TELUKKUANTAN, Tribun Riau- Wakil Bupati Kuansing terkagum kagum melihat keberhasilan petani di Daerah Lembang, Provinsi Jawa Barat pekan lalu. Petani disana, kata Halim, berhasil mengembangkan tanaman Serai Wangi untuk dijadikan beragam produk turunan.
Tanaman Serai ini, merupakan bahan baku untuk industri parfum, sabun, kosmetik, antiseptik, pengusir serangga, aroma terapi, pestisida nabati, dan pembuatan bio-adiktif bahan bakar minyak (BBM).
Selain gampang tumbuh, tanaman ini juga tergolong mudah untuk perawatannya. ” Kita tanaman ilalang saja dapat duit,” ujar Wabup Halim kepada tribunriau.com, sembari menganalogikan menaman Serai segampang menanam pohon Ilalang.
Tanaman ini kata dia, sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Kuansing. Sebab daerah itu masih memiliki lahan tidur yang cukup luas. Selain itu, tanaman tersebut bisa tumbuh pada tanah berbagai tipe. Baik dataran rendah maupun dataran tinggi.
“Lahan tidur inilah yang akan kita gerakkan masyarakat untuk budidaya tanaman Serai nantinya,” kata Halim.
Bagi masyarakat Kuansing tanaman ini tidak asing lagi. Dulu, tanaman ini banyak tumbuh dibelakang rumah warga. Bagi ibu rumah tangga, tanaman ini juga memiliki fungsi untuk penyedap masakan.
Namun seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, tanaman Serai tidak lagi hanya sekedar penyedap rasa. Tapi, bisa dijadikan beragam produk unggulan lainya. Dan sudah bernilai ekonomis. Wabup Halim berharap, dengan membudidayakan tanaman ini nantinya, warganya bisa menjadikan alternatif ekonomi.
Bangun Industri Penyulingan.
Tidak hanya akan mendorong warga untuk menanam Serai, Wabup Halim juga akan membangun industri penyulingan minyak Serai di Kuansing. Pembangunan industri penyulingan ini, kata dia, adalah untuk menjamin pemasaran Serai agar lebih mudah.
“Kalau industri penyulingan ini sudah terbangun, pemasaran tanaman serai ini akan mudah. Ini berpotensi mengangkat perekonomian masyarakat,” ucapnya sembari menyebutkan investasi yang dibutuhkan berkisar sekitar Rp2 miliar untuk membangun industri penyulingan ini.
Dengan besarnya potensi ekonomi dari tanaman ini, Wabup Halim berjanji akan langsung bergerak merealisasikan rencana pembangunan pabrik tersebut. Dijelaskannya, industri penyulingan yang akan dibangunnya kelak berkapasitas satu ton hanya dalam tempo waktu dua jam. (hen)











