Beranda blog Halaman 1181

HUT Rohil ke-19, Bupati Suyatno Buka Rohil Bersenandung

Bupati Rokan Hilir H. Suyatno poto bersama dengan seni Sumatera Barat
Bupati Rokan Hilir H. Suyatno poto bersama dengan seni Sumatera Barat

ROHIL, Tribunriau – Dalam Rangka Hari ulang Tahun (HUT) kabupaten Rokan Hilir ke 19, Bupati H. Suyatno secara resmi membuka Rokan Hilir (Rohil) bersenandung , selasa (2/10/18) malam di depan kantor BPKAD jalan perwira Bagansiapiapi.

Acara Rohil bersenandung Tiga dilaksanakan oleh Dewan kesenian Daerah Rohil mulai 1 oktober sampai 5 oktober 2018 dengan mendatangkan seni dari pekan Baru (provinsi Riau) , kota madya Dumai, Kabupaten Rokan Hulu, Indra giri Hilir dan provinsi Sumatera Barat Juga negara tetangga Malaysia.

Bupati Suyatno mengucapkan terima kasih kepada Dewan kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Rokan Hilir yang telah bersusah payah dalam rangka memperingati Hari Jadi Rohil yang ke 19 dengan Penampilan – penampilan yang di persembahkan malam ini, dari Rokan Hilir, Dumai Sumatera Barat, semua penampilan malam ini sangat menakjubkan sekali.

“Saya pun tidak menyangka dari berbagai daerah baik itu diluar provinsi Riau, yaitu negara tetangga kita Malaysia hadir ditengah – tengah masyarakat Rokan Hilir khususnya Bagansiapiapi sengaja di undang,” kata suyatno.

Kedepan nya lagi, tambahnya, kepada Dewan kesenian Daerah untuk ditingkatkan lagi acara Rohil bersenandung , “insya allah pemkab Rohil Mendukung, apalagi Antusias masyarakat malam hari ini sangat luar biasa.”

Suyatno berharap dengan adanya acara Rohil bersenandung ini, untuk bisa berbenah bagi kebudayaan – kebudayaan, tentunya Daerah Rohil beda dengan mereka, jadi dengan adanya tarian dari masing – masing Daerah kita bisa menyerap.

Kesenian-kesenian dan Kebudayaaan yang ditampilkan malam ini sangat menakjubkan sekali, Dengan adanya tamu – tamu luar masuk di daerah kita minimal mereka nanti akan membawa oleh – oleh, tentunya tingkat ekonomi masyarakat pada Rohil bersenandung ini ada perubahan,” harap Suyatno. (hen)

Seorang Napi Meninggal, Ini Penjelasan Kalapas Klas II B Pasir Pangaraian

Kepala Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, Muhammad Lukman
Kepala Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, Muhammad Lukman

ROKAN HULU,Tribun Riau- Diketahui, seorang narapidana (Napi) Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian bernama Suheriono (41), meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUD Rokan Hulu (Rohul).

Dikatakan Kepala Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, Muhammad Lukman, sesuai diagnosa Dokter RSUD Rohul, Napi yang tengah menjalani hukum atas perkara penggelapan ini meninggal karena mengidap infeksi otak.

Sebut Lukman, Suheriono asal Tebing Tinggi Provinsi Sumatera Utara, sering mengeluhkan sakit di bagian kepala ke rekan-rekan satu selnya di Lapas.

Pada Senin (1/10/2018) pagi, saat itu almarhum kembali mengeluhkan sakit kepalanya yang kabuh kembali. Lalu, pada siang hari Suheriono muntah-muntah hingga dibawa ke klinik yang‎ ada di Lapas.‎ Selanjutnya, pada Senin sore, Suheriono kembali muntah-muntah hingga dirujuk ke RSUD Rohul.

Namun, sehari kemudian ketika dirawat di RSUD Rohul, penyakit diderita Suheriono semakin parah, dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RSUD Rohul pada Selasa (2/10/2018) sekitar pukul 23.30 Wib.

“‎Napi Suheriono awalnya hanya mengeluhkan sakit kepala seperti pada umumnya, namun diagnosa dokter dirinya ternyata mengidap inpeksi otak,” jelas Lukman.

Tapi, karena keluarga Napi jauh berada di Tebing Tinggi, Sumut, sehingga jenazah diserahterimakan ke keluarga terdekatnya yang tinggal di Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Rohul, untuk dimakamkan.

Diakui Lukman, sebelum meninggal Suheriono dikenal sebagai Napi aktif‎ di berbagai kegiatan, bahkan dirinya juga seorang Tamping di Lapas, atau Napi yang dipekerjakan.

Jelas Muhammad Lukman, bahwa beberapa kegiatan pernah diikuti Suheriono, seperti kegiatan kepedulian sosial Lapas. Termasuk ikut membantu petugas saat peningkatan sarana MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di Panti Asuhan Budi Mulia, Lenggopan, Kelurahan Pasir Pangaraian. (mad)

Bupati Sukiman Ajak Perusahaan Ikut Bangun Daerah dengan Aktif Membayar Pajak

Bupati Rohul H Sukiman, berikan sambutan saat pertemuan dengan para pengusaha perkebunan di Rohul, di Hotel Pangeran, Pekanbaru
Bupati Rohul H Sukiman, berikan sambutan saat pertemuan dengan para pengusaha perkebunan di Rohul, di Hotel Pangeran, Pekanbaru

ROKAN HULU,Tribun Riau- Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman, ajak semua perusahaan di Negeri Seribu Suluk, terutama bagi perusahaan perkebunan, untuk ikut berikan sumbangsih terhadap kelancaran‎ pembangunan Rohul.

Itu ditegaskan Bupati Rohul H.Sukiman, ke seluruh perwakilan perusahaan yang hadir dalam Rapat Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah Kabupaten Rohul, yang dilaksanakan di ‎Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (3/10/2018).

Rapat tersebut, juga dihadiri Sekretaris Daerah Rohul H. Abdul Haris S.Sos, M.Si, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Rohul Bisman B.SSI, MM, Camat dari 16 kecamatan, serta perwakilan perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Rohul.

Selain itu, juga hadir perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau dan Kepulauan Riau Edwar Hamonangan Sianipar dan Banggas Sitorus, perwakilan dari KPP Pratama Bangkinang‎ Verizal Suryadi, dan Kepala UPT Bapenda Provinsi Riau wilayah Rohul Zulkafli.

Bupati Rohul Sukiman mengajak , agar seluruh perusahaan ikut membangun daerah Rohul, dengan taat membayar kewajiban ke pemerintah daerah.

Jelas Bupati Sukiman, dirinya tahu bagaimana susahnya ketika pengusaha harus membayar pajak. Namun, perusahaan harus penuh kesadaran dalam membayar pajak, sehingga pembangunan daerah tetap lancar dan terus berkembang.

“Sehingga harus berimbang, pemerintahnya tidak susah, rakyatnya tidak susah, pengusahanya juga tidak susah, itu baru bagus,” sebut Bupati Sukiman, dalam amanatnya.

Bupati Sukiman juga meminta, agar semua aparatur di pemerintahan yang menangani pajak, ikut menciptakan kondisi yang damai, aman, dan saling toleransi.

“Bila ada kesulitan-kesulitan mengenai urusan administrasi pemerintahan, segela laporkan ke saya,” imbau Bupati Rohul Sukiman ke perwakilan perusahaan yang hadir.

“Namun sebaliknya, kata Bupati, Agar kewajiban dari para pengusaha yakni membayar pajak juga harus ditaati,” ucap Sukiman, dan menurutnya bila sampai bertahun-tahun kewajiban perusahaan tidak dibayarkan maka hal itu sudah sangat luar biasa.

Sehingga melalui pertemuan tersebut, Bupayo Sukiman sangat mengharapkan, agar seluruh perusahaan mentaati dan membayar seluruh kewajibannya kepada pemerintah daerah.

“Jangan sampai setelah ketemu kemudian realisasi juga tidak ada, saya‎ akan gunakan wewenang saya. Membikin susah orang paling gampang daripada membikin senang, dan kita agar saling pengertian,” ajaknya.

Bupati Sukiman juga meminta para pejabat di lingkungan Pemkab Rohul, supaya tidak neko-neko atau melakukan pemerasan ke perusahaan‎. Bila ketahuan, risikonya bisa saja jabatan dicopot.

“Saya ingin agar bisa melaksanakan tugas baik dengan kesadaran, supaya bisa bersama-sama membangun Rohul dengan kami semuanya. Maka, dengan ketaatan untuk saling memahami kewajiban dari masing-masing kita semuanya itu yang kita harapkan,” harap Bupati Rohul.

Selain meminta perusahaan wajib pajak, seluruh Camat di 16 kecamatan se-Rohul, juga diminta agar aktif mendata seluruh wajib pajak yang ada di kecamatannya.

Bupati Sukiman mengharapkan seluruh pengusaha, untuk membangun kantor di Kabupaten Rohul, terutama kantor perusahaan perkebunan yang saat ini masih banyak berkantor di Medan, Jakarta, dan Pekanbaru. Bupati mengakui, hal itu guna memudahkan perizinan yang diperlukan.

“Tolong kewajiban perusahaan agar‎ dilaksanakan, sehingga pajak yang disetorkan para pengusaha ke pemerintah semuanya bisa dimanfaatkan untuk rakyat, tidak untuk kepentingan pribadi,” pesan Bupati Rohul Sukiman. (mad)

Dibohongi RS, Ini Permintaan Maaf dari Pendukung Prabowo

Tribun Riau- Berbagai kalangan elit pendukung calon presiden (Capres) Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maafnya karena merasa dibohongi oleh Ratna Sarumpaet (RS).

Permintaan maaf tersebut, dilakukan melalui media sosial Twitter, diantaranya Fadli Zon dengan akunnya @fadlizon, dan Ferdinan Hutahaean @LawanPolitikJW.

Fadli Zon yang juga Wakil Ketua DPR RI itu menyampaikan 10 Tweet terkait pengakuan RS yang tak disangkanya berani berbuat hal seperti itu.

Sebelum meminta maaf kepada publik, ia menyesalkan dan mengecam sikap RS yang telah berbohong kepadanya, juga kepada Prabowo Subianto serta yang lainnya.

“Setlh baca ktrngn Bu RS pd konferensi pers sore, sy menyesalkan n mengecam sikap RS yg tlh berbohong kpd sy, kpd P @prabowo, @sandiuno,” tulis @fadlizon, Rabu (3/10/2018).

Berbeda dengan Ferdinan Hutahaean, politikus asal Demokrat ini selain meminta maaf kepada publik atas kebohongan yang ia terima dari RS, ia juga menuntut Prabowo agar memecat RS dari tim pemenangan.

Dalam Tweetnya, Ferdinand menyampaikan 5 sikap serta tuntutannya. Mengutuk keras RS yang telah berbohong, merasa menjadi korban kebohongan RS dan dirugikan secara hukum, meminta maaf kepada semua pihak atas sikapnya yang turut membela RS, meminta Prabowo dan Sandiaga Uno untuk memecat RS dari Tim Pemenangan dan meminta kepolisian memproses RS secara hukum. (red)

https://twitter.com/LawanPoLitikJW/status/1047419977425289216

Ratna Sarumpaet, Kebodohan atau Jebakan?

Pernyataan Ratna Sarumpaet seakan menjadi petir di siang bolong bagi Calon Presiden, Prabowo Subianto yang sudah menggelar konferensi pers serta menyampaikan kebohongan yang ia terima kepada publik.

Tak hanya Prabowo, konferensi pers tersebut bahkan dihadiri oleh para petinggi, diantaranya Amin Rais.

Petir di siang bolong itu adalah pengakuan Ratna Sarumpaet bahwasanya ia tidak mengalami penganiayaan, dirinya hanya sedang melakukan operasi plastik yang menyebabkan lebam di wajahnya.

Meminta maaf
Dalam konferensi pers tanpa tanya jawab yang digelar Ratna Sarumpaet, Rabu (3/10/2018), dirinya meminta maaf atas kebodohan yang telah ia lakukan sehingga nama baik capres Prabowo ikut terseret dalam hal penyebaran berita hoax.

Ia mengaku bahwa soal pernyataan penganiayaan itu awalnya hanya dijadikan jawaban untuk anaknya sebagai alasan ketika dirinya pulang dalam keadaan lebam akibat operasi plastik yang sedang ia jalani.

Selama seminggu kedepan, jawaban dianiaya tersebut, lanjut Ratna terus dikorek atau ditanya oleh sang anak yang khawatir keadaan ibunya.

Konferensi tersebut tentunya banyak meninggalkan tanda tanya bagi semua kalangan, terlebih para awak media yang ingin masalah tersebut dapat terungkap lebih benderang.

Dugaan Jebakan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan atas pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh Ratna Sarumpaet dan fakta yang telah diselidiki oleh pihak Kepolisian.

Hal ini terindikasi dan diduga ‘kelakuan’ Ratna Sarumpaet adalah sebuah jebakan untuk calon presiden Prabowo Subianto yang selalu mengedepankan kepercayaan terhadap sesama, terlebih lagi Ratna Sarumpaet berada dalam tim sukses.

Pengakuan Ratna yang beralasan telah dipukuli kepada anaknya menjadi tanda tanya besar, pasalnya, dalam penyelidikan polisi, rekening Ratna dan anaknya ditemukan tiga kali telah didebet Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, yaitu pada tanggal 20, 21 dan 24 September 2018.

Jika benar penyelidikan Polisi tersebut, artinya salah seorang dari 4 anak Ratna Sarumpaet sudah mengetahui bahwa dirinya sedang melakukan operasi wajah alias operasi plastik.

Anak yang manakah yang dimaksud Ratna yang menyebabkan ia mencari alasan untuk berbohong sehingga menimbulkan permasalahan yang cukup memalukan capres Prabowo.

Salah seorang anak yang rekeningnya didebet Rumah Sakit Khusus Bina Estetika pun hingga kini tidak diketahui, artinya ada beberapa anak yang dibohongi oleh Ratna, dan ada satu anak yang mengetahui bahwasanya ibunya sedang menjalani operasi kecantikan alias operasi plastik.

Muncul pertanyaan lain, apakah mungkin sesama anak bisa merahasiakan sesuatu yang bisa menyebabkan kegaduhan seperti ini? Saya tidak bisa membayangkan hal tersebut.

Terlepas dari kebohongan yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet itu, mungkinkah kebohongan yang ia sampaikan kepada Prabowo adalah jebakan?

Terlebih lagi, beberapa media saat ini tengah memframing bahwa Polisi saat ini harus fokus kepada penyebar hoax, bukan terhadap sumber dan penyebab hoax.

Penyebar hoax ini tentunya mengarah kepada tim sukses capres Prabowo yang sudah dibohongi oleh Ratna dan melakukan pembelaan melalui media sosial, bahkan, bukan tidak mungkin Prabowo akan terbawa dalam kasus penyebaran berita bohong dengan alat bukti konferensi pers yang digelar oleh mantan Komandan Kopassus itu.

Tentunya hal ini harus mendapat perhatian yang lebih dalam, sebuah kebodohankah yang sedang ditampilkan dari seorang Ratna Sarumpaet atau sebuah jebakan yang tentunya mempengaruhi elektabilitas Capres Prabowo serta Partai Pengusungnya. Wallahua’lam. *

oleh Iskandar Zulkarnain
Redaktur Pelaksana Tribunriau.com

Ratna Sarumpaet Mengaku Berbohong, Polisi Lanjut Usut Penyebaran Hoax

JAKARTA,Tribun Riau- Ratna Sarumpaet mengaku berbohong soal dugaan penganiayaan yang dialaminya. Pihak kepolisian menyatakan akan tetap melanjutkan penyelidikan kasus dugaan penyebaran berita bohong (hoax) soal penganiayaan Ratna.

“Nanti semuanya orang saksi yang mengetahui melihat akan dimintai keterangan ini berkaitan dengan kasus penyebaran berita bohong, berita yang tidak benar di media sosial, ini semuanya akan kita mintai keterangan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (3/10/2018) dilansir DetikCom.

Argo mengatakan pemanggilan yang dilakukan itu terkait laporan dari masyarakat atas dugaan penyebaran hoax. Diketahui, polisi menerima tiga laporan soal hoax penganiayaan Ratna.

“Semuanya nanti kan ada laporan, laporan tentang penyebaran berita bohong ya, kemudian nanti akan kita periksa semua yang ada berkaitan dengan laporan itu,” tutur dia.

Soal status Ratna, polisi mengatakan perlu melakukan gelar perkara terlebih dahulu. “Yang buktikan siapa, kan harus pakai berita acara (menetapkan tersangka),” ujar Argo.

Sebelumnya diberitakan, Ratna Sarumpaet akhirnya mengaku berbohong soal penganiayaan yang dialaminya. Dia menceritakan awal mula dia ke dokter bedah plastik hingga membuat kebohongan soal penganiayaan. Awalnya adalah saat dia menyadari wajahnya lebam.

“Setelah operasi dijalankan pada tanggal 21, pada tanggal 22-nya saya melihat muka saya lebam-lebam secara berlebihan, tidak seperti biasanya. Saya tanya ke dokter Sidik, ini kenapa. Itu biasa katanya,” kata Ratna dalam jumpa pers di Jl. Kampung Melayu Kecil V/24, Bukitduri Jakarta Selatan, Rabu (3/10).

Ratna mengatakan bahwa dia ke dokter bedah plastik pada 21 September 2018 untuk sedot lemak. Namun, saat ditanya oleh anaknya, dia mengaku dianiaya. Pada akhirnya, cerita itu bergulir hingga ke publik dan ke capres Prabowo Subianto yang membelanya. (dtc/red)

Laporan Warga Dumai Belum Ditanggapi Kementerian PU-PR

Warga Kota Dumai, Salamudin Purba saat foto bersama dengan Walikota Dumai, Zulkifli AS
Warga Kota Dumai, Salamudin Purba saat foto bersama dengan Walikota Dumai, Zulkifli AS

JAKARTA, Tribun Riau- Kementerian PU-PR Republik Indonesia melalui Humas Dirjend Bina Marga (BM), Deva menerima langsung pengaduan warga Dumai Salamuddin Purba.

Pengaduan yang disampaikan terkait kerusakan bahu Jalan Dt. Laksamana Kelurahan Buluh Kasab, Kota Dumai pada awal September 2018 yang rusak parah akibat hantaman alat berat pada saat melakukan galian pemasangan pipa gas PGN Perusahaan Gas Negara), namun hingga berita ini sampai ke meja redaksi, belum juga ada tanggapan dari pihak Dirjend BM meski telah diupayakan mempertanyakan kepada Deva selaku Humas BM PU-PR yang berkantor di lantai-III
Dirjend BM PU-PR.

Deva selaku Humas BM Kementerian PU-PR saat dikonfirmasi, Rabu (03/10/2018) mengatakan bahwa pihaknya telah menghubungi BPJN Wilayah Sumut-Riau, namun karena adanya pergantian pimpinan BPJN Sumut-Riau, maka permasalahan kerusakan bahu jalan Dt. Laksamana belum ditangani.

Salah seorang sumber terpercaya menyebutkan, Jalan Dt. Laksamana dibangun dengan biaya APBN sebagai pelaksana Balai Perbaikan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Riau-Medan.

Kerusakan bahu jalan Dt. Laksamana Dumai akibat galian alat berat PGN tersebut diperkirakan sepanjang puluhan meter, kemudian bekas galian tersebut oleh PGN ditimbun dengan tanah merah bercampur sirtu, kemudian dibiarkan.

Kabarnya, kerusakan bahu Jalan Dt. Laksamana bekas galian tersebut sudah dibayar oleh PGN kepada PU-PR sebagaimana yang disampaikan Walikota Dumai Zulkifli AS saat ditemui
awak media ini di Bandara SS. Kasim Pekanbaru, baru-baru ini.

“Biaya perbaikan bahu Jalan Dt. Laksamana, informasi yang saya terima sudah dibayar oleh PGN kepada PU-PR,” ujar Zulkifli AS.

Keterangan yang sama juga disampaikan Humas PGN perwakilan Pekanbaru, Ahmad kepada awak media ini, mengatakan biaya perbaikan bahu jalan yang rusak akibat galian pemasangan pipa gas sudah dibayar PGN kepada PU-PR.

“Biaya tersebut untuk perbaikan bahu jalan Dt. Laksamana yang rusak,” terang Ahmad.

Ketika disinggung besaran biaya yang dibayarkan PGN kepada PU-PR, Ahmad meminta awak media bertanya langsung kepada pimpinan PGN.

“Sebaiknya tanyakan langsung kepada Pimpinan PGN, setahu saya biaya perbaikan kerusakan Jalan Dt. Laksamana sudah dibayar,” jelas Ahmad. (red)

Ganti Rugi Perbaikan Jalan Datuk Laksamana Dumai Diduga Melenceng ke Kocek Pejabat BPJN PU-PR

Walikota Dumai saat melihat kondisi jalan
Walikota Dumai saat melihat kondisi jalan

PEKANBARU,Tribun Riau- Uang ganti rugi kerusakan bahu jalan Dt. Laksamana Kelurahan Buluh Kasab Dumai yang dibayar oleh PGN kepada BPJN BM PU-PR Wilayah Sumut–Riau, diduga kuat
‘melenceng’ ke kocek oknum pejabat BPJN Bina Marga Wilayah Riau-Sumut.

Pasalnya, permasalahan kerusakan bahu jalan tersebut telah berlangsung lama, yakni setahun silam, namun perbaikan Jalan Dt. Laksmana yang rusak itu hingga saat ini dibiarkan sehingga kerusakan bahu jalan tersebut kian parah.

Pembayaran ganti rugi oleh PGN kepada PU-PR disampaikan Walikota Dumai Zulkifli AS kepada awak media ini, bahwa kerusakan akibat galian pipa gas tersebut sudah dibayar.

Hal yang sama juga disampaikan Humas PGN Perwakilan Pekanbaru, Ahmad yang menyatakan bahwa pihaknya sudah membayar biaya ganti rugi tersebut, namun ketika ditanya nilai besaran ganti rugi yang sudah dibayarkan, Ahmad enggan menjawabnya.

“Tanyakan kepada pimpinan PGN,” ujar Ahmad baru-baru ini.

Pantauan di lapangan, selama beroperasinya PGN di Kota Dumai dalam melakukan aktivitas pemasangan pipa gas, kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya Jalan, namun kastin pembatas jalan di sepanjang Jalan Putri Tujuh dan lingkungan juga menjadi sorotan publik, karena kastin pembatas jalan Putri Tujuh hingga saat ini juga dibiarkan rusak, padahal uang rakyat yang dihabiskan untuk pemasangan kastin tersebut bernilai ratusan juta rupiah.

Kastin pembatas jalan yang dirobohkan di kiri kanan badan jalan Putri Tujuh Dumai diperkirakan sepanjang 2 Km, namun ditinggalkan oleh PGN tanpa ada upaya untuk memperbaikinya kembali seperti semula, akibat kastin pembatas jalan tidak ada, warga pengguna jalan yang menggunakan sepeda motor lalu lalang dengan seenaknya menyeberang tanpa memperdulikan ancaman kenderaan yang melaju di Jalan Putri Tujuh tersebut. (s. purba)

Pemerhati Pers Desak Dewan Pers Lakukan Evaluasi

JAKARTA,Tribun Riau- Pemerhati Pers, Nanang Suwasista SE, M.Si, CA, Ak mendesak Dewan Pers untuk melakukan evaluasi terhadap Pers yang kebablasan.

Hal tersebut dikatakannya terkait adanya oknum wartawan dalam menjalankan tugasnya terindikasi melanggar rambu-rambu pers sebagaimana diatur dalam kode etik jurnalistik yang diatur dalam Undang-Undang Pokok Pers.

Kritikan Nanang terhadap Dewan Pers terkait aksi sejumlah oknum wartawan yang mengatasnamakan Solidaritas Pers Indonesia (SPI) Pekanbaru pada sidang permintaan keterangan saksi di PN Pekanbaru 20 September 2018 lalu.

Pasalnya saksi di luar persidangan dihujat oleh sejumlah oknum wartawan dengan kata-kata yang tidak pantas serta “mencaci-maki” saksi di depan umum.

“Warga yang ikut menyaksikan sidang keterangan saksi dalam perkara pengaduan Amril Mukminin ke Polda Riau merekam lalu memposting rekaman video sehingga menjadi viral. Postingan video tersebut berdurasi sekitar 5 menit,” jelas Nanang, Selasa (02/10/2018) di Jakarta.

Masih kata Nanang, di era kebebasan informasi digital saat ini, semestinya dalam perekrutan wartawan, pemimpin redaksi harus selektif. “Agar wartawan dalam melaksanakan tugasnya tidak kebablasan seperti kejadian dalam postingan video terkait aksi Solidaritas Pers Indonesia,” ujar Nanang mengingatkan.

Dilanjutkan Nanang, upaya Dewan Pers menyelenggarakan UKW (Uji Kopetensi Wartawan) cukup baik, tujuannya agar insan pers lebih professional dalam melaksanakan tugas jurnalis, diperkirakan jumlah wartawan yang telah mengikuti UKW khususnya di Riau mendekati angka seribu orang, namun belum memenuhi harapan masyarakat, dalam hal ini Dewan Pers perlu melakukan evaluasi terhadap perkembangan Pers di negeri ini, khususnya di daerah Pekanbaru.

Pengamatan yang dilakukan Nanang dalam 2 pekan ini, ternyata masih ada oknum wartawan dalam melaksanakan tugasnya sebagai insan pers berdasarkan selera sang oknum wartawan, tanpa memperhatikan rambu-rambu pers sebagaimana diatur Undang-Undang Pokok Pers No.40 Tahun 1999 “Pers
yang bertanggungjawab”.

“Kaitan dengan postingan video tersebut, untuk menjaga marwah wartawan, saksi yang menjadi sasaran caci maki yang dilakukan oknum wartawan dalam aksi tersebut harus segera dipolisikan untuk dilakukan penyelidikan, siapa sebenarnya dibalik aksi tersebut,” kata Nanang.

“Setahu saya, wartawan yang bertanggungjawab mematuhi rambu-rambu sebagaimana diatur dalam kode etik jurnalis, baik dalam menyajikan berita maupun dalam menyampaikan pertanyaan kepada nara sumber yang menjadi objek berita, oleh karenanya Dewan Pers perlu menegur media yang turut dalam aksi yang menamakan Solidaritas Pers Indonesia Pekanbaru,” pungkas Nanang (tim)

Dugaan Penganiayaan, Fahri Minta Ratna Sarumpaet Bicara

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

Tribun Riau- Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meminta Ratna Sarumpaet agar segera mengungkapkan kejadian sebenarnya terkait beredarnya foto dengan wajah lebam yang diklaim telah mengalami penganiayaan.

Hal tersebut dikatakan Fahri melalui akun Twitternya @Fahrihamzah, Rabu (3/10/2018).

Masih dalam Tweet yang sama, dikatakan Fahri, jika dugaan penganiayaan seperti yang telah tersebar di media sosial itu hanya sandiwara, Fahri meminta Ratna agar segera meminta maaf.

Selain itu, Fahri meminta Ratna agar jangan berlama-lama, karena semua orang menantikan keterangan secara langsung tanpa adanya perantara.

“Bu Ratna @RatnaSpaet bicaralah….jika ini sandiwara maka minta maaflah. Jangan berlama-lama karena anda punya nama. Orang2 menanti dengan seksama. Di ujung ada reputasi menunggumu. Berkibar atau layu dan musnah,” tulis @Fahrihamzah. (red)

Terbaru

Populer