Bengkalis (Mandau), Tribunriau – Jemput aspirasi konstituenya, H.Adri melaksanakan Reses anggota DPRD Bengkalis dan juga selaku Ketua Komisi II disambut hangat masyarakat, di Jl.Pandega RT 05 RW 02 Kopel Apip Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Jumat sore (02/12/22).
Acara yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu, dihadiri oleh, Ketua RT 05 Kasno, tokoh masyarakat, dan ratusan hadirin yang didominasi kaum ibu.
Sambutan Ketua RT 05 Kasno mengatakan, bahwa kedatangan H.Adri ketempat mereka karena mau menjemput aspirasi dari masyarakat.
“Saya harapkan bapak/ibu sekalian agar mempersiapkan pertanyaan atau usulan yang akan disampaikan langsung kepada pak dewan kita ini.Dimana bapak H.Adri sudah banyak membantu kita masyarakat di wilayah RW 02, khususnya RT 05, baik itu pembangunan infrastruktur maupun kegiatan kaum ibu.Semoga bapak H.Adri bisa duduk dua periode di DPRD Bengkalis,” kata Kasno.
H.Adri mengatakan, merupakan tahun ketiga datang ke RW 02, berjanji tiap tahun akan datang ke RW 02 melalui tiap RT untuk menjalin tali silaturahmi pada kegiatan Reses.
H.Adri meminta kepada masyarakat untuk menyampaikan usulan bukan hanya masalah infrastruktur jalan, drainase, jembatan tapi juga bila ada keluhan dibidang kesehatan, UMKM, pendidikan, ekonomi dan lainya.
Untuk dibidang ekonomi ada beberapa pemuda dari RW 02 dibantu untuk mengikuti pelatihan.Ada juga KUBE (Kelompok Usaha Bersama) di Kopel Apip ini sudah dibantu dibidang perikanan, pertanian, kerajinan tangan, dan menjahit.Bagi ibu-ibu yang belum kebagian bisa diusulkan kembali paling lambat tanggal 30 Desember 2022.
“Pada kesempatan ini bapak/ibu jangan takut bila menyampaikan sesuatu keinginan atau ada kritikan, karena dilindungi Undang Undang kecuali menghujat pribadi orang, itu tidak boleh,” kata H.Adri.
“Untuk tahun 2023 dibidang Kesra masalah keagamaan, sudah saya persiapkan dana sebesar Rp.150 juta, guna membantu keperluan rumah ibadah seperti, sound system dan karpet untuk mushallah .Bagi bapak/ubu yang ada keluhan untuk keperluan mushallahnya, dipersilahkan disampaikan,” pesan H.Adri.
Selanjutnya, dalam sesi dialog dan tanya jawab, masyarakat tetap mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan dan drainase.Ada yang mempertanyakan bila ada proyek pekerjaan di satu tempat yang bermasalah apa boleh dipindahkan?.

H.Adri menjawab, kalau sekarang jika sudah masuk dalam anggaran yang mau dibangun, tidak bisa dipindahkan lagi, tidak seperti 2 tahun lalu masih sistem manual, bisa dipindahkan proyeknya seandainya ada masalah.
“Kedepan kalau ada proyek yang bermasalah telepon saya langsung, biar saya turun, bila perlu saya ajak kepala dinasnya,” tegas H.Adri.
Kemudian, ada keluhan ibu-ibu menanam ubi, mempertanyakan harga pupuk dan beras mahal, serta jalan yang becek/rusak.
H.Adri menjawab,”kenapa tidak dibentuk kelompok, nanti bisa dibantu bibit, pupuk dan lainya.Kalau masalah beras dewan tidak bisa mengontrol, makanya pihak pemerintah mengadakan pasar murah sembako.Kalau mengenai jalan yang becek atau rusak silahkan difoto dilaporkan kepada saya, dimana alamatnya, ukuran berapa dan sebagainya,” ujar H.Adri.(jlr).












