Beranda blog Halaman 1298

Razia di Lapas Tembilahan, Tiga Napi Kedapatan Simpan 16 Paket Sabu

ilustrasi paket sabu - tiga napi di lapas kelas II A Tembilahan didapati simpan 16 paket sabu
ilustrasi paket sabu - tiga napi di lapas kelas II A Tembilahan didapati simpan 16 paket sabu

PEKANBARU,Tribun Riau- Tiga warga binaan di Lapas Kelas II A Tembilahan, Indragiri Hilir kedapatan menyimpan sabu sebanyak 16 paket, temuan tersebut terungkap saat razia rutin digelar, Senin (16/4/2018) lalu.

Napi yang diamankan petugas lapas berinisial NSA (26), SUR (23), dan DS (35), mereka menyimpan sabu di kamarnya No 7 Blok Mahoni. Mereka saat ini menjalani hukuman yang sama, yaitu kasus narkotika. Pelaku sudah diamankan ke Polres Inhil.

Kapolres Inhil, AKBP Christian Rony melalui Kasat Reserse Narkoba, AKP Bachtiar, Selasa (17/4/2018), membenarkan perihal pengamanan 3 orang tersebut, untuk ditindak lanjuti.

“Ketiga pelaku ini sudah kita terima dari pihak Lapas Kelas II A Tembilahan, Kabupaten Inhil, untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya dilansir dari HalloRiau.

Ia menjelaskan, perihal penangkapan 3 tahanan ini berawal saat petugas Lapas menggelar razia rutin, mengecek setiap kamar tahanan. Tujuannya mengantisipasi warga binaan untuk tidak membawa barang haram tersebut.

Setiap sudut kamar warga binaan tidal luput dari penggeledahan petugas jaga. Setelah beberapa saat, petugas menggeledah kamar No 7 Blok Mahoni dan menemukan 16 paket sabu yang diduga milik 3 tahanan tersebut.

Razia yang digelar ini khusus dilakukan petugas Lapas diruang kamar tananan narkoba. Sementara untuk proses berikutnya, 3 tahanan ini langsung diserahkan ke Polres Inhil.

“Untuk proses lebih lanjut, mereka akan kita diperiksa terkait masuknya narkoba ini ke dalam Lapas,” singkatnya. (hrc/red)

BNNP Riau Ungkap Peredaran Narkotika Antar Provinsi

tersangka kurir narkotika antar provinsi dibekuk BNNP Riau
tersangka kurir narkotika antar provinsi dibekuk BNNP Riau

PEKANBARU,Tribun Riau- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau berhasil mengungkap kasus narkotika antar Provinsi dengan 2 tersangka yang diduga bertindak sebagai kurir, Rabu (11/4/2018) lalu.

Demikian dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau Brigjen Wahyu Hidayat dilansir dari HalloRiau, Rabu (18/4/2018).

“Jaringan narkoba tersangka ini diduga merupakan antar provinsi,” ujarnya.

Adapun tersangka yang berhasil diamankan petugas seorang wanita inisial AJ dan teman prianya MH diringkus di sebuah loket travel di kota Dumai yang hendak mengirim sabu seberat 569,17 gram.

“Mereka ini bukan pasangan suami istri. Ditangkap saat akan mengirim sabu via travel dengan tujuan Jambi dengan barang bukti seberat 569,17 gram,” kata Wahyu.

Sehari sebelum penangkapan, petugas menangkap sinyal adanya transaksi sabu di daerah Purnama, salah satu hotel di Dumai. Hasil penyelidikan di lapangan ditemukan seorang tersangka keluar dari hotel dengan rekan prianya menggunakan sepeda motor.

“Usai keluar hotel, tersangka kita amankan di sebuah travel yang akan dikirimkan ke daerah Jambi. Untuk pengembangan sementara, mereka mengakui itu semuanya,” sambung Wahyu.

Lebih lanjut, dua tersangka ini diketahui dikendalikan oleh seorang yang diduga bandar narkoba di Aceh inisial BH. Atas perintahnya, mereka mengikuti keinginannya mengirim barang tujuan Jambi via travel.

“Mereka ini tidak diketahui jejaknya, atau memiliki jaringan terputus. AJ dan MH berkaitan dengan BH yang kini kita tetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO),” terang Wahyu.

Selain dua tersangka asal Dumai ini, petugas kembali mengamankan dua tersangka inisial MZ dan RR didaerah Tuah Karya, Tampan, Pekanbaru. Dengan barang bukti ditangannya 13,25 gram.

“Jadi total semua sabu yang kita amankan ini mencapai 582,42 gram. Kita masih mencari jaringan terputus yang dibangun tersangka ini,” pungkas Wahyu.

Untuk proses penyempurnaan penanganan kasus narkoba ini, BNNP Riau melakukan pemusnahan terhadap barang bukti hasil tangkapannya delama sepekan di depan kantor, Rabu (18/4/2018). Dengan menyisahkan 4 tersangka yang lanjut ke meja pengadilan. (hrc/red)

602 Perkara di PA Pekanbaru, Mayoritas Penggugat dari Kaum Hawa

ilustrasi perceraian - mayoritas penggugat cerai terbanyak di PA Pekanbaru adalah kaum hawa
ilustrasi perceraian - mayoritas penggugat cerai terbanyak di PA Pekanbaru adalah kaum hawa

PEKANBARU,Tribun Riau- Sebanyak 602 perkara perceraian tercatat di Pengadilan Agama (PA) Kota Pekanbaru, ironisnya, penggugat perceraian mayoritas dilakukan oleh kaum hawa. Nilai tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Demikian dikatakan Panitera Muda Hukum PA Pekanbaru, Fakhruddin, Rabu (18/4/2018). “Jumlahnya sampai saat ini terus mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan yang sama pada tahun 2017,” katanya.

Dijelaskan Fakhruddin, dari pertemuan saat mediasi dengan kedua belah pihak, diungkapkan bahwa penyebab adanya gugatan tersebut akibat himpitan ekonomi yang dialami keluarga itu.

“Rata-rata gugatan itu dikarenakan himpitan ekonomi. Jadi mereka (pasutri-red) memutuskan untuk berpisah,” jelasnya.

Selain masalah ekonomi, kata dia, terdapat satu alasan lain tingginya laporan perceraian tersebut. Yaitu adanya pihak ketiga dalam rumah tangga atau yang saat ini lebih dikenal dengan istilah “pelakor” atau “perebut laki orang”.

Fakhruddin menambahkan, bahwa belakangan masalah keretakan rumah tangga akibat adanya pihak ketiga cukup menjadi ‘momok’ bagi masyarakat. Hal ini lantaran baru terjadi dalam satu tahun belakangan dan peningkatannya cukup signivikan.

Namun, sampai saat ini, pihaknya belum menerima laporan soal gugatan perceraian yang disebabkan masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dia memperkirakan, bahwa jumlah tersebut akan terus meningkat nantinya.

Pasalnya, dalam satu hari pihak Pengadilan Agama Kelas 1A Kota Pekanbaru menerima 20 setidaknya permohonan perceraian. “Entah apa yang jadi penyebab perceraian itu ke depannya. Masalah ekonomi, KDRT, kini adapula pelakor,” pungkasnya. (kemenag/red)

Baru Ditetapkan Jadi Peserta Pemilu 2019, PKPI Masih Dualisme

Pengurus PKPI versi kongres luar biasa di Hotel Cempaka - Tribun Riau Berita Riau Update dan Terpercaya
Pengurus PKPI versi kongres luar biasa di Hotel Cempaka - Tribun Riau Berita Riau Update dan Terpercaya

JAKARTA,Tribun Riau- Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) baru-baru ini ditetapkan sebagai peserta pemilu 2019, namun Dualisme kepemimpinan masih menjadi dilema di tubuh partai baru tersebut.

Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Hotel Cempaka, Haris Sudarno menegaskan, pihaknya tidak akan pernah bergabung dengan PKPI pimpinan AM Hendropriyono.

“Enggak ada itu. Kalau menggabung itu yang jelas enggak ada. Sekarang kan sudah sendiri-sendiri, makannya masih dualisme itu masih ada, proses hukum juga di pengadilan negeri maupun kasasi,” ujar Haris di Kantor DPN PKPI Cut Mutia, Jakarta, Selasa 17 April 2017.

Dia juga mengungkapkan, meski Hendropriyono berencana mengundurkan diri dari posisinya saat ini sebagai Ketua Umum PKPI yang telah mendapat nomor untuk Pemilu 2019, pihaknya tidak akan menggantikan posisi tersebut. Dia menganggap PKPI pimpinan Hendropriyono bukan PKPI yang asli dan tidak sah.

“PKPI di sini sama sana udah beda karena di sana banyak orang baru sama dengan partai baru sebenarnya. Kita daerah juga masih semua eksis. Jadi tidak ada kita mau gabung di sana,” lanjutnya.

Haris juga menjelaskan, pada dasarnya kader-kader PKPI di daerah juga masih banyak yang loyal di bawah kepemimpinannya baik di Sumatera maupun di Jawa.

“Sumatera itu seluruhnya kecuali Bengkulu, PKPI saya masih eksis, Jateng, Jabar, Jatim juga masih eksis. Bahkan seluruh personel pimpinan, para sesepuh masih ada di sisi kubu Haris Sudarno,” ungkapnya.

Tidak Hadir

Dia juga menjelaskan, pada dasarnya kubunya juga telah mengikuti arahan para senior-senior PKPI untuk melakukan islah maupun penyatuan baik melalui jalur hukum maupun lainnya. Namun dia menyayangkan kubu Hendropriyono tidak pernah hadir dalam upaya tersebut sehingga dualisme PKPI masih terjadi hingga saat ini.

“Mediasi itu sudah dilaksanakan oleh majelis khusus mediasi. Tapi itu tidak tercapai karena pak Hendro juga enggak pernah datang apalagi sekarang. Jadi soal islah soal segala macam dalam satu setengah tahun itu sudah berkali-kali baik yang dipelopori senior termasuk bapak Sutiyoso, ibu Edi Sudrajat maupun saiful sulun. Mau islah mau rukun mau segala macam intinya sampai saat ini sudah tidak terjadi,” kata dia.

Menurutnya kendala dari proses islah tersebut tak lain berasal dari pihak Hendropriyono. Dia berharap, semua pihak harus menghormati proses hukum yang telah diupayakannya selama ini.

“Proses hukum masih berjalan, baik dalam Pengadilan Tata Usaha Negara yang saat ini masih di tingkat kasasi maupun di Pengadilan Negeri yang sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Jakarta Pusat. Lembaga peradilan maupun penyelenggara Pemilu jangan menutup mata atas proses hukum yang sedang dijalanin oleh PKPI pimpinan Haris Sudarno,” kata dia lagi. (vci/red)

Lama tak Muncul, Ternyata Once Sibuk Ini

mantan vokalis dewa19 Once Mekel - Tribun Riau Berita Update dan Terpercaya
mantan vokalis dewa19 Once Mekel - - Tribun Riau Berita Update dan Terpercaya

Tribun Riau- Lama tak muncul, mantan vokalis band Dewa 19, Once itu ternyata sedang menggarap lagu untuk soundtrack film biopik, ‘Terbang Menembus Langit’ garapan Fajar Nugros.

“Saya diajak buat theme song-nya, kenal Santi (produser) dari Gading Martin. Kebetulan saya punya beberapa lagu yang berhubungan sama semangat hidup motivasi 3-4 lagu saya punya,” ujar penyanyi bernama asli Elfond Mekel itu.

Bukan tanpa alasan, di usianya yang kini 47 tahun, Once memang lebih terinspirasi membuat lagu motivasi dari pengalaman hidupnya ketimbang menciptakan lagu tentang percintaan. Itu karena dia mengaku tidak lagi punya pengalaman dalam cinta.

“Saya sudah menikah dan punya anak, jadi sudah enggak terlalu banyak pengalaman. Jadi lebih baik kita tulis tentang kehidupan tentang inspirasi dan motivasi,” ujarnya sembari tertawa.

Walaupun memang lagu cinta di pasaran lebih banyak dinikmati, Once tetap mendapat sambutan yang baik dari para penggemarnya. “Mereka suka bangun pagi dengar lagu yang memotivasi, kayak mau berangkat kerja, berangkat kuliah. Mengawali hari dengan seru. Mereka bilang lagu Once enak diputar di pagi hari,” kata pelantun lagu Cakrawala tersebut. (vci/red)

Pengakuan Abraham, Ini Kendala KPK Lamban Menangani Kasus

Mantan ketua KPK Abraham Samad
Mantan ketua KPK Abraham Samad

JAKARTA,Tribun Riau- Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengungkap kendala KPK menyelesaikan kasus, termasuk kasus Century. Hal itu kata dia, tak terlepas dengan hal-hal teknis.

Dia mengungkapkan, salah satu hal teknis yang terus membebani KPK meski dianggap permasalahan klasik adalah kurangnya tenaga penyidik yang ada di KPK.

“Lagi-lagi ini masalah klasik. Susah membawa orang membenarkan dan ini bukan alasan KPK yang mudah diterima memang tapi salah satu memang kekurangan penyidik itu. Bayangkan kasus di KPK itu ada dari Sabang sampai Merauke,” ujar Abraham Samad di acara ILC tvOne pada Selasa, 17 April 2018.

Selain itu, dia juga mengatakan, pada dasarnya KPK sejak zaman kepemimpinannya telah mencoba menyelesaikan persoalan ini dengan meminta anggaran tambahan kepada DPR untuk menambah tenaga penyidik. Namun sayangnya ditolak oleh DPR.

“Dahulu zaman saya sudah minta ke DPR untuk meminta anggaran lebih besar untuk rekrut penyidik baru, namun tidak dikabulkan DPR,” ungkapnya.

Namun, menurutnya, tak ada intervensi dari pihak-pihak tertentu kepada KPK saat itu dalam menyelidiki kasus ini.

“Yang saya rasakan kita tidak pernah dapat intervensi. Saya juga pernah bertanya ke penyidik dan penyelidik itu tapi ternyata setelah saya tanya itu tidak ada. Dan bukti keseriusan KPK itu untuk membongkar kasus ini adalah teman-teman penyidik itu sampai datang ke Amerika untuk memeriksa Sri Mulyani. Itu bukti keseriusan kami,” lanjut Abraham Samad.

Meski begitu, Abraham mengungkapkan, sebagai mantan pimpinan KPK, dia percaya KPK akan terus melanjutkan penyidikan kasus Bank Century meski tanpa ada gugatan praperadilan yang diajukan oleh Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman. (vci/red)

Kasus Century di Tangan KPK, Fahri: Mutar-mutar

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

JAKARTA,Tribun Riau- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan kasus Bank Century sejak ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kasus tersebut malah jalan di tempat, alis mutar-mutar.

“Kita lempar ke KPK, sejak dilempar ke KPK itulah mutar-mutar ini barang,” kata Fahri Hamzah di acara ILC tvOne pada Selasa malam, 17 April 2018.

Pasalnya, Fahri mengatakan bahwa dari hasil penyelidikannya, ada kelompok tertentu di belakang KPK yang tak ingin kasus ini diungkap tuntas.

Fahri mengatakan, KPK selalu aneh kala bersinggungan dengan penanganan Bank Century. Padahal kata dia, sudah beberapa kali DPR termasuk Pansus Century mengantarkan data ke KPK namun diabaikan.

“Tapi KPK tak mau, tidak diproses. Ada yang kentara kalau kasus lain KPK kalau manggil orang diumumkan di depan publik, jumlah nama dan semuanya dibuka. Namun dalam kasus Century namanya tertutup dan orang-orangnya itu biasanya didatangi tidak dipanggil,” kata Fahri lagi.

Oleh karena itu dia menilai bahwa lebih baik jika Kepolisian yang mengambil alih kasus ini. Fahri mengatakan, tak ditindaklanjutinya penyidikan KPK juga terkait dengan konflik kepentingan yakni adanya pimpinan KPK sebelumnya yang memiliki kantor pengacara dan berhubungan dengan pihak terkait Century yang menjadi klien mereka.

“Berapa banyak kasus seperti Bank Century yang terus dipakai untuk menggantung nasib orang. Ada kasus BLBI, kasus Pelindo II dan kasus Sumber Waras. Ini saya tak setuju KPK yang mengerjakan, saya tak setuju KPK ada,” kata Fahri dengan bersemangat.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari masa ke masa ada geng di KPK yang mencoba menyetir penanganan perkara. Pihak yang tak mau disebutkan namanya itu, kata Fahri, masih ada di KPK.

“Ada data di sini bahwa orang-orang itu terkait dan mereka satu geng. Dan geng ini yang menyetir perkara dan masih bekerja orang-orang ini, mana yang disepikan, mana yang diributkan. Ada dugaan saya kasus Pak Boediono ini mau mereka pakai,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Fahri menyusul putusan hakim praperadilan kasus Century di PN Jakarta Selatan yang meminta agar KPK menetapkan mantan Gubernur BI Boediono dan beberapa mantan pejabat lainnya menjadi tersangka. (vci/red)

PAN Bentuk Koalisi Nasional, PBB Fokus Pileg

JAKARTA,Tribun Riau- Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra, enggan merespons ketika ditanya wacana pembentukan Koalisi Nasional yang digalang oleh Partai Amanat Nasional.

Ia mengaku tidak tertarik bicara soal pemilu presiden dan lebih fokus pada pemilu legislatif.

“He-he-he… Saya sebetulnya tidak tertarik bicara soal pilpres dengan sistem yang ada sekarang ini. Saya lebih fokus pada pemilu legislatif untuk membuat PBB jadi kekuatan politik besar,” kata Yusril saat ditanya soal Koalisi Nasional yang digalang PAN saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya pada Selasa, 17 April 2018.

PBB, katanya, belum memutuskan siapa yang akan didukung sebagai calon presiden pada 2019. Tetapi dia menegaskan, capres yang akan didukung bukanlah kandidat petahana, Joko Widodo. “Untuk saat ini belum dulu (PBB berikan dukungan ke capres siapa), kalau ke Jokowi, jelas tidak,” ujarnya.

Yusril mengaku tidak akan maju sebagai calon presiden kendati muncul wacana agar dia ikut berkompetisi dalam pemilu presiden. “Saya menyadari saya enggak mungkin maju. Bukan saya tidak mampu, tapi sistem yang berlaku sekarang ini tidak memberikan peluang,” katanya.

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, sebelumnya mengaku tengah menggalang koalisi dengan beberapa partai politik. Dia menyebut koalisinya itu dengan sebutan Koalisi Nasional. “Ada beberapa partai sudah komunikasi,” katanya di Surabaya, kemarin.

Di Surabaya, Zulkifli dielu-elukan ratusan kadernya sebagai calon presiden. “Kalau PAN kan sudah memutuskan, capresnya Zulkifli Hasan. Tapi kami menyadari PAN harus berkoalisi dengan partai lain, makanya keputusannya siapa yang akan diusung, harus dibicarakan dengan partai koalisi,” katanya. (vci/red)

Kasus Century, ‘Nasib’ Boediono Segera Diputuskan

JAKARTA,Tribun Riau- Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK segera memutuskan ‘nasib’ mantan wakil presiden, Boediono, dalam perkara skandal dana talangan Bank Century.

Nasib Boediono dan lain-lain bakal ditentukan setelah pimpinan KPK mendengarkan pemaparan dari tim penyidik dan penuntut umum.

“Jadi kami akan mendengarkan masukan dari teman-teman penyidik (KPK) dan penuntut untuk mendalami itu. Nanti minggu ini kita akan mendapatkan itu,” kata Ketua KPK, Agus Rahardjo, di Jakarta pada Selasa, 17 April 2018.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan Masyarakat Antikorupsi (Maki) terhadap KPK terkait lambannya penanganan kasus Century pada Senin, 9 April 2018.

Hakim tunggal Effendi Mukhtar memerintahkan termohon, yakni KPK, untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century dengan melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dan kawan-kawan.

Kemudian melanjutkannya dengan pendakwaan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta atau melimpahkannya kepada Kepolisian atau Kejaksaan untuk melakukan penyidikan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Agus menambahkan, tidak hanya dari tim penyidik dan penuntut. Pimpinan KPK juga mendengar masukan dari sejumlah ahli, terutama berkaitan dengan putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

KPK, katanya, tak terpengaruh dengan sejumlah nama besar dalam mengusut kasus itu. Proses hukum yang dilakukan KPK, termasuk untuk menjerat Boediono cs, hanya tergantung pada bukti permulaan yang cukup, bukan faktor lainnya. “KPK kalau cukup alat buktinya, kan, selalu di-follow up. Jadi itu, ya,” ujarnya. (vci/red)

Kepsek SMK 5 Batam: Membangun Sekolah Perlu Kerja Sama

kepsek SMK 5 Batam Riau
kepsek SMK 5 Batam Riau

BATAM,Tribun Riau- Selain perencanaan, membangun dan mengembangkan sekolah juga butuh manajemen berbasis sekolah dan juga kerja sama, Untuk itu, Guru dan Tata Usaha (TU) harus dapat menggerakkan seluruh program sekolah dan menjaga kekompakan.

Demikian dikatakan Agus sahrir, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 5 Batam kepada Tribunriau.com di ruang kerjanya, Selasa (17/4/2018).

“Untuk membangun dan mengembangkan sebuah sekolah, perlu planning perencanaan sekolah, seperti manejemen berbasis sekolah, guru, TU harus dapat mengerakan seluruh program sekolah dan harus menjaga kekompakan,” ujarnya.

Dijelaskan Agus, sekolah juga harus memiliki sarana dan prasarana untuk menunjang kualitas siswa. Seperti halnya di SMK 5 Batam yang memiliki ruang praktek, alat-alat praktek, labor komputer dan mobile serta untuk bidang lainnya.

“Kemudian sekolah harus mempunyai sarana dan prasana sekolah, seperti ruang praktek, alat praktek berupa mesin bubut, las listrik, ruang komputer dan mobile, dan yang lainnya,” jelas Agus Sahrir menerangkan sarana dan prasarana yang ada di SMK 5 Batam.

Tak hanya sarana dan prasarana, lanjut Agus, pihaknya juga bekerjasama dengan berbagai perusahaan dan dunia industri yang ada di Batam, hal ini berguna untuk program siswa magang.

“Kita juga mengadakan kerjasama dengan perusahaan dan dunia industri, seperti siswa magang,” lanjut Kepsek yang sekolahnya berlokasi di Jalan Kamboja.

Dikatakan Agus, pihaknya juga melakukan sertifikasi terhadap siswa, agar dapat siap dan langsung diterima di berbagai perusahaan dan dunia industri yang ada di Batam.

“Tamatan SMK 5 rata –rata ditampung di perusahaan industri di Batam, karena kita khusus menyiapkan siswa yang sudah siap kerja,” katanya.

Selain itu, SMK 5 Batam juga sedang mengembangkan dan membenahi lapangan sepak bola, dengan luas lokasi 5 Ha.

“Kita membentuk pengembangan hobi siswa dengan latihan atletik, lari dan pramuka, untuk membentuk kepribadian siswa yang sehat dan kuat. Siswa kita banyak yang berprestasi, seperti pada lomba kompetensi antar sekolah, lomba drama, debat bahasa inggris. SMK 5 Batam juga mengirim 100 penari dalam acara Batam Menari. untuk meningkatkan industri parawisata Batam,” tukasnya. (pilian)

Terbaru

Populer