ROKAN HULU,Tribun Riau- Universitas Pasir Pangaraian (UPP) Rohul, menyerahkan penghargaan kepada 6 aktivis perempuan yang dianggap berjasa untuk Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Selain itu, penghargaan juga diberikan bagi Kepala Desa (Kades) terbaik dan Kepala Sekolah terbaik.
Penghargaan dalam bentuk pelakat, sertifikat, souvenir dan sejumlah uang diberikan kepada 6 aktivis perempuan Rohul di Seminar Nasional Dies Natalis UPP ke-9 dengan tema “Perguruan Tinggi Meningkatkan Kompetensi Lokal menghadapi revolusi industri 4.0″, di Convention Hall Masjid Agung Islamic Center Pasir Pangaraian, Selasa (31/7/2018).
Dalam seminar Nasional Dies Natalis UPP ke-9 dihadiri Ketua Yayasan Pembangunan Rokan Hulu (YPRH) Ir. H. Hafith Syukri MM, Rektor UPP Dr. Adolf Bastian MPd, para dosen dan mahasiswa UPP, serta menghadirkan dua narasumber yakni Sekjen Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Dr. H. Amirsyah Tambunan MA, dan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTSI) Ir. H. M. Budi Djatmiko M.Si, MEI.
Dikatakannya, Tim Seleksi UPP Award Aktivis Perempuan, Lufita Nur Alfiah, M.Si, sangat bersyukur, karena berkat kerja keras selama ini, tim seleksi telah mendapatkan hasil dengan terpilihnya 6 penerima penghargaan UPP Award Aktivis Perempuan.
“Kita berterima kasih atas partisipasi civitas akademika UPP, dan seluruh masyarakat Rokan Hulu,” sampai Lufita.
Lufita mengumumkan, ada 6 perempuan di Kabupaten Rohul dianggap pantas menerima UPP Award Aktivis Perempuan.
Imana pertama, kategori Pejuang Pendidikan diberikan kepada Sri Eni Sugiharti. Aktivis perempuan ini dinilai telah mendedikasikan diri selama 15 tahun sebagai guru honor komite di SD Negeri 015 Marga Mulai Kecamatan Rambah Samo.
Kemudian, pengabdian Sri Eni, yang dapat dilihat dari cita-cita luhurnya sebagai pendidik yang tidak luntur, walau dengan gaji yang sangat sedikit dia sangat aktif mengembangkan soft skill siswa di bidang Pramuka, seni dan budaya.
Lalu kedua, untuk kategori Perempuan Pejuang Ekonomi Kemasyarakatan diberikan kepada Nur Asiyah, sebagai pelopor, pembina, pemberdaya kesejahteraan keluarga melalui kegiatan kelompok tani perempuan di Desa Pasir Jaya Kecamatan Rambah Hilir yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan dan tataboga.
Nur Asiyah juga dinilai aktif mendorong kaum perempuan, mengaktualisasikan diri dan menambah penghasilan melalui kegiatan UMKM. Produk dipasarkan berbagai macam olahan makanan berbahan dasar ikan, kue berbahan dasar produk lokal seperti ubi, sukun, dan sebagainya.
Ketiga, di kategori Perempuan Pejuang Kesehatan Ibu dan Anak diberikan kepada Jayimah. Perempuan asal Desa Pasir Jaya Kecamatan Rambah Hilir ini dinilai selama 33 tahun telah menjadi pelopor, penggerak, pembina, pendamping dan penyuluh kesehatan perempuan, khususnya dalam program keluarga berencana.
Dimana Jayimah sebekumnya, juga menerima beberapa piagam penghargaan, baik dari pemerintah daerah maupun pusat atas prestasi dan keteladanan dirinya dalam mengelola dan mensukseskan program Keluarga Berencana di Kabupaten Rohul.
Keempat, untuk kategori Perempuan Pejuang Lingkungan Hidup diberikan ke Ernita, karena dinilai berhasil mempelopori pengembangan lingkungan PHBS di Desa Ujung Batu Timur Kecamatan Ujung Batu. Juga Ernita aktif mempelopori penanaman tanaman obat keluarga dan holtikultura di pekarangan rumah warga di desanya.
Kelima, untuk kategori Perempuan Pejuang Seni dan Budaya diberikan kepada Sri Hayati. Perempuan asal Desa Bonai Kecamatan Bonai Darussalam ini dinilai sebagai sosok pengembang budaya tari tradisional melayu yakni Tari Semah Kampung yang diambil dari ritual pengobatan tradisional Semah Kampung/ Bedeo di Kecamatan Bonai Darussalam.
Lalu Sanggar Bonai Junjungan yang pimpin Sri Hayati pernah mewakili Kabupaten Rohul dalam kirab budaya tingkat Provinsi Riau.
Keenam, kategori Perempuan Pejuang Sosial Kemasyarakatan diberikan kepada Hj. Khairani. Perempuan asal Kecamatan Bangun Purba ini telah merintis terbentuknya Majelis Taklim Annisa yang aktif menyalurkan donasi kepada anak yatim piatu, anak terlantar, serta para orang lanjut usia atau Lansia sejak 2000 hingga sekarang.
Para penerima santunan capai 80 orang dengan total dana mencapai Rp40 juta setiap penyaluran. Khairani juga perintis berdirinya Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Darul Hikmah, dan konsisten mengajar tanpa gaji di MDA selama 18 tahun.
Kemudian, selain enam kategori penghargaan aktivis perempuan, UPP juga memberikan dua penghargaan kepada Kepala Desa (Kades) terbaik dan Kepala Sekolah (Kepsek) terbaik.
Award Kades terbaik diberikan kepada Sugiono S.Ip, Kades Air Panas Kecamatan Pendalian IV Koto. Sedangkan Award Kepala Sekolah Terbaik diberikan kepada Nurman, S.Pd selaku Kepala SMA Negeri 2 Rambah Hilir.
Rektor UPP, Adolf Bastian mengatakan, UPP Award Aktivis Perempuan adalah sebuah bentuk apresiasi dari UPP kepada para tokoh masyarakat yang telah banyak berprestasi dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Berharap award ini dapat jadi pemacu bagi seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan prestasi dan dedikasinya. Insya Allah UPP Award ini akan kita laksanakan setiap Dies Natalis UPP di masa-masa yang akan datang,” pesan Adolf Bastian.
Penghargaan diserahkan Rektor UPP Adolf Bastian, Ketua YPRH Hafith Syukri saat pembukaan Seminar Nasional UPP sempena Dies Natalis UPP ke-9. Award juga diberikan oleh narasumber seminar nasional yakni Ketua APTISI Budi Djatmiko dan Sekjen ADI Amirsyah Tambunan, MA.
Sedangkan menurut Ketua YPRH, Hafith Syukri, tujuan dari seminar nasional adalah untuk meningkatkan kompetensi lokal para dosen UPP, termasuk mahasiswa yang saat ini jumlahnya sekira 2.000 orang.
Dengan berlakunya era digitalisasi yang telah merambah hingga pelosok desa, maka para dosen haris mengikuti alur digital agar mereka tidak ketinggalan.
“Berharap dengan seminar nasional ini, tentu para dosen UPP lebih aktif dan kreatif dalam memberikan ilmu kepada mahasiswa,” harap Hafith Syukri.
Kata mantan Wakil Bupati Rohul, dirinya menargetkan dari seminar nasional yang digelar, tentu hasil kelulusan mahasiswa memuaskan, dan akan membuahkan hasil maksimal, sehingga UPP tetap dipercaya oleh masyarakat Rohul sebagai perguruan tinggi berkualitas.
Reporter: Sumadi Hasibuan
Editor: Iskandar Zulkarnain










