Peringatan Harla Pancasila, Ini Pesan Kapolres Rohul

Kapolres pimpin apel pancasila
Kapolres pimpin apel Pancasila

ROKAN HULU,Tribun Riau- Kapolres Rokan Hulu (Rohul), AKBP M.Hasyim Risahondua,SIK,M.Si, pimpin upacara peringatan Hari Lahir (Harla) Pancasila 1 Juni 2018 bertempat di Halaman Upacara Mapolres Rohul, Jumat (1/6/2018).

Dalam upacara itu, hadir Wakapolres Kompol Willy Kartamanah,Aks,S.Ip,M.Si, Para Kabag, Para Kasat, Kapolsek jajaran, para perwira, Bintara dan ASN Polres Rohul‎.

Bertindak sebagai perwira upacara AKP Supriyana, Komandan upacara Ipda Nanang Pujiono,SH, dan pengibar Bendera Bripda Alpisahri, Bripda Umil Khoriah, Bripda Eka Putra dan Pembaca UUD 1945 Bripka Adi Sastra,S

Dalam Amanatnya, Inspektur Upacara Kapolres Rohul AKBP M.Hasyim Risahondua,Sik,M.Si, bacakan sambutan Presiden RI dalam rangka upacara peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2018.

Kapolres mengungkapkan, bahwa nilai-nilai pancasila harus tetap dimiliki setiap masyarakat terkhusus generasi muda Rohul.

Ditegaskannya, di zaman yang serba teknologi ini, ‎bisa jadi nilai-nilai pancasila akan mulai menepis dan menghilang. Untuk itulah polres Rohul akan sekiuat tenaga untuk membangkitkan dan menanamkan kembali nilai-nilai pancasila pada masyarakat Rohul.

Dijelaskanya lagi, Pancasila merupakan modal dasar dalam mempererat ‎persatuan dan kesatuan, apabila seluruh masyarakat Rohul mengamalkan nilai-nilai pancasila, tentunya persatuan dan kesatuan akan semakin kokoh.

“Kita harus berterima kasih kepada para pendiri dan pembuat Pancasila, makanya kita harus mengaplikasikan nilai-nilai pancasila dalam berkehidupan bermasyarakat,” imbaunya.

Disebutkannya, bahwa nilai-nilai pancasila saat ini ditengah masyarakat modren secara umum ada sedikit pergeseran. Untuk itulah generasi muda harus kembali menanamkan nilai-nilai pancasila.

AKBP Hasyim mengaku, ada beberapa faktor yang bisa melunturkan nilai-nilai pancasila, salah satunya yakni adanya anggapan kelompok-kelompok tertentu yang menganggap Pancasila sudah tidak relevan di zaman kemajuan teknologi.

Kemudian, mulai hilangnya budaya bangsa seperti bergotong royong ditengah masyarakat juga menjadi faktor yang bisa saja melunturkan nilai-nilai pancasila.

“Kami berharap generasi muda bisa menghidupkan kembali budaya gotong royong, karena gotong royong akan memperkuat persatuan dan kesatuan ditengah-tengah masyarakat,” ucapnya. (mad)