
ROHIL, Tribun Riau- Pemerintah Kabupaten (pemkab) Rokan Hilir (Rohil) melalui Dinas pemberdayaan masyarakat Desa (PMD) menggelar Bursa Inovasi Desa, Kamis (11/10/18) di gedung Misran Rais Bagansipaipi.
Kegiatan dihadiri wakil Bupati, Drs. Jamiludin,anggota DPRD Rohil Imam Soroso , sekda Drs. Surya Arfan, Asisten 1 Feri Farya, Kadis PMD Jasrianto, Kodim Rohil, Kapolsek Bangko, Kepala OPD dilingkungan Pemkab Rohil, para Camat, Lurah dan Penghulu Se-Kabupaten Rokan Hilir.
“Program Inovasi selama ini berjalan dengan baik, tapi belum menampakan hasil, ada hasil tapi belum memuaskan, makanya pemerintah pusat melalui kabupaten atau provinsi untuk menjadikan Anggaran Dana Desa (ADD) itu bermanfaat dan tepat guna,” kata Wakil Bupati jamiludin
Ia berharap kepada kepala Desa untuk mengikuti arahan dari pemerintah pusat sehingga dana tersebut bermanfaat dan tepat guna, bahkan pemerintah pusat menyalurkan ini bukan saja memberikan arahan tapi juga akan di kontrol dengan cara pengawasan untuk mewujudkan hal tersebut, tujuannya hanyalah untuk mempercepat pembangunan.
Penggunaan ADD Ada infrastruktur, wira usaha, dan sementara yang dilaksanakan kepala desa saat ini, mungkin faktornya hanya kurang singkron saja, jadi kita sebagai pemerintah Daerah mengakui bahwa ADD pada tahun 2016 dan 2017 ada tersendat, saya punya iringan pada tahun 2019 ADD tidak akan tersendat lagi pembayarannya, “ujar jamiludin.
Ditempat yang sama Kadis PMD Jasrianto menjelaskan, bahwa inovasi Desa ini pada awalnya bermula dari adanya keinginan pemerintah pusat untuk mempercepat proses pembayaran Dana Desa, selama ini masih ada pemerintah pusat melihat bahwa pengelolaan Dana Desa yang sudah di glontarkan dengan sekian besar anggaran itu, tapi kok lambat. bahkan mungkin pengelolaannya belum seperti yang di inginkan pusat.
Bahkan dalam Inovasi ini, tambah Jasrianto, Desa itu dirangsang untuk berpikir, apa kira – kira yang harus dibuatkan di Desa nya, sehingga Dana itu bisa berkembang, yang selama ini mungkin hanya untuk sarana infrastruktur saja, tetapi saat ini bagaimana pengembangan lebih cepat, jadi salah satu kriteria yang bisa cepat itu contoh yang dipusat adalah ke BumDes, kalau BumDes nya itu berpenghasilan maka suatu daerah itu bisa membuat apa saja.
“Sebenarnya apa yang dibuat pusat itu sudah kita lakukan sebagai Desa, contohnya yaitu Buah – buahan, Ubi yang dikemas menjadi makanan untuk dijual, kita sudah punya, cuma belum terdekumentasikan, jadi inilah gunanya ini agar kita bisa eksis,” kata Jasrianto. (hen)











