JAKARTA,Tribunriau- Kontrak Jorge Lorenzo bersama Ducati akan habis pada akhir musim MotoGP 2018. Namun, dia tak mau membuang waktu untuk memikirkan hal tersebut.
Lorenzo belum memberikan hasil memuaskan di musim ini. Sempat menjadi yang tercepat dalam tes pra musim di Sepang pada Januari lalu, ia kemudian tak sekalipun keluar sebagai yang tercepat dalam tes di Thailand dan Qatar setelah berjuang keras untuk lebih nyaman dengan Ducati Desmosedici GP18.
Hasil tak memuaskan Lorenzo berlanjut di seri pertama MotoGP 2018 yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar. Pebalap asal Spanyol itu gagal finis setelah mengalami masalah rem.
Sejak berpindah tim dari Movistar Yamaha ke Ducati pada musim 2017, Lorenzo belum menemukan kosistensi. Di musim pertama, ia cuma bisa naik podium dua kali setelah finis di posisi ketiga. Di klasemen akhir pun, Lorenzo duduk di posisi ketujuh.
Di akhir musim ini kontrak Lorenzo akan berakhir. Pihak Ducati sudah mengisyaratkan Lorenzo untuk terus berada di tim dengan catatan mau dipotong gaji.
Tapi, Lorenzo belum mau memikirkan soal kontrak barunya. Saat ini, fokusnya adalah untuk meningkatkan penampilannya, bukan untuk mengamankan masa depannya.
“Jika saya mendapatkan hasil, nilai saya akan lebih tinggi. Dan jika tidak, itu akan sedikit merugikan saya. Untungnya, saya punya rekam jejak yang sangat baik dan itu selalu membantu,” kata juara dunia tiga kali MotoGP tersebut seperti dikutip dari Autosport.
“Satu-satunya hal yang mengkhawatirkan saya adalah bisa kencang dengan motor ini dan meraih kemenangan pertama secepat mungkin. Sisanya akan saya serahkan kepada manajer saya, saya tidak menghabiskan satu menitpun memikirkan hal itu (masa depan),” sambungnya.
“Prioritas saya adalah menyelesaikan apa yang saya mulai, dan menjadi pembalap kedua yang mempersembahkan gelar juara dunia bagi Ducati. Karena itu, Anda harus memenangi balapan, lalu yang kedua, yang ketiga, dan keempat,” Lorenzo menegaskan. (dtc/red)
BOYOLALI,Tribunriau- Sedikitnya 3.000 jamaah mengikuti shalat subuh berjamaah bersama Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi di Masjid Riyadlul Jannah (MRJ), Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (30/3).
TGB pun merasa takjub dengan kehadiran jamaah di kampung tersebut. “Luar biasa, ini model masjid yang patut dicontoh,” ujar TGB.
TGB tidak bisa menyembunyikan kekagumannya melihat semangat shalat subuh berjamaah yang begitu besar di kampung ini. Meski bangunan masjidnya tidak megah dengan ukuran yang juga tidak terlalu besar, TGB mengapresiasi semangat tinggi dalam menunaikan gerakan shalat shubuh berjamaah tersebut.
TGB menyinggung soal banyaknya jumlah masjid dan mushala di Indonesia yang sekitar 800 ribu masjid atau mushala, atau terbanyak di dunia. Namun, kata TGB, banyak masjid-masjid merindukan jamaahnya.
“Bukan hanya masjid yang megah dengan kapasitas ribuan (orang) tapi sepi. Pertanyaannya dengan jumlah masjid begitu banyak, kita yang membutuhkan masjid atau masjid yang membutuhkan kita (jamaah),” ucap TGB.
TGB juga mengajak jamaah MRJ terus memakmurkan masjid dengan menunaikan ibadah shalat berjamaah dan melakukan pemberdayaan ekonomi umat.
Angka 3.000 merupakan perkiraan minimal dari jumlah jamaah yang hadir. Pantauan di lapangan, jamaah tak hanya memadati area di dalam masjid, namun juga meluber hingga ke luar masjid dan gang-gang di sekitar masjid.
Shalat shubuh berjamaah yang dilanjutkan dengan kajian subuh menjadi agenda terakhir TGB selama berada di Jawa Tengah sejak Rabu (28/3). Kehadiran Gubernur NTB yang hafiz Alquran di MRJ sendiri mendapat sambutan meriah. TGB mendapatkan pengawalan dari Banser dan Kokam sejak menginjakkan kaki di Dukuh Ngreni, Simo, saat berjalan kaki menuju MRJ.
Meski hanya berada di sebuah kampung, aktivitas pemberdayaan umat di MRJ sungguh luar biasa. Panitia MRJ bahkan menyediakan 16 TV LED yang dipasang di sejumlah titik di luar masjid demi memanjakan jamaah untuk bisa menyaksikan tausiah TGB.
Tak hanya itu, panitia juga menyediakan sekitar 3.400 nasi bungkus untuk sarapan jamaah usai mendengarkan kajian subuh. MRJ juga memiliki unit koperasi, toko, hingga ambulans sendiri. (rci/red)
JAKARTA,Tribunriau- Pasangan selebriti Nycta Gina dan Rizky Kinos baru saja dikaruniai anak kedua. Dikaruniai seorang putri, ia pun memberinya nama Lembar Putih Trynicta.
“Iya jadi namanya ini jujur saja sudah ada waktu pas Gina mau lahiran anak pertama, si Panutan. Kebetulan nama anak pertamanya cowok, jadi nggak bisa dipakai. Jadi dari awal gue sudah cerita sama dia kalau gue punya anak cewek mau namanya Lembar Putih. Karena anak pertama cowok, akhirnya buat nama anak kedua yang kebetulan dikasih cewek,” ucap Kinos saat melakukan konferensi pers di RS. Carolus, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2018).
Entah dari mana asalnya, pria yang berprofesi sebagai presenter itu juga tak mengetahui dari mana asal usul nama tersebut. Lantas, apasih sebenarnya arti dari Lembar Putih Trynicta itu sendiri?
“Nggak tahu ya (terinspirasi dari mana). Gue anaknya konseptor aja gitu, jadi pengen misalnya cewek sama cowok ini masih ada benang merahnya lah, masih Indonesia banget gitu kan. Sama-sama ada artinya juga. Ya enak saja gitu, Lembar Putih, cantik saja gitu kedengarannya. Dipanggilnya Uti, kakaknya Uta, jadi Uta dan Uti,” imbuh Kinos.
“Artinya ya pastinya dikasih nama dengan harapan yang baik, cewek, identik sama sesuatu yang putih, bersih, suci, seprti halnya Lembaran Putih. Trinycta, nama gue sama Gina yang dipakai juga di anak gue yang pertama, Panutan. Triantono dan Nycta Gina jadi Trinycta,” pungkas pria 32 tahun itu.
Lembar Putih Trynicta lahir pada Selasa, 27 Maret 2018, pukul 20.24 WIB. Sebelumnya, Nycta Gina dan Rizky Kinos telah dikaruniai seorang putra yang bernama Panutan Adhya Semesta Trinycta. (dtc/red)
ROHIL,Tribunriau- Sebanyak 315 pelanggaran terjadi selama operasi Hunting atau Kasat mata yang dilakukan oleh Satlantas Polres Rohil.
Operasi tersebut dilakukan selama 21 hari. Data lainnya, kecelakaan yang terjadi sebanyak 6 pengendara, luka berat 10 orang, luka ringan 5 orang, korban meninggal 6 orang, sedangkan kerugian pelanggaran tersebut mencapai Rp29.500.000.
Demikian dikatakan Kasatlantas Polres Rohil, AKP Agustinus Chandra Pietama SIK SH pada acara press release di ruang rapat Satlantas Polres Rohil, Kamis (29/3/2018).
“Melaui operasi Hunting atau kasat mata, pelanggaran lalu lintas selama 21 hari di jajaran lalu lintas Polres Rohil terjadi 315 pelanggaran, jumlah kecelakaan 6 orang, korban luka berat 10 orang, korban luka ringan 5 orang, korban meninggal 6 orang, total kerugian pelanggaran tersebut yaitu Rp29.500.000,” terangnya.
Dilanjutkan Kasatlantas ini, faktor terjadinya kecelakaan yaitu melanggar batas kecepatan, tidak menjaga jarak serta mengantuk.
“Adapun penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas yaitu melanggar batas kecepatan, tidak menjaga jarak dan mengantuk. Rata-rata kecelakaan terjadi antara Pukul 09.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Usia pelaku pelanggaran lalu lintas berkisar antara usia 21-31 tahun,” jelas Kasat.
Agustinus berharap, pengguna kendaraan lalu lintas dapat mematuhi peraturan lalu lintas, menghargai pengguna jalan yang lain serta melengkapi surat-surat.
“Mari kita sama-sama mematuhi peraturan lalu lintas, mari kita menghargai pengguna jalan lain dan mari kita sama-sama melengkapi diri dalam hal kelengkapan surat-surat kendaraan, dengan tujuan untuk keselamatan kita semua,” harap Kasatlantas mengakhiri press releasenya. (to)
JAKARTA,Tribunriau- Politikus PDIP Junimart Girsang mengatakan kosakata ‘bangsat’ adalah relatif. Hal tersebut dikatakannya setelah timbul pro kontra terkait Arteria Dahlan yang memaki Kemenag RI dengan kata ‘bangsat’.
“Kan ‘bangsat’ itu relatif ya. Maksud beliau bangsat ini siapa sih? Kan dia tidak menunjuk orang, (hanya) kementerian. Kan tidak sebut nama dia,” ujar Junimart di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2018).
Junimart mengaku turut mengikuti rapat kerja Komisi III dengan Jaksa Agung kemarin (28/3). Ucapan ‘bangsat’ Arteria yang dialamatkan ke Kemenag itu, menurutnya, hanya menunjuk oknum-oknum tertentu.
Ia pun menilai Arteria tak perlu mengeluarkan pernyataan maaf. Ia yakin Arteria siap menanggung konsekuensi apabila Kemenag ingin memproses kasus tersebut.
“Nggak perlu (minta maaf). Kalau beliau merasa salah ya silakan minta maaf, kalau tidak ya silakan saja. Dan kalau Kementerian merasa tersinggung ya silakan proses. Saya rasa Pak Arteria siap menghadapi prosesnya,” sebutnya. (dtc/red)
PEKANBARU – DPRD Riau akhirnya mengesahkan revisi perda Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menjadi 5 persen.
Kesepakatan tersebut hasil dari rapat paripurna pengesahan peraturan daerah tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah.
Juru bicara Panitia Khusus, Sonia Wati mengatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan revisi perda tersebut dalam waktu 7 hari.
“Kami telah bekerja semaksimal mungkin dalam menyelesaikan revisi perda tersebut dalam waktu tujuh hari kerja untuk menurunkan pajak bahan bakar khususnya jenis pertalite di Riau,” sebut Soni.
Menurutnya, dengan diturunkannya pajak sebesar lima persen diharapkan dapat dijangkau oleh masyarakat, sehingga pemerintah harus berperan aktif menutupi kekurangan Pendapatan Asli Daerah pasca penurunan PBBKB Riau.
Dengan disahkannya perda tersebut, Pansus merekomdasikan beberapa hal diantaranya meminta Pemprov Riau mempersiapkan teknis perda berupa peraturan gubernur dan sosialisasi regulasi tersebut kepada masyarakat. Juga diminta kepada pertamina mensosialisasikan langsung perda tersebut.
“Selanjutnya Pemprov Riau harus kreatif meningkatkan pendapatan daerah untuk menutupi devisit anggaran PBBKB. Bapenda wajib melakukan rekonsiliasi data penyaluran BBM seperti daerah lainnya, dan Pemprov diwajibkab melakukan pengawasan penyaluran di seluruh Riau,” jelasnya dilansir dari antarariau.
Sementara itu, Sekda Provinsi Riau Ahmad Hijazi mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah DPRD Riau dalam perubahaan ranperda tersebut.
“Dengan disepakatinya perda PBBKB ini, kami harapkan adanya stimulus daya beli masyarakat terhadap pertalite. Dan terhadap premium yang semakin berkurang semestinya agar tetap dipertahankan dan ditambah pasokan untuk Riau,” tuturnya.
Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau Sunaryo dihadiri 46 anggota dewan, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi dan perwakilan organisasi perangkat daerah di Gedung DPRD Riau, Kamis (29/3/2018). (red)
PASIR PANGARAIAN – Arazaqul (12) murid kelas V SD 023 di Simpang Badak, Desa Mahato Kecamatan Tambusai Utara, butuh dana sekitar Rp1,5 miliar agar penyakit tumor Exsapagus atau tomor hati serta pembuluh darah yaang dideritanya sejak usia 7 tahun bisa disembuhkan secara total.
Anak ke-5 bersaudara tersebut, sejak usia 7 tahun menderita penyakit yang diakui tim dokter di RSCM Jakarta langka, dan baru ada hanya 1 kasus seperti dialami Arazaqul di Indonesia, sedangkan di dunia baru dua kasus satu kasus dialami bocah 13 tahun di Negera Jerman serta oleh Arazaqul.
Diakui Mariatun (44), ibunda dari Arazaqul saat di kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Rokan Hulu (Rohul), Kamis (29/3/2018), anaknya sejak dioperasi tahun 2013 lalu kini tidak lagi mengkonsumsi nasi, air dan makanan lainnya. Bahkan, mulutnya juga tidak bisa digunakan untuk makan dan minum, namun kini setiap harinya Arazaqul hanya mengkonsumsi susu khusus merek Esnsure.
Bahkan yang sangat memprihatinkan, susu bubuk yang dikonsumsi Arazaqul, harus menggunakan alat bantu suntik dan selang khusus, kemuian dimasukan melalui pek yang dipasang tim dokter di lambungnya.
“Setiap enam bulan sekali, alat pek dan disken serta alat bantu konsumsi makanan diganti tim dokter RSCM Jakarta. Setiap 800 gram susu per kalengnya, untuk kebutuhan dua hari. Susu tersebut harganya Rp290 ribu hingga Rp300 ribu per kalengnya, dan hanya dijual di apotik serta swalayan,” katanya.
“Anak saya tidak mengkonsumi makanan dan air selain susu khusus, yang dimasukan melalui pek khsusus yang sudah dipasang tim dokter. Bila dimakan atau minum melalui mulut, maka akan muntah-muntah, semua itu karena faktor penyakit yang diderita Arazaqul,” kata Mariatun dengan meneteskan air mata.
Mariatun juga mengatakan, kondisi anaknya sudah memburuk. Karena saat ini tumor sudah mengerogoti setengah dari hati anaknya. Hanya saja, itu tidak dirasakan anaknya dan setiap harinya bersekolah dan bermain seperti anak normal saja.
“Makannya harus diasup melalui suntik dan selang ke pek di dekat lambungnya. Namun, menurut pihak dokter anak saya bisa sembuh seperti anak lainnya, namun biayanya mencapai Rp1,5 miliar, dimana hati anak saya nantinya dicangkok sedangkan kerongkongan hingga usus dan ke lambung dioperasi secara total,”ujarnya.
Dirinya akan terus memperjuangkan anaknya, agar dirinya bisa kembali normal seperti anak lainnya. Namun alhamdulilah, ada bantuan Dinas Kesehatan Rohul 30 kaleng susu sebulannya. Termasuk dari Pemkab Rohul, juga BAZNAS Rohul untuk biaya anak Rp600 ribu per bulannya, sebut Mariatun.
Arazaqul sendiri, kata Mariatun, sudah dilakukan 5 kali operasi. Kemudian, setiap mengganti pek dan alat untuk memasukan susu lewat pek dananya mencapai Rp30,4 juta enam bulan sekali ke RSCM Jakarta dan itu didanai BPJS dan dibantu Pemkab Rp10 juta.
“Hanya saja, bila anak saya normal kembali maka butuh dana untuk cangkok hati dan operasi tenggorokan hingga ke lambung sekitar Rp1, 5 miliar, darimana saya dapatkan. Sementara saya hanya penjual goreng dan suami bekerja serabutan. Semua saya serahkan ke Allah SWT,” ucap Mariatun.
Wajah Arazaqul yang tampan dan tubuh jangkung, bila dilihat sekilas seperti anak normal kebanyakan. Karena, dirinya bebas bergerak kesana kemari, sesekali merengek manja di pangkuan sang ibu. Bahkan, saat Ketua Harian BAZNAS Rohul H.Elfalisman dan Wakil Ketua II Bidang Keuangan dan Pelaporan H Ekrat menyerahkan bantuan rutin Rp600 ribu, Arazaqul berkomunikasi dengan baik.
Melihat kondisi Arazaqul yang makan lewat pek alat khusus yang dibuat tim dokter, H Erkat menyatakan BAZNAS Rohul hanya bisa membantu Rp600 ribu per bulan untuk Arazaqul. Namun, ada rencana pengurus BAZNAS Rohul akan gelar rapat yang nantinya akan melakukan penggalangan dana lewat sedekah.
“Kita nantinya mencoba membuka rekening untuk bantuan sedekah biaya pengobatan Arazaqul yang menurut orang tuanya sekitar Rp1,5 miliar. Nantinya, kita buka lewat rekening seluruh bank, berharap Arazaqul bisa dioperasi dan bisa hidup normal seperti anak lainnya,” harap H Erkat.
H Erkat juga berharap, bila memang ada masyarakat umum atau pihak perusahaan yang ingin membantu bocah malang tersebut, bisa menyalurkannya ke BASNAS Rohul. Sebab saat ini rekening bantuan untuk Arazaqul belum dibuat. (hrc/red)
JATENG, Tribunriau- Masuk dalam daftar nama yang dipertimbangkan sebagai cawapres, Tuan Guru Bajang (TGB) menjawab simple ketika ditanya apakah dirinya bersedia kalau dipinang prabowo pada pilres 2019 mendatang.
“(Kalau Prabowo meminang), kalau, kan susah dijawab, biar saja nanti masa yang akan datang, waktu yang akan menjawab seperti apa,” kata TGB menjawab pertanyaan awak media setelah mengisi tausyiah peringatan Isra Mi’raj di MIN I Semarang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/3).
Nama Gubernur NTB dua periode ini muncul ke permukaan pentas nasional lewat segudang prestasinya dalam mengubah wajah NTB. Juga tersebar baliho di beberapa daerah terkait deklarasi sebagai calon presiden.
TGB menilai, ajang pemilu, baik pilpres maupun pilkada, merupakan sebuah kontestasi yang baik dalam mencari putra terbaik yang memimpin bangsa dan daerah ke depan.
TGB juga menyampaikan apresiasi atas dukungan sejumlah elemen masyarakat kepada dirinya, yang ia sebut penuh dengan keterbatasan.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan suatu harapan baik yang harus mendapat respons yang juga baik,” tukasnya sembari menebar senyum.
“Saya rasa kalau hal yang baik, kontestasi kepemimpinan nasional itu kan hal yang baik, ya saya ini penuh dengan keterbatasan, tetapi kalau ada hal yang baik, masyarakat punya harapan baik, saya rasa semua anak bangsa ya harus siap,” ucap TGB.
“(Dalam arti menunggu pinangan), kayak mau kawin aja,” canda TGB. (rci/red)
SURAKARTA, Tribunriau- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyarankan politikus PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, meminta maaf atas makian ‘bangsat’ terhadap Kemenag RI.
“Saran saya kalau yang bersangkutan bersedia memohon maaf atas ungkapannya itu, saya pikir ini akan bisa membantu meredakan masalah ini sehingga tidak semakin pelik dan rumit persoalannya,” tutur Lukman di sela-sela peresmian gedung baru IAIN Surakarta, Kamis (29/3).
Lukman mengatakan, umpatan Arteria itu juga membuat jajaran Kementerian Agama di daerah berang. Lukman pun terus mendapatkan pesan singkat dari jajaran Kementerian Agama daerah yang menyayangkan ucapan politikus PDI Perjuangan itu.
“Saya serahkan kepada masyarakat untuk menilai apakah pantas, apakah patut seorang wakil rakyat yang konon terhormat itu menggunakan pilihan kosa kata seperti itu dalam menjalankan fungsi pengawasannya sekalipun, silakan rakyat menilai sendiri wakilnya,” kata dia.
Sebelumnya, dalam rapat kerja Komisi III DPR RI, Arteria meminta kejaksaan tak hanya menginventarisasi aset First Travel, tetapi juga aktif melacaknya karena berkaitan dengan kerugian yang diderita masyarakat. Di sela pembicaraannya itu, Arteria mengumpat Kementerian Agama. (rci/red)
ROHIL,Tribunriau- Pengembangan terhadap kasus pembunuhan yang terjadi Kecamatan Bangko Pusako beberapa waktu lalu menghasilkan lima tersangka yang saat ini telah diamankan oleh Polres Rohil.
Demikian dikatakan Kasatreskrim Polres Rohil Akp M.Faizal Ramzani SH SIK dalam keterangan pres realeasenya di ruangan Patria Tama Polres Rohil, Kamis (29/3/2018).
Kejadian berawal dari laporan masyarakat atas penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di jalan Lintas Kubu Simpang Nela, Dusun Rumbia, Kecamatan Bangko Pusako, Minggu (4/3/2018) lalu.
Berdasarkan laporan tersebut, Polres Rohil langsung melakukan penyelidikan terhadap korban. Didapati identitas korban yang bernama Firmansyah (29) warga Jalan Sukarela, RT 9 Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Dumai.
Dari beberapa keterangan warga, tim Satres Polres Rohil berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan dengan kekerasan tersebut, yaitu Sukamto (24) bersama Edizron alias Ed.
Tak hanya dua orang tersebut, pada saat membuang mayat, mereka juga dibantu oleh SS alias Sahala yang hingga kini masih buron.
Dari keterangan tersangka, setelah membunuh korban, pelaku mengambil uang Rp70ribu dan satu unit mobil cold diesel nopol BM 9123 RE yang dijual ke wilayah Sumatera Utara kepada AB alias Anto Binjai melalui RS (45), SA (47) PP (42), Lubis dan DR.
Dilanjutkan Kasatreskrim, Senin (24/3/2018), tim berangkat ke Sumatera Barat dan melakukan penangkapan terhadap Ed yang beralaman di Jalan Koto Tuo Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman Timur.
Adapun barang bukti yang disita oleh tim Satres Polres Rohil yaitu satu buah patok terbuat dari semen, satu utas tali nilon, satu helai baju warna coklat dan satu helai celana training.
Pelaku diduga telah sengaja melakukan pembunuhan dengan kekerasan, dijerat dengan pasal 338 dan pasal 340 perencanaan pembunuhan serta pasal 365 penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.(to)