Beranda blog Halaman 1319

Kasus Penistaan Agama, PK Ahok Ditolak MA

JAKARTA, Tribunriau- Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) akhirnya memutuskan menolak Peninjauan Kembali atau PK yang diajukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Semuanya alasan yang diajukan oleh pihak pemohon tidak dibenarkan oleh majelis, oleh sebab itu majelis memutuskan menolak PK yang diajukan,” kata Suhadi, juru bicara MA, Senin (26/3/2018).

Menurut Suhadi, putusan ini baru diputus hari ini dan pihak pengajuan PK dalam hal ini kubu Ahok belum mengetahui putusan majelis ini.

“Mereka belum tahu. Baru diputus hari ini,” kata Suhadi.

Untuk diketahui, Ahok mengajukan PK melalui penasihat hukumnya pada 2 Februari 2018. Intinya dalam PK itu, Ahok merasa ada kekhilafan majelis hakim dalam memutus perkara penistaan agama yang didakwakan padanya. Dalam vonis tingkat pertama itu, Ahok diputuskan bersalah dan harus menjalani hukuman kurungan penjara selama dua tahun.

Sejauh ini, Ahok sudah mendekam di rumah tahanan Markas Korps Brimob di Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat, selama kurang lebih delapan bulan. (vci/red)

Ribuan Masyarakat Wajo Sambut Ustaz Somad dan TGB

WAJO, Tribunriau- Nuansa berbeda terjadi di Lapangan Merdeka, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Ahad (25/3) malam. Lapangan yang menjadi tempat berkumpulnya warga Wajo tampak lebih semarak dibanding hari-hari sebelumnya.

Pantauan di lapangan, ribuan jamaah terlihat menyesaki segala area yang ada di Lapangan Merdeka sejak bakda Isya. Sejumlah area jalan utama di seputaran Lapangan Merdeka juga dialihkan demi kelancaran arus lalu lintas. Anak-anak hingga orang tua tumpah ruah di wilayah yang berjarak sekitar lima jam dari Kota Makassar.

Malam ini memang bukan malam yang biasa bagi warga Wajo karena kedatangan dua tokoh yang sedang menjadi pembicaraan publik.Adalah Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi dan Ustaz Abdu l Somad (UAS). Dua alumni Universitas Al Azhar Mesir ini menjadi alasan dibalik ‘sesaknya’ Lapangan Merdeka pada malam ini.

Duet TGB-UAS dalam beberapa kesempatan menjadi daya tarik yang tidak bisa dilewatkan masyarakat begitu saja, tak terkecuali bagi warga Wajo. Keduanya dikenal sebagai dai dengan latar belakang mumpuni, dengan pemahaman agama yang kuat, dan ahli tafsir hadis.

Kehadiran TGB dan UAS di Lapangan Merdeka merupakan undangan dari Bupati Wajo Andi Burhanuddin dalam rangka peringatan Isra Miraj. “Saya akan perkenalkan, Bapak Gubernur NTB, nama aslinya Muhammad Zainul Majdi, beliau penghafal Alquran 30 juz dan gubernur paling muda di Indonesia,” ujar Burhanuddin.

Intro Burhanudin yang membuka sambutan dengan mengenalkan TGB mendapat sambutan meriah dari warga Wajo hingga tak jarang penyebutan nama TGB oleh Burhanuddin diiringi pekikan takbir dari warga Wajo. Burhanuddin menyembutkan, antara TGB dan NTB dengan Wajo memiliki hubungan emosional yang sudah terjalin cukup lama, bahkan sejak zaman kerajaan.

Usai mengenalkan TGB, suasana semakin menghangat tatkala Burhanuddin mengenalkan kehadiran Ustaz Somad yang disambut histeris masyarakat. “Warga Wajo sudah lama meminta agar bisa menghadirkan Abdullah Somad. Senang ya,” ucap Burhanuddin.

Ustaz Somad dan TGB tersenyum simpul mendengar ini. Pasalnya, nama yang seharusnya ialah Abdul Somad, bukan Abdullah Somad.

Kata Burhanuddin, masyarakat yang hadir di Lapangan Merdeka tidak hanya warga Wajo, melainkan dari daerah lain di Sulsel, mulai dari Soppeng, Bantaeng, Sidrap, dan Bone. Bahkan, ada juga yang jauh-jauh datang dari Kabupaten Kolaka di Sulawesi Tenggara hanya untuk bisa melihat secara langsung TGB dan UAS.

“Ini yang hadir tidak hanya dari Wajo, tapi dari daerah-daerah lain yang ada di Sulsel, bahkan ada yang dari Kolaka, Sulawesi Tenggara. Masyarakat siap mendengarkan ceramah sampai shubuh. Siap sampai shubuh?” tanya Burhanuddin yang langsung dijawab siap oleh masyarakat.

Burhanuddin mengaku sangat bersyukur bisa menghadirkan TGB dan UAS dalam lokasi dan waktu yang bersamaan. Andi mengapresiasi perjuangan keduanya yang rela datang jauh-jauh dari NTB dan Riau untuk berjumpa dengan warga Wajo. “Semoga kehadiran Tuan Guru dan Ustaz Somad membawa keberkahan bagi Wajo,” kata Burhanuddin menambahkan. (rci/red)

Mencermati Nyanyian Setnov yang Menyeret Nama-Nama Besar

Setya Novanto (Setnov) terus bernyanyi. Tak tanggung-tanggung, ia menyebut nama-nama besar dan berpengaruh dalam jagad politik Indonesia saat ini. Kasusnya, dugaan korupsi dan gratifikasi proyek KTP elektronik (KTP-el).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun diminta mencermati ‘nyanyian’ Novanto, terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan KTP-el. Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (22/3), Novanto menyebut aliran dana haram proyek Rp 5,9 triliun itu juga mengalir ke dua politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dan Pramono Anung.

Pakar hukum dari Universitas Islam Indonesia Mudzakir menilai kesaksian Novanto perlu ditelaah lagi. “Nama yang disebut Novanto kebanyakan orang penting semua. Nama orang yang tidak penting, tidak disebutkan. Itu yang saya pertanyakan,” katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (22/3).

Menurut Mudzakir, seharusnya Novanto menyebut nama-nama orang yang terlibat dalam dakwaan. Sementara yang terjadi dalam persidangan Kamis (22/3), Novanto menyebut Puan dan Pramono yang tak pernah disebut. “Anehlah menyebut nama orang yang tidak ada (dalam dakwaan),” ujarnya.

Pakar hukum dari Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji berpendapat, pernyataan Novanto merupakan fakta persidangan yang bisa mengarah pada suatu kebenaran. Suparji menambahkan, yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan, maka hal itu akan sangat berisiko untuk Novanto.

“Bisa memperberat pidananya dan bertentangan dengan niatan Setnov untuk menjadi JC (justice collaborator),” kata Suparji, Jumat (23/3).

Oleh karena itu, Suparji menilai KPK harus memeriksa nama-nama yang disebut Novanto. Hal itu perlu dilakukan untuk memastikan kebenaran sekaligus menindaklanjuti sesuai mekanisme hukum jika keterangan Novanto ternyata benar.

Tidak diprosesnya keterangan ini paling tidak dapat menimbulkan adanya dugaan tebang pilih dan juga berdampak negatif kepada yang bersangkutan karena bisa muncul berbagai fitnah.

Konfirmasi saksi lain
Menurut pakar hukum dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar, pihak-pihak yang disebut Novanto harus diperiksa KPK sebagai saksi. Sekarang ada dasar dan alasan untuk memanggil dan memeriksa mereka.

Fickar melanjutkan, jika nama-nama yang disebut Novanto sudah diperiksa KPK, lalu tidak ada jawaban yang membenarkan, pernyataan Novanto itu palsu. Karena itu, menurut dia, perlu ada upaya pencarian muasal keterangan yang disampaikan Novanto.

Sebab, ada konsekuensi yuridis jika memberikan keterangan palsu, baik itu yang dikarang sendiri maupun yang didapat dari orang lain.

Para politikus yang disebut Setya Novanto menerima aliran dana KTP elektronik di persidangan juga belum tentu menjadi fakta kebenaran. Karena itu, kata Fickar, perlu ada konfirmasi dari beberapa saksi yang perkataannya dikutip oleh Novanto, yakni Made Oka Masagung dan Andi Narogong.

Fickar memaparkan, yang diucapkan oleh pihak-pihak saksi atau terdakwa di pengadilan jika berkesesuaian dengan pihak atau saksi lainnya maka itu menjadi fakta persidangan atau fakta hukum. Dalam hal ini, KPK sudah mendapatkan bahan baru mengenai pihak-pihak yang menikmati hasil kejahatan KTP-el.

“Kewajiban KPK mengonfirmasi pada pihak-pihak lainnya agar menjadi fakta hukum. Jika sudah menjadi fakta hukum maka sudah bisa dikonfirmasi sebagai alat bukti, jika sudah dianggap cukup maka bisa dijadikan dasar untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus KTP-el,” ujarnya.

Kesaksian terbaru Novanto dalam persidangan juga menuai tanggapan dari partai-partai anggota koalisi pemerintah. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menjelaskan, pengakuan Novanto memperlukan pembuktian. Tidak bisa serta merta dianggap sebagai kebenaran.

“Prinsip hukum kita menganut asas praduga tak bersalah,” kata Baidowi.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Saleh Partaonan Daulay mengatakan, KPK perlu menindaklanjuti pernyataan Novanto. Karena dengan begitu, prinsip semua orang sama di depan hukum benar-benar ditegakkan atau equality before the law.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno membantah jika PDIP sedang melakukan politik ‘cuci tangan’ atas penyebutan nama sejumlah kader PDIP oleh Novanto. Menurut Hendrawan, pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang membantah kader PDIP terlibat dalam kasus KTP-el karena saat itu PDIP bukanlah partai penguasa adalah benar.

Beberapa saat sebelumnya, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan langsung menanggapi pernyataan sekjen PDIP yang dianggap justru terkesan menyalahkan pemerintahan Presiden SBY. Selain itu, argumentasi Hasto yang mengatakan partai beroposisi pasti tak melakukan korupsi juga dangkal, lemah, dan mengada-ada.

“Tindak pidana, di mana pun dan kapan pun serta partai mana pun yang sedang berkuasa adalah perbuatan yang dilakukan secara pribadi, yang harus dipertanggungjawabkan secara pribadi pula. Semua sama di hadapan hukum. Tidak ada kaitannya dengan partai yang sedang beroposisi atau yang sedang berkuasa,” ujar Hinca.

Bantahan Puan Maharani
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani membantah menerima aliran dana proyek kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) sebesar 500 ribu dola AS, seperti yang disampaikan Setya Novanto dalam sidang di Tipikor, Jakarta, Kamis (22/3).

Puan menegaskan, pernyataan terdakwa kasus KTP-el itu tidak berdasarkan fakta. “Saya juga baru mendengar apa yang disampaikan Pak SN (Setya Novanto) kemarin. Apa yang disampaikan beliau itu tidak benar. Tidak ada dasarnya,” ujar Puan di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (23/3).

Menurut Puan, pernyataan Setya harus memiliki dasar fakta hukum yang jelas. Ia menegaskan, pernyataan Setya tidak sesuai dengan fakta. “Ini merupakan masalah hukum, tentu saja harusnya didasarkan pada fakta-fakta hukum yang ada. Bukan katanya, katanya, katanya,” katanya.

Ditulis oleh: Amri Amrullah, Umar Mukhtar

7 Petak Kios di Pasar Koto Baru Padang Panjang Terbakar

PADANG PANJANG, Tribunriau – Sebanyak 7 petak kios di Pasar Koto Baru yang terletak di jalan lintas Padang-Bukittinggi, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, kembali dilalap sijago merah, Minggu (25/3/2018) sekitar pukul 20.30 WIB.

Baru beberapa bulan lalu pasar Koto Baru ini kebaran, kali ini terjadi kembali, kejadian tersebut sempat membuat heboh warga sekitar dan mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas beberapa saat.

Melalui pesan singkat di group WhatsApp, Kapolres Padang Panjang AKBP. Cepi Noval, membenarkan telah terjadi kebarakan yang mengakibatkan 7 petak kios ludes dilalap sijago merah.

“Pada hari Minggu tanggal 25 maret 2018 sekira jam 20.30 WIB telah terjadi kebakaran di pasar Koto Baru, dan menghanguskan 7 petak Kios, dugaan sementara penyebab kebakaran belum bisa kita ketahui, dan saat ini api sudah berhasil dipadamkan, namun pemadam kebakaran masih terlihat terus menyiram kios-kios yang terbakar dan kios yang berada di sekitar area agar api tidak menjalar,” ujar Cepi dalam Grup WhatsApp.

Ditambahkan Cepi, saat ini kepolisian masih mendalami penyebab terjadinya kebakaran tersebut. “Untuk data lebih lengkapnya nanti akan menyusul,” tutup Cepi diakhir pesan siangkatnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Paraja dan Damkar Kota Padang Panjang Arkes Refagus, belum bisa memberikan data kebaran sementara.

“Saat ini kita masih mengumpulkan data, nanti kalu sudah selesai baru akan kita berikan,” ujar Arkes saat dikonfirmasi wartawan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut, kerugian sementara masih belum bisa diketahui. (mknc/red)

Kopdar Aliando, Ini Tuntutan Mereka Terhadap Pemerintah

JAKARTA, Tribunriau- Aliansi Nasional Driver Online atau Aliando mengadakan kopi darat nasional di Jakarta sejak Minggu, 25 Maret hingga Senin, 26 Maret 2018.

Mereka akan memberi usulan atas penolakan terhadap Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108/2017. Para driver ini mengatakan bahwa peraturan itu tidak memberikan kemandirian bagi driver online, melainkan menjadi seperti taksi berpelat kuning.

“Ujung-ujungnya kita cuma jadi driver, bukan pemilik. Kalau ikut PT, kami enggak mandiri,” kata Bambang, salah satu driver online yang mengikuti Kopdarnas, di Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Kejelasan tentang beberapa aspek juga menjadi perhatian mereka. Seperti kekhawatiran adanya pemutusan mitra bila melakukan Uji KIR dan SIM A Umum.

Tak ada kejelasan teknis perusahaan atau koperasi yang akan memayungi mereka juga menjadi masalah. Selain itu perusahaan aplikasi juga berada di pihak berseberangan.

Salah satu driver, Rochmat, menduga aplikator, perusahaan aplikasi transportasi online, akan menyetujui Permenhub 108 ini.

“Arahnya aplikator itu untuk mendukung Permenhub 108. Karena di aplikasi disuruh KIR juga. (Mungkin) Lama-lama juga masuk PT,” kata Rochmat.

Dalam Kopdarnas ini Aliando memiliki empat tuntutan. Menolak Permenhub 108, meminta perusahaan aplikasi menjadi operator transportasi, menuntut negara untuk hadir melindungi hak-hak driver online, dan menuntut negara untuk tidak melindungi kepentingan pemilik modal, tengkulak, dan rente. (vci/red)

4 Orang Tewas Akibat Bom Mobil Di Dekat Istana Somalia

Ilustrasi

MOGADISHU, Tribunriau- Sebuah bom di dalam mobil meledak di dekat markas parlemen di Ibu Kota Somalia, Mogadishu, Minggu waktu setempat. Empat orang dikabarkan tewas termasuk sopir mobil tersebut, dan beberapa orang terluka.

Dilansir dari Washington Post, Minggu 25 Maret 2018, asap hitam pekat mengepul ke atas di daerah yang penuh pos pemeriksaan keamanan tersebut. Jarak antara lokasi bom meledak dengan Istana Kepresidenan Somalia diketahui hanya sekitar 200 meter.

Bom tersebut pun meledak di pos pemeriksaan setelah sebelumnya sempat dihentikan oleh tentara setempat karena mencurigakan. Dua di antara korban tewas pun diketahui adalah tentara, dan hampir 10 orang terluka karena insiden tersebut.

Insiden ini terjadi setelah beberapa jam sebelumnya bom mobil juga meledak di luar Ibu Kota. Satu orang plus sopir tewas dalam insiden tersebut.

Teror bom mobil ini memiliki jeda tiga hari setelah terjadinya insiden serupa di Mekah. Akibat insiden tersebut 14 orang tewas dan 10 orang lainnya terluka. (vci/red)

Ruben Onsu Ingatkan Raffi Ahmad

Tribunriau- Raffi Ahmad mengungkapkan kegembiraannya ikut memeriahkan HUT ANTV ke-25. Dalam suasana pesta bertema silver party, suami Nagita Slavina itu loncat-loncat di atas panggung ketika kertas confetti menghujani tubuhnya.

“Seru banget, artis India, Indonesia, di Surabaya, Jakarta, kolaborasinya luar biasa. ANTV silver party,” seru Raffi di atas panggung Ecopark, Ancol, Jakarta, Minggu malam, 25 Maret 2018.

Di tengah keriangan tersebut, Ruben Onsu berkelakar. Ia memperingatkan Raffi untuk tidak terlalu senang. Bahkan Ruben mengaitkan keriangan Raffi dengan peristiwa hukum yang pernah menimpanya.

“Party, party aja, digerebek lagi aja lo,” ucap Ruben. Beberapa waktu lalu, Raffi memang sempat berurusan dengan BNN karena dugaan narkoba.

Menimpali perkataan Ruben itu, Raffi bersikeras kesenangannya kali ini merupakan ekspresi bahagia di hari ulang tahun ANTV. “Beda, dong. Ini kan bahagia karena lagi ulang tahun,” kata Raffi.

Ruben pun tak memperpanjang obrolan itu. Mereka lantas kembali berbincang tentang keriangan yang terjadi di atas panggung HUT ANTV. Mulai dari drama Chandra Nandini juga berbagai kolaborasi yang terjadi. (vci/red)

Dihajar Jepang 4-1, Tim Indonesia U-19 Dapat Pelajaran Berharga

JAKARTA, Tribunriau- Timnas Indonesia U-19 kalah 1-4 dari Jepang di laga uji coba. Pelatih Bima Sakti menyebut timnya mendapat pelajaran berharga dari laga ini.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (25/3/2018), Indonesia kesulitan menghadapi Jepang sejak menit pertama. Di babak pertama pun, Egy Maulana Vikri dkk. tertinggal 0-1 usai dibobol Miyashiro Tasei.

Di babak kedua, Indonesia kebobolan tiga gol lagi lewat Tasei yang mencetak gol keduanya, Kota Yamada, dan penalti Ando Mizuki. Indonesia cuma membalas lewat gol Aji Kusuma di masa injury time.

Di laga tersebut, Indonesia bermain kurang gereget. Pressing ketat dari Jepang di babak kedua membuat tim Merah Putih praktis kewalahan dan tak mampu mengembangkan permainan.

Seusai pertandingan, Bima Sakti menilai timnas U-19 mendapat pelajaran berharga dari tim sekelas Jepang. Ia berharap di laga-laga selanjutnya bisa tampil lebih baik lagi.

“Ini menjadi pembelajaran berharga buat kami. Harapannya bisa mengambil pelajaran dan hal positif di lapangan,” kata Bima di konferensi pers.

Bima mengatakan, Indonesia sebenarnya coba mengantisipasi permainan Jepang. Namun kualitas Jepang membuat mereka bisa balik menekan usai membaca strategi Indonesia.

“Sempat lihat pas mereka lawan Cilegon (Cilegon United). Memang Jepang mainnya menunggu baru kemudian melakukan pressing. Persiapan sudah coba, tadi kami main terlalu rapat (antarpemain) dan mereka bisa mencari mana yang melakukan kesalahan,” Bima menambahkan.

Laga ini menjadi persiapan Indonesia menatap Piala Asia U-19 Oktober mendatang. Indonesia menjadi tuan rumah di ajang tersebut.

“Bulan depan kami akan melakukan persiapan lagi. Kami akan evaluasi hasil pertandingan ini,” ia menegaskan. (dtc/red)

“Indonesia Bubar Adalah Fiksi, Indonesia Meroket itu Ngibul”

JAKARTA, Tribunriau- CEO AMI Group Azzam M Izzulhaq kembali menyentil Pemerintah lewat cuitan twitternya, “Indonesia Bubar adalah Fiksi, Indonesia meroket itu Ngibul”.

Cuitan yang discreenshot netizen tersebut terlihat diposting pada tanggal 24 Maret 2018, pukul 12:15 WIB.

“Ya, 2030 Indonesia bubar adalah fiksi, karena belum terjadi. Namun, September 2015 Indonesia MEROKET itu #Ngibul. Karena sekarang sudah 2018, menjelang 3 tahun sejak tangan itu naik ke atas,” cuit Azzam M Izzulhaq di akun Twitternya.

Twit tersebut juga mendapatkan dukungan dari berbagai netizen dan ramai-ramai menyebarluaskan untuk mengingatkan bahwa orang nomor 1 di Republik Indonesia ini pernah menyatakan Indonesia akan meroket pada tahun 2015. (isk)

Diduga Bawa Sabu 5Kg, Tiga Orang Asal Dumai Ini Diciduk Polda Riau

PEKANBARU, Tribunriau- Tiga orang warga asal Dumai yang membawa sabu-sabu dengan berat mencapai 5 kg dan pil ekstasi sebanyak 5.000 butir berhasil disikat oleh petugas Tim Khusus (Timsus) Dit Resnarkoba Polda Riau pada, Jumat (23/03/2018) lalu.

Ketiga tersangka tersebut adalah JS als Pacak (32) warga Jalan Bukit Datuk lama, MI (56) warga Kelurahan Purnama dan PIS (54) warga Jalan Inpres Purnama. Mereka ditangkap saat berada di SPBU Muara Fajar Jalan Lintas Timur Sumatera Rumbai Bukit-Pekanbaru, sekitar pukul 10.30 WIB.

Menurut informasi sementara di lapangan, penangkapan tersebut bermula pada hari Kamis 22 Maret 2018 sekira pukul 19.00 WIB. Timsus yang dipimpin oleh Wadirresnarkoba Polda Riau AKBP Andri mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dan ekstasi yang masuk dari perairan Rupat dan selanjutnya akan dibawa menuju Pekanbaru melewati kota Dumai.

Berbekal informasi tersebut, Timsus lansung melakukan penyelidikan dan membuntuti mobil yang diduga sama seperti informasi yang didapatkan oleh petugas.

Timsus membuntuti dari kota Dumai hingga ke daerah Rumbai Pekanbaru. Hingga pada hari Jumat 23 Maret 2018 lalu, sekitar pukul 10.30 WIB. Target yang dicurigai berhenti di SPBU Muara Fajar Jalan Lintas Timur Sumatera Rumbai Bukit, Rumbai- Pekanbaru.

Tak lama berhenti di SPBU tersebut, timsus langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka, setelah dilakukan penggledahan, akhirnya ditemukan barang bukti sabu-sabu dan ekstasi di dalam sebuah tas ransel.

Selain mengamankan 3 tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti 5 bungkus plastik yang diduga Sabu-Sabu (5 kg), 5 bungkus plastik yang diduga ekstasi, serta 1 (satu) unit Mobil Merk Daihatsu warna hitam bernopol BM 1542 RQ.

Selanjutnya, Timsus Dit Resnarkoba Polda Riau langsung mengamankan barang bukti dan juga ketiga tersangka guna dilakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Polda Riau terkait penangkapan tersebut. (tnc/red)

Terbaru

Populer