Beranda blog Halaman 1268

Ditanya Masalah Import Beras, Mentan: Tanya Ekspor Donk

JAKARTA,Tribun Riau – Pemerintah membuka lagi keran impor beras 500.000 ton. Sebelumnya, pemerintah juga membuka keran impor beras 500.000.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman diminta komentarnya soal impor beras tersebut. Apa jawab Mentan?

“Gini, kami ini fokus pada produksi. Produksi kita untuk sektor pertanian diumumkan BPS baru-baru ini alhamdulillah meningkat, 2017, itu 10 tahun terakhir tertinggi ekspor kita. Itu 24% kenaikannya setara Rp 440 triliun. Itu harus bangga dengan bangsa kita. Kami apresiasi petani Indonesia. Sekali-kali tanya ekspor dong,” kata Amran di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jakarta, Senin (21/5/2018).

Amran menuturkan Kementan akan mempercepat produksi sektor pertanian.

“Kami ini fokus untuk produksi, mempercepat produksi, kalau tanya ekspor tanya aku. Karena aku melakukan ekspor baru-baru ini kami ekspor lagi kelapa,” ujarnya.

“Iya, kami sekarang fokus produksi, domain pertanian itu produksi, teknologi, pendampingan, kemudian menyediakan sarana produksi,” ujarnya.

Kembali ditanya impor beras, Amran mengatakan, Indonesia sudah tidak impor bawang merah dan jagung.

“Soal impor nggak impor, nggak impor bawang merah, nggak impor lagi jagung. Ini teman-teman wartawan jangan melihat perhatian itu cuma beras, ada 400 komoditas yang harus dijaga siang malam,” tutupnya. (dtc/red)

Dianggap Kasus Terorisme Pengalihan Isu, Ini Jawaban Polri

Brigjen Mohammad Iqbal
Brigjen Mohammad Iqbal

JAKARTA,Tribun Riau – Pihak Polri menepis anggapan kasus terorisme sebagai pengalihan isu. Alasannya, Polri melakukan proses hukum terhadap mereka yang terlibat terorisme.

“Terkait viral meme, video di medsos maupun pendapat-pendapat tokoh, saya akan menyampaikan negara Indonesia dalam upaya penegakan hukum mengedepankan due process of law. Jadi sudah sangat secara detail penyidik Polri mengumpulkan seluruh alat bukti dan petunjuk dari TKP (tempat kejadian perkara),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (21/5/2018).

Proses hukum kasus terorisme, lanjut Iqbal, dilakukan dengan mengumpulkan alat bukti termasuk memeriksa saksi juga ahli. Iqbal menambahkan tersangka kasus terorisme juga selalu didampingi tersangka. Tujuannya untuk membuat terang tindak pidana terorisme.

Dari penyidikan, penanganan kasus berlanjut ke tahap penuntutan untuk masuk ke persidangan. Sebelum disidangkan, penuntut umum mengecek kelengkapan berkas dan alat bukti terkait dakwaan.

“Lalu diuji lagi di sidang, berkali-kali, terbuka untuk umum. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Kita bandingkan di Singapura, cuma berupa laporan intelijen, tersangka teroris langsung ditangkap, nggak ada sidang. Kalau di Indonesia sangat detail,” ujar Iqbal.

Dengan runutan penanganan perkara ini, Iqbal menegaskan terorisme bukan pengalihan isu. Dia meminta pihak yang menuding adanya pengalihan isu lewat teror untuk memberikan bukti.

“Jadi kalau ada yang rekayasa, sutradara sehebat apa pun, sutradara Hollywood pun ngga bisa merekayasa kasus ini. Kemarin bom Thamrin, di Brimob, di Surabaya, bahkan yang bom di Sidoarjo meledak dengan sendirinya. Saya sampaikan Polri Minta bukti siapapun yang mengatakan itu rekayasa, mana buktinya, ayo silakan,” katanya. (dtc/red)

Berkat Reformasi, “Jokowi Bisa Jadi Presiden”

JAKARTA,Tribun Riau- Karena Reformasi, Pak Jokowi bisa jadi wali kota, jadi Gubernur Jakarta, dan sekarang jadi Presiden kita.

Demikian dikatakan Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhan) saat membuka acara ’20 Tahun Refleksi Reformasi’.

“Karena ada reformasi, Bung Fahri Hamzah bisa jadi Wakil Ketua DPR. Karena reformasi, Pak Jokowi bisa jadi wali kota, jadi Gubernur Jakarta, dan sekarang presiden kita,” kata Ketum PAN ini, Senin (21/5/2018).

Selain itu, Zulkifli juga memuji tokoh yang dinilai sebagai pencetus reformasi, Amien Rais yang juga turut hadir dalam acara tersebut.

Zulkifli mengatakan Amien Rais, yang juga besannya, sangat berperan dalam peristiwa sejarah reformasi. Zulkifli menyebut Amien sebagai lokomotif reformasi.

“Pak Amien yang kami banggakan, kami cintai, tokoh reformasi, lokomotif reformasi, karena mahasiswa, karena Pak Amien Rais dkk saya bisa berdiri di sini sebagai Ketua MPR,” ujar Zulkifli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta,

Menurut Zulkifli, Amien sangat berjasa bagi perkembangan bangsa saat ini. Karena Amien dan reformasi, kata Zulkifli, Jokowi bisa menjadi presiden dan Fahri Hamzah bisa menjadi pimpinan DPR.

Selain Amien, Fahri dan pengamat ekonomi Kwik Kian Gie turut hadir. (dtc/red)

Meski di Rutan, Artis ‘OK Jek’ Ini Masih Bisa Update IG

JAKARTA,Tribun Riau – Artis yang dikenal karena sinetron ‘OK Jek’ masih mendekam di Rutan Pondok Bambu lantaran kasus pencemaran nama baik. Tapi Baby tampaknya masih bebas memegang ponsel.

Baby Jovanca sempat memposting dua foto terbaru. Tak pelak netizen pun ramai membanjiri Instagramnya.

“Lah? Katanya di pondok bambu?,” tulis j**senberteriak.

“Aku baca di l*****y kok dipenjara kak? Gegara pelecehan nama baik katanya?,” tambah wildaz***rah.

Baby Jovanca tersandung masalah hukum karena dianggap melakukan pencemaran nama baik terhadap wanita bernama Anggraini.

Kasus pemeran Ade di ‘OK Jek’ itu disebutkan petugas Polres Jakarta Barat sudah P21 dan segera disidangkan. (dtc/red)

Soal Data Pangan, Bamsoet Minta Jokowi Turun Tangan

JAKARTA,Tribun Riau – Ketua DPR Bambang Soesatyo heran data pangan berbeda-beda. Oleh sebab itu, dia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memanggil piha-pihak yang menangani data pangan, termasuk Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Indonesia belum punya data pangan yang valid dan menjadi rujukan semua stakeholder, dan sering menjadi perbedaan data di kalangan pemerintah sendiri,” kata dia di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jakarta, Senin (21/5/2018).

“Misalnya Kementan dan Kemendag dan Bulog. Mudah-mudahan Lebaran ini Pak Jokowi memanggil tiga pihak kepentingan sambil Lebaran Istana Bogor bicara soal keyakinan yang sama dan tujuan yang sama,” sambung pria yang biasa dipanggil Bamsoet itu.

Bamsoet mengatakan kebijakan impor boleh saja dilakukan, asalkan memenuhi dua syarat yakni pasokan nasional tidak tercukupi dan harga di pasaran naik. Selain itu impor yang dilakukan mesti transparan ke publik.

Di sisi lain, impor seharusnya tak masuk di saat masa panen agar tak menghancurkan harga di tingkat petani.

“Kebijakan impor jangan mengancam kesejahteraan petani. Impor yang dilakukan saat panen akan menghancurkan harga di tingkat petani,” kata Bamsoet.

Dia menambahkan swasembada pangan memerlukan kemauan yang kuat. Kemudian, dilakukan secara konsisten.

“Terakhir saya membuat catatan kebijakan swasembada pangan membutuhkan political will yang kuat dan konsisten serta keberlanjutan,” ujarnya. (dtc/red)

Terkait Daftar Dai, Ini Respon Kemenag Terhadap Pernyataan Ketum PBNU

JAKARTA, Tribun Riau- Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Said Aqil Siroj berpendapat seharusnya Kementerian Agama (Kemenag) merilis daftar dai tidak baik atau terlarang, bukan malah sebaliknya. Usulan Said Aqil ini pun direspons negatif oleh Kemenag.

“Kenapa kami tidak merilis nama-nama yang tidak boleh atau yang dianggap tidaklah, itu tidak mungkin kita lakukan karena dengan begitu judgement namanya, kita menghakimi,” kata Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki dilansir detikcom, Senin (21/5/2018).

“Yang kita rilis daftar ini kan lebih sebagai rujukan pilihan-pilihan optional, referensi bagi masyarakat yang ingin mencari penceramah, yang aktif di keagamaan, ini ada lho daftarnya,” jelasnya.

Menurut Mastuki, menghakimi seseorang tidak baik adalah hal yang bukan ranah Kemenag. Rilis daftar dai saat ini pun tanpa ada standardisasi tertentu, murni hanya referensi.

“Kalo (daftar) sebaliknya, bukan ranahnya Kemenag juga. Apa kesalahannya? Itu tidak jelas. Tidak boleh men-judgement yang belum-belum. Kita hanya memberi daftar, menyampaikan kepada masyarakat jika nanti mau menggunakannya,” tutur Mastuki.

Sebelumnya, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku tidak sependapat dengan 200 nama dai atau penceramah yang direkomendasikan Kemenag. Menurut dia, seharusnya Kemenag memberikan peringatan agar warga tidak mengundang penceramah yang tidak baik. Ia pun mencontohkan Habib Rizieq.

“Terus terang saja saya kurang sependapat soal itu, dengan membatasi 200 itu sesungguhnya masih ada ratusan pendakwah lagi yang ceramahnya bagus-bagus, malah sebenarnya yang radikal itu sedikit, sebetulnya kan yang harus ditentukan yang tidak baik itu ini, ini, ini, jangan malah yang baik yang dikeluarkan dari pendakwah umat Islam,” kata Said Aqil di kantor PBNU, Minggu (20/5). (dtc/red)

Diklaim Ciptakan Lagu #2019GantiPresiden, Ivan Ngamuk

John Paul Ivan
John Paul Ivan

Tribun Riau- Gitaris John Paul Ivan mendadak mengamuk. Ivan kesal dengan sebuah pemberitaan sebuah portal berita yang menyebut dirinya menciptakan lagu #2019GantiPresiden.

Ivan pun menulis status di akun Instagramnya yang diteruskannya kepada Humas Mabes Polri.

“TOLONG DITINDAK ini account nya PRIBUMINEWS.CO.ID termasuk yang menyebarkannya, yang sudah bikin pelecehan berita ngawurrrr… Bangsat ini orang, mau minta di bogem mentah muka nya… Ayo saya tunggu Kamu, jangan jadi BANCI JANCOK
Colek @divisihumaspolri @cybercrime.id @kabarkan_org
#kapolri #polri #divisihumaspolri #cybercrime #hoax #beritabohong #sayatidaktakut #sayaindonesia,” tulis John Paul Ivan.

Ribuan warganet menyukai apa yang dilakukan John Paul Ivan. Mereka mendukungnya.

“Parah di laporkan aja segera bro… Bikin isu aja tuh orang…” tulis warganet.

“Bogem aja bang jpi.pencemaran nama baik ituhhj,” tulis warganet.

“Usut tuntas om @i_am_john_paul_ivan ..pencemaran nama baik ini nama nya,” tulis warganet.

Pihak portal tersebut sampai saat ini belum memberikan klarifikasi kepada publik. (vci/red)

Disebut Perekrut Teroris, Ini Cerita Sofyan Tsauri

Sofyan Tsauri
Sofyan Tsauri

JAKARTA,Tribun Riau- Mantan terpidana kasus terorisme, Sofyan Tsauri mengancam akan menyeret orang yang menudingnya sebagai perekrut dan pelatih teroris ke jalur hukum.

“Saya dianggap sebagai orang yang memproduksi dan memprovokasi sebagian ikhwan-ikhwan FPI ke jaringan terorisme. Saya juga dituduh sebagai anggota intelijen infiltrasi kepada gerakan Islam kemudian mengkriminalisasi beberapa ulama seperti Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, itu tidak benar,” kata Sofyan saat di temui di kediaman orangtuanya di Jalan Kesenian, Cimanggis Depok, Jawa Barat, Sabtu (19/5/2018).

Tak hanya itu, Sofyan membantah isu yang menudingnya sebagai pelatih militer di Mako Brimob. “Maka dari tuduhan-tuduhan tersebut saya meluruskan. Pertama saya menolak keras. Bahwa ini adalah fitnah. Fitnah yang sangat besar prasangka yang buruk suuzon kepada saudara sesama kaum muslimin,” katanya.

Terkait hal itu, Sofyan pun menyayangkan tidak ada satu pun orang yang mencoba melakukan klarifikasi kepada dia. “Ini tidak ada yang bertabayun kepada saya, melakukan cek and ricek tapi telah mengeluarkan berita yang menyesatkan sehingga dengan hal ini akan menyesatkan kepada suatu kaum dan juga akan menebarkan penyesalan,” ujarnya.

Sofyan mengatakan, tuduhan-tuduhan itu akan berkonsekuensi sangat fatal. “Karena itu berarti telah menghalalkan darah saya, menghalalkan dari pada harta saya akibat tuduhan-tuduhan. Kriminologi dalam Islam, kalau intel itu bisa dibunuh. Nah tuduhan kepada saya itu berarti berkonsekuensi saya bisa terbunuh,” ujarnya.

Sofyan menjelaskan, kekhawatirannya bukan tanpa alasan sebab terbukti ketika dirinya berada di dalam penjara, nyawanya memang terancam. “Ada beberapa ikhwan yang mencoba mencelakai saya. Ada yang mencoba ingin membunuh saya baik dengan mencuri harta saya maupun dengan membunuh dengan cara diracun dan lain sebagainya,” kata dia.

Latihan Militer

Secara tegas Sofyan juga membantah melakukan pelatihan militer kepada 10 laskar FPI. “Saya difitnah melakukan melatih militer sepuluh anggota FPI. Tidak sepuluh tapi cuma tiga. Itu hanya latihan menembak biasa. Yang kegiatan itu dilakukan oleh Perbakin kemudian memakai lapangan polda Brimob dan saya waktu itu diajak dengan saudara Trisno dan itu kita bayar,” katanya.

Sofyan menjelaskan, untuk latihan tersebut, ia menyewa satu pucuk senjata dan peluru. “Tidak ada motif lain kecuali kita hanya menembak saja dan itu hal yang biasa. Sampai sekarang hal itu dilakukan baik di asrama yang Kesatrian yang ada lapangan tembaknya. Dan itu biasa menyewa senjata bagi masyarakat umum yang ingin belajar,” katanya

Kemudian berkaitan dengan tuduhan dirinya yang dianggap merupakan intilijen, Sofyan pun membantahnya. Ia juga meluruskan bahwa dirinya tidak pernah bertugas di Brimob. “Saya bukan anggota Brimob, saya anggota Kepolisian yang pernah dinas di Sabhara Polda Metro lalu dipindahkan ke Polres Depok. Sempat di Polsek Beji kemudian saya juga hanya Binmas dan Sabhara saja biasa,” lanjut Sofyan.

“Sambilan menjadi seorang ustad, seorang dai yang mengajak kepada orang untuk taat kepada Allah dan rasul. Hanya itu saja tidak ada yang lain. Saya bukan anggota Brimob ini fitnah. Saya juga bukan intelijen, saya enggak pernah di intelijen. Saya enggak pernah di reserse. Saya hanya Sabhara, polisi biasa, seorang dai,” ujarnya menjelaskan.

Jejak Kelam Sofyan

Sofyan juga sempat menceritakan ketika dirinya terjerembab dan masuk ke dalam lingkaran kelompok radikal. Kala itu ia mengaku memang merasa tergerak, terpancing dengan pemikiran-pemikiran terorisme.

“Yang waktu itu saya pikir, saya ingin membela kaum muslimin. Saya ingin berjihad membela kaum muslimin. Tapi siapa dinyana saya justru masuk kepada organisasi atau paham yang takfir dan pemahaman ini adalah fakta bukan konspirasi, bukan infiltrasi, bukan tapi fakta,” katanya.

Sofyan menilai, fenomena dirinya yang kala itu seorang anggota polisi menjadi teroris adalah hal yang biasa. “Di Irak di Suriah, bahkan di Mesir seorang anggota tentara menjadi anggota jihadis itu hal yang biasa. Bahkan sebelum saya ada namanya Juli Karsonono bergabung dengan Majelis Mujahidin. Kemudian juga bergabung dengan kelompok Aman Abdurrahman dan dia akhirnya membunuh empat orang polisi di Kebumen dan di Purworejo pada tahun 2010. Itu sahabat saya dan dia melakukan demikian karena motivasi daripada pemahaman Aman Abdurrahman,” imbuh Sofyan.

Sofyan mengungkapkan, pada saat itu Juli Karsono menembaki polisi atas motivasi jihad dan akhirnya pada bulan Juni dia tertembak oleh anggota Densus 88.

“Jadi pemahaman ini sebetulnya ada, fakta bukan konspirasi. Maka saya jelaskan ketika di ILC kemarin. Saya jelaskan bahwa pemahaman-pemahaman takfir ini ada, jangan bicara konspirasi. Siapakah yang diuntungkan dari peristiwa ini. Ini menyesatkan, berarti orang-orang seperti kita, tuduhan konspirasi seperti itu, mengadakan kalau orang-orang seperti kita tidak pernah ada. Maka sampai kapan pun penyelesaian terhadap terorisme itu tidak pernah jelas,” ujarnya.

Sebab, lanjut Sofyan ada yang menganggap bahwa peristiwa teroris ini adalah rekayasa oleh sebuah kekuatan besar. “Jangan bicara konspirasi dahulu, faktanya orang-orang seperti kita ada. Adapun nanti kalau pun orang-orang peminat ini di-drive oleh orang lain itu beda persoalan, beda bab. Tapi faktanya bahwa orang-orang seperti itu ada.”

Bakal Tuntut Penyebar Fitnah

Fakta kedua, lanjut Sofyan korban itu juga ada yakni korban-korban terorisme itu bukan rekayasa yang benar-benar menimbulkan kematian. “Maka tuduhan kalau Ini adalah rekayasa ini adalah tuduhan yang dzalim, tuduhan yang jahat menurut saya,” ujarnya.

Kemudian, ada juga yang menuduh kepada kelompok-kelompok jihad tak punya visi dan misi sehingga kadang motivasi para pelaku tidak diketahui karena adanya teori-teori konspirasi yang dikembangkan oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan politik sesaat. “Dan ini penyesatan menurut saya,” kata dia.

Oleh karena itulah, Sofyan menegaskan, dirinya akan menempuh jalur hukum atas tuduhan-tuduhan tersebut. “Saya sebagai warga negara yg baik, sekarang saya akan mencoba mencari jalur hukum karena saya merasa terdzalimi. Saya merasa disakiti perasaan saya. Dan ini juga mengancam keselamatan saya. Di luar nanti keluarga saya dan yang lain sebagainya,” katanya.

Sofyan pun menantang orang-orang menuduhnya sebagai intelijen untuk membawa bukti. Diketahui bahwa salah satu video yang menudingnya adalah video Habib Rizieq Shihab yang menuding Tsauri adalah mata-mata. Video tersebut kini viral kembali.

“Saya dahulunya hanya seorang polisi yang keluar dari polisi pada tahun 2008 dan pada tahun 2009 saya dipecat. Dan sampai sekarang saya bukan anggota polisi bukan anggota intelijen. Saya dipenjara bersama ikhwan-ikhwan yang lain, dan saya tidak dipisahkan. Bahkan bersama-sama mereka, makanya ada upaya pembunuhan kepada saya ketika saya di dalam penjara.”

Untuk diketahui, Sofyan Tsauri sempat menjalani hukumannya atas kasus terorisme selama 15 tahun penjara. Dua keluar pada tahun 2015, sekira bulan Oktober. (vci/red)

Hindari Buah Ini saat Berbuka Puasa

ilustrasi - buah yang tak baik dikonsumsi pada saat berbuka puasa
ilustrasi - buah yang tak baik dikonsumsi pada saat berbuka puasa

Tribun Riau- Banyak dari pakar kesehatan yang menganjurkan untuk mengkonsumsi buah-buahan demi memenuhi kebutuhan vitamin dan gizi dalam tubuh.

Nyatanya buah memang memiliki kandungan yang sangat baik bagi tubuh, manfaat utama dari buah sendiri yakni seperti memperlancar proses metabolisme, memperlancar pencernaan, dan masih banyak lagi.

Namun perlu kamu ketahui bahwasanya ada beberapa buah yang tidak disarankan untuk dikonsumsi disaat berbuka puasa, hal ini didasari oleh alasan dampak yang akan diberikan buah kepada tubuh ketika dikonsumsi saat berbuka puasa.

Tentunya kita tidak inginkan momen dimana kita melepas lapar dan dahagan selama 12 jam menjadi momen yang kacau bukan. Oleh karena itu kamu harus mengetahui 4 buah yang tidak boleh dikonsumsi ketika berbuka puasa ini.

1. Durian
Durian menjadi salah satu buah yang dilarang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa, hal ini karena durian mengandung senyawa alkohol yang mana apabila dikonsumsi pada saat tubuh masih lemah dalam artian perut yang kosong selama hampir 12 jam akan membuat beberapa gejala yang tidak mengenakan pada tubuh seperti kembung, mual dan pusing, gejala tersebut mungkin saja akan lebih parah tergantung kemampuan tubuh individu tersebut.

2. Buah Yang Masam (Jeruk Nipis, Jeruk , dll)
Buah berikutnya yang tidak boleh dikonsumsi pada saat berbuka puasa adalah buah-buahan yang memiliki rasa asam. Kenapa demikian ?? karena asam pada buah akan membuat asam lambung menjadi meningkat terutama pada saat perut masih kosong, hal tersebut hanya akan mengakibatkan masalah pencernaan.

3. Buah Kalengan
Sebaiknya hindari buah kalengan ketika berbuka puasa, hal ini dikarenakan buah yang sudah dikemas kedalam kaleng umumnya sudah diberikan perasa makanan dan bahan lainnya yang membuat buah tidak sealami buah-buahan natural. Oleh karena itu sebaiknya lengkapi kebutuhan buah ketika berbuka dengan buah-buahan yang tidak dikemas.

4. Buah Fermentasi
Buah yang difermentasi juga sebaiknya tidak dikonsumsi pada saat berbuka puasa, pasalnya buah yang difermetasi mengandung alkohol yang cukup tinggi yang akan membuat pencernaan terganggu ketika dikonsumsi saat berbuka puasa.

Itulah beberapa buah-buahan yang tidak boleh dikonsumsi pada saat berbuka puasa agar terhindar dari efek buruk yang diberikan. (vci/red)

Kasus Sembako Maut, Pengelola Monas Dipanggil Polisi

Sejumlah warga berdesakan saat mengambil sembako gratis pada acara Untukmu Indonesia di Kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28 April 2018)
Sejumlah warga berdesakan saat mengambil sembako gratis pada acara Untukmu Indonesia di Kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28 April 2018)

JAKARTA, Tribun Riau- Polisi akan meminta keterangan pengelola Monumen Nasional terkait kasus kematian dua bocah yang diduga karena antre sembilan bahan pokok (Sembako) dalam acara yang digelar Forum Untukmu Indonesia (FUI). Kegiatan itu diselenggarakan di kawasan Monas pada 28 April 2018 lalu.

Surat panggilan sudah dikirim oleh Polda Metro Jaya dan sudah diterima oleh pihak pengelola Monas. Pemeriksaan dijadwalkan pada Selasa 22 Mei 2018 mendatang sekira pukul 13.00 WIB.

Polisi akan meminta keterangan pengelola Monumen Nasional terkait kasus kematian dua bocah yang diduga karena antre sembilan bahan pokok (Sembako) dalam acara yang digelar Forum Untukmu Indonesia (FUI). Kegiatan itu diselenggarakan di kawasan Monas pada 28 April 2018 lalu.

Surat panggilan sudah dikirim oleh Polda Metro Jaya dan sudah diterima oleh pihak pengelola Monas. Pemeriksaan dijadwalkan pada Selasa 22 Mei 2018 mendatang sekira pukul 13.00 WIB. (vci/red)

Terbaru

Populer