Screenshot nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar
Tribun Riau- Rupiah terpantau melemah pada Selasa (9/10/2018), terlihat di beberapa situs Kursdollar, rupiah tembus pada posisi Rp15.255 per Dolar AS.
Sementara itu, CNBC Indonesia melansir, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah. Bahkan rupiah resmi menyentuh posisi terlemah sepanjang sejarah.
Pada Senin (8/10/2018) pukul 14:10 WIB, US$ 1 berada di Rp 15.252 di perdagangan pasar spot. Rupiah melemah 0,51% dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu.
Dilihat dari posisi penutupan, titik terlemah rupiah ada di Rp 15.250/US$ yang terjadi pada 9 Juli 1998 atau sekira 20 tahun lalu. Sekarang angka itu sudah terlampaui sehingga rupiah mencatat rekor terlemah baru sepanjang sejarah.
Faktor eksternal dan domestik menjadi penyebab pelemahan rupiah yang cukup dalam hari ini. Dari luar, keperkasaan dolar AS memang sedang sulit tertandingi. Pada pukul 14:14 WIB, Dollar Index (yang mencerminkan posisi dolar AS terhadap enam mata uang utama) menguat 0,2%.
Dolar AS mendapat energi penguatan dari rilis angka pengangguran Negeri Paman Sam periode September yang sebesar 3,7%. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 3,9%. Angka pengangguran di 3,7% adalah yang terendah sejak 1969.
Artinya, konsumsi dan daya beli masyarakat AS akan semakin kuat karena mereka yang mencari pekerjaan semakin mudah mendapatkannya. Ancaman inflasi pun semakin nyata, yang membuat The Federal Reserve/The Fed kian yakin untuk menaikkan suku bunga acuan.
Kenaikan suku bunga acuan akan membuat imbalan investasi di AS, utamanya di instrumen berpendapatan tetap, akan ikut terdongkrak. Akibatnya, arus modal mengarah ke dolar AS karena investor bersiap masuk ke pasar obligasi.
Sementara dari dalam negeri, sentimen negatif bagi rupiah datang dari rilis cadangan devisa. Akhir pekan lalu, Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa per akhir September sebesar US$ 114,85 miliar. Turun US$ 3,08 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Sejak awal tahun, cadangan devisa Indonesia sudah melorot US$ 17,13 miliar.
Cadangan devisa memang masih memadai dan di atas kecukupan internasional. Namun apabila terus berkurang, maka akan menimbulkan persepsi bahwa Indonesia semakin rentan menghadapi gejolak eksternal.
Menipisnya cadangan devisa membuat amunisi bank sentral untuk mengintervensi rupiah kian terbatas. Alhasil, rupiah bisa kekurangan energi untuk bisa menguat pada awal pekan ini. (red)
Jakarta, Tribun Riau- Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) mengapresiasi rencana Kementerian Keuangan yang akan mempertimbangkan untuk merevisi peta jalan penyederhanaan layer tarif cukai hasil tembakau (CHT) karena banyaknya resistensi para pelaku industri tembakau.
“Bila kebijakan ini benar GAPPRI tentu menyambut baik. Dan, berharap Kemenkeu konsisten selanjutnya tidak lagi mempersempit layer tarif CHT,” kata Ketua GAPPRI, Ismanu Soemiran dalam Siaran Pers di Jakarta, Selasa (09/10).
Sebelumnya, pada rapat dengar pendapat Pansus RUU Pertembakauan dengan Kemenkeu di DPR RI beberapa waktu lalu, Plt. Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Bea Cukai Kemenkeu, Noegroho Wahyu Widodo, mengatakan, Kemenkeu tidak akan memaksakan penyederhanaan layer yang bila merujuk ke PMK 146/2017, pada 2021 hanya 5 layer.
“Artinya, pemerintah akan melihat perkembangan baik dari sisi industri maupun aspek lainnya, apabila memang tak bisa dilakukan, pemerintah bisa mengubah ketentuan yang berlaku,” kata Noegroho.
Menurut Ismanu, industri kretek nasional itu potret ekonomi Pancasila.
Bayangkan kretek itu, ada golongan kecil, menengah dan besar, berjumlah 600 pabrik, mayoritas bahan bakunya lokal, produknya aneka jenis (ini bentuk kebhinekaan) berbeda dengan internasional cigaret jenisnya hanya satu, bila leyer disempitkan sama dengan memutus urat nadi sendiri, income 200 T Rp/tahun cukai+pajak², saat ini 95% dari kretek.
Dalam konteks terbitnya PMK 146 Tahun 2017, GAPPRI akan mengawal terbitnya revisi PMK 146 ini. Meski demikian, kedepan GAPPRI tetap waspada terhadap adanya segala upaya atau siasat melalui FGD, diskhusus dlsbnya yang mencoba mendorong _single tarif_ .
“Mudah-mudahan revisi ini jalan yang ideal yang dapat ditempuh, memang bukan yang terbaik. Mengambil jalan tengah adalah bijaksana, walau belum bisa menyenangkan semua pihak,” harap Ismanu.
Di lain sisi, pelaku industri hasil tembakau masih cemas menunggu kepastian format dan struktur kenaikan tarif dan harga jual eceran (HJE).
“Pasalnya, kondisi pasar sekarang ini tidak sesuai yang diharapkan, alias sangat sepi,” pungkas Ismanu. (rilis)
ROKAN HULU,Tribun Riau- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), targetkan empat paket kegiatan pembangunan ruas jalan di empat kecamatan melalui APBD Perubahan Rohul 2018 tuntas menjelang akhir Desember 2018 mendatang.
Bentuk keseriusan pengerjaan keempat paket pembangunan ruas jalan yang semula direncanakan dengan pola Multiyears, kini sudah disepakati bersama antara Pemkab dan DPRD Rohul yang pelaksanaannya dengan sistim pola tahunan, dan kini keempat paket kegiatan sudah diumumkan dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP).
Disampaikan Kadis PUPR Rohul Anton ST MM melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Khairul Fahmi ST Senin (8/10/2018) mengaku, pihaknya kini menghindari terjadi keterlambatan pelaksanaan pembangunan ruas jalan di empat kecamatan yang menelan dana pagu anggaran capai Rp14 miliar.
Keempat paket kegiatan pembangunan jalan rinciannya, Rp3,5 miliar untuk peningkatan Jalan Surau Munai Sei Mendung-Simpang Sosial Sempurna Alam Kecamatan Rambah Hilir. Kemuian peningkatan Jalan Simpang PIR-Pendalian (Kecamatan Tandun-Pendalian IV Koto). Proyek Peningkatan jalan Kesra-Kampung Panjang-Muara Jaya (Kecamatan Kepenuhan-Kepenuhan Hulu), Proyek peningkatan jalan KM 11 Cindur Mahato Kecamatan Tambusai Utara.
“Kemudian, untuk anggaran pengawasan dari empat paket kegiatan ruas jalan dialokasikan masing-masing sekitar Rp50 juta,” jelasnya.
Sebut Khairul menambahkan, walaupun RAPBD Perubahan Rohul tahun 2018 masih tahap evaluasi oleh Pemerintah Provinsi Riau, namun proses administrasi pelelangan sudah disiapkan dan diumumkan di RUP portal Nasional sirup.lkpp.go. id.
“Diharapkan, seriring dengan sudah bisa dilaksanakannya APBD Perubahan 2018, empat paket kegiatan ruas jalan itu telah ditetapkan pemenangnya. Kemudian, diprioritaskan pelaksanaan pembangunan ruas jalan di empat kecamatan di APBD Perubahan 2018, karena dengan adanya peningkatan pembangunan ruas jalan tersebut,” ucapnya.
Kemudian, Khairul juga mengharapkan, dengan adanya pembangunan ruas jalan di empat kecamatan,dapat mendongkrak prekonomian ekonomi masyarakat disamping memudahkan petani dalam mendistribusikan hasil perkebunan dan pertanian ke luar ibukota kecamatan.
Dikatannya, dibatalkannya pelaksanaan empat paket pembangunan ruas jalan dengan pola Multiyears, karena banyaknya pertimbangan oleh pemerintah daerah dan DPRD Rohul. Tapi pelaksanaan program pembangunan ruas jalan tersebut, telah disepakati pelaksanaannya secara tahunan, dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Kemudian, alasan perubahan pelaksanaan kegiatan pola Multiyear jadi tahunan, selain daerah mengalami devisit, juga tidak tersedianya anggaran pengawasan dalam pengerjaan 4 kegiatan Multiyears.
Lalu, sebut Khairul, sesuai Surat Badan Pengawasan Keuangan dan Pemgangunan Perwakilan Riau Nomor: S.659/PW04/3/2018 tanggal 31 Mei 2018 tentang telaahan perkajaan Multi Years dilingkungan Dinas PUPR Rohul. Kemudian, ketersedian waktu pelaksanaan kegiatan multiyear itu disesuaikan dengan akhir masa jabatan kepala daerah Rohul. (mad)
Penampakan peserta aksi 212 di tugu monas yang meluber ke beberapa lokasi
Tribun Riau- Alumni 212 terpantau masuk trending topik di Twitter pada pukul 13.26 WIB, Selasa (9/10/2018). Hingga saat ini, terpantau sudah mencapai 2.714 Tweet terkait Alumni 212.
Ramainya Tweet Alumni 212 tersebut, diantaranya tentang persiapan ratusan orang yang akan mengawal Amien Rais untuk memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Jakarta.
Dari pantauan beberapa akun Twitter, Amien Rais dikabarkan akan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya pada hari Rabu (10/10/2018) besok.
Kedatangan tokoh reformasi itu rencananya akan dikawal oleh ratusan alumni 212. (red)
ROKAN HULU,Tribun Riau- Pasangan suami istri (Pasutri) Warga Dusun III Akasia Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu (Rohul) buat geger warga sekitarnya, setelah keduanya ditemukan tewas dengan penuh luka dan berdarah .
Pasutri ditemukan warga, tewas dengan bersimbah darah dan mengalami luka, setelah keduanya berkelahi di dalam rumahnya pada Senin (8/10/2018) sekitar pukul 02.00 dinihari.
Dari informasi yang dirangkum, awal kejadian Senin sekitar pukul 00.30 dinihari, dikala itu warga mendengar suara keributan antara Aniadi Waruhu dengan istrinya Avedi Zebua di dalam rumahnya.
Disaat mendengar kedua orang tuanya ribut, anak korban Murniawan Zebua, langsung berlari ke luar rumah dan berteriak minta tolong ke warga sekitarnya. Karena mendengar ada teriakan, warga sekitar berdatangan, termasuk mandor Gabe, namun tidak ada yang berani masuk ke rumah korban untuk melerai pasutri yang ribut hebat.
Namun, saat Bhabinkamtibmas Bripka Firman Ritonga tiba di tempat kejadian perkara (TKP), polisi dan warga masuk ke rumah korban namun tragis mendapati pasutri Aniadi Waruhu dan Avedi Zebua sudah tewas terkapar dengan bersimbah darah.
Ketika pertama kali ditemukan, di TKP banyak ditemukan bekas luka tusukan di sekujur tubuh korban Aniadi Waruhu dan Avedi Zebua, seperti bekas luka tusukan senjata tajam.
Kemudian, Senin sekitar pukul 03.00 dinihari, Kapolsek Bonai Darussalam Iptu Riza Effyandi, SH dan anggotanya, tiba di lokasi lalu lakukan olah TKP, termasuk menghubungi perangkat desa dan keluarga korban.
Senin sekitar pukul 05.00 Wib, selanjutnya kedua jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Duri, Bengkalis.
Dikatakan Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono membenarkan, bahwa ada sepasang suami istri berkelahi hingga keduanya meninggal dunia.
Kata Iptu Nanang lagi, Polisi belum mengetahui bagaimana kronologis dan penyebab perkelahian pasutri tersebut, sehingga mengakibatkan keduanya meninggal dunia bersimbah darah di dalam rumah. (mad)
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Rizal Ramli
Tribun Riau- Pinjaman yang akan diberikan IMF kepada Pemerintah Indonesia senilai 35 Miliar Dolar AS ternyata akan digunakan untuk menyelamatkan bank-bank asing yang ada di Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Rizal Ramli melalui akun Twitternya @RamliRizal, Selasa (9/10/2018).
Dikatakannya, pinjaman tersebut bukan untuk menolong rakyat, melainkan untuk pembayaran utang swasta Indonesia pada bank-bank asing yang belum jatuh tempo.
“Pinjaman IMF $35 milyar digembar-gemborkan untuk membatu Indonesia. Semua pejabat, ekonom & media percaya dgn propaganda ini. Ternyata dipakai membayar utang swasta Indonesia di bank2 asing yg belum jatuh tempo. Pinjaman IMF itu utk selamatkan bank2 asing bukan menolong rakyat,” tulis @RamliRizal. (red)
Pinjaman IMF $35 milyar digembar-gemborkan untuk membatu Indonesia. Semua pejabat, ekonom & media percaya dgn propaganda ini. Ternyata dipakai membayar utang swasta Indonesia di bank2 asing yg belum jatuh tempo. Pinjaman IMF itu utk selamatkan bank2 asing bukan menolong rakyat.
Ibnu Ulya Terpilih Sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Rohul Periode 2018-2023
ROKAN HULU,Tribun Riau- Drs. H. Ibnu Ulya, M.Si, terpilih sebagai Ketua Kwartir cabang (Kwarcab) gerakan Pramuka Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) priode 2018-2023, melalui Musyawarah Cabang (Muscab) ke IV tahun 2018 yang digelar tanggal 6 hingga 7 Oktober 2018.
Muscab ke IV Kwarcab pramuka Rohul yang digelar di hotel Gelora Bakti, diikuti ratusan pengurus pramuka di tingkat kabupaten, kecamatan dan tingkat gugus depan, dan yang memiliki hak suara dalam muscab 7 orang pengurus kwarcab dan 4 orang utusan masing-masing kwartir ranting dari 16 kecamatan.
Selama dua hari pelaksanaan muscab, akhirnya kepengurusan baru Kwarcab Gerakan Pramuka Rohul periode 2018-2023 terbentuk, dengan terpilihnya Ibnu Ulya sebagai ketua . Ibnu Ulya usdai terpilih menyampaiakan ucapan terimakasih, atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin pramuka Rohul , 5 tahun kedepan.
“Pengurus Pramuka tidak ada gajinya, akan tetapi bakti. Selain memilih pengurus, Muscab ini juga melahirkan program gerakan Pramuka,” katanya, Minggu (7/10/2018) sore kemarin.
Ibnu Ulya juga meminta dukungan dari rekan-rekan untuk memajukan Pramuka di Rohul, pasalanya Pramuka merupakan organisasi yang positif untuk mendidik kepribadian generasi muda.
Di acara pembukaan yang berlangsung Sabtu siang, yang dibuka langsung oleh Bupati Rokan Hulu yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Rohul, Ibnu Ulya. Disebutkannya, bahwa pemerintah kabuaten Rohul sangat mensupport kegiatan kepramukaan di Rohul , karena Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal dapat mewujudkan generasi muda yang berahlak mulia, tangguh, mandiri dan cinta NKRI.
Ibnu Ulya juga menyampaikan harapanya agar kepengurusan baru yang lahir dari muscab ini, dapat menjadi pengurus yang tangguh yang mampu menggerakkan dan mengaktifkan Pramuka Rohul digugus depan, sehingga prestasi terbaik 2 ditingkat kwarda Riau pada tahun 2017, dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
“Berharap pengurus terpilih nanti dapat menjadi pengurus pramuka yang tangguh, dan mampun mengukir prestasi terbaik bagi Rohul, lima tahun kedepan,” jelasnya, sabtu siang saat membuka Muscab. (mad)
ROHIL, Tribun Riau- Menjelang peresmian Gedung Kampus II Perguruan Agama Islam Kasang Bangsawan Kecamatan Pujud, Direktur Kampus II Perguruan Tinggi Agama Islam Kasang Bangsawan Kecamatan Pujud, KH.Safril SE MSi beserta panitia bersilahturahmi ke kediaman Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih H.Syamsuar dan H.Edy Natar Nasution, Minggu (07/10/2018) Pukul 19.35 Wib.
KH.Safril SE MSi dalam kata sambutannya mengucapkan selamat atas terpilihnya Gubernur Riau dan Wakil Gubernur H.Syamsuar dan H.Edy Natar Nasution, ia juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat ini, gedung Kampus II Perguruan Agama Islam Dar Aswaja Kasang Bangsawan Kecamatan Pujud akan diresmikan,” terangnya.
“Karena sesuai dengan visi dan misi berdirinya Kampus II Perguruan Tinggi Agama Islam Dar Aswaja Kasang Bangsawan ini yaitu, membangun umat Islam ahli sunnah waljamaah bermazhabkan Imam Syafi’i, melahirkan sarjana-sarjana yang beriman, melahirkan sarjana-sarjana yang siap pakai sesuai keahliannya, membentengi masuknya aliran-aliran sesat seperti kaum Syiah, serta membantu dan memudahkan bagi masyarakat yang kurang mampu dan dekat dengan orang tua,” terangnya.
Rektor Kampus I Perguruan Tinggi Agama Islam Dar Aswaja Usman Syaufi SAg MPd dalam silahturahmi itu mengucapkan selamat atas terpilihnya kepada Bapak Gubernur Riau terpilih H.Syamsuar,dan menerima kami beserta rombongan dirumah ini.
“Saya mendukung penuh pembangunan dan peresmian Gedung Kampus II Perguruan Tinggi Agama Islam Dar Aswaja Kasang Bangsawan, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rohil ini,” terangnya.
Gubernur Riau terpilih H.Syamsuar dalam kata sambutannya berterimakasih atas kunjungan serta ucapan yang diberikan.
“Terimaksih atas silahturahmi bapak-bapak semua dan rombongan di rumah ini, serta sangat memperhatikan soal pendidikan, menjelang peresmian Gedung Kampus II Perguruan Tinggi Agama Islam Dar Aswaja Kasang Bangsawan Kecamatan Pujud,” terangnya.
Dilanjutkan Gubernur terpilih H.Syamsuar, pendidikan merupakan hal utama yang terdapat dalam visi misi di setiap pemerintahan.
“Karena pendidikan adalah hal yang utama dalam salah satu misi di setiap Pemerintah Daerah, apalagi pendidikan agama Islam, karena negri Melayu identik dengan Islam, maka pendidikan yang utama di dalam kehidupan kita sehari-hari,” terang Gubernur Riau terpilih H.Syamsuar. (toni)
JAKARTA, Tribun Riau- Salah satu cara unik untuk melupakan sang mantan adalah dengan membuang barang-barang pemberian mantan.
Demikian dilansir DetikWolipop, apalagi bila pengingat (barang) itu adalah cincin atau gelang mewah seharga puluhan juta rupiah.
Tapi, daripada dibuang, ada baiknya anda menjualnya dan mendapatkan uang dari barang tersebut. Sebuah situs bernama Shpock, melaporkan bila semakin banyak orang-orang yang menjual barang-barang dari mantan kekasihnya.
Barang dari mantan ini bukan hanya boneka atau foto-foto, tapi barang mewah seperti gelang Cartier atau cincin berlian dengan emas putih. Mereka menjualnya dengan harga murah dan bercerita mengapa mereka ingin membuang benda kenangan itu.
Salah satunya adalah wanita yang menjual gelang Cartier seharga 9.600 atau Rp 190 juta poundsterling atau 6.500 poundsterling atau Rp 130 jutaan. Gelang itu diberikan oleh sang mantan yang berselingkuh sebagai hadiah melahirkan anak mereka.
Ada pula cincin berlian mewah yang awalnya ingin diberikan seorang pria kepada kekasihnya saat itu. Sayang, sebelum cincin diberikan, wanita tersebut ketahuan berselingkuh sehingga cincin itu akhirnya dijual 1.500 pound sterling atau Rp 30 Jutaan.
Sebuah jam tangan juga dijual dengan keterangan produk yang menyedihkan. “Hadiah dari mantan kekasihku. Kotaknya rusak seperti hatiku,” tulis user lainnya.
Barang-barang yang dijual tak melulu barang mewah. Adapula payung, hiasan gelang, juga kamera polaroid. Tertarik menjual barang mantan Anda juga? (dtc/red)
Tribun Riau- Sebanyak 34 kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) sejak 2012. Terakhir, KPK menetapkan Wali Kota Pasuruan Setiyono sebagai tersangka penerima suap terkait sejumlah proyek di lingkungan pemerintahannya, Jumat (5/10).
“Sejak 2012, KPK telah melakukan OTT terhadap 34 kepala daerah dengan beragam modus. Namun, semua kepala daerah ini ditangkap dalam kasus suap,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Ahad (7/10).
Febri menyatakan, kebanyakan modus yang dipakai puluhan kepala daerah tersebut adalah uang sebagai fee proyek. Hanya beberapa yang yang menerima uang suap terkait perizinan, pengisian jabatan di daerah, dan pengurusan anggaran otonomi khusus.
Menurut dia, praktik buruk korupsi dalam bentuk suap itu telah merusak tujuan proses demokrasi lokal, termasuk pilkada serentak yang diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang lebih berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Negara dirugikan berkali-kali ketika praktik suap kepala daerah terus terjadi,” kata Febri.
Selain proses kontestasi politik dengan biaya penyelenggaraan yang mahal, kata dia, praktik suap memicu persaingan tidak sehat antarpelaku usaha di daerah. Ia menyatakan, satu perusahaan mendapatkan proyek bukan karena kompetensinya dalam mengerjakan proyek, tetapi lebih karena kemampuan perusahaan tersebut menyuap pejabat.
“Suap dihitung sebagai biaya, sehingga berisiko mengurangi kualitas bangunan, jembatan, sekolah, peralatan kantor, rumah sakit, dan lain-lain yang dibeli. Pada akhirnya, yang menjadi korban adalah masyarakat,” katanya.
Febri mengatakan, penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) secara struktural makin dirasa mendesak. Bukan hanya agar aparatur pengawas ini memahami bagaimana celah dan bentuk penyimpangan yang terjadi, tetapi juga revitalisasi posisi APIP yang selama ini nyaris tersandera dan tidak independen di bawah kepala daerah.
“Karena itulah perbaikan regulasi seperti RUU Sistem Pengawasan Intern Pemerintah menjadi kebutuhan untuk mencegah korupsi kepala daerah yang terus terjadi,” kata Febri.
Selain itu, jika dilihat dari proses awal sebelum kepala daerah menjabat maka biaya politik yang tinggi dapat diidentifikasi sebagai salah satu faktor pendorong korupsi kepala daerah. Dalam OTT para kepala daerah ini, kata dia, ada beberapa pelaku yang mengumpulkan uang untuk tujuan pencalonan kembali.
“Dan pengumpulan mantan tim sukses untuk mengelola proyek di daerah tersebut,” kata dia.
Febri mengungkapkan, akuntabilitas sumbangan dana kampanye menjadi salah satu faktor krusial yang perlu diperhatikan. Karena hubungan pelaku ekonomi dan politik yang tertutup rentan memicu persekongkolan dan penyalahgunaan wewenang saat kepala daerah menjabat.
“Utang dana kampanye tersebut berisiko dibayar melalui alokasi proyek-proyek di daerah,” katanya.
Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, KPK sangat mudah menebak sebuah daerah telah terjadi korupsi atau tidak karena modusnya sangat mudah dibaca. Sebagai contoh, masalah pengadaan barang, pemenang lelang maupun mutasi jabatan.
“Karena itu, harus benar-benar hati-hati dalam menggunakan anggaran negara jika tidak ingin berurusan dengan hukum,” kata Agus Raharjo.
Meski begitu, KPK tidak bisa bertindak tanpa mendapatkan dua barang bukti yang cukup, sehingga peran serta masyarakat sangat dibutuhkan guna membersihkan kasus korupsi di negeri ini. “Kami baru saja kembali mengungkap korupsi yang terjadi di Ambon dan Pasuruan (Jawa Timur), semoga tidak ada lagi kepala daerah yang ditangkap KPK,” katanya.
Agus juga mengatakan, kebanyakan yang melaporkan kasus korupsi adalah orang-orang di sekitar kepala daerah. Sebanyak 7.000 laporan terkait kasus korupsi antara lain berasal dari istri wali kota, sekretaris daerah (sekda), hingga kepala Bappeda.
“Kemudian setelah kami pelajari dan melakukan pantauan dari laporan tersebut, terjadilah yang dinamakan operasi tangkap tangan,” katanya.
Suap wali kota Pasuruan
Sejak Sabtu (6/8), penyidik KPK menggeledah delapan lokasi di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Hal itu berkaitan dengan penyidikan kasus suap Wali Kota Pasuruan Setiyono. Febri mengatakan, tiga tim penyidik secara paralel melakukan penggeledahan di delapan lokasi tersebut.
Delapan lokasi itu antara lain empat kantor di kompleks pemerintah daerah (pemda), yaitu kantor wali kota, kantor Dinas Pekerjaan Umum, kantor staf ahli, dan kantor bagian pengadaan. Kemudian, dua lokasi kediaman wali kota, baik rumah dinas maupun rumah pribadi wali kota, kantor Dinas Koperasi, dan rumah seorang saksi.
“Dari lokasi tim menyita sejumlah dokumen terkait proyek dan pengadaan di lingkungan Pemkot Pasuruan dan uang dalam pecahan rupiah,” kata Febri.
KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus itu. Diduga sebagai penerima antara lain Wali Kota Pasuran Setiyono, staf ahli atau Plh Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Pasuruan Dwi Fitri Nurcahyo, dan staf Kelurahan Purutrejo Wahyu Ti Hardianto. Sedangka diduga sebagai pemberi adalah perwakilan CV Mahadir, Muhammad Baqir.