Beranda blog Halaman 741

Bantu UMKM, Relawan Erick Thohir Borong Dagangan PKL di Bengkulu

Jakarta

Relawan Erick Thohir ‘Sobat Erick’ menggelar sejumlah kegiatan bantuan di Bengkulu yang menuai antusiasme warga. Mulai dari memborong dagangan pedagang kaki lima hingga membagikan bantuan dana dan sembako di panti asuhan.

Salah seorang relawan yang mewakili DPD Bengkulu, Joko Fajar menjelaskan kegiatan borong dagangan PKL ini berlangsung di Jl Pariwisata, Pantai Panjang, Bengkulu. Ia berharap melalui kegiatan ini pihaknya bisa membantu para pelaku usaha UMKM juga mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Kegiatan ini didasari oleh dukungan para relawan Sobat Erick yang peduli kepada pelaku usaha UMKM agar bisa bertahan dan membangkitkan usahanya,” ujar Joko dalam keterangan tertulis, Minggu (13/2/2022).

“Ya kita semua juga tahu, berat bertahan di kala pandemi ini. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat,” imbuhnya.

Selain memborong dagangan PKL, Joko mengatakan pihaknya juga membagikan sejumlah kaos. Tak hanya itu, pada kesempatan ini relawan Sobat Erick juga memberikan bantuan smartphone kepada pelajar SMU yang berprestasi namun berasal dari keluarga kurang mampu.

“Bantuan smartphone diberikan kepada Qori Abelia, Kelas III SMK di Jl Semangka Panorama, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Bengkulu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Joko mengungkap pihaknya juga mengunjungi Panti Asuhan Bumi Nusantara di Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu untuk membagikan bantuan dana dan sembako.

Diketahui, kegiatan ini menuai antusiasme para warga. Salah satunya dari seorang PKL bernama Rohmat yang mengaku gembira karena dagangannya diborong para relawan.

“Bapak Erick itu adalah menteri yang senang membantu rakyat kecil seperti saya, saya kenal dengan bapak Erick. Terima kasih sudah memborong dagangan saya, semoga bapak Erick sukses di 2024,” pungkasnya.

(ega/ega)

Sumber: DetikNews

Mari Bantu Pajar, Anak 14 Tahun Penopang Hidup Ibu Berpenyakit Jantung

Jakarta

Pajar langsung sigap saat napas sang ibu mulai terengah-engah, anak 14 tahun ini langsung memijat tubuh ibunya sambil sesekali mengoleskan minyak angin. Ibu Pajar, Eti Ratnasih, pun mencoba terus bernapas dan berjuang dari penyakit jantung yang menggerogotinya.

Ditatapnya lekat-lekat sang anak, dia begitu merasa bersalah melihat si bungsu mengurus semua keperluan untuk dirinya. Mulai mencuci baju, memasak, menyuapinya hingga perihal mencari nafkah. Ya, setiap pulang sekolah, Pajar menggembala bebek hingga menjadi tukang kayu.

“Suka nangis saya ya.. Maafin mamah. Ibu minta maaf semoga dia panjang umur, sehat, harus nurut pada orang tua, ngaji yang benar jangan ketinggalan salat,” kata Eti kepada Pajar sambil menangis di hadapan tim berbuatbaik.id CTARSA Foundation.

Melihat ibunya memelas meminta maaf, air mata anak kelas 2 SMP ini pun tak tertahankan. Dia ikut menangis sesenggukan. Dia tahu betul ibunya benar-benar tak bisa melakukan apapun dan hanya tergeletak di tempat tidur.

Terbatasnya biaya ke rumah sakit kerap membuat keluarga ini tak bisa berobat hingga kondisi Eti semakin memburuk selama 2 tahun.

Kesedihan Pajar buru-buru dia tepis, Pajar pun menuju ke dapur untuk menyiapkan makan ibunya. Hari ini hanya ada sekantung tahu yang dia beli hasil dari bekerja di sawah. Dengan lihai, tangan Pajar membolak-balikkan tahu yang direndam di dalam minyak panas.

PajarPajar Foto: Dok. berbuatbaik.id

Terkadang dia harus meniup-niup jilatan api di kompornya yang hanya berupa tanah liat. Tim berbuatbaik.id CTARSA Foundation berbincang mengenai keberadaan sang ayah kepada Pajar.

Menurut Pajar, ayahnya adalah kuli bangunan yang sudah lama bekerja di Bandung dan tak kunjung pulang. Dia yang tinggal di Desa Nanggerang, Tasikmalaya, Jabar tak kuasa menahan rindu. Rasa itu tergambar saat pandangan Pajar semakin redup dengan air mata yang coba dia tahan lagi sebisanya.

“Kangen Bapak. Gak ketemu setahun. (Kalau ketemu bapak?) Pengen peluk saja,” ucapnya sembari mematung.

Walau dibebani dengan begitu banyak cobaan, tapi langkah Pajar ke sekolah sejauh 2 kilo meter terasa begitu ringan. Di sana dia bisa melupakan sejenak penderitaannya dengan bermain bersama teman-temannya.

“Dia belum waktunya untuk kerja berat kayak gitu. Tapi kerja dan gak kelihatan ngeluh,” sebut teman sekelas Pajar, Nasya.

Menurut gurunya Resti Nurhifti, Pajar terkadang terlambat ke sekolah karena harus mengurus ibunya. Namun pihak sekolah memahami kondisi Pajar dan tetap mendukungnya.

Belakangan, tim berbuatbaik.id CTARSA Foundation pun baru mengetahui bahwa Pajar masih memakai sepatu yang sama sejak kelas 6 SD. Tak ayal, sepatunya kini kekecilan. Namun Pajar mengaku tak masalah, karena dia masih tetap bisa bersekolah.

Sahabat baik, selama ini pijar cahaya Pajar hanya menyala sendirian untuk ibunya seorang. Dengan sekuat tenaga dia menopang hidupnya dan juga ibunya.

Jangan biarkan cahaya Pajar terus menyala sendiri lalu kemudian padam. Kamu bisa mendukung Pajar dengan donasi sekarang juga.

Donasi bisa disalurkan lewat berbuatbaik.id CTARSA Foundation dengan klik LINK BERIKUT INI.

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang diikuti, berikut update terkininya.

Jika berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!

(imk/imk)

Sumber: DetikNews

Viral Polisi Adu Mulut dengan Warga Tolak Divaksin di Jember, Propam Bergerak

Jakarta

Viral video adu mulut antara polisi dengan salah seorang warga perempuan yang menolak divaksin COVID-19. Perempuan itu marah dan menyebut petugas masuk ke rumahnya tanpa izin serta meminta surat kendaraan.

Dilihat detikcom, Minggu (13/2/2022) dalam video berdurasi 02.20 detik itu nampak anggota TNI-Polri bersama sejumlah orang lainnya berada di depan rumah perempuan tersebut. Sejumlah anggota terlihat seperti sedang memeriksa motor.

“Bisa disaksikan gaes, aksi vaksinan sampai ke motor. Minta surat-surat sudah tak keluarkan suratnya. Silakan disaksikan,” kata perempuan tersebut.

Perempuan itu kemudian berbicara menggunakan bahasa daerah dengan seorang pria berbaju merah dan menyebut dimintai BPKB. Perempuan itu kemudian bertanya siapa mereka.

“Petugas vaksin apa petugas … hah?” tanya wanita itu.

“Petugas vaksin,” jawab pria baju merah.

Madepake motor pak? Monggo pak direkam silakan,” saut perempuan tersebut.

“Masuk ke ruang tamu tanpa izin. Pintu saya tertutup masuk loh,” lanjutnya perempuan itu.

Lalu anggota TNI menimpal balik perempuan tersebut.

“Sampean dikasih salam jawab nggak,” kata seorang anggota TNI.

“Loh terserah saya, saya lagi nidurin anak di dalam kamar,” jawab perempuan tersebut.

Seorang polisi kemudian menghampiri perempuan itu. Polisi kemudian menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka.

“Mbak jenengan sudah vaksin belum,” tanya seorang anggota polisi.

“Tidak, belum vaksin. Munduran pak, biar mukanya terekspos pak,” jawab perempuan tersebut sambil mengarahkan gawainya ke arah petugas.

“Sampean itu, kita ke sini karena kita sayang sama masyarakat kita. Kesehatan itu penting,” kata polisi.

Perempuan itu lalu bertanya kenapa dia diminta surat-surat kendaraan. Dia juga heran mengapa motornya dijungkirbalikan.

“Kenapa motor saya sampai dijungkirbalikkan begitu. Minta surat sudah saya kasih tadi suratnya,” kata perempuan itu.

“Sampean marah-marah,” timpal polisi

“Loh siapa yang tidak marah anda masuk ke rumah saya,” tutup perempuan tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Gatot Repli mengatakan peristiwa itu terjadi di Tanggul, Jember. Dia menyebut Propam Polda dan Polres sedang menyelidiki penyebab keributan.

“Setelah kita cari tahu ternyata lokasinya di Tanggul, Jember. Masih dilakukan penyelidikan oleh propam,” kata Gatot.

(dek/imk)

Sumber: DetikNews

Dibuat hingga tak Bisa Jalan, Usman Ingin Mat Peci tetap Berdiri

Jakarta

Usman Firdaus (52) adalah pendiri dari Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung, atau yang disingkat Mat Peci. Ia mendirikan komunitas tersebut didasari atas keprihatiannya terhadap kondisi Ciliwung yang memburuk dari masa ke masa.

Usman mendirikan Komunitas Mat Peci untuk mendidik dan mengajak warga agar mau menjaga kebersihan lingkungan sungai. Dedi Kurniawan (50) warga asli di Kampung Sawah Srengseng Sawah pun mengamini hal tersebut.

“Sejak ada Pak Usman itu ada perubahan. Saya jujur saja. Saya warga sini, itu sampah di jogging track, sampah dapur seperti apa? Dia mau membersihkan sampai jadinya (bersih) seperti ini,” tutur Dedi dalam program Sosok (13/02)

Bukan hanya simpati dari masyarakat, berkat kegigihannya dalam mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai Ciliwung, Usman dihadiahi Kalpataru pada 2011 dan 2014.

“Saya pernah dapat penghargaan Kalpataru. Kalau tidak salah tahun 2011 ya. Kemudian di tahun 2014 juga. Dari mulai tingkat kota, provinsi. Dari beberapa kementerian, secara pribadi memang ada penghargaan misalnya Kementerian PUPR. Ada yang secara lembaga, tapi ada juga yang secara personal,” ujar Usman.

Sayangnya, tidak semua pihak melihat sisi positif dari perjuangan Usman. Usaha kerasnya acap kali diklaim oleh pihak lain yang ingin mengambil keuntungan. Bukan hanya itu, dalam menjalankan misinya, berbagai jenis kekerasan pernah ia alami. Baginya, ancaman verbal hingga fisik adalah makanan sehari-hari.

“Jadi beberapa ruas itu ada yang dikuasai ormas. Kita sudah bersihkan dan merapikan di awal-awal kegiatan. Tiba-tiba diklaim bahwa itu punya dia. Saya pernah dikerjain sama mereka, dibuat tidak bisa jalan selama 6 bulan. Sampai kayak gitu saya merasakan,” kenang Usman.

Simak Video “Sungai Ciliwung Bersih di Tangan Mat Peci
[Gambas:Video 20detik]

(nis/vys)

Sumber: DetikNews

Pencuri Motor Modus Debt Collector Dibekuk di Jakbar, Masih Ada yang Buron

Jakarta

Polisi menangkap 2 pencuri motor di Jalan Kembangan Raya, Kembangan, Jakarta Barat. Saat beraksi, pencuri motor itu mengaku sebagai debt collector.

“Pelaku berjumlah 4 orang dengan berboncengan motor 2 orang kemudian memberhentikan korban dan mengaku leasing (debt collector),” ujar Kapolsek Kembangan Kompol Binsar Sianturi dalam keterangannya, Minggu (13/2/2022).

Dari 4 pelaku, polisi telah menangkap 2 di antaranya yang berinisial GHE (27) dan TM (26) pada Sabtu, 12 Februari kemarin. Sedangkan 2 orang lainnya masih dalam pengejaran.

Pengusutan perkara ini bermula saat seorang korban bernama Aris (25) melintas di Jalan Kembangan Raya dengan motornya berjenis Kawasaki KLX. Tiba-tiba, ada 4 orang mengendarai 2 sepeda motor memepetnya.

“Korban dipepet dan setelah berhenti para pelaku mengaku dari leasing dan kemudian meminta STNK dan motor korban,” kata Binsar.

Para pelaku kemudian menggiring korban ke tempat sepi dan terjadilah keributan. Di saat yang bersamaan ada anggota kepolisian yang melihat keributan itu yang membuat 2 orang pelaku langsung kabur, sedangkan 2 orang lainnya ditangkap.

Secara terpisah Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Ferdo Alfianto menyebutkan timnya menemukan barang bukti lain di kediaman pelaku yaitu 2 sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat. Polisi menduga sepeda motor itu merupakan hasil pencurian dari aksi sebelumnya.

“Setelah berhasil kami amankan kemudian pelaku kami lakukan pengembangan di kediaman pelaku. Di tempat kediaman pelaku kami berhasil mengamankan dua kendaraan bermotor jenis Honda Beat yang tidak di lengkapi dengan surat-surat kendaraan diduga hasil kejahatan pelaku,” kata Ferdo.

Total dari perkara ini total ada 3 unit sepeda motor sebagai barang bukti. Motor pertama yaitu Kawasaki KLX milik korban Aris, sedangkan 2 unit lain yang didapat dari kediaman pelaku yaitu 1 unit sepeda motor jenis Honda Beat dengan pelat nomor B 4953 SJO tanpa kunci dan STNK dan satu unit sepeda motor jenis Honda Beat dengan pelat nomor A 3229 EL tanpa kunci dan STNK.

“Guna mempertanggungjawabkan atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 378 KUHP,” kata Ferdo.

(ain/dhn)

Sumber: DetikNews

MAKI Desak KPK Ambil Alih Kasus Pencucian Uang Setya Novanto

Jakarta

KPK sukses menggulung mantan Ketua DPR Setya Novanto dan dihukum 15 tahun penjara karena terlibat kasus korupsi e-KTP senilai Rp 2,3 triliun. Namun hingga kini menyimpan kejanggalan karena kasus pencucian uang Setya Novanto hingga kini belum terungkap.

Oleh sebab itu, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak KPK dari Bareskrim Polri dan menambah tersangka baru dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Setidaknya pada pengusaha Made Oka Masagung yang diduga membantu Setya Novanto menyembunyikan uang hasil korupsi e-KTP dengan modus transaksi investasi di Singapura,” kata Boyamin kepada wartawan, Minggu (13/2/2022).

Boyamin Saiman mengatakan perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait dengan mega skandal korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun itu mesti diusut tuntas.

“Harus kena (TPPU),” kata Boyamin Saiman menegaskan.

Bareskrim sudah melakukan penyidikan dugaan TPPU atas diri Setya Novanto, namun penanganan perkara itu mangkrak. MAKI pernah mengajukan gugatan praperadilan terkait penanganan dugaan TPPU Setya Novanto tersebut.

“MAKI akan gugat praperadilan yang kedua bulan Maret nanti,” tegas Boyamin.

Mengapa perlu diusut tuntas tindak pidana pencucian uangnya? Sebab korupsi e-KTP sangat rumit dan penuh liku.

Dalam persidangan terungkap fakta adanya metode baru untuk mengalirkan duit hasil kejahatan ke luar negeri tanpa melalui sistem perbankan nasional. Duit itu melalui perjalanan berliku melintasi enam negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Mauritius, India, Singapura dan Hongkong.

“Untuk itu tidak berlebihan rasanya jika penuntut umum menyimpulkan inilah korupsi bercita rasa TPPU,” kata jaksa KPK Irene Putri dalam sidang pembacaaan tuntutan 29 Maret 2018.

Sebagaimana diketahui, kasus bermula saat APBN menggelontorkan proyek e-KTP secara nasional. Sejumlah petinggi DPR bergerak mengendus proyek itu. Anggaran pun dimark-up dengan uang hasil korupsi dibagi-bagikan ke banyak pihak, termasuk Setya Novanto. Akhirnya, Setya Novanto ditangkap setelah melakukan serangkaian drama berkepanjangan.

Mereka akhirnya dihukum dan dipenjara, yaitu:

1. Eks Ketua DPR Setya Novanto dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Bekas Ketua Umum Partai Golkar itu juga diwajibkan membayar uang pengganti 7,3 juta dolar AS dikurangi Rp 5 miliar yang telah dititipkan kepada penyidik.
2. Pengusaha Andi Narogong dihukum 15 tahun penjara.
3. Pengusaha Made Oka Masagung, dihukum 10 tahun penjara. Ia kini mendekam di LP Tangerang,
4. Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi dihukum 10 tahun penjara. Irvanto adalah keponakan Setya Novanto.
5. Mantan anggota DPR Markus Nari dihukum 8 tahun penjara.
6. Mantan anggota DPR Miryam S Haryani dihukum 5 tahun penjara karena memberikan kesaksian palsu di sidang Sugiharto-Irman. Miryam kin kembali jadi tersangka untuk kasus e-KTP.
7. Mantan Dirjen Dukcapil Irman dihukum 12 tahun penjara.
8. Mantan Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil Sugiharto dihukum 10 tahun penjara.
9. Pengacara Fredrich Yunadi, dihukum 7,5 tahun penjara karena menghalang-halangi penyidikan KPK ke Setya Novanto.
10. dr Bimanesh Sutarjo dihukum 4 tahun penjara. dr Bimanesh berperan sebagai dokter RS Medika Permata Hijau yang membantu rekayasa sakit Setya Novanto di atas.
11. Paulus Tannos, statusnya kini buron dan diduga bersembunyi di Singapura. Di kasus ini, Tannos adalah Dirut PT Sandipala Arthaputra.
12. Isnu Edhi Wijaya, status tersangka.
13. Husni Fahmi, status tersangka.

Saat ini Setya Novanto sedang mengajukan PK namun belum diputus MA. PK Setya Novanto masuk MA pada 6 Januari 2020. Kemudian berkas didistribusikan ke majelis hakim pada 27 Januari 2020. Duduk sebagai ketua majelis Prof Surya Jaya dengan anggota Sri Murwahyuni dan Sinintha Sibarani. Duduk sebagai panitera pengganti perkara 32 PK/Pid.Sus/2020 adalah Raja Mahmud.

(asp/isa)

Sumber: DetikNews

Mediasi Polisi Berujung Quweenjojo Minta Maaf ke Gofar Hilman

Jakarta

Isu pelecehan seksual setahun kemarin kembali menyedot perhatian publik. Dulu, perempuan dengan akun Twitter @quweenjojo mengaku dilecehkan secara seksual oleh selebritas kondang Gofar Hilman. Perkembangan terbaru, Quweenjojo minta maaf.

Permintaan maaf Quweenjojo tidak muncul begitu saja. Kronologinya dapat diurutkan dari tahun lalu, saat Gofar Hilman melaporkan tuduhan Quweenjojo ke Polda Metro Jaya, hingga akhirnya polisi memediasi kedua belah pihak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes E Zulpan, menjelaskan kepada wartawan, Sabtu (12/2). Berikut urut-urutan kejadiannya:

4 Agustus 2021, Gofar melaporkaan kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik ke Polda Metro Jaya. Nomor laporannya adalah LP/B/461/VIII/2021/SPKT/BARESKRIM POLRI. Pelaporan ini merujuk ke Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) dan/atau pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

10 Februari 2021, sore hingga malam hari, mediasi digelar di kantor polisi, yakni di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta. Dalam mediasi di kantor polisi ini, Gofar dan pemilik akun Quweenjojo hadir. Gofar sebagai pelapor, Quweenjojo sebagai terlapor.

Apa hasil mediasi itu? Simak di halaman selanjutnya:

Sumber: DetikNews

BMKG: Waspada Potensi Hujan Disertai Petir di Jakbar hingga Jaktim

Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan prakiraan cuaca di wilayah DKI Jakarta pada hari ini. BMKG memperkirakan wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur akan diguyur hujan disertai petir dan angin kencang pada siang ini.

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jakbar, Jaksel, dan Jaktim pada siang dan sore hari serta Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat pada dini hari,” tulis BMKG lewat situs resminya, Minggu (13/2/2022).

Berikut ini prakiraan cuaca di DKI Jakarta hari ini:

Pagi
Jakbar: berawan
Jakpus: berawan
Jaksel: berawan
Jaktim: berawan
Jakut: berawan

Siang
Jakbar: hujan ringan
Jakpus: berawan
Jaksel: hujan ringan
Jaktim: hujan ringan
Jakut: berawan

Malam
Jakbar: hujan ringan
Jakpus: hujan ringan
Jaksel: hujan ringan
Jaktim: hujan ringan
Jakut: berawan

Dini hari
Jakbar: hujan ringan
Jakpus: hujan ringan
Jaksel: berawan
Jaktim: berawan
Jakut: hujan ringan

BMKG memprediksi suhu di wilayah Jakarta berkisar pada 24-31 derajat Celsius. Sedangkan kelembapan udara berkisar 75-95 persen.

(isa/isa)

Sumber: DetikNews

Hendak Serang Geng Motor di Makassar, 6 Remaja Bawa Sajam Ditangkap

Makassar

Polisi menangkap enam orang anggota gengster yang hendak melakukan penyerangan terhadap musuhnya yaitu geng motor ‘Bodrex’ di kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sejumlah barang bukti berupa senjata tajam juga disita.

“Berawal pada saat anggota melaksanakan patroli hunting dan mendapati sekelompok pemuda yang melintas menggunakan Roda 2 di Jalan Dg Tata Raya, Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, sehingga diberhentikan dan dilakukan penggeledahan terhadap pemuda tersebut dan didapati empat orang pemuda membawa senjata tajam jenis busur,” ujar Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando, pada Sabtu (12/2/2022) malam.

Para pelaku yang ditangkap diketahui masih berstatus remaja, yakni IP (18), AN (17), HH (16), GU (18), AR (16), dan AS (9). Mereka juga diketahui merupakan warga dari Kabupaten Gowa.

Mereka berencana akan berkumpul di kota Makassar, untuk melancarkan aksi penyerangan terhadap anggota geng motor ‘Bodrex’.

“IP berteman mengakui dan membenarkan telah menguasai sajam jenis Anak panah (busur) beserta ketapelnya yang ditemukan di badannya adalah miliknya dan akan digunakan untuk melakukan penyerangan bersama temannya sekira kurang lebih 30 orang teman lainnya ke kelompok Geng Motor (Bodrex),” jelas Lando.

“Dengan cara para pelaku berteman akan bergabung bersama kelompok anak Kompleks Lepping Kecamatan Tamalate, kemudian akan rolling (mobile) menggunakan sepeda motor keliling sepanjang jalan untuk mencari Kelompok Geng Motor (Bodrex),” tutur Lando.

Selain menangkap para pelaku, beberapa barang bukti berupa kendaraan motor dan anak panah busur juga turut disita.

“Empat pelontar katapel, 12 anak panah busur, 3 kendaraan motor turut disita,” sebut Lando.

(isa/isa)

Sumber: DetikNews

Kasus Pedagang Dipalak Oknum Bawa Mandat PP Medan Berakhir Damai

Medan

Kasus pedagang yang mengaku dipalak oleh oknum yang membawa mandat dari ormas Pemuda Pancasila (PP) Medan berakhir damai. Keduanya sepakat berdamai setelah dimediasi oleh polisi.

“Sudah berdamai, di Polsek,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Area AKP Philip A Purba kepada wartawan, Sabtu (12/2/2022).

Mediasi di antara kedua pihak dilakukan pada Jumat (12/2) kemarin. Perdamaian dilakukan setelah pihak pedagang memaafkan perbuatan pelaku.

“Kita arahkan korban buat laporan, tapi korban tidak keberatan lagi dan mereka sepakat berdamai,” ujar Philip.

Kasus ini berawal unggahan yang menunjukkan surat berlogo PP Kota Medan memberikan mandat kepada seseorang untuk mengelola parkir di lokasi pedagang mi itu. Dinas Perhubungan (Dishub) Medan memastikan parkir itu dikelola secara ilegal.

Dilihat detikcom, Jumat (11/2), surat itu dilampirkan di akhir video yang dibuat oleh pedagang mi. Pedagang itu membuat video karena merasa keberatan tetap ada petugas parkir meski sudah membayar Rp 500 ribu untuk uang keamanan.

Di dalam surat terlihat ada 10 lokasi yang dapat dikelola. Surat itu memandatkan kepada satu orang untuk mengelola ke 10 lokasi parkir itu.

Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan Kota Medan, Nikmal Fauzi, mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya pungutan yang dilakukan ormas di lokasi itu. Nikmal mengatakan surat permintaan parkir itu ilegal.

“Nggak ada yang dikelola sama ormas. Iya (pengelolaan parkir itu ilegal). Kalau dia e-parking itu dikelola perusahaan. Kalau di luar e-parking itu dikelola, pengawasnya itu dari kita,” ujar Nikmal saat dimintai konfirmasi.

(afb/isa)

Sumber: DetikNews

Terbaru

Populer