Beranda blog Halaman 1104

Sambut 1 Muharram 1441 H, Bang Lius Shalawatan bersama Masyarakat Bukit Kapur

Ahmad Maritulius (berbaju koko putih) yang akrab disapa Bang Lius saat memotong tumpeng

DUMAI, Tribunriau- Menyemarakkan 1 Muharram 1441 H, Ahmad Maritulius, SE yang akrab disapa Bang Lius menghadiri Shalawatan dan doa bersama di Mushola Al Anshor Bukit Kapur, Kota Dumai, Sabtu (31/8/2019).

Usai Shalawatan dan Doa bersama, Bang Lius diberikan kesempatan untuk memotong Nasi Tumpeng dan dilanjutkan dengan kata sambutan.

Dalam sambutannya, Bang Lius mengajak semua masyarakat untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah serta semangat kebersamaan dalam masyarakat.

Ahmad Maritulis, SE atau yang akrab disapa Bang Lius foto bersama dengan Masyarakat Bukit Kapur

“Mari kita tingkatkan ukhuwah Islamiyah, tingkatkan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dalam kata sambutan.

Acara dilanjutkan dengan foto bersama, tampak di lokasi acara, masyarakat sangat antusias dengan kehadiran Bang Lius yang digadang-gadangkan akan menjadi Calon Walikota Dumai pada Pilkada 2020 serentak mendatang. (red)

Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kabag Ops, Kapolsek Tapung Hulu dan Kapolsek Tapung Hilir

BANGKINANG KOTA -(TRIBUNRIAU.COM) Sabtu pagi (31/8/2019) di Lapangan Upacara Mapolres Kampar dilaksanakan Upacara Serah Terima Jabatan Kabag Ops, Kapolsek Tapung Hulu dan Kapolsek Tapung Hilir.

Pejabat yang melaksanakan Sertijab adalah Kabag Ops dari Kompol Franky Tambunan ST kepada Kompol Lilik Surianto S.ST, SH yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kemuning Polres Inhil, pejabat lama Kompol Franky Tambunan selanjutnya akan menjabat sebagai Kasubbag Binlatops Satbrimob Polda Riau.

Berikutnya Kapolsek Tapung Hulu dari AKP Agus Pranata kepada IPTU Try Widyanto SIK yang sebelumnya menjabat Kaur Bin Ops Satlantas Satlantas Polres Kampar, sementara AKP Agus Pranata akan menjabat sebagai Kanit 2 Subbid Paminal Bidpropam Polda Riau.

Pejabat lainnya yang Sertijab adalah Kapolsek Tapung Hilir dari AKP Amru Hutauruk SH kepada AKP Asep Rahmat SH, SIK yang sebelumnya bertugas di Direktorat Reskrimsus Polda Riau, untuk AKP Amru Hutauruk akan menjabat sebagai Kapolsek Ujung Batu Polres Rohul.

Upacara Sertijab ini dipimpin Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK, MH dan diikuti Waka Polres dan Pejabat Utama Polres Kampar, Para Perwira, Bintara dan ASN Jajaran Polres Kampar serta Pengurus Bhayangkari Cabang Kampar.

Mengawali rangkaian Sertijab ini dibacakan Keputusan Kapolda Riau Nomor : Kep/ 506/ VIII/ 2019 tanggal 15 Agustus 2019 tentang Mutasi Personel dilingkungan Polda Riau.

Selanjutnya Penanggalan dan Penyematan Tanda Pangkat dan Tanda Jabatan serta Pengambilan Sumpah Jabatan kepada Pejabat yang baru oleh Inspektur Upacara.

Usai pengucapan Sumpah Jabatan dilanjutkan Penandatanganan Naskah Berita Acara Serah Terima Jabatan dan Pakta Integritas.

Kapolres Kampar selaku Inspektur Upacara dalam amanatnya menyampaikan bahwa Serahterima jabatan dan alih tugas dilingkungan Polri adalah suatu proses yang wajar dan selalu dilaksanakan dalam rangka pembinaan karir personel, sebagai wujud dinamisasi organisasi dan berkembangnya tantangan tugas yang harus dihadapi.

Jabatan juga merupakan medan pengembangan dan pemberian pengalaman bagi para pejabat, sehingga pada puncak karirnya para pejabat tersebut sudah memiliki bekal pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang cukup.

Selain itu jabatan dan kewenangan merupakan amanah yang dititipkan Allah SWT kepada kita, yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab sekaligus sebagai bentuk pengabdian dan ibadah.

Kepada pejabat yang baru diucapkan selamat atas kepercayaan yang diberikan Pimpinan, hendaknya kepercayaan ini dijawab dengan pelaksanaan tugas yang baik dan loyalitas serta tanggung jawab terhadap tugas yang diemban secara profesional.

Untuk pejabat yang lama disampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih atas pelaksanaan tugasnya yang telah berjalan dengan baik selama ini, semoga ditempat penugasan yang baru semakin sukses.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Kapolres kepada masing-masing Bhayangkari yang telah mendampingi Para Pejabat yang pindah tugas ini.

Setelah Upacara Para Pejabat yang melaksanakan Sertijab didampingi Bhayangkarinya masing-masing, mendapat ucapan selamat dari seluruh Personel serta Bhayangkari yang hadir.

Kegiatan Upacara Sertijab berakhir sekira pukul 09.00 wib dan seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman dan lancar, setelah Upacara Sertijab dilaksanakan Acara Kenal Pamit bertempat di gedung Serbaguna Polres Kampar(shm)

Belum Ada Agenda DPRD Kampar Yang Jelas, 2 Hari Anggota Yang Baru Dilantik Nongkrong Di Kantin

Bangkinang Kota, (TRIBUNRIAU.COM) – Pasca dilantinya anggota DPRD Kampar periode 2019 – 2024, di gedung rakyat pada selasa 27/8/2019, berarti masuknya masa tugas wakil rakyat Kampar yang baru.

Namun pada hari ke dua masa tugas DPRD Kampar yang yang baru, terpantau oleh Tribunriau.com, ramai anggota dewan yang baru, duduk di Kantin DPRD, ketika di tanya, mereka bingung apa yang harus mereka lakukan selaku wakil rakyat yang baru dilantik, Sementara pimipinan DPRD belum memberikan arahan apa – apa pada mereka, juga terhadap tugas tugas yang harus mereka lakukan.

Tidak berapa lama hanya menghabiskan se gelas kopi di kantin Cintra, akhirnya anggota DPRD yang baru dilantik ini langasung membubarkan diri karena bingung tidak tugas yang jelas harus dilakukan.

Anggota DPRD baru, yang datang pada waktu itu adalah, H.Januar SH,dari Partai PAN, M.Warid, dari Partai Pan, Anasril. Dari Partai Nasdem,Said Abdullah, dari Partai PPP, Rofi Siregar, dari Partai PDIP, Zalka Putra, dari Partai PKS, dan Syafrizal SE, dari Partai PKS.

Sementara Fahmil SE ME, dari Partai PKS, yang juga di gadang gadang calon wakil ketua DPRD dari Partai PKS, saat di jumpai di ruang sekretriat DPRD Kampar, ketika ditanya soal belum adanya agenda DPRD Kampar, sementara anggota Dewan yang baru sudah banyak berdatangan, Fahmil terlihat sedikit kesal melihat hal ini, ia juga sudah dua hari datang setelah dilantik untuk periode ke dua.

“Saya heran juga kenapa pimipnan sementara sampai hari ini belum juga melaksanakan agenda DPRD, sementara kawan kawan sudah banyak berdatangan, saya lihat tadi kawan kawan duduk di warung kemudian langsung membubarkan diri” jelas Fahmil.

“Menurut Tata Tertib DPRD Kabupaten Kampar lanjut Fahmil, ada hal yang harus dilakukan oleh pimpinan sementara, memimpin rapat, pembentukan fraksi, proses penetapan pimpinan. Penetapan Tata tertib, inilah yang harus dilakukan oleh pimipnan, saya milihat ini tidak dilakukan oleh pimpinan sementara”

Ketua DPRD Kampar sementara M Faisal ST, MT, yang dihubungi selulernya tidak menjwab, ketika di hubungi via wassapnya Kamis 29/8/2019, menyampaikan” kemaren kami sudah rapat dengan ketua sementara kita akan kirim surat kepada partai politik untuk mengirim nama ketua depenitif dan nama ketua fraksi ke DPRD, insya allah senen kita rapat internal” kata Faisal.(shm)

Meriahkan HUT RI ke – 74 , Pemkab Rohil Gelar Berbagai kegiatan sosial dan perlombaan.

ROHIL, tribunriau – Dalam rangka memeriahkan hari ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia ke – 74 Tahun 2019 pemerintah kabupaten (pemkab) Rokan Hilir (Rohil) melakukan berbagai kegiatan sosial dan perlombaan, kamis (29/8/19) dilapangan KONI Bagansiapiapi.

Adapun Kegiatan sosial yang dilakukan adalah : senam massal, layanan kesehatan dan donor Darah, sedangkan Kegiatan perlombaan : marathon 10 km, tarik tambang, sandal bakiak, pacu Goni, panjat batang pinang, tepung berantai.

Peserta Acara diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, OPD, PKK, polisi, TNI, siswa / sisiwi.

Keterangan : Bupati Rohil H. Suyatno .Amp didampingi sekda Drs. Surya Arfan. MSi melakukan Donor Darah

” Alhamdulillah antusias masyarakat sangat ramai sekali dengan berbagai perlombaan yang kita sajikan , kedepan yang seperti ini ditingkatkan lagi,” kata Bupati suyatno.
Lanjutnya, Tadi ada beberapa batang pinang yang dipasang, yang ikut memanjat batang pinang itu kita lihat bukan orang kita melayu saja, tapi juga ada suku lainya juga.
keterangan : Bupati suyatno melakukan star  perlombaan tarik tambang di mulai. 
Terima kasih kepada panitia penyelenggara yang sudah bekerja maksimal, juga dinas kesehatan, Dinas lingkungan Hidup, kita sudah meraih katogori ke dua untuk pembangunan sebuah kawasan lingkungan sekolah, yaitu dalam kegiatan penanaman tanaman obat keluarga (Toga) ,tingkat Riau sudah kita raih ,nanti akan kita kejar lagi untuk tingkat Nasional.
” Mudah – mudahan kerja keras kita dalam rangka memajukan kabupaten Rokan Hilir  ini bisa terlaksana dengan baik , tapi kesemuanya itu adalah koordinasi dan kerja sama,  jadi harus saling mengisi antara yang satu dengan yang lain,” ujar suyatno. (hen)

Kapolres Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Muara Takus 2019 di Polres Kampar

BANGKINANG KOTA -(TRIBUNRIAU.COM) Kamis pagi (29/8/2019) sekira pukul 08.00 wib, bertempat di Lapangan Upacara Mapolres Kampar dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Muara Takus 2019, dalam rangka “Meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan Hukum Masyarakat terhadap PerUndang-undangan Lalulintas”.

Bertindak selaku Pimpinan Apel Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK, MH, dengan Perwira Apel Kasat Lantas AKP Fauzi SH, MH dan Komandan Apel Ipda Alreflus.

Hadir pada Apel Gelar Pasukan ini Dandim 0313/ KPR yang diwakili Kasdim Mayor Inf. Gunawan. N, Danyonif 132/ BS diwakili Pasi Pers Lettu Dedi Arman, Kasatpol PP Kampar diwakili Kabid Trantib Hamdanis S.Sos, Perwakilan Kadishub Kampar dan Perwakilan Jasa Raharja Wilayah Kampar.

Juga hadir Waka Polres Kampar Kompol Ricky Ricardo SIK, Pejabat Utama dan Para Perwira Polres serta seluruh Kapolsek Jajaran.

Untuk pasukan apel terdiri Personel TNI dari Kodim 0313/ KPR dan Yonif 132/ BS, Personel Gabungan Polres Kampar, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kampar.

Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Muara Takus 2019 Polres Kampar ini ditandai Pemasangan Pita Tanda Operasi oleh Pimpinan Apel kepada Perwakilan Personel dari unsur TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub Kampar.

Kapolres Kampar selaku Pimpinan Apel pada kesempatan ini membacakan Amanat Kapolda Riau pada Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Muara Takus 2019, berikut petikannya :

Permasalahan dibidang Lalulintas dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis, hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Selain itu perkembangan transportasi yang memasuki era digital perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya Polantas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi.

Sesuai amanat Undang-undang Lalulintas dan Angkutan Jalan diharapkan kita dapat mewujudkan Kamseltibcar lantas, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalulintas, membangun budaya tertib berlalulintas serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

Keempat poin diatas merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polantas sendiri, melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah, dan solusinya yang harus diterima dan dijalankan oleh semua pihak.

Pelaksanaan Operasi Patuh 2019 ini akan digelar selama 14 hari mulai tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019, dengan sasaran prioritas yaitu ; Pengemudi menggunakan Hp, Pengemudi melawan arus, Berboncengan lebih dari satu, Pengemudi dibawah umur, Pengemudi dan penumpang motor tidak menggunakan helm, Pengemudi yang menggunakan narkoba atau mabuk dan Mengemudi melebihi batas kecepatan.

Mengakhiri sambutannya, Kapolda Riau menyampaikan penekanannya kepada seluruh jajaran untuk mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan dengan mempedomani SOP, Hindari Pungli dan lakukan tugas operasi dengan baik tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat.

Kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Muara Takus 2019 Polres Kampar ini berakhir pada pukul 08.45 Wib, dan seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman dan lancar.(shm)

Ditandai dengan pemukulan Gong, Bupati Rohil Buka Seminar Ilmiah Dan Workshop kebidanan

ROHIL, tribunriau – Bupati Rokan Hilir (Rohil) H. Suyatno secara resmi membuka Seminar ilmiah Dan workshop kebidanan Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia ( IBI ) ke-68 Tahun 2019 di Gedung H. Misran Rais Jalan Gedung Nasional Bagansiapiapi, Rabu (28/8/19).

Acara tersebut dengan Tema : “bidan melindungi Hak kesehatan produksi melalui pemberdayaan perempuan Dan optimalisasi pelayanan kebidanan “.

Peresmian seminar ditandai pemukulan Gong Oleh Bupati Rohil H. Suyatno Dan pemotongan Nasi kuning HUT IBI ke-68 Oleh ketua pengurus IBI cabang kabupaten Rokan Hilir didampingi ketua PKK Rohil wan mardiana suyatno Dan Ketua IBI provinsi Riau.

” Kami pemerintah Daerah mengucapkan Tahniah dan selamat, semoga IBI kabupaten Rokan Hilir jaya selalu, ” ujar Bupati suyatno.

Lanjutnya, Peranan IBI ditengah – Tengah masyarakat itu sangat diharapkan sekali, karena dengan IBI masyarakat bisa terbantu untuk melahirkan, tentunya kami harapkan peranan IBI lebih dapat ditingkatkan lagi.

Mudah – mudahan IBI Rokan Hilir Bekerja selalu untuk membantu pemerintah kabupaten Rokan Hilir untuk meningkatkan sumber daya manusia dan pelayanan kepada masyarakat.

” Kita melihat perkembangan IBI dari tahun ketahunya meningkat ,awalnya saya mendapat laporan IBI rohil pesertanya 800 sekian , sekarang menjadi 1120 orang, ini angka yang luar biasa dan Bagus dikembangkan ,”katanya.

Ia berharap kepada IBI untuk dapat memberikan informasi – informasi kepada pemerintah Daerah, bila ada serba kekurangan dengan IBI ini .

” Pemerintah Daerah telah memberikan Bantuan Baju seragam kepada IBI rohil sebanyak 300 lembar , tapi masih kurang, kita harapkan nanti dalam waktu dekat ini ketua IBI Rohil mengajukan profosal kepada pemda agar bisa ditindak lanjuti pada Tahun ini juga, sehingga semua IBI itu nanti kedepan sudah punya Baju seragam,” harap suyatno. (hen)

Radio Swara Kampar 103,8 FM Kantongi Izin Kemkominfo RI

BANGKINANG KOTA (TRIBUNRIAU.COM)-Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengeluarkan izin siaran Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Swara Kampar 103,8 FM yang berada dibawah Diskominfo dan Persandian Kabupaten Kampar.

Keputusan Menteri Kominfo bernomor 390/RF.01.02/2019 ini merupakan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) yang berlaku hingga 5 tahun mendatang. Yang ditandatangani oleh Menkominfo, Dirjen penyelenggaraan Pos dan informatika, Direktur penyiaran Geryantika Kurnia.

Plh Bupati Kampar melalui Kadis Kominfo dan Persandian Kabupaten Kampar Arizon, SE menyambut baik keluarnya IPP LPPL Swara Kampar, ia menyebut keluarnya izin siaran merupakan hasil dari kerja keras semua pihak yang membantu radio kebanggaan masyarakat Kampar tersebut.

“Terimakasih atas semua pihak baik jajaran Diskominfo, petunjuk dan saran dari Balmon dan KPID Riau dan pendengar setia LPPL Radio Swara Kampar, atas partisipasinya sehingga izin tersebut bisa kita dapatkan,” ungkap Arizon saat ditemui di kantornya, Jumat (23/8/2019).

Semoga dengan keluarnya izin ini akan semakin mengefektifkan penyebar luasan Informasi pembangunan kepada masyarakat luas” Kata Arizon.

Ia juga menginstruksikan kepada Swara Kampar melalui Kepala Studio Nasrul dan jajaran penyiar untuk menghadirkan informasi-informasi yang bermutu kepada masyarakat, hiburan yang mendidik serta sebagai ajang promosi daerah melalui program-program yang berkualitas sebagaimana yang disampaikan oleh Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto dan Sekda Kampar Yusri saat mengunjungi Studio beberapa waktu lalu.

LPPL Radio Swara Kampar yang dulu dikenal dengan Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) dan RPDK menjadi salah satu stasiun radio tertua di Kabupaten Kampar, bahkan menurut Mantan Penyiar Senior Awang Sagita, radio ini sudah eksis sejak 1986 silam.

“Bahkan Radio Irama Jaya yang menjadi cikal bakal Swara Kampar ini sudah mengudara sekitar tahun 1983/1984, dulu studio siaran kita juga berpindah-pindah, mulai dari Kantor Golkar (Kantor PWI sekarang,red), Patung Gajah, Gedung Karya Budaya (Islamic Centre sekarang), Kompleks Tambang Timah Bangkinang (TTB) hingga Kompleks Kantor Bupati lama (Studio sekarang),” ulas Awang yang sekarang merupakan Kasi di DLH Kampar.

Ia juga menyebut, awalnya radio RPDK hanya mengantongi izin
rekomendasi dari gubernur kala itu. Dengan izin tetap Awang berharap Swara Kampar semakin eksis dengan menghadirkan program-program unggulan.(shm)

Walhi Riau Gelar Diskusi Melawan Asap

Diskusi melawan asap, Selasa (20/8/2019) di rumah Walhi Riau. (Foto: Walhi for Riau Pos)

PEKANBARU, Tribunriau- Menghentikan masyarakat yang sudah berkecimpung dan menjadikan hutan sebagai mata pencaharian, seperti melakukan pembalakan tidak serta merta dilakulan secara langsung. Hal yang harus dilakukan bagi pejuang lingkungan adalah dengan memutus mata rantai tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh penyair dan sastrawan Riau dari Komunitas Seni Rumah Sunting Kunni Masrohanti dalam agenda diskusi bersama Walhi di Sekretariat Walhi, Jalan Belimbing, yang membahas tema lingkungan Melawan Asap.

Kunni menuturkan, salah satu hal yang bisa dilakukan oleh seniman-seniman dalam memperjuangkan kelestarian lingkungan adalah dengan menggunakan seni. “Kami melahirkan dalam bentuk pertunjukan panggung. Dari satupanggung ke panggung lain, mengajak orang banyak bersama-bersama mencintai konservasi dan menjaga lingkungan,” kata Kunni kemarin.

Kunni bercerita, ia juga mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan kepada anak-anak di daerah konservasi melalui jalan puisi, mulai dari mengenalkan apa itu puisi hingga membacakan puisi di sebuah pertunjukan kecil di desa, sampai menerbitkan buku yang ditulis anak-anak tersebut.

“Kami ajarkan belajar menulis puisi yang bercerita tentang lingkungan hijau, sampai bisa lalu menjadi buku. Tidak hanya puisi dan buku puisi, tapi juga mengusungkan berbagai persoalan lingkungan melalui tari dan teater. Dalam rangka merayakan hari puisi Indonesia di Riau tahun ini, kami juga mengundang seluruh penyair Indonesia dan Asean untuk menulis puisi tentang alam dengan judul Membaca Asap. Saya sering bilang, ini jalanku, pasti kalian punya jalan yang lebih jitu untuk lingkungan dan bumi sebagai rumah kita ini,” ujar Kunni lagi.

Diskusi lingkungan itu selain menghadirkan Kunni sebagai seniman dan dan sastrawan di Riau, juga menghadirkan narasumber lain. Di antaranya Deputi Walhi Riau Fandi Rahman dan beberapa yang lain. Berbagai kegiatan baik dikusi maupun upaya seni konservasi, diharapkan secara tak langsung dapat memutus mata rantai pengrusakan lingkungan dari generasi sebelumnya kepada generasi sesudahnya. Hal-hal kecil seperti menulis puisi lingkungan diharapkan membuat anak-anak dan generasi tidak meneruskan pembalakan seperti yang dilakukan orang tuanya atau melakukan pengrusakan lingkungan.

Diskusi berjalan santai dan semarak terlebih diwarnai dengan pembacaan puisi oleh Kunni yang juga Ketua Penyair Perempuan Indonesia (PPI) ini. Banyak peserta yang bertanya. Mereka berasal dari berbagai komunitas, antara lain Laskar Penggiat Ekowisata Riau (LPE), Komunoitas Penggiat Konservasi (KPK), Komunitas Seni Rumah Sunting, penggiat budaya, berbagai Mapala di Riau, jurnalis dan banyak lainnya.

Sumber: Riau Pos

Titik Api Ditemukan di Area Milik Perusahaan, Walhi Tuntut Komitmen Penegakkan Hukum Oleh Polda Riau

Aktivis Lingkungan Walhi Riau menggelar aksi demonstrasi menuntut ketegasan Polda Riau menindak Perusahaan pembakar lahan, Rabu (21/8/2019). (foto by Tribun Pekanbaru / Rizky Armanda)

Titik Api Ditemukan di Area Milik Perusahaan, Walhi Tuntut Komitmen Penegakkan Hukum Oleh Polda Riau

PEKANBARU, Tribunriau- Aktivis dari Wahana Lingkungan Hidup menggelar aksi di depan Kantor Mapolda Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (21/8/2019).

Aksi ini digelar sebagai bentuk dorongan agar penegakan hukum kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bisa dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu.

Terutama terhadap pihak yang diduga bertanggungjawab dalam masifnya peristiwa Karhutla yang terjadi di Bumi Lancang Kuning.

Dalam aksi ini, Walhi turut menggandeng sejumlah masyarakat dari Kabupaten Inhil, Meranti, Siak, Bengkalis dan Kuantan Singingi.

Mereka datang ke Mapolda Riau dengan iringan musik kompang khas melayu.

Koordinator aksi, Ahlul Fadli mengatakan, pihaknya meminta agar aparat penegak hukum tidak main-main dalam menangani kasus Karhutla ini.

”Iringan kompang ini adalah pertanda bagi pemerintah dan penegakan hukum untuk tidak main-main dengan penegakan hukum khususnya kasus karhutla ini,” tegasnya.

Massa menuntut agar Kapolda segera menuntaskan kasus Karhutla yang diduga melibatkan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Riau.

Lantaran sejauh ini, Polda Riau juga baru menetapkan satu tersangka dari kalangan korporasi atau perusahaan terkait kasus Karhutla.

”Kita datang bersama masyarakat, sebagai perwakilan yang menjadi korban dari asap akibat pembakaran hutan dan lahan oleh perusahaan. Kita datang hari ini untuk meminta komitmen dalam penyelesaian kasus Karhutla hingga tuntas,” tegas Ahlul.

Selain tuntutan secara lisan, Walhi Riau juga memberikan laporan hasil temuan di lapangan.

Di mana masih ada titik api di wilayah perusahaan yang membakar lahan pada tahun 2015 lalu. Perusahaan terkait, kasusnya bahkan dihentikan penyidikannya alias SP3.

Namun faktanya sekarang, perusahaan itu masih kedapatan melakukan pembakaran lahan.

”Kenapa proses hukumnya tidak lanjut sekarang,” ujar Ahlul Fadli.

Tentunya kata Fadli, dengan temuan ini membuktikan bahwa 15 perusahaan yang di-SP3 itu sudah gagal dalam pengelolaan lahan.

Laporan Wahi menyebutkan, beberapa di antaranya PT Sumatera Riang Lestari (Bengkalis, Inhil dan Meranti), Siak Raya Timber (Pelalawan) dan Dexter Timber Perkasa Indonesia (Rohil) yang dihentikan kasusnya pada 2016 lalu, sampai saat ditemukan titik api dalam kawasan.

Lalu terkait temuan Sub Satgas Udara Penanggulangan Karhutla Riau, ada 5 perusahaan yang ditegur terkait Karhutla. Tiga perusahaan di antaranya, juga sudah dilaporkan oleh Walhi.

Mereka adalah Perusahaan Primatama Rupat (Surya Dumai Grup), Jatim Jaya Perkasa (Teluk Bono II), PT WSSI (Koto Gasib), Seraya Sumber Lestarai (Koto Gasib) dan Langgam Inti Hibrido (Kecamatan Langgam – Pelalawan).

”Dengan temuan ini sudah bisa jadi landasan Polda Riau untuk memproses korporasi, apa lagi PT WSSI dan JJP sudah pernah melakukan tindak pidana sebelumnya,” beber Ahlul Fadli.

Masa juga menyayangkan kedatangan Kapolri Jendral Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berkunjung ke Provinsi Riau melakukan peninjauan lahan terbakar melalui udara ke beberapa daerah diataranya, kabupaten Indreagiri Hulu, Indragiri Hilir dan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Pelalawan.

Kedatangan sejumlah pejabat penting itu, ternyata tak memberikan dampak apa-apa terkait penegakan hukum dan penanggulangan Karhutla.

”Panglima, Kapolri dan Menteri KLHK harusnya mengecek perusahaan tersebut karena hingga saat ini wilayahnya masih terbakar,” ujar Ahlul Fadli.

“Menurut kami kedatangan mereka (Kapolri, Panglima TNI dan Menteri LHK) tidak memberikan dampak terkait penegakan hukum terhadap korporasi yang membakar lahan,” lanjut dia lagi.

Selain aspek penegak hukum, masa aksi juga meminta Pemerintah segera melakukan audit perizinan bagi perusahaan yang terbukti melakukan tindak pidana lingkungan dan untuk lahan milik perusahaan, hendaknya seluruhnya dikembalikan pada masyarakat untuk dikelola dengan komunal.

”Penguasaan ruang kelola harus milik masyarakat, agar lahan terjaga dan lestari,” saran Ahlul.

Ahlul Fadli menambahkan pihak Gakkum KLHK juga terkesan lamban dalam melakukan tindakan hukum.

Seharusnya Gakkum lebih progresif karena sebenarnya memiliki kewenangan dan data yang kuat dalam penegakan hukum.

”Gakkum di Riau lemah dalam menindak pelaku atau korporasi yang membakar lahan, seharusnya mereka yang menjadi contoh,” ulasnya.

”Laporan dari Walhi Riau ke Kapolda hari ini akan kita pantau perkembangannya, jika tidak ada progres, kita akan melakukan aksi lanjutan,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Pekanbaru

Atasi Banjir, Bupati Rohil instruksikan Bongkar Drainase Tersumbat

ROHIL, tribunriau – Menyikapi Genangan air yang merendam disejumlah titik yang ada di kota Bagansiapiapi dan sekitarnya, Bupati Rokan Hilir (Rohil) H. Suyatno. Amp melakukan peninjauan pembangunan Gorong -gorong di jalan pulau Baru kelurahan Bagan Barat Bagansiapiapi, tepatnya di depan lapangan koni, selasa (20/8/19).

” Beberapa hari yang lalu sudah saya intruksikan di Dinas Lingkungan hidup, PUTR untuk membongkar Drainase yang ada dilapangan koni, karena apabila hujan air tidak bisa mengalir, terutama di Daerah masjid Agung, sekolah TK, juga lapangan KONI,” kata Bupati suyatno.

Tambahnya, setelah di tinjau oleh petugas kelapangan, rupanya disinilah titik air yang tak mengalir itu, makanya saya perintahkan Bongkar, Mudah – mudahan di bongkarnya Drainase ini bisa mengatasi masalah air yang tergenang .

” Memang dulu saat membangun main timbun saja, akhirnya mengalami kebanjiran ,insya allah setelah dibuka akan bisa membuahkan hasil, karena aliran airnya saya lihat arah kelaut,” ujarnya.

Dijelaskan Suyatno, Ada beberapa titik lagi di kota Bagansiapiapi dan sekitarnya aliran yang tersumbat akan di Bongkar, tujuan kita adalah bagaimana kota Bagansiapiapi tidak banjir lagi. sungai pabrik juga akan di bongkar nanti,hanya menunggu waktu lagi. (hen)

Terbaru

Populer