JAKARTA,Tribunriau- Saat Luhut Binsar Panjaitan melakukan pertemuan dengan Prabowo Subianto, Menko Bidang Kemaritiman ini mengatakan bahwa Indonesia Bubar 2030 terjadi kalau kemiskinan, ketidakadilan, keamanan tidak terkendali.
Pernyataan Luhut tersebut diungkapkannya ketika berada di acara Rakornas Bidang Kemaritiman PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2018).
“Mengingatkan kita semua supaya kita waspada, jadi tidak boleh geer, enggak boleh merasa paling hebat. Itu terjadi (Indonesia Bubar 2030) kalau kemiskinan, ketidakadilan, keamanan tidak terkendali,” ujarnya.
Namun, tambah Luhut, Indonesia saat ini dapat terkendali. Dirinyapun tak menampik bahwa saat ini Indonesia sedang dalam masalah.
“Kita lihat terkendali dengan baik. Saya tidak bilang kalau kita steril semua, tidak ada masalah sana-sini, tapi overall masih di atas rata-rata,” lanjut Luhut.
Luhut juga menyatakan tak perlu mengkhawatirkan Pidato Ketua Gerindra tersebut, karena Indonesia sudah pernah melewati masa terburuk.
“1998 begitu parah, kita mampu recovery dari situ. Jadi tidak ada alasan kekhawatiran berlebihan, orang mau challenge pemerintahan Jokowi, ya sah saja, namanya upaya,” jelas Luhut. (mkc/red)
JAKARTA, Tribunriau- Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum Henri Subiakto menyebut Facebook bisa diblokir bila membahayakan Pilkada, Pilpres maupun Pemilihan Umum. Hal ini tak terlepas dari kasus bobolnya data pengguna Facebook di Indonesia.
“Kalau memang ini membahayakan Indonesia katakanlah membahayakan untuk Pilkada atau Pemilu Presiden atau Legislatif 2019 atau Pilkada 2018 memang ada yang bermain dan membahayakan, kita blokir,” ujar Henri di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4).
Meski demikian, pihaknya terus mempelajari dan tak ingin asal blokir. Kominfo juga mencari opsi selain menutup Facebook. Sebab jutaan masyarakat banyak yang memanfaatkan Facebook termasuk para pelaku bisnis berbasis digital.
“Kita juga harus melihat begitu banyak orang memanfaatkan fungsi Facebook untuk kemaslahatan apakah untuk ekonomi e-commerce atau ekonomi digital atau juga untuk iklan dan lain lain kan banyak. Jadi kita tidak bisa serta merta kita kaji secara hati hati, tapi yang penting adalah literasi masyarakat jangan mudah semua terkoneksi dengan digital semua itu menjadi data,” tutur Henri.
Henri juga mengimbau di tahun politik masyarakat tak mencari informasi lewat Facebook. Melainkan dari sumber media massa berita yakni televisi, koran maupun daring.
“Kalau referensinya dari Facebook itu kayak Amerika 2016. Jadi ini perlu ditekankan oleh teman teman media. Kita perlu melakukan literasi bahwa mereka dalam konteks politik untuk independensi dan tidak terinduksi oleh permainan hoax, permainan psikologi. Kan sekarang memakai psikologi lebih baik tutup mata telinga dulu dari media sosial ketika mau nyoblos besok,” pungkasnya. (mkc/red)
JAKARTA,Tribunriau- Menanggapi kekhawatiran tentang bagaimana iklan asing mempengaruhi pemilihan presiden 2019 mendatang, CEO Facebook Zuckerberg akan mengharuskan pengiklan politik untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang identitas pengiklan.
Zuckerberg menuturkan, setiap pengiklan yang ingin menjalankan iklan politik harus diverifikasi, mengonfirmasikan identitas dan lokasi mereka. Kebijakan yang sama akan berlaku untuk orang-orang yang menjalankan halaman Facebook besar.
“Dengan pemilu penting yang akan datang di AS, Meksiko, Brasil, India, Pakistan dan lebih banyak negara di tahun depan, salah satu prioritas utama saya untuk 2018 adalah memastikan kami mendukung wacana positif dan mencegah campur tangan dalam pemilihan ini,” ucap Zuckerberg, dikutip dari Independent, Ahad (8/4).
Perusahaan itu juga telah mengembangkan alat baru untuk memungkinkan pengguna Facebook melihat semua iklan yang diberikan laman apa pun yang sedang berjalan. Dia menambahkan, perubahan itu akan membutuhkan perekrutan ribuan orang lagi, untuk menyelesaikannya pada 2018 saat pemilu paruh waktu di AS.
Facebook telah menghadapi peningkatan pengawasan atas peran iklan politik yang dimainkan dalam pemilihan presiden terakhir. Perusahaan itu mengakui pada bulan September bahwa warga negara Rusia telah membeli banyak iklan di platformnya sebagai upaya membuat perselisihan dalam pemilihan. Iklan-iklan itu, yang berfokus pada ras, agama, hak senjata, dan isu LGBTQ, mencapai sekitar 126 juta orang.
Zuckerberg dijadwalkan untuk bersaksi di depan dua komite kongres AS pekan depan tentang masalah ini, juga tentang skandal terbaru mengenai akses ke data pengguna. Pada hari Jumat, ia melemparkan dukungannya di balik The Honest Ads Act, undang-undang kongres yang dimaksudkan untuk mengatur iklan politik di internetJ.
Menurutnya, intervensi pemilu adalah masalah yang lebih besar daripada platform apa pun, dan itulah mengapa Facebook mendukung Undang-Undang tersebut. ”Ini akan membantu meningkatkan standar untuk semua iklan politik online,” ujar dia.
Undang-undang yang disponsori oleh sekelompok senator bipartisan, akan mengharuskan iklan online untuk memenuhi persyaratan yang sama dengan rekan-rekan mereka yang mencetak dan menyiarkan iklan. Platform digital utama, seperti Facebook, juga akan diminta untuk menyimpan catatan penjualan iklan politik besar.
Senator Mark Warner, co-sponsor RUU, memuji dukungan Zuckerberg, karena itu akan mendorong semua perusahaan platform untuk mengikutinya. Padahal dulu, Zuckerberg dilaporkan menentang RUU itu tetapi berubah pikiran menjelang pertemuannya dengan legislator. (rci/red)
JAKARTA,Tribunriau- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia tahun 2018 ini, pihak Bawaslu mengatakan sudah mencatat 400 lebih kasus dugaan pelanggaran aparatur sipil negara (ASN).
“Yang tercatat pada waktu awal (awal masa kampanye) mencapai 442 kasus dugaan pelanggaran ASN. Kalau sekarang diperkirakan sudah lebih dari 1.000 kasus dugaan pelanggaran ASN,” ungkap Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin ketika dijumpai Republika di Kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Ahad (8/4).
Dia menerangkan seluruh data dugaan pelanggaran ini akan dikumpulkan. Bawaslu hingga saat ini terus memberikan penindakan berupa rekomendasi sanksi atas dugaan pelanggaran yang ada.
“Kami berikan rekomendasi sanksi baik lewat pemerintah, maupun Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Sejauh ini, respons pemerintah cukup baik dalam penertiban ASN yang tidak netral,” tuturnya.
Terpisah, anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo mengatakan para aparatur sipil negara ASN paling banyak melakukan pelanggaran kampanye Pilkada 2018. Pelanggaran ASN tertinggi terjadi di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menurut Ratna, pelanggaran oleh ASN dilakukan oleh camat, lurah, PNS di dinas-dinas, sekretaris daerah, dosen hingga guru besar di perguruan tinggi. Bentuk pelanggaran itu yakni kehadiran para ASN dalam kampanye pasangan calon (paslon) kepala daerah. Para ASN tersebut pun berperan aktif dalam kampanye-kampanya yang ada.
Ratna mengatakan para ASN memiliki hak untuk memilih dalam Pilkada. ASN juga diperbolehkan datang ke kampanye paslon. Namun, Ratna mengingatkan, jika menghadiri kampanye, para ASN harus bersikap pasif. (rci/red)
JAKARTA,Tribunriau- Pernyataan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany Alatas yang mengkritik kebebasan Pers di Rusia sekaligus mengkritik kepemimpinan Rusia Vladimir Putin dinilai dapat merusak hubungan antara Indonesia dan Rusia.
Demikian dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal partai Gerindra, Sudaryono di Jakarta, Minggu (8/4/2018).
“Pernyataan politikus pendukung Jokowi yang tidak akurat, tidak disertai data, bahkan cenderung fitnah itu tidak baik dan merugikan bangsa,” ujar Sudaryono.
Dampak dari kritik tersebut, jelas Sudaryono, media dan duta besar Rusia untuk Indonesia meminta klarifikasi melalui Russia Beyond The Headline (RBTH). Menurutnya ketersinggungan pemerintah Rusia dan meminta penjelasan dari Tsamara sebagai sesuatu yang wajar dan bisa mengganggu hubungan kedua negara.
“Ini sangat mengganggu, saya juga sudah membaca komentar pers dari Rusia dan pihak Kedubes Rusia yang meminta klarifikasi. Bagaimana kalau rakyat Rusia juga tidak terima negaranya dikata-katain begitu?” ujarnya.
Dengan kondisi ini, Sudaryono mengatakan sebaiknya, Tsamara mencabut pernyataaan konntroversialnya yang bisa mengganggu hubungan Indonesia dan Rusia tersebut. Dan segera bertemu dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia.
“Jika tidak segera minta maaf, sebaiknya Pemerintahan Jokowi melalui Kemenlu RI menegur PSI sebagai partai pendukung Jokowi untuk minta maaf kepada pemerintah Rusia dan Presiden Putin,” katanya. (vci/red)
PEKANBARU,Tribunriau- Diduga melakukan Poligami tanpa izin istri, Anggota DPRD Provinsi Riau berinisial SA dilaporkan istrinya ke Polsek Bukit Raya, Pekanbaru, Rabu (4/4/2018).
Dalam laporannya, SA diduga melakukan tindak pidana Poligami, laporan tersebut bernomor STPL: 522/IV/2018
Kapolsek Bukit Raya, Pekanbaru, Kompol Pribadi menyatakan bahwa kasus tersebut sedang dalam tahap lidik alias pengumpulan barang bukti.
“Lidik dulu,” ujar Kapolsek Kompol Pribadi kepada Tribunriau.com, Sabtu (7/4/2018).
Ketika ditanya terkait permasalahan aturan baru yang telah ditetapkan DPR RI, tentang imunitas anggota DPR, Kapolsek menyatakan hal tersebut tergantung tata cara.
“Itu tergantung tata cara di lapangan, kita lihat niat baik orang (SA, red).” tambah Kapolsek.
Hingga kini, Badan Kehormatan DPRD Provinsi Riau belum mengeluarkan sikap terhadap masalah anggota DPRD Provinsi Riau Fraksi Gabungan Nasdem Hanura ini. (isk)
JAKARTA,Tribunriau- Penampilan artis Sofia Latjuba dalam gelaran fashion show Anne Avantie bertajuk “Sekarayu Sriwaderi” di Jakarta Convention Center, Kamis (29/3) lalu menuai protes keras.
Protes itu datang dari kaum perempuan Minangkabau, Sumatera Barat (Sumbar). Pasalnya, busana yang dirancang Anne Avantie dan dikenakan Sofia dianggap melecehkan adat Minangkabau.
Dimana penutup kepala yang digunakannya dengan busana modern itu, menyerupai Suntiang Minangkabau yang biasa digunakan pengantin perempuan saat prosesi pernikahan.
Ketua Penasehat Bundo Kanduang Sumbar Ny Nevi Irwan Prayitno menyayangkan rancangan busana dari desainer terkenal Indonesia tersebut. “Kami prihatin adanya busana kreasi pengantin modern yang memadukan atasannya menyerupai Suntiang minang. Sebab, pakaian tradisi Minangkabau tidak boleh dicampur atau dikreasikan dengan bentuk apapun. Karena setiap busana dari Minang telah berlandaskan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” kata Nevi Irwan Prayitno, Jumat (6/4).
Bahkan kata Nevi, mencegah terjadinya kejadian serupa pihaknya berencana melakukan somasi kepada desainer bersangkutan. “Rencananya, somasi itu akan ditandatangani Ketua Bundo Kanduang dan seluruh Pembina Bundo Kandung di seluruh kabupaten/kota termasuk Pemprov Sumbar,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Taufik Efendi juga menyayangkan kejadian tersebut. Pihaknya menghimbau, bagi perancang busana yang mengkreasikan busana minang dengan versi modern agar tidak menghilangkan keasliannya. Baik itu pakaian maupun pernak-perniknya.
“Harus menutup aurat bagi pakaian perempuannya,” kata Taufik.
Apalagi, saat ini lanjut Taufik, Pemprov Sumbar tengah gencar melestarikan pakaian tradisi perempuan minang. Pasalnya, pakaian tersebut telah melalui proses panjang sejak ratusan tahun yang lalu hingga menjadi pakaian yang dipakai oleh perempuan sampai saat ini.
Sedikitnya, jumlah pakaian adat yang telah didokumentasikan mencapai 200 pakaiannya tradisi minang. Sedangkan yang terdata sekitar 400 pakaian.
Sebelumnya, netizen di media sosial (medsos) bahkan digrup Facebook masyarakat minang mempersoalkan sosok Sophia Latjuba yang muncul bermahkotakan Suntiang emas dalam sekuens busana bridal dalam balutan gaun keemasan untuk pengantin Minang.
Dalam acara yang digelar di Jakarta Convention Center, Kamis (29/3) itu jugalah Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi “Ibu Indonesia”.
Acara itu digelar dalam rangkaian Indonesia Fashion Week 2018, selebrasi 29 tahun Anne Avantie berkarya sebagai desainer.
Herlina Hasan Basri dalam akun Facebooknya mengunggah empat foto Sofia Latjuba saat memperagakan busana tersebut. Hingga kini, postingan tersebut telah disukai sebanyak 1.710 dan telah dibagikan sebanyak 867 kali. (jpc/red)
JAKARTA,Tribunriau- Politikus Partai Golkar Mukhamad Misbakhun menilai, pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan sebagai sinyalemen yang positif. Pertemuan tersebut menunjukkan tak ada masalah personal antartokoh bangsa.
“Saya tak komentari itu karena saya tak terlibat dalam pertemuan Pak Luhut dan Pak Prabowo. Tapi sebagai sebuah pertemuan antara tokoh bangsa untuk merajut bagaimana sebuah skema skenario politik, desain dan setting politik adalah hal yang positif,” kata Misbakhun di Hotel Red Top, Jakarta, Sabtu 7 April 2018.
Ia menilai, gambaran tak adanya masalah personal antarpemimpin bangsa yang sedang duduk di partai ataupun pemerintahan akan bisa membuat Indonesia lebih bersatu lagi ke depan.
“Saya melihat itu pertemuan positif. Untuk menjajaki beberapa desain, skenario politik ke depan supaya Indonesia lebih bersatu lagi, lebih kuat lagi dan tak terjadi perpecahan di masyarakat,” kata Misbakhun.
Ia menduga pertemuan keduanya juga untuk menjajaki soal kepentingan politik. “Seperti yang dilakukan oleh Pak Luhut berkomunikasi politik dengan Pak Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra. Pertemuan-pertemuan ini untuk menjajaki semua kemungkinan sebagai desain politik yang ada,” kata Misbakhun.
Sebelumnya, Waketum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto telah bertemu dengan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan. Hanya dia enggan, mengungkap agenda dan isi pembicaraan pertemuan mereka. (vci/red)
Tribunriau- Jelang balapan MotoGP Argentina, Kubu Ducati malah memanas, Jorge Lorenzo menuding rekannya Andrea Dovizioso, selalu mencoba untuk meruntuhkan moralnya.
Kedua pembalap memang tengah dalam proses pembaruan kontrak bersama Ducati. Dovizioso kabarnya tengah melakukan negosiasi dengan tim pabrikan asal Italia ini, sedangkan Lorenzo belum ada kejelasan.
Melihat kondisi tersebut, Dovizioso sebelumnya mengatakan tidak kaget bila ujungnya Lorenzo pergi dari Ducati. Kini, Lorenzo pun memberikan komentar balasan yang cukup pedas untuk rekannya itu.
“Dovi sungguh cerdik, benar bukan? Dia pada dasarnya tahu segalanya,” kata Lorenzo, seperti dilansir Autosport.
“Dia selalu di sepanjang karierku mencoba meruntuhkan moralku dan dia masih melakukan itu sebagai rekan setimku, itu bukan hal baru bagiku. Dia selalu melakukannya, kalau Anda melihat dia. Ini adalah hubungan dia melalui pers denganku. Tapi tidak apa-apa,” sambungnya.
Ini adalah musim kedua Lorenzo dan Dovizioso menjadi tandem. Sebelumnya, keduanya sudah bersaing di kelas 125cc dan 250cc dengan Lorenzo mengalahkan Dovizioso dua kali untuk menyabet gelar kelas menengah. Kini, performa Lorenzo bersama Ducati cukup kurang memuaskan.
Berbeda dengan Dovizioso yang menjadi runner up di musim lalu, dan memenangi seri pembuka musim ini. Maka itu, Lorenzo mengungkapkan bila pertemanannya dengan Dovizioso hanya berada di luar lintasan.
“Dia (Dovi) orangnya pendiam. Kami saling menghormati dan segalanya baik-baik saja. Kami di sini untuk memenangi balapan dan kejuaraan. Pertemanan ada di tempat lain, bukan di paddock,” papar pembalap yang pernah berseteru dengan Valentino Rossi. (vci/red)
JAKARTA,Tribunriau- Belum selesai amarah Umat Islam terkait puisi Sukmawati, kini giliran Calon Gubernur Petahana, Ganjar Pranowo membacakan puisi ciptaan Gus Mus yang dinilai kontroversial.
Puisi yang panjang tersebut diduga terdapat unsur pelecehan agama, pasalnya redaksional salah satu bait dalam puisi tersebut menyatakan memanggil Tuhan dengan pengeras suara setiap saat.
Adapun bait yang kontroversial tersebut adalah “Kau ini bagaimana, kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggilNya dengan pengeras suara setiap saat” (menit ke 02.40 di dalam video).
Redaksional “memanggilNya dengan pengeras suara” ini menjadi kontroversial, padahal, panggilan yang menggunakan pengeras suara yang juga bukan setiap saat dilakukan itu bukan memanggil Tuhan, namun memanggil umat agar segera beribadah ke penciptanya.
Selain itu, bait yang juga kontroversial ialah “Kau ini bagaimana, kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaan mu membuat ku sakit jiwa” (menit ke 01.57 dalam video).
Bait tersebut juga dipertanyakan, siapakah yang dimaksud sebagai khatib yang menyampaikan khutbah hingga membuat sang pencipta puisi menjadi sakit jiwa?
Hingga kini, puisi ciptaan Gus Mus yang dibacakan Ganjar Pranowo yang juga calon gubernur Jawa Tengah ini terus mengalir kritikan dari para tokoh ulama.
Namun, pantauan media, belum ada pihak yang melaporkan gubernur petahana ini terkait puisi yang dibacakannya di salah satu acara TV yang dipandu Rossi Silalahi. (red)