Beranda blog Halaman 1173

Kawanan Gajah Masuk ke Area Pertanian Warga di Desa Karya Indah, Kampar

ilustrasi - Gajah Masuki area pertanian warga
ilustrasi - Gajah Masuki area pertanian warga

TAPUNG, Tribun Riau- Trauma dan rasa khawatir kembali menyelimuti warga Desa Karya Indah, khususnya lingkungan Kedusunan 3 Kandis Baru. Pasalnya, kawanan Gajah memasuki areal pertanian warga yang berada persis di Jalan Riau Baru dan Jalan Pelita Dusun 3 Kandis Baru Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Provinsi Riau.

Menurut informasi dari warga setempat (Jumat,12/10/2018), kawanan Gajah memasuki areal pertanian warga yang sangat dekat dengan pemukiman warga lingkungan Jalan Riau Baru dan Jalan Pelita tersebut. Mengetahui perihal tersebut, warga tentunya khawatir dan resah bercampur trauma.

“Kami khawatir dan tentunya trauma, sebab kawanan Gajah ini masuk sudah seringkali secara musiman ke areal pertanian dan sangat dekat dengan pemukiman warga,” ungkap salah seorang warga kepada wartawan.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu juga didatangi rombongan kawanan Gajah tersebut. Dan itu sudah diatasi oleh pihak terkait, namun kembali lagi (12/10).

“Ya, persoalan ini kami berharap bisa diatasilah oleh pihak terkait. Sehingga masyarakat petani tidak merasa was-was dengan hal ini yang membuat mereka trauma, sebelumnya hasil panen tani mereka habis porak poranda ketika didatangi kawanan gajah,” harap warga.

Disisi lain, Kades Karya Indah melalui Plt. Kepala Dusun 3 Kandis Baru Subandi via pesan WhatsAppnya (12/10) membenarkan kejadian tersebut dan juga berharap bisa diatasi secepatnya. Dan kepada warga untuk tidak panik menyikapi ini, nantinya kita berharap akan kedatangan rombongan gajah secara musiman ini bisa teratasi oleh pihak terkait secepatnya. (hbi)

BC Dumai Gelar Press Release Hasil Tangkapan

BC Dumai Gelar Press Release Hasil Tangkapan 571 Balepress
BC Dumai Gelar Press Release Hasil Tangkapan 571 Balepress

DUMAI,Tribun Riau- Bea dan Cukai Dumai gelar acara perss release hasil tangkapan 571 balepress dan 399 botol miras MMEA. acaraPress Release hasil tegahan Triwulan yang ke III tahun 2018 ini diadakan di halaman kantor BC Dumai, Kamis (11/10/18).

Kepala Kantor BC Dumai, Faud Fauzi, sambutan nya mengatakan, Press Release penindakan periode triwulan ke III tahun 2018 ini dilaksanakan atas apa yang diamanahkan Direktor Jenderal Bea Cukai, yang dimana Bea Cukai Dumai berhasil melakukan serangkaian kegiatan penindakan atas masuk dan beredarnya barang ilegal berupa minuman MMEA dan Ballpress tanpa dilengkapi dokumen.

“Atas penindakan yang kita lakukan tidak terlepas dari peran masyarakat dalam memberikan informasi, selain itu juga, Bea Cukai Dumai juga bersinergi  dan bekerjasama dengan Kanwil DJBC khusus Kepri, Kanwil DJBC Riau dan Subden POM Dumai,” kata Faud Fauzi.

Selama penindakan ini petugas telah berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa, 399 botol MMEA, berbagai merek dan 571 Balepress dan Kapal Motor ANUGRAH serta 2 orang tersangka nya.

Dalam hal ini total potensi kerugian negara dari minuman keras 399 botol MMEA tanpa dilengkati pita cukai tersebut sekitar Rp 351.467.605,00. Sementara kerugian dari 571 balepress kerugian negara 1. 711.000.000,00 (Satu Milyar Tujuh Ratus Sebelas Juta Rupiah)

“Menurut Faud Fauzi, Peredaran barang barang tersebut dapat menimbulkan, selain merugikan Negara dan dapat juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan masyarakat, dan mengganggu keamanan atau ketertiban moralitas masyarakat,” imbuh nya.

Acara press release yang dilaksanakan pihak BC Dumai inipun tampak dihadiri muspika plus Kota Dumai, seperti Danlanal Dumai Yose Aldino, Dandim Dumai, M. Sitinjak, dari perwakilan Pengadilan Dumai, Renaldo Meiji Tobing SH. MH serta undangan lain nya. (E. Manalu)

Pelaku Judi Togel di Kabun Diciduk Polisi

ROKAN HULU,Tribun Riau- Polsek Kabun, berhasil menciduk 3 warga Desa Kabun, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), serta seorang karyawan PT. Padasa Enam Utama (PEU) Kalsa.

Keempat lelaki tersebut ditangkap anggota Polsek Kabun, di areal PMKS PT. PEU Kalsa berlokasi di Desa Kabun, Senin (8/10/2018) sekitar pukul 13.30 Wib, diduga terlibat tindak pidana perjudian jenis toto gelap (Togel).

Keempat tersangka ditangkap yakni DP (46) karyawan PT. PEU Kalsa. Dari tersangka polisi menyita 1 hand phone Strawberry warna hitam, dan uang tunai Rp 300 ribu.

Kemudian seorang petani berinisial BS (50) warga Desa Kabun. Polisi juga menyita 1 HP Nokia putih, 1 buku tafsir mimpi, 1 buku tulis berisi nomor keluar Togel Hongkong, 1 lembar daftar nomor keluar Togel Singapura, dan uang pecahan Rp 10 ribu hasil penjualan nomor Togel.

Pria wiraswasta berinisial SU (56) warga Desa Kabun, dan Polisi menyita 1 HP i-Chery warna putih, 1 lembar kertas timah rokok bertuliskan nomor Togel, dan uang tunai Rp 355 ribu.

Kemudian, pria wiraswasta berinisial LH (40) warga Desa Kabun. Ddan polisi? menyita 1 HP Strawberry warna hitam yang diduga untuk memesan nomor Togel.

Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono mengatakan ke empatnya berawal informasi diterima Banit Intel Polsek Kabun pada Senin siang sekira pukul 11.00 WIB, bahwa di kantin dekat areal PMKS PT. PEU Kalsa marak perjudian jenis Togel.

Informasi dilaporkan Banit Intel ke Kapolsek Kabun AKP Didi Antoni, dan langsung dilakukan penyelidikan. Saat menuju TKP, polisi menemukan seorang laki-laki inisial DP merupakan karyawan PT. PEU Kalsa, dan dilakukan penangkapan.

Kemudian dari tersangka DP diakuinya ia punya kaki tangan. Hasil pengembangan, 3 terduga kaki tangan DP merupakan warga Desa Kabun ikut diciduk polisi, saat operasi dipimpin Kapolsek Kabun Didi Antoni.

“Setelah diamankan, kemudian ke empat pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Kabun untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono. (mad)

Tiga Pelaku Pembobol Rumah Warga di Mahato Diciduk Polisi

ROKAN HULU,Tribun Riau -Tiga lelaki terduga pembobol rumah Budi Setiawan di Sukajaya RT 005/ RW 001 Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diciduk polisi setempat, Sabtu (6/10/2018) sekitar pukul 04.30 Wib.

Dari Laporan Polisi Nomor: LP/ 52/ X/ 2018/ Riau/ Res Rohul/ Sek T.Utara tanggal 9 Oktober 2018, ketiga tersangka diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan ditangkap anggota Polsek Tambusai Utara empat hari kemudian, Selasa (9/10/2018) sekitar pukul 22.30 Wib.

Ketiga tersangka yang ditangkap, FBH (20) warga Batang Toru Simataniari Sibolga Provinsi Sumatera Utara, RS (33) warga Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai, dan FBR (24) pelajar yang tinggal di Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara.

Awalnya, ketiga tersangka ditangkap atas informasi masyarakat yang diterima Kanit Reskrim Bripka Apri Irsandi, Selasa malam (9/10/2018) pukul 21.00 Wib, ada 2 lelaki yang menawarkan 1 sepeda motor Honda Vario di warung Juntak Desa Tambusai Utara.

Kemudian, Kanit Reskrim berkoordinasi dengan Kapolsek Tambusai Utara AKP Nurman, dan perintahkan 3 anggota piket turun ke TKP, memastikan kebenaran informasi.

Setelah kedua lelaki itu ditangkap dan dilakukan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan keduanya benar ikut serta melakukan pencurian di rumah pelapor Budi Setiawan di Sukajaya RT 005/ RW 001 Desa Mahato pada Sabtu (6/10/2018) dihari lalu.

Dari hasil pemerikasaan dan pengembangan, Unit Reskrim Polsek Tambusai Utara kembali menangkap seorang terduga pelaku lagi di KM 15 Desa Mahato.

Dari pengungkapan, anggota Polsek Tambusai Utara menyita 1 Honda Vario warna putih tanpa nomor polisi beserta kunci kontak, 2 obeng, dan 1 HP Samsung Duos warna hitam.

“Dengan peristiwa tersebut, kemudian pelapor mengalami kerugian Rp24 juta,” kata Kapolres Rohul M. Hasyim Risahondua, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono.

“Kini ketiga pelaku dan barang bukti sudah berada di Polsek Tambusai Utara guna pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Ipda Nanang. (mad)

Kapolres Lepas Tiga Personil Polres Rohul Berprestasi ke Tanah Suci

Tiga Personil Polres berprestasi yang diberangkatkan umroh oleh Kapolres Rohul
Tiga Personil Polres berprestasi yang diberangkatkan umroh oleh Kapolres Rohul

ROKAN HULU, Tribun Riau – Melalui upacara pemberangkatan dipimpin Kapolres Rokan Hulu (Rohul), AKBP M.Hasyim Risahondua, SIK, M.Si, tiga personil Rohul yang berprestasi dilepas keberangkatannya ke Tanah Suci Mekkah, Kamis (11/10/2018).

Ketiga personil polres Rohul yang berprestasi, mendapatkan hadiah Umroh ke tanah suci Mekkah, Selasa (16/10/2018) mendatang.

Ketiga personil polres Rohul yang berprestasi dan menerima hadiah umroh, yakni   Bripka Jonnes, SH jabatan Banit Sat lantas Polres Rohul, Bripka Chandra Purnomo, jabatan Paurminpers Bagian Sumda, dan Brigadir Syahril Muda jabatan Bhabinkamtibmas  Polsek Kepenuhan.

Dalam upacara pemberangkatan umroh tiga personil berprestasi tersebut, juga dihadiri Waka polres, Kompol Willy Kartamana, Kasat Reskrim, AKP Harry Avianto, Kabag Sumda, Paur Humas Ipda Nanang Pujiono dan perwira lainya.

Kata Kapolres Rohul, AKBP M. Hasyim Risahondua, tiga personil polres yang berhasil mendapat hadiah umroh, merupakan personil yang bekerja tanpa pamrih dalam melaksanakan tugasnya, dan menjadi teladan bagi rekan-rekanya.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, bahwa pemberian hadiah umroh yang dilakukan oleh polres Rohul  semata-mata untuk memberikan penghargaan bagi personil yang berprestasi sekaligus dalam rangka peringatan hari Bhayangkara ke- 72 tahun 2018.

“Ini sebagai motivasi kita, agar seluruh personil polres Rohul dapat bekerja lebih baik lagi  dalam  melaksanakan tugasnya untuk kepentingan masyarakat, melalui pelayanan yang prima,” ucapnya.

AKBP Hasyim mengaku, untuk tiga personil berprestasi tersebut merupakan yang terbaik, dari  kategori Bhabinkatibmas terbaik, kemudian staf terbaik, Sat lantas terbaik di polres Rohul.

Pada tahun 2018 ini, jelas Kapolres, pihaknya juga akan memberikan dua tiket umroh lagi, bagi para anggota polres Rohul  yang berprestasi di satuanya, baik itu Satuan Reskrim, Intel, dan lainnya.

“Setiap kepala satuan, akan mengajukan siapa saja anggota nya yang berhak menerima hadiah umroh, jadi bekerjalah dengan baik dan maksimal,” tambahnya.

Kapolres berharap, bagi anggota yang akan berangkat ke tanah suci, setelah pulang dapat menjadi  menjadi contoh tauladan dan menjadi icon perubahan kearah yang lebih baik.

“Jadi bekerjalah dengan sungguh sungguh raihlah prestasi agar membanggakan istansi kita, saya titip doa untuk polres Rohul dan kabupaten Rohul agar aman, serta sukses melaksanakan Pilpers dan Pileg,” imbaunya.

Kemudian, diakui Bripka Jonnes, Banit Sat lantas Polres Rohul mengaku, dirinya sangat senang sekali mendapatkan hadiah umroh dari Kapolres Rohul. Dirinya tidak pernah menyangka bisa mendapatkan hadiah umroh.

“Saya tidak pernah menyangka diberangkatkan umroh oleh Kapolres, saya melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta menjalankan apa yang saya bisa bantu untuk masyarakat,” katanya dengan mata berkaca-kaca karena senang.

Bripka Jonnes berpesan ke rekan-rekannya, agar terus menjalankan tugas yang diberikan sebaik mungkin, jangan pernah lelah dalam melayani masyarakat. (mad)

Bupati Rohul Raih Sertifikat WBTB Indonesia 2018 dari Mendikbud RI

Bupati Sukiman bersama Bupati dan Walikota lainnya saat akan menerima anugerah sertifikat WBTB Indonesia di Jakarta
Bupati Sukiman bersama Bupati dan Walikota lainnya saat akan menerima anugerah sertifikat WBTB Indonesia di Jakarta

ROKAN HULU,Tribun Riau- Dengan komitmen Pemkab Rokan Hulu (Rohul) mengembangkan dan melestarikan tradisi, seni dan kebudayaan yang ada di Rohul di Negeri Seribu Suluk, ternyata mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI).

Rohul ditetapkan tiga warisan budaya di Kabupaten Rohul, yang jadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2018. Dengan penetapan tersebut yang dinlai langsung pihak Kemendikbud RI.

Atas komitmen tersebut, Mendikbud RI Muhajir Effendy, memberikan sertifikat penetapan WBTB Indonesia tahun 2018 kepada Bupati Rohul H Sukiman, Rabu (10/10/2018) kemarin, di Gedung Kesenian, Jakarta Pusat.

Sertifikat penetapan WBTB Indonesia tahun 2018 untuk Provinsi Riau, ada 14 WBTB dan Rohul ditetapkan 3  karya budaya, berupa Silek Tigo Bulan, Ratik Bosa/ Ratik Togak dan Lukah Gilo.

Bupati Rohul H Sukiman didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Rohul, Drs Yusmar.Msi, berterima kasih serta bersyukur  dengan diterimanya penatapan WBTB dari Mendikbud RI Muhajir Effendy, dan sudah melakukan penilaian langsung terhadap seni juga budaya daerah Rohul.

“Ini menjadi kado HUT Rohul ke-19 yang diberikan Kemendikbud untuk Pemkab Rohul, melalui Disparbud Rohul dan atasnama Provinsi Riau. Saya berterima kasih, serta bersyukur semua ini kota raih karena komitmen kita bersama melestarikan budaya dan kesenian,” kata Bupat Sukiman,Kamis (11/10/2018).

Kemudian, dengan telah ditetapkannya 3 karya WBTB Kabupaten Rohul, menurut Kadisparbud Yusmar, maka ke 3 WBTB tesebut menjadi milik Kabupaten Rohul khususnya, Provinsi Riau umumnya. Itu juga, sekaligus memberikan eksistensi serta  kebanggaan bagi Negeri Seribu Suluk.

‘’Sertifikat WBTB Indonesia tahun 2018 yang diterima Rohul, langsung diberikan Kemendikbud RI, itu sebagai bentuk pengakuan secara Nasional dan hak paten, sekaligus menjadi kewajiban masyarakat Rohul untuk memelihara, melestarikan serta  mengembangkan budaya ini sebagai bentuk nilai-nilai luhur dan karya seni budaya daerah dan Nasional kedepannya,’’ jelas Bupati Sukiman.

Bahkan Bupati Rohul H Sukiman di tengah kesibukannya mempersiapkan puncak acara Peringatan Hut ke 19 Kabupaten Rohul pada Jumat 12 Oktober 2018, kini Bupati harus membagi waktu,.

“Sehingga saya harus menghadiri undangan dari Mendikbud RI atas penerimaan sertifikat WBTB Indonesia tahun 2018, termasuk bagaimana memikirkan adat dan tradisi masyarakat Rohul,” tegasnya.

Ditanya terkait masih banyaknya seni budaya dan tradisi masyarakat Rohul yang belum mendapatkan WBTB, Bupati menyatakan, Pemkab Rohul komit untuk terus berusa maksimal, serta mengusulkan 12 karya budaya Rohul lainnya untuk dapat diakui dan ditetapkan sebagai WBTB Indonesia tahun 2018.

Halnya seperti sastra lisan ondou, pengobatan tradisional Bonai Burung kwayang, Monimang Anak, Bondang Borogong dan tradisi adat serta perkawinan lainnya yang ada di berbagai suku bangsa yang ada di Rokan Hulu, untuk memperkaya khasanah kebudayaan.

Lalu, dengan sudah disahkannya Perda Nomor 3 tahun 2018 tentang Julukan Rohul  sebagai Jati Diri Daerah “Negeri Seribu Suluk”, Bupati Sukiman menyebutkan, bahwa penetapan tiga karya Budaya Rohul sebagai WBTB Indonesia tahun 2018, merupakansejarah baru sekaligus momentum pengembangan tradisi dan budaya daerah Rohul yang sesuai dengan julukannya Negeri Seribu Suluk.

‘’Seluruh budaya dan tradisi masyarakat Rohul yang ada kita perhatikan, tanpa mengeyampingkan keberagamannya. Sekaligus ini bentuk memajukan budaya dan tradisi masyarakat tempatan lainnya seperti Mandailing, Batak, Minang, Sunda, Jawa, Nias dan suku lainnya. Dengan tetap mengacu kepada adat istiadat dan tradisi masyarakat Rohul,”

Kemudian, melihat Rohul mempunyai potensi tradisi dan budaya yang banyak, lanjut Bupati, hal itu merupakan salah satu perwakilan dari daerah melayu daratan, maka adat tradisi ini perlu didudukan sesuai dengan porsi yang sebenarnya, sehingga potensi itu berkembang dan bermanfaatkan kepada masyarakat tidak saja dalam kehidupan pembentukan pribadi masyarakat.

Dengan keberagaman budaya dan tradisi masyarakat yang ada, hak itu diakui Bupati jadi sumber kekuatan dalam pelaksanaannya pembangunan Rohul yang lebih maju kedepannya. (hms/mad)

Pemkab Rohil Gelar Bursa Inovasi Desa

Wakil Bupati Drs. Jamiludin, sekda surya Arfan, Kadis PMD Jasrianto, anggota DPRD Rohil imam soroso poto bersama Lurah, Penghulu pada acara kegiatan Bursa Inovasi Desa di gedung Misran Rais.
Wakil Bupati Drs. Jamiludin, sekda surya Arfan, Kadis PMD Jasrianto, anggota DPRD Rohil imam soroso poto bersama Lurah, Penghulu pada acara kegiatan Bursa Inovasi Desa di gedung Misran Rais.

ROHIL, Tribun Riau- Pemerintah Kabupaten (pemkab)  Rokan Hilir (Rohil) melalui Dinas pemberdayaan masyarakat Desa (PMD) menggelar Bursa Inovasi Desa,  Kamis (11/10/18) di gedung Misran Rais Bagansipaipi.

Kegiatan dihadiri wakil Bupati, Drs. Jamiludin,anggota DPRD Rohil Imam Soroso ,  sekda Drs. Surya Arfan, Asisten 1 Feri Farya, Kadis PMD Jasrianto, Kodim Rohil, Kapolsek Bangko,  Kepala OPD dilingkungan Pemkab Rohil, para Camat, Lurah dan Penghulu Se-Kabupaten Rokan Hilir.

“Program Inovasi selama ini berjalan dengan baik, tapi belum menampakan hasil, ada hasil tapi belum memuaskan, makanya pemerintah pusat melalui kabupaten atau provinsi untuk menjadikan Anggaran Dana Desa (ADD) itu bermanfaat dan tepat guna,” kata Wakil Bupati jamiludin

Ia berharap kepada kepala Desa untuk mengikuti arahan dari  pemerintah pusat sehingga dana tersebut bermanfaat dan tepat guna, bahkan pemerintah pusat menyalurkan ini bukan saja memberikan arahan tapi juga akan di kontrol dengan cara pengawasan untuk mewujudkan hal tersebut, tujuannya hanyalah untuk mempercepat pembangunan.

Penggunaan  ADD Ada infrastruktur, wira usaha, dan sementara yang dilaksanakan kepala desa saat ini, mungkin faktornya hanya kurang singkron saja, jadi kita sebagai pemerintah Daerah mengakui bahwa ADD pada tahun 2016 dan  2017 ada tersendat,  saya punya iringan pada tahun 2019 ADD tidak akan tersendat lagi pembayarannya, “ujar jamiludin.

Ditempat yang sama Kadis PMD Jasrianto menjelaskan, bahwa  inovasi Desa ini pada awalnya bermula dari adanya keinginan pemerintah pusat untuk mempercepat proses pembayaran Dana Desa, selama ini masih ada pemerintah pusat melihat bahwa pengelolaan Dana Desa yang sudah di glontarkan dengan sekian besar anggaran itu, tapi kok lambat. bahkan mungkin pengelolaannya  belum seperti yang di inginkan pusat.

Bahkan dalam Inovasi ini, tambah Jasrianto, Desa itu dirangsang untuk berpikir, apa kira – kira yang harus dibuatkan di Desa nya, sehingga Dana itu bisa berkembang, yang selama ini mungkin hanya untuk sarana infrastruktur saja, tetapi saat ini bagaimana pengembangan lebih cepat, jadi salah satu kriteria yang bisa cepat itu contoh yang dipusat adalah ke BumDes, kalau BumDes nya itu berpenghasilan maka suatu daerah itu bisa membuat apa saja.

“Sebenarnya apa yang dibuat pusat itu sudah kita lakukan sebagai Desa, contohnya yaitu Buah – buahan,  Ubi yang dikemas menjadi makanan untuk dijual, kita sudah punya, cuma belum terdekumentasikan, jadi inilah gunanya ini agar kita bisa eksis,” kata Jasrianto. (hen)

SPIP Level 3 Telah Di QA, BPKP Riau Diserahkan ke Pemkab Kampar

SPIP Level 3 Telah Di QA, BPKP Riau Diserahkan Ke Pemkab Kampar
SPIP Level 3 Telah Di QA, BPKP Riau Diserahkan Ke Pemkab Kampar

KAMPAR, Tribun Riau – Bupati Kampar Azis Zaenal menghadiri acara Penyerahan Hasil penilaian (Quality Assurance) Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), level 3 Pemerintah Kabupaten Kampar yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau di Aula Rumah Dinas Bupati Kampar, Kamis (11/10)

Saat ini baru beberapa Kabupaten yang mencapai level 3 yakni Kampar, Pelalawan, Meranti, Inhil yang mendapat nilai 3. Dalam sambutannya Azis mengajak semua pihak memperbaiki kualitas sistem dan moral pelaku pelaksana itu sendiri sehingga menjadi optimal dalam menjalankan tugasnya dan tidak mudah terkontaminasi faktor eksternal.

“Kita membenahi sistem berikut orangnya kita sepakat tentang itu dalam artian mereka mengerti dengan tugasnya masing-masing, mental dan karakter ini yang harus kita perbaiki. Lebih dari 9-10 yang mengawasi namun semakin banyak pengawasan justru semakin banyak penyimpangan, ini tugas kita bersama memperbaikinya,” ungkap Azis

Kami bertekad bersama-sama dengan SPIP level 3 yang kami capai akan menjadi cambuk bagi kami untuk lebih baik lagi. Tambah Azis

Dikdik Sadikin Kepala BPKP Provinsi Riau memaparkan bagaimana nilai 3 tersebut dapat diraih oleh Pemkab Kampar, BPKP menjalankan perannya sebagai pengawas eksternal pemerintah.

SPIP dapat berjalan dengan baik kita ingin merubah paradigma dulunya ada waskat , belakangan tidak berjalan optimal,dengan SPIP ini disempurnakan yang melibatkan pimpinan agar ada pengendalian yang baik dengan proses yang integral secara terus-menerus oleh pimpinan.

“Untuk capai tujuan organisasi efektif Dan efisien pengelolaan keuangan, pengamanan aset Daerah dan negara , ketaatan kepada peraturan dan perundang-undangan,” tambah Didik Sadikin.

”Ini semua dapat dicapai dengan kesungguhan dan kemauan kita untuk terus-menerus maju, bersinergi dan komitmen dengan Pemkab Kampar,” tambahnya lagi.

Jika melihat kebelakang dimana perolehan nilai QA 1,16 pada tahun 2016 dan pada tahun 2017 naik 3,339 dan ini merupakan kerja keras bersama dalam meraih pencapaian ini.

“Tingkat kematangan SPIP ditargetkan dengan capaian kematangan dengan level 3, ini merupakan upaya pemerintah dalam profesionalisme serta Reformasi Birokrasi pemerintah Kabupaten Kampar,” ungkap Muhammad. (hms/hbi)

Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Yayasan Zaliyah Dirikan TBM

Yayasan Zaliyah Dirikan TBM
Yayasan Zaliyah Dirikan TBM

ROKAN HULU,Tribun Riau– Sebagai bentuk kepedulian upaya membentuk karakter masyarakat dan membudayakan membaca yang pintar dan berkualitas, Yayasan Zaliyah mendirikan sekaligus resmikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Senin (8/10/2018) kemarin.

TBM didirikan Yayasan Zaliyah, di Desa Koto Tinggi, Kecamatan
Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) digagas Bunda
Hamsanah,S.pd, yang kini juga menjabat Kepala Seksi (Kasi)
Ketenagaan SD.

Dikatakan Hamsanah Selasa (9/10/2018) sore,TBM yang bernaung di bawah yayasannya, merupakan sebuah langkah dan komitmennya untuk mencerdaskan generasi bangsa dengan menanamkan budaya belajar dan membaca.

“Dengan danya TBM yang kita resmikan, ini sebuah langkah kita
menanamkan budaya belajar dan membaca di Kecamatan Rambah. Ide mendirikan TBM sudah lama direncanakan, namun saat ini baru terealisasi, ini sebagai komitmen kami untuk meningkatkan minat baca masyarakat,” sebut Hamsanah

Sebut Hamsanah, bahwa tujuan mendirikan TBM agar bisa
meningkatkan minta baca masyarakat, pihak yayasan menyediakan berbagai jenis buku bacaan, seperti buku keterampilan, buku agama dan buku pelajaran lainnya.

“Tidak bisa dipungkiri, TBM sangat didukung oleh sahabat-
sahabat. Bahkan banyak buku yang layak pakai juga saya jemput
ke rumahnya,” kata Hamsanah

Hamsana juga menjelaskan, sebelum meresmikan TBM Yayasan
Zaliyah juga sudah berkecimpung dan peduli dengan dunia
pendidikan, seperti sudah memiliki Sekolah Taman Kanak-Kanak
dan Kelompok Bermain (TK-KB).

“Untuk masuk TK saja orang tua tidak perlu merogoh kocek yang
banyak, hanya Rp1 juta saja dan bisa di cicil selama setahun.
Para orang tua tidak perlu membayar apa-apa lagi, hanya dengan
menabung Rp2000, maka anak- anak sudah bisa dapat baju, buku dan SPP setahun. Sebenarnya saya mau menggratiskan tapi saya belum mampu,” ucapnya.

Sebut Hamsana lagi, selain itu pihak Yayasan Zaliyah juga
fokus dalam pendidikan dan pelatihan dalam bidang Tata boga,
Tatarias pengantin, Keterampilan dan yayasan juga bekerja sama
dengan masyarakat yang mempunyai wirausaha seperti kerajinan
tikar pandan dan lampu dari bambu.

Kemudian, sebagai bentuk kepedulian dan berusaha mensejajarkan pendidikan di desa dengan perkotaaan, Bunda Ham berharap masyarakat di desanya bisa mengecap pendidikan yang layak dan memiliki skill, di bawah naungan Pusat Kegiatan Belajar (PKBM).

“PKBM dari Yayasan Zaliyah sebagai bentuk berikan dukungan dan kesempatan bagi masyarakat yang putus sekolah untuk bisa
mendapatkan pendidikan yang layak, serta mendapatkan ijazah
terakhir yang bermanfaat untuk melamar pekerjaan bahkan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tingi. Kejar paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C setara dengan SMA serta Keaksaraan Fungsional (KF) atau istilah buta huruf,” ucapnya. (mad)

Warga Keluhkan Asap dan Debu Hitam dari PT Naga Mas Dumai

Asap yang disertai abu hitam dari PT Naga Mas Dumai
Asap yang disertai abu hitam dari PT Naga Mas Dumai

DUMAI,Tribun Riau- Warga Kelurahan Buluh Kasap, Kota Dumai mengeluhkan asap yang disertai debu hitam milik PT Naga Mas Dumai masuk ke rumah.

Kejadian tersebut diduga terjadi pada Jumat (12/10/2018) kemarin. Dalam beberapa video rekaman amatir di media sosial, tampak abu hitam beterbangan masuk ke rumah warga.

Dari informasi yang berhasil dirangkum, pihak Dinas Lingkungan Hidup sudah memanggil beberapa perusahaan yang berlokasi di pelabuhan Dumai tersebut, namun hingga kini, hasil dari pertemuan tersebut belum didapatkan informasinya.

Sedangkan itu, Humas PT Naga Mas ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Dikatakannya, hal tersebut terjadi karena kondisi strip (tidak stabil). “Sekali-kali memang ada (terjadi), itu kondisinya lagi strip (tidak stabil),” ujar Ardi.

Ditambahkannya lagi, kondisi (keluarnya asap hitam) tersebut bukan hanya terjadi pada pabrik mereka, namun juga pada perusahaan lainnya yang berada di Pelabuhan Dumai.

“Bukan hanya PT Naga Mas, tapi perusahaan lain seperti itu juga,”  tambahnya. (red)

Berikut video amatir yang didapatkan Tribunriau.com:

Terbaru

Populer