Beranda blog Halaman 1193

Sambut JH di Batam, Pj Sekda Rohul Akui Pelayanan Panitia Haji Sangat Maksimal

Pj Sekda Abdul Haris menyambut jamaah haji di Batam
Pj Sekda Abdul Haris menyambut jamaah haji di Batam

ROKAN HULU,Tribun Riau-‎ Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Rokan Hulu (Rohul) H. Abdul Haris Lubis S.Sos, M.Si dan pejabat Forkompinda, sambut kedatangan 400 Jemaah Haji (JH) Rohul yang tiba di Debarkasi Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Pj Sekda Abdul Haris menyatakan, kerja keras seluruh petugas Kloter dan TPHD Rohul sudah sangat maksimal dalam memberikan pelayanan seluruh JH selama ini, apalagi peduli dan perhatian lebih terhadap JH yang menjalani perawatan.‎

Ke 400 JH Rohul yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 18 Batam bersama 46 JH asal Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan, tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (16/9/2018) sekitar pukul 21.30 Wib.

‎Setibanya di Debarkasi Batam, para JH disambut Pj Sekda Rohul Abdul Haris Lubis bersama pejabat Forkompinda, Kakanwil Kemenag Riau Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kakan Kemenag Rohul Drs. H. Syahrudin M.Sy, Kajari Rohul Freddy Daniel Simanjuntak, Ketua Pengadilan Negeri Pasirpangaraian Sahrudi, Kepala Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian Muhammad Lukman.‎

‎Juga ikut menyambut, Staf Ahli Setdakab Rohul Irfan Rido, Kepala Dinas PUPR Rohul Anton ST, MM, Kepala Dishub Rohul Sofwan, Kepala Diskominfo Rohul Gorneng, Kepala Dinas LH Rohul Hen Irfan, Kepala Dinas TPH Rohul Mubrizal, Ketua GOW Rohul.

Saat menyambut para JH, Pj Sekda Rohul Abdul Haris mengucapkan selamat datang ke seluruh jemaah haji Rohul yang baru datang dari tanah suci. Dirinya sangat bersyukur seluruh jemaah dalam kondisi sehat.‎

“Alhamdulillah semuanya selamat, dan kita sama-sama berdoa. Kami yakin seluruhnya jadi haji yang mabrur,” kata Abdul Haris, Minggu malam.

Diakui Pj Sekda Rohul, bahkan dirinya sering video call dengan Tim Petugas Haji Daerah atau TPHD Rohul hanya untuk memastikan kesehatan seluruh JH selama di tanah suci.‎ Dirinya senang karena semua jemaah haji dalam kondisi sehat. Dan diharapkan, seluruh jemaah tetap sehat sampai‎ di kampung halaman masing-masing.

“Mewakili atas nama Pemkab Rohul, berterima kasih yang tidak terhingga ke seluruh petugas Kloter dan petugas haji,” kata Pj Sekda Rohul.‎

Pj Sekda Rohul juga juga berterima kasih, ke seluruh penyelenggara haji, baik dari Kakan Kemenag Riau dan Kemenag Kepri, termasuk para petugas di Debarkasi Batam yang telah menyiapkan peralatan dan fasilitas yang diberikan kepada seluruh jemaah haji Riau, termasuk jemaah haji asal Rohul, baik saat proses pemberangkatan dan‎ pemulangan jamaah.‎

Sekda Abdul Haris mengatakan, JH yang baru pulang dari tanah suci sangat beruntung, karena bila mendaftar tahun ini baru akan berangkat sepuluh tahun kemudian.

“Agar seluruh JH kita jaga anugerah Allah SWT ini dengan sebaik-baiknya, dengan memberikan contoh dan berprilaku dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai jemaah haji usai melaksanakan ibadah haji,” harap Pj Sekda Rohul Abdul Haris. (mad)

Dua Pasangan Mesum Ini Digelandang Satpol PP Mandau

Petugas Satpol PP Mandau sedang memasuki kamar salah satu hotel di Kota Duri.
Petugas Satpol PP Mandau sedang memasuki kamar salah satu hotel di Kota Duri.

DURI, Tribun Riau- Satpol PP Mandau melakukan razia ke sejumlah hotel kelas melati dan penginapan seputaran kota Duri, Mandau Kabupaten Bengkalis, Senin (17/9/2018) pagi.

Dari razia tersebut, didapati 2 pasangan yang diduga mesum karena tidak dapat menunjukkan surat nikah di salah satu hotel di Kota Duri.

Dalam kamar hotel pasangan bukan suami istri tersebut, petugas juga menemukan kondom merk Sutra pas di balik meja, dua bungkus tisu Super Magic khusus untuk pria yang sudah dipakai.

Petugas sempat menanyakan kepemilikan barang tersebut kepada kedua sejoli yang tertangkap razia tersebut, namun mereka tidak mengaku dan berdalih barang-barang itu sudah ada disana sebelumnya.

“Itu bukan punya kami Bang. Kami gak tau, sudah ada disitu,” jawab mereka.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pasangan bukan suami isteri tersebut langsung digelandang petugas ke kantor Satpol PP, kantor Camat Mandau Jl. Jenderal Sudirman Duri.

Setelah diperiksa, mereka mengaku usai menghadiri dan mengikuti rangkaian acara touring di Ujung Batu, namun kemalaman menuju Bengkalis.

Kedua sejoli tersebut akhirnya sepakat menginap di hotel. Hingga mereka akhirnya terkena razia yang dilancarkan Satpol PP Mandau.

Pengakuan yang sama juga dilontarkan oleh pasangan bukan suami istri warga kecamatan Kandis, kabupaten Siak, mereka mengaku kemalaman ketika hendak pulang ke Kandis.

Kasi Trantib Mandau selaku komandan razia Maspuri, SH dalam keterangan persnya, mengatakan, bahwa razia kali ini sengaja dilakukan pada pagi hari.

“Kegiatan kita pada hari ini, menyasar hotel-hotel kelas Melati. Termasuk tempat kos-kosan yang ada di tengah pemukiman masyarakat, kedepannya juga demikian, razia dilakukan bukan hanya pada malam hari saja,” terang Maspuri.(Jlr)

Diduga Penyebab Kebocoran Pipa Chevron, Operator Alat Berat Ini Diamankan

Situasi TKP kebocoran pipa selesai diperbaiki tim tanggap darurat PT.CPI, lalulintas sudah lancar
Situasi TKP kebocoran pipa selesai diperbaiki tim tanggap darurat PT.CPI, lalulintas sudah lancar

DURI, Tribun Riau – Untuk mengungkap penyebab terjadinya kebocoran pipa gas Chevron yang terjadi di Jl. lintas Duri-Pekan Baru, Kelurahan Balai Raja, Minggu(16/9/2018) sekira pukul 17.00 Wib kemarin, Polsek Pinggir langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan seorang operator alat berat PT Lutvindo inisial JPT(23), yang diduga penyebab terjadinya kebocoran.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto melalui Kapolsek Pinggir Kompol Ernis Sitinjak, Senin (17/09/18) mengatakan, bahwa seorang operator alat berat PT Lutvindo sudah diamankan, diduga sebagai penyebab timbulnya kebocoran pipa gas di Kelurahan Balai Raja.

Kronologis kejadiannya, pada Minggu(16/9/2018) sekira pukul 17.00 Wib, JPT(23) operator alat berat di area proyek pembangunan jembatan, salah seorang warga yang bertempat tinggal di seputaran proyek, minta tolong memindahkan tanaman bunga yang berada didepan rumahnya.

“Pada saat itu, JTP menanyakan apakah ada pipa chevron di bawahnya, dan warga tersebut menjawab tidak ada,” sebut Kapolsek.

Berniat ingin membantu warga, sambungnya, JTP kemudian menggerakkan alat berat, dan menekan baket masuk mengorek bunga sedalam lebih kurang (20 cm).Saat bunga akan diangkat, kuku baket mengenai pipa gas yang tertanam di tanah, sehingga menyebabkan kebocoran dan mengeluarkan gas.

“Melihat kejadian tersebut, JTP selaku terlapor sempat kaget dan segera memindahkan alat berat dari TKP sejauh 50 meter, setelah berselang 3 menit muncul api yang membesar. Saat ini JTP sudah kita amankan di Polsek Pinggir guna proses penyelidikan lebih lanjut,” jelas Kapolsek.

Sementara itu, keterangan dari Senior Vice Presiden PGPA PT.Chevron Pasific Indonesia Yanto Sianipar menyebutkan, bahwa api sudah dapat dipadamkan dengan menutup aliran gas oleh tim tanggap darurat PT.CPI pada pukul 23.50 Wib, dan perbaikan sementara pipa yang bocor sudah selesai sekitar pukul 03.30 dini hari, Senin (17/09/18) dengan baik dan selamat. Selanjutnya akan dilakukan perbaikan pipa secara permanen dengan mengganti bagian pipa yang telah rusak.

“Tidak ada korban jiwa maupun cedera atas kejadian tersebut. PT.CPI mengapresiasi atas dukungan penuh jajaran Polres Bengkalis dan pihak-pihak terkait lainnya, sehingga koordinasi penanganan insiden ini berjalan dengan baik, guna memastikan keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Kami tetap melakukan koordinasi dengan pihak Polres Bengkalis, untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” tutup Sianipar, Senin (17/09/18) siang. (Jlr)

Fakta Baru dari Proses Perceraian Komedian Sule

Mesranya hubungan Komedian Sule bersama Istri, Lina
Mesranya hubungan Komedian Sule bersama Istri, Lina

Tribun Riau- Proses perceraian komedian Sule dengan sang istri diwarnai isu perselingkuhan, tak hanya di pihak suami, sang Istri pun belakangan hari dikabarkan juga telah selingkuh.

Hal tersebut diketahui dari Ica, istri dari lelaki bernama Teddy. Dikatakan Ica, suaminya juga berselingkuh dengan Lina, Istri Komedian Host Ini Talk Show tersebut.

Dilansir Kumparan, Ica banyak mengisahkan hubungan gelap yang dilakukan suaminya dengan Lina, namun dirinya meminta tidak semua percakapannya diungkapkan ke publik.

Berikut wawancara dengan Ica yang dilansir Kumparan.

Mengklarifikasi kabar yang beredar, apakah benar istri Kang Sule berselingkuh dengan suami Mbak Ica?

Iya, memang benar, tapi Teh Lina enggak mau mengakui. Maaf saya buka seperti ini, saya sudah sakit hati.

Apakah Mbak Ica kenal dengan Teh Lina?

Saya kenal karena suami saya. Lewat Smule, suami saya kenal Kang Sule. Saya dan Teh Lina, sebagai istri, juga ikut saling kenal. Kami pernah nyanyi bareng, pernah juga saya dikirimi baju sama Teh Lina. Saya enggak menyangka Teh Lina berniat mengambil hati suami saya.

Bagaimana awalnya Mbak Ica mengendus perselingkuhan mereka?

Saya kan tinggal di Washington, Amerika Serikat. Nah, Oktober 2017, saya pulang ke Indonesia. Saya sempat chat Teh Lina, mau ngajak ketemu. Teh Lina bilang, ‘Oh, saya di Korea.’ Mungkin, setelah itu Lina langsung bilang ke suami saya. Suami saya bilang, ‘Ngapain ajak-ajak Lina ketemu? Dia kan sibuk, kegiatannya banyak.’ Saya pikir, saat itu, kok dia bisa tahu saya ngajak ketemu Teh Lina.

Sampai saat ini Mbak Ica dan suami masih terikat perkawinan?

Ya, sampai sekarang dia masih suami saya. Kami menikah tahun 2008 lalu.

Apakah Mbak Ica pernah membahas masalah ini dengan suami, Teh Lina, maupun Kang Sule?

Saat terakhir pulang ke Indonesia, saya meeting dengan Kang Sule, suami, Teh Lina. Itu pertengahan Maret kalau enggak salah. Saya baru ketemu suami, ya, di situ. Sejak Januari, kami enggak komunikasi.

Enggak hanya berempat, waktu itu ada ustaz, ibunya Teh Lina, saudaranya Teh Lina, pembantunya Kang Sule, pembantunya Teh Lina, ada Rizky Febian juga. Itu kami bicara pukul 02.00-07.00 WIB.

Saat itu Kang Sule ingin tahu apakah saya sudah dicerai. Nah, barulah saat itu saya buka. Saya katakan bahwa saya ditinggal suami saya tanpa pamit sejak Desember 2017. Saat pergi, buku nikah kami juga dia bawa.

Ternyata, Teh Lina, suami saya, dan orang tua Teh Lina itu satu rumah. Itu setelah Teh Lina keluar dari rumah Kang Sule. Mereka menyewa rumah. Tapi, suami saya pintar, setiap saya telepon menanyakan dia, adiknya selalu bilang bahwa dia belum pulang, sedang di rumah teman.

Suami saya marah banget saat pertemuan itu. Tapi, saya buka mulut kan hanya ingin meluruskan, saya masih sah sebagai istrinya. Saya pun enggak marah. Silakan kalau mau pisah. Saya ingin surat cerai saja, enggak menuntut macam-macam. Saya kasihan sama Kang Sule dan anak-anaknya. Kalau bisa, saya harap, mereka rujuk lagi.

Rizky pun nangis-nangis. Dia mohon-mohon supaya Teh Lina balik dengan ayahnya, sampai kaki Teh Lina dicium. Dia sampai bilang, ‘Saya enggak bela Ayah ataupun Mama.’ Tapi, Teh Lina enggak mau kembali lagi.

Apa yang Mbak Ica katakan kepada Teh Lina?

Saya bilang, ‘Tolong enggak usah diteruskan. Kasihan Kang Sule dan anak-anak.’ Saya doakan, mudah-mudahan sadar dua-duanya dan kembali ke jalan yang benar.

Saya enggak marah sama Teh Lina. ‘Sadarlah, kasihan keluarga.’ Kang Sule pun, kita tahu, kerja apa pun sampai rela pakai baju perempuan itu kan buat keluarga. Saya ingin Teh Lina sadar supaya keluarganya menjadi sakinah, mawadah, warahmah lagi. Kasihan.

Saya prihatin dengan keluarga mereka. Saya enggak memikirkan diri sendiri. Jodoh di tangan Tuhan. Kasihan keluarga Teh Lina. Semoga bisa kembali lagi karena anak-anak itu butuh orang tua.

Saya juga menyalahkan suami saya, ‘Mbok cari yang single, yang enggak punya suami.

Apakah Mbak Ica sering berkomunikasi dengan Kang Sule untuk membahas masalah ini?

Kadang kami komunikasi. Saya hanya tanya kabar. Kasihan, saya.

Kang Sule selalu diam. Padahal, dia tahu dan sudah ada bukti. Dia bilang, ‘Aku berharap istri kembali. Walau aku dibilang selingkuh, enggak apa-apa asal istri kembali.’

Mengapa baru sekarang Mbak Ica memutuskan mengungkap perselingkuhan mereka ke publik?

Saya cuma ingin membuat semuanya clear. Terus terang, awalnya saya enggak mau buka suara. Saya menghormati dan enggak mau kalau enggak ada bukti. Kalau sudah begini, mau gimana lagi?

Saya bilang ke Kang Sule, ‘Sorry, kemarin buka suara saat diwawancara.’ ‘Silakan saja. Enggak apa-apa. Kan suami Mbak Ica begitu gara-gara istri saya juga,’ katanya. Saya cuma ingin semuanya ndang beres. Kalau Teh Lina enggak mau mengaku, wallahualam.

Tadinya, saya menghargai Kang Sule. Lagipula, takutnya kalau saya ngomong, ternyata Teh Lina memilih balik.

Bicara soal status Mbak Ica yang masih menjadi istri sah Mas Teddy, apakah Mbak tidak berniat mengajukan gugatan cerai?

Saat meeting bersama Kang Sule dan Teh Lina, ustaz yang ada di situ bertanya, ‘Mau diteruskan tidak dengan istri?’ Suami saya bilang, ‘Saya sedang proses.’ Tapi, enggak ada. Setelah itu juga saya enggak bisa telepon dia.

Kalau saya yang menggugat cerai, saya kan di Amerika. Masa setahun tiga kali pulang ke Indonesia? Lagipula, saya enggak pengin menikah lagi. Saya mau pulang lagi juga takut kehilangan pekerjaan di sini.

Saya sudah ikhlas meskipun hati saya hancur. Saya enggak marah, kok. Tiap malam saya doa biar Teh Lina, Kang Sule, dan keluarga diberi kesabaran, ketakwaan, dibukakan hatinya.
Saya berharap agar Teh Lina pada sidang tanggal 20 nanti bisa kembali ke Kang Sule. (kumparan/red)

Syamsuar-Edi Hadiri Syukuran dan Silaturahmi Dengan Masyarakat Mandau

Syamsuar dan Edi Natar Nasution diapit para tokoh dan relawan, termasuk Samsu Dalimunte
Syamsuar dan Edi Natar Nasution diapit para tokoh dan relawan, termasuk Samsu Dalimunte

DURI, Tribun Riau – Pasangan Gubernur Riau terpilih Syamsuar dan Edi Natar Nasution, menghadiri acara syukuran dan silaturahmi dengan tim relawan dan masyarakat, di kediaman anggota DPRD Bengkalis Samsu Dalimunte, Minggu (16/09/18) sore kemarin.

Acara selain dihadiri oleh Gubri dan Wagubri terpilih itu, juga dihadiri mantan Wagubri Wan Abubakar, para petinggi partai pengusung yaitu, PAN, PKS, Nasdem Kabupaten Bengkalis, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, relawan Syam-Edi, dan segenap masyarakat yang hadir, walaupun hujan turun mulai pagi.

Kata sambutan dan pembukaan dari protokol Eko menyebutkan, bahwa acara silaturahmi ini bisa digelar karena niat ikhlas dari tuan rumah Samsu Dalimunte.

“Dimana pak Samsu pada pilgubri kemarin berani melawan partainya yaitu, partai Golkar yang mengusung Arsyadjuliandi Rahman (Ketua DPD I partai Golkar Propinsi Riau). Beliau memperjuangkan pilihan hati nuraninya ke pasangan Syam-Edi, dan ternyata perjuangannya tidak sia-sia, karena pasangan yang dipilihnya menang, dan itu juga karena dukungan dan perjuangan kita semua,” kata Eko.

Sementara itu, Samsu Dalimunte (Samda) dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan seluruh masyarakat yang hadir.

“Kami panitia menargetkan yang hadir dalam acara ini ada 3.000 orang lebih, tetapi karena hujan dari pagi, mungkin seribuan yang datang. Saya yakin, kita semua yang ada disini sudah memenangkan pak Syamsuar dan Edi Natar Nasution, benar bapak/ibu…?,” tutup Samda.

Syamsuar, Gubernur Riau terpilih mengatakan, bahwa jerih payah masyarakat Duri yang memilih pasangan mereka waktu pilkada adalah merupakan awal dukungan kepada pasangan Syam-Edi, hanya Tuhan yang bisa membalasnya.

“Dengan doa yang bisa dilakukan, ini adalah awal bapak/ibu mendukung kami, selanjutnya kami juga butuh pengawalan dari bapak/ibu, maksudnya kami butuh masukan-masukan, untuk tugas kami kedepan,” kata Syamsuar.

Kemudian, lanjut Syamsuar, mengenai hubungan dengan para cagubri kemarin baik-baik saja, komunikasi jalan terus, tidak ada unsur sakit hati.

“Yang dulunya kami bersaing, sekarang kami bersatu untuk membangun Riau kedepan lebih baik lagi. Karena kami waktu kampanye tidak pernah buruk-burukkan orang lain. Kalau kita buruk-burukkan orang lain, jangan-jangan kita sendiri yang lebih buruk dari orang yang kita buruk-burukkan,” ungkap Syamsuar.

Syamsuar juga meminta, di dalam berpolitik agar dapat menjaga persatuan dan kesatuan, jangan terpancing dengan isu berita hoax, karena itu akan mencederai kebhinekaan.

“Karena di Duri ini masyarakatnya ada yang beragama Islam, Kristen, Budha dan Hindu, serta semua bangsa ada disin, kita semua bersaudara disini. Kita semua orang Riau, tidak ada orang ini, orang itu, kita berasal dari daerah sana, sini, tetapi kita berkumpul menjadi orang Riau,” pinta Syamsuar.

Untuk pembangunan infrastruktur, Syamsuar berjanji bila sudah duduk di kursi gubernur pada 2019 nanti, akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur seluruh kabupaten/kota, khususnya di Duri.”Untuk daerah Rokan Hilir, kami prioritaskan pembangunan jalan di kecamatan Kubu, dimana selama ini belum dibangun.Dan itu sudah kami pernah kami tanyakan kepada Bupati Rohil Suyatno, memang pembangunan di Kubu yang di prioritaskan,” ujar Syamsuar.

Usai acara, sebelum meninggalkan lokasi acara, Syamsuar dan Edi Nasution diajak foto bersama oleh tim relawan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan semua yang hadir.(Jlr)

Peringatan 1 Muharram 1440 H di Kota Lama, UAS Ajak Umat Islam Hijrah

UAS berikan tausiah dalam acara tabligh Akbar di Kunto Darussalam
UAS berikan tausiah dalam acara tabligh Akbar di Kunto Darussalam

ROKAN HULU,Tribun Riau- Tabligh akbar peringatan 1 Muharram 1440 Hijriyah di Lapangan sepak bola Kelurahan Kota lama Kecamatan Kunto Darussalam, Kamis (13/9/2019) malam, dipadati belasan ribu jamaah dan umat muslim dari Rokan Hulu (Rohul) khususnya dari Kunto Darussalam, dengan menghadirkan penceramah Ustad Abdul Somad (UAS) Lc MA.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, Kadis Perpustakaan dan Arsip Rohul DR Dipendri, Anggota DPRD Rohul Zulfahmi, Rusdi SE. Camat Kunto Darussalam Ruslan SSos, Lurah Kotalama Aly Yusuf SSos, Kepala Desa se-Kecamatan Kunto Darussalam.

Menjelang kehadiran UAS untuk memberikan ceramah agama pada pukul 19.30 Wib, lapangan sudah disesaki jamaah masjid dan umat islam yang ada di Rohul. Antusias masyarakat dalam menyambut kedatangan Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir dalam acara tablig akbar, masyarakat yang hadir membacakan Shalawat. Tepat pukul 21.00 Wib, UAS tampil di hadapan belasan ribu umat islam dengan memberikan pencerahan dalam memperingati 1 Muharam 1440 H.

Dalam tausiahnya, UAS mengajak umat Islam untuk melakukan hijrah. Makna Hijrah yang dimaksud UAS bukan dari Mekkah ke Medinah, melainkan merubah dari yang tidak baikmenjadi kearah yang lebih baik.

“Mudahan mudahan masyarkat Kecamatan Kunto Darussalam khususnya Kabupaten Rohul menjadi umat yang baik. Hijrah meningalkan yang dilarang oleh Allah SWT,’’ sebutnya.

Kata UAS, dirinya tidak asing datang ke Rohul. Karena hampir seluruh kecamatan di Rohul sudah dikunjungi dalam menyampaikan ceramah agama.

“Rohul yang dikenal dengan Negeri Seribu Suluk, merupakan Negeri para ulama, Mursyid-mursyidin, Khalifah. Kalau tidak mengetahui bagaimana cara berzikir, datanglah ke Rohul karena setiap hari bergetar dengan lafaz zikir yang dikumandangkan. Mudah-mudahan selalau istiqamah bagi yang sering berzikir,’’ sebutnya.

Bahkan dalam ceramahnya, UAS mengaku bangga dengan masyarakat Rohul di kecamatan Kunto Darussalam dalam menyambut Tahun Baru Islam 1440 H, dengan menggelara tabligh akbar dan kegiatan positif lainnya.

UAS juga menceritakan, kenangannya pertama kali dirinya masuk siaran TV saat memberikan ceramah agama di Masjid Agung Islamic Center Rohul tahun 2012 silam diacara Rohul menghafal Al Quran. Karena dulunya sebelum dikenal memberikan ceramah, datang ke Rohul dirinya dalam sebulan bisa 2 hingga 4 kali.

Dirinya mengingatkan ke para orang tua di Rohul, untuk menjaga anaknya, jangan sampai melakukan perbuatan maksiat. Karena Kabupaten Rohul merupakan negeri ulama.

“Disini lahir ulama besar seperti Syekh Abdul Wahab Rokan serta Sykeh Ismail dan Syekh Ibrahim,” tegasnya. (mad)

Bupati Sukiman Kukuhkan Pengurus IPR Yogyakarta Komisariat Rohul 2018-2019

Bupati H Sukiman, kukuhkan kepengurusan IPR Yogyakarta Komisariat Rohul.
Bupati H Sukiman, kukuhkan kepengurusan IPR Yogyakarta Komisariat Rohul.

ROKAN HULU,Tribun Riau- Dalam agenda kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta, Bupati Rohul, H Sukiman dan rombongan, melaksanakan dua agenda kegiatan.

Usai lakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan dan penelitian dengan Rektor Universitas Gadjah Mada atau UGM Yogyakarta, Kamis (13/9/2018), Bupati Rohul Sukiman juga silaturahmi dengan pelajar Rohul, sekaligus mengukuhkan Pengurus Ikatan Pelajar Riau (IPR) Yogyakarta Komisariat Rohul periode 2018-2019.

Agenda pelantikan atau Pengukuhan Pengurus IPR Yogyakarta Komisariat Rohul,‎ digelar di Hotel Harper Mangkubumi Yogyakarta, Jumat (14/9/2018) malam kemarin, yang juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Rohul Hj. Peni Herawati, Kepala Disdikpora Rohul Drs. H. Ibnu Ulya.

Juga hadir sejumlah alumni Yogyakarta, seperti Kepala DKPP Rohul Ir. Sri Hardono, Anggota DPRD Rohul Nono Patria Pratama SE juga Ketua Harian Kapemary Rohul, S‎ekretaris DKPP Rohul Samsul Kamar S.Hut, M.Si, Arie Ardian S.Hut, Kabag Perlengkapan Setdakab Rohul Sony Efrinal, Plt Kabag Humas Setda Rohul Tanti Ekasari.

Juga hadir Penasehat Ketua IPR Y‎ogyakarta Ayunda Nurlaila Annisa S.S, Ketua IPR Yogyakarta 2018-2019 Heru Astar, Ketua RPPM Rohul Pekanbaru Sukri, Ketua Umum Himarohu Riau Abu Bakar, Ketua Umum Hipemari Jakarta Rizki Beradat, dan undangan lainnya.

Ketua IPR Yogyakarta Nofrizal Sayuti SH mengatakan, dengan dikukuhkan Pengurus IPR Yogyakarta Komisariat Rohul oleh Bupati Sukiman, tentunya IPR Yogyakarta bisa menumbuhkembangkan jalinan silaturahmi antara pelajar dengan Pemkab Rohul.‎

“Kita mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kunjungan Bupati Rohul ke tempat kami yang sedang menimba ilmu di negeri orang,” jelas Nofrizal dalam sambutannya, Jumat malam.

Dengan dilantiknya pengurus IPR Yogyakarta periode 2018-2019, Nofrizal sebagai ketua mengatakan pelajar dan mahasiswa di Kota Pelajar akan selalu ikut berkontribusi terhadap daerah.‎

Nofrizal mengharapkan, Bupati Rohul Sukiman, agar membantu pembangunan asrama putra dan putri, sebagai titik kumpul pelajar Rohul di Yogyakarta.

Pada acara yang sama, Penasehat IPR Yogyakarta Imam Mahdi yang juga Dosen di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta, menyampaikan bahwa saat ini yang perlu diperbaiki adalah sumber daya manusia atau SDM.

“Sudah seharusnya kita memakai semboyan, jangan bertanya apa yang diberikan kepada Rokan Hulu, tapi bertanyalah apa yang bisa diberikan untuk Rohul,” jelas Imam Mahdi, putra asli dari Desa Menaming, Kecamatan Rambah.

“Perlu kita ketahui, bahwasa alumni IPR Yogyakarta sudah banyak mencetak dan berkontribusi terhadap daerah,” harap Imam Mahdi.

Kemudian, Bupati Rohul Sukiman mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada IPR Yogyakarta atas terlaksananya acara silaturahmi tersebut dengan sukses.

“Belajarlah dengan baik dan bersungguh-sungguh, saya akan mengupayakan pembangunan terutama Sekretariat. Kita akan bahas ini dengan saudara Nono Patria (Anggota DPRD Rohul juga alumni Yogyakarta), itu kita rencanakan secepatnya,” janji Bupati Rohul Sukiman.

Usai acara selesai, Bupati Rohul didampingi istri serta sejumlah pejabat Pemkab Rohul menyempatkan diri foto bersama dan makan bersama dengan para pengurus IPR Yogyakarta. (mad)

DPT Pemilu 2019, KPU Rohul Bersihkan 746 Pemilih Ganda

ROKAN HULU,Tribun Riau- Ketidak akuratannya data pemilih Pemilu 2019, serta kecurigaan dengan banyaknya Pemilih ganda yang masuk dalam pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) di seluruh Indonesia terbukti benar.

Di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menghapus 746 data pemilih ganda dalam DPT yang telah ditetapkan sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh ketua KPU Rohul Fahrizal, ketika sosialiasi kampanye dan bimtek aplikasi laporan dana kampanye pemilu tahun 2019, Sabtu (15/9/2018) di Pasir Pangaraian.

Dijelaskan Fahrizal, Kronologis Pembersihan data ganda pada DPT Pemilu 2019 tersebut setelah adanya rekomendasi dari Bawaslu RI kepada KPU RI terkait masih banyaknya ditemui data ganda pada Pemilu 2019 di seluruh Indonesia.

Ditambahkannya, KPU RI kemudian memerintahkan KPU Provinsi dan kabupaten kota, untuk menelisik kembali adanya data ganda dalam DPT di darah masing-masing dengan bekerjasama dengan Bawaslu setempat.

Kemudian, dari rekomendasi Bawaslu tersebut, di Rohul terdapat 1.218 data ganda, yang harus dilakukan pencermatan dan verifikasi ulang.

“Kita sudah melakukan verifikasi faktual, tidak hanya berdasarkan rekomendasi Bawaslu, namun kita juga melakukan self asesment, yakni dengan melakukan pengecekan kembali melalui Sidalih, dan memang dari Sidalih kita juga temukan data ganda tersebut,” ujar Fahrizal.

Data ganda yang ditemukan Bawaslu, lanjut Fahrizal, umumnya berdasarkan data ganda antar TPS. Sementara melalui self asesment, KPU malah menemukan data ganda itu terjadi antar desa, antar kecamatan di dalam kabupaten.

“Kemungkinan, terkait data ganda itu disebabkan perpindahan penduduk. Dimana penduduk tersebut terdata di dua lokasi, yakni lokasi lama dan lokasi baru. kedua, disebabkan penduduk yang merekam e-ktp dua kali, namun masih masuk dalam Daftar penduduk potensial pemilih (DP4), yang diterbitkan Disdukcapil,” ungkap Fahrizal.

Kemudian, dengan sudah dibersihkanya data ganda dalam DPT pemilu 2019 tersebut, jumlah Pemilih Pemilu 2019 di Rohul berkurang dari awalnya 311.171 menjadi 310.425 pemilih.

“Kita juga sudah memplenokan kembali dan menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) serta sudah kami sampaikan ke KPU Provinsi,” ucapnya.

Disinggung mengapa penetapan DPT Pemilu di Rohul tidak clear saat penetapan DPT, Fahrizal mengaku, bahwa KPU Memiliki keterbatasan dalam memastikan identitas seseorang. meski mengatahui terdapat data ganda dalam DPT, KPU tidak dapat langsung mencoret pemilih ganda tersebut karena bisa berakibat pidana.

“KPU tidak boleh menghilangkan hak seseorang dalam pemilu. Karena itu akan berdampak pidana, kita meminta KPU RI juga harus ada ketegasan, bila alamat seseorang itu misalkan di A, hendaknya dia juga harus memilih di A tidak bisa dirinya memilih di daerah lain,” sebut Fahrizal. (mad)

Jadi Pengedar Sabu, Pria Setengah Abad Ini Diciduk Polisi

ROKAN HULU,Tribun Riau- Seorang terduga pengedar narkoba jenis sabu di Dusun II Kulim Jaya RT.01/ RW 01 Desa Rambah Hilir, Kecamatan Rambah Hilir, berinisial SN alias Nu (50), diciduk anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hulu (Rohul).

Penangkapan tersangka NU, dilakukan Jumat (14/9/2018) sekitar pukul 10.30 Wib, polisi juga menyita sedikitnya 11 paket diduga narkotika jenis sabu.

SN alias NU ditangkap, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP.A/ 87/ IX/ 2018/ Riau/ Resrohul/ SPKT/, tertanggal 14 September 2018. Pria ini ditangkap berkat laporan warga.

‎Selain menyita 11 paket diduga sabu dibungkus plastik klip berwarna putih bening, polisi juga berhasil menyita 1 kotak rokok LA, 1 kotak rokok Sampoerna, 1 kaca pirex, 1 sendok terbuat dari pipet plastik.

“Juga disita 1 unit hand phone Nokia warna biru, 23 plasti pembungkus sabu, dan uang tunai sebesar Rp 200 ribu,” kata Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua, melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono, Sabtu (15/9/2018).

Dari hasil introgasi, terlapor SN mengakui, bahwa dirinya memperoleh barang haram diduga shabu dari laki-laki inisial YU yang sempat dicari polisi, namun tidak ditemukan.

“Pelaku sudah dibawa dan diamankan ke Mapolres Rohul guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Paur Humas Polres Rohul Ipda Nanang Pujiono. (Mad)

Pernyataannya Dipelintir MetroTV, Ferdinand: Saya Akan Tindaklanjuti Secara Hukum

Ferdinan Hutahaean saat diliput MetroTV disertai judul yang menurutnya tidak sesuai dengan pernyataannya
Ferdinan Hutahaean saat diliput MetroTV disertai judul yang menurutnya tidak sesuai dengan pernyataannya

Tribun Riau- Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean bakal menggugat MetroTV yang dinilainya sudah memelintir pernyataanya terkait Somasi Demokrat ke Asia Sentinel.

Demikian ditulis Ferdinand pada akun Twitter @LawanPolitikJW miliknya, Minggu (16/9/2018).

Ditegaskannya dalam Tweet tersebut, dirinya tidak pernah menyatakan bahwa Demokrat membatalkan gugatan terhadap Asia Sentinel dan ia akan menindaklanjuti masalah tersebut secara hukum.

“Metro TV ini benar2 memplintir pernyataan saya dgn judul yg tdk benar. Sy tdk pernah menyatakan Demokrat membatalkan gugatan. Sy akan tindak lanjuti ini secara hukum. Kalian @Metro_TV memplintir berita,” tulisnya. (red)

https://twitter.com/LawanPoLitikJW/status/1041202189836812288

Terbaru

Populer