Beranda blog Halaman 1247

HUT Bhayangkara ke-72, Polres Rohil Gelar Sunatan Massal

Salah seorang anak sedang mengikuti proses sunatan massal
Salah seorang anak sedang mengikuti proses sunatan massal

ROHIL, Tribun Riau- Dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-72, Polres Rohil mengelar bakti sosial Sunatan Massal terhadap 50 anak yang kurang mampu dari beberapa wilayah di Kabupaten Rokan Hilir.

Kegiatan Bhakti sosial sunat massal ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan BRI Cabang Bagan Siapiapi dilaksanakan di gedung Aula Tunggal Panaluan Polres Rohil, Senin (25/06/2018).

Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH melalui Wakapolres Kompol. Dr. Wawan SH MH mengatakan, kegiatan bakti sosial yang digelar Polres Rohil merupakan peran Polri untuk hadir di tengah tengah masyarakat sehingga bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, hal ini juga dalam upaya menjalin hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Polres Rohil juga sudah sering melakukan bakti sosial ditengah tengah masyarakat seperti bakti sosial religi di rumah ibadah Mesjid dan Gereja, pembagian takjil saat bulan Ramadhan bagi para pengendera yang melintasi di Mapolres Rohil dan pembagian zakat Profesi Polri yang kita lakukan di Bagansiapiapi,” ujar Wakapolres.

Secara terpisah, Dinas Kesehatan Rohil melalui Kepala Puskesmas Sedinginan dr.H.Eka Syafridillah menyambut baik atas kegiatan bakti sosial sunatan massal yang dilakukan Polres Rohil.

“Dengan adanya kegiatan bakti sosial sunatan massal yang dilakukan Polres Rohil sehingga bisa membantu saudara kita yang kurang mampu.” ujarnya.”Pada kesempatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Rohil mendatangkan dua orang dokter dan tujuh perawat untuk melakukan operasi penyunatan,” jelas Eka.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Awang S Wijaya selaku Kapala Cabang (kacab) BRI Bagansiapiapi, bahwa BRI selalu mendukung sepenuhnya atas kegiatan Polres Rohil dalam melakukan bakti sosial. “Kegiatan ini merupakan kegiatan mulia, sehingga banyak saudara kita yang kurang mampu bisa terbantu,” ujarnya.(to)

Program Air Bersih di Dumai, Wako: Kami Sedang Bekerja

DUMAI, Tribunriau- Walikota Dumai, Zulkifli AS menyatakan bahwa pihaknya tengah bekerja keras dalam mewujudkan air bersih di Kota Dumai.

“Kita sedang bekerja untuk mewujudkan air bersih di kota ini,” ujar Walikota Dumai, Zulkifli AS pada acara Halal bi Halal dan Coffe Morning bersama insan pers di Gedung Pendopo, Selasa (26/6/2018).

Hal itu dikatakannya menyusul banyaknya warga yang mengeluhkan janji Walikota pada saat kampanye lalu.

Dilanjutkan Walikota, beberapa proses dalam mewujudkan air bersih sudah dilakukan, namun kemungkinan teralirnya air bersih ke rumah warga diprediksi pada akhir 2019 atau awal 2020.

“Kemungkinannya akan selesai pada akhir 2019 atau awal 2020,” tambah pria yang akrab disapa Zul AS ini.

Dijelaskan Zul AS, beberapa pekerjaan terkait program air bersih juga sudah akan ditenderkan, dan masalah keadaan pipa saluran air, pihaknya sudah mendatangkan tim ahli untuk mengecek kondisi pipa-pipa yang sudah tertanam.

“Kita sudah datangkan tim ahli yang mengecek kondisi pipa-pipa yang tertanam, mereka sudah bekerja 20 hari, dan kita sedang menunggu hasilnya,” jelasnya.

Tak hanya masalah air bersih, Zul AS juga menyampaikan beberapa program yang sedang digesah oleh Pemko, yaitu penerangan lampu jalan, saluran gas oleh PGN untuk warga hingga ajakan Wako pada pilkada 27 Juni mendatang.

“Untuk Pilkada, mari gunakan hak pilih kita, dan ASN diharapkan untuk menjaga netralitasnya,” imbau Zul AS. (isk)

Imunisasi MR, Dinkes Provinsi Riau Targetkan 1,9Juta Anak

PEKANBARU,Tribun Riau- Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau akan melakukan kampanye dan introduksi imunisasi MR selama bulan Agustus dan September 2018 mendatang.

Adapun jumlah target sasarannya sebanyak 1.955.658 anak yang berusia sembilan bulan sampai dengan di bawah usia 15 tahun yang tersebar di 12 kabupaten dan kota.

Kepala Diskes Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, bahwa imunisasi MR di Riau tersebut merupakan tahapan fase kedua di Indonesia bersamaan dengan seluruh daerah di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Ia menuturkan, bahwa campak atau Measles merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin.

Penyakit ini sangat berpotensi menjadi wabah apabila cakupan imunisasi rendah dan kekebalan kelompok (herd immunity) tidak terbentuk.

Ketika seseorang terkena campak, 90 persen orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular jika mereka belum kebal terhadap campak.

Seseorang dapat kebal jika telah diimunisasi atau terinfeksi virus campak. Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Akan tetapi yang menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek teratogenik apabila rubella ini menyerang pada wanita hamil pada trimester pertama. Infeksi rubella yang terjadi sebelum konsepsi dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan abortus, kematian janin atau sindrom rubella kongenital (Congenital Rubella Syndrome/CRS) pada bayi yang dilahirkan.

“Maka dari itu, diharapkan dalam masa kampanye dan introduksi MR ini, minimal 95 persen anak usia 9 bulan sampai dengan dibawah 15 tahun di Riau telah terimunisasi,” harap Kadiskes Riau, Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Senin (25/6/2018) dilansir GoRiau. (grc/red)

Kecurangan Pilkada 2018 di Riau, Ini Daerah yang Rawan

PEKANBARU,Tribun Riau- Polda Riau selaku bagian dari Gakkumdu (Penegakkan Hukum Terpadu, red) perhelatan Pilkada 2018 telah melakukan pemetaan, wilayah mana yang paling rawan atau potensial terjadinya kecurangan dalam pemilihan calon kepala daerah.

Dari 12 Kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Riau, terdapat tiga wilayah yang dinilai rawan, diantaranya Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru dan terakhir Indragiri Hilir (Inhil). Hal itu diungkapkan oleh Kapolda Riau Irjen Nandang.

Kerawanan itu, salah satunya potensi terjadinya politik uang. Bukan tanpa sebab, lantaran tiga daerah tersebut cukup tinggi jumlah pemilihnya. “Money politik dilakukan di tempat yang potensial (Banyak) jumlah pemilihnya. Dalam hal ini, skala provinsi ada tiga, Kampar, Pekanbaru dan Inhil,” kata Nandang.

Mengantipasi hal tersebut, Satgas Money Politik pun sudah digerakkan melakukan pengawasan. Jenderal bintang dua ini menjelaskan, sipenerima atau pemberi bisa dijerat sanksi pidana jika ditemukan melakukan pelanggaran tersebut.

Menurutnya, tidak ada tawar menawar untuk menempuh jalur pidana, demi terciptanya pemilihan yang bersih. “Itu ancamannya tiga tahun, hukuman maksimal. Jika ada ditemukan, laporkan agar bisa ditindaklanjuti,” sebutnya dilansir GoRiau.

Hari ini, Senin (25/6/2018) pagi, Polda Riau sudah melepas personelnya untuk pengamanan Pilkada yang dilangsungkan pada 27 Juni 2018 mendatang. Dalam hal ini, ada 891 aparat dilibatkan dengan dibantu TNI, sebagai bentuk sinergitas agar Pemilu serentak berjalan kondusif.

Kerawanan lainnya, adalah letak geografis lokasi atau wilayah pencoblosan, di mana ada yang harus melewati sungai, bahkan mesti ditempuh berjam-jam perjalanan untuk mengantarkan logistik pemilihan, salah satunya di wilayah Dumai. (grc/red)

KPU Dumai Musnahkan Surat Suara Rusak

Ketua KPU beserta Walikota Dumai membakar surat suara yang rusak
Ketua KPU beserta Walikota Dumai membakar surat suara yang rusak

DUMAI,Tribun Riau- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Dumai, Senin (25/6/2018) pagi memusnahkan 613 surat suara Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) yang rusak dengan cara dibakar dalam sebuah drum bekas.

Proses pemusnahan dilanksanakan di Gudang Logistik KPU Kota Dumai Jalan HR Soebrantas dan disaksikan Walikota Dumai Zulkifli AS beserta unsur Forkompinda.

Kerusakan surat suara yang dimusnakan tersebut, ada yang robek dan bercak.
“Yang ada bercak karena ketidak sempurnaan pencetakan surat suara dan ada kertas suara yang robek. Jadi kita musnahkan dengan cara dibakar,” kata Ketua KPU Kota Dumai, Darwis.

Ia juga mengatakan, surat suara untuk Kota Dumai sempat kurang sebanyak 916 lembar surat suara. Namun, pihak KPU Provinsi Riau sudah menambahkan kekurangan tersebut.

“Kami sudah pastikan saat ini tidak ada lagi surat suara yang kurang untuk Kota Dumai,” ungkap Darwis.

Selama pendistribusian alat kelengkapan pemungutan dan penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau tahun 2018 berlangsung dilakukan pengamanan dan pengawalan oleh personil Polres Dumai. (grc/red)

PJU Masih Padam, Ini Ajakan DPRD Pekanbaru

PJU di Pekanbaru padam
PJU di Pekanbaru padam

PEKANBARU,Tribun Riau- Hingga Minggu (24/6/2018) malam tadi, sejumlah lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kota Pekanbaru masih mati atau mengalami pemutusan oleh pihak PLN karena Pemko Pekanbaru kembali menunggak pembayaran.

Tak pelak kondisi ini berimbas kepada pemgguna jalan yang harus ektra hati-hati dengan kondisi jalan yang gelap gulita dan sangat rawan aksi kriminalitas.

Menanggapi persoalan ini, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Sigit Yuwono ST memandang perlu dicarikan solusi terbaik, dan agar tidak saling menyalahkan satu sama lain, terlebih lagi saat ini tahun politik jangan sampai dimanfaatkan pihak tertentu.

“Pemutusan ini seperti tindakan premanisme. Seharusnya PLN jangan hanya karena keterlambatan pembayaran dari Pemerintah Kota Pekanbaru sehingga langsung mengambil tindakan sendiri. Dimana akan berefek banyak. Apalagi sekarang diketahui tahun politik, jangan sampai kejadian ini dimanfaatkan,” ungkap Sigit Yuwono.

Lanjut Politisi Demokrat ini lagi, semua pasti ada solusi dan Pemerintah kota pasti akan membayar tunggakan yang terjadi.

“Pasti ada solusi. Kan sesama pemerintah. Tidak mungkin Pemko akan mengelak membayar, pasti akan dibayar. Hanya menunggu waktunya saja. Jadi jangan hanya memikirkan menang sendirinya saja. Mari duduk bersama Pemko dan PLN untuk mencari solusi seperti apa,” terangnya.

Diketahui ada dua jenis LPJU yang harus dibayarkan Pemko, yakni LPJU yang dimeterisasi dan tidak meterisasi. Sementara jelas Sigit, PLN sendiri tidak memaparkan berapa biaya untuk LPJU yang dimeterisasi dan tidak.

“Yang dimeterisasi sudah jelas berapa yang harus dibayar. Yang belum dimeterisasi kita cari solusinya seperti apa. Berapa banyak yang belum dimeterisasi. Jadi solusinya bukan PLN langsung main putus seperti premanisasi. Dengan matinya LPJU juga berdampak dengan rawannya kriminalitas. Kita kan mencari kondusif Kota Pekanbaru ini. Jadi marilah kita duduk sama-sama pasti ada solusinya. Kita minta sesegera mungkin lampu-lampu jalan dihidupkan kembali jangam setelah ada kejadian saling menyalahkan,” katanya lagi. (hrc/red)

Pilkada Serentak, 27 Juni Libur Nasional

JAKARTA,Tribun Riau- Pemerintah memastikan 27 Juni lusa merupakan libur nasional. Penetapan libur ini berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018.

“Soal libur memang KPU mengusulkan agar ada satu libur Pemilu. Tidak hanya di 171 daerah. Dan ini sudah disetujui,” tutur Wiranto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2018).

Wiranto mengatakan pengesahan 27 Juni sebagai libur nasional ini nantinya akan berlandaskan Perpres. Pepres yang dimaksud akan segera disahkan.

“Pemerintah nanti ada Pepres-nya,” ujar Wiranto.

Mengapa perlu ada libur nasional? Wiranto mengatakan libur diperlukan berkaitan dengan mobilisasi massa.

“Alasannya akan ada mobilisasi massa di luar 171 daerah, artinya tidak mungkin kalau 171 daerah libur yang lain tidak libur. Baik organiasi swasta maupun pemerintah,” tutur Wiranto. (dtc/red)

Semua Ditahan, Polisi di Daerah ini Diduga Terlibat Pembunuhan

Jenazah calon walikota Ocampo, Fernando Ngeles Jurez yang akan dimakamkan
Jenazah calon walikota Ocampo, Fernando Ngeles Jurez yang akan dimakamkan

MEKSIKO CITY,Tribun Riau- Seluruh polisi di KotaOcampo, Meksiko, ditahan atas dugaan keterlibatan dalam pembunuhan seorang calon wali kota.

Insiden berawal ketika Fernando ngeles Jurez, 64, ditembak hingga tewas oleh orang tak dikenal di luar salah satu rumahnya, pada Kamis (21/6).

Sejumlah jaksa menuding pejabat keamanan publik Kota Ocampo, Oscar Gonzlez Garca, terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Ketika beberapa anggota kepolisian federal Meksiko tiba di kota itu untuk menahan Garcia pada Sabtu (23/6), mereka dihalangi oleh para polisi setempat.

Sehari kemudian, anggota-anggota kepolisian federal Meksiko kembali ke kota tersebut dengan membawa bala bantuan. Alhasil, Garcia dan sebanyak 27 polisi kota itu ditahan pada Minggu (24/6) dini hari waktu setempat.

Mereka diborgol dan dibawa ke ibu kota negara bagian, Morelia, untuk diinterogasi.

Para jaksa menengarai bahwa Garcia dan para polisi kota itu bersekongkol dengan kelompok kejahatan.

Pembunuhan politisi

Lebih dari 100 politisi telah dibunuh di Meksiko menjelang pemilihan umum pada 1 Juli.

Fernando ngeles Jurez merupakan politisi ketiga yang dibunuh di negara bagian Michoacn dalam sepekan terakhir.

Pengusaha sukses dengan pengalaman politik yang minim ini semula hendak mencalonkan diri sebagai walikota dari kubu independen, tapi akhirnya bergabung dengan salah satu partai politik Meksiko, Partai Revolusi Demokratik (PRD).

“Dia tidak tahan melihat begitu banyak kemiskinan, ketidaksetaraan, dan korupsi sehingga dia memutuskan maju,” kata salah seorang rekannya, Miguel Malagn, kepada harian El Universal.

Pemilihan umum Meksiko akan berlangsung pada 1 Juli untuk memilih presiden baru, para senator, dan anggota-anggota Dewan Perwakilan.

Selain itu, lebih dari 3.000 pejabat daerah dan kota turut ditentukan dalam pemilu tersebut. (dtc/red)

Gempa Guncang Pulau Pagai Utara Kepulauan Mentawai

Titik gempa di Pulau Pagai Utara, Kepulauan Mentawai
Titik gempa di Pulau Pagai Utara, Kepulauan Mentawai

JAKARTA,Tribun Riau- Gempabumi berkekuatan 5 SR mengguncang Pulau Pagai Utara, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Gempa ini tak berpotensi tsunami.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 13.22 WIB, Senin (25/6/2018). Pusat gempa tersebut berada di kedalaman 18 kilometer.

Lokasi gempa tepatnya berada di 100.18 Bujur Timur dan 2.76 Lintang Selatan. Lokasi gempa berada di 206 km barat daya Kota Padang.

Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai dampak gempa ini. (dtc/red)

Dollar Kembali Bertengger di Rp14Ribu, Sampai Kapan Keok?

JAKARTA,Tribun Riau- Nilai tukar rupiah kembali keok setelah libur panjang Lebaran. Dolar Amerika Serikat (AS) kini kembali bertengger di atas level Rp 14.000.

Meski membuat kalangan dunia usaha dan investor, namun Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya kondisi ini dipercaya hanya bersifat sementara.

“Harusnya si kalau kita lihat lebih ke arah temporary nantinya mungkin dalam beberapa waktu ke depan bisa lebih stabil,” tuturnya saat dihubungi detikFinance, Minggu (24/6/2018).

William memandang pelemahan Rupiah lebih disebabkan lantaran indeks dolar AS yang menguat. Salah satu penyebabnya rencana Bank Sentral AS, The Fed yang memberikan sinyal akan menaikkan suku bunganya beberapa kali tahun ini.

“Kenaikan dolar indeks dari saat berita awal kenaikan FFR (Fed Fund Rate). Tentunya nanti akan berimbas balik ke arah stabil,” imbuhnya.

William percaya dalam jangka pendek Rupiah bisa kembali stabil. Apalagi jika keputusan kenaikan FFR sudah dilakukan.

“Kalau secara perkiraan harusnya dalam jangka pendek, bukan berarti bisa pastikan kapan,” ujarnya.

Untuk minggu depan, William memprediksi dolar AS terhadap Rupiah akan berada dalam rentang Rp 13.880-14.160.

Sumber: Detik

Terbaru

Populer