Beranda blog Halaman 1283

Sisi Lucu Sidang Setnov, “Masa Ketua DPR Nabrak Begitu”

JAKARTA,Tribun Riau- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menilai adanya kejanggalan dari insiden kecelakaan yang menimpa mantan Ketua DPR, Setya Novanto. Kecelakaan tersebut terkesan sudah direncanakan.

Dalam sidang lanjutan perkara merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Bimanesh Sutarjo kali ini, Novanto dihadirkan sebagai saksi.

Dalam keterangannya, mantan ketua umum Partai Golkar itu mengaku sempat ditawarkan berobat ke dokter Bimanesh oleh mantan pengacaranya, Fredrich Yunadi, sepekan sebelum insiden kecelakaan di Permata Hijau.

Majelis hakim memandang hal tersebut cukup janggal. Sebab, tawaran Fredrich datang sebelum kecelakaan terjadi pada 16 November 2017.

“Kamis ada rencana berobat? Kesannya sudah disiapkan rumah sakit, itu kok bisa pas begitu?” tanya Ketua Majelis Hakim Mahfudin kepada Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat, 27 April 2018.

“Tidak ada, Yang Mulia,” jawab Novanto.

Mendengar jawaban Novanto, hakim pun mencecar.

“Jangan-jangan kecelakaannya rencana juga?” kata hakim.

“Waduh, mohon maaf, nanti saya salahkan Tuhan,” jawab Novanto.

“Atau tiang listrik sudah diincar ya?” cecar hakim lagi.

Novanto menjawab tak ada rencana menabrak tiang listrik.

“Enggak berpikir sampai segitu, masa ketua DPR nabrak begitu,” kata Novanto lalu tertawa.

Novanto juga membantah telah memerintahkan Fredrich untuk menyiapkan ruangan di RS Medika Permata Hijau. Menurut dia, pada 16 November 2017, ia hanya menyampaikan jika berniat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan minta didampingi oleh Fredrich.

“Cuma telepon sekali sebelum kecelakaan, habis Magrib itu saya sampaikan kepada Fredrich, ‘Saya mau ke KPK, Anda dampingi ya, ketemu di Hotel Mandarin’,” ujar Novanto. (vci/red)

Sadis, Pria Ini Terlihat Santai Ketika ‘Menenteng’ Kepala Wanita

Seorang pria bersama temannya berjalan santai sambil menenteng kepala Wanita
Seorang pria bersama temannya berjalan santai sambil menenteng kepala Wanita

Tribun Riau- Ini adalah saat yang mengejutkan sekaligus mengerikan, di mana seorang pria berjalan dengan santainya sambil menenteng kepala seorang wanita.

Parahnya lagi, ia menenteng kepala wanita itu di sebuah gang yang cukup ramai. Dan kejadian ini, tertangkap oleh kamera pengintai yang memang dipasang di tempat tersebut. Bahkan, tidak terlihat kepanikan dari pria yang terlihat membawa kepala tersebut.

Lantas, kepala tersebut dibuangnya di tempat sampah yang tidak jauh dari lokasi. Lalu kepa siapa yang diawa pria ini? Dan apa yang sebenarnya terjadi?.

Dikutip dari Daily Mail, pria bermarga Zhang ini diduga membunuh pasangannya usai terjadi cekcok. Lalu ia memotong kepalanya dan membuang di tempat sampah di sebuah stasiun pemindahan sampah.

Zhang kemudian menyerahkan diri ke sebuah kantor polisi sekitar pukul 8 pagi waktu setempat, pada 25 April. Polisi menyegel lokasi kejadian dan melakukan uji post-mortem untuk mengeluarkan mayat dari apartemen sewaan mereka.

Sebuah kamera pengawas menangkap, saat Mr Zhang keluar dari pintu masuk gedung. Dan ia tampak memegang kepala istrinya yang terputus di tangan kirinya.

Sejumlah tetangga dapat terlihat berjalan di jalan, ketika Zhang dengan tenang berjalan melalui lorong, beberapa saat sebelum membuang kepala pasangannya.

Menurut Southern.cn, insiden itu terjadi di Desa Kangle, distrik Haizhu di Guangzhou, Provinsi Guangdong. Di mana penduduk sebagian besar bekerja di pabrik garmen di dekatnya.

Seorang tetangganya, Wang, mengatakan kepada wartawan bahwa dia melihat seorang pria berjalan di jalan dengan ‘berlumuran darah’.

“Pria itu tingginya sekitar satu setengah meter dan memiliki darah di seluruh pakaian dan sepatunya,” kata Wang.

Tetangga lain, Zheng, mengatakan seorang pekerja sanitasi menemukan kepala yang terputus di tempat sampah dan memberi tahu polisi, kata Southern.cn.

Polisi Guangzhou mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasikan bahwa, Zhang membunuh istrinya yang berusia 28 tahun, bermarga Xia.

Pernyataan itu menulis: “Tersangka Tuan Zhang membunuh istrinya karena perselisihan keluarga. Zhang menyerahkan diri ke Kepolisian Guangzhou sekitar jam 8 pagi.”

Zhang langsung ditangkap atas tuduhan pembunuhan. Polisi menyegel daerah dekat rumah mereka, dan melakukan investigasi.

Kepala korban kemudian diambil dari pos pemindahan sampah oleh pihak berwenang, dengan kotak kardus.

Insiden ini masih menjalani penyelidikan lebih lanjut. (vci/red)

Makanan Popupler Ini Sebabkan Serangan Jantung, Yuk Simak

Tribun Riau- Sebenarnya, banyak yang sudah menyadari bahwa ramen instan dan mi instan itu tidak sehat. Tetapi, tetap saja masih ada individu yang tidak mengetahui bahwa makanan satu ini dapat membahayakan kesehatan kita. Harganya yang murah, penyajiannya yang praktis, dan lezat, membuat sebagian besar anak kuliahan gemar mengonsumsi mi instan.

Tahukah Anda, mengonsumsi ramen instan dan mi instan setiap hari dapat menyebabkan serangan jantung? Ya, keduanya tidak hanya merusak kesehatan dan menuntun Anda menuju kematian, tetapi juga menyebabkan beberapa penyakit yang dapat mengambil alih kehidupan Anda setiap hari.

Ramen instan dan mi instan juga merupakan salah satu alasan terbesar mengapa begitu banyak orang mengalami obesitas saat ini. Mengapa ramen instan dan mi instan dapat menyebabkan penyakit jantung?

Ya, keduanya terbukti mengandung Tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ). Ini merupakan zat aditif makanan dan produk sampingan dari industri minyak bumi yang digunakan untuk mengawetkan makanan olahan yang murah.

Seorang spesialis gastrointestinal menggunakan video lapse di dalam perut untuk melihat apa yang akan terjadi setelah dua jam mengonsumsi mi instan. Dan hasilnya sangat buruk.

Tidak seperti mi buatan sendiri, mi yang diproses tidak dapat dicerna dengan benar. Makanan ini mencegah penyerapan nutrisi dan pengawet yang terdapat dalam makanan kemasan tersebut akan berada lebih lama di lambung sebelum akhirnya ke usus untuk dihilangkan.

Ramen instan dan mi instan terbuat dari tepung terigu, minyak sawit, gula, dan garam. Tetapi mereka juga mengandung penyedap dan pewarna buatan. Sedangkan bumbunya mengandung bubuk garam, gula, dan monosodium glutamat.

Anda pasti sudah tahu bukan, perasa dan pewarna buatan dapat menghancurkan tubuh kita, karena kadar natrium dan gandum olahannya yang tinggi. Baik ramen instan maupun mi instan lainnya diketahui mengandung lebih dari 2700 mg natrium.

Produk makanan ini memang lezat dan murah tetapi Anda harus menghindarinya. Terutama jika Anda ingin menjaga jantung dan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Korea Selatan akrab dengan tingginya jumlah konsumen mi instan di dunia. Sebuah penelitian yang dilakukan di negara ini menunjukkan bahwa pada 11.000 orang yang mengonsumsi mi instan, mereka lebih rentan terhadap diabetes, stroke, dan sindrom metabolik.

Jadi, perhatikan kembali apa yang harus Anda dan keluarga Anda konsumsi. Cobalah untuk menyiapkan makanan buatan sendiri yang akan jauh lebih sehat. (vci/red)

PKS dan Gerindra Resmikan Sekber Pilpres 2019

Prabowo bersama ketua Umum PKS Sohibul Iman
Prabowo bersama ketua Umum PKS Sohibul Iman

JAKARTA,Tribun Riau- Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera membentuk Sekretariat Bersama Pemilihan Presiden 2019 pada Jumat 27 April 2018 ini di Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat. Posko bersama Gerindra dan PKS ini disebut sebagai yang pertama.

“Lewat posko ini lah kami bergerak untuk lakukan komunikasi politik dengan partai-partai lainnya,” kata Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik di lokasi.

“Ya saya kira dari posko ini juga tempat diskusi partai-partai nanti, kemudian soal Cawapres,” ucapnya menambahkan.

Selain dengan PKS, Taufik mengklaim posko ini juga akan didukung oleh Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa. Posko juga katanya akan menegaskan bahwa Prabowo Subianto tak bekerja sama dengan Jokowi di 2019.

“Yang minta Jokowi-Prabowo kan dari pihak Jokowi. Prabowo enggak pernah minta, dan ini bagian dari jawaban itu. Bahwa kita sudah siap untuk calonkan Prabowo sebagai Presiden,” ujar Taufik.

Prabowo sendiri hadir dalam peresmian ini. Namun, Prabowo yang menggunakan baju safari putih belum mau memberikan keterangan dan langsung masuk ke dalam ruangannya.

Sebelumnya, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan pembentukan Sekber ini bagian lanjutan dari penjajakan koalisi di Pilpres 2019.

“Sekber itu bagian dari kelanjutan pembicaraan di Meradelima itu,” kata Andre saat dihubungi, Kamis 26 April 2018. (vci/red)

Salahsatu Lembah di Saudi Menghijau, Pertanda Kiamat Sudah Dekat?

Lembah Tayeh di Arab Saudi yang mulai menghijau kembali
Lembah Tayeh di Arab Saudi yang mulai menghijau kembali

Tribun Riau- Kiamat pasti akan terjadi. Setiap muslim wajib meyakininya untuk mempersiapkan bekal di hari akhir nanti. Meskipun tidak tahu kapan akan terjadi, namun tanda-tanda kiamat telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak akan tiba hari Kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai-sungai.”

Dan itu bukan hanya isapan jempol semata. Kini banyak daerah di Arab Saudi yang terus menerus diguyur hujan, bahkan sebagiannya telah ditumbuhi tumbuhan hijau. Salah satunya ada di Lembay Tayeh. Lantas bagaimana penduduk setempat menyikapinya?

Dikutip dari Al-arabiya, lembah Tayeh di wilayah Asir Saudi Arabia, telah disebutkan dalam tulisan puitis dari hampir seribu tahun yang lalu. Lembah ini turun dari pegunungan Sarawat bagian timur, dan membentang sampai ke Laut Merah di barat.

Dan kini, lembah ini mulai menghijau.

Seorang fotografer Arab Saudi, Ali Maroui mendokumentasikan keindahan alami lembah ini. Dan dan mengatakan kepada Arabiya bahwa lembah itu dianggap sebagai lokasi penting, untuk irigasi pertanian selama musim hujan.

“Tempat ini dianggap sebagai ruang hidup yang besar, karena banyaknya peternakan dan sangat ideal untuk membiakkan ternak dan merumput,” katanya.

Musim hujan telah mengubah tempat ini menjadi sesuatu seperti lukisan yang indah, dan membuatnya ideal untuk menggembalakan unta.

Tapi nyatanya, lembah yang menghijau ini justru membuat pengunjung berduyun-duyun datang ke lembah dan daerah sekitarnya. Hanya untuk menikmati pemandangan hijau dan indah. Di mana beberapa fotografer mendapatkan inspirasi, untuk mengambil foto di sana. (vci/red)

Jalan tak Kunjung Diperbaiki, Warga Rengat ini Blokir Jalan

Aksi blokir jalan yang dilakukan warga sekitar jalan Aski Aris, Rengat, Indragiri Hulu
Aksi blokir jalan yang dilakukan warga sekitar jalan Aski Aris, Rengat, Indragiri Hulu

RENGAT,Tribun Riau- Masyarakat sepanjang Jalan Aski Aris, Rengat, Indragiri Hulu (Inhu) melakukan aksi pemblokiran jalan. Aksi tersebut dilakukan sebagai sikap kekesalan masyarakat Rengat terhadap Pemerintah Provinsi Riau.

Jalan Aski Aris tersebut kondisinya sangat parah, berdebu saat cuaca panas, namun seperti kolam alias tergenang air hingga masuk ke rumah warga saat turun hujan. Kondisi itu sudah lama dirasakan warga tempatan.

“Kita melakukan aksi ini ingin melihat mata hati pemerintah terhadap kondisi jalan yang begitu buruk, lebih dari 10 tahun masyarakat tidak menikmati jalan bagus, selalu dibiarkan hingga berlarut larut. Kok bisa mobil berkapasitas lebih milik perusahaan lewat jalan ini, sementara status jalannya terlihat tidak lebih dari 7 Ton. Jangan tanya korban jiwa, mungkin sudah ada bahkan sering mobil terguling,” ujar ketua Koordinator aksi Azki Aris Bersatu, Supri Handayani.

Dirinya menghimbau pihak terkait agar mendengarkan aspirasi mereka, jika tidak juga ada tanggapan, mereka berencana melakukan aksi demo ke instansi terkait serta ke kantor DPRD.

“Jika aksi kita ini tidak digubris oleh instansi terkait dan tidak ada yang mau menanggapi hal ini, maka kami masyarakat yang akan mendatangi kantor instansi terkait. Kami juga akan mendatangi DPRD komisi terkait untuk hearing,” ujarnya.

Tampak di lapangan, sejumlah instansi terkait seperti Dinas Perhuhungan (Dishub) Kabupaten Inhu tiba di lokasi aksi massa yang menutup jalan, melarang kendaraan seperti mobil bermuatan berat melintas. Sejumlah mobil berat pun distop saat hendak ingin melintas jalan yang menghubungkan antara dua kabupaten, yakni Kabupaten Inhu menuju Kabupaten Inhil. (hrc/red)

Polisi Periksa Kejiwaan Penghina Nabi di Sidoarjo

Rendra Hadikurniawan yang menghina Nabi melalui video di faceboooknya sedang diamankan di kantor Polisi
Rendra Hadikurniawan yang menghina Nabi melalui video di faceboooknya sedang diamankan di kantor Polisi

SURABAYA, Tribun Riau- Usai ditangkap polisi di Trawas, Rendra Hadikurniawan (39) yang menghina Nabi Muhammad SAW melalui beberapa unggahannya yang viral di media sosial kini sedang menjalani pemeriksaan kejiwaan. Hal itu diungkapkan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin.

“Yang jelas sedang dalam pemeriksaan,” ujar Machfud usai pemusnahan miras di Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (27/4/2018).

Pemeriksaan ini, lanjut Machfud, dilakukan dalam segala hal. Tak terkecuali dengan pemeriksaan kejiwaan pelaku.

“Dari segala sudut kami periksa, sementara ini kami periksa kejiwaan dulu,” tambah Machfud.

Sembari menunggu hasil pemeriksaan, Machfud meminta semua pihak untuk bersabar dan tenang. Dia menambahkan, polisi tengah berupaya agar hasil yang keluar nanti benar-benar akurat.

“Sementara sabar dulu ya, kasih kami waktu untuk pemeriksaan,” lanjut jenderal bintang dua ini.

Sementara itu, psikiater RS Bhayangkara dr. Agnes M. Haloho SpKJ mengaku sedang dalam tahap observasi untuk mengetahui kondisi kejiwaan Rendra. Namun ketika ditanya kapan hasil pemeriksaan kejiwaan Rendra akan keluar, Agnes mengatakan belum bisa memastikan hal ini.

“Kami masih belum bisa memastikan kapan akan selesai observasinya, bisa lama dan bisa juga cepat karena hasil setiap orang berbeda-beda,” ujar Agnes.

Kendati ditanya bagaimana kondisi kejiwaan Rendra, Agnes belum berani mengungkapkan. Hal ini mengingat hasil yang ada masih belum final.

“Nanti saja kalau sudah keluar hasilnya bagaimana, akan saya ungkapkan,” tambah Agnes. (dtc/red)

Humas Polda Riau: Media Sahabat Polisi

AKBP Sunarto, Humas Polda Riau
AKBP Sunarto, Humas Polda Riau

PEKANBARU,Tribun Riau- Media sahabat bagi Polisi, dengan misi yang sama mencerdaskan bangsa dari informasi media serta saling membutuhkan.

Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Riau yang baru dilantik, AKBP Sunarto dilansir Halloriau, Jumat (27/4/2018).

“Tentu karena media itu mitra polisi atau sahabat. Misi kita sama mencerdaskan bangsa dari informasi media. Saling membutuhkan agar tugas kita diketahui masyarakat,” ujar Sunarto.

Selain itu, lanjut Sunarto, pihaknya menjalin hubungan yang saling ‘menguntungkan’, yaitu dalam hal penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Kita menjalin hubungan simbiosis mutualisme, saling membutuhkan,” tambah Sunarto.

AKBP Sunarto, yang baru dilantik ini mengaku akan belajar memahami kondisi seluruh Riau, terlebih lagi dalam membangun komunikasi.

“Sambil jalan, saya juga tidak akan malu bertanya. Demikian juga media, jangan segan memberikan informasi kepada saya, bangun komunikasi, sarana teknologi komunikasi sekarang kan lebih mudah dan lebih maju,” pungkas Sunarto.

Sebelumnya, AKBP Sunarto berdinas di Polda Sulawasi Tenggara yang juga menjabat sebagai Humas. Dengan pengalaman empat tahun, dirinya lebih matang dan memahami cara bagaimana melayani bangsa, masyarakat serta media. (hrc/red)

Satlantas Polres Rohil Gelar Sosialisasi Lalin di SMA N 01 Bagan Sinembah

Satlantas Rohil saat melakukan sosialisasi aturan lalu lintas di SMA N 1 Bagan Sinembah, Rohil
Satlantas Rohil saat melakukan sosialisasi aturan lalu lintas di SMA N 1 Bagan Sinembah, Rohil

ROHIL,Tribun Riau- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Rohil menggelar Operasi Patuh dan Sosialisasi di Sekolah SMA 01 Bagan Sinembah bersama Satgas Preemtif di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rohil, Jum’at (27/04/2018) Pukul 10.10 WIB.

Kasatlantas Polres Rohil AKP A. Chandra Pietama SH SIK saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan Kegiatan Operasi Patuh dan Sosialisasi dipandu oleh Kasatgas Preemtif, Iptu Syafrianda SH dan Aiptu Martin Zebua.

Iptu Sayfrianda SH pada acara sosialisasi di Sekolah SMA Negri 01 Bagan Sinembah mengajak semua masyarakat maupun semua pelajar, agar selalu menaati semua peraturan berlalu lintas.

Dalam acara sosialisasi, diperagakan dan diajarkan 12 gerakan Lalu Lintas yang sering dijumpai di Jalan.

Kegiatan Operasi Patuh dan Sosialisasi ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, mulai dari tanggal 26 April hingga tanggal 09 Mei 2018. (to)

Pertemuan Jokowi dan PA 212, Ini Kata Kapitra

Kapitra Ampera
Kapitra Ampera

JAKARTA,Tribun Riau- Pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera, mengatakan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saling mencurahkan hal-hal yang mengganjal di hati. Kapitra mengungkapkan Jokowi terluka oleh tudingan dirinya bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Presiden juga bercerita tentang perspektif dia, yang agak menggores hati Presiden itu adalah tuduhan dia PKI. Ini Presiden curhat ke ulama bahwa tuduhan itu sulit dia terima,” kata Kapitra dilansir Detikcom di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (27/4/2018).

Sementara itu, curhat ulama kepada Jokowi, lanjut Kapitra, adalah tentang belum tuntasnya kasus-kasus yang menjerat ulama. Kasus-kasus itu dinilai PA 212 sebagai bentuk kriminalisasi.

“Ulama ini juga menceritakan problem yang belum tuntas mengenai aktivis-aktivis ulama yang masih jadi tersangka, belum SP3 (surat perintah penghentian penyidikan). Masing-masing pihak dengar keluhan masing-masing dan mencoba mewujudkan keinginan itu,” ujar Kapitra.

Kapitra menyebut ada kemauan dari Jokowi untuk menyelesaikan hal yang dianggap sebagai masalah oleh PA 212 itu. Kapitra meyakini, jika ada kemauan, akan ada tindak lanjut dari Jokowi.

“Ada political will (kebijakan politik) dari Presiden dan tindak lanjut,” tutur Kapitra.

Sebelumnya, PA 212 mempermasalahkan bocornya pertemuan pihaknya dengan Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (22/4). Dalam konferensi pers yang diadakan pada Rabu (25/4) lalu, PA 212 mengatakan pertemuan itu seharusnya tertutup. Mereka meminta pihak Istana mengungkap siapa yang membocorkan pertemuan tersebut.

Tanpa menyebut nama, Kapitra mengaku beberapa orang dari PA 212 yang hadir di Istana Bogor mengeluhkan sikap rekannya yang emosional dalam konferensi pers. Mereka yang mengeluh adalah yang sebagian ikut bertemu dengan Jokowi.

“Sebagian yang datang ke Istana itu ngomong ke saya, ini keluhannya. Pengibaratan yang ‘dua jam pertemuan dirusak dengan 30 menit konferensi pers’ itu saya pinjam dari bahasa dia yang mengeluh,” cerita Kapitra. (dtc/red)

Terbaru

Populer