Beranda blog Halaman 1259

Diduga Pungli, Tukang Parkir Diamankan Polisi.

TELUK KUANTAN, Tribun Riau- Sebanyak enam orang yang diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) dengan cara menjadi tukang parkir diamankan oleh Satreskrim Polres Kuansing, Sabtu kemarin (2/6/18).

Keenam pelaku masing-masing berinisial Id (44), Rw (42) Vp (34) Ap (22) Aw (50) Hk (64). Keenam pelaku digelandang ke Polres Kuansing sekitar pukul 17.00 WIB tanpa ada perlawanan. Ditangan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah uang sebagai barang bukti.

Kapolres Kuansing, AKBP Fibri Karpianto melalui Kasubag Humas AKP Lumban Toruan ketika dikonfirmasi wartawan, Ahad (3/6/18) membenarkan adanya penangkapan enam juru parkir dan koordinator.

“Benar. Anggota reskrim melakukan penindakan di dua tempat. Masing-masing di Jalan Linggar Jati dan di arena Taman Jalur,” kata Lumban.

Sambung Lumban, penindakan itu bertujuan untuk memberantas premanisme yang kerap meresakan masyarakat. “Mereka rata-rata sudah beroperasi sejak awal Januari 2018,” ungkapnya.

Dikisahkan Lumban, pelaku melakukan pungutan tersebut karena adanya keputusan Dinas Perhubungan Kuantan Singingi tentang pengawasan adanya juru parkir. Setiap juru pakir menyetor uang sebesar Rp 20 ribu hingga 25 ribu kepada pengawas. Kemudian Pengawas menyetor uang ke Dishub Kuansing sebesar Rp300 ribu perbulan.

Sementara dilapangan, kegiatan mengelola parkir tersebut tidak dilengkapi dengan tanda identitas dan karcis resmi. “Anggota menemukan adanya tiga orang juru parkir yang tidak sesuai dgn SK Kadishub Kuansing. Kasus ini harus dilakukan penyelidikan secepatnya. Kita juga akan melakukan pengecekan dana yang diterima oleh Dishub,” ujar Lumban, sembari menyebutkan, juru parkir itu diamankan berdasarkan surat Perintah Kapolres Kuansing nomor: Springas/118/VI/Res.3.2/2018/Reskrim. (hen)

Lagi Lomba Mancing, Peserta Malah Dapatkan Ini

Penemuan mayat (Ilustrasi)
Penemuan mayat (Ilustrasi)

MARGAHAYU, Tribun Riau- Mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki ditemukan di aliran Sungai Citarum, Ahad (3/6). Tepatnya di saat kegiatan Gebyar Mancing Mania di Sektor B3, RT 06/04 Kelurahan Sulaeman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan mengatakan, mayat ditemukan pertama kali oleh seorang peserta mancing mania sekitar pukul 08.30 WIB. Saat ditemukan, korban masih menggunakan pakaian lengkap dengan tinggi badan kurang lebih 160 cm.

“Seorang peserta melempar umpan ke sungai. Kurang lebih 2-3 menit kemudian kailnya ada yang menarik. Pas ditarik oleh saksi ternyata jenazah dan bukan ikan,” ujarnya, Ahad (3/6).

Ia mengatakan jenazah tanpa identitas tersebut berambut ikal serta terlihat menggunakan celana training dan kaos berwarna putih. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh jenasah korban,” katanya.

Menurutnya, pihaknya sudah membawa jenazah ke Rumah Sakit Kartika Asih untuk dilakukan pemeriksaan. (rci/red)

Rusia Masih Pasok Senjata ke Qatar

Rudal jarak jauh andalan rusia
Rudal jarak jauh andalan rusia

MOSKOW, Tribun Riau- Seorang politisi senior Rusia mengatakan Moskow masih berencana untuk menyediakan sistem pertahanan udara canggih ke Qatar. Rencana tersebut dilakukan di saat hubungan Qatar dan Arab Saudi tengah memanas.

Dalam komentar yang dibuat untuk media lokal, Aleksei Kondratyev, anggota majelis tinggi Rusia dan wakil ketua komite Pertahanan dan Keamanan, mengatakan Rusia akan mengejar tujuannya sendiri dalam menentukan penjualan rudal permukaan-ke-udara S-400.

“Rusia mencari kepentingannya sendiri, memasok S-400 ke Qatar dan mendapatkan uang untuk anggaran negara. Posisi Arab Saudi tidak ada hubungannya dengan itu, rencana Rusia tidak akan berubah,” kata Kondratyev seperti dikutip oleh Sputnik, Sabtu (2/6).

“Jelas bahwa Riyadh memainkan peran dominan di kawasan ini, tetapi Qatar mendapat keuntungan dengan meningkatkan angkatan bersenjatanya karena akuisisi sistem S-400 Rusia. Oleh karena itu, ketegangan Arab Saudi dapat dimengerti.”

Kondratyev mengatakan pihaknya juga tidak berkepentingan dengan Amerika Serikat (AS) untuk mencegah penjualan S-400. “Karena ini berarti akan “kehilangan pasar senjata regional yang sangat menguntungkan,” ujarnya.

Komentarnya datang sehari setelah harian Prancis Le Monde melaporkan bahwa Raja Salman dari Arab Saudi mengancam akan mengambil tindakan militer jika Qatar memasang sistem pertahanan udara buatan Rusia.Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron, Raja Saudi memintanya untuk menekan Doha agar tidak mengakuisisi S-400.

Raja mengatakan dia khawatir tentang konsekuensi dari akuisisi sistem Doha yang katanya mengancam kepentingan keamanan Saudi.

Pada bulan Januari, duta besar Qatar untuk Rusia mengatakan pembicaraan untuk akuisisi sistem pertahanan udara berada pada tahap lanjut.Ini terjadi setelah penandatanganan perjanjian kerjasama militer dan teknis antara kedua negara pada Oktober 2017 untuk kerja sama lebih lanjut di bidang pertahanan selama kunjungan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu ke negara Teluk tersebut.

Pada tanggal 5 Juni 2017, Arab Saudi – bersama negara-negara sesama Dewan Kerjasama Teluk (GCC) Bahrain dan Uni Emirat Arab, serta Mesir – memberlakukan blokade laut, udara dan darat di Qatar. Mereka menuduh negara itu mendukung terorisme dan mendestabilisasi wilayah tersebut.

Tuduhan itu secara konsisten ditolak oleh Doha. Di antara daftar 13 tuntutan untuk penyelesaian krisis, kuartet pemblokiran meminta jaringan media Aljazirah dan pangkalan militer Turki ditutup. Qatar menolak semua tuntutan. (rci/red)

Gunung Kilauea Keluarkan Lahar, Warga Hawai Kembali Diungsikan

Gunung Kilauea Keluarkan Lahar
Gunung Kilauea Keluarkan Lahar

PAHOA, Tribun Riau- Pasukan Garda Nasional, polisi, dan petugas pemadam kebakaran melakukan evakuasi terhadap warga-warga yang berada di wilayah timur Big Island pada Sabtu (2/6). Beberapa jam setelahnya, lahar keluar dari gunung berapi Kilauea, yang akhirnya memutus semua akses jalan ke daerah itu.

Aliran lava yang disebut tiga lapangan sepakbola mengalir di jalan raya dekat persimpangan utama pinggiran Kapoho. Sejak Rabu (30/6), pihak berwenang telah mendesak penduduk warga itu untuk berkemas dan pergi sebelum lava mengalir mencapai daerah itu.

Diperkirakan 500 orang tinggal di Kapoho. Kemudian, evakuasi dilakukan di daerah Leilani Estates. Sebanyak 2.000 penduduk telah melarikan diri dari wilayah tersebut, yang telah mulai dialiri lava sejak awal Mei.

Kilauea menjadi salah satu gunung berapi paling aktif di dunia dan satu diantara lima yang ada diHawaii. Selama 35 tahun, erupsi konstan telah terjadi di gunung itu.

Siklus letusan yang tanpa henti terjadi sejak 1983 telah menghancurkan lebih dari 200 tempat tinggal dan bangunan lainnya di Hawaii. Hanya dalam beberapa hari terakhir, puncak gunung itu mulai tenang.

Namun, para ilmuwan tidak yakin apakah ini adalah tanda berakhirnya letusan lebih lanjut Kilauea. Ada kemungkinan bahwa gunung berapi itu menumpuk tekanan yang dapat menyebabkan ledakan yang jauh lebih besar. (rci/red)

Wabup Halim: Kita Tanam “Ilalang” Saja Dapat Duit

TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Wakil Bupati Kuansing terkagum kagum melihat keberhasilan petani di Daerah Lembang, Provinsi Jawa Barat pekan lalu. Petani disana, kata Halim, berhasil mengembangkan tanaman Serai Wangi untuk dijadikan beragam produk turunan.

Tanaman Serai ini, merupakan bahan baku untuk industri parfum, sabun, kosmetik, antiseptik, pengusir serangga, aroma terapi, pestisida nabati, dan pembuatan bio-adiktif bahan bakar minyak (BBM).

Selain gampang tumbuh, tanaman ini juga tergolong mudah untuk perawatannya. ” Kita tanaman ilalang saja dapat duit,” ujar Wabup Halim kepada tribunriau.com, sembari menganalogikan menaman Serai segampang menanam pohon Ilalang.

Tanaman ini kata dia, sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Kuansing. Sebab daerah itu masih memiliki lahan tidur yang cukup luas. Selain itu, tanaman tersebut bisa tumbuh pada tanah berbagai tipe. Baik dataran rendah maupun dataran tinggi.

“Lahan tidur inilah yang akan kita gerakkan masyarakat untuk budidaya tanaman Serai nantinya,” kata Halim.

Bagi masyarakat Kuansing tanaman ini tidak asing lagi. Dulu, tanaman ini banyak tumbuh dibelakang rumah warga. Bagi ibu rumah tangga, tanaman ini juga memiliki fungsi untuk penyedap masakan.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, tanaman Serai tidak lagi hanya sekedar penyedap rasa. Tapi, bisa dijadikan beragam produk unggulan lainya. Dan sudah bernilai ekonomis. Wabup Halim berharap, dengan membudidayakan tanaman ini nantinya, warganya bisa menjadikan alternatif ekonomi.

Bangun Industri Penyulingan.

Tidak hanya akan mendorong warga untuk menanam Serai, Wabup Halim juga akan membangun industri penyulingan minyak Serai di Kuansing. Pembangunan industri penyulingan ini, kata dia, adalah untuk menjamin pemasaran Serai agar lebih mudah.

“Kalau industri penyulingan ini sudah terbangun, pemasaran tanaman serai ini akan mudah. Ini berpotensi mengangkat perekonomian masyarakat,” ucapnya sembari menyebutkan investasi yang dibutuhkan berkisar sekitar Rp2 miliar untuk membangun industri penyulingan ini.

Dengan besarnya potensi ekonomi dari tanaman ini, Wabup Halim berjanji akan langsung bergerak merealisasikan rencana pembangunan pabrik tersebut. Dijelaskannya, industri penyulingan yang akan dibangunnya kelak berkapasitas satu ton hanya dalam tempo waktu dua jam. (hen)

Sertijab Kabag Ops Polres Rohul, Kompol Chairul Husin Gantikan Irmadison

ROKAN HULU,Tribun Riau- Serah terima jabatan (Sertijab) kembali terjadi di lingkungan Mapolres Rokan Hulu (Rohul), Riau Kamis ,(31/5/2018) sore.

Jabatan Kabag Operasi (Ops) di sertijab dari Kompol Irmadison kepada Kompol Chairul Husin.

Kompol Irmadison yang telah menjabat selama lebih dari 2 Tahun di Polres Rohul selanjutnya mendapat tugas baru sebagai Waka polres Meranti.

Kapolres Rokan Hulu (Rohul) AKBP. M Hasyim Risahondua SIK MSi Sebagai Inspektur upacara Sertijab tersebut, sementara Komandan Upacara Ipda Efendi Lupino, dikuti Para Kasat, juga seluruh Kapolsek se Rohul, para perwira dan jajarannya.

Upacara sertijab berlangsung dan sempat terhenti oleh hujan deras pada saat membentuk barisan dan upacara dimulai kembali walau masih dalam rintik hujan.

Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi mengucapkan terima kasih kepada Kompol Irmadison atas kerjasama yang baik selama bertugas di Polres Rohul, serta mengucapkan selamat atas prestasinya telah menjadi Waka Polres, itu karena selama bekerja menjalankan tupoksinya dengan baik.

“Saya juga mengucapkan selamat datang kepada Kompol Choirul Husin di Polres Rohul, saya harapkan bisa bekerja sama dengan baik, dalam bekerja utamakan kepentingan umum sebagai prioritas tugasnya”. pesan Kapolres Rohul.

Kompol Irmadison juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi atas bimbinganya.

Walau pak Kapolres baru satu bulan lebih, dipimpin oleh Beliau serasa sudah bertahun tahun karena saking dekatnya,” terang Irmadison.

Kompol Irmadison juga mohon pamit, dan Minta segala kesalahannya saya selama bertugaa di Rohul mohon dimaafkan.

Jika ada kesalahan dari rekan rekan kepada saya, sebelum meminta maaf saya sudah maafkannya,”kata Irmadison.

Setelah acara Sertijab dilanjutkan dengan acara berbuka puasa bersama jajaran Polres Rohul dan Anak anak yatim piatu dan kaum dhuafa dari Yasasan Budi mulia dan sekaligus pemberian santunan dan dilanjutkan Malam Nuzulul Qur’an yang dilaksanakan di aula Mapolres Rohul. (mad)

Riau, Negeri Kaya dengan Masalah Penganggurannya.

“Kaya”, mungkin itu yang terlintas dipikiran seseorang jika mendengar nama “Riau”. Hal ini bukanlah isapan jempol belaka, Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan, ditengah rendahnya harga minyak bumi di pasaran dunia, pada tahun 2016 Riau tetap mampu menjadi provinsi dengan nilai PDRB terbesar ke-5 secara nasional, hanya kalah dari provinsi di pulau jawa, yaitu secara berurutan DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Lebih lanjut, pendapatan perkapita Riau menempati peringkat 4 nasional pada tahun 2016, hanya kalah dari DKI Jakarta, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Riau. Hal ini menggambarkan bahwa secara rata-rata pendapatan penduduk Riau relatif tinggi.

Selain itu, kesenjangan ekonomi Riau juga relatif rendah. Hal ini tercermin melalui angka gini rasio Riau sebesar 0,325 pada September 2017, yang secara nasional menempati peringkat 5 terbaik. Patut diperhatikan bahwa gini rasio merupakan salah satu ukuran kuantitatif untuk menjelaskan tingkat ketimpangan ekonomi, dimana skalanya berada antara 0 (pemerataan sempurna) dan 1 (ketimpangan sempurna).

Akan tetapi, indikator-indikator perekonomian yang baik tersebut tidak didukung dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Riau. Sebaliknya, data BPS memperlihatkan sejak Agustus 2012 hingga Agustus 2015, TPT Riau selalu mengalami kenaikan, dari 4,37 persen pada Agustus 2012, menjadi 5,48 persen pada Agustus 2013, 6,5 persen pada Agustus 2014, hingga mencapai 7,83 persen pada Agustus 2015. TPT Riau memang mengalami penurunan pada bulan Agustus 2016 dan 2017, menjadi sebesar 7,43 persen dan 6,22 persen. Namun angka ini masih jauh di atas rata-rata TPT nasional yaitu sebesar 5,61 persen pada Agustus 2016 dan 5,5 persen pada Agustus 2017.

Mirisnya, persentase pengangguran terbesar justru disumbangkan oleh penduduk yang berpendidikan, yaitu penduduk tamatan SMA/SMK dan Diploma/Universitas. Kalangan ini berkontribusi sebesar 63,32 persen dari total pengangguran Provinsi Riau atau sebanyak 114,137 ribu jiwa. Sedihnya lagi, sekitar 84 persen dari pengangguran diantaranya adalah penduduk usia 15-34 tahun, atau yang bisa kita sebut sebagai pemuda.

Di lain sisi, pada tahun 2028-2030 diperkirakan Indonesia akan menyambut bonus demografi, yaitu keadaan dimana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari penduduk usia tidak produktif. Namun, apabila masalah pengangguran di Riau tidak segera diatasi, bonus demografi dapat menjadi bencana.

Dengan tingginya jumlah penduduk usia produktif, tentu dibutuhkan lapangan kerja yang banyak pula. Jika tidak, angka pengangguran akan semakin meningkat dan menurunkan tingkat produktivitas masyarakat. Terlalu banyak pengangguran juga dapat meningkatkan tindak kriminalitas, seperti maraknya kasus pembegalan di Riau pada saat ini. Jika terus dibiarkan, hal ini berarti kita menyia-nyiakan bonus demografi yang tidak datang setiap saat. Melihat kenyataan ini, tentu pemerintah Riau harus menempuh langkah-langkah konkret untuk menurunkan tingkat pengangguran. Pertanyaannya, langkah-langkah apa saja yang dapat ditempuh?

Sektor Pertanian Untuk Pengentasan Pengangguran.

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan di Provinsi Riau pada bulan Februari 2017, 47,24 persen dari angkatan kerja Provinsi Riau adalah pemuda. Dari 1,48 juta pemuda tersebut 33,59 persen diantaranya menggeluti sektor pertanian, paling besar dibanding sektor lainnya. Telah dipaparkan sebelumnya bahwa pengangguran Provinsi Riau di dominasi oleh pemuda, maka pengembangan sektor pertanian tentunya dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja, yang konsekuensinya dapat menurunkan tingkat pengangguran secara signifikan.

Potensi sektor Pertanian di Provinsi Riau sangat besar. Pada tahun 2016, sumbangsih sektor pertanian pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau adalah sebesar 23,22 persen, hanya kalah dari sektor Industri Pengolahan dan sektor Pertambangan dan Penggalian. Namun patut diperhatikan, hanya 5,26 persen pemuda yang bekerja di Industri Pengolahan dan hanya 0,96 persen pemuda yang bekerja di sektor Pertambangan. Dengan ini sektor Pertanian tetap menjadi sektor dengan potensi paling besar untuk mengurangi pengangguran, terutama pengangguran pemuda.

Namun, faktanya saat ini kultur bertani kian tergerus, bahkan mungkin sering kita dengar kebanyakan pemuda yang telah membulatkan cita-citanya jadi “asal jangan petani”. Bahkan anak petani sekalipun sebagian besar bersikap demikian. Hal ini didukung dengan komposisi umur petani Provinsi Riau februari 2017 yang mayoritasnya berumur di atas 40 tahun. Hanya 37,26 persen petani Provinsi Riau yang berusia diantara 15-34 tahun. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa petani identik dengan kemelaratan dan ndeso (kurang modern). Suatu citra yang sungguh tidak menarik hati bagi generasi muda, terutama generasi milenial.

Pemerintah harus meningkatkan kesejahteraan petani agar pemuda tertarik untuk bekerja di sektor Pertanian. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan harga jual komoditas pertanian serta meningkatkan skala usahanya. Beberapa komoditas pertanian andalan di Provinsi Riau di antaranya adalah karet dan kelapa sawit. Akan tetapi dua komoditias ini memiliki permasalahan masing-masing. Karet misalnya, beberapa tahun belakangan ini harganya tidaklah begitu menggembirakan. Setelah dulu sempat menyentuh angka 12 sampai 14 ribu per kilo, kini harga karet di kalangan petani hanya berkisar 6 sampai 8 ribu per kilo. Sedangkan sawit terkendala pada lahan dan permodalan, menurut sebuah penelitian skala usaha minimum luas perkebunan sawit adalah 2-4 ha untuk perkebunan sawit rakyat, hal ini tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar..

Ada beberapa solusi untuk permasalahan di atas. Untuk permasalahan harga karet, pemerintah dapat membentuk semacam lembaga khusus yang mengurusi karet, seperti halnya Bulog yang mengurusi beras. Karena kenyataannya di lapangan, harga karet di tingkat penyadap ditentukan oleh para pedagang karet, sehingga berapa pun tingginya harga karet di pasaran dunia, harga di kalangan petani penyadap tidak serta-merta mengikuti. Dengan adanya lembaga ini pemerintah dapat menetapkan harga jual terendah di tingkat penyadap karet, sehingga penyadap karet tidak lagi bisa dipermainkan oleh pedagang “nakal”.
Untuk membantu pembiayaan petani sawit, dapat dilakukan dengan membagikan bibit sawit unggul bersertifikat secara gratis kepada para petani.

Seperti yang dilakukan pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, yang telah membagikan 150 ribu batang bibit sawit unggul kepada petani. Program ini tentu sangat membantu petani, mengingat harga bibit sawit unggul yang cukup mahal, berkisar antara 30 sampai 40 ribu per batangnya.

Tentunya solusi-solusi tersebut tidak akan terwujud tanpa dibarengi dengan perhatian khusus dari pemimpin Provinsi Riau. Tahun ini Provinsi Riau akan memilih pemimpin masa depannya, diharapkan pemimpin Riau di masa depan mampu mengubah citra bertani menjadi sebuah pekerjaan yang menjanjikan kesejahteraan dan menarik minat generasi muda untuk ikut bertani, yang pada akhirnya akan berdampak pada turunnya tingkat pengangguran. Dengan sedikitnya pemuda yang menganggur, niscaya Provinsi Riau akan siap menghadapi bonus demografi sehingga dapat memanfaatkan fenomena ini dengan sebaik-baiknya.

Penulis: Debi Tomika
Tempat & tanggal lahir: Cerenti, 05 Desember 1992.

Bekerja sebagai Staf IPDS Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kuantan Singingi.

HUT Pancasila ke-73, Lapas Kelas II B Pasir Pengaraian Berikan Santunan ke Panti Asuhan

Lapas Kelas II B Pasir Pengaraian Berikan Santunan ke Panti Asuhan
Lapas Kelas II B Pasir Pengaraian Berikan Santunan ke Panti Asuhan

ROKAN HULU,Tribun Riau- Dalam Rangka memperingati Hari Lahir Pancasila ke 73 tahun 2018, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian menggelar Upacara, yang dipusatkan dihalaman Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Jum’at (1/6/2018).

Dalam Upacara bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila itu berjalan dengan lancar dan seluruh peserta Upacara terlihat hikmat meski menjalankan ibadah puasa Ramadhan, pada upacara itu juga diikuti oleh Pejabat Struktural, Petugas Lapas, CPNS dan perwakilan narapidana yang tergabung dalam Pramuka, Santri Napi, Wanita dan perwakilan kamar.

Kalapas Kelas IIB Pasir Pengaraian Muhammad Lukman AMd Ip SH MSi yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, sekaligus membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo. Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilali-nilai leluhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Karena Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para Founding Fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

“Kita perlu belajari dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong,” harap Jokowi dalam Sambutan yang dibacakan Kalapas Pasir Pengaraian

Dalam sambutan itu lagi, Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus kita lakukan. Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembina Ideologi Pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Rangkaian proses besar tersebut harus selalu kita ingat, kita dalami semangatnya dan kita pahami rohnya. Adalah tugas dan tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita. Pada peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat kita untuk bersatu, berbagi dan berprestasi.

Dengan mengusung tema“Kita Bersatu, Kita Berbagi, Kita Berprestasi” untuk Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur, Upacara hari Kesaktian Pancasila ini menjadi momentum untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI.

Usai menggelar Upcara Peringatan Hari Lahir Pancasila dilanjutkan dengan Sosialisasi dan Informasi hasil kunjungan kerja Dirkamtib. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian dan saling berbagi dibulan Suci Ramadhan, Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian juga memberikan santunan ke Panti Asuhan Budi Mulia, Kecamatan Rambah. Kedatangan Kalapas yang didampingi beberapa pejabat struktural dan petugas pun disambut hangat pengurus panti.

“Dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila ke 73, apalagi ini bulan suci Ramdhan, kami ingin bersilaturahmi, berbagi dan memberikan santunan ke Panti Asuhan Budi Mulia ini sebagai bentuk keikhlasan dan kepedulian kami untuk saling berbagi,” kata Kalapas M. Lukman

Tambah M. Lukman berharap bantuan yang diberikan tersebut dapat bermanfaat bagi anak-anak yatim di Panti Asuhan Budi Mulia. Selain itu dirinya juga berpesan pada anak asuh, panti asuhan agar selalu bersyukur dan menggunakan waktu yang sebaik baiknya untuk menuntut ilmu agar menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara.

Diakhir kunjungan, rombongan Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian beserta seluruh pengurus dan anak asuh Panti Asuhan Budi Mulia foto bersama usai penyerahan santunan secara simbolis oleh Kalapas Kelas IIB Pasir Pengaraian Muhammad Lukman AMd Ip SH MSi kepada pengurus panti asuhan. Selain itu, Kalapas juga mengajak anak-anak Panti Asuhan mengucapkan yel-yel sesuai dengan tema Hari Lahir Pancasila ke 73 Tahun 2018 “Kita Pancsila, Kita Indonesia, Kita Bersatu, Kita Berbagi, Kita Berprestasi. (mad)

KIP Riau Minta Pemerintah Daerah Maksimalkan Peran PPID

Komisioner KIP Riau didampingi Kadis Kominfo Rohul foto bersama di ruang media center
Komisioner KIP Riau didampingi Kadis Kominfo Rohul foto bersama di ruang media center

ROKAN HULU,Tribun Riau- Upaya mendukung keterbukaan informasi bagi masyarakat dan publik, Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Riau khususnya Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), harus memaksimalkan fungsi Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Rohul.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Riau, Zufra Irwan, didampingi Komisioner KIP Riau Jhoni Setiawan Mundung serta Sekretaris KIP Provinsi Riau Erisman Yahya, Kamis (31/5/2018), usai ilaturrahim sekaligus monitoring dan evaluasi terhadap implementasi KI di Dinas Kominfo Rohul.

Komisioner KIP Riau perdana berada di Negeri Seribu Suluk, dan disambut Kadis Kominfo Rohul Gorneng SSos MSi, Sekretaris Dinas Kominfo Rohul Zulfikri serta Kabid dan pegawai di Dinas Kominfo Rohul.

Karena, PPID merupakan salah satu media masyarakat guna mengetahui terkait pemerintah daerah dan aktifitas kepala daerah serta program serta kegiatan yang dilaksanakan. Selain memamfaatkan radio milik pemerintah daerah yang saat ini telah berbentuk lembaga penyiaran publik lokal, sebagai media informasi pembangunan.

“Kita berrap, pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Rohul, dapat memaksimalkan peran PPID sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengetahui informasi tentang pemerintah daerah dan pembagunan. Sehingga PPID wujud keterbukaan informasi. Kalau ada wartawan atau masyarakat ingin mengetaui informasi tentang Pemkab bisa melalui PPID,” terangnya.

Di pertemuan silaturrahim terlihat santai di ruang kerja Kadis Kominfo Rohul, Zufra meminta Pemerintah Kabupaten Rohul harus fokus dan mempunyai perhatian lebih terhadap Dinas Kominfo Rohul, selain dinas teknis PUPR.

“Sehingga imagenya dan pencitraan kepala daerah (Bupati, red) itu, ada di Dinas Kominfo. Jadi tak bisa setengah setengah perhatiannya. Bukannya Pemkab harus mengistimewakan terhadap Kominfo, namun harus logis, baik dari sisi pendanaan, SDM, Infrastruktur, IT dan ruangan harus menjadi perhatian,”

“Karena sesuai Permendagri Nomor 3 tahun 2017, bahwasanya PPID terpusat di Dinas Kominfo. Kominfo bisa meminta data ke OPD terhadap program kegiatan yang dilaksanakan untuk di informasikan ke masyarakat luas,” ungkapnya.

Jelas Zufra lagi, perlu dukungan kepala daerah terhadap anggaran serta infrastruktur yang dibutuhkan Dinas Kominfo Rohul, dalam memberikan layanan informasi ke masyarakat.

“Sebenarnya tupoksi KIP, mengamanahkan monitoring dan evaluasi. Kita ke Kabupaten Rohul, untuk melihat inplementasinya dengan mengunjungi Dinas Kominfo Rohul. Kita melihat secara langsung ruang data dan media serta infrastruktur pendukung sudah cukup baik,” ucapnya.

Sebutnya lagi, sudah seharusnya Bupati dan pimpinan DPRD Rohul memperhatikan dengan serius PPID yang teknisnya di Dinas Kominfo Rohul. Selama ini, ada kencendrungan Kominfo sebagai dinas pelangkap, padahal itu salah.

“Pencitraan, image daerah ada di Dinas Kominfo yakni PPID sehingga harus difungsikan perannya. Justru SDM di Kominfo harus aparatur sipil negara yang profesional dibidangnya. PPID akan menyelamatkan pejabat, mengurangi beban pejabat. Tak perlu repot jumpa bupati, karena datanya disana sudah ada di PPID,“ tambahnya.

Kadis Kominfo Rohul Gorneng SSos MSi sangat menyambut baik kunjungan kerja ekaligus silaturrahim Komisioner KIP Provinsi Riau ke Dinas Kominfo Rohul. Atas masukan dan saran yang telah disampaikan KIP, akan segera ditindaklanjuti, selain menjadi semangat baru dalam mengelola keterbukaan informasi publik.

“Tahun 2019, kegiatan media cetak, elektronik serta online dikelola Dinas Kominfo, sehingga kita selain memaksimalkan peran PPID, kita akan intens melakukan komunikasi dan coffe morning dengan rekan rekan wartawan dalam rangka sharing, memberika masukan, saran dan informasi,” ungkap Gorneng. (mad)

BBPOM Temukan Makanan Takjil di Rohul Kandungi Bahan Berbahaya

BBPOM lakukan pengambilan sampel takjil di beberapa tempat, dan ditemukan makanan mengandung pewarna tekstil
BBPOM lakukan pengambilan sampel takjil di beberapa tempat, dan ditemukan makanan mengandung pewarna tekstil

ROKAN HULU,Tribun Riau- Ditemukan Sampel produk makanan yang dijual di Pasar Modren Pasir Pangaraian, dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya jenis Rodamin B.

Hasil itu didapatkan berdasarkan hasil kegiatan intensifikasi pengawasan takjil dan pangan yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM), Rabu (30/5/2018) sore kemarin, di Pasir Pangarian.

Dalam kegiatan itu, Tim BBPOM mendatangi sejumlah titik pasar Ramadan Seperti Pasar Ramadan Kelurahan Pasirpengaraian, Pasar Ramadan jalan Tuanku Tambusai (epan pasar Modren), serta pasar Ramadan di Jalan Tuanku Tambusai depan SDN 002 Rambah termasuk di Pasar Modren.

Saat lakukan inspeksi, tim membeli 50 sampel takjil serta bahan makanan dari pedagang, untuk dilakukan pengujian Kandungan Formalin, Rodamin B, Metamin Yellow dan Borax dalam makanan di Mobil Laboratorium BBPOM.

Lalu, dari 50 sampel yang diuji, ada 4 sampel dinyatakan positif mengandung perwarna tekstil atau Rodamin B. Ke empat sampel tersebut, ditemukan dalam produk cendol dan terasi di empat pedagang yang berbda di Pasar Modren Pasir Pangaraian.

“Kita sudah lakukan uji sampel terhadap pangan dan jajanan, termasuk bahan mentah. Dari 50 sampel yang kita uji ada 4 hasil yang tidak memenuhi standar, dimana kita menemukan adanya kandungan pewarna Rodamin B di 4 sampel yakni 2 cendol dan 2 terasi. Sementara 3 paramater lainnya seperti formalin, metamin yellow dan borak tidak ditemukan,” jelas Emi Amalia, Kasi Pemeriksaan BBPOM Provinsi Riau.

Kata Emi lagi, Rodamin B merupakan jenis pewarna tekstil yang dilarang untuk pangan dan termasuk bahan berbahaya. Rodamin B memiliki ciri berwarna merah muda berpendar kemerahan.

“Rodamin B memang tidak langsung berdampak ke tubuh manusia, dan sifaftnya tokxit kumulaitf mulai dari terjadinya iritasi sampai dengan sakit hati lever dalam jangka panjang dan bahkan bisa menimbulkan kanker hati,” terangnya.

Karena sifatnya sangat berbahaya, BBPOM langsung lakukan pengamanan terhadap sisa pangan yang dijual pedagang. BBPOM juga akan keluarkan rekomendasi ke Diskes Rohul dan Diseprindag, guna menelusuri kemungkinan masih adanya penggunaan Rodamin B dalam pangan di sejumlah pasar Rohul serta melakukan pembinaan ke pedagang.

“Kita menhimbau kepada masyarakat, agar berhati-hati dalam memilih pangan dan memperhatikan warna makanan. Bila ada makanan warnanya berpendar atau cerah hendaknya hati-hati dan dicek agar tidak membahayakan kesehatan,” imbaunya. (mad)

Terbaru

Populer