarhum Taufan Gama Simatupang, anak kami selesai dikhitan. Smoga apa yang dicita citakan Istri almarhum yang mana Hj.Winda Fitrika maju sebagai calon Wakil Bupati Asahan berpasangan dengan Rosmansyah STP selaku calon Bupati Asahan pada Pilkada 2020 dapat terwujud menjadi Bupati dan Wakil Bupati Asahan periode 2021-2024 nantinya,…….Aamiin”, ucapnya.

Penyelenggara khitan massal seluruh panitia dan peserta mengikuti Protokoler kesehatan (Prokes) seperti mengecek suhu, mencuci tangan, memakai masker dan jaga jarak satu sama lainnya. (tec)

Diikuti 34 Club, Camat Rupat Buka Turnamen Volly

RUPAT, Tribunriau- Camat Rupat, Kabupaten Bengkalis melalui Kasi PMD Agafri, SE membuka secara resmi Turnamen Volly Ball se-Pulau Rupat yang digelar di Parit Joko Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Bengkalis.

Turnamen yang dibuka resmi pada Senin (12/10/2020) itu diikuti 34 club, terdiri dari 22 club putra, 12 club putri.

Dalam pembukaan tersebut, turut hadir Plt. Lurah Tanjung Kapal Adi Putra, S.Pd.I, Babinsa Tanjung Kapal, Ketua LPMK, RT, RW serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutan Camat Rupat yang diwakili Agafri, ia menghimbau agar masyarakat terkhususnya penonton yang hadir untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, yaitu dengan wajib menggunakan masker, mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan panitia, dan selalu menjaga jarak.

Dikatakannya, olahraga merupakan salah satu semangat untuk menggapai cita-cita, dengan tetap menjunjung sportifitas.

“Tournament ini merupakan salah satu motivasi kita untuk bersemangat mencari cita-cita kita, di dalam pertandingan ini, kita menjaga protokol kesehatan, harus memakai masker, jaga jarak, jangan sempat nantinya kita menjadi klaster baru, kita hindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

“Di dalam tournament ini, yang kita butuhkan adalah semangat kebersamaan, semangat di dalam olahraga, kita saling jujur, jangan ada yang curang,” tambahnya.

Plt Lurah Tanjung Kapal, Adi Putra, S.Pd.I dalam kata sambutannya memberikan semangat kepada para peserta yang akan bertanding, ia juga mengucapkan terima kasih atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Saya mewakili pemerintah Kelurahan Tanjung Kapal mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua, kegiatan kita hari ini pembukaan open tournamen, kegiatan open tournament ini inisiatif dari pemuda kelurahan Tanjung Kapal, semula kegiatannya akan kita laksanakan kemarin pada bulan September 2020, namun karena pandemi covid-19, ini kemarin ada isu-isu membuat kita was-was, sehingga untuk kegiatan ditunda hingga hari ini,” ujarnya.

“Terimakasih juga kepada pemuda Tanjung Kapal yang sudah berjibaku untuk mensukseskan kegiatan kita ini, dan juga panitia ini bekerja keras untuk mendapatkan sponsor maupun dana keperluan untuk tournament, sehingga mendapatkan dana sekitar 20 juta rupiah,” tambahnya.

Lurah juga menghimbau kepada atlet dan official, bahwa pertandingan ini bertujuan untuk merekatkan silaturahmi sesama atlet volly yang ada di Pulau Rupat.

“Baik di kecamatan Rupat, baik di Rupat Utara, dengan mengikuti turnamen ini, semakin meningkatkan silaturahmi, kita semua junjung tinggi sportifitas, kalah menang hal biasa,” pungkas Lurah Tanjung Kapal.

Penulis: Johanes Simangunsong
Editor: Redaksi

Rosmansyah Terima Keluhan Pedagang Pasar Haji Misbah Dan Pasar Inpres Diponegoro.

Rosmansyah bersama istri berfoto selfi dengan para ibu yang sedang berbelanja dan juga para pedagang sambil tunjuk 3 jari siap menangkan RosWin.
Rosmansyah bersama istri berfoto selfi dengan para ibu yang sedang berbelanja dan juga para pedagang sambil tunjuk 3 jari siap menangkan RosWin.

ASAHAN, Tribunriau. Calon Bupati Asahan, Rosmansyah STP bersama Istri menelusuri Pasar Tradisional Haji Misbah dan Pasar Inpres Diponegoro Kisaran, Minggu (11/10/2020).

Melihat kehadiran Calon Bupati Asahan Rosmansyah ke pasar para pedagang dan ibu ibu yang sedang berbelanja langsung menegur dan bersalaman.

Adapun dari salah seorang pedagang menyampaikan secara langsung kepada Calon Bupati Asahan Rosmansyah dengan nomor urut 3 (tiga) terkait Pasar dimana tempat mencari nafkah sudah tidak lagi tertata dan menimbulkan aroma tak sedap serta selalu becek karena saluran yang selalu tumpat.

“Beginilah suasana pasar ini pak, tolong dilihat dan dibenahi kalau bapak nanti duduk jadi Bupati, tolong ini diproritaskan. Karena berdampak pada ekonomi kami juga, coba lihat pak jalan buangan airnya saja kecil apa tidak mudah tumpat, kalau udah tumpat banjir dan bauk yang datang”, ujar Rudi pedagang potong ayam.

Kemudian, A br Berutu yang juga merupakan pedagang sayuran menyampaikan keluhanya kepada Rosmansyah, bahwa dengan rasa sudah jenuh melihat kondisi pasar yang begini gini saja setiap tahunnya.

“Lihat lah pak, kalau kondisi hujan jalan susah untuk dilalui ke dalam pasar ini, sehingga pembeli enggan untuk berbelanja dan belum lagi permasalahan sampah yang selalu bertumpuk disana sini. Jadi kami berharap kepada bapak kedepannya, tolonglah perhatikan kondisi pasar ini khususnya masalah bangunan dan jalannya agar dapat tertata dengan rapi sehingga tidak ada lagi keluhan-keluhan kami para pedangang dan masyarakat yang ingin berbelanja”, ungkap A br.Berutu.

Rosmansyah dan istri disambut pedagang dengan tunjuk 3 jari
Rosmansyah dan istri disambut pedagang dengan tunjuk 3 jari

Menanggapi banyaknya keluhan itu, Rosmansyah mengatakan, kedepannya pasar tradisional dan pasar inpres akan kita tata, indah dan asri supaya pedagang dan pembeli nyaman dalam berbelanja, dari itu tidak akan ada lagi pedagang berjualan sembarangan tempat seperti yang ada dijalan Diponegoro dan Dr Sutomo hingga menganggu pengguna jalan karena menimbulkan kemacetan.

“Kita akan isi kios kios yang kosong seperti dilantai 2 itu. Pengelolaannya ditangani oleh dinas pasar, dan itu akan kita bentuk”, ujar Rosmansyah.

Sementara untuk permasalahan sampah dan air tergenang, beliau akan melakukan penataan dreanase perkotaan dan bak pengangkut sampah stanbay di lokasi pasar.

Rosmansyah selaku Calon Bupati Asahan yang berpasangan dengan Wakil Bupati Asahan Hj.Winda Fitrika (RosWin) dengan nomor urut 3 (tiga) berjanji akan membenahi Pasar Inpres dan Pasar pasar Tradisional yang ada di Kabupaten Asahan. Tetapi Masyarakat Asahan siap mengantarkan RosWin duduk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Asahan periode 2021-2024. (tec)

Panitia Terbentuk, Konferkot PWI Dumai Digelar November 2020

DUMAI, Tribunriau- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai menggelar Rapat pembentukan Panitia Konferensi Kota (Konferkot) yang rencananya akan dilaksanakan pada November 2020 mendatang.

Rapat pembentukan Panitia Konferkot PWI Kota Dumai ini, dipimpin langsung Ketua PWI Dumai, Kambali dan turut hadir para pengurus serta anggota PWI yang dilaksanakan di Media Center Pemko Dumai, Sabtu (10/10/2020).

Dalam arahannya, Ketua PWI Dumai Kambali menjelaskan bahwa Konferkot PWI ini akan dilaksanakan secara serentak di 6 kabupaten/kota di Riau yang berakhir masa jabatan tahun 2020 dan salah satunya termasuk PWI Kota Dumai.

“Berdasarkan berakhirnya masa jabatan itu pengurus PWI Riau menyarankan PWI masing-masing membentuk kepanitiaan Konferkot dalam mempersiapkan pelaksanaan pemilihan Ketua atau kepengurusan baru untuk periode 2020-2023,” ungkapnya.

Kambali menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan rapat pembentukan kepanitian Konferkot pada hari ini, berdasarkan dengan Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan oleh PWI Pusat dengan masa kepengurusan berakhir pada Tanggal 27 November 2020 kedepan.

“Saya berharap kegiatan konferkot PWI Dumai berjalan lancar dan kondusif, kepada panitia yang terpilih dapat mensukseskan kegiatan dan saling bersinergi,” ujar ketua PWI Dumai dua periode itu.

Rapat yang berlangsung khitmad dan menghasilkan suatu kesepakatan bersama pengurus dan anggota PWI Kota Dumai memilih Ketua Panitia Konfercab secara aklamasi.

Adapun Ketua, Sekretaris dan Bendahara Panitia Konfercab PWI Dumai yaitu Ahmad Dahlan, S.Sos (Ketua), Ricky Sahputra (Sekretaris) dan Adel Iskosa Darmaja (Bendahara).

Ketua Panitia Konferkot Dumai, Ahmad Dahlan, S.Sos menyampaikan suatu janji dan komitmennya, bekerja keras melaksanakan tugas kepanitiaan konfrensi pemilihan sampai pada puncaknya yakni pelantikan Pengurus PWI terpilih periode 2020-2023.

“Pelaksanaan konferkot dan pelantikan kepengurusan PWI yang terpilih nantinya akan tetap menerapkan aturan dalam upaya memutus rantai wabah corona sesuai protokol kesehatan Covid-19 yang diamanatkan oleh PWI Pusat,” ujar Dahlan sapaan akrabnya.

Di hadapan Ketua dan puluhan Anggota PWI Kota Dumai, Ketua Panitia Konferkot terpilih menyampaikan ucapan terimakasih terkait kepercayaan yang diberikan untuk mengemban amanah dalam kepanitiaan Konferkot PWI Kota Dumai.

“Saya selaku Ketua Panitia Konferkot yang terpilih, mengucapkan terimakasih kepada semua rekan-rekan yang sudah mempercayakan kami, mohon bimbingan dan dukungan para senior untuk kelancaran suksesi ini nantinya,” tutup Dahlan. (rilis)

Hj.Winda Fitrika Lantik Tim Relawan RosWin Tingkat Kabupaten Dan 25 Kecamatan Yang Miliki 54.000 Relawan

Hj.Winda Fitrika selaku Calon Wakil Bupati Asahan berfoto bersama tim relawan RosWin usai dilantik
Hj.Winda Fitrika selaku Calon Wakil Bupati Asahan berfoto bersama tim relawan RosWin usai dilantik

ASAHAN, Tribunriau. Tim yang menamakan dirinya Relawan Roswin di tingkat Kabupaten dan di 25 Kecamatan yang ada di Kabupaten Asahan resmi dilantik sebagai salah satu tim yang siap memenangkan pasangan calon Bupati Asahan Rosmansyah STP dan Hj. Winda Fitrika menjadi Wakil Bupati Asahan 2021-2024.

Ketua Tim Relawan Kabupaten Asahan ialah Fahri Siagian, Sekretaris Khairul Anhar Harahap dan bendahara Efrianto Rany.

Fahri Siagian selaku Ketua tim Kabupaten didampingi sekretaris Khairul Anhar kepada Wartawan, Sabtu (10/10/2020) mengatakan, bahwa memiliki 54000 ribu tim relawan yang siap memenangkan pasangan Rosmansyah dan Winda namun dirinya tetap mengajak seluruh relawan terkhusus pengurus kecamatan, desa dan dusun membuat kebulatan tekat hingga bisa memenangkan pasangan itu.

“Mari kita sama sama laksanakan amanah ini, karena ini menjadi amanah yang ada dipundak kita semua dan kita buktikan masa kita ada hingga kemenangan bisa diraih”, ujar Fahri.

Sementara Hj.Winda Fitrika sebagai calon Wakil Bupati Asahan merasa terharu dan bangga atas kebulatan tekat tim relawan Roswin yang dikukuhkan hari itu.

“Semoga kami, Rosmansyah dan saya Winda Fitrika menjadi pasangan yang diridhoi Allah untuk merebut suara rakyat Asahan hingga kepemimpinan Almarhum Suami Saya Taufan Gama Simatupang yang sudah baik bisa berlanjut menjadi lebih baik lagi dikemenangan kami”, ungkap Hj.Winda Fitrika sebagai Calon Wakil Bupati Asahan pada kontestasi Pilkada Asahan 2020 yang mendapat nomor urut 3 itu. (tec)

RosWin Miliki Konsep Bangun Zona Wisata Guna Membangkitkan Ekonomi Dan Perkecil Pengangguran di Asahan

ASAHAN, Tribunriau. Dalam mendongkrak ekonomi masyarakat dan serta menambah ruang tenaga kerja khususnya di Kabupaten Asahan, pasangan Rosmansyah STP dan Hj.Winda Fitirika atau (RosWin) yang mendapat nomor urut 3 sebagai Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Asahan memiliki konsep membangun zona wisata di Kabupaten Asahan.

Rosmansyah mengakui bahwa zona yang akan menjadi perhatiannya yaitu Kota Kisaran yang menjadi pusatnya dengan pembangunan Techno Park, Lalu Meranti-Rawang Panca Arga yaitu membangun Agro wisata terintegrasi dengan irigasi primer dengan konsep wisata air pantai.

Dimana Beranggas Tanjung Tambun Tulang di jangga wari, Kecamatan Silau Laut dengan konsep eco wisata mangrove berbasis resort, wisata cagar budaya makam Syekh H.Abdul Rahman Bin Nakhoda Alang Batubara, Desa Silau Lama, Kecamatan Silau Laut dan konsep agro marine techni park yang terintegrasi dengan industri perikanan perkampungan nelayan dengan penguatan edukasi.

“lalu di Sei Kepayang akan menghadirkan Wisata Losari Sei Kepayang, Mesjid Terapung Pesisir, Reflika Istana Raja Asahan, Venesia Asahan dengan memadukan susplesi air menuju Sei Loba”, ujar Rosmansyah ketika berbincang dengan Wartawan, Sabtu (10/10/2020).

Melanjutkan bahwa konsep wisata di zona lainnya yaitu pembanguan Terminal Air Status Quo menuju Air Terjun simonang monang menghadirkan permainan air dan fasilitas resort di wilayah Kecamatan Pulau Rakyat.

Kemudian pada Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, air terjun ponot, Sigura gura dengan fasilitas resort dan Sport Tourisme (Wisata olah raga) berupa Arum Jeram, flying fox, dan Kereta gantung Tangga Highland.

Untuk yang terakhir pengembangan Kawasan Wisata Air Terjun Turbo Tomuan holbung yang berada di Bandar Pasir Mandoge, Danau Teratai. yang berada di Kecamatan Tinggi Raja, Dam Alam Bali.

“Dengan membangun zona wisata kita akan mendapatkan dampaknya yaitu adanya pertumbuhan ekonomi lalu dengan sendirinya juga bertambah lapangan pekerjaan yang mana penganguran berkurang dan dampak pada pemerintah sendiri adalah peningkatan pendapatan maka pemerintah dapat membangun sarana dan prasarana lainya”, ungkap Rosmansyah sembari mengajak untuk bersama sama mengunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2020 hingga pasangan ini dapat menjalankan yang telah di programkan bila terpilih menjadi Bupati Asahan. (tec)

Rosmansyah Sahuti Keluhan Masyarakat Siumbut umbut Terkait Persoalan Sampah

Rosmansyah STP ketika memberi pencerahan dalam menyahuti keluhan masyarakat Siumbut umbut terkait mengatasi sampah
Rosmansyah STP ketika memberi pencerahan dalam menyahuti keluhan masyarakat Siumbut umbut terkait mengatasi sampah

ASAHAN, Tribunriau. Rosmansyah STP sebagai Calon Bupati Asahan yang pasangan Wakil Bupati Asahan adalah Hj.Winda Fitrika atau dikenal singkatan RosWin dengan nomor urut 3 (tiga) hadir dalam tatap muka dengan masyarakat Kelurahan Siumbut umbut, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumut, Jum’at (09/10/2020).

Adapun hal yang dipersoalkan salah satunya masalah sampah, dimana penempatan sampah masih menjadi salah satu persoalan masyarakat perkotaan yang sering diabaikan.

Untuk membuang sampah harus melewati empat kelurahan lain agar sampah bisa dikumpulkan ke tempat pembuangan sementara.

Menyahuti keluhan warga tersebut, Rosmansyah memaklumi, sampah merupakan hal yang paling banyak dikeluhkan bagi masyarakat perkotaan, karena akibat sampah bisa membuat kebanjiran. Oleh karena itu, calon Bupati Asahan menawarkan konsep pengolahan sampah perkotaan berbasis komunitas yang pada akhirnya akan bernilai ekonomis bagi keluarga.

“Karena untuk membangun TPA baru di Kisaran ini kita tak mungkin lagi dan itu bisa jadi bom waktu bagi kita sepuluh atau lima belas tahun mendatang. Perhari masyarakat kita bisa menciptakan puluhan ton sampah, dan itu kalau bertahun tahun akan menggunung dan bom waktu bagi kita”, ujar Rosmansyah.

Dari itu, mengatasi perkara sampah perkotaan Rosmansyah telah memikirkan pengelolaan bank sampah bernilai ekonomis dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Sampah akan dipilah sebelum akhirnya di urai menuju pembuangan akhir.

“Pengelolaan sampah berbasis komunitas nanti kita buat, dimana konsepnya kita akan menurunkan tim ahli yang menangani hal tersebut melalui jaringannya di tingkat pusat agar pengelolaan sampah perkotaan dapat dikendalikan”, ungkap mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Asahan itu.

Terpisah, Mamut (54) salah seorang warga simpang pikir, Siumbut umbut ketika berbincang dengan wartawan, Sabtu (10/10/2020) mengatakan, dulu di daerah siumbut umbut ada 3 (tiga) bangunan bak sampah yang dibuat dengan menggunakan biaya pemerintah.

“Entah apa sebabnya bak sampah itu dihancur dan belakangan dimana bekas bangunan bak sampah itu ada spanduk bertuliskan ‘dilarang buang sampah disini kecuali anjing”, ujar Mamut.

Masih kata Mamut, karena tak ingin mengotori lingkungan untuk membuang sampah dan dituduh sebagai binatang karena membuang sampah disembarang tempat, dirinya harus melewati hingga empat kelurahan di Kecamatan Kisaran Timur antara lain kelurahan Siumbut Baru, Mutiara, Selawan dan Gambir Baru agar bisa leluasa membuang sampah pada tempat yang disiapkan.

“Jadi kalau kebetulan jalan naik kreta arah ke Gambir Baru barulah saya bisa buang sampah. Bayangkan saja, saya yang domisilinya di Kelurahan Siumbut umbut harus melintasi empat kelurahan lainnya menuju Gambir Baru hanya gara gara persoalan buang sampah, karena disana cuma yang tersedia bak sampah besar”, ungkapnya. (tec)

PWI Minta Kapolri Usut Tuntas Oknum Polisi Pelanggar Kemerdekaan Pers

Tribunriau- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyayangkan tindakan kekerasan oleh pihak kepolisian terhadap para jurnalis yang meliput unjuk rasa penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau yang disebut Omnibus Law.

Padahal, wartawan dalam menjalankan tugas dan peranan profesinya dilindungi oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari mengatakan, UU Pers berlaku secara nasional untuk seluruh warga negara Indonesia, bukan hanya untuk pers itu sendiri. Dengan begitu, semua pihak, termasuk petugas kepolisian juga harus menghormati ketentuan-ketentuan dalam UU Pers.

“Pers bekerja berpedoman pada kode etik jurnalistik, baik kode etik jurnalistik masing-masing organisasi maupun kode etik jurnalistik yang ditetapkan Dewan Pers. Di mana, pers bekerja menurut peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Dewan Pers,” tegas Atal S Depari dalam siaran pers, Jumat (09/10/2020).

Karenanya, sebut Atal, pihak manapun yang menghambat dan menghalang-halangi fungsi dan kerja pers dianggap sebagai perbuatan kriminal dan diancam hukuman pidana dua tahun penjara.

Dalam Peraturan Dewan Pers diatur terhadap wartawan yang sedang melaksanakan tugasnya. Alat-alat kerja tidak boleh dirusak, dirampas dan kepada wartawan yang bersangkutan tidak boleh dianiaya dan apalagi sampai dibunuh,” jelas Atal.

Jika wartawan yang meliput aksi protes UU Cipta Kerja sudah menunjukkan identitas dirinya dan melakukan tugas sesuai kode etik jurnalistik, sebut Atal, maka seharusnya mereka dijamin dan dilindungi secara hukum. Maka tindakan oknum polisi yang merusak dan merampas alat kerja wartawan termasuk penganiayaan dan intimidasi ketika meliput demonstrasi anti UU Cipta Kerja merupakan suatu pelanggaran berat terhadap kemerdekaan pers.

“Perbuatan para oknum polisi itu bukan saja mengancam kelangsungan kemerdekaan pers tapi juga merupakan tindakan yang merusak sendi-sendi demokrasi. Tegasnya, ini merupakan pelanggaran sangat serius,” ujarnya.

Untuk itu, kata Atal, PWI Pusat meminta Kepala Polri Jenderal Idham Azis mengusut tuntas dan segera melakukan langkah hukum terhadap oknum polisi yang sudah menghambat, menghalangi tugas wartawan dengan melakukan perusakan, perampasan dan penganiayaan kepada wartawan yang meliput unjuk rasa UU Cipta Kerja.

“Termasuk memberikan sanksi kepada oknum petugas yang sengaja menghambat kemerdekaan pers secara terang-terangan tersebut,” tukas Atal.

Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi menambahkan, kekerasan terhadap wartawan yang meliput unjuk rasa UU Cipta Kerja bukan hanya terjadi di Jakarta. Berdasarkan laporan dari PWI-PWI di daerah hal yang sama juga terjadi di Medan, Lampung, Bandung, dan beberapa provinsi lain.

“Kami mengimbau pimpinan Polri memberikan pembinaan, pelatihan, dan pendidikan kepada polisi yang bertugas di lapangan bagaimana seharusnya menghadapi pers. Sehingga mereka paham bagaimana menghadapi pers di lapangan dan tidak main hakim sendiri yang merusak sendi-sendi demokrasi,” imbau Mirza.(*/rilis)

Terbaru

Populer