MAGELANG, Tribun Riau- Para anggota Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 102 berjibaku dengan adonan cor, saat mengerjakan program pengecoran jalan di dusun Mirimunggul desa Gandusari kecamatan Bandongan. Jumat (03/08/2018)
Seminggu sebelum penutupan para anggota satgas TMMD terlihat sedang berusaha menuntaskan pekerjaannya sebelum hari penutupan, sampai sampai beberapa anggota terlihat “nyemplung” di adonan cor untuk meratakan adonan cor jalan tersebut.
Hak tersebut dilakukan agar adonan cor dapat merata ke tatakan yang sudah dipasang di kanan kiri jalan yang dicor, karena kalo tidak rata bisa – bisa jalan yang di cor jadi bergelombang dan tidak nyaman untuk dilalui.
Sertu Kuncoro salah satu anggota satgas TMMD mengatakan, “Jika kita tidak meratakan adonan cor dengan nyemplung langsung, bisa jadi celah – celah ataupun rongga – rongga pada jalan dalam tatakan cor yang di pasang tidak terisi adonan cor dengan sempurna”. ucapnya.
“Bila tidak terisi sempurna maka biasanya akan cepat retak atau pecah dan setelah itu jalan akan cepat rusak bilamana musim hujan nanti”. Imbuh Sertu Kuncoro sambil nenutup pembicaraan. (rilis)
Mediasi sengketa lahan pola KKPA antara Kelompok Tani (Koptan) Muda Karya Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam dengan Koperasi Panca Usaha Ekadura Kecamatan Pagarantapah Darussalam di DPRD Rokan Hulu yang langsung di pimpin ketua DPRD Kelmi Amri.SH.
ROKAN HULU, Tribun Riau- Mediasi sengketa lahan pola KKPA antara Kelompok Tani (Koptan) Muda Karya (MK) Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam dengan Koperasi Panca Usaha Ekadura (PUE) Kecamatan Pagarantapah Darussalam di DPRD Rokan Hulu (Rohul), mengalami jalan buntu.
Dalam mediasi sengketa pola KKPA bermitra dengan PT. Eka Dura Indonesia (EDI) di DPRD Rohul, sudah dilakukan mediasi kelima kalinya sejak enam bulan terakhir, namun hingga kini belum menemukan titik temu, dan akan diselesaikan melalui pra peradilan.
Dalam hearing yang dipimpin Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, Selasa (31/7/2018), dihadiri Kapolsek Kunto Darussalam AKP S. Sitinjak, perwakilan Koramil Kunto Darussalam, Lurah Kota Lama Aly Yusuf, hasilnya tidak juga menemukan titik kesepakatan.
“Semula sudah akan ada capai titik kesepakatan dan untuk tidak sampai ke pengadilan, namun akhirnya Koperasi Panca Usaha melalui Rapat Akhir Tahun (RAT) menyimpulkan bahwa terhadap tuntutan Kelompok Tani Muda Karya ini tidak dapat diakomodir,” tegas Kelmi usai mediasi, Senin (1/8/2018) sore.
Kemudian, seluruh anggota Koperasi Panca Usaha meminta prosesnya ke pra peradilan saja. Sehingga DPRD Rohul tidak bisa mengintervensi terlalu jauh atas keinginan Koperasi Panca Usaha atas tuntutan Kelompok Tani Muda Karya tersebut.
“Rapat kesimpulan akhir dari DPRD, membacakan keputusan hasil RAT dari Koperasi Panca Usaha untuk diketahui Kelompok Tani Muda Karya Kota Lama, sehingga kesimpulan akhir kita menyerahkan persoalan kedua belah pihak ke pengadilan,” tambah Kelmi.
Mantan Ketua KNPI Kabupaten Rohul juga mengatakan, dari dokumen dan alurnya, realisasi lahan KKPA dibagikan PT. EDI merupakan anak perusahaan Astra Group, selaku bapak angkat ke koperasi sudah pas atau sesuai, yakni sekira 2.500 hektar.
“Kemudian, ada tahapan yang diajukan ke pemerintah, dan perusahaan sebagai pola bapak angkat di KKPA ini alurnya sudah. Cuman dalam penetapan lahan ini terjadi desakan atau tuntutan yang disampaikan Kelompok Tani Muda Karya,” terang yang menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Rohul.
“Inikan persoalan yang semestinya bisa diselesaikan secara mediasi, tetapi kedua belah pihak tidak mampu kita serahkan,” sebut Kelmi Amri. (mad)
ROHIL, Tribun Riau- Dinilai belum memiliki sertifikat halal dari MUI pusat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meminta kepada Pemerintah Daerah Rohil, agar menunda pemberian Imunisasi Measles dan Rubella (MR) kepada peserta didik.
“Pagi tadi saya langsung menemui Bupati Rohil H. Suyatno meminta untuk membatalkan pencanangan itu. Alhamdulillah, apa yang kita sampaikan kepada Bupati, sangat direspon. Jadi, pencanangan imunisasi MR di laksanakan di sekolah Wahidin tadi hanya sekedar seremonial, ” kata ketua MUI Rohil H. Ucok Indra SAg, Rabu (1/8/18) di Bagansiapiapi.
Ia mengucapkan terimakasih kepada Pemda Rohil yang telah mengindahkan himbauan MUI Pusat untuk menunda pemberian imunisasi MR itu karena sampai saat ini vaksin imunisasi MR belum ada sertifikat halalnya.
“Masalah ke halalan itu adalah sugesti untuk memotivasi pengkonsumsi bagi masyarakat khususnya umat muslim agar ada ketenangan batin mengkonsumsi,” ujar Ucok.
Sementara itu, Bupati Rohil H Suyatno mengatakan, melalui media online dan media sosial yang dibacanya banyak pro kontra terhadap pemberian imunisasi bahaya campak dan rubela. Namun karena ini merupakan arahan pemerintah pusat secara nasional, maka Pemda Rohil juga harus ikut melaksanakannya.
Adanya arahan dan diskusi dari MUI Rohil, tambah suyatno, sangat menyambut baik usulan penundaan itu. “Apa yang diutarakan MUI Rohil itu ada baiknya juga. Maksud dari MUI Pusat memberikan rekomendasi agar vaksin campak dan rubela ini diberi label halal,” katanya. (hen)
Bupati Sukiman, Kapolres, Kadisdikpora, perwakilan Bank Riau Kepri, dan peserta diklat paskibraka foto bersama usai pembukaan diklat Paskibraka
ROKAN HULU,Tribun Riau- Bupati Rokan Hulu (Rohul), mengingatkan seluruh Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang terpilih dan dipercaya, untuk bisa menjalankan tugasnya agar pada pelaksanaan pengibaran bendera merah putih 17 Agustus 2018 mendatang bisa sempurna dan berjalan dengan baik.
“Anak-anak kami yang ditugaskan sebagai Pakibra, pelaksanaannya harus tertib, baik dan tidak ada kekurangan, sehingga pada HUT RI ke 71 nanti di pengibaran bendera tidak ada yang salah. Karena itu, para pelatih harus benar benar melaksanakan tugas dengan baik, agar anak anak menjalankan tugas dengan sempurna,” imbau Bupati Rohul, H Sukiman, Rabu (1/8/2018), saat membuka Pendidikan dan latihan (Diklat) Paskibraka tahun 2018 tingkat Kabupaten Rohul.
Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Gelora Bhakti, Pasir Pangaraian, juga dihadiri Kapolres Rohul AKBP, Danramil 02/ Rambah, Kadisdikpora Drs.H. Ibnu Ulya, Msi ,Paur Humas Polres Rohul, Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora Rohul H.khaidir Anas.S.Pd, Ketua Panitia kegiatan yang juga Kasi Olahraga, Hapli Sumadi, juga purna Paskibraka lainnya juga pelatih Paskibraka Rohul.
Bupati juga berikan wejangan kepada 25 Paskibraka yang sudah terpilih dari hasil seleksi di 16 kecamatan se-Rohul, siingatkan agar seluruhnya bisa mengikuti Diklat dengan baik. Dirinya juga berpesan ke para pelatih Diklat, untuk mendidik mereka agar bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh tanggungjawab.
“Seluruh Paskibraka yang akan ikuti Diklat mesti harus siap. Karena lebih baik mandi keringat di latihan daripada mati darah dalam pertempuran. Karena, bila sedikit saja keliru akan pengaruhi jalannya upacara di puncak HUT RI nantinya,” ujar Bupati.
“Kemudian, yang paling terpenting agar Paskibraka dalam Diklat bisa menyiapkan mental dan fisik, agar pelaksananya benar benar sesuai dengan yang dilaksanakan. Juga agar berlatih sungguh-sungguh, menjaga fisik. Semuanya agar melaksanakannya dengan tertib atas bimbingan,” harap Bupati.
Bupati juga berterima kasih, kepada Kapolres Rohul, Dandim 0313/ KPR yang sudah terlibat dan ikut sebagai pelatih dikegiatan Paskibraka. Juga meminta, agar mengcek betul, tali bendera dan ganti yang baru agar jangan putus pada saat pelaksanaan upacara HUT RI Ke 73 sehingga bisa menjadi kacau upacara.
Sementara itu, menurut Kadisdikpora Ibnu Ulya, peserta Diklat 25 pelajar hasil selekesi dari 16 kecamatan. Peserta merupakan pelajar SLTA, peserta di Diklat 30 Juli sampai 18 Agustus 2018 dan selama pelatihan mereka diinapkan. Kemudian, pelatih 3 dari TNI, 2 Polri, 1 Disdikpora dan 1 dari Purna Paskibraka. Untuk koordinator pelatih Pasikbraka, tahun ini koordinator oleh Danramil 02/ Rambah Kapten Inf H.P Barus.
“Untuk pasukan 45, nantinya akan melibatkan 30 personil TNI dan 15 personil Polri,” ucap Ibnu Ulya. (mad)
ROKAN HULU,Tribun Riau- Universitas Pasir Pangaraian (UPP) Rohul, menyerahkan penghargaan kepada 6 aktivis perempuan yang dianggap berjasa untuk Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Selain itu, penghargaan juga diberikan bagi Kepala Desa (Kades) terbaik dan Kepala Sekolah terbaik.
Penghargaan dalam bentuk pelakat, sertifikat, souvenir dan sejumlah uang diberikan kepada 6 aktivis perempuan Rohul di Seminar Nasional Dies Natalis UPP ke-9 dengan tema “Perguruan Tinggi Meningkatkan Kompetensi Lokal menghadapi revolusi industri 4.0″, di Convention Hall Masjid Agung Islamic Center Pasir Pangaraian, Selasa (31/7/2018).
Dalam seminar Nasional Dies Natalis UPP ke-9 dihadiri Ketua Yayasan Pembangunan Rokan Hulu (YPRH) Ir. H. Hafith Syukri MM, Rektor UPP Dr. Adolf Bastian MPd, para dosen dan mahasiswa UPP, serta menghadirkan dua narasumber yakni Sekjen Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Dr. H. Amirsyah Tambunan MA, dan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTSI) Ir. H. M. Budi Djatmiko M.Si, MEI.
Dikatakannya, Tim Seleksi UPP Award Aktivis Perempuan, Lufita Nur Alfiah, M.Si, sangat bersyukur, karena berkat kerja keras selama ini, tim seleksi telah mendapatkan hasil dengan terpilihnya 6 penerima penghargaan UPP Award Aktivis Perempuan.
“Kita berterima kasih atas partisipasi civitas akademika UPP, dan seluruh masyarakat Rokan Hulu,” sampai Lufita.
Lufita mengumumkan, ada 6 perempuan di Kabupaten Rohul dianggap pantas menerima UPP Award Aktivis Perempuan.
Imana pertama, kategori Pejuang Pendidikan diberikan kepada Sri Eni Sugiharti. Aktivis perempuan ini dinilai telah mendedikasikan diri selama 15 tahun sebagai guru honor komite di SD Negeri 015 Marga Mulai Kecamatan Rambah Samo.
Kemudian, pengabdian Sri Eni, yang dapat dilihat dari cita-cita luhurnya sebagai pendidik yang tidak luntur, walau dengan gaji yang sangat sedikit dia sangat aktif mengembangkan soft skill siswa di bidang Pramuka, seni dan budaya.
Lalu kedua, untuk kategori Perempuan Pejuang Ekonomi Kemasyarakatan diberikan kepada Nur Asiyah, sebagai pelopor, pembina, pemberdaya kesejahteraan keluarga melalui kegiatan kelompok tani perempuan di Desa Pasir Jaya Kecamatan Rambah Hilir yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan dan tataboga.
Nur Asiyah juga dinilai aktif mendorong kaum perempuan, mengaktualisasikan diri dan menambah penghasilan melalui kegiatan UMKM. Produk dipasarkan berbagai macam olahan makanan berbahan dasar ikan, kue berbahan dasar produk lokal seperti ubi, sukun, dan sebagainya.
Ketiga, di kategori Perempuan Pejuang Kesehatan Ibu dan Anak diberikan kepada Jayimah. Perempuan asal Desa Pasir Jaya Kecamatan Rambah Hilir ini dinilai selama 33 tahun telah menjadi pelopor, penggerak, pembina, pendamping dan penyuluh kesehatan perempuan, khususnya dalam program keluarga berencana.
Dimana Jayimah sebekumnya, juga menerima beberapa piagam penghargaan, baik dari pemerintah daerah maupun pusat atas prestasi dan keteladanan dirinya dalam mengelola dan mensukseskan program Keluarga Berencana di Kabupaten Rohul.
Keempat, untuk kategori Perempuan Pejuang Lingkungan Hidup diberikan ke Ernita, karena dinilai berhasil mempelopori pengembangan lingkungan PHBS di Desa Ujung Batu Timur Kecamatan Ujung Batu. Juga Ernita aktif mempelopori penanaman tanaman obat keluarga dan holtikultura di pekarangan rumah warga di desanya.
Kelima, untuk kategori Perempuan Pejuang Seni dan Budaya diberikan kepada Sri Hayati. Perempuan asal Desa Bonai Kecamatan Bonai Darussalam ini dinilai sebagai sosok pengembang budaya tari tradisional melayu yakni Tari Semah Kampung yang diambil dari ritual pengobatan tradisional Semah Kampung/ Bedeo di Kecamatan Bonai Darussalam.
Lalu Sanggar Bonai Junjungan yang pimpin Sri Hayati pernah mewakili Kabupaten Rohul dalam kirab budaya tingkat Provinsi Riau.
Keenam, kategori Perempuan Pejuang Sosial Kemasyarakatan diberikan kepada Hj. Khairani. Perempuan asal Kecamatan Bangun Purba ini telah merintis terbentuknya Majelis Taklim Annisa yang aktif menyalurkan donasi kepada anak yatim piatu, anak terlantar, serta para orang lanjut usia atau Lansia sejak 2000 hingga sekarang.
Para penerima santunan capai 80 orang dengan total dana mencapai Rp40 juta setiap penyaluran. Khairani juga perintis berdirinya Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Darul Hikmah, dan konsisten mengajar tanpa gaji di MDA selama 18 tahun.
Kemudian, selain enam kategori penghargaan aktivis perempuan, UPP juga memberikan dua penghargaan kepada Kepala Desa (Kades) terbaik dan Kepala Sekolah (Kepsek) terbaik.
Award Kades terbaik diberikan kepada Sugiono S.Ip, Kades Air Panas Kecamatan Pendalian IV Koto. Sedangkan Award Kepala Sekolah Terbaik diberikan kepada Nurman, S.Pd selaku Kepala SMA Negeri 2 Rambah Hilir.
Rektor UPP, Adolf Bastian mengatakan, UPP Award Aktivis Perempuan adalah sebuah bentuk apresiasi dari UPP kepada para tokoh masyarakat yang telah banyak berprestasi dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Berharap award ini dapat jadi pemacu bagi seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan prestasi dan dedikasinya. Insya Allah UPP Award ini akan kita laksanakan setiap Dies Natalis UPP di masa-masa yang akan datang,” pesan Adolf Bastian.
Penghargaan diserahkan Rektor UPP Adolf Bastian, Ketua YPRH Hafith Syukri saat pembukaan Seminar Nasional UPP sempena Dies Natalis UPP ke-9. Award juga diberikan oleh narasumber seminar nasional yakni Ketua APTISI Budi Djatmiko dan Sekjen ADI Amirsyah Tambunan, MA.
Sedangkan menurut Ketua YPRH, Hafith Syukri, tujuan dari seminar nasional adalah untuk meningkatkan kompetensi lokal para dosen UPP, termasuk mahasiswa yang saat ini jumlahnya sekira 2.000 orang.
Dengan berlakunya era digitalisasi yang telah merambah hingga pelosok desa, maka para dosen haris mengikuti alur digital agar mereka tidak ketinggalan.
“Berharap dengan seminar nasional ini, tentu para dosen UPP lebih aktif dan kreatif dalam memberikan ilmu kepada mahasiswa,” harap Hafith Syukri.
Kata mantan Wakil Bupati Rohul, dirinya menargetkan dari seminar nasional yang digelar, tentu hasil kelulusan mahasiswa memuaskan, dan akan membuahkan hasil maksimal, sehingga UPP tetap dipercaya oleh masyarakat Rohul sebagai perguruan tinggi berkualitas.
Reporter: Sumadi Hasibuan
Editor: Iskandar Zulkarnain
JAKARTA,Tribun Riau- Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (31/7) atau Rabu (1/8) pagi WIB. Penguatan dolar AS ini karena para investor menunggu pernyataan Federal Reserve (Fed) terbaru yang akan keluar pekan ini.
Bank sentral AS akan mengakhiri pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Rabu (1/8) waktu setempat. Secara luas diperkirakan bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga saat ini, namun para investor akan melihat lebih secara cermat pernyataan kebijakannya untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang laju kenaikan suku bunga mendatang.
Yen Jepang melemah terhadap greenback pada Selasa (31/7) setelah bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ), mengejutkan pasar dengan mengumumkan bahwa pihaknya bermaksud untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang diperpanjang. Yen melemah 0,70 persen terhadap dolar AS pada akhir perdagangan.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,15 persen menjadi 94,464 pada akhir perdagangan Selasa (31/7). Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1697 dolar AS dari 1,1709 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3124 dolar AS dari 1,3135 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7435 dolar AS dari 0,7408 dolar AS.
Dolar AS dibeli 111,84 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,00 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9900 franc Swiss dari 0,9880 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3002 dolar Kanada dari 1,3024 dolar Kanada.
Editor: Iskandar Zulkarnain
Sumber : Antara/Xinhua
Darmawan, atlet takraw asal Rohul yang banggakan Riau setelah sabet juara umum
ROKAN HULU,Tribun Riau- Nama Provinsi Riau kembali diharumkan oleh atlet sepak takraw yang berasal dari Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan membawa pulang Piala Bergilir Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) 2018.
Piala Bergilir Menpora 2018 di Kejurnas tersebut diprakarsai Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) berhasil disabet atlet sepak takraw Riau, setelah menundukkan tim sepak takraw Provinsi Jawa Tengah di Gelanggang Olah Raga (GOR) Cendrawasih, Jakarta Barat, Senin (30/7/2018).
Di laga final melawan tim sepak takraw Jawa Tengah, tim sepak takraw Riau turunkan pemain handalnya, seperti Rizanov Kurniawan, Angga dan Darmawan yang merupakan atlet sepak takraw asal Kabupaten Rohul.
Dengan kerjasama yang keras, tim sepak takraw Riau yang sempat kalah di babak pertama berhasil kalahkan tim sepak takraw Jawa Tengah dengan akhir skor 2-1.
Diakui kapten Tim Sepak Takraw Riau Darmawan, dirinya bersyukur atas kerja keras tim hingga sepak takraw Riau keluar sebagai juara pertama di Kejurnas Piala Bergilir Menpora 2018.
“Kita juga ucapkan terima kasih ke masyarakat Riau yang telah mendukung dan mendoakan keberhasilan kami ini, dan masyarakat Rohul,” kata Darmawan.
Dikatakan Darmawan, di Kejurnas Piala Bergilir Menpora dipusatkan di GOR Cendrawasih Jakarta Barat mulai 28 Juli hingga 2 Agustus 2018 diikuti 26 Pengurus Provinsi (Pengprov) seluruh Indonesia dan melibatkan 140 atlet putra, 129 atlet putri, dan 42 pelatih.
Dimana tim Atlet Sepak Takraw Riau tergabung dalam Group D (Riau, Jambi, Kalimantan Tengah). Dibabak semi final, tim Riau berhasil mencukur tim sepak takraw DKI Jakarta dengan skor akhir 2-0.
Sedangkan menurut Riswandi selaku Bina Prestasi (Binpres) PSTI Rohul berharap, kesuksesan diraih Darmawan di Kejurnas Piala Bergilir Menpora bisa ditularkan kepada atlet sepak takraw junior Rohul lainnya.
“Sehingga menjadi harapan besar juga disandangkan ke Darmawan, agar dirinya bisa menularkan ilmunya kepada para atlet junior sepak takraw Rohul, agar bisa mengikuti jejak sebagai pemain professional,” harap Riswandi.
Reporter: Sumadi Hasibuan
Editor: Iskandar Zulkarnain
PADANG, Tribun Riau- Gempa bumi berkekuatan 4,8 Skala Richter (SR) kembali mengguncang wilayah Padang dan Painan pada Rabu (1/8) pukul 03.28 WIB. Gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif Mentawai.
Pelaksana tugas Kepala Stasiun Geofisika Klas I BMKG Padang Panjang Fajar Dwi Prasetyo saat dihubungi dari Padang, Rabu menyampaikan pusat gempa terletak pada koordinat 1.83 lintang selatan dan 100.40 bujur timur, 55 kilometer barat daya Pesisir Selatan pada kedalaman 16 kilometer.
Ia menyampaikan menurut laporan masyarakat gempa bumi dirasakan di daerah Painan dan Padang dalam skala intensitas II SIG-BMKG atu III-IV MMI, Pariaman, Solok dan Padang Panjang I SIG atau II-III MMI. “Hingga saat ini belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan, masyarakat diiimbau untuk tetap tenang, dan mengikuti arahan BPBD dan BMKG,” katanya.
“Khusus masyarakat di daerah pesisir pantai diimbau agar tidak terpancing isu karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” ujar Fajar menambahkan.
Ia menjelaskan ditinjau dari kedalaman hiposenter, gempa bumi ini dangkal akibat aktivitas sesar aktif mentawai. “Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa dipicu gerakan sesar mendatar dan relevan dengan kondisi sesar Mentawai yang memiliki pergerakan mendatar di kedalaman 16 kilometer di daerah tersebut,” ujarnya.
Ia memaparkan sesar Mentawai merupakan sesar aktif yang berlokasi di laut sekitar kepulauan Mentawai berjarak sekitar 150 kilometer dari pantai barat Sumateta yang memanjang dari pulau-pulau Mentawai dari Selatan hingga ke sekitar Utara Nias.
Sejarah gempa bumi merusak yang pernah terjadi pada sesar aktif Mentawai yang berdekatan pada lokasi tersebut mengakibatkan gempa pada 2 Juni 2016 pukul 05,56 WIB dengan kekuatan 6,5 SR yang menimbulkan kerusakan ringan di Painan.
Saat itu gempa dirasakan di Painan, Solok, Mukomuko, dan Sikakap Kepulauan Mentawai dengan skala IV-V MMI, Padang, dan Sipora Kepulauan Mentawai IV MMI, Pariaman, Agam, Batusangkar dan Padang Panjang III-IV MMI, 50 Kota, Pasaman Barat, Sijunjung, Sungai Penuh dan Kerinci III MMI, Pasaman dan Pekanbaru II-III MMI .
Bupati Rohul H.Sukiman, TP-PKK Rohul Hj.Peni Herawati ikut berbaur dengan para Siswa -Siswi SMK N1 Rambah di sosillisasi Tentang Bahaya Narkoba.
ROKAN HULU,Tribun Riau- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sosialisasikan bahaya Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Narkoba) ke para pelajar di SMKN 1 Rambahah.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman SMKN 1 Rambah Selasa (31/7/2018) pagi, dihadiri Bupati Rohul H. Sukiman juga Ketua PMI Cabang Rohul Hj. Peni Herawati Sukiman, kepala Dinas Pendidikan Rohul Drs H.Ibnu Ulya.Msi ,Kepala Bapenda Rohul Bisman, serta sejumlah Kepala OPD, Kepala SMKN 1 Rambah Idris Lika S.Si, MMPd.
Dalam sosialisasi, PMI Kabupaten Rohul mengajak siswa dan siswi SMK Negeri 1 Rambah agar terlibat dan berperan mensosialisasikan bahaya Narkoba. Dikegiatan itu, Palang Merah Remaja atau PMR SMKN 1 Rambah lakukan simulasi pertolongan pertama kepada korban gempa bumi . Simulasi ini menjadi tontonan menarik sehingga para siswa – siswi terhipnotis melihat antraksi.
Ketua PMI Rohul Peni Herawati Sukiman mengatakan Narkoba merupakan benda yang bisa merusak generasi muda.
“Sehingga perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi bahaya Narkoba, agar para generasi muda Rokan Hulu tidak terjerumus dalam lingkaran Narkoba,” tegas Peni.
Peni Herawati yang juga menjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rohul, mengajak seluruh pelajar Rohul untuk lebih baik menjauhi Narkoba daripada mendekatinya.
“Jangan pernah mencoba yang namanya Narkoba. Karena sekali saja kita mencoba Narkoba kehancuran berada di depan mata,” tegasnya.
Peni juga berharap, melalui penyuluhan dan sosialisasi bahaya Narkoba ini, seluruh pelajar Rohul, khususnya siswa dan siswi SMKN 1 Rambah bisa mengetahui bahaya Narkoba, sebab akan ganggu prestasi.
Peni juga berharap, agar seluruh generasi muda Rohul, khususnya siswa dan siswi SMKN 1 Rambah ikut mensosialisasikan bahaya Narkoba di lingkungan tempat tinggalnya, termasuk di lingkungan keluarganya.
Bupati Rohul Sukiman, dirinya sangat mendukung penuh penyuluhan dan sosialisasi bahaya Narkoba dilakukan PMI Rohul kepada pelajar, karena generasi muda bisa saja terindikasi menggunakan Narkoba, karena penyebarannya juga besar di kalangan remaja, dan khususnya pelajar.
Bupati menambahkan, bahwa Narkoba bukan hanya merusak generasi muda, namun berpotensi merusak dasar negara, yaitu Pancasila dan UUD 1945.
“Karena begitu besarnya bahaya dan dampaknya bahaya Narkoba ini,” ucap Bupati Sukiman.
Bupati mengimbau ke para pelajar, melalui penyuluhan dan sosialisasi ini para pelajar bisa mengerti betapa bahayanya Narkoba bagi prestasi anak bangsa.
“Prestasi bisa diraih tanpa Narkoba. Jangan jadikan alasan masalah keluarga maupun pribadi kita menggunakan Narkoba,” pesan Bupati Rohul Sukiman.
Dipenyuluhan dan sosialisasi, Yenrie, petugas dari PMI Rohul, juga berikan motivasi dan mengajak siswa dan siswi SMKN 1 Rambah untuk selalui mewaspadai peredaran Narkoba.
Kata Yenrie, warung internet (Warnet) jadi salah satu tempat yang diindikasi jadi sarang peredaran Narkoba, termasuk tempat karaoke, dan tempat permainan bilyard. Sehingga, para siswa diajak tidak memakai vape atau rokok elektrik yang menggunakan cairan beragam aroma. Vape juga diindikasi menjadi pintu masuk Narkoba.
Upaya mencegah hal negatif atau bumper, siswa dan siswi SMKN 1 Rambah diajak untuk rajin beribadah, dan jangan sesekali mencoba Narkoba, apalagi terpengaruh oleh lingkungan, sebab akan merugikan diri sendiri di belakang hari.
“Ada beberapa faktor penyebaran Narkoba, selain faktor lingkungan, faktor keluarga juga ikut mempengaruhi, sehingga peran keluarga diperlukan dalam menekan angka peredaran Narkoba,”
Karena tidak sedikit pemakai Narkoba mengidap berbagai penyakit, bahkan ada yang sampai harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa atau RSJ.
Kemudian dikegiatan itu, selain digelar penyuluhan dan sosialisasi bahaya Narkoba, H. Nana Sumpena S.Km, selaku Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Rohul sosialisasi program Gerakan Masyarakat (Germas) dan Tablet Tambah Darah (TTD).
Program Germas dan TTD yang akan dilaunching Dinkes Rohul dalam waktu dekat sebagai salah satu upaya menciptakan sekolah sehat.
Bupati Rohul Sukiman, juga menyerahkan secara simbolis 1 kardus TTD kepada Kepala SMKN 1 Rambah Idris Lika, untuk dibagikan kepada para siswi sekolah setempat.
Tribun Riau- Kulit yang cerah dan sehat tak selalu didapatkan dari penggunaan perawatan kulit seperti serum atau masker. Gaya hidup juga berperan penting untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat dan enak dipandang. Dalam kultur Jepang, ada beberapa gaya hidup sehat yang sejak berabad-abad silam dipercaya membuat kulit sehat.
Penggunaan krim perawatan wajah memang umum dilakukan di zaman sekarang. Namun mengkombinasikannya dengan gaya hidup sehat ala Jepang bisa membawa dampak yang lebih bagus untuk kulit. Dikutip dari Independent, inilah rahasia kulit sehat ala Jepang yang bisa Anda tiru.
Onsen
Onsen adalah kebiasaan mandi ala Jepang yang biasa dilakukan saat musim semi. Mandi dengan metode onsen diyakini mampu merawat keindahan dan kesehatan kulit. Mengapa demikian? Ini karena mandi onsen bukan hanya menggunakan air biasa. Akan tetapi, air yang digunakan harus pada suhu tertentu dan mengandung mineral-mineral alami.
Air yang mengandung sodium bikarbonat dikenal mampu menghaluskan kulit. Sebuah studi juga menyebut onsen juga dapat mengurangi iritasi pada kulit seperti eczema dan psoriasis. Apabila anda berkesempatan ke Negeri Sakura, ada baiknya mencoba onsen di Pulau Kyushu. Pulau ini dikenal sebagai tempat onsen dengan kualitas air yang paling baik.
Rumput laut
Jepang dikenal dengan pola makan yang sehat karena selalu menyertakan ikan dan sayuran. Salah satu unsur yang tak kalah penting dalam menu makan ala Jepang yaitu wakame. Wakame adalah rumput laut yang kaya akan antioksidan, protein, kalsium, zat besi, potasium, folat, vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan vitamin B2.
Mengonsumsi wakame secara teratur juga dapat berfungsi sebagai anti penuaan. Sehingga, kulit terlihat segar dan sehat lebih lama. Dikutip dari Eat Algae, wakame memghambat enzim hyaluronidase agar tidak menyerang asam hyaluronic di tubuh. Dengan demikian kulit mempertahankan elastisitasnya lebih lama.
Teh hijau
Teh hijau semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat Jepang telah mengonsumsi teh hijau sejak berabad silam sehingga mereka terhindar dari aneka masalah kulit. Teh hijau memang dikenal sebagai minuman yang tinggi antioksidan. Oleh karena itu, bahan ini tak jarang menjadi salah satu bahan krim perawatan kulit. Riset menyebut teh hijau bisa mencegah jerawat, kanker kulit, dan menyembuhkan iritasi kulit.
Tabir surya
Di Jepang, tingkat kecantikan yang ideal salah satunya diukur dari kecerahan warna kulit. Semakin cerah atau putih warna kulit, maka seorang wanita Jepang dipandang semakin cantik. Oleh karena itu, kaum hawa Jepang sebisa mungkin menghindari sengatan matahari yang bisa membuat kulit semakin coklat.
Kendati ‘trik berjualan’ kulit putih masih menjadi kontroversi di industri kecantikan, namun anda pun bisa meniru cara masyarakat Jepang menjaga kecerahan kulit. Gunakan tabir surya setoap anda akan beraktivitas di luar ruangan. Krim tersebut selain menjaga kecerahan kulit juga mampu meminimalkan risiko kanker kulit.