Ratna Sarumpaet, Kebodohan atau Jebakan?

Pernyataan Ratna Sarumpaet seakan menjadi petir di siang bolong bagi Calon Presiden, Prabowo Subianto yang sudah menggelar konferensi pers serta menyampaikan kebohongan yang ia terima kepada publik.

Tak hanya Prabowo, konferensi pers tersebut bahkan dihadiri oleh para petinggi, diantaranya Amin Rais.

Petir di siang bolong itu adalah pengakuan Ratna Sarumpaet bahwasanya ia tidak mengalami penganiayaan, dirinya hanya sedang melakukan operasi plastik yang menyebabkan lebam di wajahnya.

Meminta maaf
Dalam konferensi pers tanpa tanya jawab yang digelar Ratna Sarumpaet, Rabu (3/10/2018), dirinya meminta maaf atas kebodohan yang telah ia lakukan sehingga nama baik capres Prabowo ikut terseret dalam hal penyebaran berita hoax.

Ia mengaku bahwa soal pernyataan penganiayaan itu awalnya hanya dijadikan jawaban untuk anaknya sebagai alasan ketika dirinya pulang dalam keadaan lebam akibat operasi plastik yang sedang ia jalani.

Selama seminggu kedepan, jawaban dianiaya tersebut, lanjut Ratna terus dikorek atau ditanya oleh sang anak yang khawatir keadaan ibunya.

Konferensi tersebut tentunya banyak meninggalkan tanda tanya bagi semua kalangan, terlebih para awak media yang ingin masalah tersebut dapat terungkap lebih benderang.

Dugaan Jebakan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan atas pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh Ratna Sarumpaet dan fakta yang telah diselidiki oleh pihak Kepolisian.

Hal ini terindikasi dan diduga ‘kelakuan’ Ratna Sarumpaet adalah sebuah jebakan untuk calon presiden Prabowo Subianto yang selalu mengedepankan kepercayaan terhadap sesama, terlebih lagi Ratna Sarumpaet berada dalam tim sukses.

Pengakuan Ratna yang beralasan telah dipukuli kepada anaknya menjadi tanda tanya besar, pasalnya, dalam penyelidikan polisi, rekening Ratna dan anaknya ditemukan tiga kali telah didebet Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, yaitu pada tanggal 20, 21 dan 24 September 2018.

Jika benar penyelidikan Polisi tersebut, artinya salah seorang dari 4 anak Ratna Sarumpaet sudah mengetahui bahwa dirinya sedang melakukan operasi wajah alias operasi plastik.

Anak yang manakah yang dimaksud Ratna yang menyebabkan ia mencari alasan untuk berbohong sehingga menimbulkan permasalahan yang cukup memalukan capres Prabowo.

Salah seorang anak yang rekeningnya didebet Rumah Sakit Khusus Bina Estetika pun hingga kini tidak diketahui, artinya ada beberapa anak yang dibohongi oleh Ratna, dan ada satu anak yang mengetahui bahwasanya ibunya sedang menjalani operasi kecantikan alias operasi plastik.

Muncul pertanyaan lain, apakah mungkin sesama anak bisa merahasiakan sesuatu yang bisa menyebabkan kegaduhan seperti ini? Saya tidak bisa membayangkan hal tersebut.

Terlepas dari kebohongan yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet itu, mungkinkah kebohongan yang ia sampaikan kepada Prabowo adalah jebakan?

Terlebih lagi, beberapa media saat ini tengah memframing bahwa Polisi saat ini harus fokus kepada penyebar hoax, bukan terhadap sumber dan penyebab hoax.

Penyebar hoax ini tentunya mengarah kepada tim sukses capres Prabowo yang sudah dibohongi oleh Ratna dan melakukan pembelaan melalui media sosial, bahkan, bukan tidak mungkin Prabowo akan terbawa dalam kasus penyebaran berita bohong dengan alat bukti konferensi pers yang digelar oleh mantan Komandan Kopassus itu.

Tentunya hal ini harus mendapat perhatian yang lebih dalam, sebuah kebodohankah yang sedang ditampilkan dari seorang Ratna Sarumpaet atau sebuah jebakan yang tentunya mempengaruhi elektabilitas Capres Prabowo serta Partai Pengusungnya. Wallahua’lam. *

oleh Iskandar Zulkarnain
Redaktur Pelaksana Tribunriau.com