Beranda blog Halaman 1223

Pasca Ditangkap, Ini Pengakuan Dirut BPR Rohul

Dirut BPR, JA yang tertangkap polisi karena memiliki narkoba, siap menjadi duta narkoba bila dirinya ditunjuk
Dirut BPR, JA yang tertangkap polisi karena memiliki narkoba, siap menjadi duta narkoba bila dirinya ditunjuk

ROKAN HULU,Tribun Riau-‎ Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Rokan Hulu (Rohul)‎ inisial JA alias Anik (41) dan rekannya JS resmi ditetapkan tersangka oleh Satuan Resnarkoba Polres Rohul.

JA dan JS ditangkap anggota Satuan Resnarkoba Polres Rohul, dari dua lokasi berbeda pada‎ Rabu (1/8/2018). Keduanya diindikasi sindikat jaringan Narkoba dan terancam hukuman penjara 15 tahun.

‎Pasca ditangkap polisi atas kepemilikan Narkoba jenis sabu sekitar 2 gram ditemukan polisi di taman bunga anggrek dalam pekarangan rumahnya di Lingkungan Harapan Kelurahan Ujung Batu Kecamatan Ujung Batu, Dirut PD BPR Rohul, JA alias Anik, akhirnya buka mulut soal penangkapan dirinya.

‎JA alias Anik sambil terisak mengaku ke wartawan, bahwa dirinya bukan bandar atau pengedar Narkoba seperti disangkakan kepada dirinya. Diakuinya, dirinya sudah jadi “budak” Narkoba antara 2 sampai 3 tahun terakhir, dan‎ hanya sebagai pemakai.

JA mengatakan, dirinya tidak tahu menahu, dan siapa yang meletakkan paket sabu di taman bunga anggrek yang ada di pekarangan rumahnya, sebelum anggota Satuan Resnarkoba Polres Rohul melakukan penggeledahan.

Walaupun demikian, sebagai warga negara Indonesia yang baik‎, JA mengatakan dirinya akan taat hukum siap menjalani dan menghadapi proses hukum yang sedang menjeratnya.

“Saya bukanlah seperti yang disangkakan, (sebagai) pengedar, tidak sama sekali. Ini orangnya (sambil menunjuk rekannya JS) yang tahu persis siapa yang punya barang, saya hanya membantu.‎ Ada berapa‎ kali saya bantu‎,” jelas JA sambil terisak di Mapolres Rohul.

Diakui JA, dirinya juga bukan perantara Narkoba, sebab dia tak pernah mendapatkan keuntungan dari bisnis haram tersebut. Ia mengaku hanya membantu mengenalkan JS kepada rekannya insial IY di Kota Pekanbaru yang kini masuk Daftar Pencarian Orang atau DPO Polres Rohul.

Dikatakan JA, IY sudah mengenalnya, sehingga belum percaya sepenuhnya terhadap pelaku JS, residivis perkara Narkoba sebelumnya. Setiap barang dipesan JS dititipkan ke dirinya.

“Ketika membantu mengenalkan orang ini (antara JS dengan IY). Setelah orang itu kenal, orang itu transaksi langsung, pembayaran biasanya dilakukan via transfer, langsung ke rekening bersangkutan yang punya barang‎ (pelaku IY),” ungkap JA.

“Karena yang di Pekanbaru pelaku IY kenal saya‎, belum percaya dengan si Andi ataus JS,”‎ tambahnya.

Dirut PD BPR ini mengakui, dirinya terpengaruh ikut mengkonsumsi Narkoba dan menjadi pecandu tidak ada hubungannya dengan masalah keluarga atau masalah pekerjaan.

Dulunya kata JA lagi, dirinya memang punya kehidupan buruk, lama bergaul dengan pelaku pengedaran Narkoba di Pekanbaru. Kebiasaan sebagai pemakai tidak bisa berhenti, sampai dirinya ditangkap anggota Satuan Resnarkoba Polres Rohul di dekat Sekolah Luar Biasa atau SLB Desa Ngaso Kecamatan Ujung Batu, Rabu (1/8/2018).

JA mengakui, awalnya dirinya hanya mencoba-coba Narkoba, namun pada akhirnya dia terjerumus dan menjadi pemakai Narkoba aktif sekira dua sampai tiga tahun terakhir.

Ketika ditanya apakah selama ini rumahnya memang dijadikan tempat penyimpanan Narkoba, JA membantahnya. Dirinya tidak tahu siapa yang meletakkan sabu di taman bunga anggrek yang ada di rumahnya.

“Itu tidak benar, bila di dalam rumah segala macam‎ saat penggeledahan satupun tidak ada ditemukan.”

“Saya akui sekali lagi saya pemakai iya saya akui, namun selama ini antara saya memakai dan pekerjaan saya pilah. Jadi kalau saya dinyatakan pengedar, pemilik barang itu tidak,” tegasnya.

Terkait paket sabu sekira 2 gram bisa berada di taman anggrek rumahnya, JA mengaku ada orang yang mengantarnya, namun dirinya tidak tahu siapa pelakunya.

“Saya tidak mengetahui, siapa yang meletakkannya. Mereka rapi permainnya, sudah ada komitmen, bila memang kalian mau butuh barang nanti diantar‎,” tegas JA.

JA juga mengaku, belum mendapat kejelasan bagaimana statusnya sebagai Dirut PD BPR Rohul, namun ia sudah mendengar akan ada pertemuan antara BPR Rohul bersama Pemkab Rohul dengan pihak OJK di Pekanbaru pada Jumat (10/8/2018).

JA berpesan kepada‎ generasi muda Rohul dan masyarakat untuk tidak mencoba-coba yang namanya Narkoba. JA mengaku juga siap menjadi Duta Narkoba jika memang ditunjuk. (mad)

Soal Pengganti Sandi, Ini Respon Anies

Anies Baswedan
Anies Baswedan

JAKARTA,Tribun Riau- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan masih enggan membicarakan siapa pengganti Sandiaga Salahuddin Uno sebagai wakil gubernur DKI Jakarta. Dia juga enggan membicarakan kriteria seperti apa yang akan mengisi kursi wakil gubernur selanjutnya.

Anies mengatakan fokus utama sekarang ini terkait dengan pengusungan Sandiaga sebagai pendamping Prabowo Subianto pada pemilihan presiden (pilpres) 2019. “Sekarang kami usung dulu Bang Sandi nih sampai tuntas. Nanti sehabis itu selesai, baru kita bicara tentang pergantian,” kata Anies kepada awak media di ruang kerjanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/8).

Apalagi, ia mengatakan, Sandiaga masih bertugas sebagai wakil gubernur hingga hari ini sehingga tidak tepat membicarakan penggantinya. “Masih ada wagubnya loh di sini kok bicara pengganti,” ujar dia.

Anies juga meminta masyarakat untuk tak khawatir tugas-tugas selanjutnya yang seharusnya diemban oleh wagub. Termasuk pembahasan keuangan Pemprov DKI Jakarta.

“Insya Allah kalau dari keuangan pemprov akan segera langsung plan untuk bisa mengisi semua rencana agar jalan termasuk. Beliau berperan besar dalam proses persiapan anggaran,” kata Anies.

Dia menyebut akan mendiskusikan lebih lanjut mengenai detail langkahnya. “Jangan khawatir bagi warga DKI semua yang menjadi tanggung jawab pemprov tidak akan terinterupsi dengan adanya perubahan ini. Kami akan all out untuk menjamin tidak ada hambatan,” kata dia.

Sandiaga yang bersama Anies saat itu mengatakan keputusan pengunduran dirinya itu telah didiskusikan matang-matang. Menurutnya, Sandiaga telah berdiskusi dengan Prabowo, Anies, dan keluarga.

Pada Jumat ini, Sandiaga Uno resmi meninggalkan kursi jabatan wakil gubernur DKI Jakarta. Prabowo-Sandiaga mendaftar ke KPU sebagai peserta pilpres 2019, pada siang ini. (rci/red)

Ini Respon Rusia Terhadap Sanksi AS

PM Rusia Dmitry Medvedev
PM Rusia Dmitry Medvedev

MOSKOW,Tribun Riau- Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev menilai sanksi ekonomi terbaru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia merupakan deklarasi perang ekonomi. Menurut Medvedev, sanksi itu tidak hanya harus ditanggapi balik secara ekonomi, tapi juga politik dan cara lain yang diperlukan.

“Jika tindakan seperti larangan kegiatan perbankan atau penggunaan mata uang ini dan itu mengikuti, ini dapat dengan jelas digambarkan sebagai deklarasi dari perang ekonomi. Perang ini harus ditanggapi, oleh ekonomi, politik, atau bila perlu cara lainnya, dan mitra Amerika kita harus menyadari hal ini,” kata Medvedev, dikutip laman kantor berita Rusia TASS, Jumat (10/8).

Ia mengatakan, meskipun AS menyampaikan alasan-alasan politik di balik sanksi-sanksi yang diterapkan kepada Rusia, tapi hal itu jelas dimaksudkan membatas kekuatan ekonomi Moskow. Menurutnya, dalam 100 tahun terakhir Rusia berada dalam kondisi tekanan konstan dari sanksi. “Mengapa hal itu dilakukan? Untuk menghilangkan Rusia dari daftar pesaing kuat di arena internasional,” ujar Medvedev.

AS mengumumkan sanksi ekonomi terbaru terhadap Rusia pada Rabu (8/8). Sanksi akan mulai diberlakukan pada 22 Agustus. Adapun sanksi tersebut membidik semua perusahaan negara atau perusahaan yang didanai Rusia.

Sanksi juga mencakup ekspor daftar peralatan yang dianggap sensitif terhadap kemanan nasional, termasuk mesin turbin gas, sirkuit terpadu, dan peralatan kalibrasi yang digunakan dalam avionik.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, sanksi terbaru kemungkinan akan diikuti langkah-langkah yang lebih luas, seperti menangguhkan hubungan diplomatik dan mencabut hak mendarat Aeroflot, yakni maskapai penerbangan nasional Rusia.

Alasan AS menjatuhkan sanksi ekonomi terbaru berkaitan dengan dugaan keterlibatan Rusia dalam penyerangan agen ganda Sergei Skripal di Salisbury, Inggris, pada Maret lalu. Ia diserang dengan menggunakan agen saraf novichok.

Bila ingin menghindari penerapan sanksi terbaru, AS menuntut Rusia memberikan akses ke fasilitas ilmiah dan keamanannya. Hal itu dilakukan dalam rangka memastikan apakah Rusia memproduksi senjata kimia atau biologi yang melanggar hukum internasional.

Namun Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan negaranya tidak lagi memiliki senjata kimia. Semua senjata kimia milik Rusia, kata Putin, telah dihancurkan di bawah pengawasan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW). (rci/red)

Maling Hantui Korban Gempa Lombok, Polri Kerahkan Personel

LOMBOK UTARA, Tribun Riau— Warga korban gempa Lombok merasa resah dengan isu banyaknya maling yang berkeliaran di sekitar rumah mereka.

Kepala dusun Manggala Barat, Amrullah mengatakan para warga secara mandiri bergantian menjaga rumah mereka. Namun hal tersebut dinilai tidak maksimal.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau kepada para warga untuk melaporkan kejadian tersebut. Tito pun menegaskan akan menambah personel untuk membantu para warga korban gempa. (rci/red)

Ini Alasan UAS Tak Hadiri Deklarasi Prabowo

JAKARTA,Tribun Riau- Ustadz Abdul Somad (UAS) sebelumnya dikatakan akan menghadiri deklarasi pencapresan Prabowo Subianto pada Kamis (9/8) malam. Prabowo Subianto pun sempat mencari keberadaan Ulama Sejuta Umat tersebut ketika mendeklarasikan dirinya.

Namun, UAS pada malam deklarasi tersebut tidak hadir, apa alasannya?

Dilansir dari Republika, UAS menyatakan ketidakhadirannya dikarenakan padatnya jadwal dakwah di sejumlah lokasi di Batam, Kepulauan Riau.

Sebagai contoh, pada Kamis malam hari, mubaligh yang lahir di Asahan, Sumatra Utara, itu sedang berada di kompleks Kantor BP, Jalan Sei Harapan, Batam. Dia berceramah usai shalat isya berjamaah di sana.

“Jumat, 10 Agustus 2018, ada agenda. Subuh di Masjid Al Iman Tiban Mec Dermot, khutbah Jumat di Masjid Jabal Arafah, ashar di Masjid Al Munawarah Anggrek Sari, isya (mengisi) tabligh akbar di Lapangan Bola Bengkong Sadai,” jelas Ustaz Abdul Somad dalam pesan singkatnya, Kamis (9/8) malam.

Nama pendakwah tersebut sempat santer direkomendasikan sebagai calon wakil presiden RI oleh Ijtima GNPF Ulama sejak pekan lalu. Namun, akhirnya UAS menolak maju di Pilpres 2019.

Seperti diketahui, calon presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Sandiaga Uno sebagai pendampingnya untuk maju pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Penunjukan Sandiaga sebagai calon wakil presiden (Cawapres) diungkapkan langsung Prabowo Subianto dalam konfrensi pers di kediamannya, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (9/8).

“Untuk maju sebagai calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia untuk merebut 2019-2024 adalah sebagian kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua adalah suatu kepercayaan yang sangat besar,” ujar Prabowo.

“Kami sebagai anak bangsa sebagai insan hamba Tuhan akan memohon kekuatan dari yang maha kuasa Allah subhanahu ta’ala agar tidak mengecewakan kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua ini,” katanya menambahkan.

Menurut Prabowo, koalisi yang dibentuk oleh Partai Gerindra, PAN, dan PKS telah terbentuk secara de facto, bukan dibentuk dua atau lima hari yang lalu. Koalisi itu, kata dia, bermula dari tanggung jawab bersama sejak bersama-sama menghadapi berbagai masalah yang pelik terutama dalam Pilkada Gubernur DKI 2017 lalu. Adanya koalisi tersebut memastikan Partai Demokrat tidak bergabung untuk mendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Sebelumnya, Jokowi resmi mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memutuskan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres yang akan mendampinginya. Keputusan dirinya kembali maju setelah mendengar masukan dari ulama, ketua umum parpol, relawan, dan masyarakat luas.

“Maka, dengan mengucap bismillah saya memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden,” ujarnya, di Jakarta Pusat, Kamis (9/8).

Jokowi melanjutkan, setelah melalui perenungan dan mendengar masukan dan saran dari elemen masyarakat, capres pejawat itu memutuskan jika KH Ma’ruf Amin dipilih sebagai cawapres. “Maka, saya memutuskan dan mendapat persetujuan dari parpol, yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden (cawapres) adalah KH Ma’ruf Amin,” ucapnya. (rci/red)

Bupati Rohul Pimpin Upacara Hari Jadi Pemprov Riau ke-61

Bupati Sukiman, menjadi inpektur upacara peringatan HUT Provinsi Riau ke -61 di Rohul
Bupati Sukiman, menjadi inpektur upacara peringatan HUT Provinsi Riau ke -61 di Rohul

ROKAN HULU,Tribun Riau- Bupati Rokan Hulu (Rohul), H. Sukiman, pimpin upacara peringatan hari jadi provinsi Riau ke- 61, di lapangan upacara kantor Bupati Rohul, pada Kamis (9/8/2018) pagi.

Diupacara hari jadi Provinsi ke-61 tingkat kabupaten Rohul, juga dihadiri Kapolres Rohul, AKBP M. Hasyim Risahondua, Kalapas Pasir Pangaraian, M. Lukman, Dandim KPR, serta kepala badan dan dinas Pemkab Rohul.

Bupati Sukiman dalam amanatnya menyatakan, dimomen hari jadi Provinsi Riau ke-61, sebagai momen untuk kembali melihat perjuangan para tokoh-tokoh yang membentuk provinsi Riau.

“Karena tanpa adanya para tokoh-tokoh yang telah memperjuangkan berdirinya Provinsi Riau, mungkin kabupaten Rohul juga tidak akan pernah berdiri, karena kabupaten Rohul merupakan bagaian dari provinsi Riau,” kata Bupati Sukiman.

Kemudian, usia ke 61 tahun sudah bisa tergolong tua jika disamakan dengan umur manusia, untuk itulah diusia ke 61 tahun pemkab Rohul berharap Provinsi akan semakin maju dan besar.

“Saat ini kemajuan baik dari segi infrastruktur maupun sumberdaya manusianya sudah semakin berkembang pesat, pembangunan ada dimana-mana,” tegas Bupati.

Bupati Sukiman juga berharap, pada hari jadi ke 61 ini, Provinsi Riau bisa semakin bersinergi dengan kabupaten kota, sehingga visi dan misi dari Provinsi Riau bisa terwujud.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa Provinsi Riau merupakan Provinsi yang besar, untuk itulah dirinya sangat berharap, pembangunan infrastruktur jalan dan bangunan bisa merata hingga ke Rohul.

“Saat ini bantuan keuangan dan pembangunan jalan dan jembatan di Rohul dari Provinsi telah dirasakan oleh masyarakat Rohul, namun saya berharap bisa ditingkatkan lagi, karena masih banyak jalan dan jembatan kewenangan provinsi Riau memerlukan bantuan,” harapnya. (mad)

Calon Penerima Beasiswa Kurang Mampu di Rohil Akan Diverifikasi

Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hilir Drs. Surya Arfan. MSi
Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hilir Drs. Surya Arfan. MSi

ROHIL, Tribun Riau- Pemerintah Kabupaten (pemkab) Rokan Hilir (Hilir) akan melakukan seleksi verifikasi beasiswa kurang mampu Tahun 2018. Seleksi pemeriksaan tentang kebenaran mahasiswa dilakukan dengan menurunkan TIM di perguruan tinggi.

“Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir setiap tahunnya mengalokasikan anggaran di APBD Rohil melalui Bansos untuk mahasiswa Rohil yang kurang mampu,” kata Surya Arfan, Kamis (9/8/18) di Bagansiapiapi.

Ia menjelaskan, bahwa Tahap pertama pendaftaran beasiswa kurang mampu di mulai tanggal 4 April sampai dengan 30 Mei 2018 sudah selesai, sekarang tahap administrasi, hari ini selesai seleksi administrasinya dengan jumlah 4000 mahasiswa Rohil diperguruan tinggi.

“Mungkin hari ini ataupun besok pimpinan akan turun di perguruan tinggi untuk melakukan verifikasi dimana siswa itu menimba ilmu, benar atau tidak laporanya, bukan kita tidak percaya dengan mahasiswa karena masalahnya ada ketentuan beban atau mereka sudah Do dan lain sebagainya, karena kita tidak mau nantinya ada yang tidak layak mendapat beasiswa, dan bisa memprotes pemerintah Daerah nantinya,” ujarnya.

“Saat ini Tim akan melakukan sehati-hati mungkin untuk melakukan seleksi, Tim yang akan turun ke perguruan tinggi sebanyak 20 orang, jadi saya minta Panitia jangan ada lagi bermain mata, harus seleksi betul-betul, siapa yang layak dimasukkan sedangkan yang tidak layak jangan dimasukan,” tegas surya Arfan. (hen)

Diisukan Hengkang dari Koalisi Prabowo, Ini Arah Dukungan Demokrat

JAKARTA,Tribun Riau- Santer sebelumnya, dikabarkan Partai Demokrat hengkang dari Koalisi Gerindra, PKS dan PAN, namun isu tersebut ditepis dengan kehadiran AHY pada saat pendaftaran Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno atau yang disingkat PAS (Prabowo And Sandi).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan, pihaknya menyediakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk bergabung dalam tim tersebut.

“Setelah dukungan ditandatangani, dia (AHY) akan total pada keputusan partai. Kami menyediakan Mas AHY sebagai salah satu tim yang akan memenangkan pasangan ini,” kata Hinca, di luar kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (10/8).

Dalam politik, keputusan yang diambil Demokrat dalam mengusung calon presiden (capres) di detik akhir dipandang Hinca wajar. Yang terpenting Demokrat telah menuntaskan kewajiban UU Pemilu dan mendaftarkan paslon sesuai waktu yang ditentukan.

Ia menolak disebut jika keputusan partainya diambil karena situasi terdesak. Hinca mengatakan, keputusan dan pendaftaran pada tanggal 4 atau 10 Agustus akan sama saja hasilnya.

“Kan sudah aku bilang sama teman-teman, ini akan last minute. Dan terbukti dong jadi last minute,” kata dia.

Ia mengungkapkan, AHY saat ini hanya mengantarkan Prabowo-Sandiaga sebagai capres dan cawapres 2019-2024. Namun, ia optimistis pada pemilu 2024 AHY bisa maju.

Dukungan Demokrat ke partai pengusung capres dan cawapres baru terjadi pagi ini. Alasan Demokrat memilih pasangan Prabowo-Sandiaga adalah berdasarkan hasil survei internal partai.

Ketua Dewan Pembina Demokrat EE Mangindaan mengatakan, sidang MTP pertama tanggal 9 Juli 2018 memutuskan bahwa Demokrat membuka tiga opsi. Yakni memberikan dukungan kepada Joko Widodo, Prabowo, dan opsi lainnya. Lalu pada Sidang Majelis Tinggi Partai kedua tgl 29 juli 2018, MTP membahas survei internal Demokrat yang melibatkan kader pusat hingga daerah. Termasuk anggota DPD dan DPR.

“Hasil survei menunjukkan 62 persen masyarakat mendukung Prabowo dan 38 persen mendukung Jokowi, atas dasar ini dan sejumlah pertimbangan lainnya MTP memutuksn untuk berkoalisi dengan Prabowo Subianto,” kata EE Mangindaan di Jakarta, Jumat (10/8) pagi. (rci/red)

Status Dirut BPR Rohul, Ini Penegasan Kapolres

Kapolres Rohul, AKBP M.Hasyim Risahondua didampingi Wakapolres Kompol Willy, serta Kasat narkoba AKP Masjang, Paur Humas IPDA Nanang, saat menggelar Konfrensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba, yang melibatkan Dirut PD BPR Rohul, JA serta rekannya JS, di Mapolres Rohul.
Kapolres Rohul, AKBP M.Hasyim Risahondua didampingi Wakapolres Kompol Willy, serta Kasat narkoba AKP Masjang, Paur Humas IPDA Nanang, saat menggelar Konfrensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba, yang melibatkan Dirut PD BPR Rohul, JA serta rekannya JS, di Mapolres Rohul.

ROKAN HULU,Tribun Riau- Kapolres Rohul, AKBP M.Hasyim Risahondua menegaskan, Direktur Utama Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (Dirut PD BPR) inisial JA (41), merupakan bandar narkoba serta bagian dari sindikat dan terancam hukuman penjara 15 tahun.

Itu disampaikan Kapolres Rohul, AKBP M.Hasyim Risahondua kepada sejumlah wartawan, didampingi Wakapolres Kompol Willy, serta Kasat narkoba AKP Masjang, Paur Humas IPDA Nanang, saat menggelar Konfrensi pers terkait pengungkapan kasus narkoba, yang melibatkan Dirut PD BPR Rohul, JA serta rekannya JS, di Mapolres Rohul, Kamis (9/8/2018).

Ketika ditanyakan apakah Dirut BPR tersebut merupakan bandar, Kapo;res M.Hasyim menjelaskan, sesuai denga barang bukti yang ada JA merupakan bandar. Karena JA merupakan tangan kedua, dan dirinya juga sebagai pemasok barang narkoba.

“Bila sudah menjual, maka itu bagian dari sindikat, dan diperkirakan kegiatan tersebut sudah berlangsung lama, sehingga ancaman yang diberikan kepada JA yakni 15 tahun penjara,” kata Kapolres.

Kata Kapolres lagi, pengungkapan kasus narkoba tersebut merupakan pengembangan, dari integrogasi pihak kepolisian ke Dirut PD BPR Rohul JA, warga Jalan Kuini lingkungan Harapan, Kelurahan Ujung Batu Kecamatan Ujung Batu. JS dan JA ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Rohul atas indikasi terlibat peredaran Narkoba pada Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 11.40 Wib, di SLB Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu‎.‎

Dirinya menerangkan, penangkapan JA merupakan hasil pengembangan dari pelaku inisial JS (35) yang lebih dulu ditangkap di rumahnya Lingkungan Harapan, Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Ujung Batu.‎

Kapolres Rohul AKBP Hasyim mengatakan usai gelar perkara, polisi menetapkan JA dan JS sebagai tersangka dalam perkara dugaan kepemilikan barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu lebih kurang 14 gram, dan daun ganja kering 37 gram.

Diakuinya, sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, Kepolisian diberi waktu 7 hari sejak penangkapan untuk menetapkan status tersangka.

Kita sudah tetapkan keduanya sebagai tersangka, dan secepatnya akan kita kirim SPDP nya ke penuntut umum (Kejari Rohul),” harapnya.

Jelas Kapolres ke para wartawan Rohul, saat penangkapan di rumah pelaku JS, polisi menyita sejumlah barang bukti‎, 7 paket diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor sekitar 14 gram, daun ganja kering sekira 37 gram, 2 handpone, mobil Kijang Toyota Krista warna hijau, dan uang tunai sekitar Rp 2,35 juta.‎

“Hasil interogasi, JS buka mulut. JS mengaku, barang haram didapatkannya dari pelaku JA. Tak lama berselang, anggota Satres narkoba Polres Rohul menangkap JA di SLB Desa Ngaso. Dari penggeldahan badan, polisi tidak menemukan barang bukti, demikian juga penggeledahan di rumahnya di Jalan Kuini, Kelurahan Ujung Batu,” jelasnya.

Kemudian, keterangan JS ke Lapas, pelaku JA sering menyimpan barang bukti diduga narkotika jenis sabu di areal pekarangan rumahnya, tepatnya di pot tanaman bunga anggrek.

“Keterangan J, barang haram tersebut didapatnya dari IY warga Pekanbaru, yang saat ini sudah kita tetapkan sebagai DPO,” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah Dirut BPR Rohul merupakan bandar Kapolres menjelaskan, sesuai denga barang bukti yang ada ini merupakan bandar, karena JA merupakan tangan kedua, dan ia juga pemasok barang. (mad)

Pembunuhan dan Pembakaran Rumah di Rohil, Polsek Bangko Gelar Rekonstruksi

Rekonstruksi kasus pembunuhan dan pembakaran Rumah di Simpang kuntilanak.
Rekonstruksi kasus pembunuhan dan pembakaran Rumah di Simpang kuntilanak.

ROHIL, Tribun Riau- Polsek Bangko akhirnya mengelar Rekonstruksi atas kasus pembunuhan dan pembakaran Rumah di Simpang kuntilanak, Dusun mekar jaya RT. 08 RW. 04 Kepenghuluan Sungai besar kecamatan pekaitan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), kamis (9/8/18) di polsek Bangko Bagansiapiapi.

Pembunuhan dan pembakaran rumah yang terjadi, Selasa (24/4/18) dini Hari tersebut dilakukan oleh suami korban MH (60) yang merupakan suami pertama dari korban Purnama boru Napitupulu dan menewaskan sebanyak 4 orang, yaitu : Purnama bolu Napitupulu (43), Horas Pandapotan (7), Melati (5) dan Emi Boru Napitupulu.

Sedangkan Penangkapan tersangka pada tanggal 26 juni 2018 sekira pukul 11.30 malam di Dolok sanggul kabupaten Humbang Hasunudutan provinsi Sumatera Utara.

“Total adegan pelaksanaan rekonstruksi untuk kasus ini sebanyak 48 adegan, dan itu semua berdasarkan bhp kita dari tersangka, jadi itu diakui semua oleh tersangka. Setelah rekonstruksi ini kami melenkapkan berkas kembali dan langsung segera dikirim berkasnya untuk diteliti oleh jaksa,” kata Kapolsek Bangko Raja Gukguk

Adapun Keronologis kejadian, tambah polsek Bangko, karena adanya salah faham atau miskomunikasi dari tersangka maupun korban sehingga mengakibatkan kasus pembunuhan ini. Jadi anak dari pernikahan pertama karena datang kerumah dan dari pihak tersangka sendiri tidak mengizinkan.

Lanjutnya, Pembunuhan ini bukan berencana hanya secara spontanritas, sedangkan pembakaran rumah sengaja dilakukan, karena disiram dari korban, sehingga tersangka mengambil bensin yang disiram, kemudian disiram kembali karena ada lilin dekat dengan tersangka dan langsung melakukan pembakaran.

” ReKonstruksi ini adalah berdasarkan dari tersangka dan saksi, dan itu murni dari pengakuan tersangka. ancaman pidana dikenakan pasal 338/340 KUHP dengan ancaman 20 Tahun penjara,” ujar polsek Bangko James Raja Gukguk. (hen)

Terbaru

Populer