Beranda blog Halaman 740

Wanita Buang Bayinya di Mamuju Sulbar Diperkosa di Masjid dan Tempat Kerja

Mamuju

Polisi mengungkap wanita inisial SE (20) yang membuang bayinya di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) diperkosa tiga kali oleh rekan kerjanya, AS (40). Korban diperkosa di teras masjid dan tempat kerjanya.

“Itu (pemerkosaan) terjadi 3 kali. Yang pertama itu di salah satu teras masjid di Kabupaten Majene tahun lalu,” Kasat Reskrim Polresta Mamuju AKP Pandu Arief Setiawan saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (14/2/2022).

AKP Pandu mengatakan, SE dan AS merupakan rekan kerja sesama buruh angkat batu bata. SE mulai diperkosa pada tahun 2021 di teras masjid saat mengantar pesanan batu bata di Kabupaten Majene, Sulbar.

“Mungkin (pelaku dan korban) lagi ngantar batu di sana. Habis itu pada saat beristirahat di sana, itu awal mula diperkosa (di teras masjid),” beber Pandu.

“Terus 2 kali terjadi di tempat kerja pelaku dan juga korban di Jalan Pababbari (di Kabupaten Mamuju). Dia berdua ini sama-sama buruh batu bata,” sambung Pandu.

SE sebelumnya ditangkap polisi atas kasus membuang bayi yang baru dilahirkannya di ke lahan kosong bekas galian di Kelurahan Kalukku, Mamuju, Sabtu (12/2). SE mengakui membuang bayinya pada Rabu (9/2).

SE juga mengakui sebelumnya melahirkan di kamar mandi tanpa bantuan orang lain. Setelah melahirkan, SE membawa bayinya ke lahan kosong bekas galian berjarak sekitar 800 meter dari rumahnya. Bayi malang itu lantas diletakkan di samping pohon dekat genangan air

Polisi awalnya menduga bayi itu dibuang karena lahir dari hasil hubungan gelap SE dengan seorang pria. Namun setelah dilakukan pendalaman, SE ternyata merupakan korban pemerkosaan rekan kerjanya sendiri.

(hmw/nvl)

Sumber: DetikNews

Demonstran di Sulteng Tewas Tertembak, Polri Janji Tindak Tegas Pelaku

Jakarta

Seorang warga Desa Tanda, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) bernama Erfaldi (21) tewas tertembak saat polisi membubarkan demo tolak tambang emas PT Trio Kencana. Polri berjanji akan menindak tegas pelaku yang menembak Erfaldi.

“Dugaan sementara adalah luka tembak. Ini nanti akan dibuktikan tim Labfor, akan diuji balistik beberapa senjata yang nanti akan disampaikan kapolda, sudah diamankan. Nanti akan diuji balistik siapa pelakunya pasti akan teridentifikasi,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2022).

Dedi mengatakan, terduga pelaku penembakan merupakan oknum polisi. Namun, dia menyebut proses pembuktiannya harus dilakukan secara ilmiah sebelum menentukan siapa pelakunya.

“Proses pembuktiannya juga harus secara ilmiah. Apabila hasilnya sudah ada, nanti akan disampaikan oleh Kapolda Sulteng langsung. Siapapun anggota yang bersalah, sekali lagi komitmen kami akan kami tindak tegas,” tuturnya.

Sementara itu, Dedi mengingatkan kembali SOP dalam pengamanan unjuk rasa. Polisi tidak boleh membawa senjata api peluru tajam.

“Tidak boleh satu anggota polisi bawa senpi peluru tajam saat unjuk rasa, itu SOP-nya,” ucap Dedi.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya…

Sumber: DetikNews

Tulang Ikan Raksasa Ditemukan di Selayar Sulsel, Gigi Setinggi Pria Dewasa

Kepulauan Selayar

Heboh penemuan tulang-tulang ikan raksasa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Gigi ikan raksasa bahkan dilaporkan setara dengan tinggi pria dewasa.

“Jadi sementara kita pastikan tulang ikan raksasa namun kita belum memastikan ini tulang ikan apa,” kata Camat Pasilambena Selayar Patta Bau kepada detikcom, Senin (14/2/2022).

Tulang ikan raksasa ditemukan warga di bibir pantai di Dusun Kawau, Desa Garaupa, Kecamatan Pasilambena, Selayar pada Minggu (6/2) lalu. Tulang-tulang ikan raksasa itu kini dievakuasi warga ke kantor camat setempat.

Tulang ikan raksasa di Selayar Sulsel. (dok. Istimewa)Foto: Gigi tulang ikan raksasa setara tinggi orang dewasa di Selayar Sulsel. (dok. Istimewa)

Patta Bau mengatakan, tulang-tulang ikan raksasa itu ditemukan warga bernama Hasan. Hasan kemudian melaporkan temuannya ke kantor kecamatan.

“Jadi ada warga yang menyisir pantai dekat pelabuhan. Jadi ada pelabuhan, sekitar 200 meter ke timur. Dilihat dari jauh menarik perhatian sehingga dia dekati. Setelah didekati dilihat banyak tulang-tulang ikan raksasa,” kata Patta.

“Nah itu satu hari berikutnya yang menemukan Pak Hasan menuju ke Kecamatan melaporkan kepada saya,” sambung Patta.

Patta mengatakan, salah satu tulang yang paling besar adalah gigi ikan berukuran 1 meter lebih atau setinggi pria dewasa.

“Salah satu yang bisa saya sebut adalah giginya. Giginya itu lengkap kanan kiri ukuran satu meter lebih dan tulang belakang. Sama tinggi orang dewasa,” ungkap Patta.

Dia mengatakan, temuan tulang-tulang ikan raksasa sudah dilaporkan ke Pemkab Selayar. Namun belum ada pihak yang melakukan penelitian lebih lanjut terhadap tulang-tulang ikan raksasa tersebut.

“Sudah terpisah-pisah di pinggir pantai. Sudah 11 potongan,” katanya.

(hmw/nvl)

Sumber: DetikNews

YLBHI Sejajarkan Foto Jokowi-Soeharto, Senior PDIP Bereaksi

Jakarta

Yayasan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI) mem-posting foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejajar dengan Presiden RI ke-2 Soeharto. Senior PDI Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno menyebut ada persamaaan serta perbedaan antara Jokowi dan Suharto.

Seperti dilihat detikcom, Senin (14/2/2022), akun Instagram YLBHI mengunggah foto Jokowi dan Soeharto sejajar mengenakan jas dan peci warna hitam. YLBHI menyebut foto tersebut dibuat oleh koalisi masyarakat sipil.

“Itu buatan koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Fraksi Rakyat Indonesia, ada banyak membernya,” kata Ketua YLBHI M Isnur kepada wartawan.

Akun Instagram Fraksi Rakyat Indonesia juga mem-posting foto Jokowi sejajar dengan Soeharto. Akun YLBHI dan Fraksi Rakyat Indonesia sama-sama memberikan keterangan pemerintahan Jokowi serupa dengan Orde Baru atau Orba.

Berikut 10 poin kesamaan pemerintahan Jokowi dan Orba:

1. Mengutamakan pembangunan fisik dan serba “dari atas” ke “bawah” untuk kejar target politik minus demokrasi.
2. Pembangunan bernuansa koruptif dan nepotis
3. Tidak ada perencanaan resiko untuk masyarakat yang terdampak pembangunan sehingga menciptakan kemiskinan (pemiskinan) struktural
4. Pembangunan tidak berizin atau dengan izin yg bermasalah
5. Legal (UU dan Kebijakan) namun tanpa legitimasi suara rakyat.
6. Melayani kehendak kekuasaan dan elit oligarki dg cara perampasan & perusakan lingkungan.
7.Menstigma rakyat yang melawan perampasan hak dengan melawan pembangunan, komunis, radikal, anarko
8. Menangkap, mengkriminalisasi bahkan tak segan menembaki rakyat yang mempertahankan hak hingga terbunuh
9. Pendamping & warga yang bersolidaritas dihalangi bahkan ditangkap
10. Mengontrol narasi, informasi termasuk membelokkan fakta

Foto Jokowi sejajar dengan Soeharto itu, kata Isnu, aslinya dibuat oleh Fraksi Rakyat Indonesia. Sementara YLBHI hanya mem-posting ulang dan menyebarkan.

“Tapi YLBHI sebelumnya pernah mengadakan launching laporan tanda-tanda otoritarian pemerintahan Jokowi. Kami juga menemukan tanda-tanda di mana pemerintahan Jokowi ini mengarah pada otoritarian,” ujarnya.

Tak hanya itu, Isnur juga membagikan laporan YLBHI terkati tanda-tanda otoritariarian pemerintahan Jokowi pada tahun 2020. Insiden Wadas dilihat YLBHI sebagai rupa pemerintah Jokowi sama dengan era Soeharto.

“Iya, dan kita sangat bisa melihat kesamaan pola tersebut dalam kasus Wadas kemarin,” ucapnya.

Merespons posting-an YLBHI, Senior PDIP Hendrawan Supratikno menyebut ada persamaan serta perbedaan pemerintahan Jokowi dan Soeharto. Persamaan terletak pada ekonomi, sementara perbedaan terletak pada politik.

“Meski ada kesamaannya, tetap lebih banyak perbedaannya. Di zaman Soeharto, pakem yang dijalankan, liberalisme ekonomi digenjot, liberalisme politik dikendalikan. Jadi muncul pemerintahan yang otoriter. Ada defisit demokrasi,” sebut Hendrawan.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Sumber: DetikNews

PPKM Dievaluasi Hari Ini, Berikut Lonjakan Corona Sepekan Terakhir

Jakarta

Pemerintah bakal mengevaluasi status PPKM di wilayah Jawa dan Bali hari ini. Begini rekap data lonjakan kasus Corona sepekan terakhir.

Dari situs covid19.go.id, Minggu (13/2/2022), kasus Corona harian terus melonjak dari 6 Februari hingga 13 Februari. Dalam sepekan terakhir, tanggal 12 Februari memiliki kasus Corona yang tertinggi dengan 55.209 kasus atau hampir mendekati puncak kasus gelombang kedua Juli 2021.

Berikut ini data Corona selama sepekan terakhir.

6 Februari: 36.057
7 Februari: 26.121
8 Februari: 37.492
9 Februari: 46.843
10 Februari: 40.489
12 Februari: 55.209
13 Februari: 44.526

Diketahui, pemerintah melaporkan kasus harian positif Corona kemarin mencapai 44.526 kasus. DKI Jakarta menjadi wilayah yang melaporkan kasus tertinggi dalam 24 jam terakhir.

Data mengenai kasus Corona ini dipublikasikan Humas BNPB, Minggu (13/2). Data kasus COVID-19 diperbarui setiap hari per pukul 12.00 WIB.

Dengan penambahan 44.526, total kasus Corona di Indonesia sejak Maret 2020 hingga kemarin berjumlah 4.807.778.

Selain itu, pemerintah melaporkan jumlah pasien sembuh dari Corona pada hari ini sebanyak 26.916 orang. Dengan demikian, total pasien sembuh dari Corona di Indonesia menjadi 4.309.763.

Ada pula penambahan kasus kematian akibat Corona kemarin sebanyak 111 kasus, sehingga total kasus kematian akibat Corona menjadi 145.176.

Sementara itu, berdasarkan sebaran kasus COVID-19, DKI Jakarta melaporkan tambahan terbanyak, yakni 10.172. Kasus tersebut terdiri dari transmisi lokal sebanyak 9.619 dan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) sebanyak 553.

Kemudian diikuti Jawa Barat (Jabar) dengan 10.050 kasus Corona. Kasus tersebut terdiri atas 10.006 transmisi lokal dan 44 dari pelaku perjalanan luar negeri.

(drg/imk)

Sumber: DetikNews

Banjir Landa 6 Desa di Ketapang Kalbar, 16.811 Jiwa Terdampak

Jakarta

Sebanyak 16.811 jiwa dari 4.679 KK warga Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), terdampak banjir dengan ketinggian air hingga 1,2 meter. Banjir yang merendam enam desa itu dilaporkan terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut.

Berdasarkan keterangan BPNB, Senin (14/2/2022), banjir dimulai pada Sabtu (12/2) pukul 01.00 WIB. Desa yang terdampak adalah Desa Balai Pinang, Desa Kualan Hilir, Desa Kualan Tengah, Desa Semandang Kiri, Desa Semandang Hulu, dan Desa Botuh Bosi.

BPBD Kabupaten Ketapang mencatat kurang lebih 2.228 unit rumah terdampak. Di samping itu, sebanyak 1 unit fasilitas pendidikan dan 12 unit fasilitas umum terdampak banjir.

Tidak ada laporan warga mengungsi akibat kejadian tersebut. BPBD Ketapang telah berkoordinasi dengan perangkat desa, TNI-Polri, dan relawan setempat untuk melakukan kaji cepat dan pendataan kemungkinan wilayah terdampak lainnya.

Kondisi terkini di lapangan terpantau banjir mulai berangsur surut. BPBD setempat masih terus melakukan monitoring cuaca serta mengimbau masyarakat untuk waspada apabila ada potensi banjir susulan.

BMKG mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca di wilayah Kalimantan Barat hingga Kamis (17/2) berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang. Sebelumnya BMKG juga menyatakan puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Februari 2022.

Menanggapi adanya prakiraan cuaca dan peringatan dini tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan tahun 2022.

Langkah-langkah mitigasi dan pencagahan yang dapat dilakukan di antaranya dengan memantau daerah aliran sungai (DAS), pembersihan aliran air dari sampah maupun material lain, hingga memantau debit air sungai saat terjadi hujan lebat.

(rfs/rfs)

Sumber: DetikNews

11 Orang Tewas saat Ritual di Pantai, Ini Kata Bupati Jember

Jakarta

Bupati Jember Hendy Siswanto menjenguk korban ritual Pantai Payangan, Jember, yang dirawat di Puskesmas Ambulu. Hendy juga melihat kondisi korban meninggal yang masih disemayamkan.

“Hari ini warga Jember sedang terkena musibah, jam 1 dini hari tadi, yang tergabung dalam Kelompok Tunggal Jati Nusantara, menjadi korban tergulung ombak di Pantai Payangan,” kata Hendy seperti dilansir detikJatim, Minggu (13/2/2022).

Hendy mengaku prihatin dengan musibah yang dialami 23 warga, saat ritual di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Bupati mengaku baru tahu ada kelompok ritual yang bernama Tunggal Jati Nusantara di wilayah Jember.

“Kami tidak mengerti ritual apa ini? Sehingga nanti yang tidak jadi korban (meninggal), akan kita tanyai detail, ada apa dari kejadian ini,” katanya.

Mengingat salah satu korban selamat berinisial NH (35) warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember, adalah ketua kelompok ritual tersebut.

Sehingga nantinya, kata Hendy, akan diketahui langkah apa yang bisa dilakukan untuk menangani persoalan tersebut.

“Syukur alhamdulillah dari kejadian ini, untuk 11 korban meninggal sudah ketemu semua. Mungkin nanti akan dilakukan otopsi kemudian dilanjutkan diserahkan kepada pihak keluarga,” ucapnya.

Untuk selanjutnya, lanjut Hendy, langsung dimakamkan pihak keluarga.

Menanggapi kasus serupa dinilai sering terjadi di wilayah Pantai Payangan itu, Bupati akan melakukan pendekatan secara agama. Berkoordinasi dengan OPD terkait dan para pemuka agama.

“Sehingga kami akan melakukan pembinaan kepada masyarakat sekitar. Untuk memberikan edukasi dan penguatan soal agama,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi di lokasi wisata yang dikenal indah, juga dekat dengan Teluk Love nya itu, Bupati Hendy akan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat.

“Karena yang saya tahu, saat pagi hari tidak ada yang jaga (lokasi wisata). Apalagi sekarang juga musim ombak besar. Jadi kami imbau wisatawan untuk taat aturan di lokasi wisata,” ujarnya.

“Termasuk saat sudah diingatkan warga setempat untuk lebih berhati-hati. Lebih bijaksana untuk menghargai imbauan itu. kan sudah diingatkan oleh Pak Saladin (Juru Kunci setempat), agar tidak melakukan kegiatan itu. Jadi tolong hargai imbauan itu. Karena tentunya juga berdampak pada pengelola wisata setempat,” imbuhnya.

(rfs/rfs)

Sumber: DetikNews

Gerebek Markas Geng Motor di Makassar, Polisi Amankan 22 Muda-mudi

Makassar

Unit Jatanras Polrestabes Makassar menggerebek markas anggota geng motor ‘Bodrex’ di sebuah indekos di Makassar, Sulsel. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan 22 orang muda-mudi anggota geng motor.

“Unit Jatanras Polrestabes Makassar berhasil mengamankan 22 orang di mana kami mendapatkan informasi bahwa orang tersebut merupakan geng motor yang sedang merajalela di Kota Makassar, berasal dari informasi masyarakat kami mendengar bahwa geng motor tersebut mempunyai markas atau basecamp di salah satu kos-kosan di Jalan Kakatua 2 Kota Makassar,” ujar Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Afhi Abrianto, pada Minggu (13/2/2022).

“Lalu kami melakukan penggerebekan, saat kami melakukan penggerebekan kami mendapatkan 22 orang tersebut di mana 22 orang tersebut terdiri dari 16 orang laki-laki dan 6 perempuan,” kata Afhi.

Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat terkait aktivitas muda-mudi yang mencurigakan, lantaran menyewa tiga kamar dan sekamar diisi pria dengan wanita.

Selain membekuk para pelaku, polisi juga turut menyita barang bukti senjata tajam (sajam). Tidak hanya senjata tajam, mereka juga diduga membuat sendiri sejumlah sajam, di antaranya seperti anak panah busur.

“Beserta barang bukti yaitu senjata tajam busur panah serta bahan baku membuat busur tersebut,” ucap Afhi.

Para muda-mudi langsung digelandang ke Mapolrestabes Makassar beserta dengan barang bukti yang disita. Dari hasil interogasi, empat orang dari para pelaku diketahui merupakan buron Polres Gowa dalam kasus memanah dengan busur terhadap warga.

“Hasil interogasi 4 dari 22 orang pelaku merupakan DPO dari Polres Gowa, lalu untuk 18 orang lainnya kami lakukan pendalaman. Untuk kasusnya (di Gowa) merupakan penganiayaan dengan cara membusur korban menggunakan busur,” jelas Afhi.

(rfs/rfs)

Sumber: DetikNews

Cerita ‘Pistol Bukan Keris’ dari Prabowo ke Menteri Prancis

Jakarta

Ada yang unik dari pertemuan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, dengan Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis, Florence Parly. Salah satunya adalah kenang-kenangan dari Prabowo ke Parly.

Prabowo bertemu dengan Menteri Parly pada Kamis (10/2) di Kementerian Pertahanan. Salah satu hasil pertemuan mereka adalah RI akan membeli jet tempur Dassault Rafale. Kontrak 6 pesawat sudah diteken dan 36 lainnya menyusul.

Ada sisi lain soal pertemuan itu, mulai dari Prabowo yang berbahasa Prancis hingga kenang-kenangan pistol dari Prabowo ke Parly.

Berikut ulasannya.

Prabowo Beri Pistol Berkelir Emas

Dalam pertemuan itu, Prabowo memberi kenang-kenangan berupa pistol berkelir emas di dalam kotak merah kepada Menteri Parly. Pistol tersebut diproduksi PT Pindad bertuliskan Florence Parly Ministre des Armées di salah satu sisinya. Di bagian lainnya ada tulisan Pindad-Indonesia.

Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan kenang-kenangan Pistol G2 Elite dari Prabowo ini bermakna modernisasi alat utama sistem senjata (alitsista) RI dan memperkuat industri pertahanan dalam negeri.

“Sebagai simbol upaya Indonesia untuk terus melakukan modernisasi alutsistanya dan memperkuat industri pertahanan dalam negerinya,” ujarnya.

Spesifikasi Pistol G2 Elite

Dikutip dari laman Pindad, Pistol G2 Elite merupakan salah satu pistol produksi PT. Pindad dengan kaliber 9 x 19 mm parabellum. Pistol ini memiliki magazine yang mampu untuk menampung 15 butir peluru.

Pistol ini memiliki keunggulan berupa pisir belakang yang bersifat adjustable. Dengan panjang laras 5 inchi, akurasi yang dihasilkan tidak dapat diragukan.

Pistol yang Diberikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis H.E. Mrs. Florence ParlyPistol yang Diberikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis H.E. Mrs. Florence Parly Foto: Dok. Pindad

Prabowo Biasanya Beri Keris, Kenapa Sekarang Pistol?

Dahnil menyebut kebiasaan Prabowo yang menghadiahi senjata secara simbolik kepada tamu-tamu negara lain. Biasanya, Prabowo memberi hadiah senjata Keris.

“Biasanya Pak Prabowo memberikan Keris,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak.

Menurut Dahnil, Menteri Prancis Parly sudah pernah dihadiahi Keris oleh Prabowo. Lantas, kali ini Prabowo menghadiahi pistol G2 Elite yang diproduksi PT Pindad.

“Karena Mrs Parly sudah pernah dihadiahi souvenir Keris sebagai simbol senjata tradisional Indonesia, Pak Menhan kali ini menghadiahi Pistol G-Elite produk Pindad,” kata dia.

Ada pula gestur Prabowo lainnya saat menyambut Menteri Parly. Simak di halaman selanjutnya.

Sumber: DetikNews

Kapal Boat Tenggelam di Sungai Kampar Riau, 6 Penumpang Tewas

Pekanbaru

Sebuah kapal boat mengalami kecelakaan di Sungai Kampar, Riau. Akibat kejadian tersebut ada 6 penumpang tewas.

Informasi diterima detikcom, kapal boat itu kecelakaan siang sekitar pukul 13.00 WIB, Minggu (13/2/2022). Kapal terlibat kecelakaan dan karam di Sungai Kampar, Teluk Maranti Pelalawan, Riau.

Saat tenggelam, kapal boat mengangkut 14 karyawan dari salah satu perusahaan. Korban selamat ada 7 orang dan korban meninggal 6 orang.

“Korban meninggal dunia ada 6. Selamat 7 orang, saat ini semua masih di Puskesmas Teluk Meranti,” terang Kasi Humas Polres Pelalawan, AKP Edy Harianto saat dimintai konfirmasi.

Edy mengatakan evakuasi dilakukan oleh personel Satpolair Polres Pelalawan dan masyarakat setempat. Di mana sebelum dievakuasi ada 5 korban dilaporkan hilang.

“Laporan malam ini semua korban sudah ditemukan. Sudah dievakuasi Satpolair dan masyarakat,” kata Edy.

Edy mengatakan belum diketahui pasti penyebab kapal karam hingga menelan 6 korban jiwa. Sebab seluruh korban masih belum bisa dimintai keterangan.

“Penyebab masih kita selidiki. Mengingat penumpang yang selamat masih belum bisa dimintai keterangan,” katanya.

Berikut identitas 6 korban tewas:
1. Jerni Harefa
2. Nurul
3. Minia
4. Mella
5. Chika
6. Yanima

(ras/rfs)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer