Beranda blog Halaman 917

Lagi! Belasan Manusia Silver Diamankan di Tangsel, 2 Masih Balita

Jakarta

Petugas Satpol PP kembali mengamankan manusia silver di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel). Total ada 19 orang yang diamankan, 2 di antaranya merupakan anak usia di bawah lima tahun (balita).

“Laki-laki dewasa 10 orang. Perempuan dewasa 4 orang. Anak anak: laki-laki 13 tahun, perempuan 14 tahun, laki-laki 3 tahun, perempuan 6 tahun, laki-laki 3 tahun,” kata Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel, Muksin Al-Fachry kepada detikcom, Selasa (28/9/2021).

Muksin menyebut, 19 manusia silver yang diamankan hari ini tersebar di beberapa lokasi di Tangsel. Selain itu, sejumlah manusia silver tersebut diketahui bukanlah merupakan warga Tangsel.

“Razia Perempatan Muncul, Pamulang, Gaplek, Rempoa-Gintung, Bintaro plaza, Graha Bintaro, Alam Sutera. Dewasa laki-laki ber-KTP Tangsel 6 orang yang luar Tangsel 4 orang. Perempuan dan anak-anak di luar KTP Tangsel,” sebut Muksin.

Berdasarkan keterangan para manusia silver itu, Muksin menyebut setiap harinya mereka mampu meraup keuntungan hingga Rp. 300 ribu. Mereka mulai beraktivitas mulai pukul 15.00 hingga pukul 22.00 WIB.

“Pendapatan sehari Rp. 80 ribu sampai Rp 300 ribu selama 3 jam. Setiap harinya jam 3 sore sampe jam 10 malam manusia silver bergerak rata-rata mereka bergerak hanya 3 jam,” ungkap Muksin.

Lebih lanjut, Muksin mengatakan, para manusia silver yang masih di bawah umur kini dibawa pihak Kementerian Sosial (Kemensos) ke Balai Melati Bambu Apus, Jakarta Timur. Sementara itu, bagi manusia silver yang umurnya sudah dewasa dibawa ke Dinas Sosial Tangsel untuk diberikan pembinaan.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Sumber: DetikNews

Sambut Kedatangan Presiden, Bupati Bengkalis Ungkapkan Perasaan Gembira

Bengkalis, Tribunriau – Kedatangan Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis, melalui Bupati Kasmarni beserta rombongan dan masyarakat serta anak sekolah, di Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Selasa (28/09/21) sekira pukul 09.30 WIB.

Tampak ratusan masyarakat dan anak sekolah berbaris dipinggir jalan menyambut rombongan presiden ketika lewat.

Bupati Bengkalis Kasmarni pada saat menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu, mengucapkan selamat datang di Kabupaten Bengkalis yang memiliki julukan Negeri Junjungan.

Dan kepada wartawan yang pada saat itu mewawancarai bupati mengatakan, bahwa ia sangat gembira dan bangga atas kedatangan presiden di Kabupaten Bengkalis.

Kita sangat bangga, Kabupaten Bengkalis dikunjungi oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Ir Jokowidodo, dan ini juga merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat,” kata Kasmarni.

Kedatangan Presiden Joko Widodo menggunakan helikopter dengan memakai jaket merah dan berbaju putih celana hitam. Beberapa kali Jokowi sempat melambaikan tangan kepada masyarakat dan anak sekolah sebelum masuk ke mobil, masyarakat dan anak sekolahpun terlihat sangat gembira dan berteriak agar diberikan baju kaos dari presiden.

Presiden rencananya akan melakukan penanaman mangrove di Pantai Raja Kecik. Mangrove yang akan ditanam sekitar dua puluh ribu bibit bersama kelompok masyarakat. Bibit ini ditanam di lahan pantai Raja Kecik seluas tujuh hektare.

Untuk diketahui, Desa Muntai Barat berada di Kecamatan Bantan terletak diutara Pulau Bengkalis, jarak tempuh melalui darat sekitar satu jam dari kota Bengkalis dan Desa ini merupakan pemekaran dari desa Muntai pada enam tahun silam.(jlr).

Penghina Brimob Gugur di Papua Ditangkap di Aceh, Ini Motifnya

Banda Aceh

Seorang pria di Pidie Jaya, Aceh, HM, ditangkap polisi karena diduga membuat komentar menghina personel Brimob yang gugur ditembak teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua, Bharatu (Anm) Muhammad Kurniadi Sutio. Pelaku masih diperiksa polisi.

“Pelaku kita tangkap tadi siang di wilayah Pidie Jaya dan sekarang sudah dibawa ke polres. Dia warga Pidie Jaya,” kata Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya Iptu Dedy Miswar saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (28/9/2021).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Dedy, HM mengaku tidak mengetahui komentarnya itu salah. HM disebut langsung menghapus komentar tersebut beberapa menit kemudian.

“Dia ngaku nggak tahu yang dia komen itu salah. Setelah dia sadar, langsung dihapus. Kalau pengakuan dia, postingan itu paling ada sekitar 5 menit,” jelas Dedy.

Menurut Dedy, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap HM. Dia bakal dijerat dengan UU ITE.

Sebelumnya, komentar menghina personel Brimob yang gugur ditembak teroris KKB di Papua, Bharatu (Anm) Muhammad Kurniadi Sutio, viral. Dilihat detikcom, Selasa (28/9), dalam unggahan itu terlihat foto Bharatu Kurniadi. Foto tersebut disertai tulisan soal Bharatu Kurniadi yang telah gugur saat bertugas.

“Telah gugur, pahlawan muda putra Aceh yang bertugas di Papua,” demikian tulisan dalam unggahan itu.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Sumber: DetikNews

Presiden Jokowi Kunker ke Bengkalis Disambut Hangat Masyarakat

Bengkalis, Tribunriau – Seperti sudah diagendakan sebelumnya, Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Selasa (28/09/21).

Presiden Jokowi menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kesuma, Jakarta, sekitar pukul 07.30 WIB. Lalu, mendarat di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, sekitar pukul 09.00 WIB.

Presiden Jokowi tiba di Pekanbaru didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspamres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, dan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Kemudian, dari Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Presiden Joko Widodo yang menggunakan jacket kaos warna Merah, baju kemeja Putih dan celana Hitam, melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Bengkalis. Tepatnya ke Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan.

Sekitar pukul 09.30 WIB Presiden Joko Widodo beserta rombongan tiba di Muntai Barat menggunakan helikopter Super Puma.

Seperti disampaikan Gubernur Riau H. Syamsuar, mantan Wali Kota Solo itu ke Muntai Barat dalam rangka penanaman mangrove di Pantai Raja Kecik Muntai Barat.

Tampak masyarakat dan anak sekolah membanjiri sepanjang jalan menuju lokasi penanaman manggrove sekitar 20 ribu pohon, untuk menyambut presiden.Dan setibanya presiden,  disempatkan membagikan baju kaos bergambar Jokowi  dan bingkisan buku bagi anak-anak sekolah.

Dikesempatan itu, presiden memberikan apresiasi pengembangan kawasan Wisata Raja Kecik, Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis yang memadukan ekosistem hutan mangrove. Melalui pengembangan ekowisata ini,  presiden berharap akan memberikan dampak positif, yakni perbaikan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata Pantai Raja Kecik, Desa Muntai Barat.

“Saya berharap kawasan yang terabrasi bisa diperbaiki dan rehabilitasi dalam rangka mengendalikan abrasi sekaligus mendukung ekowisata daerah rehabilitas mangrove akan terus dilakukan tidak hanya di Kabupaten Bengkalis, tetapi di seluruh tanah air yang memang diperlukan,” kata Jokowi.

Presiden menegaskan, pada tahun 2021, pemerintah akan melakukan rehabilitasi hutan mangrove di seluruh Tanah Air, tepatnya dengan luas sekitar 34 ribu hektar. Kehadiran hutan mangrove ini memberikan dampak positif bagi ekosistem, terutama hutan mangrove ini menyimpan karbon yakni 4 sampai 5 kali lipat lebih banyak dari hutan tropis daratan.

“Sehingga akan berkontribusi besar pada penyerapan emisi karbon. Hal ini meneguhkan komitmen kita terhadap Paris Agreement dan perubahan iklim dunia,”tutur Jokowi.(jlr).

Polisi Periksa Saksi Kasus Wanita Ngaku Diperkosa Oknum DPRD Maros

Maros

Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah mendalami laporan wanita inisial IMS (25) yang mengaku diperkosa oknum anggota DPRD Kabupaten Maros dari Fraksi PPP, inisial SS (36). Polisi telah memeriksa teman dekat IMS sebagai saksi yang mengetahui kasus ini.

“Ada beberapa saksi diperiksa teman dekat korban dan orang yang mengetahui kasus ini ditangani Polda Sulsel,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (28/9/2021).

Zulpan menambahkan, polisi juga telah melakukan pemeriksaan tersendiri terhadap IMS yang mengaku sebagai korban. Nantinya SS selaku terlapor juga akan diperiksa.

“Pasal yang dikenakan kasus pencabulan. Penyidik masih memeriksa beberapa saksi dan korban dan setelah itu akan ditingkatkan statusnya manakala mengarah ke pembuktian,” terangnya.

Namun Zulpan belum mengungkapkan lebih jauh terkait jadwal pemeriksaan SS.

“Saya belum tahu penyidik kapan jadwalnya. Iya kan arahnya pasal yang disangkakan pasal pencabulan jadi pasti akan diperiksa,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, IMS melaporkan SS ke Mapolda Sulsel atas dugaan pemerkosaa. IMS mengaku jika dirinya merupakan kader muda PPP DPC Maros yang telah mengenal SS sejak tahun 2018.

Kejadian dugaan pemerkosaan SS kepada IMS terjadi pada Desember 2019, dimana saat itu IMS bekerja sebagai marketing di perusahaan trading dan menawarkan SS untuk berinvestasi Rp 50 juta. SS lalu menjebak IMS untuk bertemu di salah satu hotel di Makassar dan diduga melakukan pemerkosaan.

“Pada saat itu dia bilang, ‘bisa kita ketemu di hotel Dalton Dinda’,” kata IMS dalam pengakuannya, Sabtu (25/9/2021) lalu.

IMS mengaku diperkosa oleh SS berkali-kali, dengan dalih akan memberikan IMS dana untuk investasi di perusahaan tempat IMS bekerja. Hingga akhirnya IMS hamil dan dipaksa oleh SS untuk menggugurkan kandungannya. Simak berita selengkapnya di sini.

PPP Sulsel telah dimintai komentar terkait peristiwa ini, tapi Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan Amir Uskara mengaku belum mengetahui.

“Saya belum tahu, saya belum tahu,” ucap Fauzan kepada detikcom.

Sementara itu, Ketua DPP PPP Achmad Baidowi (Awiek) meminta aparat keamanan bertindak.

“Itu kan baru laporan ya, delik aduan. Kami serahkan kepada aparat hukum untuk bertindak profesional dan proporsional,” kata Awiek, kepada wartawan, Senin (27/9).

Awiek mengatakan pihaknya juga memberikan atensi khusus kepada DPW Sulawesi Selatan untuk mengawasi kasus ini. Awiek mengatakan kader itu akan dipecat jika terbukti bersalah.

“Tentu kami juga memerintahkan DPW PPP Sulsel atensi terhadap kasus ini. Jika dari hasil penyelidikan terbukti benar maka akan ada sanksi. Kalau terbukti secara hukum pasti kita pecat,” ujarnya.

(nvl/nvl)

Sumber: DetikNews

Bertambah, Warga Bojong Koneng Bogor Adukan Sentul City ke Komnas HAM

Jakarta

Warga Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat yang membuat aduan ke Komnas HAM bertambah lagi. Hari ini ada sejumlah warga Bojong Koneng yang mengadu ke Komnas HAM terkait dugaan penggusuran oleh Sentul City.

“Di sini kita bersama dengan sekitar 20 warga dari berbagai RT juga beberapa lawyer yang mendampingi kita secara kolektif melaporkan tindakan sewenang-wenang dan minta perlindungan kepada Komnas HAM,” kata kuasa hukum perwakilan warga Bojong Koneng, Alghiffari Aqsa di Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/9/2021).

Alghiffari menuturkan kasus sengketa lahan ini bukan hanya persoalan yang dialami oleh Rocky Gerung saja, melainkan persoalan warga Bojong Koneng. Dia mengatakan banyak kekerasan dan perampasan hak warga Bojong Koneng yang terjadi di sana.

“Ini bukan hanya kasus Rocky Gerung yang kita laporkan tapi juga kasus-kasus yang lain. Bahwa ada kekerasan yang terjadi yang dilakukan oleh korporasi yang melanggar HAM, bahwa ada upaya perampasan tanah ataupun land grabing dari mafia tanah ataupun korporasi besar atau pengembang besar terhadap tanah warga, baik warga yang sudah puluhan tahun yang tinggal di sana ataupun warga yang punya etikat baik dalam membeli tanah kepada para penggarap ataupun warga yang lain,” ujarnya.

Alghiffari menyampaikan pihaknya membawa sejumlah bukti yang akan diserahkan ke Komnas HAM. Bukti tersebut antara lain dokumen berupa surat tanah dan beberapa bukti terjadinya kekerasan. Komnas HAM juga diminta untuk turun langsung melakukan pemantauan.

“Jadi bukti yang kita bawa ke sini ada dokumen terkait tanah, kemudian ada bukti kekerasan juga dan juga ada beberapa dokumen terkait dan surat kepada Komnas HAM untuk meminta perlindungan dan tindakan dari Komnas HAM agar turun ke Bojong Koneng memperhatikan kasus ini, tidak dianggap sebagai kasus individu semata tapi kasus kolektif yang terkait dengan warga desa,” tuturnya.

“Ada banyak RT RW dan ratusan, kemarin kita sudah menyampaikan ada sekitar 6 ribu orang yang bisa terdampak dari penggusuran yang akan dilakukan Sentul city,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Alghiffari mengatakan warga Bojong Koneng sudah memiliki surat pernyataan oper alih garapan lahan sebelum sertifikat Hak Guna Bangun (HGB) milik Sentul City keluar. Untuk itu, Warga Bojong Koneng kata Alghiffari tidak hanya melaporkan Sentul City tetapi juga pihak-pihak terkait yang menerbitkan HGB Sentul City.

“Mereka ada, sebelum HGB itu ada, infrastruktur pemerintahan berjalan di sana, bahkan tanah adat pun tidak bisa disertifikatkan harus mendapatkan rekomendasi dari korporasi tertentu, itu dari BPN (Badan Pertanahan Negara) begitu. Jadi hak untuk mendapatkan tanah dan kepastian hukum dari masyarakat Bojong Koneng ini tidak diperoleh, inilah yang kami persoalkan melalui Komnas HAM,” ujarnya.

“Jadi tidak hanya Sentul City nya tapi seluruh instrumen negara yang terkait permasalahan ini kita laporkan kepada komnas ham,” imbuhnya.

Sumber: DetikNews

Mantan Pangkostrad Merasa Berdosa Bikin Patung Soeharto-AH Nasution

Jakarta

Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mengaitkan hilangnya patung Soeharto serta patung tokoh-tokoh militer terdahulu dari Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, dengan penyusupan paham komunisme di tubuh TNI. Kostrad memberikan penjelasan bahwa pembongkaran patung merupakan inisiatif mantan Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution.

“Bahwa tidak benar Kostrad mempunyai ide untuk membongkar patung Pak Harto, Pak Sarwo Edhie, dan Pak Nasution yang ada dalam ruang kerja Pak Harto di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad,” ujar Kepala Penerangan Kostrad Kolonel Inf Haryantana dalam keterangan, Senin (28/9/2021).

Azmyn Yusri Nasution merupakan penggagas pembuatan patung Soeharto dkk. Pembuatan patung dilakukan kala Azmyn Yusri Nasution menjabat Pangkostrad, sejak 9 Agustus 2011 hingga 13 Maret 2012.

Selanjutnya, Azmyn Yusri Nasution berinisiatif menemui Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman untuk meminta izin membongkar patung-patung tersebut.

“Letnan Jenderal TNI (purn) Azmyn Yusri Nasution meminta untuk patung-patung yang telah dibuatnya untuk dibongkar demi ketenangan lahir dan batin, sehingga pihak Kostrad mempersilakan,” sambung Haryanta.

Dudung Abdurachman sendiri angkat bicara terkait pembongkaran patung itu. Dudung menyebut Azmyn Yusri Nasution merasa berdosa karena membuat patung Soeharto dkk.

“Kini patung tersebut, diambil oleh penggagasnya, Letjen TNI (Purn) AY Nasution yang meminta izin kepada saya selaku Panglima Kostrad saat ini. Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan,” tutur Dudung.

Dudung menepis jika pengambilan patung itu disimpulkan TNI melupakan peristiwa G-30S-PKI. Dudung menegaskan pihaknya tak pernah melupakan peristiwa itu.

“Jika penarikan tiga patung itu kemudian disimpulkan bahwa kami melupakan peristiwa sejarah pemberontakan G-30S-PKI tahun 1965, itu sama sekali tidak benar. Saya dan Letjen TNI (Purn) AY Nasution mempunyai komitmen yang sama tidak akan melupakan peristiwa terbunuhnya para jenderal senior TNI AD dan perwira pertama Kapten Piere Tendean dalam peristiwa itu,” kata Dudung.

(isa/dnu)

Sumber: DetikNews

PPP Nilai ‘Nyanyian Kode’ soal Hukum Bisa Dibeli Bentuk Kekhawatiran SBY

Jakarta

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkicau di media sosialnya perihal penegakan hukum dibeli dengan uang. PPP mengaitkan cuitan itu dengan gugatan judicial review (JR) AD/ART Partai Demokrat yang diajukan kubu Moeldoko.

“Secara normatif, cuitan Pak SBY itu baik saja, masih menaruh prasangka baik (khusnudzon) terhadap lembaga penegak hukum dan keadilan. Hanya karena dicuitkan dalam situasi di mana ada judicial review (JR) terhadap AD/ART PD ke MA-RI oleh kubu Moeldoko, maka wajar pula kalau publik menafsirkannya dan mengkaitkan cuitan itu dengan JR yang sedang dilangsungkan,” kata Waketum PPP Arsul Sani, kepada wartawan, Senin (27/9/2021).

Arsul lantas menafsirkan kalau kicauan SBY itu bentuk curhatan. SBY menurut Arsul khawatir gugatan JR itu dikabulkan.

“Dalam konteks tafsir yang mengaitkan tersebut maka ya cuitan itu bisa dianggap curhat, bisa pula kekhawatiran terhadap kemungkinan dikabulkannya JR tersebut karena faktor non-juridis seperti halnya adanya permainan uang dan sebagainya. Tafsir yang berbeda-beda ya juga wajar karena kita memang berada dalam alam demokrasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, PPP berharap persoalan itu bisa diselesaikan dengan segera. Arsul menilai perlunya komunikasi dari banyak pihak untuk saling menguatkan, seperti apa yang pernah dialami PPP.

“Bagi kami yang di PPP hanya bisa ikut mendoakan semoga badai yang masih ada di PD dapat segera terselesaikan dengan baik. Pengalaman periode lalu PPP, selain menguatkan secara batin maka membangun komunikasi yang baik dengan banyak pihak,” ucapnya.

“Terutama yang terkait menjadi penting, termasuk menghindarkan terus-terusan untuk berprasangka buruk terhadap pihak yang sebetulnya di luar para pihak yang bersengketa di partai tersebut,” lanjut Arsul.

Sebelumnya, SBY berbicara perihal penegakan hukum melalui akun Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, Senin (27/9). SBY menyerukan perjuangan agar hukum tak berjarak dengan keadilan.

“Money can buy many things, but not everything. Mungkin hukum bisa dibeli, tapi tidak untuk keadilan. Sungguh pun saya masih percaya pada integritas para penegak hukum, berjuanglah agar hukum tidak berjarak dengan keadilan,” tulis SBY.

SBY tidak menjelaskan terkait apa cuitannya tersebut. Tapi jika merujuk ke Demokrat, partai berlambang mirip logo Mercy itu memang sedang menghadapi sejumlah gugatan hukum.

Terkini, 4 mantan kader Demokrat mengajukan judicial review atau uji materi terhadap AD/ART PD ke Mahkamah Agung (MA). Yang membuat gugatan tersebut menjadi menarik adalah hadirnya Yusril Ihza Mahendra.

Yusril di-hire sebagai kuasa hukum oleh 4 mantan kader PD yang menggugat. Baru-baru ini, Yusril juga terlibat adu argumen dengan 2 elite Demokrat.

(eva/lir)

Sumber: DetikNews

DPD Lebih Dipercaya daripada DPR, NasDem Minta Kader Tak Berperilaku Sesat

Jakarta

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap DPR RI dan partai politik di Indonesia berdasarkan survei indikator lebih rendah dibanding DPD. Partai NasDem meminta para kader mereka untuk tidak berperilaku menyesatkan partai.

Kader NasDem harus mengetahui takaran-takaran toleransi dan batas-batas kepatutan di masyarakat. Sebab, jika batas kepatutan dilangkahi bisa mempermalukan diri sendiri.

“Tidak sedikit saudara-saudara kita, kader-kader kita, yang terjebak dengan permasalahan karena melakukan tindakan melebihi kewajaran di masyarakat,” kata Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali dalam keterangannya, Senin (27/9/2021).

“Peristiwa itu harus menjadi pelajaran buat kita semua, buat saya, yang diberikan kekuasaan oleh rakyat untuk jangan lupa diri dan melakukan perilaku yang menyesatkan partai, serta mempermalukan diri sendiri,” sambung dia mengingatkan.

Pesan tersebut disampaikan dalam Workshop Nasional Fraksi NasDem di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (26/9). Menurut Ahmad Ali, ada beberapa perilaku yang menyebabkan tingkat kepercayaan publik ke DPR dan partai rendah, yakni koruptif, eksklusif, dan suka berbohong.

“Perilaku ini yang membuat kita semakin berjarak dengan masyarakat. Perilaku ini yang membuat lembaga DPR semakin dijauhi oleh rakyat,” sebutnya.

Acara workshop Fraksi NasDem itu digelar sejak 24 September 2021 hingga hari ini. Pesertanya adalah anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota dari 10 provinsi, yakni Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

Ahmad Ali juga mengajak NasDem dan seluruh kadernya untuk memperbaiki diri. Pendekatan kembali dengan masyarakat harus terus dilakukan.

“Maka, partai politik bersama anggotanya harus mulai berbenah diri, melakukan pendekatan, dan mengubah perilaku,” ucap Ketua Fraksi Partai NasDem DPR itu.

Sumber: DetikNews

Ada 66 Kasus COVID Selama PTM, Pemprov DKI Sinkronisasi Data Kemenkes

Jakarta

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan 66 kasus positif COVID-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) digelar di sekolah Jakarta. Pemprov DKI Jakarta akan melakukan sinkronisasi data demi mencocokkan data konfirmasi positif COVID-19 dengan milik Kemenkes.

“Kami akan sinkronkan datanya. Data dari Kemenkes sangat penting (jadi) akan kami cocokkan Kembali,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (27/9/2021).

Riza menyadari potensi penularan COVID-19 bisa terjadi di mana saja. Kendati demikian, dia tetap berharap tak ada temuan klaster COVID-19 di sekolah usai data berhasil disinkronkan.

“Mudah-mudahan tidak terjadi klaster sekolah. Kita tahu potensi penularan, penyebaran bisa di rumah, bisa di perjalanan, bisa di sekolah dan di tempat lain, tempat anak bermain,” sebutnya.

Politikus Gerindra itu juga meminta agar pihak sekolah dan orang tua dapat memastikan keselamatan anak. Keduanya, sebutnya, harus memastikan penerapan protokol kesehatan COVID-19 berjalan, baik di rumah maupun lingkungan sekolah.

“Kami minta kerja sama semua pihak para pendidik, orang tua, keluarga di rumah dengan yang di sekolah serta semua elemen masyarakat,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kasus COVID-19 di sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) lebih sedikit dari yang sebelumnya diberitakan. Sebagai contoh di DKI Jakarta, hanya ditemukan 66 kasus positif COVID-19 dari sejumlah sekolah yang melakukan PTM pada periode 1-21 September.

“Dari 22 sekolah itu ada 8 yang tidak ada (COVID-19) sama sekali. Yang lain kalau adapun, kalau angkanya kecil-kecil itu bukan klaster. Karena klaster kita definisikan kalau penyebarannya terjadi di sekolah,” kata Budi, Senin (27/9).

Total ada 2.113 subjek yang diperiksa. Dengan ditemukannya 66 kasus positif, ini membuat tingkat kasus COVID-19 di sekolah DKI Jakarta selama PTM sebanyak 3,12 persen.

Adapun, kasus positif COVID-19 terbanyak dilaporkan terjadi di SMP PGRI 20 Duren Sawit, Jakarta Timur dengan 21 kasus.

(isa/isa)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer