Beranda blog Halaman 1258

PARAH, Wanita Setengah Abad Ini Ingin Selundupkan Sabu ke Lapas

Kepala Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian M Lukman SH, MSi
Kepala Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian M Lukman SH, MSi

ROKAN HULU, Tribun Riau-‎ Petugas Lapas Klas II B Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bagian pemeriksaan kembali menggagalkan upaya penyeludupan narkoba jenis sabu-sabu ke dalam Lapas.

Wanita berinsial EW (50) yang merupakan pengunjung Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, ditangkap petugas kemudian diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Rohul, karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu yanag akan dikirim ke seorang narapidana kasus narkoba berinisial ZL.

Upaya penyeludupan dilakukan wanita tersebut terbilang unik. Karena, satu paket yang diduga narkotika jenis sabu dimasukkan ke perut ikan lele yang sudah dibaluri sambal, kemudian dimasukkan ke nasi bungkus.

Walapun terbilang rapi, namun usaha wanita asal Desa Kabun, Kecamatan Kabun tersebut dapat‎ digagalkan Sipir Lapas Klas II B Pasir Pangaraian di bagian pemeriksaan.

Informasi Kepala Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian M. Lukman, SH, M.Si, Senin (4/6/2018) mengungkapkan, pada Sabtu (26/5/2018) sekitar pukul 10.20 Wib, saat itu pengunjung berinisial EW dengan nomor antrian 46, masuk melalui pintu utama Lapas dan menenteng bungkusan makanan.

Wanita setengah abad tersebut, berusaha mengelabui petugas, dengan membawa barang berupa nasi bungkus yang di dalamnya tersimpan 1 paket diduga sabu. Nasi tersebut rencananya akan diberikan kepada Zul, warga binaan Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian perkara Narkoba yang menempati kamar nomor 8.

“Pengakuan wanita tersebut, sabu itu diduga untuk seorang warga binaan berinisial ZL yang ditahan atas perkara narkoba sejak dua tahun silam. Pengakuannya lagi, ZL merupakan pacar juga calon suaminya,” jelas Lukman.

Dijelaskan Lukman, saat memasuki pintu utama petugas bagian pengawasan dengan teliti dan jeli memeriksa barang bawaan EW. Setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan alat pemindai atau X-Ray, petugas jaga saat itu bernama Muhammad Sandi melihat ada barang mirip Narkoba jenis sabu dalam nasi bungkus.

“Itu bukti tidak ada pembiaran peredaran Narkoba di Lapas, dan komitmen bersama petugas Lapas Pasirpangaraian untuk memerangi narkoba,” tegas M. Lukman.

Saat itu, lanjut Lukman, barang mencurigakan selanjutnya dilaporkan kepada Sipir Lapas bernama Dafrijon. Petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap EW.

Nasi bungkus yang dibawa EW langsung diperiksa petugas, dengan cara menuangkannya ke dalam piring dan disaksikan perempuan tersebut. Dalam perut ikan lele, petugas menemukan benda‎ yang dililit plastik asoi merah dengan lakban bening yang diduga narkotika jenis sabu.

“Dalam upaya penyelupan narkoba ke dalam Lapas cukup unik, wanita tersebut memasukkan paket sabu ke dalam perut ikan lele dalam bungkusan nasi,” kata M. Lukman.

Setelah berhasil mengamankan EW ucap M. Lukman,‎ KPLP Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian Parlin H. Simanjuntak dan Kasi Binadi Giatja, kemudian melaporkan temuan ke Kalapas, dan melaporkan ke Divisi Pemasyarakat Kanwil Kemenkumham Riau.

Ditambahkan Lukman, EW beserta bara‎ng bukti berupa 1 paket diduga sabu diserahkan ke Satuan Resnarkoba Polres Rohul untuk penyelidikan lebih lanjut.

Satuan Resnarkoba Polres Rohul, ungkap M. Lukman, wanita EW telah tetapkan tersangka, dan sudah ditahan di Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian sebagai tahanan titipan Polres Rohul. (mad)

Pemprov Jabar Siap Kucurkan THR, Ini Tanggalnya

Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa kang Aher.
Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa kang Aher.

BANDUNG, Tribun Riau- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat siap mengucurkan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1439 Hijriah untuk aparatur sipil negara (ASN) termasuk tenaga honorer senilai Rp100 miliar. Anggaran untuk THR ASN termasuk honorer didapat setelah Pemprov Jabar melakukan penyesuaian sejumlah pos anggaran.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan, Pemprov Jabar sudah siap membagikan THR dan gaji ke 13 untuk ASN. Aher menuturkan sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 903/3386/SJ, THR untuk kepala daerah, pimpinan dan anggota DPRD, serta ASN agar dialokasikan dari APBD, dan untuk dibayarkan pada minggu pertama bulan Juni 2018 sebesar penghasilan pada bulan Mei 2018.

Kemudian untuk pemberian gaji ke 13 diupayakan untuk dibayarkan pada minggu pertama bulan Juli 2018 sebesar penghasilan bulan Juni 2018. “Kami komit terhadap kesejahteraan aparatur sipil negara. Pemprov Jabar akan segera membayarkan THR dan gaji ke 13 untuk ASN,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa menambahkan, angka Rp100 miliar lahir setelah pihaknya menghitung komponen yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, dan tambahan penghasilan PNSD atau tunjangan kinerja atau sebutan lainnya. “Sudah didapat angkanya Rp100 miliar, segera diproses untuk ditransfer ke rekening Rabu atau Kamis,” kata Iwa.

Menurutnya, angka tersebut akan disalurkan pada sekitar 50.000 ASN Jabar dengan dominasi 27.000 guru SMA/SMK dan angka ini juga sudah meliputi THR bagi sekitar 24.000 honorer baik guru maupun yang ada di lembaga. “Semuanya sudah masuk hitungan. Uangnya sudah ada, jadi tidak ada diskriminasi semua dapat THR,” katanya.

Anggaran sebesar ini, menurut Iwa, didapat setelah pihaknya menyisir sejumlah pos dimana diantaranya berasal dari dana pos tidak terduga, sisa lelang dan kegiatan-kegiatan yang tidak dilaksanakan. “Insha Allah dari tiga poin itu dananya sudah cukup, tinggal proses administratif,” ujarnya.

Dalam surat edaran Mendagri diatur besaran THR dan komponennya. Adapun komponen THR dan gaji ketiga belas untuk Gubernur, Wagub, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, Wakil Wali kota, pimpinan dan anggota DPRD terdiri dari gaji pokok/uang representasi, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan. “Alhamdulillah, alokasi untuk THR tidak mengganggu anggaran yang ada,” ujar Iwa. (ant/red)

Operasi Tim Gabungan, Sejumlah Kafe di Rohul Masih Nekad Buka

Camat Bangun Purba, Kapolsek Rambah, Danramil 02 Rambah, ikut dalam operasi pekat di Kecamatan Bangun Purba
Camat Bangun Purba, Kapolsek Rambah, Danramil 02 Rambah, ikut dalam operasi pekat di Kecamatan Bangun Purba

ROKAN HULU, Tribun Riau- Tim gabungan dari Koramil 02 Rambah, Polsek Rambah, Camat Bangun Purba dan Satpol PP, menyisir ke lokasi hiburan malam atau kafe yang berada di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rohul pukul 23.00 Wib (03/06/2018) malam.

Dalam peyisiran ke sejumlah lokasi, ada sejumlah pemilik tempat hiburan malam tetap nekad beroperasi meski saat ini masih dalam suasana bulan Suci Ramadhan.

Tempat hiburan malam yang disisir yakni Kafe Muri di Desa Bangun Purba Barat dan kafe Elin terletak di Desa Bangun Purba Timur Jaya Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rohul. Awalnya, tim gabungan menuju kafe Muri dan menemukan barang bukti tuak 1 tong kondisi kafe tutup, diduga pemilik dan peminum kabur.

Kemudian, tim gabungan melanjutkan kegiatan mencari kafe yang buka di bulan suci Ramadan dan menemukan kafe Elin yang terletak di Desa Bangun Purba Timur Jaya ditemukan barang bukti 1 tong tuak dan satu kardus Bir.

Danramil 02/Rambah Kapten Inf Hendra P. Barus, sangat menyayangkan kegiatan warung ’Kafe’ yang masih buka pada bulan suci Ramadan.

”Mari, berikan kesempatan ke saudara-saudara kita dalam melaksanakan ibadah pada bulan suci Ramadan ini”, harap Danramil 02 Rambah Kapten Inf Hendra P. Barus, Senin (2/04/2018).

“Kita berharap, tidak ada kegiatan-kegiatan di tempat hiburan malam selama bulan Ramadan”, tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Bangun Purba Amridal Lubis Sp, Kapolsek Rambah AKP Hermawan, Kabid Operasi Satpol PP Erwin, para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan personil Polsek Rambah meninjau lokasi kafe. (mad)

Besaran Zakat Fitrah 2018, Ini Ketetapan dari Kemenag Rohul

Kakan Kemenag Rohul Drs H Syahrudin MSy
Kakan Kemenag Rohul Drs H Syahrudin MSy

ROKAN HULU,Tribun Riau- Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sudah menetapkan besaran zakat fitrah yang harus dibayarkan umat Muslim di Negeri Seribu Suluk, menjelang hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Disebutkan Kepala Kantor Kemenag Rohul, Drs. H. Syahrudin M.Sy, sesuai Surat Edaran Nomor: 1424/Kk.04.10/5/BA.03.2/2018, tentang Ketentuan Zakat Fitrah dan Zakat Maal, besaran zakat fitrah sudah ditetapkan‎ sesuai survey harga dilakukan di Pasir Pangaraian dan sekitarnya.

Dalam Sesuai surat edaran‎, zakat fitrah yang harus dibayar umat Muslim berupa makanan yang mengeyangkan, dalam hal ini beras 2,5 kilogram. Namun bila dibayar dalam bentuk uang, harga tertinggi Rp 34.750, dan terendah Rp 25.000 per orangnya.

Beras Natural, Kuku Balam, Ramos, Panda, Sokan, dan Pandanwangi, zakat fitrah dibayarkan Rp 34.750. Beras Ananda, Anak Daro dan Solok zakat fitrah dibayarkan Rp 32.000. Lalu, untuk beras jenis CML, Mawar, Topi Koki, Apel Beras F4 zakat fitrah dibayarkan Rp 28.000. Sedangkan beras Bulog‎, zakat fitrah dibayarkan yakni Rp25.000.

‎Syahrudin menyatakan, secara fiqih, zakat fitrah dibayarkan umat Muslim dimana merayakan merayakan hari raya Idul Fitri. Sedangkan untuk zakat maal, dibayarkan dimana usaha didapat.

Sebut Syahrudin, zakat fitrah sudah dibayarkan sejak 1 Ramadhan lalu sampai 1 Syawal sebelum khatib naik mimbar. Setelahnya, akan masuk dalam sedekah biasa.

“Kita mengimbau masyarakat Rohul ‎ untuk membayarkan zakat fitrah secepatnya. Paling baik sejak 1 Ramadhan sampai hari raya Idul Fitri, sebelum khatib naik mimbar,” sebut Syahrudin.

Kemudian, selain zakat fitrah sambung Syahrudin, umat Muslim di Kabupaten Rohul juga jangan lupa untuk membayarkan zakat maal (zakat harta‎ dan zakat penghasilan).

Dijelaskannya, bahwa ketentuan Hukum Islam, zakat maal diqiaskan dengan nisab emas 85 gram. Jika harga 1 gram ‎emas Rp590 ribu. Sehingga jika jumlah harta sudah mencapai Rp 50.150.000, maka zakat maal yang harus dikeluarkan sebesar 2,5 persen atau Rp 1.253.750.

Untuk pembayaran zakat fitrah dan zakat maal, lanjut Syahrudin, bisa dibayarkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di setiap masjid atau musholla.

“Dimana surat edaran sudah mulai kita edarkan ke masjid dan musholla, melalui Kantor Urusan Agama masing-masing kecamatan,” ucapnya.

Kemudian kata Syahrudin lagi, bagi umat Muslim yang mempunya kebun kelapa sawit juga harus membayarkan zakat ‎pertanian sebesar 2,5 persen dari penghasilan setiap kali panen.

Zakat pertanian, jelas Syahrudin, banyak pakar yang menganologikan, karena kelapa sawit tidak bisa dimakan, sehingga hasilnya masuk dalam zakat perdagangan, karena sawit tidak dimakan. Sedangkan dianologikan zakat perdagangan maka 2,5 persen dan dibayarkan per tahun.

“Sebaiknya dibayar setiap bulannya, sehingga tidak terasa berat kalau dibayarkan per tahun,” imbaunya.

Kemudian, untuk zakat penghasilan dari gaji, tambah Syahrudin, bagi umat Muslim yang bergaji di atas Rp 4,166 juta sudah wajib mengeluarkan zakat 2,5 persen setiap menerima gaji. (mad)

Sekaligus Buka Bersama, Bupati Sukiman Resmikan Sekretariat Himarohu Riau

Bupati Rohul H Sukiman, resmikan sekretariat Himarohu Riau di Pekanbaru
Bupati Rohul H Sukiman, resmikan sekretariat Himarohu Riau di Pekanbaru.

PEKANBARU,Tribun Riau- Bupati Rokan Hulu (Rohul), H Sukiman, ghadiri buka puasa bersama dengan mahasiswa Rohul di Pekanbaru, Sabtu (2/6/2018), sekaligus peresmian sekretariat Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu (Himarohu) Riau di Jalan Bandeng, Tangkerang, Pekanbaru.

Di kegiatan itu, juga dihadiri sejumlah pejabat di jajaran Pemkab Rohul, Pj Sekda Rohul, H. Abdul Haris, Anggota DPRD Rohul Sahril Topan dan Zainul Akmal yang juga pembina Himarohu.

Di kegiatan tersebut, juga hadir Ketua Hulubalang Rohul, H.Syafrudin Poti SH, Kasat lntelkam Polres Rohul, AKP Aditya Reza serta Ketua Himarohu Riau, Abu Bakar selaku tuan rumah mengaku sangat beterima kasih atas dukungan Bupati Rohul dan partisipasi seluruh stekolder yang terkait.

“Atas nama Himarohu, kami berterima kasih ke Bupati dan semua pihak yang sudah hadir buka bersama dan peresmian sekretariat ini, motto kami Himarohu Riau ingin menjadi mahasiswa yang bermanfaat bagi masyarakat Rohul,” sebutnya.

Bupati Rohul, H. Sukiman, menyampaikan ke seluruh mahasiswa Rohul agar gedung sekretariat Himarohu Riau yang baru dibangun dan diresmikan ‎bisa digunakan sebagai mana mestinya.

“Gunakan gedung ini untuk keperluan organisasi Himarohu Riau dan kepentingan mahasiswa Rohul dengan sebaik baiknya,” imbuhnya.

Diakui Bupati Sukiman, dirinya senang dengan mahasiswa yang giat bertani, berternak, dan Ia berjanji akan membantu mahasiswa yang mau melakukan hal tersebut dengan membentul kelompok tani.

“Saya mengharapkan ke tamu undangan yang hadir pada acara buka bersama dan peresmian sekretariat Himarohu bisa bersatu dalam pembangunan Rohul yang lebih baik,” harapnya. (mad)

Safari Ramadhan, HKR Pekanbaru Santuni Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Ketua Umum HKR Pekanbaru Yuharman, serahkan bantuan untuk anak yatim dan kaum duafa, saat safari Ramadhan di Dusun Gunung Intang Kecamatan Bangun Purba
Ketua Umum HKR Pekanbaru Yuharman, serahkan bantuan untuk anak yatim dan kaum duafa, saat safari Ramadhan di Dusun Gunung Intang Kecamatan Bangun Purba

ROKAN HULU,Tribun Riau- Himpunan Keluarga Rokan Hulu (HKR) Pekanbaru, gelar‎ Safari Ramadhan 1439 Hijriyah di Masjid Nurul Anwar Gunung Intan Tengah, Desa Bangun Purba Timur Jaya, Kecamatan Bangun Purba, Sabtu (‎2/6/2018) malam.

Kegiatan safari Ramadhan, sekaligus silaturahmi di Masjid Anwar Gunung Intan Tengah dihadiri pengurus HKR Pekanbaru, termasuk Ketua Umum HKR Pekanbaru H. Yuharman SE, Tokoh Agama, Tokoh‎ Adat, dan Tokoh Masyarakat di Bangun Purba, Camat Bangun Purba Admiral Lubis SP, dan masyarakat Gunung Intan Tengah Desa Bangun Purba Timur Jaya.

Di safari‎ Ramadhan dan silaturahmi, diawali dengan berbuka puasa Ramadhan bersama, dilanjutkan Salat Magrib dan Salat Isya berjemaah, dan Salat Tarawih.

Dikatakan tokoh Masyarakat Bangun Purba Prof. DR. Irwan Efendi,‎ meski Gunung Intan Tengah masih mayoritas suku Mandailing, namun masih banyak masyarakat di daerah ini yang masih menjaga budaya Melayu.

Kepada jemaah, Irwan Efendi berterima kasih ke pengurus HKR Pekanbaru yang sudah gelar Safari Ramadhan di kampung halamannya.

‎Camat Bangun Purba Admiral Lubis.SP mengatakan, kecamatannya yang baru terbentuk 2002 silam merupakan salah satu kecamatan yang berbeda dan punya ciri khas tersendiri, sebab masyarakat di daerahnya sekitar 19 ribu jiwa mayoritas bersuku Mandailing.

Sebut Admiral, bahwa Dusun Gunung Intan dulunya bisa dikatakan daerah terisolir, namun sekarang pembangunan di kampung Gunung Intah ini‎ semakin pesat.

Dewan Penasehat HKR Pekanbaru,‎ H. Marlis Kasim mengatakan, awalnya warga asal Rohul yang sudah menetap di Kota Pekanbaru tidak saling kenal. Namun, sejak terbentuknya HKR Pekanbaru, warga Rohul‎ di Kota Bertuah sudah saling kenal satu dengan lainnya.

Ungkap Marlis Kasim yang‎ juga anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru sangat berterima, karena kedatangan para pengurus HKR Pekanbaru di Masjid Nurul Anwar disambut hangat oleh masyarakat Desa Bangun Purba Timur Jaya dengan jamuan yang luar biasa.

Sementara itu, Ketua Umum HKR Pekanbaru H. Yuharman SE mengatakan Safari Ramadhan digelar setahun sekali, sebab masing-masing pengurus punya kesibukan masing-masing, ada yang berprofesi sebagai Dosen, anggota DPRD, dan jabatan penting di sejumlah perusahaan dan rumah sakit, termasuk perguruan tinggi.

Kata Yuharman‎ lagi, Safari Ramadhan sebagai ajang silaturahmi bagi masyarakat asal Kabupaten Rohul yang merantau di Kota Pekanbaru dengan masyarakat Rohul.

“Silaturahmi seperti ini tidak boleh terputus. Memang bisa melalui sarana telekomunikasi, tapi jangan dilupakan pertemuan langsung lebih berkesan dan lebih bermanfaat,” jelas Yuharman.

“Kalau melalui telepon kan bisa kapan saja, tapi nilainya lebih bagus kalau kita langsung berkunjung. Jadi nilai-nilai kekerabatan itu jangan sampai hilang,” tambahnya.

Pimpinan Divisi Manejemen SDM Bank Riau Kepri mengatakan Safari Ramadhan HKR Pekanbaru digilir di kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Rohul.

Sebutnya, di tahun-tahun sebelumnya Safari Ramadahan pernah di Kota Tengah Kecamatan Kepenuhan, Kecamatan Rambah Samo, dan Kecamatan Rokan IV Koto. Dan ke depan, safari akan digilir di kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Rohul.

Ungkap ‎Yuharman, HKR Pekanbaru juga intens membahas masalah di Kabupaten Rohul, namun mereka memberikan masukan ke pemerintah daerah tidak dilakukan secara terang-terangan.

Menurutnya, HKR Pekanbaru bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan sebagai tempat mengadu, semisal ada keluarganya yang sakit dan membutuhkan ambulance. HKR Pekanbaru, diakuinya juga tidak alergi dengan politik, sebab di organisasinya juga ada bidang politik.

“HKR sebagai wadah untuk sosial yang membantu masyarakat,”Kata Yuharman, dan mengaku di HKR Pekanbaru ada bidang pendidikan, agama, sosial masyarakat, bidang politik, dan lainnya.

‎Bukan hanya membantu masyarakat Rohul yang sakit, ungkap Yuharman, HKR Pekanbaru juga membantu warga Rohul di Pekanbaru yang tertimpa musibah banjir, serta anak-anak Rohul yang terkendala masalah biaya pendidikan.

Di Safari Ramadhan , pengurus HKR Pekanbaru menyerahkan bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, dan bantuan dari Bank Riau Kantor Cabang Pasirpangaraian, bantuan Alquran dan Juz Amma untuk Masjid Nurul Anwar, dan diakhiri ceramah oleh penceramah DR. H. Azwar Aziz. (mad)

Peringatan Harla Pancasila, Ini Pesan Kapolres Rohul

Kapolres pimpin apel pancasila
Kapolres pimpin apel Pancasila

ROKAN HULU,Tribun Riau- Kapolres Rokan Hulu (Rohul), AKBP M.Hasyim Risahondua,SIK,M.Si, pimpin upacara peringatan Hari Lahir (Harla) Pancasila 1 Juni 2018 bertempat di Halaman Upacara Mapolres Rohul, Jumat (1/6/2018).

Dalam upacara itu, hadir Wakapolres Kompol Willy Kartamanah,Aks,S.Ip,M.Si, Para Kabag, Para Kasat, Kapolsek jajaran, para perwira, Bintara dan ASN Polres Rohul‎.

Bertindak sebagai perwira upacara AKP Supriyana, Komandan upacara Ipda Nanang Pujiono,SH, dan pengibar Bendera Bripda Alpisahri, Bripda Umil Khoriah, Bripda Eka Putra dan Pembaca UUD 1945 Bripka Adi Sastra,S

Dalam Amanatnya, Inspektur Upacara Kapolres Rohul AKBP M.Hasyim Risahondua,Sik,M.Si, bacakan sambutan Presiden RI dalam rangka upacara peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2018.

Kapolres mengungkapkan, bahwa nilai-nilai pancasila harus tetap dimiliki setiap masyarakat terkhusus generasi muda Rohul.

Ditegaskannya, di zaman yang serba teknologi ini, ‎bisa jadi nilai-nilai pancasila akan mulai menepis dan menghilang. Untuk itulah polres Rohul akan sekiuat tenaga untuk membangkitkan dan menanamkan kembali nilai-nilai pancasila pada masyarakat Rohul.

Dijelaskanya lagi, Pancasila merupakan modal dasar dalam mempererat ‎persatuan dan kesatuan, apabila seluruh masyarakat Rohul mengamalkan nilai-nilai pancasila, tentunya persatuan dan kesatuan akan semakin kokoh.

“Kita harus berterima kasih kepada para pendiri dan pembuat Pancasila, makanya kita harus mengaplikasikan nilai-nilai pancasila dalam berkehidupan bermasyarakat,” imbaunya.

Disebutkannya, bahwa nilai-nilai pancasila saat ini ditengah masyarakat modren secara umum ada sedikit pergeseran. Untuk itulah generasi muda harus kembali menanamkan nilai-nilai pancasila.

AKBP Hasyim mengaku, ada beberapa faktor yang bisa melunturkan nilai-nilai pancasila, salah satunya yakni adanya anggapan kelompok-kelompok tertentu yang menganggap Pancasila sudah tidak relevan di zaman kemajuan teknologi.

Kemudian, mulai hilangnya budaya bangsa seperti bergotong royong ditengah masyarakat juga menjadi faktor yang bisa saja melunturkan nilai-nilai pancasila.

“Kami berharap generasi muda bisa menghidupkan kembali budaya gotong royong, karena gotong royong akan memperkuat persatuan dan kesatuan ditengah-tengah masyarakat,” ucapnya. (mad)

Manajemen RSUD Rohul Bagikan Nasi Kotak ke Pasien Menengah ke Bawah

Direktur RSUD Rohul dr Novil, ikut bagikan 200 nasi kotak ke pasien menengah ke bawah
Direktur RSUD Rohul dr Novil, ikut bagikan 200 nasi kotak ke pasien menengah ke bawah

ROKAN HULU,Tribun Riau- Manajemen RSUD Rohul, Kamis (31/5/2018), gelar aksi berbagi berkah, dengan membagikan 200 nasi kotak kepada pasien tergolong pasien menengah ke bawah.

Bukan hanya melibatkan Manajemen RSUD, kegiatan tersebut juga ikut melibatkan sejumlah LSM dan Ormas di Rohul seperti Laskar Pembela Islam Rohul.

Di kegiatan berbagi berkah, motori Direktur RSUD Rohul dr Novil Raykel, juga hadir Sekretaris RSUD Rohul drg. Septine Asmarwati M. Kes, Komite Medik RSUD Rohul Dokter Spesialis, tokoh masyarakat dan Caratecker Ketua MUI Rohul, Yulihesman yang memberikan tausiah agama.

Selain membagikan takjil, di kegiatan tersebut pihak Manajemen RSUD juga membagikan santunan ke anak yatim.

Dikatakan Direktur RSUD Rohul dr. Novil Raykel, kegiatan berbagi berkah tersebut merupakan bentuk kepedulian RSUD, Kepada Pasien, khususnya pasien Kelas 3, yang tergolong pasien menegah ke bawah.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini dapat membantu pasien dan keluarga pasien kelas 3 yang tergolong pasien menengah kebawah. sehingga mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli makanan berbuka puasa,”jelasnya.

Disebutkan dr Novil yang merupakan jebolan Fakultas Kedokteran Andalas, pihaknya memang sengaja mengundang LSM dan juga Ormas seperti Laskar Pembela Islam (LPI) untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, dengan harapan, dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga dan mendukung memperbaiki layanan RSUD.

“RSUD ini adalah milik kita bersama. Sehingga kita harapkan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat Layanan RSUD ini kedepanya bisa lebih baik,” harapnya. (mad)

Dulu Ubi Kayu, Kini Serai Wangi. Begini Penjelasan Wabup Halim Soal Kegagalan Pabrik Tepung Tepioka

TELUKKUANTAN, Tribun Riau- “Tak jadi Ubi Kayu, Serai pun jadi” agaknya seperti itulah rencana Wabup Kuansing, H Halim untuk memperjuangan perbaikan ekonomi para petani didaerahnya.

Gagal mengembangkan Ubi Kayu sebagai bahan baku Tepung Tepioka, kini Wabup Kuansing melirik tanaman Serai Wangi untuk dikembangkan.

Sebelumnya, orang nomor dua di Kuansing ini berencana ingin mengembangkan Ubi Kayu sebagai alternatif ekonomi warga selain bertani sawit dan karet. Menurut rencana semula, Ubi Kayu ini akan di kembangkan untuk bahan baku Tepung Tepioka. Sedangkan Tepungnya akan dijual kepada perusahaan bubur kertas PT RAPP sebagai bahan perekat kertas.

Potensi ini dianggap besar karena, selama ini perusahaan kertas nomor dua terbesar di Asia Tenggara itu mengimpor Tepung Tepioka ribuan ton dari berbagai negara untuk memenuhi kebutuhannya.
Melihat potensi yang ada maka, Wabup Halim bersama beberapa orang pejabat Kuansing pada hari, Rabu (7/12/16) lalu berkunjung ke salahsatu pabrik Tepunh Tepioka di Sukaharjo, Jawa Tengah.

Kunjungan tersebut untuk mempelajari selukbeluk pengembangan budidaya Ubi Kayu dan cara pembuatan Tepung Tepioka.
Namun seiring waktu berjalan, kabar pengembangan Ubi Kayu itu semakin memudar. Semakin lama rencana tersebut semakin hilang. Bahkan rencana pendirian pabrik Tepung Tepioka yang ditaksir menelan anggaran sekitar Rp12 miliar itu bahkan tidak pernah dibahas lagi. Lalu kenapa penyebabnya?

Wakil Bupati Halim saat berbincang dengan tribunriau.com pekan lalu menjelaskan penyebab gagalnya rencana pengembangan Ubi Kayu. Kata dia, rencana tersebut gagal karena perusahaan RAPP tidak mau membuat jaminan harga.

“Kita minta RAPP membuat jaminan harga Ubi Kayu nya diatas Rp1000 per kilogram. Mereka gak mau,” kata Wabup Halim.

Karena tidak ada jaminan harga itu maka sangat beresiko bagi masyarakat. “Begitu pasokan Ubi membludak, tau-tau harga turun. Ini yang kita gak mau. Nanti masyarakat marah,” cetus Halim.

Ditambahkan Halim, atas dasar itulah pemerintah mengurungkan niat untuk mendirikan pabrik Tepung Tepioka dan mengembagkan tanaman Ubi Kayu di Kuansing. “Karena jaminan harga tak ada,” tegas Halim.

Gagal bukan bearti berhenti. Wabup Halim terus berupaya mencari peluang demi untuk meningkatkan perekonomian warganya. Kini, Wabup Halim berencana untuk mengembangkan tanaman Serai Wangi untuk dijadikan beragam produk turunan.
Tanaman Serai ini, merupakan bahan baku untuk industri parfum, sabun, kosmetik, antiseptik, pengusir serangga, aroma terapi, pestisida nabati, dan pembuatan bio-adiktif bahan bakar minyak (BBM).

Selain gampang tumbuh, tanaman ini juga tergolong mudah perawatannya. Tanaman ini kata dia, sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Kuansing. Sebab daerah itu masih memiliki lahan tidur yang cukup luas. Selain itu, tanaman tersebut bisa tumbuh pada tanah berbagai tipe. Baik dataran rendah maupun dataran tinggi.Potensi pasarnya pun terbuka lebar.

Sebagai jaminan pangsa pasar, Wabup Halim juga akan membangun industri penyulingan minyak Serai di Kuansing. Pembangunan industri penyulingan ini, kata dia, adalah untuk menjamin pemasaran Serai agar lebih mudah. “Semoga rencana pak Wabup terlaksana,” ujar Abdul Ricek warga Kuansing berharap. (hen)

Penggerebekan di UNRI, Ini Penjelasan Polri

Densus 88 saat menggerebek UNRI Pekanbaru
Densus 88 saat menggerebek UNRI Pekanbaru

PEKANBARU,Tribun Riau- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, dalam penggerebekan Densus 88 Antiteror Polri di Universitas Riau (Unri) pada (2/6) sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Itu sudah sesuai SOP ya, penggerebekan dilakukan tidak sedang kuliah, tidak sedang belajar mengajar,” ujar Iqbal saat dihubungi Republika, Ahad (3/6).

Iqbal menjelaskan, penggerebekan itu dilakukan bukan tanpa alasan. Menurutnya, seluruh barang bukti yang diamankan pun ada di dalam lingkungan kampus.

Pelaku, yang sebenarnya bukan lagi mahasiswa UNRi juga beraktivitas di kampus. Sehingga, pendekatan yang dilakukan Densus 88 Antiteror menurutnya sudah mempertimbangkan hal tersebut.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan awal kepada tersangka, tersangka memilih lingkungan kampus, karena dinilai ‘aman’. Dalam hal ini, aman yang dimaksud adalah, bahwa tersangka mengira dengan ia bersembunyi di kampus, maka akan meminimalisasi pengawasan aparat.

Lalu, lanjut Iqbal, para tersangka mudah merakit bom karena ada beberapa serbuk serbuk yang diambil dari laboratorium. “Dari hasil penyelidikan kita tahu bahwa kelompok mereka sangat berbahaya makanya sudah SOP pada kelompok kelompok itu harus dengan strategi khusus,” kata dia.

Iqbal pun membantah bahwa penggerebekan ini merupakan suatu bentuk represi terhadap lingkungan kampus. Menurutnya, untuk menindak kelompok terorisme semacam ini, perlu strategi khusus, dan tidak mencederai nilai-nilai di dalam kampus. Hal ini pun diterapkan bukan hanya di lingkungan kampus.

“Kalua misalnya ada rumah ibadah juga kita juga kalau ada kejahatan yang harus dilakukan penegakan hukum kita SOP nya juga pas tidak lagi kegiatan agama (penggerebekannya), ini di kampus juga tidak sedang belajar,” kata dia.

Pengamat Terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya mempertanyakan lamgkah penggerebekan Densus 88 Antiteror di lingkungan Kampus Universitas Riau pada Sabtu (2/6). Menurut Harits penggerebekan seyogyanya dilakukan di luar lingkungan kampus.

“Itu pola dan cara hard power di lingkungan kaum intelektual yang justru potensi melahirkan sikap antipati terhadap aparat,” kata Harits pada Republika, Ahad (3/6).

Menurut Harits, hal penggerebekan baru bisa dilakukan apabila beberapa orang yang dianggap tersangka tersebut ada indikasi kuat hendak meledakkan rakitan bomnya juga di dalam kampus. Penggerebekan di kampus ini menurutnya perlu memperhatikan marwah kampus, dan juga meminimalisir pandangan publik yang tidak sepakat dengan pola penindakan seperti itu.

Harits mengungkapkan, dengan pola penggerebekan seperti itu, publik bisa berspekulasi bahwa motif tersebut seperti untuk memaksakan stigma kampus sebagai sarang teroris dan kampus sarang pembenihan ekstrimis. Sehingga, ada asumsi lanjutan bahwa perlu ada proyek-proyek kontra terkait dengan terorisme di kampus. “Sikap kritis tersebut niscaya muncul,” kata Harits.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melakukan penggeledahan di Universitas Riau pada Sabtu (2/6). Dari penggeledahan dan pengembangan perkara tiga orang ditetapkan sebagai tersangka terorisme. Tiga tersangka tersebut bekerja dalam lingkup perakitan bom.

Adapun tersangka pertama yang diamankan adalah MNZ(33 tahun), RB alias D (34 tahun) dan OS alias K (32 tahun). Mereka merupakan mantan mahasiswa Unri. Dua nama terakhir awalnya diamankan sebagai saksi, namun setelah dikembangkan ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut keterangan Polri, tiga terduga teroris tersebut akan melakukan diduga penyerangan terhadap kantor-kantor DPR RI dan DPRD. Penggeledahan yang dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik itu, selain mengamankan sejumlah tersangka, diamankan pula sejumlah bom siap ledak dan bahan peledak.

Sejumlah barang yang diamankan di antaranya bom pipa besi yang sudah jadi sebanyak dua buah, bahan peledak TATP (Triaceton Triperoxide) yang sudah jadi, bahan peledak lain seperti Pupuk KNO3, Sulfur, Gula, Arang. Diamankan pula busur panah dua buah dan anak panahnya delapan buah, senapan angin satu buah serta granat tangan rakitan satu buah. (rci/red)

Terbaru

Populer