ROKAN HULU,Tribun Riau- Parade Tari Nusantara 2018 digelar di Gedung Lageng Sasono Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), diikuti 28 provinsi dan telah berakhir, Senin (20/8/2018) malam.
Di Parade Tari Nusantara 2018 yang digelar dua hari 18 hingga 19 Agustus 2018, perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah keluar sebagai juara umum. Sedangkan Provinsi Riau diwakili Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), berhasil meraih penghargaan dua kategori yakni, Penyaji Unggulan, dan Provinsi Pemenang Yel-yel dari 28 provinsi yang menjadi peserta.
Dimana sebelumnya, koordinator TMII Mariano yang mewakili Direktur Utama TMII Tanribali Lamo mengaku, kesertaan provinsi di Parade Tari Nusantara 2018 meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2017, event budaya ini diikuti 24 provinsi, sementara di 2018 meningkat menjadi 28 peserta.
Mariano juga mengaku, di parade Tari Nusantara sudah berlangsung untuk ke-37 kalinya, dengan tujuan dalam rangka mengapresiasi insan seni, khususnya di bidang tari. Para ini biasa disebut sebagai pestanya para penari.
Dirinya berharap, parade Tari Nusantara bisa dimanfaatkan baik oleh para insan seni di tanah air. Mariano mengaku event budaya tahunan ini tetap mendapat dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/ kota.
Diacara yang ditutup resmi Direktur Utama (Dirut) TMII Jakarta, Drs. Tanribali Lamo SH, diumumkan penghargaan kategori Yel-yel terbaik saat pembukaan Parade Tari Nusantara diterima 3 provinsi, yaitu Provinsi Riau, Provinsi Kepulauan Riau, dan Provinsi Kalimantan tengah.
Selain itu, juga ikut diumumkan beberapa kategori, seperti Koreografi, Penata Musik dan Penata Busana. Untuk kategori Penyaji Unggulan terpilih 13 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Kepulauan Riau, Aceh, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Papua Barat dan Provinsi Riau.
Kemudian, untuk juara umum diraih oleh Kalimantan Tengah. Dan Kabupaten Rohul sebagai perwakilan Provinsi Riau harus puas menerima dua penghargaan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rohul Drs. Yusmar M.Si, mewakil Bupati Rohul H. Sukiman dan Pejabat Sekda Rohul H. Abdul Haris Lubis S.Sos, M.Si, berterimaksih atas perjuangan pelaku seni asal di tingkat nasional.
Kata Yusmar, dirinya bangga meski mereka tidak meraih juara umum, sebab masih bisa membawa tanda mata ke Provinsi Riau, dan Kabupaten Rohul pada khususnya, yaitu Piala Penyaji Unggulan dan Yel-yel terbaik.
“Kebanggaan ini cukup beralasan, karena dari 28 provinsi yang mengikuti, hanya 13 provinsi yang bisa membawa pulang piala ke daerahnya masing-masing. Sementara 15 provinsi lainnya tidak membawa apa-apa, seperti beberapa provinsi dari wilayah sumatera,” jelas Yusmar, Selasa malam.
Dikatakan Yusmar, dirinya berterima kasih atas semangat dan dorongan, serta motivasi dari bapak Gubernur Riau, melalui Bapak Kadis Pariwisata Provinsi Riau, Bupati Rohul H. Sukiman, Pejabat Sekda Rohul Abdul Haris Lubis, seluruh elemen Pemkab Rohul, serta masyarakat baik langsung maupun tidak langsung yang telah membantu Disparbud Rohul, sehingga mereka bisa berangkat mewakili Provinsi Riau.
“Jelas nama Rohul yang newakili Provinsi Riau telah bergema di Parade Tari Nusantara 2018.”
“Kita harapkan, ke depannya Kabupaten Rohul tetap berbicara dan tetap memberi andil di segala bidang untuk kemajuan Kabupaten Rohul, tidak saja di tingkat provinsi saja, melainkan di tingkat nasional, bahkan tingkat internasional,” sebut Yusmar. (mad)










